• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KABUPATEN / KOTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KABUPATEN / KOTA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA KISARAN

SUMATERA UTARA

(2)

KOTA KISARAN

ADMINISTRASI

Profil Kota

Kota Kisaran merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari Kecamatan Kisaran dan merupakan bagian dari kabupaten Asahan propinsi Sumatera Utara.

Batas-batas administrasi Kisaran adalah :

ƒ Sebelah Utara : Kecamatan Airjoman

ƒ Sebelah Selatan : Kecamatan Airbatu

ƒ Sebelah Timur : Kecamatan Simpangampat

ƒ Sebelah Barat : Kabupaten Simalungun

PENDUDUK

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Penduduk merupakan aset daerah, karena merupakan subyek sekaligus obyek dari pembangunan. Oleh karenanya faktor penduduk berkompetensi untuk ditinjau sehubungan dengan pembangunan suatu daerah, demi terwujudnya pembangunannya.

Jumlah penduduk Kota Kisaran adalah sebesar 118.750 jiwa (sumber : Data Prasarana dan Sarana Kota).

SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN

Komponen Air Bersih

Air bersih untuk Kota Kisaran bersumber dari air permukaan. Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kabupaten Asahan, unit kerja Kisaran.

(3)

Tabel 1. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Pelayanan Penduduk

1. Jumlah penduduk Jiwa 118.750 2. Jumlah pelanggan Jiwa 41.135 3. Penduduk terlayani % 34,64 II. Data Sumber

1. Nama pengelola : PDAM Kab. Asahan 2. Sistem :

3. Sistem sumber : pengambilan air permukaan 4. Kapasitas sumber Lt/dt 130 III. Data Produksi

1. Kapasitas produksi Lt/dt - 2. Kapasitas desain Lt/dt - 3. Kapasitas pasang Lt/dt -

4. Produksi aktual m3/th - IV. Data Distribusi

1. Sistem distribusi : perpompaan

2. Kapasitas distribusi Lt/dt - 3. Asumsi kebutuhan air Lt/hr 11.875.000 4. Ratio kebutuhan % -

5. Air terjual m3/th -

6. Air terdistribusi m3/th - 7. Total penjualan air Rp -

8. Cakupan pelayanan air % 34,64 9. Cakupan penduduk Jiwa 41.135 10. Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran

1. Kebocoran administrasi % - 2. Kebocoran teknis % 30

Sumber : data

Data air bersih yang didapatkan sangat kurang. Namun demikian, dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%, dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk Kota Kisaran bisa diperkirakan dengan memperhitungkan jumlah penduduk Kota Kisaran. Dengan jumlah penduduk sebesar 118.750 jiwa maka kebutuhan air bersih Kota Kisaran diperkirakan sebesar 11.875.000 liter/hari. Jumlah ini diperhitungkan dari jumlah penduduk dikalikan dengan jumlah/kebutuhan dasar penduduk untuk klasifikasi kota sedang (100 lt/org/hr).

Beberapa data yang didapatkan berikutnya adalah berupa data tarif air bersih di Kota Kisaran yaitu sebesar Rp 500,00. Sedangkan jumlah hidran umum (HU) yang ada di kota ini adalah sebanyak 4 unit.

Jumlah sambungan rumah yang ada yaitu sebanyak 9.459 unit. Jika 1 unit SR diasumsikan untuk 6 jiwa penduduk (luar Pulau Jawa), maka disapatkan perhitungan jumlah pelanggan (pengguna air bersih dari PDAM Kab. Asahan di Kota Kisaran adalah sebanyak 56.754 jiwa penduduk.

Komponen Persampahan

Sampah Kisaran dikelola oleh Dinas Kebersihan & Pertamanan Cabang Kisaran, dengan menggunakan integrated system, namun masih banyak dijumpai ilegal dumping yang bisa mengurangi estetika kota.

