1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam dunia komputer mempengaruhi sebuah organisasi untuk mengoptimalkan data dan informasi yang dimiliki. Data dan informasi yang diolah secara benar akan menjadikan sebuah rumusan dalam pengambilan keputusan. Untuk menyajikan data dan informasi secara cepat, akurat, efektif dan efisien maka diperlukan Teknologi Informasi. Seperti yang pada umumnya dipahami, peranan teknologi informasi diperlukan untuk mendapatkan informasi yang cepat dan tepat tersebut. Teknologi Informasi saat ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dan terintegrasi dengan tujuan bisnis organisasi [1]. Bagaimana teknologi informasi diaplikasikan dalam suatu organisasi akan mempengaruhi seberapa jauh organisasi tersebut telah mencapai visi, misi ataupun tujuan strategisnya [1]. Teknologi Informasi merupakan komponen-komponen perangkat keras (komputer, jaringan, alat komunikasi) dan perangkat lunak (aplikasi, sistem operasi, database). Teknologi informasi menggantikan peran manusia dengan melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses. Teknologi memperkuat peran manusia, yakni terhadap suatu tugas atau proses dengan menyajikan informasi, mempermudah tugas dan lebih efisien efektif. Teknologi Informasi digunakan untuk strategi bisnis universitas. Dengan Teknologi Informasi dapat lebih efisiensi, efektifitas, dan inovasi.
Baru-baru ini, teknologi informasi dengan substansi didalamnya berupa sistem informasi berbasis web selanjutnya disingkat dengan WBISs (Web Base Information System: WBISs) menarik minat di kalangan praktisi bisnis dalam prosesnya sebagai solusi yang fleksibel dan murah untuk didistribusikan secara signifikan dalam kerja kolaboratif. "Intranet" adalah lingkungan yang ditargetkan khas untuk WBISs. Sebuah WBIS tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga secara proaktif berinteraksi dengan pengguna dan proses tugas-tugas bisnis untuk mencapai tujuan bisnis. Dengan demikian, analisis dan desain WBISs
membutuhkan pendekatan yang berbeda dari yang untuk situs Web yang terutama memberikan informasi uni-terarah pada permintaan pengguna, seperti katalog, direktori, dan situs iklan. Ada banyak pekerjaan pada aspek grafis dan user-interface desain situs Web [2]. Bagi pengguna WBISs, akses ke bagian tertentu dari informasi antar satu bagian dan bagian yang lai dari tujuan bisnis itu sendiri.
Business Intelligence System merupakan istilah yang biasanya digunakan untuk jenis aplikasi atau teknologi untuk membantu kegiatan Business Intelligence, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan [3]. Sistem BI sebagai pengganti “system pendukung keputusan” dan sering memfasilitasi berbagai jenis alat analisis suatu perusahaan pada sumber data, yaitu data transaksional dikumpulkan, pengelompokan data warehouse / data mart, pelaporan dan visualisasi alat, serta analisis prediktif dan pemodelan [4]. Bussiness Intelligence bagi suatu suatu perusahaan yang didasarkan pada suatu sistem informasi masih meruakan hal yang baru [5]. Obyek yang digunakan dalam pembuataan aplikasi BI di universitas adalah obyek yang berkaitan dengan kegiatan akademik, alumni, keuangan, penerimaan mahasiswa baru, kegiatan non-akademik, dan lain-lain [6]. Business Intelligence System menjadi salah satu bentuk implementasi yang bisa menjawab kebutuhan perguruan tinggi atau universitas dalam menjalankan usahanya dan mengambil keputusan yang tepat bagi organisasi atau instansinya. Hal ini penting mengingat persaingan antar perguruan tinggi atau universitas yang semakin ketat, sehingga menjadikan universitas harus mengikuti trend zaman yang semakin inovatif untuk bisa sukses dan bertahan dalam persaingan ini. Adanya kebutuhan universitas untuk bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat, membuat universitas membutuhkan tools yang bisa membantu universitas untuk menganalisa dan mengelola data menjadi informasi yang berkualitas sehingga bisa digunakan untuk pengambilan keputusan. Kebutuhan universitas akan informasi menjadi kebutuhan pokok dalam kelangsungan hidup suatu universitas. Business Intelligence (BI) menjadi salah satu solusi akan kebutuhan universitas di atas, terutama dalam menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu mengambil keputusan secara
lebih baik. Business Intelligence mampu mengubah data menjadi informasi berkualitas yang menjadi pendukung pengambilan keputusan universitas dan proses bisnis. Business Intelligence (BI) adalah sebuah rancang bangun dan kumpulan operasi yang terpadu seperti aplikasi pendukung pengambilan keputusan dan basisdata yang menyediakan kepada komunitas bisnis untuk bias mengakses data bisnis dengan mudah [7]. Ada berbagai macam bentuk aplikasi BI diantaranya adalah analisis multidimensi, seperti OLAP (Online Analytical Processing), Analisis click-stream, Data mining, Penganggaran, A Prenalisis bisnis, parasi balanced scorecard, Visualisasi, Query, pelaporan, pembuatan chart dan lain-lain.
Big Data adalah sebuah konsep yang umumnya digunakan untuk menggambarkan data yang berukuran besar baik yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur yang dapat diakses oleh organisasi dengan cepat dan dapat menganalisa melalui tools yang inovatif dengan tujuan untuk menentukan peluang dalam pengelolaan nilai [8]. Big Data berfungsi untuk membantu perusahaan untuk membuat keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik melalui Business Analytics, karena sudah banyak vendor-vendor teknologi yang mendukung lingkungan dari Big Data [8]. Teknologi Big Data adalah manajemen aset informasi dengan volume tinggi, kecepatan tinggi dan kompleks yang membantu universitas mengelola data dengan biaya efektif dan mendorong inovasi pengolahan informasi untuk pengambilan keputusan dan peningkatan pengetahuan atau wawasan [9]. Big Data menjamin pemrosesan solusi data dengan varian baru maupun eksisting untuk memberikan manfaat nyata bagi bisnis. Namun pengolahan data dengan ukuran dan kompleksitas besar tetap sekedar solusi teknologi kecuali jika dikaitkan dengan tujuan bisnis. Hal terpenting dari Big Data bukanlah sekedar kemampuan teknis untuk mengolah data melainkan manfaat yang dapat disadari oleh universitas dengan menggunakan Big Data Analytics Terminologi Big Data diyakini berasal dari universitas pencarian web yang mengolah data dengan agregasi yang terdistribusi sangat besar dan tidak terstruktur. Dalam penggunaan Big Data yang akan berdampak pada bisnis: ekspansi berkesinambungan dan unifikasi pada SQL dalam Hadoop, dukungan
terpadu bagi data terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur telah berkembang terus, kemajuan dalam pencarian, perluasan ETL (Extract-Transform-Load) dan dukungan ELT (Extract-Load-Transform), Big Data “In Motion”tetap berjalan, data mining tambahan dan fungsi analitik, kenaikan popularitas bahasa R [10].
