• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir

Diagram alir yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah seperti berikut ini:

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian

Mulai

Pengolahan data Lapangan dan data Laboratorium

Perbandingan besar penurunan dan nilai SF Metode Preloading dan kombinasi Preloading dan PVD pola segitiga dan segiempat spasi 1m, 1,5m dan 2m

Perhitungan Analisis

Kesimpulan

Selesai Pengumpulan data

Analisis Secara M anual Analisis dengan Program FEM Plaxis V.20

- Besar penurunan - Waktu penurunan - Tegangan air pori

- Tegangan air pori - Besar Penurunan - Nilai Safety Factor Studi Literatur

(2)

28 3.2. Lokasi Penelitian

Objek yang menjadi studi kasus pada tugas akhir ini adalah Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura STA 86, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Kondisi tanah pada lokasi tersebut merupakan jenis tanah yang lunak yang harus dilakukan perbaikan tanah sebelum dilaksanakannya pembangunan ruas jalan tol.

Gambar 3.2. Lokasi Studi Kasus Tugas Akhir

Sumber: Dokumentasi PT. Hutama Karya

3.3. Data Sekunder

Data sekunder ini merupakan data penyelidikan tanah di lapangan dan di laboratorium yang didapatkan dari kontraktor pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura, berikut ini adalah data tanah yang ada pada proyek tersebut:

1. Penyelidikan tanah di lapangan

Berikut ini data yang didapatkan dari pengujian di Lapangan.

Tabel 3.1. Tabel Nilai N-SPT dari Kedalaman Tanah Tiap Bore Hole

Kedalaman BH4 BH5 Kedalaman BH4 BH5

0 0 0 20,45 37 24

2,45 7 12 22,45 33 11

4,45 7 6 24,45 35 19

6,45 6 11 26,45 31 28

8,45 2 2 28,45 36 21

10,45 5 3 30,45 38 41

12,45 2 2 32,45 60 60

14,45 3 2 34,45 60 60

16,45 8 3 36,45 60 60

18,45 3 7 38,45 60 60

20,45 37 24 40,45 60 60

(3)

29 Gambar 3.3. Hubungan antara Kedalaman dengan Nilai NSPT tiap Bore Hole 2. Penyelidikan tanah di laboratorium

Berikut ini berbagai data yang didapatkan dari pengujian di laboratorium:

a. Data pengujian indeks propertis

Tabel 3.2. Data Indeks Properties Tanah

Bore No

Kedalama n

Kadar Air

Berat Isi

Berat Isi Kering

Berat

Jenis Kejenuhan Angka

Pori Porositas

m % kN/m3 kN/m3 Gs % e n

BH-3 3,5 – 4,0 33,58 15,84 11,86 2,640 72,30 1,226 0,550

BH-4

3,5 - 4,0 29,85 15,09 11,62 2,526 64,25 1,173 0,539 9,5 - 10,0 45,48 15,90 10,93 2,634 85,00 1,409 0,584 13,5 - 14,0 47,25 15,57 10,71 2,620 85,57 1,446 0,591

BH-5

3,5 - 4,0 33,34 15,72 11,79 2,535 73,50 1,150 0,534 11,5 - 12,0 50,63 15,56 10,33 2,603 86,72 1,519 0,603 17,5 - 18,0 38,34 15,55 11,24 2,546 77,17 1,265 0,558

b. Data atterberg limit dan distribusi ukuran

Pengujian atterberg limit terdiri dari pengujian batas cair dan batas plastis yang dari kedua batas tersebut dapat menghasilkan nilai indeks plastisitas dari pengurangan nilai batas cair ke batas plastis. Sedangkan nilai distribusi ukuran didapatkan dari pengujian analisis saringan dan hydrometer.

