• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Variabel yang akan dianalisis dan dibahas terdiri dari satu variabel bebas yakni Gaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Variabel yang akan dianalisis dan dibahas terdiri dari satu variabel bebas yakni Gaya"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Variabel yang akan dianalisis dan dibahas terdiri dari satu variabel bebas yakni Gaya Kepemimpinan (Variabel X) dan satu variabel terikat yakni kinerja pegawai (Variabel Y). Kedua variabel tersebut dianalisis dan dibahas secara deskriptif dan eksplanatif. Analisis dan pembahasan secara deskriptif bertujuan untuk menjawab permasalahan, bagaimana kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang? dan bagaimana gaya kepemimpinan pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan SipilKota Kupang, sedangkan Analisis dan pembahasan secara eksplanatif bertujuan untuk menjawab permasalahan, apakah ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Kota Kupang?

A. Analisis dan Pembahasan Deskriptif 1. Gaya Kepemimpinan (X)

Gaya kepemimpinan adalah suatu cara atau pola tindakan, tingkah laku pimpinan secara keseluruhan dalam mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Gaya kepemimpinan ini diukur melalui indikator- indikator: hubungan antara pemimpin dengan bawahan, struktur tugas, dan kewibawaan kedudukan kepemimpinan. Hasil penelitian terhadap gaya kepemimpinan pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang memperlihatkan data sebagai berikut :

Tabel 5.1.

Jawaban Responden Tentang Gaya Kepemimpinan Pada Kantor Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang

(2)

No.

Resp

Item Pertanyaan

1 2 3 4 5 6 7 8 Total Nilai

1 2 2 3 2 3 2 3 2 19

2 3 2 3 3 3 3 2 2 21

3 2 3 3 3 3 2 2 2 20

4 2 2 1 1 1 1 1 1 10

5 3 2 2 2 2 3 3 2 19

6 3 3 2 2 3 3 3 1 20

7 3 2 3 3 2 3 2 3 21

8 3 2 3 2 3 3 3 3 22

9 2 3 3 3 3 2 3 3 22

10 3 3 2 2 2 3 2 2 19

11 2 3 3 3 3 3 3 3 23

12 3 2 3 2 3 3 3 3 22

13 2 3 3 3 3 2 3 3 22

14 3 3 2 3 3 3 3 3 23

15 1 1 3 2 1 2 2 1 13

16 2 3 3 2 3 3 3 3 22

17 3 3 3 3 3 3 3 3 24

18 3 2 2 3 2 3 3 2 20

19 3 2 3 3 3 2 2 3 21

20 3 3 2 2 3 2 3 3 21

21 3 3 3 3 3 3 3 2 23

22 3 3 3 2 2 3 3 2 21

23 2 2 2 3 2 3 2 3 19

(3)

Sumber Data Primer

Untuk keperluan intepretasi data pada tabel 5.1 di atas maka, ditetapkan kriteria penilaian sebagai berikut :

 Skor Tertinggi : Jumlah Responden x nilai tingi = : 30 x 3 = 90

 Skor terendah : Jumlah Responden x niai terendah: 30 x 1 = 30

 Interval :20

 Klasifikasi Penilaian :

Baik = 71 – 90

Kurang Baik = 51 - 70 Tidak Baik = 30 – 50

Berdasarkan data pada tabel 5.1 diatas dan dengan memperhatikan kriteria penilaian yang telah ditetapkan, maka variabel gaya kepemimpinan pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Indikator hubungan antara pemimpin dengan bawahan dengan aspek yang diukur : keakrapan bawahan dengan pimpinan (pertanyaan nomor 1) dengan total nilai 81, berada pada klasifikasi tinggi (71 – 90);kesempatan dalam menyatakan pendapat

24 3 3 3 3 3 2 3 3 23

25 3 3 3 3 3 3 2 2 22

26 2 3 3 3 2 3 3 3 22

27 2 1 2 3 1 2 1 1 13

28 3 2 3 2 3 3 3 3 22

29 2 1 3 2 2 3 2 2 17

30 3 2 2 3 3 2 3 2 20

∑ 81 73 79 77 75 79 76 72 612

(4)

(pertanyaan nomor 2) dengan total nilai 73, berada pada klasifikasi tinggi (71 – 90) dan;

Berdasarkan nilai pada aspek-aspek tersebut di atas, maka indikator hubungan antara pemimpin dengan bawahan memperoleh skor rata-rata sebesar sebesar 77 ( ). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti, pegawai pada pegawai kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu memiliki hubungan yang akrab dengan pimpinan dan diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat.

b. Indikator struktur tugas dengan aspek yang diukur tingkat kepercayaan (pertanyaan nomor 3) dengan total nilai 79, berada pada klasifikasi tinggi (71-90); kejelasan dalam tugas (pertanyaan nomor 4) dengan total nilai 77, berada pada klasifikasi tinggi (71-90); memberi bimbingan (pertanyaan nomor 5) dengan total nilai 75, berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dan; tanggung jawab (pertanyaan nomor 6) dengan total nilai 79, berada pada klasifikasi tinggi (71-90).