Universitas Diponegoro merupakan Universitas Negeri di Jawa Tengah yang terdiri dari 43.357 Mahasiswa (Buku DIES 56 Bapsi Undip 2013). Terdiri dari 6 (enam) jenjang atau strata yaitu Program Doktor(S3), Program Magister (S2), Program Pendidikan Dokter Spesialis (Sp-1), Profesi, Program Sarjana (S1), Program Diploma III (DIII). Universitas Diponegoro terdiri dari 11 Fakultas dan 1 Program Pasca Sarjana yang terdiri dari 129 Program studi. Untuk Melaksanakan Proses Bisnis sebagai Sarana Pendidikan Undip memiliki 1.689 Dosen Tetap C/PNS. Jumlah sumber daya yang dimiliki oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) memiliki suatu kegiatan yang setiap tahunnya mengalami perubahan yang terjadi mengenai jumlah mahasiswa, dosen serta rasio antara dosen dan mahasiswa. Rasio Dosen dan Mahasiswa ini sangat penting dalam menunjang terwujudnya Perguruan Tinggi Sehat sesuai aturan Pangkalan Data Perguruan tinggi Dikti. Sumber daya dan Big Data yang dimiliki oleh UNDIP terkait jumlah dosen, jumlah mahasiswa dan program studi dengan data atau Big Data menyebabkan kompleksitas Big Data tersebut secara periodic mengalami perkembangan dan perubahan secara cepat dan perlu penanganan akurat dan akuntabel serta dengan waktu yang singkat. Dengan demikian UNDIP memiliki system informasi sebagai infrastruktur dari Teknologi Informasi berupa Big Data dalam Web Base Information System dan Dashboard sebagai tools Big Data tersebut.
Teoritical Emphiric dan Field Research berkaitan dengan penanganan WBISs, BI, dan Tools and Big Data, beserta permasalahannya telah dilakukan oleh beberapa peneliti, antara lain penelitian Stephanie Pamela Adhitama, et.al., menggunakan aplikasi Real-Time Business Intelligence menggunakan data warehouse sebagai solusi analisis data dengan proses pembuatan data, proses extraction, transformation, loading (ETL), pembuatan cube, dan pembuatan
laporan dengan system Change Data Capture sehingga perubahan data dapat dipindahkan secara real-time. Ari Martha, R. Arum Setia Priadi, M. Komarudin melakukan penelitian melalui aplikasi WMS Dashboard dibuat dengan menggunakan teknologi ASP.NET Web Service yang menggunakan protokol SOAP dan menggunakan interface WSDL sehingga dapat digunakan untuk komunikasi antar system dengan platform yang berbeda-beda melalui protokol HTTP. Database untuk service aplikasi WMS Dashboard menggunakan DBMS MS SQL Server yang mendukung intergasi dengan aplikasi-aplikasi yang dibuat dengan .NET Framework. Aplikasi WMS Dashboard untuk bagian clientnya dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunaan metode pemrograman berbasis objek. Penelitian yang dilakukan oleh J. Eizondo menggunakan Business Intelligence, data dan Big Data, WBISs, untuk analisis data dalam kegiatan pembelajaran yang inovatif (experiental learning).
Teknologi Informasi yang digunakan dalam hal penelitian ini adalah sebuah Aplikasi Web yang berbasis Business Intelligence berupa Dashboard. Business Intelligence atau disingkat BI adalah sebuah software yang memadukan kemampuan mengumpulkan data, menganalisisnya dan membuatkan laporan [11]. Dashboard merupakan alat untuk menyajikan informasi dari proses BI, yaitu memberikan tampilan antarmuka dengan berbagai bentuk seperti diagram, laporan, indikator visual, mekanisme alert, yang dipadukan dengan informasi yang dinamis dan relevan [11]. Dengan adanya Teknologi BI dan salah satu alatnya berupa Dashboard diharapkan mampu menampilkan data dan Informasi secara efektif dan efisien terutama dalam monitoring data Mahasiswa dan Dosen yang ada di para pengusaha bisnis yang digunakan untuk analisis data. Dashboard merupakan alat yang akan menampilkan keadaan secara akurat atau real time dan secara langsung dengan Online. Dengan visulaisasi yang mudah dimengerti akan membantu para pimpinan atau user yang terlibat untuk memantau atau memonitoring data Mahasiswa dan Dosen.
Berdasarkan teori tersebut dan kondisi UNDIP yang memiliki data kegiatan akademis UNDIP dengan jumlah mahasiswa, dosen serta rasio antara dosen dan mahasiswa yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dan perkembangan
sehingga terjadi Big Data dan akurasi tools dengan business intelligence, dan WBISs sebagai solusi masalah UNDIP tersebut. Jika permasalahan UNDIP antara lain berupa kondisi Rasio Dosen dan Mahasiswa tidak dapat terpetakan secara mudah, maka BAPSI tidak dapat menentukan mana program studi yang overload dosen dan mana program studi yang kekurangan Dosen dikarenakan kompleksitas dan banyaknya informasi yang berubah secara cepat . Monitoring Data Mahasiswa dan Dosen tidak akan dilaksanakan secara cepat dan akurat jika BAPSI / Fakultas tidak tahu kondisi yang ada dalam Program studi-program studi yang ada di Universitas Diponegoro. Untuk melaksanakan monitoring data yang focus pada Dosen dan Mahasiswa diperlukan tools/alat berupa piranti lunak Business Inteligence yang berwujud dashboard.
Berdasarkan permasalahan ynag terjadi di UNDIP tersebut, maka peneliti menetapkan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Academic Information Retrieved System berbasis WBISs Dashboard dengan metode Noetix sebagai alat bantu evaluasi diri dari program data Mahasiswa dan Dosen di Biro Administrasi perencanaan dan sistem Informasi (BAPSI) Universitas Diponegoro, sehingga mampu mempermudah dalam menyajikan data dan informasi secara cepat, akurat, efektif dan efisien serta memudahkan pimpinan dalam pengambilan keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
Teknologi informasi dengan substansi didalamnya berupa sistem informasi berbasis web selanjutnya disingkat dengan WBISs (Web Base Information System: WBISs), dan Business Intelligence System daplikasi atau teknologi untuk membantu kegiatan Business Intelligence dengan Big Data & tools berupa Dashboard melalui metode Noetix sebagai alat untuk membanu dalam mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi yang berkaitan dengan evaluasi diri dari program data Mahasiswa dan Dosen sebagai permsalahan yang terjadi di Biro Administrasi perencanaan dan sistem Informasi (BAPSI) Universitas Diponegoro.
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana mengembangkan Academic Information Retrieved System
berbasis WBISs Dashboard dengan metode Noetix sebagai alat bantu evaluasi diri dari program data Mahasiswa dan Dosen di Biro Administrasi perencanaan dan sistem Informasi (BAPSI) Universitas Diponegoro”.
1.3 Batasan Masalah
Untuk menghindari penyimpangan dari judul dan tujuan yang sebenarnya serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka penulis membuat ruang lingkup dan batasan masalah yaitu:
a. Pembuatan Academic Information Retrieved System berbasis WBISs Dashboard dengan metode Noetix di BAPSI Universitas Diponegoro.
b. Proses pengolahan data hanya meliputi Data Pokok meliputi Dosen, Mahasiswa serta Data Tambahan meliputi data Program Studi dan, Fakultas.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan pembuatan penelitian ini adalah Terciptanya Academic Information Retrieved System berbasis WBISs Dashboard dengan metode Noetix sebagai alat bantu evaluasi diri dari program data Mahasiswa dan Dosen di Biro Administrasi perencanaan dan sistem Informasi (BAPSI) Universitas Diponegoro.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Bagi Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
1. Membantu BAPSI dalam memonitoring persebaran data mahasiswa dan data dosen yang digunakan untuk data PDPT di lingkungan Universitas Diponegoro.
2. Membantu BAPSI dalam penyajian dan pengambilan data PDPT dengan memperhatikan Rasio Dosen dan Mahasiswa.
1.5.2 Bagi Pimpinan Universitas dan Pimpinan Fakultas
1. Membantu dalam evaluasi diri mengenai tentang kebijakan berdasarkan hasil rasio dosen dan mahasiswa.
2. Membantu dalam pengambilan keputusan dari hasil informasi rasio dosen dan mahasiswa.
3. Membantu dalam pemetaan homebase dosen dan penempatan homebase dosen di lingkungan Universitas Diponegoro.
1.5.3 Bagi Operator Program Studi
1. Membantu operator dalam monitoring pengiriman data. 2. Membantu memonitoring data mahasiswa.
BAB II
TINJAUAN STUDI DAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Studi
Berikut peneliti paparkan beberapa tinjauan studi pustaka mengenai beberapa penelitian yang memiliki relevansi dengan permasalahan, metode dan teknik analisis data.