0 5 10 15 20 25 30 35 40

0 10 20 30 40 50 60

Kedalaman (m)

Nilai N-SPT

BH 4 BH 5

(4)

30 Tabel 3.3. Data Batas Kadar Air Atterberg Limit dan Distribusi Ukuran

Bore No Kedalaman Atterberg Limit Distribusi Ukuran

LL PL PI Pasir Lanau Lempung

m % %

BH-3 3,5 - 4,0 48,46 27,71 20,75 18,26 16,94 64,80

BH-4

3,5 - 4,0 NP NP NP - - -

9,5 - 10,0 52,2 26,56 25,64 7,23 14,87 77,90 13,5 - 14,0 53,27 25,57 27,7 5,94 21,56 72,50

BH-5

3,5 - 4,0 NP NP NP - - -

11,5 - 12,0 55,74 24,32 31,42 3,73 13,37 82,90 17,5 - 18,0 28,47 18,56 9,91 71,89 20,76 6,90

c. Data konsolidasi tanah

Nilai parameter dari pengujian konsolidasi yang didapatkan adalah berupa nilai angka pori, indeks kompresi, indeks swelling, nilai tekanan prakonsolidasi, koefisien konsolidasi dan permeabilitas tanah dengan arah vertikal.

Tabel 3.4. Data Parameter Konsolidasi Tanah

Bore No Kedalaman Konsolidasi

e0 Cc Cv Ky Pc'

m Cm2/s cm/s (kg/cm2)

BH-3 3,5 - 4,0 1,222 0,625 0,0076 3,54E-07 1,57

BH-4

3,5 - 4,0 - - - - -

9,5 - 10,0 1,391 0,879 0,00921 5,03E-07 1,55 13,5 - 14,0 1,469 0,863 0,00997 7,2E-07 1,60

BH-5

3,5 - 4,0 - - - - -

11,5 - 12,0 1,534 1,031 0,00758 5,42E-07 1,75 17,5 - 18,0 1,253 0,396 0,0516 3,68E-06 1,15

3. Data Prefabricated Vertical Drain Data Prefabricated Vertical Drain:

Dengan pola pemasangan PVD : segitiga dan segiempat Jarak atau spasi pemasangan PVD : 1 m, 1,5 m dan 2m

Dimensi mandrel : 12,5 cm x 5 cm

Tabel 3.5. Dimensi PVD

Karakteristik Syarat Dimensi PVD Test Method

Kuat Tarik >2000 N 2280 N ASTM D-4595

Kekuatan di 10% pemanjangan kondisi kering dan basah

>1000 N 1880 N

ASTM D-4595 Permeabilitas Minimal 1 x 10-4 7,730 x 10-4 m/s ASTM D-4491

Ukuran Bukaan <90 microns ASTM D-4751

Kapasitas pelepasan di 300 kPa, lurus

Minimal 50 x 10-6 m3/s

132,70 x 10-6 ASTM D-4716

(5)

31

Kapasitas pelepasan di 200 kPa, tertekuk

Minimal 35 x 10-6 m3/s

72,5 x 10-6 ASTM D-4716

Kuat Tusuk Minimal 220 N 233,81 ASTM D-4683

Tebal Minimal 3 mm 4 mm -

Lebar Minimal 100 mm 100 mm -

3.4. Stratifikasi Tanah

Berdasarkan penyelidikan tanah yang dilakuakan di lapangan maupun di laboratorium pada data BH4 dan BH5 pada tanah, diperoleh stratifikasi tanah seperti pada Gambar 3.3. Lapisan tanah dasarnya adalah setebal 22 m, diamana lapis pertama itu adalah tanah lempung lunak dengan tebal 2,5 meter pada kedalaman 0-2,5 m. Lapisan kedua adalah tanah pasir dengan tebal 1,5 meter pada kedalaman 2,5-4 m. Lapisan ketiga adalah lempung sedang dengan tebal tanah 1,5 meter pada kedalaman 4-5,5 m. Lapisan keempat adalah pasir sedang dengan tebal 2,5 meter pada kedalaman 5,5-8 m. Lapisan kelima adalah lempung lunak dengan tebal 6 meter pada kedalaman 8-16 m. Lapisan tanah keenam adalah tanah pasir lunak dengan tebal 3 meter pada kedalaman 16-19 m. Lapisan ketujuh adalah tanah pasir padat dengan tebal 3 meter pada kedalaman 19-22 m.