Berdasarkan nilai pada aspek-aspek tersebut diatas, maka indikator struktur tugas memperoleh skor rata-rata sebesar 77,5 (

). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, kejelasan dalam setiap tugas yang diberikan, diberi bimbingan dalam melakukan pekerjaan dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing.

b. Indikator kewibawaan kedudukan dengan pimpinan dengan aspek yang diukur

kemampuan pimpinan dalam mengambil sebuah keputusan (pertanyaan nomor 7)

dengan total nilai 76, berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dan; sikap bawahan

(5)

terhadap pimpinan sebagai kepala dalam organisasi yang dipimpin (pertanyaan nomor 8)

Berdasarkan nilai pada aspek tersebut diatas, maka indikator kewibawaan kedudukan kepemimpinan memperoleh skor rata-rata sebesar 74 ( ). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti, pegawai pada kantorDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang merasakan pengambilan keputusan yang adil dari pimpinan dan pegawai selalu menghargai pimpinan sebagai kepala dari organisasi.

Berdasarkan uraian pada masing-masing indikator tersebut di atas, maka variabel gaya kepemimpinan memperoleh skor rata-rata sebesar76,1 ( ).

Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti, pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu memiliki hubungan antara pemimpin dengan bawahan, memiliki struktur tugas dan memiliki kewibawaan kedudukan kepemimpinan.

2. Kinerja Pegawai (Y)

Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam

melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan aturan yang telah

ditetapkan.Suatu kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara

pekerjaan dan kemampuan. Kinerja pegawai diukur melalui indikator-indikator :

kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, kehadiran, dan kemampuan bekerja-sama.Hasil

penelitian terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Sipil Kota Kupang memperlihatkan data sebagai berikut :

(6)

Tabel 5.2.

Jawaban Responden Tentang Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang

No.

Resp

Item Pertanyaan

1 2 3 4 5 6 7 8

Total Nilai

1 3 2 3 3 2 3 2 3 21

2 3 3 2 3 3 2 3 3 22

3 3 2 3 2 3 3 3 3 22

4 2 1 2 1 1 2 1 2 12

5 3 2 3 2 2 2 3 3 20

6 1 3 1 2 1 3 1 2 14

7 3 2 3 3 2 2 2 3 20

8 3 3 2 2 3 3 3 3 22

9 3 3 3 3 2 3 2 2 21

10 2 2 3 2 3 2 3 3 20

11 3 3 3 3 3 3 3 3 24

12 2 3 2 2 3 3 2 3 20

13 3 3 3 3 3 3 3 3 24

14 2 2 3 3 2 3 2 3 20

15 1 1 2 2 1 2 2 2 13

16 3 3 3 3 2 3 3 3 23

(7)

Sumber Data Primer

Untuk keperluan intepretasi data pada tabel 5.2 di atas maka, ditetapkan kriteria penilaian sebagai berikut :

 Skor Tertinggi : Jumlah Responden x nilai tingi : 30 x 3 = 90

 Skor terendah : Jumlah Responden x niai terendah : 30 x 1 = 30

 Interval :20

 Klasifikasi Penilaian :

Baik = 71 – 90

Kurang Baik = 51 - 70 Tidak Baik = 30 – 50

17 3 3 3 3 2 3 2 3 22

18 3 3 2 3 3 3 3 3 23

19 2 2 3 2 2 2 3 2 18

20 3 3 3 1 3 3 2 3 21

21 3 2 2 2 2 3 2 3 19

22 2 3 3 3 3 3 3 2 22

23 2 2 2 3 1 2 2 2 16

24 3 3 2 3 2 3 3 3 22

25 3 3 3 3 2 2 2 1 19

26 2 2 3 2 2 2 3 3 19

27 1 2 1 2 1 1 2 3 13

28 2 3 3 3 2 3 3 3 22

29 2 2 2 2 2 2 2 2 16

30 3 1 3 3 3 3 3 3 22

∑ 74 72 76 74 66 77 73 80 592

(8)

