• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. A. Analisis Tentang Strategi Guru Alqur an Hadits Dalam Mengatasi. Kesulitan Belajar Membaca Alqur an Pada Siswa Kelas VI di MI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV. A. Analisis Tentang Strategi Guru Alqur an Hadits Dalam Mengatasi. Kesulitan Belajar Membaca Alqur an Pada Siswa Kelas VI di MI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS STRATEGI GURU AL QURAN HADITS

DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA AL QURAN PADA SISWA KELAS VI DI MI SALAFIYAH SIDOREJO

WARUNGASEM BATANG

A. Analisis Tentang Strategi Guru Alqur’an Hadits Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Alqur’an Pada Siswa Kelas VI di MI Salafiyah Sidorejo.

Timbulnya Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo berawal dari temuan di kelas VI yang masih terdapat siswa yang kesulitan dalam membaca Alqur’an sesuai dengan ilmu tajwid. Maka untuk memecahkan masalah tersebut ada 2 strategi yang digunakan oleh guru mata pelajaran Alquran Hadits. Dengan adanya strategi yang digunakan pada saat pembelajaran nanti diharapkan dapat berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa sesuai dengan ilmu tajwid. Stratregi tersebut antara lain :

1. Media Pembelajaran berupa LCD

Kehadiran media pembelajaran sebagai media antara guru sebagai pengirim informasi dan penerima informasi harus komunikatif.

Pemilihan media yang sesuai dengan karakteristik siswa akan lebih membantu keberhasilan pengajar dalam pembelajaran. Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara

(2)

guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien, sedangkan secara lebih khusus manfaat media antara lain penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar, dan mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.1

Penggunaan media LCD yang di pilih oleh guru mata pelajaran Alqur’an Hadits kelas VI diharapkan dapat menciptakan suasana kelas yang berbeda dan menyenangkan. Sehingga dapat memecahkan masalah yang ada di kelas VI. Selama proses pembelajaran berlangsung didalam ruang kelas, penulis menemukan antusias peserta didik daloam belajar, karena siswa memperoleh materi dengan cara yang berbeda dari yang biasanya, siswa merasa senang dengan adanya media LCD yang dipakai oleh guru Alqur’an Hadits, karena disamping mendengarkan penjelassan dan bimbingan dari seorang guru, siswa juga dapat melihat gambar serta serta seseorang yang sedang membaca Alqur’an melalui file Alqur’an digital yang diputar oleh guru Alqur’an Hadits.

1 Zaenal Mustakim, Strategi & Metode Pembelajaran (Pekalongan: STAIN Press, 2011), hlm.163-165

(3)

Penggunaan media pembelajaran berupa LCD tersebut akhirnya dapat menarik perhatian peserta didik karena dapat menampilkan informasi melalui suara, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan serta dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

2. Metode Tutor Sebaya

Kedudukan metode memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Metode turut menentukan menentukan tercapainya tindakan tujuan pembelajaran, sehingga seorang pendidik dituntut untuk mengetahui dan memahami kedudukan metode dalam kegiatan belajar mengajar, kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran, dan sebagai alat untuk mencapai tujuan.2

Metode tutor sebaya yang dipilih oleh guru maa pelajaran Alqur’an Hadits diharapkan dapat membantu proses pembelajaran, dengan adanya tutor sebaya guru lebih ringan dalam mengawasi siswa dalam belajar membaca Alqur’an, serta dapat mengembangkan keterampilan peserta didik yang mempunyai kemampuan membaca sesuai ilmu tajwid untuk bekerja sama dan menjalin hubungan yang poisitif antar sesama teman. Selama proses pembelajaran yang peneliti temukan di ruang kelas. Meskipun sudah dibimbing oleh guru, mula-

2 Zaenal Mustakim, Ibid., hlm.163-165

(4)

mula siswa merasa malu dan bingung ketika mengajari teman- temannya yang masih kesulitan dalam hal membaca Alqur’an. Dengan kesabaran yang dimiliki oleh guru Alqur;an Hadits Sedikit demi sedikit akhirnya penerapan metode tutor sebaya lebih berhasil ketika diterapkan lagi pada materi berikutnya, karena siswa merasa lebih mengerti bagaimana cara mengajari temannya agar dapat membaca Alqur’an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Sehingga dengan penggunaan metode tutor sebaya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

B. Analisis Tentang Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Alqur’an Pada Siswa Kelas VI di MI Salafiyah Sidorejo.

