TUGAS AKHIR
ANALISIS RASIO KEUANGAN PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDO Tbk PERIODE 2016-2018
OLEH :
ANNISA RIZKI NUR RAMADHANI 162101029
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2020
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Robbi Alamin. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunianya yang telah memberikan pengetahuan, pengalaman , kekuatan, dan kesempatan, kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul “Analisis Rasio Keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Periode 2016 – 2018 ”. Tugas akhir ini diselesaikan guna untuk memenuhi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program pendidikan Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Peneliti menyadari bahwa tanpa adanya bantuan, pengarahan, bimbingan, serta motivasi dari berbagi pihak, penulisan tugas akhir ini tidak akan mungkin dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena kesempatan ini, peneliti mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs., Raja Bongsu Hutagalung, M.Si., selaku ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus sebagai Dosen Penguji Tugas Akhir.
3. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar, SP.,MBA. selaku sekretaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus menjadi Dosen Pembimbing Tugas Akhir.
4. Teristimewa untuk Orang tua peneliti yang telah berjuang dan memberikan semangat, motivasi juga masukan kepada peneliti.
5. Seluruh Dosen Pengajar dan Pegawai di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
6. Teruntuk teman-teman peneliti yang telah dan selalu memberi dukungan kepada peneliti untuk bisa tetap semangat dalam menjalankan dan melaksanakan tugas akhir ini.
Akhir kata, semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi semua pihak yang membaca atau membutuhkan. Semoga kita selalu diberkati Tuhan Yang Maha Esa dalam segala mujizat yang diberikan-Nya kepada kita.
Medan, Januari 2020 Peneliti
Annisa Rizki Nur Ramadhani 162101029
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR TABEL...v
DAFTAR GAMBAR...vi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...1
1.2 Rumusan Masalah...5
1.3 Tujuan Penelitian...5
1.4 Manfaat Penelitian...5
1.5 Jadwal Penelitian...6
1.6 Sistematika Penelitian……….….7
BAB II PROFIL PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk 2.1 Sejarah Perusahaan...8
2.2 Visi dan Misi Perusahaan...10
2.3 Logo PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk...11
2.4 Struktur Organisasi...12
2.5 Job Description...13
2.6 Nilai – Nilai Perusahaan...21
2.7 Sejarah Pencatatan Saham...22
2.8 Jaringani Usaha...23
2.9 Rencana Usaha...23
2.10 Produk Perusahaan...24
2.11 Kinerja Usaha Terikini ...26
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertia Laporan Keuangan...29
3.2 Tujuan Laporan Keuangan...31
3.3 Manfaat Laporan Keuangan...31
3.4 Alat Analisis Laporan Keuangan ...32
3.5 Keterbatasan Laporan Keuangan...35
3.6 Pihak-pihak Yang Memerlukan Laporan Keuangan...36
3.7 Jenis Laporan Keuangan…...37
3.8 Pengertian dan Jenis Rasio Keuangan...38
3.9 Laporan keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk..39
3.10 Analisis Rasio Keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Periode 2016 -2018 ...44
3.11 Analisis Rasio Keuangan PT. Siantar Top ...62
3.12 Hasil Analisa Data Perbandingan Rasio Keuangan...80
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan...84 4.2 Saran...86 DAFTAR PUSTAKA...88
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
1.1 Ikhtisar Data Keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk... 3
1.2 Jadwal Penelitian... 6
2.1 Susunan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi... 13
2.2 Sejarah Pencatatan Saham PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk... 22
3.1 Laporan Posisi Keuangan... 39
3.2 Laporan Posisi Keuangan (Lanjutan)...40
3.3 Laporan Laba Rugi... 41
3.4 Data Current Ratio Tahun 2016-2018... 42
3.5 Data Quick Ratio Tahun 2016-2018... 44
3.6 Data Cash Ratio Tahun 2016-2018...46
3.7 Data Debt Ratio Tahun 2016-2018... 47
3.8 Data Debt to Equity Ratio Tahun 2016-2018... 49
3.9 Data Total Assets Turnover Tahun 2016-2018... 50
3.10 Data Fixed Assets Turnover Tahun 2016-2018... 52
3.11 Data Gross Profit Margin Tahun 2016-2018...55
3.12 Data Net Profit Margin Tahun 2016-2018...57
3.13 Data Return On Equity Tahun 2016-2018... 58
3.14 Data Return On Investment Tahun 2016-2018... 61
3.15 Laporan Posisi Keuangan PT. Siantar Top ... 62
3.16 Laporan Posisi Keuangan PT. Siantar Top.(Lanjutan)... 63
3.17 Laporan Laba Rugi PT, Siantar Top... 64
3.18 Data Current Ratio PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 65
3.29 Data Quick Ratio PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 67
3.20 Data Cash Ratio PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 68
3.21 Data Debt Ratio PT. Siantar Top Tahun 2016-2018...69
3.22 Data Debt to Equity Ratio PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 70
3.23 Data Total Assets Turnover PT. Siantar Top Tahun 2016-2018.... 71
3.24 Data Fixed Assets Turnover PT. Siantar Top Tahun 20162018.... 73
3.25 Data Gross Profit Margin PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 74
3.26 Data Net Profit Margin PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 75
3.27 Data Return On Equity PT. Siantar Top Tahun 2016-2018... 76
3.28 Data Return On Investment PT. Siantar Top Tahun 2016-2018.... 76
3.39 Hasil Perbandingan Rasio Keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk dan PT. Siantar Top... 78
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.1 Logo PT.Nippon Indosari Corporindo Tbk... 11 2.2 Struktur Organisasi PT. Nippon Indosari
Corporindo Tbk... 12 2.3 Informasi Pemegang Saham... 12
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang baik membuat terjadinya berbagai jenis persaingan perusahaan. Hal ini membentuk setiap perusahaan agar bisa membuat hasil yang professional untuk perkembangan perusahaan itu sendiri. Dengan adanya persaingan berbagai jenis perusahaan baik perusahaan jasa maupun barang diperlukan adanya penampilan kinerja keuangan yang baik dari setiap perusahaan yang bersaing dan ditunjang dengan berbagai jenis strategi dari perusahaan itu sendiri.
PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bersifat terbuka dan bergerak di bidang industri makanan terutama roti. Tujuan dari didirikannya perusahaan ini adalah untuk memberikan kepada masyarakat Indonesia dalam memproduksi dan mendistribusikan beragam produk roti yang baik, halal, berkualitas tinggi, higienis dan terjangkau. Produk-produk dari perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk pun mulai dikenal oleh masyarakat dengan baik. Banyak masyarakat tidak ragu dan mempercayakan kualitas produk roti perusahaan.
