• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA TERPILAH DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DATA TERPILAH DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

DATA TERPILAH DALAM

PEMBANGUNAN PRASARANA DAN

SARANA PERTANIAN

DISAMPAIKAN OLEH: ASISTEN DEPUTI INFORMASI GENDER

DALAM PERTEMUAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI PUG

(2)

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHALANGI

PENGHAPUSAN KETIDAKSETARAAN GENDER

Komitmen yang masih rendah dalam upaya

pemberdayaan perempuan

Masih adanya peraturan perundang-undangan nasional

maupun daerah yang belum responsif gender

Masih adanya program dan kegiatan yang belum

mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi perempuan

Implementasi program pemberdayaan perempuan

belum intensif

Data dan informasi serta kelembagaan yang belum

mendukung

Pemahaman kesetaraan gender yang masih rendah

(3)

1. Untuk penyusunan perencanaan program, kegiatan dan

anggaran yang berbasis gender.

2. Untuk mengetahui kondisi dan posisi perempuan dan

laki-laki di berbagai bidang.

3. Sebagai alat untuk melakukan analisis gender, untuk

mengetahui berbagai permasalahan serta ada tidaknya

kesenjangan gender.

4. Bahan evaluasi untuk mengetahui dampak dari

kebijakan dan program pembangunan baik untuk

laki-laki maupun perempuan.

(4)

SISTEM DATA TERPILAH

Adalah: seluruh komponen yang saling terkait dalam

suatu aturan, norma dan etika untuk mencapai tujuan

yaitu tersedianya dan dimanfaatkannya data terpilah

menurut jenis kelamin dan usia dalam penyusunan

kebijakan yang responsif gender dan peduli anak di

berbagai bidang, tingkat nasional, provinsi dan

kabupaten/kota.

Sistem data terpilah adalah salah satu sub sistem

pendukung terwujudnya sistem pembangunan

gender yang holistik, integratif dan berkelanjutan

(5)

1. Kurangnya pemahaman konsep gender, berakibat tidak

menyadari pentingnya data terpilah

2. Lemahnya dukungan dan komitmen untuk menyediakan

data secara terpilah

3. Kualitas SDM yang belum memadai dalam penguasaan

substansi maupun teknis pengelolaan data

4. Lemahnya kelembagaan penyelenggara data terpilah

baik dari dukungan kebijakan, mekanisme dan

peraturan serta kapasitas organisasi

5. Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum

memadai.

Permasalahan dalam pengembangan

sistem data terpilah

(6)

Komponen Sistem Data Terpilah

Peraturan

Kelembagaan (SDM,

anggaran)

Mekanisme

Suatu sistem yang baik, memiliki komponen sebagai berikut:

(7)

STRATEgI DAn kEgIATAn

1. Peraturan

- Bahan advokasi pimpinan (policy

brief) untuk mewujudkan tersedianya

Peraturan tentang Data Terpilah di

K/L/SKPD

(8)

2. Kelembagaan

- Bahan KIE (modul) pelatihan untuk mengembangkan

kelembagaan dan jejaring data di tingkat nasional dan

daerah yang mampu mengumpulkan dan

memanfaatkan data terpilah

- Modul pelatihan untuk menghasilkan SDM yang

mampu melakukan analisis data terpilah di K/L/SKPD

dan penyusunan kebijakan responsif gender dan

anak

- Melakukan pelatihan pengelolaan data terpilah

(9)

3. Mekanisme

- Penyusunan instrumen pengumpulan dan

analisis data terpilah

- Penetapan prosedur, frekuensi dan alur

data pengumpulan, pengolahan, analisis

dan penyajian data terpilah

(10)

PRASARANA DAN SARANA

PERTANIAN

 Pertanian merupakan sektor vital.

 Mampu menyerap banyak tenaga kerja.

 Seharusnya Indonesia mampu meningkatkan

pertumbuhan ekonomi melalui sektor

pertanian.

