• Tidak ada hasil yang ditemukan

Animasi dan bahan ajar Biologi SMA Playthelminthes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Animasi dan bahan ajar Biologi SMA Playthelminthes"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PLATYHELMINTHES

(2)

Apakah yang Dimaksud dengan

Apakah yang Dimaksud dengan

Platyhelminthes ?

Platyhelminthes ?

Berasal dari bahasa Yunani

Platy

= Pipih

Helminthes =

cacing

Platyhelminthes =

cacing pipih

Terdapat

20.000 cacing pipih yang hidup di

(3)

Pembagian Platyhelminthes

Pembagian Platyhelminthes

Ektoderma : Lapisan luar yang akan

berkembang menjadi kulit

Mesoderma : Lapisan tengah yang akan

berkembang menjadi otot-otot dan

beberapa organ tubuh.

Endoderma : Lapisan dalam yang kelak

(4)

Ciri-ciri Platyhelminthes:

Ciri-ciri Platyhelminthes:

 Bentuk tubuhnya pipih simetri bilateral

 Belum mempunyai sistem peredaran darah dan

pernapasan serta ekskresi

 Pencernaan menggunakan sistem gastrovaskuler.

Sistem gastrovaskuler dimiliki oleh Platyhelminthes dari kelas Turbellaria dan Trematoda, sedangkan kelas Cestoda tidak memilikinya

 Memiliki alat keseimbangan disebut statokist  Sifat hidupnya hermafrodit

 Memiliki alat ekskresi berupa protoneph ridium atau

(5)

 Termasuk hewan aselomata (tidak memiliki rongga

tubuh atau selom)

 Tidak memiliki rongga tubuh

 Hidupnya parasit dan ada pula yang hidup bebas  Daya regenarasinya cukup tinggi

 Perkembangbiakannya dilakukan secara :

seksual : terjadi penyatuan sperma dan ovum (secara sendiri atau silang)

aseksual : terjadi dengan cara membelah tubuhnya (fragmentasi), yang diikuti regenerasi

 Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem

(6)

 Tubuh Platyhelminthes Tersusun Atas 3 Lapisan

 System pencernaan berupa mulut, faring, dan usus (tanpa anus). Ususnya bercabang-cabang ke

seluruh tubuhnya

 Habitat Platyhelminthes yang hidup bebas yaitu air tawar, laut dan tempat-tempat yang lembab.

Sedangkan yang parasit hidup di dalam tubuh inangnya (endoparasit) yaitu pada siput air, sapi, babi, dan manusia

(7)

Turbellaria

Turbellaria

Ciri-cirinya :

 Hidup di air tawar, laut, dan tempat yang lembab serta jarang yang hidup sebagai parasit

 Tubuhnya pipih dan memanjang berukuran 1 – 6 cm dan tidak memiliki darah

 Bernafas dengan seluruh tubuhnya

 Reproduksinya vegetatif dengan membelah diri  Alat ekskresinya berupa sel api

(8)

Adapun beberapa contoh dari

Adapun beberapa contoh dari

Turbellaria

Turbellaria

1.

Planaria

2.

Geoplama dan Bipalium

3.

Berlebura candida

4.

Temnoceptala geonomo

5.

Stenostomun virginianum

(9)
(10)
(11)

Trematoda (cacing isap)

Trematoda (cacing isap)

Disebut cacing isap karena memiliki alat pengisap. Alat pengisap

terdapat pada mulut di bagian anterior tubuhnya. Alat pengisap digunakan untuk menempel pada tubuh inang.

Trematoda dewasa umumnya hidup di dalam hati, usus,

paru-paru, dan ginjal.

Contoh: Fasciola hepatica

Ciri-ciri Fasciola:

Bentuk seperti daun, panjangya 2,5 – 3 cm. ujung anterior

meruncing, sedangkan ujung posterior. Kebanyakan hidup di saluran empedu ternak. Saluran pencernaan terdiri atas mulut di bagian ujung anterior dan dilengkapi dengan alat penghisap

(12)
(13)

Cestoda (cacing pita)

Cestoda (cacing pita)

Tubuhnya pipih dan memanjang seperti pita. Tubuh

cestoda dilapisi Kutikula dan rangkaian Proglotid. Cacing ini termasuk cacing parasit. Kepala cacing pita

dipersenjatai dengan alat penghisap dan seringkali dengan kait yang tajam dan mampu mengunci cacing ke lapisan intesnal inang.

Di belakang skoleks terdapat proglotid yang mengandung testis dan ovum. Proglotid yang berisi ribuan ovum yang sudah dibuahi terdapat di bagian posterior tubuh cacing. Proglotid tersebut dapat melepaskan diri dan keluar dari tubuh inang bersama tinja.

Cacing pita tidak mempunyai mulut dan saluran

(14)

Beberapa Contoh Cacing Pita yang

Beberapa Contoh Cacing Pita yang

Dapat Menginfeksi Manusia

Dapat Menginfeksi Manusia

Cacing hati cina

Cacing hati cina

Schistosoma joponicum

Schistosoma joponicum

(15)

Beberapa contoh cestoda :

Beberapa contoh cestoda :

1.

1.

Taenia Solium (cacing pipih)

Taenia Solium (cacing pipih)

2.

2.

Taenia saginata

Taenia saginata

3.

3.

Echinococcus

Echinococcus

4.

4.

Diphylobuthrium latum

Diphylobuthrium latum

5.

5.

Hymenolepis (cacing pita kerdil)

Hymenolepis (cacing pita kerdil)

6.

(16)
(17)
(18)

Pencegahan Terhadap Cacing Pita

Pencegahan Terhadap Cacing Pita

Untuk mencegah infeksi cacing pita diperlukan tindakan sebagai berikut :

 memutuskan daur hidup cacing pita.

 mencegah infeksi dari larva cacing pita yang biasanya melalui inang perantara.

 pembuangan feses manusia harus dilakukan sesuai dengan syarat-syarat kesehatan.

(19)

Peranan Platyhelminthes Dalam

Peranan Platyhelminthes Dalam

Kehidupan

Kehidupan

Sebagian besar platyhelminthes hidup

sebagai parasit, maka umumnya merugikan

manusia dan tidak mempunyai nilai

Referensi

Dokumen terkait

Obyek kajian Biologi yang berupa makhluk hidup dipelajari pada 7 tingkat organisasi kehiduan, yaitu

PADA EMBRIO NOTOCHORD, SEDANG DEWASA BERUBAH JADI VERTEBRA. • SUPER

The coral animal may live as a free-floating polyp or build colonies into reefs..

ujung belakang perut terdapat bagian yang melebar berfungsi sebagai alat keseimbangan yang disebut telson. Di bagian

yang terdiri dari cakram pusat dengan lima lengan yang menjulur dari cakram pusat tersebut.  Ex: Achantaster sp., linckia sp., &

sebagai bahan pakaian dari kulit yang disamak sumber bahan bakar. untuk transportasi atraksi keterampilan bahan

Pemeriksaan yang umumnya dilakukan dalam mendiagnosis infeksi nematoda usus berupa mendeteksi telur cacing atau larva pada feses manusia (Suali, 2009; Maguire, 2010; WHO,

Pemeriksaan yang umumnya dilakukan dalam mendiagnosis infeksi nematoda usus berupa mendeteksi telur cacing atau larva pada feses manusia (Suali, 2009; Maguire, 2010; WHO,