(4)

Tabel 2. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Pengumpulan Sampah

1. Nama pengelola : DKP Cabang Kisaran 2. Sistem : integrated system

3. Jumlah penduduk Jiwa 118.750 Lt/hr 356.250 4. Asumsi produksi sampah

m3/hr 356,25 5. Jumlah sampah m3/hr 160 6. Jumlah pelayanan m3/hr 150 7. Cakupan layanan geografis Ha -

8. Cakupan layanan penduduk Jiwa - 9. Ilegal dumping : banyak

II. Data TPA

1. Jumlah pelayanan TPA m3/hr 150 2. Nama TPA : TPA Sidoadi

3. Status TPA : sewa

4. Luas TPA Ha 10

5. Kapasitas m3 -

6. Umur Tahun -

7. Sistem :open dumping

8. Jarak ke permukiman Km 4

9. Incenerator Unit -

10. Nama pengelola : - III. Data Peralatan TPA

1. Bulldozer Unit 1

2. Back hoe Unit -

3. Loader Unit -

4. Shovel Unit -

5. Water tank Unit -

Sumber : kompilasi data

Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Kisaran disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 3. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA KISARAN Jumlah

Penduduk (jiwa)

Timbulan Sampah Kota Sedang

(lt/org/hr)

Perkiraan Timbulan Sampah Total (m3//hr)

Sampah yang Terangkut

(m3/hr)

Selisih (m3/hr)

118.750 3 356,25 150 206,25

Sumber: Analisis

Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3 liter/orang/hari, Kota Kisaran dengan jumlah penduduk 118.750 jiwa, menghasilkan 356,25 m3/hr timbulan sampah. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan 3/1000 (m3/hr). Namun Kota Kisaran baru dapat mengelola sebanyak 150 m3/hr. Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 206,25 m3/hr.

(5)

Tabel 4. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Transportasi Persampahan

1. Jumlah pelayanan terangkut m3/hr 150 Jumlah kendaraan

Truk Unit 6

Arm roll Unit 4

Compactor Unit -

2.

Pick up Unit -

Jumlah peralatan

Gerobak Unit -

3.

Container Unit -

4. Transfer depo Unit -

5. Jumlah TPS Unit 2

II. Data Pembiayaan

1. Retribusi Rp -

2. Biaya pembuangan Rp -

3. Biaya pengangkutan Rp -

4. Biaya pengumpulan Rp -

5. Biaya satuan Rp -

6. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp 1.167.501.000

Sumber : kompilasi data

Komponen Sanitasi / Limbah Cair

Untuk produksi limbah, setiap manusia diasumsikan memproduksi limbah cair sejumlah 0,2 lt/org/hr. Angka ini merupakan kebutuhan ideal dari setiap penduduk pada kelas kota sedang. Sehingga didapatkan asumsi produksi limbah di Kota Kisaran ini sejumlah 23.750 lt/hr dari hasil perhitungan kebutuhan ideal produksi limbah setiap manusia dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Kisaran.

Tabel 5. DATA PENGELOLAAN SANITASI/LIMBAH CAIR DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Sanitasi On Site

1. Jumlah penduduk Jiwa 118.750 2. Asumsi produksi limbah Lt/hr 23.750

3. Kapasitas IPLT m3/bln -

4. Jumlah septik tank Unit -

5. Cubluk Unit -

6. Cakupan on site - - 7. Jumlah komunal MCK unit - 8. Jumlah komunal septik tank Unit - II. Data Tarif Pelayanan Sanitasi

1. Tarif penyedotan Rp 10.000 2. Dasar penyedotan Rp - III. Data Alat Angkut Sanitasi

1. Jumlah truk tinja Unit 1 2. Kondisi truk tinja : -

IV. DATA IPLT 1. Nama IPLT : -

2. Kapasitas IPLT m3/bln -

3. Nama Pengelola IPLT : IPLT Siembut-embut 4. Nama IPAL : -

5. Lokasi : -

6. Operasional angkut : Rp 8.940.000,00

Sumber : kompilasi data

(6)

Komponen Drainase

Pengembangan sistem drainase disamping untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan air di lingkungan binaan juga untuk memanfaatkan air hujan dan air permukaan sebagai sumber air baku untuk kebutuhan air bersih.

