PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL TERHADAP KADAR LEMAK DAGING AYAM LOKAL
PEDAGING UNGGUL
Syah Mohd Hadiid Thaariq1* M. Aman Yaman3 Dasrul2 Sugito2 Didi Rahmady3
1)Program Studi Kesehatan Masyarkat Veteriner Program Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala
2)Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala
3)Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (email: syah_thaariq@ yahoo.com)
ABSTRAK
Penelitian tentang pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis sumber daya lokal terhadap kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul. Penelitian telah dilakukan di University Farm Ie Seu’m Kabupaten Aceh Besar dan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor, selama 90 hari yang dimulai dari tanggal 13 September sampai dengan 6 Desember 2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi terhadap kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul. Materi penelitian yang digunakan adalah 16 ekor ayam ALPU DOC.
Perlakuan yang diberikan adalah empat tingkat persentase pakan fermentasi yaitu A1(0%) sebagai kontrol, A2(10%), A3(20%) dan A4 (30%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan. Variabel yang diamati kadar lemak. Data yang diperoleh menggunakan analisa sidik ragam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi berbasis sumber daya lokal tidak berpengaruh (P>0,05) pada kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul.
Kata kunci : Ayam ALPU, Fermentation Kadar Lemak
ABSTRAK
Research on the effect of fermented feed based on local resources to the fat content of broiler chicken meat locally has been conducted at the University Farm Ie seum Aceh Besar District and t Department of Nutrition and Food Technology Integrated Laboratory, Bogor Agricultural University. This study was conducted over 90 days starting from September 13 until December 6, 2015. The aim of research to determine the effect of feeding the fermentation of the fat content of chicken ALPU. The research material used 16 chickens ALPU DOC. The treatments of fermented feed were A1 (0%) as a control, A2 (10%), A3 (20%) and A4 (30%). This study used a completely randomized design (RAL) 4 treatment 4 replications. The variables measured fat levels. Data obtained using analysis of variance. The results showed that administration of fermented feed based on local resources have no effect (P>0.05) on the fat content of chicken ALPU
Qeyword : ALPU chicken, fermentation, fat level
PENDAHULUAN
Pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam usaha peternakan salah satu faktor yang menentukan efisien tidaknya produksi ternak adalah dari nilai efisiensi pakannya dimana kebutuhan ternak akan pakan didasarkan pada kebutuhan berbagai kandungan zat makanan yang spesifik yaitu energi dan protein. Ayam Lokal Pedaging Unggul merupakan nama yang dipopulerkan untuk membedakan antara ayam kampung pedaging asli lokal, ayam ras pedaging dan ayam crossbreading lainya yang menggunakan ayam kampung sebagai penjantan ataupun sebagai induk (Yaman, 2010). Di Indonesia tersedia banyak alternatif bahan pakan hasil samping industri pertanian yang dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas daging ayam, seperti dedak padi (Danar, 2010). Selain itu ada juga hasil sampingan dari indrustri pertanian seperti dedak jagung dan ampas tahu.
Dedak padi merupakan sisa dari penggilingan padi, yang di manfaatkan sebagai sumber energi pada pakan ternak dengan kandungan serat kasar berkisar 6-27% (Putrawan dan Soerawidjaja,2007). Ampas tahu merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas sebagai sisa dalam pembuatan tahu. Ampas tahu dapat dijadikan sebagai sumber nitogen pada media fermentasi dan dapat dijadikan sebagai bajan pakan sumber protein karena mengandung protein kasar cukup tinggi yaitu 27,55% (Nuraini et al, 2009).Dengan begitu tingginya kandungan yang terdapat pada dedak padi ampas tahu dan dedak jagung bisa di atasi dengan upaya untuk memperbaiki kualitas gizi, mengurangi, atau menghilangkan pengaruh negatif dari bahan pakan tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Fermentasi juga dapat meningkatkan nilai kecernaan (Winarno, 2000), menambah rasa dan aroma, serta meningkatkan kandungan vitamin dan mineral (Pelczar dan Chan, 2007).
Teknologi fermentasi pakan merupakan salah satu teknologi pengolahan bahan makanan secara biologis yang melibatkan aktivitas mikroorganisme guna memperbaiki gizi bahan berkualitas rendah. Dewasa ini masyarakat dalam memilih bahan pangan sudah sangat memperhatikan tentang kualitasnya salah satunya ialah kadar lemak.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut maka akan dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis sumber daya lokal terhadap kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul (ALPU).