Berdasarkan data pada tabel 5.2 diatas dan dengan memperhatikan kriteria penilaian yang telah ditetapkan maka, variabel kinerja pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Indikator kuantitas yang dihasilkan dengan aspek yang diukur jumlah pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditentukan (pertanyaan nomor 1) dengan total nilai 74, berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dan; tingkat kepuasan pegawai dengan pekerjaan yang dihasilkan (pertanyaan nomor 2) dengan total nilai 72, berada pada klasifikasi tinggi (71-90)

Berdasarkan nilai pada aspek tersebut diatas, maka indikator kuantitas yang dihasilkan memperoleh skor rata-rata sebesar 73 ( ). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang dapat menghasilkan kuantitas yang tinggi dengan memperhatikan standar pekerjaan yang telah ditentukan dan kepuasan pegawai dengan pekerjaan yang dihasilkan.

b. Indikator kualitas yang dihasilkan dengan aspek yang diukur ketelitian pegawai dalam melakukan pekerjaan (pertanyaan nomor 3) dengan total nilai 76, berada pada klasifikasi tinggi (71-90).

Berdasarkan nilai pada aspek-aspek tersebut di atas, maka indikator kualitas yang

dihasilkan memperoleh skor rata-rata sebesar 76. Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi

(71-90) dalam arti, pegawai pada kantorDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota

Kupang Kota Kupang dapat menghasilkan kualitas yang tinggi dengan memperhatikan

tingkat ketelitian dalam melakukan tugas.

(9)

c. Indikator ketepatan waktu dengan aspek yang diukur ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan (pertanyaan nomor 4) dengan toal nilai 74, berada pada klasifikasi tinggi (71-90).

Berdasarkan nilai pada aspek tersebut diatas, maka indikator ketepatan waktu memperoleh skor rata-rata sebesar 74. Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti, pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu tepat waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang diberikan

d. Indikator kehadiran dengan aspek yang diukur jam masuk kerja (pertanyaan nomor 5) dengan total nilai 72, berada pada klasifikasi tinggi (71-90); jam pulang kerja (pertanyaan nomor 6) dengan total nilai 77, berada pada klasifikasi tinggi (71-90); izin pada saat tidak masuk kerja (pertanyaan nomor 7) dengan total nilai 73, berada pada klasifikasi tinggi (71-90).

Berdasarkan nilai pada aspek-aspek tersebut di atas, maka indikator kehadiran memperoleh skor rata-rata sebesar 74 ( ). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu hadir pada saat jam masuk kerja, jam pulang kerja dan izin pada saat tidak masuk kerja.

e. Indikator kerja sama dengan aspek yang diukur tingkat kepedulian pegawai dalam membantu sesama rekan kerja (pertanyaan nomor 8) dengan total nilai 77, berada pada klasifikasi tinggi (71-90).

Berdasarkan nilai pada aspek tersebut diatas, maka indikator kerja sama

memperoleh skor rata-rata 77. Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti

(10)

pegawai pada kantorDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu bekerja-sama dalam membantu sesama rekan kerja yang mengalami kesulitan.

Berdasarkan uraian pada masing-masing indikator tersebut di atas, maka variabel kinerja pegawai memperoleh skor rata-rata sebesar 74,8 (

). Nilai ini berada pada klasifikasi tinggi (71-90) dalam arti, pegawai pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang selalu menghasilkan kuantitas kerja yang tinggi, kualitas kerja, ketepatan waktu, kehadiran dan kemampuanbekerja sama yang baik.

B. Analisis danPembahasan Korelasi (Hubungan)

Sebagaimana telah dibahas pada Bab-2 Bagian teorisasi bahwa, terdapat hubungan antara gaya kepemimipinandengan kinerja pegawai. Hubungan antara gaya kepemimpinan dapat dinyatakan dengan semakin tinggi tingkat gaya kepemimpinan yang suportif akan menghasilkan kinerja yang tinggi dan gaya kepemimpinan yang berprestasi akan meningkatkan dan mendorong kinerja pegawai sehingga dapat menghasilkan kepuasan tersendiri dan menghasilkan kinerja yang baik pula.

1. Penyajian Data

Pada Bab-3 telah dijelaskan bahwa, penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode analisis korelasi produk moment, untuk menerangkan hubungan antara variabel gaya kepemimpinan (X) dengan variabel kinerja pegawai (Y).

Untuk mempermudah perhitungan korelasi tersebut maka, dibuat tabel persiapan seperti berikut:

Tabel 5.3.

Tabel Persiapan Perhitungan Korelasi

(11)

Item Pertanyaan No.