 Prasarana dan sarana pertanian merupakan

faktor yang sangat menunjang bagi

(11)

PELIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN

PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

Upaya mendukung terwujudnya kesejahteraan

masyarakat pertanian

Peningkatan kualitas SDM pertanian di bidang

prasarana dan sarana pertanian

Pengembangan usaha agribisnis perdesaan

Penanganan masalah air dan lahan

Meningkatkan kesadaran masyarakat pertanian

terhadap dampak perubahan iklim

Pengelolaan air irigasi, perluasan dan pengelolaan

lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, alat dan

mesin pertanian

(12)

DATA TERPILAH

DALAM KETENAGAKERJAAN

DAN PERTANIAN

(13)

Persentase Perempuan Berumur 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan selama Seminggu yang Lalu dan Daerah Tempat Tinggal, 2012

44.74 3.93 9.27 38.52 3.54 51.10 3.02 6.60 35.41 3.86 47.91 3.48 7.94 36.97 3.70 Bekerja Pengangguran

Terbuka Sekolah Mengurus Rumah Tangga Lainnya Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan

(14)

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kegiatan Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin, 2012

Penduduk

Usia Kerja

Kegiatan Seminggu

yang Lalu

Perempuan

Laki-laki

(1)

(2)

(3)

(4)

Angkatan Kerja

Bekerja

47.91

79.57

Pengangguran

Terbuka

3.48

4.86

Bukan Angkatan

Kerja

Sekolah

Mengurus Rumah

7.94

8.26

Tangga

36.97

1.63

Lainnya

3.70

5.69

Total

100.00

100.00

(15)

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penduduk Berumur 15

Tahun ke Atas menurut Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, 2012

Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan

48.67 54.13 51.39

81.90 86.97 84.42

(16)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Berumur 15 Tahun ke

Atas menurut Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, 2012

Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan 8.07 5.59 6.77 7.41 4.18 5.75 Perempuan Laki-laki

(17)

Jenis Kelamin/ Daerah Tempat

Tinggal

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Total Tamat SD Ke bawah SMP SMA Ke atas (1) (2) (3) (4) (5) Perempuan Perkotaan 35.00 17.44 47.56 100.00 Perdesaan 67.48 15.85 16.67 100.00 Perkotaan + Perdesaan 52.26 16.60 31.14 100.00 Laki-laki Perkotaan 31.17 18.69 50.14 100.00 Perdesaan 60.45 19.77 19.79 100.00 Perkotaan + Perdesaan 46.42 19.25 34.33 100.00

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja selama Seminggu yang Lalu menurut Jenis Kelamin, Daerah Tempat Tinggal, dan

(18)

Jenis Kelamin / Daerah Tempat Tinggal Status Perkawinan Total Belum

Kawin Kawin HidupCerai Cerai Mati

(1) (2) (3) (4) (5) (6) Perempuan Perkotaan 21.69 66.35 3.88 8.08 100.00 Perdesaan 10.64 76.94 3.29 9.14 100.00 Perkotaan + Perdesaan 15.82 71.98 3.56 8.64 100.00 Laki-laki Perkotaan 21.70 75.40 1.31 1.59 100.00 Perdesaan 20.00 76.79 1.41 1.81 100.00 Perkotaan + Perdesaan 20.81 76.13 1.36 1.70 100.00

Sumber : BPS RI - Sakernas Agustus 2012

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja selama Seminggu yang Lalu Menurut Jenis Kelamin, Daerah Tempat Tinggal dan Status Perkawinan, 2012

(19)

34.48 0.34 15.28 0.05 0.37 27.81 0.67 1.83 19.17 35.46 2.11 13.01 0.33 9.61 16.72 6.83 2.75 13.18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Perempuan Laki-laki

Sumber : BPS RI – Sakernas Agustus 2012 Keterangan :