2.1.1. Penelitian Terkait
Tabel 2.1 Penelitian Terkait
Penulis Judul Keterangan Hubungan dengan Penelitian ini Perbedaan dengan Penelitian ini Ari Martha, R.Arum Setia Priadi, M. Komarudin Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lampung Perancangan Dan Pembuatan Sistem Informasi Penyewaan Kamera Dan Perlengkapan Studio Foto Berbasis Web (Studi Kasus pada Toko Rumah Foto) Jurnal ini membahas tentang sistem informasi penyewaan, web, modified waterfall, laporan bahwa penelitian menggunakan perancangan dan pembuatan system informasi berbasis web dan digunakan untuk monitoring dan mengevaluasi sebuah laporan secara on-line, sehingga mampu mempermudah dalam menyajikan data dan informasi secara cepat, akurat, efektif dan efisien serta memudahkan pimpinan dalam pengambilan keputusan perencanaan dan perancangan system informasi dan desain system informasi berbasis web dengan perbedaan pada metode pada jurnal menggunakan Modified Waterfall dan penelitian ini adalah Dashboard berbasis web metode Noetix Anggi Bingar Kusuma, Lies Yulianto IJNS – Indonesian Journal on Networking and Security - Volume 3 No.4 - 2014 Pembuatan Website Monitoring Keluhan Pelanggan Pada PT. Telkom Unit Layanan Ngadirojo Jurnal ini membahas tentang website, pelayanan, keluhan pelanggan bahwa penelitian menggunakan perancangan dan pembuatan system informasi melalui website interaktif. perencanaan dan perancangan system informasi dan desain system informasi menggunakan website interaktif, sedangkan penelitian ini
adalah Dashboard berbasis web metode Noetix Ari Martha, R. Arum Setia Priadi, M. Komarudin Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Perancangan Aplikasi Dashboard Wms Berbasis Web Service Dengan Menggunakan Teknologi .Net Web Service dan PHP
Skripsi ini membahas tentang WMS Dashboard, ASP .NET Web Service, MS SQL, Object. bahwa penelitian menggunakan perancangan dan pembuatan sistem informasi melalui Web Service ASP. Net untuk aplikasi WMS Dashboard dengan menggunakan bahasa pemrograman C# dengan memanfaatkan aplikasi Visual Studio 2008. perencanaan dan perancangan system informasi dan desain system informasi menggunakan Web Service ASP. Net untuk aplikasi WMS Dashboard dengan menggunakan bahasa pemrograman C# dengan memanfaatkan aplikasi Visual Studio 2008, sedangkan penelitian ini adalah Dashboard berbasis web metode Noetix Arrumentari Purnamawati-Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Skripsi ini membahas tentang Sistem Informasi Dashboard, Sistem Informasi Manajemen, data, akurat, relevan, cepat, realtime, pelayanan, pimpinan, rumah sakit. Pengembangan Sistem Informasi Dashboard Layanan Rumah Sakit Di Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak (RSKIA) Ummi Khasanah Bantul Penelitian menggunakan Sistem Informasi Dashboard, Sistem Informasi Manajemen, data, akurat, relevan, cepat, realtime. Sistem Informasi Dashboard, Sistem Informasi Manajemen, data, akurat, relevan, cepat, realtime, sedangkan penelitian ini adalah Dashboard berbasis web metode Noetix
2.2. Tinjauan Pustaka
Berikut tinjauan pustaka yang digunakan oleh peneliti untuk membantu memberikan gambaran mengenai pengetahuan dan teknik yang dipakai.
2.2.1. Sistem Informasi
2.2.1.1.1. Konsep Dasar Informasi 1. Definisi Data
Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item. Menurut McLeod dalam bukunya Yakub [12] “Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”. Data dapat berbentuk nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video.
a. Teks, adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol yang kombinasinya tidak tergantung pada masing masing item secara individual misalnya, artikel koran, majalah dan lain-lain.
b. Data yang terformat, adalah data dengan suatu format tertentu, misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, dan nilai mata uang.
c. Citra (image), adalah data dalam bentuk gambar, citra dapat berupa, grafik, foto, hasil ronsten, dan tanda tangan.
d. Audio, adalah data dalam bentuk suara misalnya, instrumen musik, suara orang, suara binatang, detak jantung, dan lain-lain.
e. Video, adalah data dalam bentuk gambar yang bergerak dan dilengkapi dengan suara misalnya, suatu kejadian dan aktivitas-aktivitas dalam bentuk film.
2. Informasi
a. Definisi Informasi
”Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu
organisasi”. “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya” [13].
b. Kualitas Informasi
Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu akurasi (accuracy), relevansi (relevancy), dan tepat waktu (timeliness) [14].
a) Akurasi (accuracy)
Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:
a) Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.
b) Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.
c) Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.
b) Tepat Waktu (timeliness) Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.
c) Relevansi (relevancy) Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.
c. Nilai Informasi
Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi yang biaya untuk mendapatkannya tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula.
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya
a. Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi [14].
1) Sumber Daya Manusia.
Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi. Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya sistem analis, developer, operator sistem, dan staf administrasi lainnya.
2) Sumber Daya Hardware.
Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.
3) Sumber Daya Software.
Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja, tetapi
juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan informasi.
4) Sumber Daya Data. Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah sistem informasi, melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio, maupun video.
b. Sumber Daya Jaringan.
Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.
2.2.2. Perancangan Sistem
1. Definisi Perancangan Sistem
Perancangan sistem merupakan tahap selanjutnya setelah analisa sistem, mendapatkan gambaran dengan jelas tentang apa yang dikerjakan pada analisa sistem, maka dilanjutkan dengan memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Perancangan sistem adalah suatu fase dimana diperlukan suatu keahlian perancangan untuk elemen-elemen komputer yang akan mengunakan sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru [15].
2. Tujuan Perancangan Sistem
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari tahap perancangan system mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut:
a) Untuk memenuhi kebutuhan pemakaian sistem (user)
b) Untuk memberikan gambaran yang jelas dan menghasilkan rancangan bangun yang lengkap kepada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengembangan atau pembuatan sistem.
2.2.3. Desain
1. Konsep Dasar Desan
Desain digunakan untuk menjawab pertanyaan how? Desain berkonsentrasi pada bagaimana system dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis.
