• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Penelitian"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2009. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta.

3.2 Bahan dan Alat

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalkulator, komputer, kamera, kuesioner dan berbagai alat lainnya yang dipergunakan dalam pengumpulan dan pengolahan data penelitian.

3.3 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.

Penilaian kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta diperoleh dengan membandingkan kondisi di PPS Nizam Zachman dengan ketentuan Departemen Kelautan dan Perikanan. Aspek yang diteliti dalam melakukan penilaian kinerja pelabuhan meliputi aktivitas operasional di PPS Nizam Zachman aktivitas- aktivitas di pelabuhan perikanan. Aktivitas yang dapat dilihat yaitu:

1. Aktivitas tambat labuh/pendaratan ikan yang meliputi jumlah produksi ikan dan jumlah kunjungan kapal/tahun.:

2. Aktivitas pelelangan hasil tangkapan yang meliputi ada atau tidaknya aktivitas pelelangan dan mekanisme pelelangan.

3. Aktivitas pelayanan kebutuhan melaut antara lain pelayanan kebutuhan es, BBM, dan air bersih;

4. Aktivitas pemasaran/ pendistribusian hasil tangkapan antara lain distribusi pemasaran lokal, nasional dan ekspor (Rokhman, 2006).

Aspek tersebut akan diteliti untuk mengetahui penilaian kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta, untuk kemudian diketahui tingkat pencapaian keberhasilan PPS Nizam Zachman Jakarta dalam melaksanakan fungsinya sebagai Pelabuhan Perikanan Samudera.

(2)

Pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Pengambilan responden dan narasumber yang terpilih dengan sengaja (purposive) dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan memiliki pemahaman terhadap tujuan penelitian, serta mampu berkomunikasi dengan baik dalam pengisian kuesioner.

Data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak-pihak terkait dengan PPS Nizam Zachman Jakarta dan nelayan yang melakukan kegiatan operasional di PPS Nizam Zachman Jakarta.

Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas operasional pelabuhan yang meliputi aktivitas tambat labuh/pendaratan ikan yang meliputi jumlah produksi ikan dan jumlah kunjungan kapal/tahun, aktivitas pelelangan hasil tangkapan yang meliputi ada atau tidaknya aktivitas pelelangan dan mekanisme pelelangan, aktivitas pelayanan kebutuhan melaut antara lain pelayanan kebutuhan es, BBM, dan air bersih, aktivitas pemasaran/ pendistribusian hasil tangkapan antara lain distribusi pemasaran lokal, nasional dan ekspor serta kondisi fasilitas yang mendukung aktivitas operasional. Wawancara, pertanyaan meliputi kebutuhan melaut nelayan PPS Nizam Zachman Jakarta seperti jumlah kebutuhan BBM, es, dan air per trip, penyediaan kebutuhan melaut oleh pihak pelabuhan, fasilitas perbaikan yang disediakan oleh pihak pelabuhan, pemasaran hasil tangkapan nelayan dan kepuasan nelayan terhadap penyediaan dan pelayanan fasilitas pelabuhan. Untuk pengisian kuisioner, jumlah responden sebanyak 60 diantaranya, 31 nelayan tuna longline, 8 nelayan purse sein, 12 nelayan pancing cumi, 6 nelayan jaring cakalang, dan 3 nelayan gillnet.

Data sekunder diperoleh dari instansi dan lembaga yang terkait dengan bidang perikanan dengan melakukan studi literatur dari instansi tersebut seperti UPT PPS Nizam Zachman dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Data sekunder yang diperoleh meliputi, data statistik pelabuhan yang meliputi data produksi perikanan PPS Nizam Zachman Jakarta selama 2004-2008, jumlah kunjungan kapal pertahun selama 2004-2008, penyerapan perbekalan melaut BBM, es, dan air pertahun selama 2004-2008, dan pemasaran hasil tangkapan. Data skunder tersebut merupakan data operasional yang akan digunakan untuk mengetahui penilaian kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta.