Resp X Y ∑XY

1 22 18 484 324 396

2 21 20 441 961 420

3 21 20 441 729 420

4 11 18 121 324 198

5 17 16 289 256 272

6 20 10 400 100 200

7 21 20 441 400 420

8 22 20 484 900 440

9 22 18 484 324 396

10 20 19 400 841 380

11 24 21 576 676 504

12 22 20 484 400 440

13 23 17 529 289 391

14 23 18 529 324 414

15 15 20 225 400 300

16 22 11 484 121 242

17 24 20 576 400 480

18 20 16 400 961 320

19 20 18 400 784 360

20 21 14 441 900 294

21 23 21 529 441 483

22 21 19 441 361 349

23 19 19 361 361 261

24 22 20 484 961 440

25 21 17 441 524 357

(12)

S

sumber Data Primer

2. Ketentuan Pengujian

a. Klasifikasi Penilaian Korelasi (r hitung)

26 22 18 484 324 396

27 14 20 196 400 280

28 22 20 484 400 440

29 17 21 289 441 357

30 20 16 400 256 320

∑ 612 589 12738 28872 11120

(13)

Tabel 5.4

Klasifikasi Penilaian Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,200 – 0,399 Lemah

0,400 – 0,599 Sedang

0,600 – 0,799 Kuat

0,800 – 1,000 Sangat Kuat

Sugiyono, 2007.

b. Ketentuan pengujian hipotesis

Apabila r hitung >r tabel maka hipotesis anternatif (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel kinerja pegawai diterima dan sebaliknya apabila r hitung < t tabel maka hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel kinerja pegawai diterima.

3. Analisis dan Pembahasan Korelasi

Data pada tabel 5.3 dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi Produk Momen, melalui program Spss yang hasilnya sebagai berikut:

Tabel 5.5

Hasil uji Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Pegawai

Variabel Gaya

kepemimpinan Kinerja pegawai

(14)

Gaya

kepemimpinan

Pearson

Correlation 1 .778

**

Sig. (2-tailed) .000

Kinerja Pegawai Pearson

Correlation .778

**

1

Sig. (2-tailed) .000

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

a. Listwise N=30

Tabel 5.6

Besaran Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Pegawai

Model r r Square

Change Statistics

r Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change

1 .778

a

.606 .606 43.008 1 28 .000

Hasil perhitungan korelasi product moment antara variabel gaya kepemimpinan (X) dengan kinerja pegawai (Y) diatas, diperoleh nilai r hitung sebesar 0,778. Nilai ini berada pada klasifikasi hubungan kuat (0,600 – 0,799) dalam arti, terdapat hubungan yang kuat antara variabel gaya kepemimpinan (X) dengan kinerja pegawai (Y).

Hubungan ini dinyatakan signifikan, pada taraf signifikan 1 % oleh karena, pada derajat

kebebasan (db- n-2) nilai r hitung sebesar 0,778 lebih besar dari niali r tabel sebesar

0,374.

(15)

Berdasarkan ketentuan pengujian hipotesis maka, hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang diterima, sedangkan (Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel gaya kepemimpinan (X) dengan variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang ditolak. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikant antara variabel gaya kepemimpinan (X) dengan variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang.

Nilai hubungan antaravariabel gaya kepemimpinan (X) dengan variabel kinerja

pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang

sebesar 0,778, apabila dideterminasikan (r 2 x 100%), maka diperoleh nilai sebesar 60,6 %

((0,778) 2 x 100% ). Nilai ini menunjukkan bahwa, pengaruh variabel Disiplin kerja

terhadap variabel kinerja pegawai sebesar 60,6%, sedangkankan sisanya sebesar 39,4 %,

dipengaruhi oleh faktor lain

Referensi

Dokumen terkait

Penyisipan frasa pada kutipan di atas berasal dari bahasa asing yang disisipkan ke dalam kalimat yang menggunakan bahasa Indonesia. Penyisipan frasa yang

Menimbang, bahwa permohonan pencabutan gugatan a quo diajukan Kuasa Penggugat dalam persidangan dengan agenda Jawaban Tergugat I dan Jawaban Tergugat II serta

Fungsi reflektor parabola karena sifat geometris dari bentuk paraboloidal: jika sudut datang ke permukaan dalam dari kolektor sama dengan sudut refleksi, maka

Karyawan yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah akan memiliki kecenderungan yang lemah untuk melakukan pengendalian atas situasi yang terjadi, sehingga dapat

Pada pembuatan biodiesel dari dedak dan metanol dengan proses esterifikasi in situ ini, dedak diekstraksi terlebih dahulu dengan menggunakan n-hexane untuk

Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian,

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta memiliki visi yang jelas yakni mewujudkan tertib administrasi kependudukan dengan pelayanan prima.Salah satu

siswa dalam mengungkapkan pemahaman siswa terhadap cerita yang dibaca. Pada siklus II dan III kegiatan setelah membaca tidak hanya mengisi story map namun ditambahkan