Elemen-elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain:
a. Sumber daya organisasi: bertumpu pada 5 unsur organisasi, yaitu: man, machines, material, money dan methods.
b. Informasi kebutuhan dari pemakai: informasi yang diperoleh dari pemakai selama fase analisis sistem.
c. Kebutuhan sistem: hasil dari analisis sistem.
d. Metode pemrosesan data, apakah: manual, elektromechanical, puched card, atau computer base.
e. Operasi data. Ada beberapa operasi dasar data, a.l: capture, classify, arrange, summarize, calculate, store, retrieve, reproduce dan disseminate.
f. Alat bantu desain, seperti: dfd, dcd, dd, decision table dll. 2. Langkah-langkah dalam Proses Desain
Langkah dasar dalam proses desain:
a. Mendefinisikan tujuan sistem (defining system goal), tidak hanya berdasarkan informasi pemakai, akan tetapi juga berupa telaah dari abstraksi dan karakteristik keseluruhan kebutuhan informasi sistem.
b. Membangun sebuah model konseptual (develop a conceptual model), berupa gambaran sistem secara keseluruhan yang menggambarkan satuan fungsional sebagai unit sistem.
c. Menerapkan kendala-kendala organisasi (applying organizational contraints). Menerapkan kendala-kendala sistem untuk memperoleh sistem yang paling optimal. Elemen organisasi merupakan kendala, sedangkan fungsi-fungsi yang harus dioptimalkan adalah: performance, reliability, cost, instalation schedule, maintenability, flexibility, grouwth potensial, life expectancy. Model untuk sistem optimal dapat digambarkan sebagai sebuah model yang mengandung: kebutuhan sistem dan sumber daya organisasi sebagai input; faktor bobot terdiri atas fungsi-fungsi optimal di atas; dan total nilai yang harus dioptimalkan dari faktor bobot tersebut.
d. Mendefinisikan aktifitas pemrosesan data (defining data processing activities). Pendefinisian ini dapat dilakukan dengan pendekatan input-proses-output. Untuk menentukan hal ini diperlukan proses iteratif sebagai berikut:
1) Mengidentifikasikan output terpenting untuk mendukung/mencapai tujuan sistem (system’s goal)
2) Me-list field spesifik informasi yang diperlukan untuk menyediakan output tersebut
3) Mengidentifikasi input data spesifikik yang diperlukan untuk membangun field informasi yang diperlukan.
4) Mendeskripsikan operasi pemrosesan data yang diterapkan untuk mengolah input menjadi output yang diperlukan. 5) Mengidentifikasi elemen input yang menjadi masukan dan
bagian yang disimpan selama pemrosesan input menjadi output.
6) Ulangi langkah a-e terus menerus samapi semua output yang dibutuhkan diperoleh.
7) Bangun basis data yang akan mendukung efektifitas sistem untuk memenuhi kebutuhan sistem, cara pemrosesan data dan karakteristik data.
8) Berdasarakan kendala-kendala pembangunan sistem, prioritas pendukung, estimasi cost pembangunan; kurangi input, output dan pemrosesan yang ekstrim
9) Definisikan berbagai titik kontrol untuk mengatur aktifitas pemrosesan data yang menentukan kualitas umum pemrosesan data.
10) Selesaikan format input dan output yang terbaik untuk desain sistem.
e. Menyiapkan proposal sistem desain. Proposal ini diperlukan untuk manajemen apakah proses selanjutnya layak untuk dilanjutkan atau tidak. Hal-hal yang perlu disiapkan dalam penyusunan proposal ini adalah:
1) Menyatakan ulang tentang alasan untuk mengawali kerja sistem termasuk tujuan/objektif khusus dan yang berhubungan dengan kebutuhan user dan desain sistem. 2) Menyiapkan model yang sederhana akan tetapi menyeluruh
sistem yang akan diajukan.
3) Menampilkan semua sumber daya yang tersedia untuk mengimplementasikan dan merawat sistem.
4) Mengidentifikasi asumsi kritis dan masalah yang belum teratasi yang mungkin berpengaruh terhadap desain sistem akhir.
Sedangkan format dari proposal desain ini sangat berfariasi akan tetapi mengandung hal-hal di atas.
3. Prinsip-prinsip Dasar Desain
Prinsip-prinsip dasar desain terdiri dari 2 prinsip yang harus diterapkan, antara lain:
a. Desain sistem monolitik. Ditekankan pada integrasi sistem. Resource mana yang bisa diintegrasikan untuk memperoleh sistem yang efektif terutama dalam cost.
b. Desain sistem modular. Ditekankan pada pemecahan fungsi-fungsi yang memiliki idependensi rendah menjadi modul-modul (subsistem fungsional) yang terpisah sehingga memudahkan kita untuk berkonsentrasi mendesain per modul.
Sebuah sistem informasi dapat dipecah menjadi 7 subsistem fungsional, antara lain: data collection, data processing, file update, data storage, data retrival, information report dan data processing controls.
4. Prosedur dalam Desain
Petunjuk umum dalam desain subsistem fungsional sebuah sistem informasi:
a. Sumber data sebaiknya hanya dikumpulkan sekali sebagai input ke sistem informasi.
b. Akurasi sumber data sangat tergantung pada banyaknya langkah untuk me-record, collect dan prepare data untuk prosessing. Semakin sedikit langkah semakin akurat.
c. Data yang dihasilkan dari sistem berbasis komputer sebaiknya tidak dimasukkan lagi ke sistem.
d. Pewaktuan yang diperlukan untuk mengumpulkan data harus lebih kecil dari pewaktuan informasi tersebut diperlukan. e. Perlu pemilihan cara pengumpulan data yang paling optimal f. Pengumpulan data tidak harus on-line, melainkan tergantung
dari kebutuhan informasi.
g. Semua sumber data harus dapat di validasi dan diedit segera setelah di kumpulkan.
h. Data yang sudah divalidasi, sebaiknya tidak divalidasi pada proses selanjutnya.
i. Total kontrol harus segera di cek lagi sebelum dan sesudah sebuah aktifitas prosesing yang besar dilakukan.
j. Data harus dapat disimpan hanya di 1 tempat dalam basis data kecuali ada kendala sistem.
k. Semua field data sebaiknya memiliki prosedur entri dan maintenance.
l. Semua data harus dapat dicetak dalam format yang berarti untuk keperluan audit.
m. File transaksi harus di maintain paling tidak dalam 1 siklus update ke basis data.
n. Prosedur backup dan security harus disediakan untuk semua field data.
o. Setiap file non sequential perlu memiliki prosedur reorganisasi secara periodik.
p. Semua field data harus memiliki tanggal update/akses penyimpanan terakhir.
2.2.4. Konsep Dasar Dashboard
Pada bagian pertama akan dijelaskan konsep dasar mengenai dashboard, yang meliputi definisi, tujuan penggunaan, karakteristik, serta jenis dashboard.
Dashboard adalah sebuah istilah yang digunakan dalam teknologi SI untuk mewakili sebuah aplikasi yang dapat menampilkan informasi- informasi secara Realtime. Teknologi dashboard muncul dengan diilhami dari teknologi dashboard yang ada pada kendaraan bermotor.
Sebuah aplikasi dashboard akan terdiri dari grafik- grafik dan indikator-indikator yang menunjukkan skala keadaan dari variable- variable yang ada dalam sebuah perusahaan. Indikator- indikator tersebut akan menjadi pedoman bagi perusahaan untuk mengambil langkah yang tepat, sehingga tidak mengalami kerugian dalam usahanya.
Dashboard dinyatakan dalam beberapa istilah yang berbeda pada pustaka-pustaka yang ada. Shadan Malik [16] menggunakan istilah enterprise dashboard yang didefinisikan sebagai sebuah antar muka komputer yang banyak menampilkan bagan, laporan, indikator visual, dan mekanisme alert, yang dikonsolidasikan ke dalam platform informasi yang dinamis dan relevan. Enterprise dashboard berperan sebagai live console untuk mengelola inisiatif bisnis. Stephen Few [17] menggunakan istilah information dashboard, yang didefinisikan sebagai tampilan visual dari informasi penting, yang diperlukan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, dengan mengkonsolidasikan dan mengatur informasi dalam satu layar (single screen), sehingga kinerja organisasi dapat dimonitor secara sekilas. Tampilan visual disini mengandung pengertian bahwa penyajian informasi harus dirancang sebaik mungkin, sehingga mata manusia dapat menangkap informasi secara cepat dan otak manusia dapat memahami maknanya secara benar. Daryl Orts [18] menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai alat untuk memonitor organisasi dari hari ke hari. Informasi ditampilkan dalam sebuah antar muka tunggal, sehingga pengambil keputusan dapat
mengakses Key Performance Indicators, yaitu informasi yang dapat digunakan untuk memberikan panduan secara aktif terhadap kinerja bisnis. Dashboard berfungsi seperti intranet eksekutif, situs dimana semua informasi penting ditampilkan dalam kelompok-kelompok logik. Wayne Eckerson [19] menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai mekanisme penyajian informasi secara visual di dalam sistem manajemen kinerja, yang menyajikan informasi kritis mengenai kinerja proses operasional secara sekilas. Wayne menitikberatkan penggunaan dashboard untuk monitoring kinerja dari proses operasional.
Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, dapat dinyatakan bahwa istilah enterprise dashboard, information dashboard, dan dashboard memiliki pengertian yang sama, yaitu sebuah alat yang memberikan tampilan antar muka visual, yang mengkonsolidasikan dan menyajikan informasi penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, secara sekilas dalam satu layar (single screen).
2. Tujuan Penggunaan Dashboard
Wayne Eckerson (2) menyatakan bahwa dashboard didesain untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Dashboard digunakan untuk mengukur proses yang telah berjalan, memonitor kinerja yang sedang berjalan, dan memprediksi kinerja di masa mendatang. Dengan melakukan hal tersebut, organisasi dapat membuat, menilai, menyesuaikan, dan menyusun kembali strategi yang telah dibuat untuk mengoptimalkan kinerjanya.
Dashboard memberikan tiga manfaat utama, yaitu:
a. Mengkomunikasikan strategi. Dashboard digunakan untuk mengkomunikasikan strategi dan tujuan yang dibuat oleh eksekutif, kepada semua pihak yang berkepentingan, sesuai dengan peran dan levelnya dalam organisasi.
b. Memonitor dan menyesuaikan pelaksanaan strategi. Dashboard digunakan untuk memonitor pelaksanaan dari rencana dan strategi yang telah dibuat. Dashboard memungkinkan pihak eksekutif untuk mengidentifikasi permasalahan kritis dan membuat strategi untuk mengatasinya.
c. Menyampaikan wawasan dan informasi ke semua pihak. Dashboard menyajikan informasi secara sekilas menggunakan grafik, simbol, bagan dan warna-warna yang memudahkan pengguna dalam memahami dan mempersepsi informasi secara benar.
Manfaat-manfaat itulah yang menyebabkan dashboard menjadi sebuah kebutuhan bagi organisasi.
3. Karakteristik Dashboard
Dashboard memiliki beberapa karakteristik mendasar. Shadan Malik menyatakan karakteristik dashboard dalam akronim S-M-A-R-T (Synergetic, Monitor, Accurate, Responsive, Timely) dan I-M-P-A-C-T (Interactive, More data history, Personalized, Analytical, Collaborative, Trackability) (9). Penjelasan mengenai karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Karakteristik Dashboard
Karakteristik tersebut harus dimiliki oleh sebuah dashboard, dalam menjalankan fungsinya baik untuk mengukur proses yang telah berjalan, memonitor kinerja yang sedang berjalan, dan memprediksi kinerja di masa mendatang. Sedangkan pada literatur yang lain, Novell menyatakan bahwa ada 4(empat) kriteria utama yang harus dimiliki oleh dashboard, yaitu:
a. Mengkonsolidasikan informasi bisnis yang relevan dan menyajikannya dalam satu kesatuan pandangan (single holistic view).
b. Menyampaikan informasi yang akurat secara tepat waktu.
c. Memberikan akses yang aman terhadap informasi yang sensitif. Dashboard harus memiliki mekanisme pengamanan, agar data atau informasi tidak diberikan pada pihak yang tidak berkepentingan.
d. Memberikan solusi yang komprehensif. Dashboard bisa memberikan solusi secara menyeluruh tentang domain permasalahan yang ditanganinya.
4. Jenis Dashboard
Dashboard dikembangkan dalam organisasi dengan berbagai tujuan. Sebuah organisasi bisa memiliki lebih dari satu jenis dashboard, yang ditujukan untuk domain permasalahan yang berbeda. Shadan Malik membagi dashboard menjadi beberapa kelompok, yaitu enterprise performance dashboards, divisional dashboards, process/activity monitoring dashboards, application dashboards, customer dashboards, dan vendor dashboard.
Sedangkan Wayne Eckerson menyatakan bahwa dashboard dapat dikelompokkan menjadi 3(tiga), berdasarkan level manajemen yang didukungnya, yaitu operational dashboard, tactical dashboard, dan strategic dashboard. Stephen few juga menyatakan hal yang sama, yaitu bahwa dashboard dapat dikelompokkan berdasarkan level manajemen yang didukungnya, yaitu dashboard untuk level operasional, analitikal/taktikal, dan strategik.
Berdasarkan penjelasan di atas, secara umum dashboard bisa dikelompokkan sesuai dengan level manajemen yang didukungnya, yaitu strategic dashboard, tactical dashboard, dan operational dashboard. Ciri khas dari setiap jenis dashboard dapat dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3 Ciri-Ciri Jenis Dashboard
5. Pembangunan Dashboard
Proses pembangunan dashboard seringkali dianggap sebagai usaha yang kompleks. Shadan Malik mendeskripsikan 4 (empat) elemen kunci yang harus dilakukan dalam pembanguan dashboard. Elemen-elemen kunci tersebut adalah pengumpulan meta-informasi, penilaian pengguna dashboard, dan penyajian informasi pada dashboard.
a. Pendekatan Pembangunan Dashboard
Secara umum, ada dua pendekatan yang digunakan dalam pembangunan perangkat lunak, khususnya dashboard, yaitu data centric dan user centric. Kedua pendekatan memiliki perbedaan mendasar. Pendekatan data-centric menekankan pada
aktifitas pembuatan model dan struktur data, yang digunakan sebagai dasar dalam membangun kode program dan desain antar muka.
Sedangkan pendekatan user-centric menekankan pada pembangunan antar muka melalui perancangan prototype, dengan fokus pada kebutuhan dan selera pengguna. Beberapa perbedaan antara pendekatan data-centric dengan user-centric, dapat dilihat pada tabel 2.4.
Tabel 2.4 Perbedaan Pendekatan Data-Centric dan User-Centric
Dashboard merupakan alat yang mengandalkan antar muka visual dalam menyajikan informasi di dalamnya. Antar muka yang sesuai dengan kebutuhan dan selera pengguna merupakan kunci keberhasilan dashboard. Informasi yang disajikan pada dashboard harus dapat dipahami secara cepat dan dipersepsi dengan benar oleh penggunanya. Pendekatan user-centric yang memfokuskan pada perancangan antar muka sesuai dengan kebutuhan dan selera pengguna, merupakan pendekatan
yang paling tepat untuk pembangunan dashboard dibandingkan dengan pendekatan data-centric.
b. Metodologi Pembangunan Dashboard
Pada bagian ini akan diuraikan beberapa metodologi untuk pembangunan dashboard yang telah dikembangkan oleh vendor PureShare, Noetix, dan BrightPoint.
1) Metodologi PureShare
Metodologi ini dikembangkan oleh vendor PureShare untuk memfasilitasi projek yang berhubungan dengan upaya pengukuran dan pengelolaan kinerja organisasi, termasuk pembangunan dashboard. Projek pembangunan dashboard dirancang agar selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan teknologinya. Metodologi menggunakan dua pendekatan yang disebut top-down design dan bottom-up implementation, yang diilustrasikan pada gambar 2.1. Metodologi melibatkan pengguna secara aktif dalam projek pembangunan dashboard secara cepat.