(3)

Tabel 2 Metode pengumpulan Data

No Tujuan Data yang diambil Sumber data Jenis data

1 Data Utama

(Mengetahui kegiatan operasional selama 5 tahun)

● Data produksi hasil tangkapan yang didaratkan (ton/tahun)

● Data kunjungan kapal

● Penyediaan perbekalan BBM dan air

(liter/tahun) serta es (kg/tahun)

● Fasilitas yang terdapat di PPS

Pihak pengelola pelabuhan

Data sekunder

2 Data Utama

(Mengetahui kepuasan nelayan terhadap fasilitas penyediaan dan pelayanan yang diberikan pihak pelabuhan)

● Kegiatan operasional pelabuhan perikanan

● Pelayanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas

operasional

Pengamatan dan

wawancara

Data Primer

3 Data tambahan Kondisi umum PPS Nizam Zachman :

● Letak geografis, topografi, demografi

● Sarana prasarana umum :

perhubungan, komunikasi, listrik dan air

Pengamatan dan

wawancara

Data sekunder

3.4 Analisis Data

3.4.1 Analisis aktivitas operasional Pelabuhan Perikanan

Untuk menganalisis aktivitas operasional pelabuhan perikanan dilakukan penilaian terlebih dahulu terhadap tingkat operasional pelabuhan perikanan dengan menggunakan analisa deskriptif komparatif yaitu membandingkan pencapaian data tahun 2008 dari PPS Nizam Zachman Jakarta dengan standar indikator untuk ukuran PPS berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan

(4)

Perikanan, Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.

432/DPT3/OT.220.D3/I/2008. Analisis dilakukan melalui penyajian tabel, diagram dari data operasional atau aktivitas-aktivitas di pelabuhan perikanan.

3.4.2 Analisis kinerja operasional Pelabuhan Perikanan

Dalam melakukan analisis terhadap kinerja operasional pelabuhan perikanan digunakan metode skoring (scorring method). Berikut tahapan – tahapan analisa terhadap kinerja operasional PPS Nizam zachman Jakarta.

1) Mengetahui tujuan pembangunan PPS Nizam Zachman Jakarta

Menganalisis kinerja operasional pelabuhan perikanan diawali dengan mengetahui terlebih dahulu tujuan pembangunan pelabuhan perikanan, yang dalam hal ini adalah PPS Nizam Zachman Jakarta. Tujuan pembangunan PPS Nizam Zachman Jakarta dalam hal ini adalah:

(1) Meningkatkan kemampuan armada perikanan samudera;

(2) Meningkatkan ekspor hasil-hasil perikanan untuk menambah devisa negara dari sektor non migas;

(3) Menyediakan lahan untuk kegiatan industri perikanan dalam rangka meningkatkan nilai tambah produksi perikanan;

(4) Menciptakan lapangan kerja;

(5) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya sekitar PPSNZ Jakarta melalui pertumbuhan usaha perekonomian seperti pertokoan, perbekalan dan lainnya;

(6) Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data dan statistik perikanan dalam rangka pengembangan dan pengolahan sistem informasi dan publikasi perikanan; dan

(7) Meningkatkan pengawasan, keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan.

2) Penetuan parameter dan sub parameter

Dalam melakukan penilaian kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta maka ditentukan terlebih dahulu parameter dan sub parameter. Penentuan parameter dan sub parameter dilakukan dengan melihat fungsi pelabuhan pada

(5)

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No. 432/DPT3/OT.220.D3/I/2008 dan Rangkuti (2006).

Berikut dasar penentuan parameter dan sub parameter dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Parameter untuk penilaian kinerja dan cara penghitungan parameter

No. Parameter Sub parameter Dasar penentuan parameter 1. Produksi ● Jumlah

produksi ikan (ton)

Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.

432/DPT3/OT.220.D3/I/2008 2. Frekuensi

kunjungan kapal perhari (unit)

● Frekuensi kunjungan kapal perhari (unit)

Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.

432/DPT3/OT.220.D3/I/2008 3. Kebutuhan

perbekalan melaut

● Air bersih

● Es

● BBM

Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.