Gambar 3.4. Stratifikasi Tanah

3.5. Data Parameter Tanah untuk Analisis Menggunakan Plaxis 2D

Parameter pada tanah dasar untuk pemodelan di program PLAXIS didapatkan dari

hasil pengujian di laboratorium yang disimpulkan dari BH4 dan BH5, serta dengan

korelasi nilai dengan pendekatan yang terdahulu. Parameter yang akan digunakan

dapat dilihat pada tabel 3.6.

(6)

32 Tabel 3.6. Parameter Pemodelan Tanah Dasar pada Plaxis

Parameter Nama

Kedalaman

(m) - 0,0-2,5 2,5-4,0 &

5,5-8,0 4,0-5,5 8,0-16,0 16,0-19,0 19,0-22,0 Kondisi Tipe Undraine

d (A) Drain Undraine d (A)

Undraine

d (A) Drain Drain

General Jenis

Model Model Soft Soil Mohr

Coloumb Soft Soil Soft Soil Mohr Coloumb

Mohr Coloumb Jenis

Tanah Lempung Pasir Lempung Lempung Pasir Pasir

Soil unit weight

unsat

(kN/m3 )

11,86 11,70 11,86 10,65 11,24 19

Soil unit weight

sat

(kN/m3 )

17,37 17,08 17,27 16,58 16,82 20

Parameter Effective

cohession

c’

(kN/m2 )

5 1 5 2 1 1

friction

angle  25 33 25 20 33 34

friction

dilatanci  0 3 0 0 3 4

Vertical Permeabili ty

kv

(m/day) 0,00031 8,64 0,00031 0,00051 0,864 8,64 Horizontal

Permeabili ty

kh

(m/day) 0,00046 8,64 0,00046 0,00076 0,864 8,64 void

ratio/Einit Einit 1,226 1,162 1,226 1,45 1,253 1

poisson

ratio v' 0,25 - 0,25 0,2 0,25 0,35

Compressi

on index λ * 0,12 - 0,12 0,16 - -

Swelling

Index Ƙ * 0,049 - 0,049 0,066 - -

Young’s Modulus, Es

kN/m2 - 3000 - - 1500 9500

OCR - 10,81 - 7,83 2,95 - -

Material timbunan yang digunakan pada proyek ini adalah tanah berlempung

dengan nilai 

unsat

adalah 16 kN/m

3

. Tinggi elevasi timbunan yang direncanakan

adalah setinggi 6,7 meter. Parameter dari model Mohr Coloumb yang akan

digunakan untuk tanah timbunan dapat dilihat pada Tabel 3.7.

(7)

33 Tabel 3.7. Parameter Pemodelan Tanah Timbunan pada Plaxis

Parameter Nama Timbunan

Kedalaman (m) - -

Kondisi Tipe Undrained (A)

Jenis Model Model Mohr Coloumb

Jenis Tanah Lempung

Soil unit weight  unsat (kN/m3) 16

Soil unit weight  sat (kN/m3) 19

Cohession c 40

Young's Modulus E (kN/m2) 14000

friction angle  (o) 30

friction dilatanci  0

Horizontal & Vertical

Permeability kv = kh (m/hari) 0,000864

poisson ratio v' 0,35

void ratio/Einit Einit 0,5

3.6. Tahapan Pemodelan Menggunakan Plaxis

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang dilakukan pada pemodelan tugas akhir ini menggunakan program PLAXIS 2D CONNECT edisi V20:

1. Memulai program input dengan memasukkan nama atau judul yang diinginkan, memilih model pemodelan, dan mengatur jumlah elemen yang diinginkan, kemudian memasukkan angka sebagai batas kontur tanah.

Gambar 3.5. Tahap Awal Pemodelan

2. Menginput jenis pemodelan dan semua parameter tanah sesuai dengan parameter

pemodelan yang dinginkan.