1. Analisa Faktor Pendukung Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo.

Adanya faktor pendukung yang ada di madrasah merupakan program yang bertujuan agar dapat mengatasi permasalahan dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa di MI Salafiyah sidorejo, antara lain Tersedianya sarana prasarana pembelajaran yang memadai yaitu berupa LCD dan pengeras suara, pembiasaan pembacaan Juz Amma pada jam ke-0 setiap pagi, adanya perpustakaan yang menyediakan buku paket Alqur’an Hadits, serta adanya mata pelajaran BTA.

(5)

a. Sarana dan prasarana berupa LCD dan pengeras suara

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Sedangkan dalam proses pembelajaran Alqur’an hadits media yang dapat saya gunakan dalam mengajar adalah pemanfaatan LCD sebagai media supaya peserta didik merasa senang karena tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, akan tetapi dapat melihat serta mendengarkan alunan ayat Alqur’an terutama surat-surat pendek maupun hadits dari video yang ditayangkan.3

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan bahwa MI Salafiyah Sidorejo telah memiliki LCD yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran di kelas supaya menciptakan suasana kelas yang berbeda dan menyenangkan, meskipun jumlahnya masih belum maksimal, namun diharapkan dengan adanya pembelajaran menggunakan LCD diharapkan dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

b. Pembiasaan pembacaan Jus Amma di pagi hari

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

3 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(6)

…..Selain itu pihak madrasah juga mewajibkan semua peserta didik untuk membaca Alqur’an secara bersama-sama sebelum pelajaran dimulai, yakni mulai pukul 07.00 sampai pukul 07.15. Dengan begitu peserta didik menjadi terbiasa untuk mendengar dan membaca Alqur’an sehingga peserta didik yang masih kurang lancar dalam membaca Alqur’an sedikit demi sedikit akan berkurang dan menjadi lancar dalam kedisiplinanpun kami juga membuat sanksi yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan misalnya saja bagi para peserta didik yang terlambat datang ke sekolah, kami tidak memperbolehkan mereka masuk ke kelas sebelum mereka menjalankan sanksi yang telah ditentukan yaitu membaca beberapa ayat-ayat Alqur’an dengan baik dan benar dipandu oleh wali kelas.4

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan tersebut MI Salafiyah Sidorejo menerapkan program pembiasaan sebelum memulai kegiatan pelajaran di pagi hari, yaitu dengan memaksimalkan waktu 15 menit untuk membaca surat-surat pendek di semua kelas, mulai dari kelas I sampai kelas 6 yang di pandu oleh masing-masing wali kelas. Semua siswa diwajibkan untuk mengikuti program tersebut. Program tersebut diharapkan dapat membantu siswa lancar dalam membaca Alqur’an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid.

c. Perpustakaan

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

4 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(7)

Di MI Salafiyah Sidorejo ini sudah menyediakan berbagaimacam buku penunjang tentang mata pelajaran Alqur’an Hadits di perpustakaan mulai buku buku paket Alqur’an Hadits, maupun Alqur’an dan terjemahannya dan lain-lain.

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut MI Salafiyah Sidorejo juga menyediakan perpustakaan yang berisi buku paket berbagai mata pelajaran serta buku-buku penunjang lain untuk membantu siswa dalam belajar, dengan adanya perpustakaan di madrasah diharapkan siswa dapat meminjam buku yang ada, sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk membaca.

d. Mata Pelajaran BTA

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Adanya mata pelajaran BTA juga memberikan pengaruh yang positif bagi peserta didik.

Dengan keaktifan peserta didik dengan terbiasa mengikuti mata pelajaran BTA , tentunya akan memudahkan peserta didik dalam belajar membaca Alqur’an, sehingga akan mengikuti pelajaran Alqur’an Hadits.5

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut bahwa MI Salafiyah Sidorejo juga memasukkan mata pelajaran BTA sebagai upaya yang dilakukan oleh pihak

5 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(8)

madrasah untuk membantu mempermudah memperlancar siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca huruf Alqur’an. Dengan adanya mata pelajaran BTA diharapkan dapat mempermudah siswa memahami bacaan-bacaan sesuai dengan ilmu tajwid.