432/DPT3/OT.220.D3/I/2008 4. Pemasaran ● Lokal

● Luar kota

● Ekspor

Pemasaran merupakan satu dati tiga belas fungsi pelabuhan perikanan (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

PER.16/MEN/2006 tentang Pelabuhan Perikanan) 5. Kepuasan

nelayan

● Penyediaan fasilitas perbekalan

● Penyediaan fasilitas perbaikan

● Penyediaan fasilitas pendaratan

● Penyediaan fasilitas pemasaran

Pelabuhan perikanan sebagai salah satu instansi pemerintah yang merupakan organisasi publik harus memenuhi kebutuhan dan melindungi kepentingan publik. Hal tersebut berkaitan dengan kinerja yang berkaitan dengan kepuasaan nelayan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pelabuhan perikanan.

Tingkat kinerja diukur dalam kaitannya dengan aktual pelayanan yang diterima pengusaha penangkapan ikan/nelayan dari pihak pemberi layanan di pelabuhan perikanan (Perdana, 2008). Maka penilaian kepuasan nelayan perlu dilakukan untuk mengetahui kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta.

(6)

3). Penentuan bobot parameter dan sub parameter

Penentuan bobot parameter dan sub parameter untuk penilaian kinerja operasional PPS Nizam Zachman Jakarta diperoleh dari wawancara dengan lima orang pakar pelabuhan perikanan yang terdiri dari staf pengajar pelabuhan perikanan IPB dan staf Departemen Kelautan dan Perikanan yang menangani pelabuhan perikanan (Yuliastuti, 2010). Penentuan proporsi bobot parameter dan sub parameter diurutkan berdasarkan nilai kepentingan diantara parameter dan sub parameter tersebut.

4). Penentuan nilai keberhasilan, skor nilai keberhasilan dan penetapan nilai kinerja pelabuhan

Dalam melakukan penilaian terhadap kinerja operasional pelabuhan, maka harus ditentukan pula nilai keberhasulan dan skor keberhasilan. Nilai keberhasilan menunjukkan perbandingan antara jumlah nilai pencapaian dari setiap sub parameter dengan nilai indiaktor ang telah ditetapkan. Berikut perhitungan nilai keberhasilan untuk parameter.

Tabel 4 Cara perhitungan nilai keberhasilan

No. Parameter Cara menghitung

1 Produksi

● Jumlah produksi ikan (ton)

● Nilai produksi ikan (juta Rp) 2 Frekuensi kunjungan kapal perhari

(unit)

3 Kebutuhan perbekalan melaut

● Air bersih

● Es

● BBM

4 Pemasaran

● Lokal

● Luar kota

● Ekspor

5 Kepuasan nelayan

● Penyediaan fasilitas perbekalan

● Penyediaan fasilitas perbaikan

● Penyediaan fasilitas pendaratan

● Penyediaan fasilitas pemasaran

Rata – rata pendapat responden yang diwawancarai

% 100

1

1 x

N X

% 100

2

2 x

N X

% 100

3

3 x

N X

% 100

4

4 x

N X

(7)

Keterangan :

X1 = Jumlah produksi perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta tahun 2008 X2 = Jumlah frekuensi kunjungan kapal di PPS Nizam Zachman Jakarta tahun 2008 X3 = Jumlah penyerapan perbekalan di PPS Nizam Zachman Jakarta tahun 2008

X4 = Jumlah hasil tangkapan yang dipasarkan di PPS Nizam Zachman Jakarta tahun 2008 N1 = Nilai indikator jumlah produksi perikanan yang ditetapkan DKP

N2 = Nilai indikator jumlah produksi perikanan yang ditetapkan DKP N3 = Nilai indikator penyerapan perbekalan yang ditetapkan DKP N4 = Jumlah keseluruhan hasil tangkapan yang dipasarkan

Untuk penentuan skor (dilihat dari nilai keberhasilan) > 80 % = 5

60 % - < 80 % = 4 40 % - < 60 % = 3 20 % - < 40 % = 2 < 20 % = 1

Dalam pengukuran kinerja operasional pelabuhan dilakukan tahap pemberian skor untuk setiap parameter. Setiap parameter yang digunakan dalam pengukuran kinerja operasional pelabuhan perikanan ini telah didasarkan pada kriteria dari masing-masing parameter, yang tentunya setiap parameter memiliki nilai yang berbeda-beda tergantung pada besarnya persentase kriteria (%) yang ada dikalikan dengan bobot yang tentunya berbeda pada masing-masing parameter.