Gambar 2.1 Top-Down Design dan Bottom-Up Implementation
Tahapan-tahapan dalam metodologi, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tahap ini dipimpin oleh analis bisnis. Perancangan desain dilakukan dengan pendekatan top-down dan difokuskan pada kebutuhan bisnis pengguna. Tujuan pembangunan dashboard mengacu pada Key Result Area (KRA). KRA ini digunakan untuk mengidentifikasi KPI. KPI dikategorisasikan sebagai alert, monitor, atau results/trends. Pada bagian akhir perancang membuat model hierarkhi dashboard, dan draft dari layout dashboard. Perancang harus memahami kebutuhan pengguna dan mampu berkomunikasi dengan pengguna untuk menentukan fitur-fitur kunci yang akan ditampilkan pada dashboard.
b) Review sistem dan data
Tahap ini dilaksanakan bersamaan dengan tahapan perencanaan dan desain. Review sistem dan sumber data dilakukan dengan pendekatan bottom-up implementation. Analis data melakukan identifikasi sumber data, cara pengaksesan, dan membangun pengukuran kualitas data tersebut. Pada bagian akhir, analis data mengembangkan beberapa contoh query.
c) Perancangan prototype.
Pada tahap ini, perancang melakukan pendekatan top-down dan bottom-up secara bersama-sama. Prototype dashboard dibangun secepat mungkin untuk memberikan gambaran bentuk tampilan akhir dari dashboard. Pengguna dilibatkan untuk memberikan umpan balik terhadap prototype yang dibuat, dan melakukan diskusi secara aktif selama proses implementasi.
d) Perbaikan prototype
Pada tahap ini, serangkaian prototype yang telah dibuat direview bersama dengan pengguna untuk mengumpulkan
umpan balik. Umpan balik digunakan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan. Pada tahap ini, pengembang dashboard harus menentukan threshold dan target secara tepat, dan mempertimbangkan masalah-masalah keamanan, usability dan integrasi sistem.
e) Release
Dashboard diimplementasikan pada lingkungan operasionalnya. Dashboard disosialisasikan ke seluruh pengguna melalui pelatihan-pelatihan. Pihak pengembang dashboard harus menjelaskan sumber data untuk setiap informasi yang ditampilkan pada dashboard serta mendefinisikan arti dari threshold dan target, sehingga pengguna dapat menggunakan dashboard secara produktif, dan mengerti arti dari setiap hasil pengukuran yang ditampilkan.
f) Perbaikan terus menerus
Metodologi ini dapat digunakan ulang untuk pembangunan dashboard di berbagai area organisasi. Beberapa tahapan seperti review sumber data dan analisis data dapat dilakukan dengan lebih cepat atau dapat dihilangkan jika data yang didapatkan dari projek sebelumnya telah lengkap.
2) Metodologi Noetix
Metodologi yang dikembangkan oleh Noetix memperhatikan semua tahapan dalam siklus hidup projek perangkat lunak. Tahap-tahap dalam metodologi dapat dilihat pada gambar 2.2.
Gambar 2.2 Tahap-tahap dalam Metodologi Noetix a) Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan pembentukan tim projek dan penentuan pihak-pihak yang menjadi sponsor dan penanggung jawab projek. Pada tahap ini, juga ditentukan lingkup projek pembangunan dashboard yang dikerjakan. Tujuan dan lingkup projek harus realistis, dengan menyeimbangkan antara kebutuhan pengguna dengan kemampuan developer untuk melaksanakan projek.
Tahap perencanaan juga meliputi aktifitas seperti identifikasi KPI, menentukan sumber data yang mendukung KPI dan lokasinya, serta menentukan threshold dan kondisinya. Proses analisis KPI merupakan tahapan yang kritis. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena sebuah KPI bisa diturunkan dari dua atau lebih sumber data.
b) Identifikasi Kebutuhan dan Perancangan Prototype
Identifikasi kebutuhan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan stakeholder kunci terhadap dashboard yang akan dibangun. Kebutuhan dan keinginan stakeholder ini harus sesuai dengan KPI yang telah diidentifikasi. Pihak pengembang melakukan identifikasi elemen data dan fitur dashboard dari setiap kelompok pengguna. Pengguna dengan level yang berbeda, akan
memakai dashboard dengan fitur yang berbeda pula, sesuai dengan kebutuhan.
c) Desain
Setelah didapatkan kesepakatan mengenai konten dan tampilan yang dibutuhkan oleh pengguna, tahap selanjutnya adalah melengkapi aspek utama desain yang diperlukan seperti memperhalus antar muka pengguna, memastikan sumber data, menentukan cara untuk mendapatkan data jika data tidak tersedia dalam basis data, mendefinisikan query, dan menentukan jalur drill-down.
d) Implementasi dan validasi
Tahap ini merupakan proses pembangunan dashboard secara nyata. Beberapa proses dapat dilakukan secara bersamaan dan terkoordinasi satu dengan lainnya. Tahap implementasi bisa dibedakan menjadi:
(1) Implementasi Front End, yang merupakan perancangan bentuk antar muka dashboard, seperti bentuk grafik/bagan, alert, serta navigasi untuk jalur drill-down.
(2) Implementasi Query, yang merupakan perancangan query untuk mengambil informasi dari basis data. (3) Konfigurasi jadwal, up-date, dan keamanan. Query
dikonfigurasi agar dapat menyampaikan informasi secara regular, untuk menjamin bahwa isi informasi pada dashboard selalu up-to-date. Aturan keamanan juga diterapkan untuk menjamin keamanan informasi yang disajikan.
Validasi dashboard, merupakan proses pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa dashboard yang
dihasilkan telah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan dalam rencana projek.
e) Deployment
Setelah dashboard memenuhi semua kriteria pengujian, maka selanjutnya adalah mengimplementasikan dashboard dalam lingkungan operasionalnya.
f) Pemeliharaan
Kebutuhan organisasi terhadap fungsi yang diberikan oleh dashboard akan terus berubah, sesuai dengan dinamika bisnis yang dialami organisasi. Oleh karena itulah, perlu dilakukan proses pemeliharaan untuk menjamin agar fungsi dashboard tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi.
3) Metodologi BrightPoint
Metodologi BrightPoint memiliki 3 tahapan utama, yaitu desain dan prototyping dashboard, konstruksi dan integrasi dashboard, serta deployment dan maintenance dashboard. Masing-masing tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a) Desain dan prototyping dashboard
Tahap ini difokuskan pada tiga aktifitas utama, yaitu: (1) Mendefinisikan metrik dan KPI. Metrik dan KPI
dashboard ditentukan melalui analisis kebutuhan pengguna dashboard. Kebutuhan pengguna dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metrik dan KPI, sehingga informasi pada dashboard sesuai dengan kebutuhan bisnis pengguna.
(2) Pembuatan prototype dashboard dan visualisasi data. Pembuatan prototype dilakukan secara cepat, dengan melibatkan pengguna secara aktif. Pada tahap ini juga
dilakukan perancangan navigasi, system menu, drill down, serta fasilitas penghubung antar dashboard. (3) Mendefinisikan kebutuhan data. Informasi yang
disajikan pada dashboard bisa berupa summary atau kesimpulan dari beberapa data yang tersebar di berbagai sistem yang berbeda. Pada tahap ini dilakukan pembuatan katalog kebutuhan data yang berisi penjelasan lengkap mengenai data yang dibutuhkan.
b) Konstruksi dan integrasi dashboard
Konstruksi dan integrasi dashboard melibatkan beberapa aktifitas, yaitu:
(1) Integrasi data sumber. Dashboard dapat menyajikan informasi secara detail, maupun informasi yang berupa kesimpulan dari hasil analisis berbagai data. Pada tahap ini dilakukan upaya untuk pembangunan data mart, dengan cara Extraction Transformation-Load (ETL) data sumber menjadi format yang optimal, atau dengan menciptakan layanan integrasi secara khusus, yang mengumpulkan data secara langsung dari sistem sumber.