Seperti umumnya perusahaan yang lain, PT. Nippon Indosari Corporindo juga membuat laporan guna untuk memenuhi gambaran atau informasi yang menyeluurh untuk mengenai keadaan harta, hutang, modal dan pendapatan serta biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk dapat berguna bagi
perusahaan itu sendiri juga maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan tersebut. Namun laporan keuangan itu hanya menyajikan data yang bersifat umum dan merupakan sebuah laporan saja, sehingga perlu dilakukannya sebuah analisis yang lebih jauh untuk laporan keuangan tersebut agar menjadi relevan, jelas, dimengerti, dipercaya, dapat dijui kebenarannya, dan dapat dipercaya sebagai informasi untuk mengambil sebuah keputusan baik dari perusahaan atau pihak-pihak tertentu yang berkepentingan dengan perusahaan.
Manajemen keuangan berpengaruh dalam setiap aktivitas dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dibutuhkan dan diharapkan mampu menunjukkan kinerja dari perusahaan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat memberikan kinerja dan pengelolaan operasional secara baik dan efektif sehingga dapat memberikan pertumbuhan dalam setiap aktivitas perusahaan tersebut.
Menurut Kasmir (2012:7) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan paa saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan disusun guna menyediakan informasi terkait dengan posisi keuangan, perubahan posisi keuangan dan kinerja suatu entitas sehingga laporan keuangan tersebut memerikan manfaat bagi para pengguna dalam mengambil keputusan. Laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi atau suatu perusahaan meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil dari sekian banyaknya transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan tersebut. Transaksi dan peristiwa yang bersifat financial (keuangan) dicatat, digolongkan dan diringkas dengan cara tepat dalam satuan uang yang kemudian ditafsirkan untuk berbagai tujuan.
Laporan keuangan yang disusun untuk memberikan informasi kepada berbagai pihak terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Penggunaan Modal Keja dan juga Laporan Arus Kas.
Dalam laporan keuangan, sudah merupakan kewajiban suatu perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu. Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis sehingga dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan pada saat terkini. Kemudian laporan keuanganlah yang akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan untuk saat sekarang dan kedepannya dengan melihat berbagai persoalan yang ada dalam laporan keuangan tersebut.
Tabel 1.1
PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Ikhtisar Data Keuangan
Periode 2016 – 2018
Tahun Aktiva Lancar
Hutang Lancar
Kas dan Setara
Kas
Total Aktiva
Total Ekuitas
Total Hutang Jangka Panjang
Laba
2016 949.414 320.501 610.989 2.919.640 1.476.889 1.156.387 279.777 2017 2.319.937 1.027.176 1.895.069 4.559.573 1.739.467 712.291 135.364 2018 1.876.409 525.422 1.294.525 4.393.810 1.476.909 951.487 127.171 Sumber : PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk, 2019
Berdasarkan dari Tabel 1.1 yang berisikan ikhtisar data keuangan perusahaan dari tahun 2016, 2017, hingga 2018 yang memberikan gambaran terhadap perubahan posisi keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk pada
tahun-tahun tesebut. Setiap tahun terlihat naik turunnya jumlah baik aktiva lancar, hutang lancar, kas dan setara kas, total aktiva, total ekuitas, dan total hutang jangka panjang. Namun untuk laba perusahaan dapat dilihat bahwa mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Laba perusahaan tahun 2016 sebesar Rp. 279.777 (dalam jutaan rupiah) mengalami penurunan drastis pada tahun 2017 sebesar Rp. 144.412 (dalam jutaan rupiah) menjadi Rp. 135.364 (dalam jutaan rupiah). Kemudian pada tahun 2018 perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk juga mengalami penurunan sebesar Rp. 8.193 (dalam jutaan rupiah) menjadi Rp. 127.171 (dalam jutaan rupiah). Perubahaan posisi keuangan tersebut belum cukup untuk menjelaskan perubahan kinerja perusahaan disetiap tahunnya. Maka dari itu, diperlukan analisis yang lebih spesifik agar dapat diperoleh sebuah gambaran yang lebih jelas tentang peningkatan maupun penurunan kinerja perusahaan disetiap tahunnya. Dalam mengadakan analisa laporan keuangan suatu perusahaan, maka diperlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran tersebut yang sering digunakan dalam analisa keuangan adalah rasio keuangan.
Berdasarkan uraian di atas dan untuk mengetahui sejauh mana kineja dari perusahaan saat ini maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk dan menuliskannya dalam bentuk Tugas Akhir dengan judul “Analisis Rasio Keuangan PT. Nippon Indosarsi Corporindo Tbk pada periode 2016 – 2018”
1.2 Rumusan Masalah
Rasio Keuangan merupakan salah satu cara untuk mengukur dari laporan keuangan perusahaan. Melalui Rasio keuangan tersebut maka dapat dianalisis baik buruknya keadaan posisi keuangan dari perusahaan tersebut dari satu periode ke periode berikutnya. Maka adapun yang menjadi perumusan masalah sehubungan dengan analisis rasio keuangan perusahaan yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya selama tahun 2016 – 2018?
2. Bagaimana kemampuan perusahaan dalam mendanai kegiatan usahanya selama tahun 2016 – 2018?
3. Bagaimana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama tahun 2016 – 2018?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dari kinerja keuangan pada PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk pada tahun 2016 – 2018.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penulisan ini adalah : 1. Bagi PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
Sebagai bahan tambahan masukan dan informasi bagi perusahaan PT.
Nippon Indosari Corporindo Tbk guna melihat perkembangan
perusahaan dan pengambilan keputusan perusahaan berdasarkan kinerja keuangan di masa yang akan datang.
2. Bagi Peneliti
Sebagai bahan pengembangan pola pikir peneliti terhadap pengetahuan mengenai keuangan terkhusus pada bagian rasio keuangan.
3. Bagi Peneliti Lain
Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan referensi bagi peneliti-peneliti yang nantinya dapat memberikan perbandingan lain untuk melihat masalah yang sama pada masa yang akan datang.
1.5 Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan oleh penulis pada perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk yang berlangsung pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2019 yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 1.1 Jadwal Penelitian
No Kegiatan Okt-19 Nov-19 Des- 19
III IV I II III IV I II 1 Pengajuan Judul
2 Pengajuan Dosen
Pembimbing
3 Pengumpulan Data 4 Penyusunan Tugas
Akhir
5 Bimbingan Tugas
Akhir
6 Penyelesaian Tugas
Akhir
1.6 Sistematika Penelitian
Sistematika penelitian dari Tugas Akhir ini mencakup dari 4 bab, yaitu : BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini peneliti menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, jadwal penelitian dan sistematika penelitian yang dilaksanakan.
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Dalam bab ini peneliti menguraikan tentang sejarah ringkas perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, strategi usaha perusahaan, sejarah pencatatan saham perusahaan dan produk perusahaan.