a. Parameter produksi

Besarnya kriteria (%) pada parameter produksi diketahui dari data sekunder jumlah produksi pada tahun 2008. Berdasarkan data tersebut yaitu pada tahun 2008, maka persentase nilai keberhasilan dari jumlah produksi ikan akan diketahui. Selanjutnya dari hasil persentase nilai keberhasilan tersebut akan dapat diketahui nilai 1 (skor) dari jumlah produksi ikan (ton) dari satu parameter yaitu produksi. Penentuan bobot 1 parameter produksi dan bobot 2 sub parameter produksi telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan perhitungan dengan mengkalikan nilai 1 (skor) dengan bobot 1 parameter produksi untuk dihasilkan nilai 2 yang nantinya dikalikan dengan bobot 2 sub parameter produksi untuk mendapatkan nilai akhir dari parameter ini yang nantinya akan menentukan selang penilaian kinerja pelabuhan perikanan.

(8)

Tabel 5 Pemberian nilai untuk parameter produksi Parame-

ter

Sub paramet

er

Kriteria nilai keberhasilan

(%)

Nilai 1

Bobot 1 paramet

er

Nilai 2 (Nilai 1 x Bobot

1)

Bobot 2 sub paramet

er

Nilai akhir (Nilai 2 x Bobot

2) Produksi Jumlah

Produksi Ikan (ton)

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1 Jumlah (Xa) b. Parameter frekuensi kunjungan kapal

Pada parameter frekuensi kunjungan kapal besarnya nilai kriteria (%) diketahui dari hasil perhitungan dari data sekunder jumlah kunjungan kapal rata- rata perhari pada tahun 2008. Setelah diketahui data tersebut maka dapat diketahui persentase nilai keberhasilan dari frekuensi kunjungan kapal.

Selanjutnya, nilai 1 (skor) dari parameter frekuensi kunjungan kapal akan dapat diketahui berdasarkan kriteria nilai keberhasilan (%) tersebut. Penentuan bobot 1 parameter dan bobot 2 sub parameter telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan perhitungan dengan mengkalikan nilai 1 (skor) dengan bobot 1 parameter untuk dihasilkan nilai 2 yang nantinya dikalikan dengan bobot 2 sub parameter untuk mendapatkan nilai akhir dari parameter ini yang nantinya akan menentukan selang penilaian kinerja pelabuhan perikanan.

Tabel 6 Pemberian nilai untuk parameter frekuensi kunjungan kapal Parame-

Ter

Sub parame-

ter

Kriteria nilai keberhasi-

lan (%)

Nilai 1

Bobot 1 parame-

ter

Nilai 2 (Nilai 1 x Bobot

1)

Bobot 2 sub parame-

ter

Nilai akhir (Nilai 2 x Bobot

2)

Frekuensi kunjungan kapal

Jumlah kunjungan kapal rata- rata perhari (unit)

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Jumlah (Xb)

(9)

c. Parameter penyediaan perbekalan melaut

Penentuan besarnya nilai kriteria (%) pada parameter penyediaan perbekalan melaut dapat diketahui dari data sekunder perbekalan melaut yang meliputi jumlah BBM, es dan air bersih pada tahun 2008. Dari tiga data tersebut akan dihitung persentase dari penyediaan BBM, es dan air bersih di pelabuhan perikanan. Berdasarkan tiga data tersebut yaitu pada tahun 2008, maka persentase nilai keberhasilan dari masing-masing sub parameter (BBM, es, dan air bersih) akan diketahui. Selanjutnya dari hasil persentase nilai keberhasilan tersebut akan dapat diketahui nilai 1 (skor) dari sub parameter BBM, es, dan air bersih dari satu parameter yaitu penyediaan perbekalan melaut. Penentuan bobot 1 parameter dan bobot 2 sub parameter telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan perhitungan dengan mengkalikan nilai 1 (skor) dengan bobot 1 parameter untuk dihasilkan nilai 2 yang nantinya dikalikan dengan bobot 2 sub parameter untuk mendapatkan nilai akhir dari parameter ini yang nantinya akan menentukan selang penilaian kinerja pelabuhan perikanan.

