• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI BANDUNG BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI BANDUNG BARAT"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BANDUNG BARAT

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT

NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 15 Tahun 2009 tentang Alokasi Dana Desa, perlu diatur petunjuk pelaksanaannya;

b. bahwa pengaturan petunjuk pelaksanaan sebagaimana termaksud pada huruf a, perlu ditetapkan dengan peraturan Bupati;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dua kali tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

(2)

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4688);

7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

8. Pengatur Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587);

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah dibuah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintah Desa;

12. Peraturan Mentei Dalam Negeri nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;

13. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 3 Tahun 2008 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2008 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 2;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat (Berita Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2008 Nomor 7);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 15 Tahun 2009 tentang Alokasi Dana Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009 Nomor 15);

16. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 17 Tahun 2009 tentang Badan Permusyawaratan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2009 Nomor ...)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

(3)

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Bandung Barat.

2. Pemerintah daerah adalah bupati dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah.

3. Bupati adalah Bupati Bandung Barat.

4. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah Kabupaten Bandng Barat.

5. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintaha oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan negara Kesatuan Republik Indonesia. 7. Pemerintah desa adalah kepala desa dan perangkat desa sebagai unsur

penyelenggara pemerintahan desa.

8. Badan Permusyawaratan Desa, selanjutnya disingkat BPD, adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelengaraan pemerintahan desa.

9. lembaga Kemasyarakatan, atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat;

10. Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah, yang selanjutnya disingkat APBD, adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

11. Musrenbang Desa adalah forum antar pelaku di desa dalam rangka menyusun rencana pembangunan Desa.

12. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, yang selanjutnya disebut APB Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan peraturan desa. 13. Alokasi Dana Desa adalah perolehan bagian keuangan desa dari Kabupaten.

(4)

BAB II

TIM PEMBINA DAN PELAKSANA ALOKASI DANA DESA

Bagian Kesatu Pembentukan Tim

Pasal 2

Dalam rangka pelaksanaan kelancaran pengelolaan Alokasi Dana Desa dibentuk Tim Pembina Tingkat Kabupaten, Tim Pembina Tingkat Kecamatan dan Tim Pelaksana Tingkat Desa.

Bagian Kedua

Tim Pembina Tingkat Kabupaten

Pasal 3

(1) tim Pembina Tingkat Kabupaten ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

(2) Tim Pembinan Tingkat Kabupaten sebagaimana dimaksud ayat (1), mempunyai tugas sebagai berikut :

a. merumsukan kebijakan pengelolaan Alokasi Dana Desa.

b. membina dan mensosialisasikan pengelolaan Alokasi Dana Desa; dan c. menyusun rekapitulasi laporan kegiatan penggunaan Alokasi Dana Desa.

Bagian Ketiga

Tim Pembina Tingkat Kecamatan

Pasal 4

(1) Tim Pembina Tingkat Kecamatan ditetapkan dengan Keputusan Camat, dengan susunan dan personalia sebagai berikut :

Penanggungjawab : Camat

Ketua : Sekretaris Camat

Sekretaris : Kepala Seksi yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggota : 1. Kepala Seksi yang membidangi Tata Pemerintahan 2. Kepala Seksi yang membidangi Pembagunan dan Pemeliharaan Sarana Umum.

(2) Tim Pembina Tingkat Kecamatan sebagaimana dimaksud ayat (1) mempunyai tugas sebagai berikut :

a. melaksanakan kegiatan pembinaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan Alokasi Dana Desa;

(5)

c. mengadakan monitoring dan pengedalian kegiatan Alokasi Dana Desa;

d. menyusun rekapitulasi laporan kemajuan kegiatan dan pelaporan keuangan ; dan

e. Menyelesaikan permasalahan di tingkat desa dan melaporkan kepada Tim Pembina Tingkat Kabupaten.

Bagian Keempat Tim Pelaksana Tingkat Desa

Pasal 5

Tim Pelaksana Tingkat Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa, dengan susunan dan personalia sebagai berikut :

Ketua : Kepala Desa.

Sekretaris : Sekretaris Desa.

Bendahara : Kepala Urusan yang membidangi Keuangan. Anggota : Kepala Urusan terkait.

