Perilaku hidup bersih dan sehatmerupakan perwujudan riil paradigma sehat dalam budaya hidup perorangan sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar lampung utara,desain penelitian ini kuantitatif dengan desain survei yang bersifat analitik dengan rancangan cross sectional study populasi penelitian ini adalah siswa kelas 4 s.d 5 SDN di Kecamatan Abung Barat yaitu sebanyak 835 siswa.jumlah sampel di hitung dengan rumus lameshow dan di peroleh sebanyak 189 sampel.Teknik sampling menggunakan proposional random sampling,Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan pengetahuan (p =0,001), sikap (p =0,035) terhadap PHBS tatanan sekolah. Hasil analisis multivariate menunjukan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang adjusted berhubungan degan PHBS tatanan sekolah (p=0,000;OR=4,486).
Kata kunci : PHBS,Tatanan Sekolah
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Terhadap PHBS Tatanan Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Lampung Utara Tahun 2015
Zendri Julistia
Dosen Tetap Akademi Kebidanan Adila Bandar Lampung
Pendahuluan
Institusi pendidikan dipandang sebagai sebuah tempat yang strategis untuk mempromosikan kesehatan sekolah juga merupakan institusi yang efektif untuk mewujudkan pendidikan kesehatan, dimana peserta didik dapat diajarkan tentang maksud perilaku sehat dan tidak sehat serta konsekuensinya. Selain itu, usia sekolah (termasuk kelompok usia dini) merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat (Kemenkes RI 2011).
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik,guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu;Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah,Menggunakan jamban yang bersih dan sehat,Olahraga yang teratur dan terukur,Memberantas jentik nyamuk, Tidak merokok di sekolah,Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan danMembuang sampah pada tempatnya(Kemenkes RI,2012)
Beberapa kasus penyakit yang muncul di Indonesia pada Tahun 2012 adalah kecacingan 40,6%, anemia 23,2%, kasus karies dan periodental 54,4% dan kasus diare sebanyak 41,2% (Kemenkes RI, 2012).
Beberapa kasus penyakit yang disebabkan karena PHBS tatanan sekolah yang kurang baik menurut catatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung adalah kecacingan, diare dimana pada tahun 2010 terdapat sebanyak 19.718 kasus kecacingan dan 114.757 kasus diare, tahun 2011 kasus kecacingan meningkat menjadi 20.017 dan
diare sebanyak 116.881 (Dinkes Provinsi Lampung, 2012).
Data diare pada anak di Kabupaten Lampung Utara dilihat dari angka IR di kabupaten Lampung Utara tahun 2012 adalah 111/1000 atau sebanyak 11.152 kasus diare dan kecacingan sebanyak 1.371 kasus (Dinkes Lampura, 2012).
Kasus diare dan kecacingan di Kabupaten Lampung Utara sebagian besar disumbangkan dari banyaknya kasus yang terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Ogan Lima dimana kasus diare pada tahun 2010 sebanyak 1.056 kasus,padatahun 2011 meningkat 1.453 kasus dan pada tahun 2012 sebanyak 1.337 kasus,Sementara kasus kecacingan pada anak tahun 2010 sebanyak 371 kasus, tahun 2011 sebanyak 391 kasus dan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 413 kasus.(Puskesmas Ogan Lima,2013).
Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai- nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan usaha kesehatan Sekolah (UKS),Hasil laporan UKS sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Ogan Lima Kecamatan Abung Barat menunjukkan bahwa temuan kasus penyakit terbanyak terjadi di 18 sekolah dasar (SD) yang ada di wilayah tersebut,dikarenakan sekolah yang menerapkan PHBS di Abung Barat masih relatif rendah yaitu sebesar 15,6%
sehingga ditemukan kasus penyakit seperti penderita infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas (batuk, pilek dan demam) pada anak usia sekolah s eb an yak 19,9%, penyakit kulit sebanyak 14,1%, penderita diare sebanyak 8,8%, penderita karies gigi sebanyak 11,8%.Puskesmas Ogan Lima telah menetapkan standar cakupan PHBS di sekolah sebesar 60%
sementara pencapaian cakupan PHBS di
sekolah baru mencapai 57% (Puskesmas
Ogan Lima, 2013).
Berdasarkan hasil survei pendahuluan dari 30 siswa ditemukan sebanyak 26 (86%) siswa tidak melakukan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan dengan sabun.Sebanyak 20 (68%) siswa masih jajan sembarangan atau tidak mengkonsumsi jajanan di warung atau kantin sekolah.Sebanyak 3 siswa (11%) siswa tidak menggunakan jamban yang bersih dan sehat. Sebanyak 1 (6%) siswa tidak melakukan olahraga teratur dan sebanyak 5 (15%) siswa tidak melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara teratur serta ditemukan sebanyak 26 (86%) siswa membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempat yang disediakan di sekolah.Sementara pengamatan peneliti meunjukkan bahwa tempat sampah tidak tersedia dengan baik, kondisi kantin yang kurang bersih serta kondisi jamban yang kurang terawat.