Tabel 7 Pemberian nilai untuk parameter penyediaan perbekalan melaut Parameter Sub

parame- ter

Kriteria nilai keberhasil

an (%)

Nilai

1 Bobot 1 parame

-ter

Nilai 2 (Nilai 1 x Bobot

1)

Bobot 2 sub parame-

ter

Nilai akhir (Nilai

2 x Bobot

2)

Penyediaan perbekalan melaut

BBM > 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Es > 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Air tawar

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1 Jumlah (Xc)

(10)

d. Parameter pemasaran

Penentuan besarnya nilai kriteria pada parameter pemasaran diketahui dari data pemasaran pada pada tahun 2008. Data pemasaran umumnya dengan tujuan lokal, regional, maupun ekspor. Dalam penghitungan parameter pemasaran ini agak berbeda karena menggunakan proporsi karena pemasaran dengan tujuan lokal, regional, maupun ekspor memiliki proporsi yang berbeda. Dari tiga data tersebut akan dihitung persentase pemasaran dengan tujuan lokal, regional, maupun ekspor. Berdasarkan tiga data tersebut yaitu pada tahun 2008, maka persentase nilai keberhasilan dari masing-masing sub parameter (lokal, regional, dan ekspor) akan diketahui. Selanjutnya dari hasil persentase nilai keberhasilan tersebut akan dapat diketahui nilai 1 (skor) dari sub parameter lokal, regional, dan ekspor dari satu parameter yaitu distribusi hasil pemasaran. Penentuan bobot 1 parameter dan bobot 2 sub parameter telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan perhitungan dengan mengkalikan nilai 1 (skor) dengan bobot 1 parameter untuk dihasilkan nilai 2 yang nantinya dikalikan dengan bobot 2 sub parameter untuk mendapatkan nilai akhir dari parameter ini yang nantinya akan menentukan selang penilaian kinerja pelabuhan perikanan.

Tabel 8 Pemberian nilai untuk parameter pemasaran Parame-

ter Sub

parame- ter

Kriteria nilai keberhasil

an (%)

Nila

i 1 Bobot 1 parame-

ter

Nilai 2 (Nilai 1 x Bobot

1)

Bobot 2 sub parame-

ter

Nilai akhir (Nilai 2 x Bobot

2)

Distribusi hasil pemasaran

Lokal > 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Regio- nal

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Ekspor > 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Jumlah (Xd)

(11)

e. Parameter kepuasan nelayan

Penentuan besarnya kriteria parameter kepuasan nelayan menggunakan kuesioner sebagai alat bantunya. Kuesioner diisi terlebih dahulu oleh responden.

Responden disini adalah nelayan, kuesioner yang telah diisi kemudian diolah sehingga menghasilkan besarnya angka dari hasil pembobotan dari tiap-tiap jawaban atas pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner. Selanjutnya, berdasarkan hasil pembobotan tersebut akan diperoleh persentase nilai keberhasilan. Selanjutnya dari hasil persentase nilai keberhasilan tersebut akan dapat diketahui nilai 1 (skor) dari sub parameter penyediaan dan pelayanan fasilitas perbekalan, penyediaan dan pelayanan fasilitas perbaikan, penyediaan dan pelayanan fasilitas pendaratan dan pembongkaran, penyediaan dan pelayanan fasilitas pemasaran dari satu parameter yaitu kepuasan nelayan. Penentuan bobot 1 parameter dan bobot 2 sub parameter telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan perhitungan dengan mengkalikan nilai 1 (skor) dengan bobot 1 parameter untuk dihasilkan nilai 2 yang nantinya dikalikan dengan bobot 2 sub parameter untuk mendapatkan nilai akhir dari parameter ini yang nantinya akan menentukan selang penilaian kinerja pelabuhan perikanan. Pemberian nilai untuk parameter kepuasan nelayan dapat dilihat pada tabel 9 di bawah ini.