Tabel 6. DATA DRAINASE DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Pengelolaan Drainase

1. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kab. Asahan

2. Anggaran Rp -

3. Cakupan pelayanan % - 4. Cakupan penduduk Jiwa - 5. Peresapan air hujan : -

6. Stasiun pompa air Unit - 7. Kolam retensi Unit - II. Data Saluran Drainase

1. Curah hujan mm/th -

2. Total panjang saluran Km 93,5 3. Panjang saluran primer Km 8,3 4. Panjang saluran sekunder Km 27,5 5. Panjang saluran tersier Km 57,7 6. Kondisi saluran baik % - 7. Kondisi saluran sedang % - 8. Kondisi saluran rusak % - III. Data Genangan

1. Luas genangan Ha -

2. Tinggi genangan m -

3. Lama genangan Jam -

4. Frekuensi genangan /tahun -

Sumber : kompilasi data

Untuk keperluan drainase, di Kisaran ini terdapat saluran primer sepanjang 8,3 km, saluran sekundernya 27,5 km dan saluran tersiernya 57,7 km.

Komponen Jalan

Pengelolaan jalan-jalan di Kota Kisaran ini dikelola oleh Sub. Dinas Bina Marga Kab.

Asahan.

Tabel 7. DATA JALAN DI KOTA KISARAN

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Jenis Permukaan

1. Nama Pengelola : Sub. Dinas Bina Marga Kab. Asahan 2. Panjang total Km 170,98 3. Panjang jalan aspal Km 77,46 4. Panjang jalan kerikil Km 28,92 5. Panjang jalan tanah Km 64,60 II. Data Fungsi

1. Panjang jalan arteri Km - 2. Panjang jalan kolektor Km - 3. Panjang jalan lokal Km - III. Data Kewenangan

Panjang jalan nasional Km 11,20 1.

Kondisi jalan : buruk 1 km

Panjang jalan propinsi Km 8,08 2.

Kondisi jalan : buruk 1 km

Panjang jalan kabupaten Km 151,70 3.

Kondisi jalan : buruk 3 km

Sumber : data

(7)

Kondisi jalan di kota ini bisa dikatakan cukup baik, hampir separuh dari total keseluruhan panjang jalan sudah merupakan jalan aspal, yaitu sekitar 45,3%.

Sedangkan 37,78% merupakan jalan tanah, dan sisanya sebesar 16,92 merupakan jalan kerikil. Kondisi jalan yang buruk hanya sebagian kecil saja, yaitu sekitar 2,92%

dari total keseluruhan panjang jalan di Kota Kisaran.

Gambar

Tabel 1. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA KISARAN
Tabel 2. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA KISARAN
Tabel 4. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH   DI KOTA KISARAN
Tabel 6. DATA DRAINASE DI KOTA KISARAN

Referensi

Dokumen terkait

Kendaraan wajib uji adalah setiap kendaraan yang berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku wajib diujikan untuk menentukan kelaikan jalan, yaitu mobil

Iklim yang sesuai untuk pembentukan endapan laterit adalah iklim tropis dan sub tropis, di mana curah hujan dan sinar matahari memegang peranan  penting dalam

Selanjutnya Pasal 115 menyatakan Pemerintah Daerah mempunyai peran, tugas dan wewenang antara lain mengawasi terjaminnya kelestarian lingkungan di pelabuhan; ikut

Banyak penelitian pada beberapa pasar saham yang menyebutkan adanya beberapa fenomena yang tidak sesuai dengan hipotesis pasar efisien, sehingga terjadi adanya

Adapun kegiatan yang ada pada tahapan PTK yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: (1) perencanaan meliputi: menyiapkan RPP sesuai dengan sintaks model

#da bebera4a ma6am 6ara 4embuatan brem 4adat. Pada fermentasi ketan men9adi ta4e, berlangsung akti=itas en/im yang dikeluarkan oleh ka4ang dan khamir. !n/im tersebut

Besarnya nilai kebutuhan air bersih untuk rumah tangga tergantung dari kategori kota berdasarkan jumlah penduduk yang dinyatakan dalam satuan Liter/Orang/Hari (L/O/H).

Untuk itu harus dilakukan langkah terakhir yaitu transformasi basisdata spasial wisata kuliner (terutama peta-peta) ke dalam bentuk interaktif yang berbasis