Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan memiliki sarana pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, karena gerak adalah cirri kehidupan, maka dari itu manusia meski meningkatkan gerak sebagai cirri kehidupan penting melalui aktivitas pendidikan jasmani. Aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal manusia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Dalam proses belajar terdapat dua kegiatan saling berinteraksi aktif antara murid dan guru. Guru memberikan stimulus baik berupa pertayaan atau berupa tindakan dan murid bereaksi terhadap stimulus tersebut, sehingga terjadilah proses belajar mengajar. Agar proses belajar mengajar dapat dicapai hasil yang sesuai dengan tujuan, maka guru perlu mempertimbangkan dan memilih strategi belajar mengajar yang efektif dan efisien. Menurut Bloom (1965:17), “Tujuan pengajaran itu pada hakekatnya adalah perubahan perilaku murid baik bersifat kognitif, afektif, maupun psikomotor atau keterampilan yang diharapkan terjadi setelah proses pengajaran berakhir.” Hal ini sejalan dengan hakikat pendidikan jasmani yang bertujuan mengembahkan ketiga ranah tersebut yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental-emosional-sportifitas-spiritual-sosial) serta pembinaan hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas psikis dan fisik yang seimbang.
Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pemebelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan prilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, kerjasama, dan kecerdasan emosi. Dalam Sukintaka (1992:10) mengungkapkan bahwa “Pendidikan jasmani akan mempengaruhi ranah kognitif, psikomotor dan afektif”. Proses pendidikan jasmani ada tiga aspek yang menjadi bahan penilaian, yaitu: aspek kognitif (pengetahuan intelektual), afektif (sikap sosial) dan psikomotor (keterampilan gerak). Dalam Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Harold M. Barrow dalamFreeman 2001 yang dikutip oleh Abduljabar (2008:6), menyatakan bahwa:
Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai pendidikan tentang dan melalui gerak insani, ketika tujuan kependidikan dicapai melalui media aktivitas otot-otot, termasuk: olahraga (sport), permainan, senam, dan latihan (exercise). Hasil yang ingin dicapai....individu yang terdidik secara fisik. Nilai ini menjadi salah satu bagian nilai individu yang terdidik, dan bermakna hanya ketika berhubungan dengan sisi kehidupan individu.
Dari beberapa pengertian para ahli tentang pendidikan jasmani dapat di simpulkan bahwa Pendidikan jasmani adalah peroses belajar yang menggunakan aktivitas jasmani untuk meningkatkat kebugaran jasmani dan mengandung nilai- nilai pendidikan kepada peserta didik antara lain: apresiasi, percaya diri, harga
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
diri, kooperatif, tanggung jawab, sportifitas, kompetitif dan budaya hidup sehat, merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani secara menyeluruh yakni, kognitif, afektif dan psikomotorik. Badan Penelitian dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional (2002:2) menyebutkan salah satu tujuan pendidikan jasmani sebagai berikut:
Standar Kompetensi: mempraktekkan latihan kebugaran jasmani yang lebih kompleks untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kompetensi Dasar: Mempraktekkan aktivitas dan permainan untuk melatih kekuatan, kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat serta nilai kerja keras, kerjasama dan kejujuran.
Untuk mencapai tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani dapat melalui berbagai macam aktivitas jasmani yang sesuai dengan ruang lingkup pendidikan jasmani yang meliputi permainan dan gerak dasar olahraga. Salah satu aktivitas yang dapat di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani adalah aktivitas permainan. Dengan perrmainan siswa dapat bergerak bebas dengan perasaan senang sehingga siswa dapat aktif dan berpartisipasi dengan baik.
Partisipasi murid dalam proses pembelajaran sangat penting sekali karena dengan adanya partisipasi dari murid maka proses pembelajaran dapat berjalan dan tujuan pembelajaranakan tercapai sehingga anak bisa tubuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Begitupun dengan pembelajaran penjas, apabila murid tidak bisa berpartisipasi maka guru tidak bisa mengembangkan kemampuan murid dari berbagai aspek baik dari aspek kognitf, afektif dan psikomotor. Oleh karena itu partisipasi menjadi hal yang paling mendasar yang harus di terapkan dan ditanamkan pada murid dalam proses pembelajaran penjas.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
Menurut Ach. WazirWs., et al. (1999:29) “Partisipasi bias diartikan sebagai keterlibatan seseorang secara sadar kedalam interaksi sosial dalam situasi tertentu”. Dengan pengertian itu, seseorang bias berpartisipasi bila diamenemukan dirinya dengan atau dalam kelompok, melalui berbagai proses berbagi dengan orang lain dalam hal nilai, tradisi, perasaan, kesetiaan, kepatuhan dan tanggung jawab bersama.
Dengan kata lain partisipasi akan berjalan dengan baik ketika seseorang merasa nyaman dengan lingkungan yang berhubungan dengan orang tersebut.
Begitu juga dengan siswa SD, mereka akan ikut berpartisipasi apabila lingkungan tersebut dirasa nyaman dan disukai oleh siswa, lingkungan tersebut ialah sekolah, guru maupun materi pembelajaran.
Kenyataan di lapangan banyak dijumpai proses belajar mengajar yang kurang berjalan dengan baik, hal tersebut terlihat ketika guru sedang mengajar banyak murid yang kurang memperhatikan guru. Biasanya murid akan memperhatikan gurunya ketika guru tersebut memberikan materi yang mereka sukai saja, akan tetapi setiap murid mempunyai karakter dan rasa suka yang berbeda terhadap materi penjas, ada yang suka maen bola, maen voly dan sebagainya.
Melihat karakter siswa yang mempunya keinginan gerak yang sangat tinggi dan sebagian besar dari mereka menyukai permainan maka tidak ada salahnya jika siswa diberikan materi mengenai permainan. Biasanya permainan yang banyak disukai oleh siswa adalah permainan yang mereka kenal yang berasal dari daerah
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
mereka sendiri dan yang sering dimainkan oleh mereka, atau yang biasa kita sebut permainan trsadisional.
Meningkatkan partisipasi siswa untuk belajar dapat dilakukan dengan memperkenalkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran. Sebagian besar anak-anak menyukai permainan karena menyenangkan. Rasa senang dan gembira akan menghidupkan fungsi otak kanan dan mempermudah anak untuk menguasai materi pelajaran yang diberikan. Menurut Mentessori dalam Uhamisastra, (2010:31) menjelaskan bermain adalah “Dunia anak bermain sangat signifikan dengan perkembangan anak secara fisik, sosial, emosional dan kognitif”. Dan permainan tradisional menurut Uhamisastra (2010:12) menjelaskan bahwa permainan tradisional adalah “Permainan yang dimainkan oleh anak-anak dengan alat yang sederhana, tanpa mesin, asalkan anak tersebut sehat maka ia bisa ikut bermain”. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menghadirkan lingkungan yang menyenangkan bagi siswa dan menumbuhkan keriangan dan kenyamanan seolah-olah siswa sedang bermain padahal sebenarnya sedang belajar.
Pada zaman sekarang ini permainan tradisional sudah jarang dilakukan lagi oleh anak-anak, hal ini terjadi karena anak-anak sekarang sudah dipengaruhi oleh peramainan yang modern dan tehnologi yang canggih sehingga anak tidak banyak bergerak.Untuk menjaga kelestarian dari permainan tradisional maka tidak salah apabila guru memasukannya sebagai materi dalam pembelajaran di sekolah.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
Permainan tradisional pada dasarnya adalah permainan yang mudah difahami dan disukai oleh anak-anak, hal ini terlihat apabila permainan ini dilakukan oleh anak-anak mereka selalu terlihat senang dan menikmatinya.
Hal ini memungkinkan bagi guru untuk bisa menarik perhatian atau partisipasi siswayang kurang dalam pembelajaran penjas, mengingat permainan tradisonal ini sangatlah mudah dipahami dan yang paling penting sangatlah disukai oleh anak-anak khususnya anak-anak sekolah dasar, maka permainan tradisional dapat digunakan guru untuk menarik partisipasi siswa.
Kenyataan di lapangan banyak dijumpai proses belajar mengajar yang kurang berjalan dengan baik, salah satunya di SDN Putra Panjalu yang berada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Penulis melakukan observasi awal ke sekolah SDN Putra Panjalu pada hari rabu tanggal 11 juli 2012 sehingga menemukan beberapa kendala yang menghambat kelancaran terjadinya proses belajar mengajar diantaranya faktor guru. Faktor guru sangatlah penting dalam suatu proses pembelajaran, guru harus menguasai keadaan kelas, keadaan siswa, dan yang penting menguasai materi yang akan disampaikan kepada murid. Akan tetapi guru penjas SDN Putra Panjalu kurang menguasai ketiga faktor tersebut.
Kejadian tersebut terlihat ketika guru penjas memberikan materi yang menggunakan bola sebagai alatnya, guru penjas tersebut hanya memberikan intruksi kepada siswanya untuk memainkan bola tersebut tanpa memperjelas materi apa yang seharusnya dilakukan oleh siswa.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
Faktor tersebut akan mempengaruhi juga terhadap faktor yang lainnya, yaitu guru tidak akan bisa menguasai kelas terutama tidak akan menguasai keadaan siswa dengan maksimal, siswa akan bermain sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa ada aturan yang jelas.
Apabila sudah terjadi seperti itu dampaknya akan mempengaruhi kepada siswa, lambat laun siswa akan merasa jenuh, belajarnya jadi asal-asalan, dan bahkan siswa tidak ikut belajar atau berpartisipasi dalam pembelajaran penjas.
Selain faktor guru dan murid, faktor materi juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar. Pemberian materi yang tepat akan mempermudah guru dalam mengajar, seperti memberikan materi yang menarik untuk siswa, materi yang disukai oleh siswa, karena dengan materi yang demikian dapat meningkatkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran.
Apabila materi yang disampaikan tidak tepat maka murid akan merasa bosan sehingga murid tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Itulah yang terjadi pada siswa kelas 4 SDN Putra Panjalu, selain faktor guru yang kurang menunjang di tambah materi yang disampaikan kurang tepat maka dampaknya akan berpengaruh kepada siswa yaitu kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas.
Mengingat akan sifat siswa sekolah dasar yang tinggi dalam melakukan aktivitas gerak khususnya gerak yang bersifat permainan, maka tidak salah apabila guru memberikan materi pembelajaran berupa permainan yang mudah difahami dan disukai oleh siswa contohnya dengan memberikan permainan tradisional.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
Dalam pembelajaran penjas pemberian materi berupa permainan sangatlah menunjang, selain karena mudah dimainkan permainan juga sangatlah bermanpaat untuk menunjang pertumbuhan anak baik dari aspek kognitif, afektif maupunpsikomotor. Begitu pula dengan permainan tradisional, yang bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap kemampuan dan perkembangan siswa.
Oleh karena itu permainan tradisional dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas di sekolah dasar.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah penelitian adalah penerapan permainan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri Putra Panjalu Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.
Peneliti fokuskan model yang akan digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani adalah penerapan permainan tradisional. Untuk itu peneliti harus mempertimbangkan sesuatu yang akan menjadi factor penentu dalam penerapan permainan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa.
C. RumusanMasalah
Untu kmemfokuskan permasalahan dalam karya tulis ilmiah harus dibuat dalam bentuk rumusan masalah secara khusus agar tercapai tujuan penelitiannya.
Berdasarkan latar belakang yang dikemukan oleh penulis, maka yang dijadikan rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas?
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
2. Bagaimana penerapan permaianan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa?
D. TujuanPenelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data atau informasi mengenai penerapan permainan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas di sekolah dasar. Penelitian merupakan salah satu sarana dari ilmu pengetahuan yang dilakukan untuk memahami gejala alam, social sosiologis dan pendidikan. Oleh karena itu, setiap penelitian memiliki hubungan erat dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.“ Secara umum penelitian adalah serangkaian usaha sistematis dalam rangka menjawab suatu permasalahan.” (Tuckman, 1976).
Maka tujuan penelitian untuk mengetahui:
1. Pengaruh penerapan permainan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas.
2. Sejauhmana partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas.
E. ManfaatPenelitian
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat dan menjadikan bahan masukan dan pertimbangan, adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara teoritis
- Diharapkan menjadi sumbangan keilmuan yang berarti bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan jasmani.
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
- Diharapkan menjadi informasi dan referensi bagi lembaga kependidikan khususnya pendidikan jasmani.
2. Secara praktis
a. Diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan metode mengajar di sekolah.
b. Diaharapkan menjadi bahan referensi dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pendidikan jasmani dan peneliti-peneliti yang lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani.
F. BatasanPenelitian
Supaya penelitian ini ruang lingkupnya terarah pada tujuan, maka penulis membatasi penelitian sebagai berikut :
1. Masalah penelitian ini tentang penerapan permainan tradisional dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran penjas.
2. Tempat penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Putra Panjalu 3. Sampel yang diambil untuk penelitian yaitu kelas4 SDN Putra Panjalu
Kabupaten Bandung yang berjumlah 30siswa.
G. Definisi Operasional
Judul dari skripsi ini yaitu “PenerapanPermainan Tradidionaldalam Upaya MeningkatkanPartisipasi Siswa dalamPembelajaran Penjas”, (Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran Penjas bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Putra Panjalu Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung). Penulis akan
Zil Ilham Maulana, 2012
Penerapan Permainan Tradisional Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Penjas
Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu
menguraikan bagian-bagian kata yang digunakan dalam judul untuk mencegah kesalahfahaman pada judul di atas.
1. Permaianan Tradisional
Merupakan kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan yang dapat diikutsertakan dalam proses pembelajaran untuk menghindari rasa bosan dalam suatu pembelajaran.
2. Pembelajaran Penjas
Merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan fisik dan kesehatan untuk menghasilkan perubahan holistic dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental dan emosional.
3. Partisipasi
Merupakan proses keikutsertaan seseorang dalam suatu kegiatan yang mencurahkan baik secara fisik maupun mental dan emosional.