45 BAB III
METODE PENELITIAN
Bab ini ialah bagian uraian metodologi yang dicoba dalam pengerjaan riset yang isinya meliputi waktu serta tempat riset, prosedur riset, diagram alir riset, serta variabel riset.
3.1 Diagram Alur
Metodologi yang ditunjukkan untuk mempersiapkan penyusunan penelitian
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
Mulai
Studi Literatur
Analisis dan Pembahasan 1. Survei Keadaan Sistem Kelistrikan
2. Analisis dan Perhitungan Konsumsi Energi Listrik
3. Analisis Intensitas Pencahayaan
4. Pola Pemakaian AC
5. Analisis dan Perhitungan Peluang Hemat Energi
Kesimpulan danSaran
Selesai Pengambilan Data
1. Data Denah Gedung
2. Data Konsumsi Energi Listrik
3. Data Beban Terpasang
4. Data Tingkat Pencahayaan Ruang
5. Data Intensitas Konsumsi Energi (IKE)
46 3.2 Studi Literatur
Pada literatur dicoba dengan mempelajari buku guna untuk riset ini. Berikut : 1. Mempelajari karakteristik beban listrik dan spesifikasi jenis bangunan.
2. Mempelajari IKE (intensitas konsumsi energi) kelistrikan pada gedung, standar IKE yang ditetapkan
3. Mempelajari peluang penghematan energi potensial, terutama dalam hal beban pencahayaan dan pendingin udara.
3.3 Metode Pencarian Data
Dalam Riset pengumpulan informasi dicoba buat menunjang hasil riset, ada pula tata cara yang dicoba selaku berikut:
Terdapat 2 tipe metode pengumpulan informasi, ialah memakai informasi primer serta data sekunder.
1. Data Primer
Didapat langsung di lapangan, semacam informasi pengukuran beban, pola pemakaian beban, dan data spesifikasi beban listrik untuk Gedung Kuliah Bersama IV (GKB 4) Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Data sekunder
Didapat dari riset dan referensi dari pihak GKB IV, seperti data denah dan spesifikasi gedung, data informasi tagihan listrik bulanan Gedung Kuliah Bersama IV (GKB 4) Universitas Muhammadiyah Malang.
3.4 Metode Pencarian Data
Berdasarkan information yg sudah didapat, sehingga penelitian ini bisa dilaksanakan menggunakan prosedur berikut:
1. Melaksanakan pengumpulan information ke Gedung Kuliah Bersama (GKB 4) untuk mengenali kondisi ataupun ketentuan yang sebetulnya, Misalnya:
Situasi bangunan ataupun ketentuan besar gedung dan tipe fitur yg sedang terdapat pada gedung.
2. Menghitung nilai IKE (Intensitas Konsumsi Energi) dalam beban listrik pada Gedung Kuliah Bersama 4 (GKB 4) menurut rekening lisrik tahun sebelumnya, dilakukan buat mengetahui profil penggunaan tenaga dalam
47
bangunan sebagai akibatnya bisa mengetahui seberapa penggunaan tenaga sang beban-beban listrik.
3. Analisis Intensitas Pencahayaan pada intensitas pencahayaan yang terdapat pada Gedung Kuliah bersama 4 (GKB 4) buat selanjutnya dianalisis &
dihitung buat memilih intensitas pencahayaan yg sinkron standar.
4. Kajian awal :
a. Melaksanakan walkthrough audit, untuk mengenali konsumsi daya, misalnya jumlah alat- alat listrik & beban- beban yang terpasang.
b. Memantau ketentuan bagi konsumsi daya, spesialnya dalam pengurusan daya, bagus itu pengurusan generik untuk AC & alat- alat listrik &
lainnya
c. Mengestimasi Besarnya Nilai Keseriusan Mengkonsumsi Tenaga (IKE) pada dalam tahun tadinya, biar mengenali profil konsumsi daya dalam bangunan, hingga bagi itu dapat dikenal alat-alat konsumsi energi energinya relatif.