BAB III : PEMBAHASAN
Dalam bab ini peneliti memaparkan dan menganalisis data sesuai dengan topik dan hasil pengujian.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini peneliti memberikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan terhadap PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk dan saran yang akan diajukan untuk pengembangan proses pengolahan data di PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
BAB II
PROFIL PT. NIPPON INDOSARI CORPORINDO Tbk
2.1. Sejarah PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk merupakan salah satu perusahaan roti dengan merek dagang Sari Roti terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1995 sebagai sebuah perusahaan penanaman modal asing dengan nama PT Nippon Indosari Corporation. Sari Roti merupakan produsen roti dengan kapasitas cakupan pendistribusian sebesar 24.000 outlet yang tersebar di Indonesia.
Perkembangan perusahaan ini semakin meningkat dengan semakin meningkatnya permintaan konsumen sehingga perseroan mulai meningkatkan kapasitas produk dengan menambahkan dua lini produksi, yakni roti tawar dan roti manis sejak tahun 2001. Perusahaan meluncurkan produk komersial pertama dengan merek Sari Roti.
Dengan sasaran utama wanita karir dan ibu rumah tangga, perubahan skala industri bakeri diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu produk bakeri yang dihasilkan. Dari industri tradisional yang terkadang kurang higienis, pengemasan yang kurang menarik, serta tidak adanya jaminan pangan halal, dan menggunakan teknologi tradisional, menjadi produk berteknologi tinggi dengan kemasan yang menarik dan terjamin kehalalan serta higienitas produknya. Untuk lebih meningkatkan pemasaran dan nilai jual produk, maka dikembangkan pula beberapa variasi produk yang tetap mengacu pada mutu internasional, namun dengan tidak meninggalkan cita rasa lokal.
Hal ini seiring dengan pembukaan pabrik baru yang mulai merambah hingga Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 2005. Tak hanya sampai di situ, perusahaan semakin gencar untuk melebarkan sayap usaha-nya dengan membuka pabrik ke-tiga yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat pada tahun 2008.
Sejak tanggal 28 Juni 2010 perseroan telah melakukan Penawaran Umum Perdana dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bisnis roti yang dijalani perusahaan ini semakin berkembang, dengan ini perusahaan semakin giat melakukan pembangunan pabrik baru di beberapa tempat, seperti pembangunan tiga pabrik sekaligus di Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), dan Cikarang (Jawa Barat) pada tahun 2011 serta pembangunan dua pabrik di Palembang (Sumatera Selatan) dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Pada tahun 2006, perseroan ini telah berhasil mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan sertifikat jaminan keamanan pangan sebagai bukti komitmen Perseroan dalam mengedepankan prinsip 3H (Halal, Healthy, Hygienic) pada setiap produk Sari Roti. Produk Sari Roti juga telah terdaftar melalui Badan BPOM Indonesia dam memperoleh sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tak hanya itu PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. juga telah berhasil memperoleh beberapa penghargaan, di antaranya Top Brands sejak tahun 2009 hingga 2011, Top Brand for Kids sejak tahun 2009 hingga 2012 Marketing Awards 2010, Indonesia Original Brands 2010, Investor Award 2012, penghargaan dari Forbes Asia dan beberapa penghargaan lainnya. Pada tahun
2016, Perseroan mendirikan usaha patungan yang bergerak dalam industri makanan di Filipina dengan nama Sarimonde Foods Corporation. Kemudian pada tahun 2018, Perseroan mengoperasikan pabrik ke-11 yang berlokasi di Batam.
Beberapa produk Sari Roti antara lain Roti Tawar Spesial 6 Slices, Roti Tawar Keju, Sandwich Isi Coklat, Sandwich Isi Krim Peanut, Chiffon Cup Cake Strawberry, Chiffon Cup Cake Pandan, Chiffon Cup Cake Coklat, Roti Isi Mix Fruit, Roti Isi Krim Coklat Vanilla, Roti Isi Krim Coklat, Roti Isi Krim Keju, dan beberapa varian produk lainnya. Dengan tetap dijaga-nya komitmen Sari Roti dalam proses produksi mulai dari tahap pemilihan bahan-bahan yang berkualitas, tahap pemrosesan hingga pendistribusian yang dilakukan secara profesional dengan bantuan tenaga-tenaga ahli di bidang-nya membuat Sari Roti selalu menjadi makanan pilihan bagi keluarga Indonesia.
2.2. Visi dan Misi Perusahaan 2.2.1. Visi
“Senantiasa tumbuh dan mempertahankan posisi sebagai perusahaan roti terbesar di Indonesia melalui penetrasi pasar yang luas dan dalam dengan menggunakan jaringan distribusi yang luas untuk menjangkau Konsumen di seluruh Indonesia.”
2.2.2. Misi
“Memproduksi dan mendistribusikan beragam produk yang halal, berkualitas tinggi, higienis dan terjangkau bagi seluruh Konsumen Indonesia.”
2.3. Logo PT. Nippon Indosari Corporindo, Tbk
Logo adalah sebuah lambang atau simbol khusus yang digunakan untuk mewakili suatu perushaaan atau organisasi. Sebuah logo yang unik didesain dan diciptakan secara khusus oleh perusahaan sebagai identitas atau pembeda dari perusahaan kompetitor atau pesaing. Karena difungsikan sebagai identitas sebuah perusahaan maka logo harus divisualisasikan secara unik agar mudah diingat serta relevan sehingga mampu memberikan penjelasan mengenai apa yang ditawarkan oleh perusahaan.
Sumber : www.sariroti.com , 2019 Gambar 2.1
Logo Sari Roti PT. Nippon Indosari Corporindo, Tbk
2.4. Struktur Organisasi PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
Sumber : https://www.sariroti.com/tata-kelola-perusahaan/#struktur-organisasi , tahun 2019
Gambar 2.2
Struktur Organisasi PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
Tabel 2.1
Susunan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Periode Tahun 2015-2020.
Dewan Komisaris Nama
Presiden Komisaris Benny Setiawan Santoso
Komisaris Tan Hang Huat
Komisaris Independen Jusuf Arbianto Tjondrolukito Direksi
Presiden Direktur dan CEO Wendy Sui Cheng Yap
Direktur Yenni Husodo
Direktur Kaneyosi Morita
Direktur Seiji Kusunoki
Direktur Indrayana
Direktur Independen Chin Yuen Loke
Sumber : www.sariroti.com , 2019 2.5. Job Description
Berikut ini adalah Job Description dari Perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk:
1. Presiden Direktur
Presiden direktur, dalam hal ini adalah pimpinan tertinggi PT Nippon Indosari Corpindo Tbk yang memiliki wewenang penuh terhadap perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, presiden direktur dibantu oleh seorang direktur.