Secara konseptual permasalahan tersebut dapat dikorelasikan dengan konsep yang dijelaskan oleh Green (2005) tentang perilaku kesehatan yang terdiri dari faktor predisposing (pengetahuan, sikap, tradisi, sistem dan nilai), faktor enabling (sosial ekonomi, ketersedian fasilitas penunjang sikap dan perilaku petugas kesehatan dan aksesibilitas) dan faktor reinforcing(dukungan dari petugas kesehatan, ajakan tokoh masyarakat serta pihak lain) (Notoatmodjo, 2010).
Implementasi dari teori tersebut maka penulis menetapkan beberapa faktor yang sangat mempengaruhi PHBS Sekolah yaitu pengetahuan dan sikap siswa,Berdasarkan keadaan yang ditemukan di SDN yang ada di Wilayah Kecamatan Abung Barat, telaah teori, hasil penelitian sebelumnya serta identifikasi faktor penyebab yang ditemukan sesuai dengan fenomena di lokasi penelitian maka penulis melakukan penelitian untuk mengetahuipengaruh pengetahuan dan sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar negri lampung utara tahun 2014 Metodologi Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif sedangkan desain penelitian
adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional populasi dalam penelitian ini adalah kelas 4 dan 5 sekolah dasar negeri dikecamatan abung barat kabupaten lampung utara sebanyak 837 siswa.besar sampel di hitung dengan menggunakan rumus lameshow sehingga jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 189 sampel.teknik sampling pada penelitian ini adalah dengan proporsionate random sampling yaitu pengambilan sampel di kelompokan berdasarkan sekolah dasar di setiap desa atau wilayah sehingga di peroleh sebanyak 7 SD yang memiliki kantin sekolah,Analisis data yang di lakukan adalah analisis univariat,bivariat dan multivariat.analisis univariat di lakukan terhadap tiap-tiap variabel dari hasil penelitian,untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel indevenden dan variabel dependen.analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel devenden dan variabel indevenden sehingga diketahui kemaknaannya secara statistika.uji statistik yang digunakan adalah chi square.Analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil
Hasil analisis Univariat 1. Pengetahuan
Tabel 1 Pengetahuan siswa
Pengetahuan Jumlah Persentase Rendah
Tinggi
60 129
31.7 68.3
Total 189 100.0
Tabel di atas menunjukan 129 (68,3%)responden pengetahuanya tinggi
2. Sikap
Tabel 2 Sikap siswa
Sikap Jumlah Persentase Negatif
Positif
81 108
42.9 57.1
Total 189 100.0
Berdasarkan tabel di atas,diketahui
sebanyak 108 (57,1%)responden sikap
positif
3. PHBS tatanan sekolah Tabel 3
PHBS tatanan sekolah PHBS Tatanan
Sekolah
Jumlah Persentase
Tidak sehat Sehat
118 71
62.4 37.6
Total 189 100.0
Berdasarkan tabel di atas diketahui PHBS Tatanan Sekolah sebanyak 118 orang (62,4%)tidak sehat.
Hasil analisa bivariat
1. Hubungan Pengetahuan dengan PHBS Tatanan Sekolah
Pengetahuan
PHBS Tatanan Sekolah
Total P value OR
Tidak
sehat Sehat
n % n %
Rendah 48 80.0 12 20.0 60 0.001 3,371 (1,639- 6,935)
Tinggi 70 54.3 59 45.7 129
Total 118 62.4 71 37.6 189
Hasil penelitian didapatkan bahwa diantara 60 responden yang memiliki pengetahuan rendah, sebanyak 48 responden (80,0%) PHBS Tatanan Sekolahnya tidak sehat, sedangkan dari 129 responden yang memiliki pengetahuan tinggi, sebanyak 70 responden (54.3%) PHBS Tatanan Sekolahnya tidak sehat.
Hasil uji statistik didapatkan nilai p value
= 0.001 yang berarti dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan PHBS Tatanan Sekolah pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2014. Diperoleh nilai OR=3,371 (CI 95%; 1,639-6,935) dengan demikian responden dengan pengetahuan tinggi berpeluang untuk memiliki PHBS tatanan sekolah sehat sebesar 3,371 kali dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan rendah.
2. Hubungan Sikap dengan PHBS Tatanan Sekolah
Sikap
PHBS Tatanan Sekolah
Total p
value OR Tidak sehat Sehat
n % n %
Negatif 56 69.1 25 30.9 81 0.03
5
2,0 (1,1-
3,4) Positif 62 57.4 46 42.6 108
Total 118 62.4 71 37.6 189