2. Analisa Faktor Penghambat Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo.

Berdasarkan temuan yang ditemukan oleh peneliti di lapangan ada dua faktor penghambat Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

a. Faktor Intern

Berdasarkan penemuan yang penulis temukan di lapangan ada 2 faktor intern yang menjadi menghambat Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo, antara lain Kurangnya minat dan motivasi peserta didik, dan Adanya pelaksanaan jam pembelajaran mata pelajaran Alqur’an Hadits yang kurang efektif.

(9)

1) Kurangnya minat dan motivasi

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Kurangnya kesadaran peserta didik akan pentingnya mempelajari mata pelajaran Alqur’an Hadits. Mereka beranggapan bahwa pelajaran ini karena tidak di UN kan, kurang begitu menarik, membosankan dan lain-lain. Sehingga peserta didik kurang begitu antusias mengikuti pelajaran tersebut, akan tetapi sangat dirasa peserta didik ketika ditunjuk oleh guru untuk membaca, menulis, atau menghafalnya peserta didik mengalami kesulitan untuk melaksakan perintah tersebut.6

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut sebagian siswa kelas VI memiliki minat dan motivasi belajar membaca Alqur’an yang kurang, hal itu disebabkan karena mereka lebih mementingkan pelajaran yang di UN kan, mereka merasa bangga jika nanti hasil UN lebih banyak, padahal belajar membaca Alqur’an sama pentingnya dengan mempelajari pelajaran umum, mereka menganggap remeh dan sepele pelajaran agama, hal tersebut yang menjadi salah satu faktor yang menghambat strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an di kelas VI. Untuk itu guru Alqur’an hadits sebelum memulai strategi pembelajaran

6 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(10)

yang akan digunakan terlebih dahulu guru diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik untuk rajin belajar baik ilmu umum maupun ilmu agama, karena keduanya sama pentingnya dalam pendidikan anak.

2) Pelaksanaan jam pembelajaran yang kurang efektif`.

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Ada beberapa jadwal mata pelajaran Alqur’an Hadits yang diletakan di jam-jam setelah istirahat atau bahkan di jam-jam terakhir. Hal ini menyebabkan kondisi tubuh dan fikiran sulit berkonsentrasi, apalagi di dalam pelajaran Alqur’an Hadits, hampir semua materinya adalah membaca ayat-ayat Alqur’an kalau keadaan peserta didik sudah kecapekan belum lagi ada yang mengantuk maka hal tersebut menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan belajar7

Berdasarkan hasil yang ditemukan penulis di lapangan bahwa Kegiatam belajar mengajar di MI Salafiyah Sidorejo dimulai dari pukul 07.30 sampai pukul 13.45. menurur hasil wawancara dengan guru Alqur’an Hadits bahwa pelaksanaan jam untuk belajar Alqur’an Hadits kelas VI kurang efektif, karena pembelajarannya diletakkan pada jam setelah istirahat bukan pada jam pertama di pagi hari. Menurut beliau anak sudah mulai merasa capek dan mengantuk ketika belajar pada

7 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(11)

siang hari, menurut penulis akan lebih afektif jika jam belajar Alqur’an hadits diletakkan pada jam awal atau jam pertama, karena di pagi anak masih terlihat semangat dan sehat dan akan lebih mudah menerima materi yang disampaikan oleh guru.

Maka guru Alqur’an hadits kelas VI harus pintar dalam memakai media dan metode yang cocok dalam pembelajaran pada jam siang hari untuk menimbulkan ketertarikan anak mengikuti pelajaran Alqur’an Hadits dengan senang dan semangat, meskipun keadaan mereka sudah mulai lelah.

b. Faktor Ekstern

Berdasarkan penemuan yang penulis temukan di lapangan ada 3 faktor yang menghambat Strategi guru Alqur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan belajar membaca Alqur’an pada siswa kelas VI di MI Salafiyah sidorejo, antara lain:

1) Keluarga

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama. Kalau keluarga itu tidak mengajarkan Alqur’an dan tidak memasukkan anaknya membaca ataupun menulis Alqur’an sejak dini maka hal itu akan menyebabkan anak tersebut mengalami kesulitan belajar di lembaga sekolah.8

8 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(12)

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut bahwa keluarga merupakan pusat pendidikan utama dan pertama. Tanpa adanya perhatian dari keluarga/orang tua anak akan mengalami kesulitan dalam belajar, keluarga akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar anaknya, karena mengingat bahwa sebagian besar waktu dihabiskan dirumah bersama keluarga.

