INVESTMENT OPPORTUNITIES
OF PADANG CITY
World BestHalal Destination World Best Halal Culinary Destination World Best Halal Tour Operator
GENERAL DESCRIPTION OF PADANG CITY
SAUDI ARABIA FREMANTLE PADANG DUBAINo Kecamatan Luas (Km²) Jumlah Kelurahan
A. Wilayah Darat 694,96
-1. Bungus Teluk Kabung 100,78 6
2. Lubuk Kilangan 85,99 7 3. Lubuk Begalung 30,91 15 4. Padang Selatan 10,03 12 5. Padang Timur 8,15 10 6. Padang Barat 7,00 10 7. Padang Utara 8,08 7 8. Nanggalo 8,07 6 9. Kuranji 57,41 9 10. Pauh 146,29 9 11. Koto Tangah 232,25 13 B.Wilayah Laut 720,00 -Kota Padang 1.414,96 104
TOPOGRAFI : Dataran rendah dan perbukitanketinggian 2 meter s/d 200 meter JUMLAH SUNGAI 21 buah
PANJANG GARIS
PANTAI 84 km.
VISI
MISI
Mewujudkan Pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang beriman dan berdaya saing
Menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan wilayah barat Sumatera
Menjadikan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan
Menciptakan Kota Padang yang Aman, Bersih, Tertib, Bersahabat dan menghargai Kearifan Lokal Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Melayani
MEWUJUDKAN KOTA PADANG SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN, PENDIDIKAN, PARIWISATA YANG SEJAHTERA, RELIGUS DAN BERBUDAYA
1
2
3
4
5
6
PERDAGANGAN DAN JASA
Padang Sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa di Pesisir Barat Sumatera Memiliki Akses Kerjasama Internasional/Forum IORA dengan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendukung seperti Pelabuhan Udara Internasional dan Pelabuhan Laut
IORA
(INDIAN OCEAN RIM ASSOCIATION)
IORA : Organisasi Negara-negara di Samudera Hindia. IORA di dirikan di Mauritius pada
tahun 1997.
Keanggotaan IORA :
Australia, Comoros, Iran, Madagascar, Indonesia,Mauritius, Oman, South Africa, Tanzania, United Arab Emirates, Bangladesh, India, Seychelles, Kenya, Malaysia, Mozambique, Singapore, Sri Langka, Thailand, Yemen dan Somalia
PADANG OPPORTUNITY IN
IORA
Kerjasama IORA :
1. Keselamatan dan Keamanan Kelautan.
2. Fasilitas perdagangan dan investasi.
3. Manajemen Perikanan
4. Manajemen Resiko Bencana Alam 5. Kerjasama Pendidikan dan IT
6. Pertukaran Budaya dan Pariwisata
Padang dipilih sebagai tuan rumah di tahun 2016 karena posisi strategis Kota Padang di Zona Samudera Hindia.
PADANG 20 30 40 50 10 PAINAN PARIAMAN SOLOK AROSUKO L ALUNG PADANG TEL. BAYUR
PADANG KE ARAH KOTA METROPOLITAN
Kota Padang telah ditetapkan salah satu pusat aktivitas nasional dalam Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang RTRWN.
Kota Padang sebagai Kota Metropolitan ditetapkan dalam RPJMN 2015 – 2019 sesuai dengan Perpres no.2 tahun 2015
Untuk mendorong tercapainya Kota Padang sebagai Kota Metropolitan, Padang telah membangun kerja sama dengan 5 Kota sekitar, seperti kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Solok,
Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan.
PKN PKW PKL
Pelabuhan Internasional Pel. Teluk Bayur
ketersediaan daya listrik di Sumatera Barat saat ini 804.9MW.
Rencana pengembangan berbagai jenis pembangkit tenaga listrik tersebar di Sumatera Barat sampai
tahun 2026 yaitu penambahan kapasitas sebesar 847MW.