2. Direktur
Direktur bersama-sama dengan direktur operasional membantu presiden direktur dan bertanggung jawab penuh atas jalannya kegiatan operasional perusahaan.
3. Direktur Operasional
Direktur operasional bertanggung jawab atas berlangsungnya kegiatan perusahaan sehingga tujuan dari perusahaan tercapai, yakni mencapai prestasi yang tinggi dalam menghasilkan produk-produk yang bermutu.
4. Business Development Executive
Business development executive bertanggung jawab penuh apabila terdapat perluasan pabrik dan penambahan lini-lini di dalam pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan peningkatan pangsa pasar. Selain itu, bertanggung jawab apabila terdapat penambahan mesin-mesin produksi. Business development executive bertanggung jawab langsung kepada direktur operasional.
5. General Manager (GM) Finance and Accounting
General manager finance and accounting bertanggung jawab atas aliran keuangan yang dilakukan oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk termasuk pembukuannya. Departemen ini terbagi menjadi beberapa sub bagian, yaitu:\
A. Finance and Accounting Manager (FAM) Cikarang Finance and Accounting Manager Cikarang
Bertanggung jawab untuk mengawasi keuangan hasil penjualan dan juga bertugas dalam menghitung stock opname terhadap bahan baku, biaya pajak, biaya produk-produk yang ditolak atau dikembalikan, maupun biaya operasional umum. FAM Cikarang membawahi accounting yang bertanggung jawab terhadap tagihan-tagihan para supplier, outlet, agen, dan yang lainnya. Sub bagian ini harus
membuat pembukuan tentang lembar tagihan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada GM finance and accounting.
B. Internal Audit (IA) and System Procedur Manager
Internal audit memiliki tugas melakukan pemeriksaan terhadap keuangan perusahaan dan pemeriksaan terhadap sistem perusahaan. Internal audit bertanggung jawab kepada direktur operasional dan keputusan diserahkan kepadanya. Sedangkan sistem prosedur memiliki tugas membuat sistem atau prosedur pembayaran, penagihan, dan hal-hal yang berhubungan dengan bagian accounting serta audit yang akan dibakukan oleh perusahaan. Bagian ini juga bertaggung jawab melakukan audit internal semua kegiatan yang berlangsung dalam PT Nippon Indosari Corpindo Tbk serta mengawasi prosedur SOP yang berlaku di perusahaan.
C. Purchasing Manager
Purchasing bertanggung jawab penuh terhadap pengadaan barang-barang untuk perusahaan, baik itu untuk keperluan produksi seperti bahan baku, bahan penunjang, mesin, peralatan maupun untuk keperluan perusahaan lainnya.
D. Information Technology Manager
Information technology bertanggung jawab terhadap sistem jaringan informasi dalam PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Information technology bertugas pula dalam hal komputerisasi di perusahaan.
6. Product Development and Quality Assurance (PDQA) Manager
Departemen ini dipimpin oleh seorang manajer PDQA. Departemen PDQA bertanggung jawab terhadap pengembangan produk, menciptakan produk baru, pengawasan bahan baku, pengawasan saat proses produksi, dan pengawasan mutu produk. PDQA terbagi atas dua bagian, yaitu:
A. Product Development (PD)
Product development bertugas untuk melakukan pengembangan produk baru, pengembangan produk yang sudah ada dengan beberapa alternatif, yaitu dengan pemakaian bahan baku yang berbeda, alternatif parameter proses, dan perubahan total dari konsep yang telah ada. Pembuatan konsep produk (diversifikasi produk) dalam rangka pengembangan maupun perbaikan produk untuk jangka panjang dilakukan oleh bagian spesialisasi dari PD.
B. Quality Assurance (QA)
Quality assurance bertanggung jawab atas kualitas mutu dan jaminan mutu produk yang dihasilkan, perbaikan, dan pengontrolan (pengawasan) mutu produk dengan rangkaian sistem pendukung seperti GMP (Good Manufacturing Practices), SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures), HACCP (Hazard Analysis and Critical Point), dan Sistem Jaminan Halal (SJH). Pengontrolan dilakukan dari dalam yaitu dari area produksi langsung dan berdasarkan kontak keluhan konsumen.
QA terbagi dalam empat bagian Quality Control (QC), yaitu:
1) QC raw material,
bertugas untuk memeriksa kondisi bahan baku saat diterima, apakah bahan baku yang telah datang sesuai dengan ketentuan mutu yang telah ditetapkan, serta memeriksa kondisi penyimpanan bahan baku.
2) QC field,
memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengawasi proses produksi mulai dari tahap pencampuran hingga produk jadi, menangani masalah yang muncul saat dilapangan produksi, menanalisa produk yang ditolak dan hilang (lost product) serta evaluasinya. QC field Membawahi QC checker, yang bertugas mengawasi proses produksi saat pengemasan produk serta menolak produk yang tidak sesuai dengan standar produk jadi.
3) QC system
yang lebih mengacu pada pembuatan dan perevisian sistem dan prosedur operasi standar produk jadi yang dilakukan untuk memenuhi syarat mutu atau mutu yang diinginkan, yaitu HACCP dan Sistem Jaminan Halal.
4) Lab analysis,
memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu analisis mikrobiologi, analisis kimia, organoleptik, dan analisis lainnya.
7. National Sales Manager
Departemen ini bertanggung jawab terhadap penjualan produk, biasanya dilakukan penetapan target jumlah penjualan yang harus dicapai. Bagian ini terbagi menjadi beberapa sub bagian yaitu :
a. Branch Sales Jabotabek
Bertanggung jawab terhadap pengaturan penjualan produk pada agen-agen di daerah Jabotabek hingga Purwakarta dan Banten.
b. Branch Sales Jawa Barat
Bertanggung jawab terhadapa pengaturan penjualan produk pada agen-agen di daerah Bandung dan Cirebon.
c. Key Account
Bertanggung jawab untuk menganalisa pasar, produk-produk yang ada di pasaran, menganalisa produk pada RO (Reguler Outlet) yaitu untuk estimasi banyaknya produk yang akan dijual, menangani display produk yang ada di pasaran serta bertanggung jawab terhadap pembukaan outlet-outlet baru.
8. Marketing Manager
Bertanggung jawab dalam hal pemasaran produk, melakukan survei pasar dengan Melakukan penilaian terhadap kompetitor, menampung keluhan konsumen yang masuk, membuat konsep awal produk-produk pengembangan yang telah diperkirakan akan segera diluncurkan bersama dengan bagian
produk spesialis PD, dan melakukan perhitungan biaya keseluruhan. Sehingga dalam hal ini bekerja sama dengan bagianpurchasing dan PDQA.