MATERI DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan selama 90 hari di university Farm Ie Se’um Universitas Syiah Kuala. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah DOC ayam ALPU sebanyak 16 ekor, pakan komersial, pakan fermentasi teridi dari
A1(%) A2(%) A3(%) A4(%)
1 1,14 1,68 1,81 0,86
2 1,12 0,92 1,89 1,13
3 1,14 1,68 1,81 0,86
4 1,12 0,92 1,89 1,13
Rataan 1,13 1,30 1,85 1,00
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan
Pengambilan data dilakukan pada umur 12 minggu dengan melakukan pemotongan ayam untuk pengambilan sample berupa daging sebanyak 200 gram/smple. Sample dikumpulkan dan dianalisis di Laboratorium Terpadu Peternakan di Institut Pertanian Bogor.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Satu hal yang dikhawatirkan dalam merubah komposisi pakan ayam pedaging adalah meningkatnya kadar lemak karkas yang akan mempengaruhi kualitas daging secara keseluruhan. Kadar lemak paling tinggi terdapat pada perlakuan A3, yakni1,85% kadar lemak cenderung menurun pada perlakuan dengan penggunaan persentase pakan fermentasi 30% sebesar 1,00% (Tabel 1).
Tabel 1. Rataan Kadar Lemak
Ulangan Perlakuan Pakan
Hasil di atas menunjukkan bahwa persentase penggunaan pakan fermentasi ampas tahu dedak padi dan dedak jagung yang semakin meningkat dapat menurunkan kadar lemak dalam daging. Hasil analis ragam menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi ampas tahu dedak padi dan dedak jagung tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar lemak pada daging ayam.
Rataan persentase lemak pada penelitian ini berkisar (1,00%-1,85%) masih lebih rendah dibandingkan dengan yang dilaporkan oleh (Anggreani, 2005) bahwa komposisi lemak daging 3,2% hal ini disebabkan oleh perbedaan strain dan dan kandungan nutrisi pakan. Pernyataan ini didukung oleh Hartono (2013) bahwa kadar lemak mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan kadar protein, semakin meningkat kadar protein pada daging ayam maka kadar lemak semakin menurun.
Tingginya persentase lemak pada perlakuan 30% pakan fermentasi menurunkan kadar lemak daging ayam. Penelitian ini sejalan dengan Sufi dkk (2015) bahwa pengaruh penggunaan fermentasi dedak padi dan cairan rumen dalam pakan menyebabkan penurunan kadar lemak daging ayam sebesar 13,09%.
Hal ini tidak sependapat dengan pernyataan Syukron (2006) bahwa tingginya kandungan lemak dalam pakan akan meningkatkan kandungan lemak karkas.
Semakin tinggi kandungan lemak pakan yang dikonsumsi menyebabkan persentase lemak karkas yang dihasilkan akan meningkat.
KESIMPULAN
Pengaruh pemberian pakan fermentasi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul (ALPU). Pemberian pakan fermentasi ampas tahu dedak padi dan dedak jagung dalam pakan dapat menurunkan kadar lemak daging ayam lokal pedaging unggul pada persentase 30%.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kadar lemak daging ayam dengan perlakuan persentase pakan fermentasi maka, peneliti menyarankan adanya penelitian lanjutan dengan persentase pakan fermentasi yang lebih tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Anggreani, Y. 2005. Sifat Fisik Daging Dada Ayam Broiler pada Berbagai Lama Postmortem di Suhu Ruang. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Ternak.Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
Danar, N.D. 2010. Kualitas Daging Ayam Boiler yang Mendapatkan Tepung Bawang Putih dan Tepung Temulawak dalam Ransum. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Hal 81-87. Vol 15. No. 2
Hartono, E., Iriyanti, N., dan Santosa, R. Singgih S. 2013. Penggunaan Pakan Fungsional Terhadap Daya Ikat Air, Susut Masak, dan Keempukan Daging Ayam Broiler.Jurnal Imu Peternakan vol. 1(1):10-19, April 2013.
Sufi, I. Rosyidi, D. Djunaidi, I. H 2015. Pengaruh Penggunaan Fermentasi Dedak Padi Dengan Cairan Rumen Dalam Pakan Terhadap Kuantitas Kimia Daging Ayam Pedaging.
Nuraini, S. A. Latif dan Sabrina, 2009. Improving the Quality of Tapioka By Product Thrugh Fermentation by Neurospora crassa to Produce B caroten Rich Feed. Pakistan Journal of nutrion 8(4):487-490.
Syukron, M. 2006. Kandungan Lemak dan Kolesterol Daging Serta Persentase Organ Dalam Ayam Broiler Yang Diberi Ransum Finisher Dengan Penambahan Kepala Udang. Skripsi : Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Putrawan, I. D. G. A., dan T.H. Soerawidjaja. 2007.Stabilisasi dedak padi melalui pemasakan ekstrusif . Jurnal teknik kimia Indonesia .6 (3) Desember 2007;681-688.
Winarno, F. G. 2000. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.