(2) Integrasi prototype dashboard dan format akhir. Pada tahap ini, desain dashboard dihubungkan secara dinamis dengan sumber datanya. Konsep teknologi web service dapat digunakan untuk membuat dashboard yang dinamis, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan drill-down ke berbagai informasi yang disediakan dashboard.
(3) Pengujian. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan kasus bisnis yang nyata, untuk menguji fungsionalitas dari prototype dashboard.
c) Deployment dan maintenance dashboard
Pada tahap ini dilakukan dokumentasi terhadap proses pembangunan dashboard yang dilakukan, membuat panduan pengguna, dan prosedur maintenance. Beberapa aktifitas yang dilakukan adalah:
(1) Dokumentasi dan deployment. Pada tahap ini dibuat dokumen rencana deployment dan maintenance, serta dokumen penduan pengguna yang berisi aspek teknis dan non-teknis dari sistem. Tujuan dari pembuatan dokumentasi ini adalah untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan dan mengembangkan dashboard sesuai dengan perkembangan bisnis organisasi.
(2) Pelatihan pengguna. Pelatihan pengguna dilakukan untuk mensosialisasikan dashboard yang telah dibangun untuk menjamin bahwa pengguna mendapatkan keuntungan maksimum dari dashboard yang digunakan.
(3) Maintenance. Prosedur maintenance sistem dibuat secara detail untuk menjamin agar pihak pengguna memiliki kemampuan untuk memelihara dan mengembangkan sistem.
2.2.5. Key Performance Indicator
Key Performance Indicator (KPI) merupakan salah satu jenis indikator dari ukuran kinerja, selain Performance Indicator (PI) dan Key Result Indicator (KRI) yang disebut juga Key Goal Indicator (KGI). Ukuran kinerja adalah indikator yang digunakan oleh manajemen untuk mengukur, membuat laporan, dan mengelola kinerja.
KPI adalah indikator yang merepresentasikan kinerja dari proses yang dilaksanakan. KPI menyatakan sekumpulan ukuran mengenai aspek kinerja yang paling kritis, yang menentukan
kesuksesan organisasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang. KPI dapat digunakan untuk memprediksi peluang kesuksesan atau kegagalan dari proses-proses yang dilaksanakan organisasi, sehingga KPI dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja organisasi secara dramatis. Berbeda dengan KPI, KGI adalah indikator yang menyatakan sesuatu yang telah dilakukan organisasi. KGI digunakan untuk mendeskripsikan dampak (outcome) dari sebuah proses. KGI dapat digunakan untuk mengukur proses, jika proses tersebut telah selesai dilaksanakan. Di antara KPI dan KGI terdapat beberapa PI.
Pada dasarnya KPI diidentifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara internal dalam organisasi. Proses identifikasi sampai implementasi KPI melibatkan partisipasi dari semua bagian dalam organisasi. Kesuksesan pengembangan KPI di dalam organisasi, ditentukan oleh 4 (empat) faktor mendasar, yaitu:
1. Kerjasama dengan staf, serikat pekerja, suplier utama, dan kustomer utama.
2. Transfer kekuatan ke bagian front line dalam organisasi.
3. Mengintegrasikan upaya pengukuran, pelaporan dan peningkatan kinerja.
4. Menghubungkan pengukuran kinerja dengan strategi organisasi. Sedangkan kunci sukses untuk mengembangkan dan mengimplenetasikan KPI di dalam organisasi adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan komitmen dari Senior Management Team (SMT). 2. Membentuk tim kecil KPI.
3. Menerapkan budaya “just do it” untuk mengimplementasikan KPI.
4. Merancang strategi pengembangan KPI secara menyeluruh. 5. Mensosialisasikan KPI ke seluruh bagian organisasi.
6. Mengidentifikasi Critical Success Factor (CSF) organisasi, yaitu faktor-faktor penting yang menentukan kesuksesan atau kegagalan dari proses yang dijalankan organisasi.
7. Menentukan KPI organisasi dengan mengikuti praktik terbaik 10/80/10, yaitu 10 KPI, 80 PI, dan 10 KGI.
8. Membangun basis data ukuran kinerja yang dimiliki organisasi. Basis data harus dapat diakses oleh semua bagian dalam organisasi, sebagai upaya sosialisasi ke semua bagian organisasi. 9. Menentukan ukuran kinerja untuk semua tim/divis/departemen
yang ada di organisasi.
10. Mengembangkan kerangka kerja pelaporan pada semua level organisasi.
11. Memfasilitasi penggunaan dan implementasi KPI.
12. Menyesuaikan KPI dengan perkembangan bisnis organisasi untuk memelihara relevansinya. KPI yang dimiliki organisasi dapat mengalami perubahan, sejalan dengan perkembangan bisnis dan strategi yang dijalankan oleh organisasi. Oleh karena itu, upaya pengembangan KPI dilakukan secara terus menerus untuk menjamin agar proses pengukuran kinerja sesuai dengan tujuan dan strategi organisasi.
Dalam hal ini penulis menggunakan metode Noetix yang mana Noetix membuat metodologi dengan berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan pengguna dengan kemampuan developer. Identifikasi kebutuhan pengguna dilakukan setelah menentukan lingkup proyek dan Key Performance Indicators (KPI). Kebutuhan pengguna harus disesuaikan dengan lingkup proyek dan KPI yang telah ditentukan sebelumnya.
Metodologi Noetix juga memberikan fokus pada siklus hidup proyek dan manajemen proyek pengembangan dashboard.
2.2.6. PHP
1. Pengertian PHP
Menurut PHP manual book yang dibuat oleh Stig Saether Baken dan rekan, yang dimaksud PHP adalah: “PHP (officially “PHP: Hypertext Processor”) is a server-side HTML-embedded scripting language”. Pengertiannya adalah PHP merupakan kepanjangan PHP: Hypertext Processor adalah bahasa script yang berjenis servlet slide yang menyatu dengan HTML. Sintak dan perintah-perintah yang dimasukkan akan sepenuhnya dijalankan dan dikerjakan oleh server dan disertai pada halaman HTML biasa, PHP bertujuan untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan dan dikerjakan di web server.
PHP menyatu dengan kode HTML, maksudnya adalah beda kondisi. HTML digunakan sebagai pembangun atau pondasi dari kerangka layout web, sedangkan PHP difungsikan sebagai prosesnya sehingga dengan adanya PHP tersebut, web akan sangat mudah di-maintenance. PHP berjalan pada sisi server sehingga PHP disebut juga sebagai bahasa Server Side Scripting. Artinya bahwa dalam setiap/untuk menjalankan PHP, wajib adanya web server. PHP ini bersifat open source sehingga dapat dipakai secara cuma-cuma dan mampu lintas platform, yaitu dapat berjalan pada sistem operasi Windows maupun Linux. PHP juga dibangun sebagai modul pada web server apache dan sebagai binary yang dapat berjalan sebagai CGI.
2. Keunggulan PHP
Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan mengapa menggunakan PHP.
a. Mudah dipelajari, alasan tersebut menjadi salah satu alasan utama untuk menggunakan PHP, Pemula pun akan mampu untuk menjadi web master PHP.
b. Mampu Lintas Platform, artinya PHP dapat / mudah diaplikasikan ke berbagai platform OS (Operating Sytem) dan hampir semua browser juga mendukung PHP.
c. Free alias Gratis, bersifat Open Source. d. PHP memiliki tingkat akses yang cepat.
e. Didukung oleh beberapa macam web server, PHP mendukung beberapa web server, seperti Apache, IIS, Lighttpd, Xitami. f. Mendukung database, PHP mendukung beberapa database, baik
yang gratis maupun yang berbayar, seperti MySQL, PostgreSQL, mSQL, Informix, SQL server, Oracle.