9. Supply Chain Management (SCM)
Departemen ini bertugas dalam hal inventori bahan baku, pendistribusian produk jadi. Depertemen ini terbagi menjadi beberapa sub bagian, yaitu :
a. Production Planning and Inventory Control (PPIC)
Production planning and inventory control secara umum bertanggung jawab mengatur atau merencanakan banyaknya produk yang akan diproduksi, menerima, dan mengeluarkan bahan baku. Tangung jawab dilakukan oleh kedua bagian yaitu bagian inventory control yang bertugas mengatur pemesanan, penerimaan, penyimpanan bahan baku serta pengunaannya dalam produksi agar tidak terjadi penumpukan bahan baku di gudang. Sedangkan product planning bertugas mengumpulkan data tentang estimasi penjualan produk dalam rangka penentuan permintaan barang OTF (Order To Factory).
b. Finished Goods (FG) and Distribution
Finished goods bertanggung jawab terhadap barang (produk jadi) yang akan dikirim. Antara lain adalah pengaturan penempatan barang, jumlah barang berdasarkan OTF, waktu penerimaan dan pengiriman maksimal barang ke outlet-outlet, mengatur barangretur serta mengatur dan mengawasi pengaturan keluar-masuk krat-krat yang digunakan dalam pendistribusian barang. Sedangkan distribusi bertanggung jawab mengatur pengiriman barang yang telah dikemas
ke RO, distribution channel dan agen berdasarkan jumlah barang, agen atau outlet, serta area pemasaran.
10. General Manager Plant
Departemen ini bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional produksi roti. Departemen ini terbagi menjadi dua sub bagian, yaitu :
A. Production Assistant Manager
Production assistant manager bertanggung jawab terhadap semua hal yang terkait produksi dari tahap pencampuran hingga pengemasan, yaitu serah terima bahan baku dari gudang bahan baku hingga pengemasan barang jadi serta pengawasan serah terima barang jadi kepada bagian finished goods.
B. Technician Assistant Manager
Technician assistant manager bagian ini bertanggung jawab terhadap pengaturan, pengawasan dan perbaikan mesin dan peralatan yang digunakan oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.
11. Human Resources and Development-General Affair (HRD-GA) Manager Departemen ini bertanggung jawab terhadap hal yang berhubungan dengan hak dan kewajiban sumber daya manusia dalam PT Nippon Indosari Corpindo Tbk serta kegiatan operasional perusahaan secara umum.
Departemen ini terbagi menjadi dua sub bagian, yaitu : a. HRD Head
HRD head bertugas mengatur prihal penerimaan karyawan dan pemenuhan kebutuhan jumlah karyawan PT Nippon Indosari Corpindo
Tbk, mengatur hak dan kewajiban karyawan, fasilitas karyawan dalam bentuk uang serta bertugas untuk menjalankan fungsi sosial perusahaan seperti acara kunjungan pihak luar (masyarakat umum) dan penerimaan praktek lapang atau magang.
b. General Affair (GA)
General affair bertanggung jawab terhadap operasional perusahaan non produksi secara umum seperti pembayaran listrik, telepon, air, taman, kebersihan serta fasilitas karyawan seperti baju kerja, loker, kantin, dan lain-lain.
2.6. Nilai – Nilai Perusahaan 1. Result
bergerak cepat (Run) untuk memberikan kinerja terbaik (Performance) dan hasil yang optimal (Result) dengan tetap mengedepankan kepuasan Pelanggan.
2. Organization
memiliki nilai (Values) dan budaya (Culture) untuk bekerja dengan hati (Passion) dan mempunyai semangat tinggi untuk senantiasa memberikan yang terbaik (Spirit of Excellence).
3. Teamwork
Kinerja dan pencapaian sebagai satu keluarga besar merupakan hasil kerja sama (Cooperation) dan koordinasi (Coordination) yang unggul dari semua bagian perusahaan .
4. Implementation
memastikan setiap strategi dapat terlaksana dengan baik (Follow through to completion) melalui eksekusi yang sempurna (Execution).
2.7. Sejarah Pencatatan Saham PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
Pada tanggal 18 Juni 2010, ROTI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ROTI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 151.854.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp1.250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Juni 2010.
Tabel 2.2
Sejarah Pencatatan Saham PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Jenis Pencatatan Saham Tgl Pencatatan
Saham Perdana @ Rp1.250,- 151.854.000 28-Jun-2010
Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing) 860.506.000 28-Jun-2010 Pemecahan Saham (Stock Split) 4.049.440.000 29-Nop-2013 Sumber : Britama.com, 2015
Sumber : https://www.sariroti.com/informasi-investor/#laporan-tahunan/ , 2019 Gambar 2.3
Informasi Pemegang Saham PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
2.12. Jaringan Usaha
Adapun bidang usaha dari PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk adalah sebagai Perusahaan yang menjadi penyedia dan penjual pada bidang makanan terkhusus pada prodik roti, Perusahaan senantiasa menghasilkan produk yang bermutu tinggi dengan memiliki bahan baku yang berkualitas tinggi yang sebelumnya melalui proses Riset dan Pengembangan, memiliki pasokan bahan baku sendiri, memiliki tenaga kerja yang handal dan kompeten dalam bidangnya serta memberikan proses pelatihan yang berkelanjutan sesuai dengan rangka pencapaian visi dan misi perusahaan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), dan Sistem Jaminan Halal (SJH).
Mengutamakan kepuasan pelanggan yang berorientasi dengan melakukan berbagai proses penseleksian terhadap semua produk sari roti seperti menggunakan metal detector untuk memastikan kemasan aman sebelum sampai kepada pelanggan dan melakukan proses pendistribusian maksimal 24 jam
2.13. Rencana Usaha
Untuk mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan dilakukan suatu rencana kerja sebagai berikut :
1.
1. Mempercepat waktu proses pencampuran yang menggunakan metode sponge and dough mixing untuk 100% bahan baku yang sudah terseleksi dengan waktu 2 jam/proses pencampuran dari proses
2. Memastikan 100% produk sari roti yang telah dikemas akan dilewatkan terlebih dahulu pada metal detector dengan waktu satu detik untuk setiap kemasan.
3. Menetapkan waktu proses pendistribusian maksimal 24 jam untuk semua produk sari roti (100% produk sari roti yang telah siap didistribusikan kepada konsumen).
4. Menurunkan tingkat kondisi roti yang lembek setelah roti keluar dari oven sebesar 0,00 2 % untuk tahun 2016 dari tahun sebelumnya sebesar 0,005%
dari jumlah produk sari roti yang telah diproduksi.
5. Melakukan proses sterilisasi pada setiap peralatan produksi untuk setiap harinya
2.14. Produk PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk yang bergerak di dalam makanan yang berfokus kepada makanan roti menjual berbagai macam produk roti seperti berikut ini :
1. Produk Roti Tawar
Beberapa diantara produk Roti tawar yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu:
a. Roti Tawar Spesial, merupakan roti tawar yang dibuat dan dibungkus dalam ukuran normal dan jumbo, Produk roti tawar dari Sari Roti mulai diproduksi tahun 1996, produk ini merupakan produk andalan Sari Roti.