2) Lingkungan

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Kalau lingkungan itu lingkungan yang baik atau islami maka akan membentuk kepribadian yang Islami pula, namun sebaliknya jika lingkungan itu lingkungan yang tidak islami maka akan melahirkan jiwa-jiwa yang kurang baik. Lingkungan yang kurang mendukung itu menyebabkan peserta didik menjadi malas untuk belajar, kurang memahami pentingnya ilmu dan lain-lain.9

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut bahwa lingkungan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak, jika suatu anak hidup dalam lingkungan yang baik, baik akan melahirkan pengaruh yang positif terhadap anak, sebaliknya lingkungan yang tidak

9 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

(13)

baik, maka anak juga akan mudah terpengaruh oleh lingkungan.

3) Sekolah

Sebagaimana yang penulis temukan di lapangan melalui wawancara dengan Bapak Eko Nuroso selaku guru mapel Alqur’an Hadits:

Faktor disiplin sekolah juga berpengaruh dalam strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

Kalau semua warga sekolah terlebih peserta didik dapat disiplin dalam mengikuti pelajaran, kemungkinan kesulitan belajar yang terjadi menjadi bisa berkurang.

Namun sebaliknya, jika peserta didik tidak disiplin misalnya ketika bel berbunyi waktu masuk pelajaran Alqur’an Hadits peserta didik masih ada yang berkeliaran dan tidak masuk kelas, maka hal tersebut tentunya akan membuat peserta didik ketinggalan pelajaran dan guru akan semakin sulit menyampaikan pelajaran10

Berdasarkan hasil wawancara yang ditemukan di lapangan tersebut bahwa lingkungan sekolah juga mempengaruhi kedisiplinan siswa, maka untuk mencapai tujuan proses belajar, dimulai dari siswa diajari untuk disiplin sesuai dengan aturan yang ada di madrasah, agar tidak ketinggalan materi di kelas, yaitu mulai dengan berangkat sebelum bel masuk berbunyi, serta segera masuk kelas jika jam istirahat telah berakhir, maka guru akan mudah menyampaikan materi pelajaran.

10 Eko Nuroso, guru Alqur’an Hadits kelas VI , Wawancara Pribadi, Sidorejo, 6 Januari 2015

Referensi

Dokumen terkait

Motivasi belajar membaca Al- Qur’an siswa di MTs Sultan Agung Jabalsari adalah mayoritas siswa memiliki motivasi dalam belajarnya karena mereka sudah bisa membaca

Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PERAN GURU PENDAMPING KHUSUS (GPK) DALAM MENGATASI GANGGUAN KESULITAN BELAJAR MEMBACA (DYSLEXIA) PADA

Beberapa hal yang mendukung upaya guru PAI mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IV dalam membaca al-Qur’an di SD Negeri Bissoloro adalah adanya

Dari hasi penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa peserta didik pada jumlah 30 orang kelas 8 di MTs NU Nurul Huda Semarang sebagian besar sudah bisa membaca

Faktor penyebab siswa kelas III SD Negeri 99 Buton mengalami kesulitan membaca permulaan yaitu kurangnya minat dari diri siswa untuk belajar, kurangnya

Menurut informan 1 strategi untuk mengatasi kesulitan belajar membaca Al-Qur’an ialah siswa harus banyak mengulang-ulang pelajaran atau bacaan- bacaan Al-Qur’an dan lebih

Hal itu senada dengan pernyataan ibu Hijriah selaku guru bahasa Arab kelas VI MI NW Dasan Agung dalam wawancaranya dengan peneliti bahwa dalam proses pembelajaran mufrodat,

Analisis Kesulitan Belajar Membaca Al-Qur’an pada Siswa di SMP 3 Tirto Kabupaten Pekalongan. Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam tentu tidak semuanya bisa