PLN juga menjalin kerjasama dengan Pemda dan Swasta untuk
mengembangkan pembangkit hydro sekala kecil dan menengah (PLTM) tersebar di Sumatera Barat dengan penambahan kapasitas 176.33MW
di tahun 2026, kapasitas sistem kelistrikan di Sumatera Barat nantinya naik menjadi 1828.23MW
Ketersediaan Daya
Listrik & Rencana
Kedepan
6.49 6.26 5.58 5.02 4.88 6.34 6.31 6.08 5.86 5.41 6.41 6.61 6.66 6.57 6.35 4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 2 0 11 2 0 12 2 0 13 2 0 14 2 0 15
Indonesia Sumatera Barat Kota Padang
Linear (Indonesia) Linear (Sumatera Barat) Linear (Kota Padang)
Pr
os
enta
se
%
Pertumbuhan Ekonomi Kota Padang
Tahun 2011 – 2015
Pertumbuhan Ekonomi Kota Padang Berada Diatas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Propinsi Sumatera Barat, disaat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Propinsi Sumatera Barat mengalami perlambatan,
PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE KOTA PADANG
No Tahun Mancanegara Nusantara Jumlah
1. 2012 53,368 2,965,807 3,019,175 2. 2013 53,057 3,001,306 3,054,363 3. 2014 54,967 3,199,392 3,254,359 4. 2015 57,187 3,527,010 3.584.197 5. 2016 58,903 3,632,820 3,691,723 6. 2017* 62,025 3,759,132 3,821,157 *Target 2017
DATA HOTEL DI KOTA PADANG
TAHUN 2017
NO D A T A KAMAR HOTEL
1 PHRI SUMBAR 2,928
2 NON PHRI SUMBAR 744
J U M L A H 3,672
KLASIFIKASI HOTEL DI KOTA PADANG TAHUN 2017 NO D A T A HOTEL 1 BINTANG 5 1 2 BINTANG 4 8 3 BINTANG 3 9 4 BINTANG 2 10 5 BINTANG 1 6 6 NON BINTANG 63 JUMLAH 97
PARIWISATA DAN BUDAYA
PADANG SEBAGAI IBUKOTA PROVINSI SUMATERA BARAT MEMILIKI DAYA TARIK DENGAN BERAGAM BUDAYA DAN WISATA SERTA DESTINASI UNGGULAN
2
WISATA ALAM & LEGENDA
1
WISATA BUDAYA & HERITAGE WISATA KULINER
3
WISATA BELANJA4
WISATA MICE5
WISATA OLAHRAGA6
PELUANG INVESTASI
Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang - Gondola/Skylift
- Watersliding
Pengembangan Pelabuhan Teluk Bungus
Pantai Air Manis (Legenda Malin Kundang)
Gunung Padang (Legendal Siti Nurbaya)
Padang Lama
Jembatan Siti Nurbaya
3 4 Pantai Padang 4 2 5
Pantai Padang Kota Lama Jemb. Siti Nurbaya Gunung Padang Pantai Air Manis
Wisata Pantai Heritage Marina Ekowisata Resort Wisata Pantai
Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu (KWT)
1 1
2 3
1. CABLE CAR/ SKY LIFT
Dapat berfungsi sebagai sarana transportasi disepanjang pantai padang, Gunung Padang – Batu Malin Kundang, Wahana Wisata dan Panoramic View untuk melihat keindahan Alam sepanjang lintasan.
Potensial dibangun pada Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang
Estimasi Investasi Rp. 45 milyar / 1 km
Panjang yag diperlukan : 5 km
lintasan : Pantai Padang – Gunung Padang (Siti Nurbaya) – Batu Malin Kundung
Pembangunan Wahana
watersliding
di kawasan
Pantai Padang
2. WATER SLIDING
Estimasi Investasi
Rp 25 Milyar
SEKTOR 1 DAN 2 DIORAMA SEKTOR 1
SEKTOR 4 SEKTOR 3
3. PENGEMBANGAN PELABUHAN TELUK BUNGUS
Menjadi kawasan pelabuhan wisata dengan
mempertimbangkan lokasi kawasan yang
tidak jauh dari pusat kota dan pemandangan
yang indah
selain fungsi utamanya sebagai
pelabuhan penyeberangan.
Estimasi Investasi
Rp. 660,822 Milyar
4. PENGEMBANGAN TRANPORTASI PUBLIC DI KOTA PADANG
Padang sangat membutuhkan Investasi untuk transportasi Public seperti Monorail atau railbus. Dengan jumlah penduduk 1,1 juta serta angka kunjungan mencapai 3,8 juta Investasi Monorail atau railbus sangat penting sekaliKebijakan Pemberian Insentif dan
Kemudahan Penanaman Modal di Kota Padang
Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal
Peraturan Walikota Padang Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pemberian Insentif Dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal
KLASIFIKASI PENANAMAN MODAL
A
• nilai investasi Rp. 1 Triliun atau lebih, dan menyerap tenaga kerja lokal lebih dari 500 orang;B
• nilai investasi lebih dari Rp. 500 Milyar s.d Rp. 1 Triliun dan menyerap tenaga kerja lokal lebih dari 250 orang s.d 500 orangC
• nilai investasi lebih dari Rp. 100 Milyar s.d Rp. 500 Milyar dan menyerap tenaga kerja lokal lebih dari 100 s.d 250 orangD
• nilai investasi lebih dari Rp. 50 Milyar s.d Rp. 100 Milyar dan menyerap tenaga kerja lokal lebih dari 50 s.d 100 orang
NO KEMUDAHAN YANG DIBERIKAN KLS A KLS B KLS C KLS D KLS E
1 Fasilitasi penyediaan sarana dan prasarana V V V V
-2 Bantuan Teknis V V V -
-3 Fasilitasi penyediaan lahan atau lokasi V V - -
-4 Penyediaan data dan informasi peluang penanaman modal V V V V V
5 Percepatan Pemberian Perizinan : V V V V V
Advis Planing / Keterangan Rencana Kota 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Pemanfaatan Bangunan (IPB) 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Mendirikan Bangunan 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Gangguan 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Usaha Perikanan 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Usaha Perfilman 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Usaha Industri dan Perdagangan 50% 40% 30% 20% 10%
Izin Usaha Pariwisata 50% 40% 30% 20% 10%