(8)

34 Gambar 3.6. Tahap Input Parameter Material

3. Membuat geometeri tanah kemudian menginput parameter tanah yang dibuat pada tahap sebelumnya berdasarkan jenis tanah tiap lapisnya. Kemudian membuat struktur, aliran air dan tahapan penimbunan yang ada pada struktur yang akan dianalisis.

Gambar 3.7. Tahap Membuat Geometri dan Struktur

4. Memproses data yang sudah diinput yaitu generate mesh, menentukan letak titik

kurva yang akan menjadi output dari pemodelan.

(9)

35 Gambar 3.8. Tahap Mesh Generation

5. Kemudian tahap selanjutnya adalah tahap Flow Condition. Tahap ini adalah menginput posisi dari muka air tanah.

Gambar 3.9. Tahap Menginput Posisi Muka Air Tanah

6. Selanjutnya masuk ke tahap stage construction. Membuat semua tahapan

konstruksi yang sebagaimana adanya di lapangan, kemudian melakukan proses

perhitungan (calculation). Sebelum melakukan proses perhitungan perlu

menentukan titik-titik tinjau yang akan ditinjau pada grafik maupun kurva

sebagai keluaran dari proses analisis ini. Pada Tugas Akhir ini titik tinjau yang

akan ditinjau adalah pada permukaan tanah yang ada di tengah seluruh timbunan

(titik A dan di tengah geometri timbunan yaitu titik B).

(10)

36 Gambar 3.10. Penentuan Titik Tinjau pada Pemodelan Untuk Pengeluaran

Kurva

Pada penelitian ini metode preloading kombinasi prefabricated vertical drain perlu dilakukan pemodelan dengan Axisymmetric dengan satu unit sampel PVD dengan parameter asli kemudian dilakukan pemodelan Plane Strain juga satu sampel PVD dengan menggunakan parameter permeabilitas baru yang sudah diekivalenkan sebagai verifikasi nilai permeabilitas tanah yang dapat digunakan pada pemodelan full plane strain apabila nilai penurunan di axisymmetric dan plane strain sudah mendekati. Adapun tahapan proses perhitungan pada program

ini ditunjukkan pada Tabel 3.8. berikut ini:

Tabel 3.8. Penjelasan Semua Tahapan Stage Construction pada Pemodelan

No Phase Keterangan

1. Initial Phase Mengaktifkan semua tanah yang ada pada tanah dasar dan mengatur boundary pada geometri.

2. Timbunan 1

Mengaktifkan timbunan tahap 1 dan memasukkan waktu pengerjaan penimbunan. Untuk tahap dengan metode preloading kombinasi PVD, pada tahap ini PVD juga sudah diaktifkan.

Kondisi ini akan sama pada tahap selanjutnya apabila tidak diatur kembali. Dengan memilih calculation type adalah consolidation.

Pada tahap ini hari yang diinputkan pada waktu adalah waktu penimbunan tahap 1 yaitu 13 hari.

3. Konsolidasi Timbunan 1

Dengan kondisi yang sama dengan timbunan 1, memasukkan waktu konsolidasi yang sudah dihitung. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini diinputkan waktu konsolidasi 172 hari untuk metode preloading, untuk kombinasi PVD pola segiempat spasi 1 m 6 hari, spasi 1,5 m 15 hari, spasi 2 m 40 hari, untuk pola segitiga spasi 1 m 5 hari, spasi 1,5 m 13 hari dan spasi 2 m 24 hari.

4. Timbunan 2

Mengaktifkan timbunan tahap 2 dan memasukkan waktu pengerjaan penimbunan. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini hari yang diinputkan pada waktu adalah waktu penimbunan tahap 2 yaitu 9 hari.

5. Konsolidasi Timbunan 2

Dengan kondisi yang sama dengan timbunan 2, memasukkan waktu konsolidasi yang sudah dihitung. Dengan memilih

(11)

37

calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini diinputkan waktu konsolidasi 160 hari untuk metode preloading, untuk kombinasi PVD pola segiempat spasi 1 m 6 hari, spasi 1,5 m 15 hari, spasi 2 m 40 hari, untuk pola segitiga spasi 1 m 5 hari, spasi 1,5 m 13 hari dan spasi 2 m 24 hari.