5. Kegiatan aktivitas yg hendak diawasi pada riset ini ialah:
a. Mengumpulkan & mempelajari beberapa masukan yang dapat mengambil besarnya keinginan daya Gedung bagi output riset &
pengukuran.
b. Pengukuran konsumsi daya masing- masing bagian alat- alat listrik yang bekerja.
3.5 Analisis Peluang Hemat Energi (PHE)
Mengenali bisa jadi Peluang Hemat Energi (PHE) dari hasillpengukuran sehabis itu ditindak lanjuti dengan perhitungan besarnya komsumsi daya beban- bobot listrik.. Bila kesempatan irit tenaga ini sudah dikenali tadinya, hingga butuh ditindak lanjuti dengan analisa kesempatan irit tenaga, ialah dengan metode menyamakan kemampuan akuisisi irit tenaga dengan bayaran yang wajib dibayar buat penerapan konsep pengiritan tenaga yang dianjurkan. Analisa kesempatan irit tenaga dicoba dengan usaha- usaha:
a. Kurangi sekecil bisa jadi konsumsi tenaga (kurangi kW serta jam pembedahan) spesialnya buat bobot pencerahan serta AC.
48
b. Pemakaian lampu Light Emitting Diode (LED) selaku pengganti lampu TL serta lampu LHE.
c. Mengoptimalkan kedudukan pangkal energi orang buat tingkatkan pengiritan energi listrik spesialnya pemakaian bobot lampu serta AC.
d. Melaksanakan penukaran AC yang umurnya lebih dari 5 tahun dengan AC irit energi tekhnologi inverter.
e. Memakai AC dengan temperatur yang sudah dianjurkan oleh Menteri Tenaga Serta Pangkal Energi Mineral Indonesia.
3.6 Variabel Penelitian
Ada pula dalam riset ini ada variabel - variabel yang hendak digunakan selaku acuan buat menganalisis informasi yang hendak diolah, berikut :
3.6.1 Variabel Kontrol
Ialah faktor konsisten akibatnya hubungan faktor luas pada faktor terikat tidak dipengaruhi oleh perspektif luar yang tidak diawasi dapat ditinjau melaluiTTabel 3.1, Berikut:
Tabel 3.1 Variabel Kontrol
No. Variabel Variasi Hasil
1 Jenis gedung Perkantoran
2 Waktu pengambilan data
11.00 dan 13.00
3 Jumlah AC (Air Condition) Unit
4 Jumlah unit lampu Unit
5 Standar SNI
SNI 03-6196-2000 Metode audit tenaga pada gedung
bangunan
49 3.6.2 Variabel Bebas
Ialah faktor leluasa yang pengaruhi atau jadi sebab pergantian atau timbulnya faktor terbatas (faktor Terikat). Dimana pada studi ini dipakai faktor luas yang disuguhkan pada Tabel 3.2 berikut:
Tabel 3.2 Varibel Bebas (independent variable)
No. Variabel Variasi Hasil
1 Suhu dalam ruangan Temperatur (ºC)
2
Intensitas cahaya dalam
ruangan Pencahayaan (Lux)
3 Peralatan elektronik Daya (W)
4 Jumlah orang dalam
ruangan Orang
3.6.3 Variabel Terikat
Ialah faktor yang dipengaruhi maupun yang jadi dampak karena adanya faktor bebas (faktor luas). Dimana pada studi ini dipakai faktor terikat ialah :
Tabel 3.3 Faktor Terikat (dependent variable)
No. Variabel Variasi Hasil
1 Beban pendingin dalam ruangan Heat (watt) 2
Beban Pencahayaan dalam ruangan Pencahayaan (Lux) Konsumsi listrik dalam ruang 3
Lingkup Penelitian
Intensitas Konsumsi Energi (Kwh/m2/Bulan)
3.7 Pendekatan Penelitian
Aturan metode studi yakni rute yang dipakai untuk menempuh studi ini. Oleh karena konsumsi aturan metode yang cocok amat berarti studi yang dilaksanakan dapat teratasi begitu juga mestinya dan dapat dipertanggung jawabkan dari hasil dan kebenarannya. Posisi untuk studi ini bertempat pada bangunan Gedung kuliah bersama 4 (GKB 4) Universitas Muhammadiyah Malang.