1 = Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan 6 = Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan dan Hotel 2 = Pertambangan dan Penggalian 7 = Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Seminggu yang Lalu menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2012

(20)

Daerah Tempat Tinggal Perempuan Laki-laki

(1) (2) (3)

Perkotaan 1 470 160 1 881 459

Perdesaan 1 093 776 1 385 487

Perkotaan + Perdesaan 1 368 546 1 724 478

Rata-rata Upah/Gaji Bersih (Rupiah) Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai selama Sebulan menurut

Daerah Tempat Tinggal dan Jenis Kelamin, 2012

(21)

Rata-rata Upah/Gaji Bersih (Rupiah) Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai selama Sebulan menurut Tingkat Pendidikan

dan Jenis Kelamin, 2012

Tingkat Pendidikan

Jenis Kelamin Ratio Upah Perempuan Laki-laki (1) (2) (3) (4) Tidak/Belum Pernah Sekolah 547 634 962 737 56.88 Tidak/Belum Tamat SD 621 639 999 746 62.18 Sekolah Dasar 683 204 1 072 273 63.72 S L T P 859 505 1 185 850 72.48 SMTA Umum 1 198 453 1 737 907 68.96 SMTA Kejuruan 1 273 023 1 665 206 76.45 Diploma I/II/III/Akademi 2 030 139 2 541 036 79.89 Universitas 2 574 337 3 592 315 71.66

(22)

Rata-rata Upah/Gaji Bersih (Rupiah) Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja sebagai Buruh/Karyawan/Pegawai selama Sebulan menurut Lapangan

Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2012

Lapangan Pekerjaan Utama

Jenis Kelamin Rasio

Upah

Perempuan Laki-laki

(1) (2) (3) (4) Pertanian, Kehutanan, Perburuan,

dan Perikanan 762 632 1 175 105 64.90 Pertambangan dan Penggalian 2 529 501 2 807 191 90.11 Industri Pengolahan 1 094 969 1 523 715 71.86 Listrik, Gas, dan Air 1 807 867 2 263 159 79.88 Bangunan Kontruksi 1 960 298 1 510 263 129.80 Perdagangan Besar, Eceran, Rumah

Makan dan Hotel 1 066 283 1 367 945 77.95 Angkutan, Pergudangan dan

Komunikasi 2 550 789 1 863 177 136.91 Keuangan, Asuransi, Usaha

Persewaan Bangunan, Tanah, dan

Jasa Perusahaan 2 309 799 2 208 586 104.58 Jasa Kemasyarakatan 1 567 123 2 113 915 74.13

Total 1 368 546 1 724 478 79.36

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat adat Kajang sangat menjaga strata sosialnya, sehingga orang Kajang dilarang kawin dengan orang yang status sosialnya rendah misalnya ata (budak). Apabila

Kemudian untuk mendapatkan hasil yang baik, dan dengan pertimbangan agar dicapai kondisi yang ekstrim, analisa dilakukan terhadap 4 kasus yang dibedakan oleh kondisi fase

Berdasarkan pengertian tentang pemberdayaan di atas, maka dalam konteks pengrajin makna pemberdayaan diartikan sebagai proses pembelajaran yang berkesinambungan yang ditujukan

Variabel X yang digunakan berupa karakteristik wirausaha yang terdiri dari percaya diri (X1), berorientasi hasil (X2), pengambil risiko (X3), kepemimpinan (X4),

Alhamdullilah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan perkuliahan dan

Penguatan ini meliputi beberapa hal, seperti:.. - Penguatan berupa gerakan mimik dan badan, misalnya: acungan jempol, senyuman, kerut kening, wajah cerah. - Penguatan

KEGIATAN TULISAN SUCI Mintalah siswa mencari ajaran sesat dari para musuh Kristus dalam 2 Nefi 28:4–9 (daftar ini dapat mencakup yang berikut: “Tidak ada Allah sekarang

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di Desa Koto Mesjid Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara