Pendahuluan
Latar Belakang
PT. NYZ Ujungberung merupakan salah satu anak perusahaan PT. NYZ Jakarta yang resmi didirikan pada November 2013 dan memproduksi berbagai macam produk pelumas/oli. Kemunculan produk-produk PT. NYZ itu didasari beberapa faktor yakni, potensi berkembangnya sektor industri di Indonesia dan juga didasari oleh bertambahnya potensi market otomotif (mobil dan motor) dimana permintaan masyarakat akan perawatan kendaraan bermotornya juga semakin meningkat. PT.
NYZ merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang mendominasi pangsa pelumas/oli (Menurut : Supriyanto D.H., Dirut PT. NYZ), dengan memiliki nilai market share di industri dari tahun ke tahun semakin meningkat, yakni mencapai angka 60% dan meninggalkan para pesaingnya. Hal tersebut, PT. NYZ memiliki rencana di tahun 2015 – 2016, yaitu dengan meningkatkan target market share-nya hingga 62%. Namun tetap tidak mengesampingkan kompetitornya, yaitu Shell dan ExxonMobil Lubricants. Olehkarena itu, agar tercapainya target market share sebesar 62%, maka perusahaan harus dapat memenuhi permintaan para konsumen dengan baik.
PT. NYZ memproduksi berbagai jenis oli/pelumas, dengan 63 jenis produk kemasan (Box) dan 60 produk Drum. PT. NYZ memiliki 1 gudang utama untuk menyimpan hasil produksinya atau finished goods, karena dalam suatu sistem manufaktur inventori terdiri dari tiga bentuk (Bahagia, 2006), gudang (yang sering disebut Gudang Nusantara) tersebut merupakan gudang utama yang nantinya bertugas mengirimkan produk finished goods ke gudang cabang yang ada di setiap region di seluruh Indonesia, pengiriman finished goods tidak hanya dilakukan untuk memenuhi permintaan di Indonesia melainkan mencapai luar Negeri. Dimana setiap gudang yang ada di setiap region tersebut harus memenuhi permintaan setiap agen-agennya. Pengiriman tersebut salah satunya dilakukan dengan mengirimkan produk finished goods dari Gudang Nusantara ke gudang yang berada di Ujungberung kota Bandung, atau ke PT. NYZ Ujungberung.
Proses bisnis dimulai saat adanya permintaan dari setiap agen ke gudang PT. NYZ
Ujungberung, kemudian gudang PT. NYZ Ujungberung membuat sebuah
perencanaan atau estimasi jumlah stock produk yang akan diminta dan dipesan ke Gudang Nusantara. Batas pemesanan produk dari gudang PT. NYZ Ujungberung ke Gudang Nusantara yaitu selama waktu yang telah ditentukan atau hanya dapat dilakukan pada akhir bulan pada tanggal 25 sampai dengan awal bulan pada tanggal 5. Apabila telah melewati batas waktu yang telah ditentukan, maka gudang PT.
NYZ Ujungberung harus menunggu waktu atau periode selanjutnya untuk melakukan pemesanan ke Gudang Nusantara
Gambar I. 1 Alur proses PT. NYZ Ujungberung (Sumber : PT. NYZ Ujungberung, 2015)
Gudang Nusantara
• Gudang finished good yang terletak di Jakarta ini merupakan Gudang utama untuk memenuhi permintaan seluruh kota di Indonesia
Gudang PT.
NYZ Ujungberung
• Gudang pelumas yang memiliki peran untuk memenuhi permintaan agen di kota Bandung
Agen
Agen 1
Agen 2
Agen 3
Agen 4 Gudang PT. NYZ
Ujungberung
Raga I, PT. Langgeng KC, dan PT. Nina Herlina. Dengan jumlah permintaan yang berbeda-beda dari masing-masing agen tersebut. Pada keadaan yang nyata perusahaan masih sering kali tidak dapat memenuhi permintaan agen, dapat dilihat pada Gambar I.3 bahwa data setiap bulannya perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan 4 agen secara optimal atau tidak mencapai 100% selalu terjadi gap antara produk terjual terhadap demand dari Agennya.
Gambar I. 3 Order Fullfilment Mei-Oktober 2015 (Sumber : PT. NYZ Ujungberung, 2015)
Dari Gambar I.3 juga dapat disimpulkan bahwa terjadi gap antara permintaan (demand) dengan kondisi aktual yang terjual, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terpenuhinya seluruh permintaan agen, diakibatkan oleh beberapa produk yang stockout. Perusahaan mengatakan produk tersebut stockout apabila jumlah kekurangan produk lebih dari 3%. Produk yang stockout akan menimbulkan lost sales, hal tersebut terjadi pada setiap bulannya. Jumlah kerugian yang diakibatkan dari lost sales yang pada bulan Mei – Oktober 2015 yaitu sebesar Rp182,186,326.85. Dapat digambarkan kenaikan jumlah produk tidak terpenuhi (lost sales) dari bulan Mei – Oktober 2015 seperti pada Gambar I.4.