Produk ini memiliki beberapa varian seperti roti tawar kulit, roti tawar tanpa kulit, dan roti tawar gandum dengan harga Rp 16.000.
b. Roti Raisin, merupakan roti dalam kemasan yang disajikan dengan isi 4 lapis roti dengan taburan kismis dan praktis.
2. Produk Roti Isi
Beberapa diantara produk Roti isi yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu : a. Roti Sandwich, merupakan roti tawar yang telah diisi oleh varian macam
selai favorit bagi setiap pelanggan. Produk sandwich sering disebut dengan Sari Roti mini, karena memiliki ukuran kecil roti tawar isi krim.
Varian krim sandwich Sari Roti adalah krim cokelat, krim keju, krim kacang,dan krim klasik dengan harga Rp 4.500,.
b. Roti Sobek, merupakan roti dalam kemasan praktis dengan porsi yang pas untuk berbagi saat bersama, dan dipadukan dengan selai di dalamnya.
c. Roti Krim, merupakan roti yang di dalam kemasan yang diisi oleh krim.
3. Produk Kue
Beberapa diantara produk Kue yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu:
a. Dorayaki, merupakan Pancake asal jepang dengan tekstur yang lembut.
Produk dorayaki adalah produk terbaru dari Sari Roti, produk dorayaki berbeda dengan produk Sari Roti lain karena merupakan kue dengan bentuk bundar yang diisi dengan selai. Varian rasa dorayaki hanya ada 3 yaitu cokelat, strawberry, dan srikaya dengan harga Rp 5.000.
b. Kastella, merupakan produk Kue yang berisikan dobel coklat yang lembut dan dikemas dalam satu ukuran jumbo yang bisa dinikmati oleh keluarga.
c. Bamkuhen, merupakan Kue tradisional dari Jerman dan dikenal juga di Jepang sebagai makanan pencuci mulut, kue tersebut dikemas dan disajikan oleh perusahaan.
2.11 Kinerja Usaha Terkini
Memberikan Service Excellent merupakan hal penting bagi setiap perusahaan. Baik interen (hubungan antar karyawan) maupun eksteren (hubungan antara perusahaan dengan pemakai / pengguna ).Service Excellent ini berhubungan erat dengan interaksi antar manusia. Hubungan timbal balik yang ada di dalamnya yakni pengharapan untuk ingin selalu dihargai merupakan kebutuhan setiap individu.
Perusahaan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk akan berkomitmen untuk dapat memberikan sajian produk yang baik dan berkualitas dengan mutu yang tinggi. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan untuk dapat mempertahankan posisi sebagai produsen roti terbesar di Indonesia.
Dalam menyediakan dan memasarkan produk perusahaan, PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk selalu ingin memberikan rasa nyaman kepada konsumennya. Hal ini diterapkan mereka dengan menyediakan produk yang tanpa bahan pengawet dan adanya jaminan dari tanggal pembuatan dan tanggal kadaluarsa dari produk mereka. PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk juga mengganti produk mereka yang sudah lama jika sudah melewati dari batas kadaluarsa roti tersebut.
Untuk mengantisipasi potensi munculnya pencemaran lingkungan hidup, Perseroan senantiasa menerapkan dan melaksanakan sistem pengelolaan lingkungan dan melakukan pemantauan lingkungan secara berkala.
Perseroan melengkapi seluruh pabrik Perseroan dengan ruangan pelayanan kesehatan karyawan dan tenaga paramedis yang profesional. Selain itu, Perseroan pun melengkapi setiap aktivitas operasional dengan sistem yang telah tertata dan senantiasa ditinjau secara berkala untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan bekerja di dalam lingkungan yang baik.
Dalam rangka memberikan rasa aman, Perseroan melengkapi seluruh area kerja dengan satuan pengaman yang siap melindungi Karyawan selama berada di area kerja Perseroan. Selain itu, Area kerja Perseroan pun dilengkapi dengan smoke detector, alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, jalur evakuasi , tim evakuasi dan tim K3 yang dapat diandalkan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Syahyunan (2015 : 28) Laporan keuangan adalah produk dari manajemen dalam rangka mempertanggung-jawabkan (stewardship) penggunaaan sumber daya dan sumber dana yang dipercayakan kepadanya. Secara umum laporan ini menyediakan posisi keuangan pada saat tertentu, kinerja dan arus kas dalam suatu periode yang ditujukan bagi pengguna laporan keuangan di luar perusahaan untuk menilai dan mengambil keputusan yang bersangkutan perusahaan.Sebagai sumber informasi,laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya ataupun antara perusahaan sejenis.
Menurut Sirait (2014 : 9) Laporan keuangan (Financial Statement) merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi, sebagia ikhtisar dari transaksi- transaksi keuangan selama periode berjalan. Periode akuntansi dapat dipakai per tahun, per 12 bulan atau per 6 bulan tergantung perusahaan, namun umumnya per 12 bulan. Laporan keuangan ini bertujuan untuk memerikan informasi keuangan kepada para pemakai yang digunakan sebagai referensi dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Halim (2015 : 61) Analisis laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk
Menurut Kasmir (2012 : 7) Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Maksud laporan keuangan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini adalah merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat per periode, misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan interanl perusahaan. Di samping itu, dengan adanya laporan keuangan, dapat diketahui posisi perusahaan terkini setelah menganalisis laooran keuangan tersebut.
Menurut Wahyudiono (2014 : 11) Analisis laporan keuangan adalah untuk membantu pemakai dalam memperkirakan masa depan perusahaan dengan membandingkan, mengevaluasi dan menganalisis kecenderungan dari berbagai aspek keuangan perusahaan.
Menurut Murhadi (2012 : 13) Laporan posisi keuangan adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada masa tertentu. Laporan posisi keuangan terdiri atas 3 (tiga) eleen utama yaitu aset, liabilitias dan ekuitas/
Bagi suatu perusahaan, penyajian laporan keuangan secara khusus merupakan salah satu tanggung jawab manajer keuangan. Hal ini sesuai dengan fungsi manajer keuangan, yaitu :
1. Merencanakan 2. Mencari
3. Memanfaatkan dana-dana perusahaan dan
4. Memaksimalkan nilai perusahaan.
3.2 Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012 : 11) Tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.
4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
8. Informasi keuangan lainnya.
3.3 Manfaat Laporan Keuangan
Menurut Fahmi (2017:109), Adapun manfaat yang bisa diambil dengan dipergunakannya rasio keuangan, yaitu :
a. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan;
b. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi pihak manajemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan;
c. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif keuangan;
d. Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi kreditor dapat digunakan untuk memperkirakan potensi risiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman;
e. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilai bagi pihak stakeholder organisasi.