Penghematan tersebut tidak terlalu besar dikarenakan banyak ruangan di lantai basement dan lantai basement gedung Kuliah Bersama 4 Universitas Muhammadiyah Malang yang masih belum sesuai dengan standart SNI sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah lampu. Total konsumsi energi listrik penerangan setelah penghematan adalah 81.34 kWh/hari.
50
Tarif kategori listrik pelanggan PLN dikategorikan ke dalam beberapa golongan:
1. R-3 atau TR, buat rumah tangga besar, dengan energi 660 VA ke atas 2. P-1 atau TR, buat kantor rasio menengah, dengan energi 660 VA hingga
dengan 200 kVA
3. B-2 atau TR, buat bidang usaha rasio menengah, dengan energi 660 VA hingga dengan 200 kVA
4. B- 3 atau TM, buat bisnis rasio besar, rasio besar, dengan energi diatas 200 kVA Bangunan kuliah Bersama 4 ialah Bangunan perkantoran kepunyaan swasta serta tercantum jenis klien B-3 dengan bayaran listrik Rp 1. 444 per kWh
3.8 Audit Energi SistemSTatasUdara pada Bangunan Gedung (Air Conditioning)
Keadaan temperatur serta kelembaban dalam sesuatu ruangan amat pengaruhi kenyamanan pengontrol yang ada diruangan itu Rasa aman bisa diterima apabila temperatur ruangan berkisar antara 24ºC-26ºC serta dengan kelembaban hawa antara 50-70%. Guna menggapai keadaan yang diidamkan itu hingga digunakan perkakas penyejuk hawa misalnya kipas angin serta air conditioning (AC). Audit energi sistem ketentuan hawa berarti buat mengenali situasi temperatur serta kelembaban dalam sesuatu ruangan serta mengenali keahlian mengkonsumsi perkakas penyejuk hawa.
3.9 Audit Energi Sistem Pencahayaan pada bangunan Gedung menggunakan Dialux 10.1
Audit energi sistem pencerahan berarti buat mengenali pencerahan dalam sesuatu ruangan. Pencerahan dalam sesuatu ruangan wajib dicocokkan dengan tipe kegiatan didalam ruangan itu. Bila aktifitasnya menginginkan ketepatan yang besar, hingga kadar pencerahan yang diperlukan pula kemudian jadi besar.
Tidak hanya buat mengenali kadar pencerahan dalam sesuatu ruangan, audit energi sistem pencerahan pula berarti buat mengenali keahlian mengkonsumsi energi buat sistem pencerahan dalam sesuatu ruangan. pencerahan, sistem ketentuan hawa disetiap ruangan serta Intensitas Komsumsi Energi (IKE)
51
listriknya cocok dengan standar yang telah ditetapkan
3.10 Analisa Pengaruh Terang langit terhadap Titik Intensitas Cahaya Besar kecilnya tingkatan Keseriusan sinar dalam pengukuran titik pula dipengaruhi oleh Cerah langit. Meski tidak stabilnya sinar cerah langit yang masuk kedalam ruangan, cerah langit pula dapat dijadikan acuan selaku bawah dari nilai keseriusan sinar yang masuk. Berikut merupakan grafik dan tabel cerah langit yang masuk bersumber pada hari serta jampengukuran.
3.11 Metode Pengukuran Langsung
Pengukuran langsung dicoba pada hari Rabu, 15 Juni 2021 dengan lama pengumpulan data dicoba pada pagi hari jam 09.00 Wib, petang hari jam12.00 Wib dan petang hari jam 15.00 Wib dengan suasana langit sedikit kurang mensupport.