Mei Juni Juli Agustus Sepetember Oktober
Demand 13300 17651 15118 15182 19422 9090
Terjual 13190 17501 15088 15034 19327 8819
13190
17501
15088 15034
19327
8819 13300
17651
15118 15182
19422
9090
0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000
Terjual Demand
Gambar I. 4 Jumlah Produk Tidak Terpenuhi Mei – Oktober 2015 (Sumber : PT. NYZ Ujungberung, 2015)
Dengan terjadinya tidak terpenuhinya permintaan atau mengakibatkan lost sales membuktikan bahwa gudang di PT. NYZ Ujungberung tidak memiliki jumlah stock yang cukup dalam pemenuhan permintaan agennya untuk beberapa produk. Dengan kata lain, gudang tersebut mengalami stockout untuk beberapa produknya.
Meskipun agregasi data menunjukan bahwa setiap bulannya terjadi kekurangan persediaan, dalam kenyataannya, pada gudang di PT. NYZ Ujungberung juga sering kali mengalami overstock, hal ini terlihat dari jumlah stock akhirnya yang melebihi 25% jumlah produk yang telah ditentukan oleh perusahaan, sehingga dapat menyebabkan besarnya biaya persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
110
150
30
148
95
271
0 50 100 150 200 250 300
Mei Juni Juli Agustus September Oktober
Gambar I. 5 Perbandingan antara Stock Seharusnya dengan Stock Aktualnya untuk produk A070102615 MESRAN SPR Min 20W-50-SG/CD PL1 24X0.8L
(Sumber : PT. NYZ Ujungberung, 2015)
Dari Gambar I.5 dapat dilihat (dalam hal ini diwakili oleh produk A070102615 MESRAN SPR Min 20W-50-SG/CD PL1 24X0.8L) mengalami overstock pada bulan Mei – Oktober 2015. Dalam persediaannya perusahaan mengalami tingkat overstock yang besar, dengan kebijakan perusahaan yaitu batas stock akhir sebesar 25% dari stock awalnya. Tingkat persediaan yang sangat tinggi mengakibatkan total biaya persediaan juga tinggi pula. Padahal apabila dilihat dari tingkat permintaan yang ada, seluruh permintaan dapat terpenuhi dengan tingkat persediaan yang lebih rendah. PT. NYZ Ujungberung lebih memprioritaskan tingkat pelayanannya kepada setiap Agen. Meskipun memiliki tujuan untuk memberikan service level yang optimal, akan menghasilkan biaya penyimpanan yang tinggi. Biaya total persediaan untuk produk A070102615 MESRAN SPR Min 20W-50-SG/CD PL1 24X0.8L pada bulan Mei – Oktober 2015 hingga mencapai Rp2,203,809,442.
Namun dapat digambarkan perbandingan antara jumlah overstock dengan stockout untuk semua SKU seperti pada Gambar I.6
0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000
Mei Juni Juli AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER 25% Stock Kebijakan Perusahaan (seharusnya) Stock Akhir Aktual
Gambar I. 6 Perbandingan antara Overstock dengan Stockout untuk Semua SKU Mei – Oktober 2015
(Sumber : PT. NYZ Ujungberung, 2015)
Dalam hal ini PT. NYZ Ujungberung harus mengambil keputusan antara memprioritaskan tingkat pelayanan atau mempertimbangkan biaya operasional yang tinggi. Berdasarkan Gambar I. 6, tingkat overstock jauh lebih tinggi dibaningkan tingkat stockout nya. Sehingga dengan menggunakan kebijakan pengendaliaan persediaan, tingginya biaya persediaan dan tidak terpenuhinya permintaan agen yang terjadi di gudang PT. NYZ Ujungberung akan dapat diatasi.
Keberadaan inventori khususnya dalam suatu unit usaha perlu diatur sedemikian rupa sehingga kelancaran pemenuhan kebutuhan pemakai dapat dijamin tetapi ongkos yang ditimbulkan sekecil mungkin (Bahagia, 2006).
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dirumuskan permasalahannya adalah sebagai berikut ini:
1. Bagaimana menentukan kebijakan persediaan produk pelumas pada gudang PT. NYZ Ujungberung yang dapat meminimasi biaya total persediaan?
MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER
Overstock 8548 6706 14121 10530 9819 14758
Stockout 104 118 28 136 41 232
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000
Overstock Stockout