6. Timbunan 3

Mengaktifkan timbunan tahap 3 dan memasukkan waktu pengerjaan penimbunan. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini hari yang diinputkan pada waktu adalah waktu penimbunan tahap 3 yaitu 6 hari.

7. Konsolidasi Timbunan 3

Dengan kondisi yang sama dengan timbunan 3, memasukkan waktu konsolidasi yang sudah dihitung. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini diinputkan waktu konsolidasi 153 hari untuk metode preloading, untuk kombinasi PVD pola segiempat spasi 1 m 6 hari, spasi 1,5 m 15 hari, spasi 2 m 40 hari, untuk pola segitiga spasi 1 m 5 hari, spasi 1,5 m 13 hari dan spasi 2 m 24 hari.

8. Timbunan 4

Mengaktifkan timbunan tahap 1 dan memasukkan waktu pengerjaan penimbunan. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini hari yang diinputkan pada waktu adalah waktu penimbunan tahap 4 yaitu 3 hari.

9. Konsolidasi Timbunan 4

Dengan kondisi yang sama dengan timbunan 4, memasukkan waktu konsolidasi yang sudah dihitung. Dengan memilih calculation type adalah consolidation. Pada tahap ini diinputkan waktu konsolidasi 149 hari untuk metode preloading, untuk kombinasi PVD pola segiempat spasi 1 m 6 hari, spasi 1,5 m 15 hari, spasi 2 m 40 hari, untuk pola segitiga spasi 1 m 5 hari, spasi 1,5 m 13 hari dan spasi 2 m 24 hari.

10. Pengecekan SF

Pengecekan SF dilakukan pada setiap tahap di atas dengan membuat phase baru setelah tiap tahap dan mengganti calculation type menjadi safety.

Gambar 3.11. Pemodelan Axisymmetric

(12)

38 Gambar 3.12. Pemodelan Plane-Strain

Gambar 3.13. Tahap Menentukan Perhitungan dari Stage Construction

Gambar 3.14. Contoh Pengecekan SF pada Tiap Tahap Timbunan dan Konsolidasi

7. Melihat hasil pemodelan yaitu output hasil yang terdiri dari penurunan dan kurva

(curve).

(13)

39

Gambar 3.15. Contoh Output dari Hasil Perhitungan Pemodelan

Gambar

Diagram alir yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah seperti berikut ini:
Tabel 3.1. Tabel Nilai N-SPT dari Kedalaman Tanah Tiap Bore Hole
Tabel 3.2. Data Indeks Properties Tanah
Tabel 3.4. Data Parameter Konsolidasi Tanah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengujian tanah di laboratorium dan analisis pemodelan dengan program Plaxis 2D untuk mengetahui pengaruh fluktuasi muka air waduk terhadap kestabilan

Berdasarkan kriteria desain yang telah disusun beserta regulasi-regulasi yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam menyusun sebuah perencanaan toilet portable untuk lokasi

Pengujian Pakar 2.0 dimulai dari implementasi fungsi-fungsi Pakar 2.0 hingga pengujian Pakar 2.0 secara menyeluruh. Ada beberapa data yang digunakan dalam pengujian

Menghitung nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) dalam beban listrik pada Gedung Kuliah Bersama 4 (GKB 4) menurut rekening lisrik tahun sebelumnya, dilakukan buat

Pengamatan kemunculan spesies gulma dilakukan dengan menghitung setiap spesies di semua petak pengamatan pada setiap minggu, mulai tanaman cabai merah berumur 1

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari hasil pengujian bahan yang dilakukan oleh penelitian terdahulu, studi pustaka terkait perencanaan campuran aspal,

Algoritma evolusi differensial, yang merupakan algoritma yang meniru prinsip dasar evolusi biologis untuk menyelesaikan problem optimasi global, digunakan untuk mencari

Matlab versi 6.1 adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan transformasi data sebelum digunakan sebagai input dari JST yang dikembangkan. Pemodelan JST