Ruang kategori yang diukur mempunyai 2 jenis besar ialah 51,84 m² serta 77,76 m2. Merujuk pada SNI 16-7062-2004 mengenai pengukuran keseriusan pencerahan di tempat kegiatan dituturkan kalau bila besar ruangan antara 10 m² hingga dengan 100 m², hingga titik potong garis mendatar merupakan jauh serta luas ruangan pada jarak tiap 3 m. Lukisan di dasar ini membuktikan titik- titik pengukuran dari 3 tipe ruang yang dipelajari:
Gambar 3.2 Titik pengukuran pencahayaan dalam ruang
Untuk jumlah keseluruhan ruangan yang diukur, terdiri dari 11 ruang kelas bisa diamati pada ilustrasi 3.3 berikut:
52
Gambar 3.3 Denah ruang kelas yang diukur Sumber : Data BP2K UMM 3.12 Metode Simulasi Software
Pengukuran menggunakan metode simulasi pencahayaan alami menggunakan software DIALux evo 10.1 dibuat sedekat mungkin dengan kondisi eksisting untuk mendapatkan data simulasi yang mendekati kenyataan di lapangan sehingga menghasilkan data yang valid. Gambar 3.4 berikut adalah hasil dari rencana tata ruang yang akan disimulasikan pada software DIALux evo 10.1 Simulasi dicoba pada disaat yang sesuai guna menyamakan hasil dengan pengukuran langsung, yang dicoba pada hari Kamis, 1 Maret 2021 dimana situasi disaat itu merupakan pada pagi hari jam 09.00 Wib, siang hari jam 12.00 Wib, jam 15.00 Wib. serta petang hari jam 17.00 Wib.
Ketentuan lain terkait pengaturan pada software DIALux evo 10.1 yang perlu diperhatikan adalah koordinat lokasi dan kemiringan bangunan. Pada software dapat dilakukan dengan memilih menu “construction” kemudian memilih sub menu “site”, maka akan muncul kotak dialog “site alignment”.
Yang perlu diperhatikan adalah koordinat lokasi, dalam hal ini letak tapak berada pada bujur 112,62° dan lintang -7,96° (artinya 7,96° lintang selatan).
Kemiringan bangunan dapat dimasuki pada “paralel utara” yaitu -15° atau dalam bilangan positif 345°.Lebih jelasnya bisa diamati pada Gambar 3.4 di bawah ini:
53
Gambar 3.4 Setting koordinat lokasi dan kemiringan bangunan Sumber:
DIALux evo 10.1
Selanjutnya untuk pengaturan waktu dan kondisi pencahayaan alami dapat dilakukan dengan berikut :
1. Memilih menu “light”
2. Kemudian sub menu “light scene”.
3. Untuk membuat kondisi baru mengenai waktu dan kondisi pencahayaan alami ini, pada kotak dialog “lightscene” pilih “create blank light scene”, 4. Kemudian edit/ubah nama light scene untuk memudahkan membedakan
kondisi.
5. Selanjutnya, buat pengaturan untuk kondisi pencahayaan alami, di kotak dialog "luminaire groups of the light scene",
6. Kemudian pilih langit rata-rata untuk mewakili kondisi langit yang sedikit mendung (sama dengan kondisi pengukuran langsung yang ada)
7. Selanjutnya untuk tanggal dan waktu masukkan tanggal dan waktu dari pengumpulan data.
8. Kemudian beri tanda centang pada "generate outputs for light scene" agar light scene yang dibuat dapat dicetak/didokumentasikan.
9. Akhir, diberi centang pada" cahaya mentari langsung" supaya bisa mengetahui cahaya mentari langsung cocok dengan situasi yang terdapat. bisa diamati pada Gambar 3.5 berikut:
54
Gambar 3.5 Setting koordinat lokasi dan kemiringan bangunan Sumber : DIALux evo 10.1