2.2.7. SQL
1. Pengertian SQL
Menurut Yenie Kustiyahningsih, Basis data adalah sekumpulan informasi yang diatur agar mudah dicari [20]. Dalam arti umum basis data adalah sekumpulan data yang diproses degan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan tepat, yang dapat digambarkan sebagai aktivitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.
MySQL merupakan suatu database. MySQL dapat juga dikatakan sebagai database yang sangat cocok bila dipadukan dengan PHP. Secara umum, database berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk menyimpan, mengklasifikasikan data secara prefosional. MySQL bekerja menggunakan SQL Language (Structure Query Language). Itu dapat diartikan bahwa MySQL merupakan standar penggunaan database di dunia untuk pengolahan data.
Pengertian MySQL menurut MySQL manual adalah sebuah opensource software database SQL (Search Query Language)
yang menangani sistem manajemen database dan sistem manajemen database relational. MySQL adalah opensource software yang dibuat oleh sebuah perusahaan Swedia yaitu MySQL AB. MySQL sangat mudah digunakan, reliable dan sangat cepat. MySQL mempunyai fitur-fitur yang sangat mudah dipelajari bagi para penggunanya dan dikembangkan untuk menangani database yang besar dengan waktu yang lebih singkat, kecepatan, konektivitas dan kemananya yang lebih baik membuat MySQL sangat dibutuhkan untuk mengakses database dari Internet.
MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System). Sedangkan RDBMS sendiri akam lebih banyak mengenal istilah seperti tabel, baris, dan kolom digunakan dalam perintah-perintah di MySQL. MySQL merupakan sebuah basis data yang mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom. Di dalam PHP telah menyediakan fungsi untuk koneksi ke basis data dengan sejumlah fungsi untuk pengaturan baik menghubungkan maupun memutuskan koneksi dengan server database MySQL sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi. Pada umumnya, perintah yang paling sering digunakan dalam mySQL adalah select (mengambil), insert (menambah), update (mengubah), dan delete (menghapus). Selain itu, SQL juga menyediakan perintah untuk membuat database, field, ataupun index guna menambah atau menghapus data.
2. Keunggulan MySQL
Alasan yang mengacu menggunakan MySQL adalah MySQL merupakan database yang mampu berjalan di semua sistem operasi. Selain itu, sangat mudah sekali untuk dipelajari dan sepertinya hosting server juga banyak sekali mengadopsi MySQL sebagai standar database. Dan tentunya juga bersifat gratis atau free. Saat ini MySQL juga tidak hanya gratis, semenjak MySQL
dibeli oleh SUN, MySQL tidak lagi menikmati fitur-fitur barunya, karena telah dibatasi penggunanya. Fitur-fitur tersebut hanya bisa didapat jika membeli lisensinya. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh MySQL:
a. Bersifat open source, yang memiliki kemampuan untuk dapat dikembangkan lagi.
b. Menggunakan bahasa SQL (Structure Query Language), yang merupakan standar bahasa dunia dalam pengolahan data.
c. Super perfomance dan reliable, tidak bisa diragukan, proses databasenya sangat cepat dan stabil.
d. Sangat mudah dipelajari.
e. Memiliki dukungan support (group) pengguna MySQL.
f. Mampu lintas platform, dapat berjalan di berbagai sistem operasi.
g. Multiuser, dimana MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami konflik.
h. Server database MySQL mempunyai kecepatan akses tinggi, mudah digunakan dan handal.
MySQL dikembangkan untuk menangani database yang besar secara cepat dan telah sukses digunakan selama bertahun-tahun sehingga membuat server MySQL cocok untuk mengakses database di internet. Dan MySQL juga merupakan sistem client-server yang terdiri atas multithread SQL client-server yang mendukung software client dan library yang berbeda. Fitur utama MySQL adalah ditulis dalam bahasa C dan C++, bekerja dalam berbagai platform, menyediakan mesin peyimpan transaksi dan nontransaksi, mempunyai library yang dapat ditempelkan pada aplikasi yang berdiri sendiri sehingga aplikasi tersebut dapat digunakan pada komputer yang tidak mempunyai jaringan dan mempunyai sistem password yang fleksibel dan aman, dapat menangani basis data dalam skala besar.
2.2.8. Yii Framework
1. Pengertian Yii Framework
Yii merupakan akronim dari “Yes, it is” selalu menekankan nilai easy, efficient dan extensible. Belakangan mereka mengganti menjadi fast, secure, professional. Namun nilai-nilai lamanya tidaklah hilang. Yii selalu disebut sebagai framework PHP 5 yang high-performance dan component-based. Yii dirancang dengan memperhatikan sisi performa dan memanfaatkan konsep component-based yang dimiliki Prado. Selain itu Yii juga memanfaatkan even tetapi tidak tergantung sepenuhnya.
Selain mengambil konsep dari Prado, Yii juga memanfaatkan konsep Ruby on Rails yang mengutamakan konvensi daripada konfigurasi serta implementasi desain Active Record (AR). Yii juga memasukkan konsep Joomla dalam desain modular dan skema penerjemahan pesan serta sistem Symfony pada desain filter dan arsitektur plug-in.
Yii Framework dibandingkan yang lainnya mungkin tergolong cukup muda karena dimulai pada tahun 2008. Tetapi walaupun mungkin masih muda, Yii Framework sendiri sudah memiliki segudang fitur yang bisa mempermudah pekerjaan kita.
Berikut merupakan penjelasan singkat tentang Yii Framework:
a. Persyaratan
Untuk menjalankan aplikasi Web berbasis Yii Framework, memerlukan server Web yang mendukung PHP 5.1.0. Bagi para pengembang yang ingin menggunakan Yii, mengerti pemrograman berorientasi-obyek (OOP) akan sangat membantu, karena Yii merupakan framework OOP murni
b. Yii Framework sangat tepat digunakan untuk aplikasi dengan lalu lintas tinggi
Yii adalah framework pemrograman umum Web yang bisa dipakai untuk mengembangkan semua jenis aplikasi web. Dikarenakan sangat ringan dan dilengkapi dengan mekanisme caching yang canggih, Yii sangat tepat untuk pengembangan aplikasi dengan lalu lintas-tinggi, seperti portal, forum, sistem manajemen konten (CMS), sistem e-commerce, dan lain-lain c. Perbandingan Yii dengan framework lain
Seperti kebanyakan PHP framework, Yii adalah MVC framework. Yii melampaui framework PHP lain dalam hal efisiensi, kekayaan-fitur, dan kejelasan dokumentasi. Yii didesain dengan hati-hati dari awal agar sesuai untuk pengembangan aplikasi Web secara serius. Yii bukan berasal dari produk pada beberapa proyek maupun konglomerasi pekerjaan pihak-ketiga. Yii adalah hasil dari pengalaman kaya para pembuat pada pengembangan aplikasi.
2. Fitur Yii Framework
Satu hal yang pasti Yii Framework sudah dibundel dengan teknologi Active Record. Bagi yang tidak awam dengan Ruby on Rails pasti langsung mengenalinya. Active Record merupakan salah satu bentuk dari Object-relational mapping (ORM). Umumnya dalam pemograman berbasis web sudah dipastikan tidak akan lepas dari yang namanya mengakses database dan melakukan operasi.
Umumnya pada saat coding biasa, kita harus menulis query untuk SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE. Belum lagi ketika sebuah tabel memiliki referensi ke tabel lain. Untuk mengakses field tabel lain kita harus menggunakan sintak JOIN lagi sehingga menambah beban menulis query. ORM membebaskan developer dari pekerjaan ini. Dia akan me-mapping tabel menjadi class, dan field-field dari tabel ini menjadi properti dari kelas bersangkutan. Sehingga ketika menulis program, tidak perlu menghabiskan waktu menulis query, tetapi cukup memanggil