(12)

Tabel 9 Pemberian nilai untuk parameter kepuasan nelayan Parame-

ter

Sub parameter

Kriteria nilai keberhasil

an (%)

Nilai 1

Bobot 1 para- meter

Nilai 2 (Nilai 1 x Bobot

1)

Bobot 2 sub parame-

ter

Nilai akhir (Nilai 2 x Bobot

2)

Kepuasan nelayan

Penyediaan dan pelayanan fasilitas perbekalan

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1 Penyediaan

dan pelayanan fasilitas perbaikan

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1 Penyediaan

dan pelayanan fasilitas pendaratan dan pembongka- ran

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Penyediaan dan pelayanan fasilitas pemasaran

> 80 % 60%-<80%

40%-<60%

20%-<40%

<20%

5 4 3 2 1

Jumlah (Xe)

(13)
(14)

Setelah semua parameter selesai dihitung maka selanjutnya adalah menjumlahkan semua nilai akhir dari seluruh parameter. Jumlah skoring seluruh parameter = Xa + Xb + Xc + Xd + Xe untuk dilakukan penetapan nilai kinerja untuk mengetahui kinerja dari PPS Nizam Zachman setelah diketahui selang penilaian kerja. Untuk menggambarkan kriteria kinerja pelabuhan perikanan maka dibuat selang frekuensi untuk menggambarkan kriteria kinerja. Berikut tahapan dalam pembuatan selang frekuensi adalah :

a) Menentukan banyak selang kelas (ada lima selang kelas) Banyak kelas = 5

b) Menentukan besar wilayah (mengurangi data terbesar dengan data terkecil) Data terbesar = 5

Data terkecil = 1

c) Menentukan lebar kelas atau interval (membagi besar wilayah dengan banyak kelas)

Lebar kelas atau interval

d) Menentukan selang kelas pertama dan batas kelasnya (dimulai dari data terkecil). Berikut selang penilaian kinerja :

1 1,8 2,6 3,4 4,2 5

Selang kelas pertama dan batas kelasnya = 1,0- < 1,8

e) Daftarkan selang kelas dan batas kelas hingga didapat lima selang frekuensi dapat dilihat pada Tabel

Tabel 11 Penetapan selang untuk menentukan kinerja PPS Nizam Zachman Jakarta

Nilai riil jumlah skor Penilaian 4,2 - ≤ 5,0

3,4 - ≤ 4,2 2,6 - ≤ 3,4 1,8 - ≤ 2,6 1,0- < 1,8

kinerja pelabuhan sangat baik kinerja pelabuhan baik kinerja pelabuhan cukup baik kinerja pelabuhan kurang baik kinerja pelabuhan sangat kurang baik

8 , 5 0

1

5 =

=

Gambar

Tabel 2  Metode pengumpulan Data
Tabel 3  Parameter untuk penilaian kinerja dan cara penghitungan  parameter
Tabel 4 Cara perhitungan nilai keberhasilan
Tabel 5  Pemberian nilai untuk parameter produksi   Parame-ter  Sub  paramet er  Kriteria nilai keberhasilan (%)  Nilai 1  Bobot 1 parameter   Nilai 2  (Nilai 1  x Bobot  1)  Bobot 2 sub parameter  Nilai akhir  (Nilai 2  x Bobot  2)  Produksi Jumlah  Produ
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh belajar, lingkungan pembelajaran, motivasi belajar, dan potensi akademik terhadap prestasi akademik siswa

Suatu perdamaian harus ada timbal balik dalam pengorbanan pada diri pihak-pihak yang berperkara maka tiada perdamaian apabila salah satu pihak dalam suatu

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena dengan rahmat dan karunia-Nya tesis yang berjudul “ANALISIS TENTANG KONSOLIDASI TANAH PADA DESA

RADIO VISI INTI SWARA FM/H... JEMBER

Dari kenyataan diatas penulis memandang penelitian ini sangat perlu dilakukan dengan beberapa pertimbangan: Pertama, pendidikan karakter di sekolah atau madrasah

Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal.. ini penting dalam perubahan- perubahan morfologi hewan. Penetasan

Masalah yang dibahas dalam penulisan ini adalah cara memberikan warna kepada semua simpul-simpul yang ada, sedemikian rupa sehingga 2 simpul yang berdampingan

Setelah melalui proses evaluasi dan analisa mendalam terhadap berbagai aspek meliputi: pelaksanaan proses belajar mengajar berdasarkan kurikulum 2011, perkembangan