3.4 Alat Analisis Laporan Keuangan
a. Alat Analisis (Khusus)
Menurut Sjahrial dan Purba (2013:33), teknik dan alat analisis (khusus) dibahas satu persatu, seperti analisis laba kotor (Gross Profit analysis), analisis anggaran modal (Capital Budgeting Analysis), analisis modal kerja (Working Capital Analysis), analisis sewa guna usaha (Leasing Analysis), dan analisis pendanaan jangka panjang (Funding Long Term Analysis).
b. Alat Analisis (Umum)
Menurut Sjahrial dan Purba (2013:33), terdapat alat penting untuk analisis keuangan, yaitu:
1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif (Comparative Analysis) Analisis laporan keuangan komparatif (comparative financial statement analysis) merupakan teknis analisis dengan cara menelaah laporan neraca, laporan rugi laba atau laporan arus kas yang berurutan dari suatu periode ke periode berikutnya. Analisis laporan komparatif juga disebut analisis horizontal karena saat kita menelaah laporan komparatif kita menganalisis saldo akun atau pos dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Informasi terpenting yang didapat dari analisis laporan komparatif adalah kecenderungan atau trend (trend) atas akun atau pos yang saling terkait.
Terdapat dua teknis analisis laporan komparatif:
a) Analisis perubahan tahun ke tahun (year to year change analysis) adalah perbandingan laporan keuangan selama periode dekat atau tiga tahun untuk melihat dan melakukan analisis perubahan tahun ke tahun dalam tiap-tiap pos
1. Jika jumlah-jumlah negatif muncul ditahun awal atau tahun dasar dan jumlah posistif ditahun berikutnya (atau sebaliknya), kita tidak dapat menghitung perubahan persentase yang bermakna.
2. Jika ditahun awal (tahun dasar) jumlahnya kecil, perubahan persentase dapat dihitung namun angka persentase tersebut diinterpretasikan dengan hati-hati.
3. Jika ada jumlah untuk tahun awal atau tahun dasar, tidak ada perubahan persentase yang dapat dihitung.
4. Jika sebuah akun atau pos memiliki nilai pada tahun awal atau tahun dasar dan kosong ditahun berikutnya, penurunannya adalah 100 persen.
b) Analisis tren angka indeks (trend indeks analysis) memerlukan tahun dasar untuk seluruh pos, dimana angkanya diberi angka indeks 100 persen.
2. Analisis Laporan Keuangan Berukuran Sama (Common Size Analysis)
Analisis laporan keuangan berukuran sama (common size financial statement analysis) bertujuan untuk melihat struktur daftar neraca dan daftar rugi- laba untuk pos tertentu terhadap sub total dan atau total pos tersebut yang dinyatakan dalam persentase saja. Untuk neraca sub total atau total diberikan nilai 100 persen, untuk rugi-laba, penjualan bersih diberikan nilai 100 persen.
Analisis common size disebut juga analisis vertikal karena evalusi pos tertentu terhadap sub total atau total pos tersebut dilakukan dari ats kebawah untuk laporan neraca, sedangkan untuk laporan rugi-laba dilakukan dari bawah keatas.
3. Analisis Rasio (Ratio Analysis)
Analisis rasio (ratio analysis) merupakan salah satu analisis paling popular dan banyak digunakan karena sangat sederhana menggunakan operasi aritmatika, namun interpretasinya kompleks.
4. Analisis Laporan Arus Kas (cash flow statement analysis)
Analisis laporan arus kas adalah sangat sulit untuk merumuskan analisis
arus kas standar, karena kondisi perusahaan berbeda satu sama lain. Namun demikian kunci utama analisis arus kas terletak pada menetapkan sumber dan penggunaan kas itu sendiri. Saat menganalisis sumber dan penggunaan kas, analisis harus berfokus pada pertanyaan- pertanyaan berikut.
1. Apakah penggantian atau pembelian aktiva tetap berasal dari dana internal atau eksternal?
2. Jika perusahaan melakukan ekspansi ataupun mengakuisisi bisnis, dari manakah sumber pendanaannya?
3. Apakah kebijakan perusahaan tentang pembayaran deviden sangat sensitif terhadap arus kas?
4. Apakah perusahaan bergantung pada pendanaan eksternal?
3.5 Keterbatasan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012 : 16) Laporan keuangan yang disusun pasti memiliki keterbatasan teretentu. Berikut ini beberapa keterbatasan laporan keuangan yang dimiliki perusahaan yaitu :
1. Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), di mana data-data yang diambil dari data masa lalu.
2. Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang. Bukan hanya untuk pihak tertentu saja.
3. Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan- pertimbangan tertentu.
4. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian. Misalnya dalam suatu peristiwa yang tidak menguntungkan
selalu dihitung kerugiannya. Sebagai contoh harta dan pendapatan, nilainya dihitung dari yang paling rendah.
5. Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
3.6 Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan
Menurut Syahrial dan Purba (2013 : 9) Pembuatan dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuk memenuhi kepentingan berebagai pihak, baik pihak internal maupun external perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Adapun pihak-pihak yang berkepentingan tersebut yaitu :
1. Pemilik atau pemegang saham (Stock holder)
Mereka ini sangat berkepentingan untuk melihat kondisi perusahaan saat ini, sekaligus melihat kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan sebelumnya. Artinya berkaitan erat dengan sukses tidaknya perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau pemegang saham.
2. Manajemen (Management)
Secara garis besarnya sebagai cermin kinerja mereka dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain jika mencapai atau memperoleh target yang ditetapkan, berarti ada penghargaan dan jika sebaliknya ada teguran bahkan pemutusan hubungan kerja.
3. Kreditor (Creditor)
Apakah dana yang dipinjam perusahaan serta konsekuensinya (bunga) dapat dibayar dan pokok pinjaman yang harus dikembalikan.
4. Pemerintah (Goverment)
Apakah perusahaan jujur melaporkan keuangan sesungguhnya, sudah barang tentun berkaitan dengan kewajiban pajak yang dibayar kepada pemerintah / negara secara adil dan jujur.
3.7 Jenis Laporan Keuangan
Menurut Syahyunan (2015 : 29) Jenis laporan keuangan utama menurut Standar Akuntansi Keuangan adalah sebagai berikut :
1. Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan yang berupa aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Aset disajikan dalam kriteria lancar dan tidak lancar. Kewajiban disajikan sebagai kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Ekuitas dalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajiban perusahaan. Dalam perseroan terbatas (PT), ekuitas dapat diklasifikasikan sebagai setoran modal oleh pemegang saham, penyisihan/pencadangan laba dan saldo laba yang tidak dicadangkan serta selisih penilaian.
2. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah ringkasan mengenai pendapatan dan beban (biaya) serta laba atau rugi yang di peroleh perusahaan selama periode tertentu. Perusahaan dapat mengklasifikasikan pendapatan dan beban atas dasar sifat atau fungsi dalam perusahaan.
3. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan dana tersebut, yang diklasifikasikan sebagai aktivitas, operasi, investasi dan pendanaan.
3.8 Pengertian dan Jenis Rasio Keuangan
Menurut Kasmir (2012 : 104) Rasio Keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode.
Menurut Hanafi dan Halim (2014 : 74) Pada dasarnya analisis rasio dikelompokkan sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
2. Rasio Aktivitas
Rasio yang mengukur segala mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat tingkat aktivitas aset.
3. Rasio Solvabilitas
Rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban janga panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas
Rasio yang melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba (Profitabilitas)
3.9 Penyajian Laporan Keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk.
Berikut ini laporan keuangan PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk pada tahun 2016 – 2018 :
Tabel 3.1
PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Laporan Posisi Keuangan
Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2016 – 2018 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
2018 2017 2016
Aset Aset lancar
Kas dan setara kas 1.294.525 1.895.069 610.989.
Piutang usaha
Pihak ketiga - neto 206.166 164.515 138.850
Pihak berelasi 206.783 160.402 141.530
Piutang lain-lain - pihak ketiga 41.126 13.032 3.572
Persediaan 65.127 50.264 50.746
Beban dibayar dimuka 7.313 7 7.951 2.135
Pajak dibayar dimuka 2m,15a 49.222 24.119 269
Uang muka 6.144 4.581 1.320
TOTAL ASET LANCAR 1.876.409 2.319.937 949.414 ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 2.222.133 1.993.663 1.842.722
Aset takberwujud - neto 61.438 62.295 62.056
Deposito jaminan 19.938 22.302 21.790
Investasi jangka panjang 22.281 14.508 -
Aset tidak lancar lainnya
Aset keuangan 17.501 14.516 6.409
Aset non-keuangan 174.108 132.350 37.247
TOTAL ASET TIDAK
LANCAR 2.517.401 2.239.636 1.970.226
TOTAL ASET 4.393.810 4.559.573 2.919.640
Sumber : https://www.sariroti.com/informasi-investor/#laporan-tahunan , Tahun 2019
Tabel 3.2
PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk Laporan Posisi Keuangan Lanjutan Untuk Tahun Berakhir Per 31 Desember 2016 – 2018
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
2018 2017 2016
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka Pendek 41.358 119.270
Utang pajak 29.692 7.791 11.877
Utang usaha
Pihak ketiga 125.226 95.574 110.777
Pihak berelasi 64.860 54.496 61.675
Utang lain-lain
Pihak ketiga 195.940 103.448 83.714
Pihak berelasi 8.859 8.811 782
Beban akrual 59.484 138.278 51.674
Bagian jangka pendek atas utang obligasi 499.505
Total Liabilitas Jangka Pendek 525.422 1.027.176 320.501 LIABILITAS JANGKA PANJANG
Jaminan pelanggan 21.336 23.018 23.018
Pinjaman bank jangka panjang 206.793
Liabilitas pajak tangguhan - neto 92.168 77.378 62.892
Utang obligasi 498.968 498.209 995.987
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 128.062 109.811 73.707
Liabilitas jangka panjang lainnya 4.158 3.872
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PANJANG 951.487 712.291 1.156.387
TOTAL LIABILITAS 1.476.909 1.739.467 1.476.889 EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp20 par per saham
Modal dasar - 17.200.000.000 saham Modal saham ditempatkan dan
disetor penuh 6.186.488.888 saham 123.729 123.729 101.236
Saham tresuri (77.244) - (767)
Tambahan modal disetor 1.458.867 1.458.867 173.001
Selisih kurs atas penjabaran
laporan keuangan (826) (1.787) (1.913)
Saldo laba Telah ditentukan Penggunaan 10.000 8.000 6.000 Belum ditentukan penggunaannya 1.327.358 1.185.185 1.121.741 Ekuitas yang dapat Diatribusikan
Kepada pemilik entitas induk 2.841.883 2.773.993 1.399.298
Kepentingan nonpengendali 75.017 46.111 43.453
TOTAL EKUITAS 2.916.901 2.820.105 1.442.751 Total Liabilitas dan Ekuitas 4.393.810. 4.559.573. 2.919.640 Sumber : Sumber : https://www.sariroti.com/informasi-investor/#laporan-tahunan , Tahun 2019
Tabel 3.3
Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komperhensif Lain Konsolidasian Untuk Tahun 2016-2018 PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
2018 2017 2016
PENJUALAN NETO 2.766.545 2.491.100 2.521.920 BEBAN POKOK PENJUALAN (1.274.332) (1.183.169) 1.220.832
LABA BRUTO 1.492.213 1.307.930 1.301.088
Beban usaha (1.353.753) (1.106.974) (918.136)
Penghasilan operasi lainnya 58.019 57.661 62.800
Beban operasi lainnya (2.064) (1.452) (2.706)
LABA USAHA 194.414 257.164 443.044
Penghasilan keuangan 84.633 35.121 22.438
Pajak atas penghasilan keuangan (16.920) (7.014) (4.482)
Biaya keuangan 17,19,20 (82.233) (91.930) (91.584)
Bagian rugi dari entitas asosiasi (467)
Penghasilan (beban) lainnya 7.509 (7.193)
LABA SEBELUM PAJAK
Penghasilan Beban Pajak 186.936 186.147 369.416
PENGHASILAN - NETO 59.764 50.783 89.639
LABA TAHUN BERJALAN 127.171 135.364 279.777
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN (LOSS) Laba (rugi) pengukuran kembali
atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang 9.988 (14.654) (13.585)
Pajak Penghasilan terkait (2.497) 3.663
Pos yang akan direklasifikasi laba rugi pada periode berikutnya :
Selisih kurs karena penjabaran Laporan 1.638 94 (2.799) PENGHASILAN (RUGI) Komprehensif
Tahun Berjalan Setelah Pajak 9.129 (10.896) (16.385) TOTAL PENGHASILAN
Komprehensif Tahun Berjalan 136.301 124.467 263.392 Laba (rugi) tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 172.687 145.981 279.960
Kepentingan nonpengendali 2b (45.515) (10.617) (183)
Total 127.171 135.364 279.777
Total penghasilan (rugi) komprehensif tahun berjalan diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 181.140 135.058 264.461
Kepentingan nonpengendali (44.838) (10.590) (1.069)
Total 136.301 124.467 263.392
LABA PER SAHAM DASAR 28,07 27,66 55,31
Sumber : https://www.sariroti.com/informasi-investor/#laporan-tahunan , Tahun 2019