Pelaksana Teknis : 1. LKMD/LPM;

2. Tim Penggerak PKK Tingkat Desa; 3. Organisasi kepemudaan di desa; 4. MUI; dan

5. Lembaga kemasyarakatan desa lainnya.

Bagian Kelima Tugas Tim

Pasal 6

Tim Pelaksana Tingkat Desa mempunyai rincian tugas sebagai berikut : a. Ketua mempunyai tugas :

1. Mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang dibiayai dari Alokasi Dana Desa;

2. Menyelenggarakan musyawarah di Desa mengenai rencana penggunaan Alokasi Dana Desa yang kemudian disusun dalam suatu dokumen/proposal kegiatan;

3. mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dari para pelaksana teknis desa;

4. Menetapkan Keputusan Kepala Desa tentang im Pelaksana Kegiatan Di Desa (untuk pelaksana teknis disesuaikan dengan jnis kegiatan dan kebutuhan di desa); dan

5. Menyampaikan laporan realisasi perkembangan fisik, pertanggungjawaban keuangan desa serta laporan swadaya masyarakat secara berjenjang kepada Tim Pembina Tingkat Kecamatan dan Tim Pembina Tingkat Kabupaten.

(6)

b. Sekretaris mempunyai tugas :

1. Membantu ketua menyusun rencana kegiatan yang dibiayai alokasi Dana Desa yang dituangkan dalam proposal kegiatan;

2. Membanu mengkoordinasikan tugas-tugas ketua;

3. Melaksanakan pelayanan teknis administrasi kepada Tim; dan

4. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh Alokasi Dana Desa.

c. Bendahara mempunyai tugas ;

1. Membuka rekening desa bersama Kepala Desa atas nama Pemerintah desa yang bersangkutan;

2. Membukukan penerimaan dan pengeluaran uang disertai dengan bukti-bukti pendukung;

3. Menyusun angaran kegiatan;

4. Memungut, mancatat dan menyetorkan pajak kepada Bank yang ditunjuk; dan 5. Menyampaikan laporan keuangan kepada Ketua.

d. Anggota mempunyai tugas

1. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan; 2. Membantu mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan

bidang tugasnya;

3. Merekapitulasi hasil kegiatan dari pelaksana teknis. e. Pelaksana Teknis mempunyai tugas :

a. Menyusun tahapan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan; b. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya; c. Menggali dan menggerakan swadaya masyarakat; dan d. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Ketua

BAB III

SASARAN PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA

Pasal 7

Alokasi Dana Desa diberikan secara langsung kepada desa-desa di lingkungan Kabupaten Bandung Barat.

Pasal 8

Prosentase penggunaan Alokasi Dana Perimbangan Desa ditetapkan sebagai berikut : 1. Tujuh puluh per seratus (70%) digunakan untuk pembiayaan pelayanan publik dan

pemberdayaan masyarakat (disesuaikan dengan kebutuhan desa), diantaranya : a) penanggulangan kemiskinan;

(7)

c) pengadaan infrastruktur pedesaan seperti prasarana pemerintahan, prasarana perhubungan, prasarana produksi, prasarana pemasaran dan prasarana sosial; d) penyusunan dan pengisian Profil Desa, penyediaan data-data, buku adminsitasi

desa dan lembagakemsyarakatan lainnya;

e) pemberdayaan sumber daya pemerintahan desa;

f) menunjang kegiatan pelaksanaan 10 program pokok PKK; g) Pengadaan Rak Buku Perpustakaan

h) kegiatan Bulan Bhakti Goting-royong; i) pengadaan rak buku perpustakaan desa; j) pembuatan tugu batas antar desa dan/atau; k) kegiatan lainnya yang diperlukan oleh desa.

2. Tiga puluh per seratus (30%) digunakan untuk biaya operasional pemerintahan desa yang pengalokasiannya tercantum dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari peraturan ini.

BAB IV

TATA CARA DAN PERSYARATAN PENCAIRAN ALOKASI DANA DESA

Pasal 9

(1) Desa menjelang tahun anggaran baru, kepala Desa, BPD dan LKMD/LPM Desa menyusun rencana penggunaan Alokasi Dana Desa untuk kegiayan pembangunan Desa dengan memperahtikan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam Berita Acara Hasil Musyawarah Desa dan daftar hadir sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang tidak terpisahkan dalam lampiran II yang tidak tercantum dari peraturan ini.

(2) Penjabatan rencana penggunan Alokasi Dana Desa diatur lebih lanjut dalam Peraturam desa tentang anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

(3) Berita acara hasil musyawarah Desa dan pengaturan mengenai Peraturan Desa tentang APBD Desa sebagiamana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) digunakan sebagai bahan penyusunan proposal oleh Tim untuk disampaikan kepada Kepala Desa selanjutnya ke Tim Pembina Tingkat Kabupaten melalui Tim Pembinan Tingkat Kecamatan.

(4) Proposal yang telah diverifikasi oleh Tim pembinan Tingkat Kecamatan selanjutnya disampaikan kepada Tim Pembina Tingkat Kabupaten sebagai bahan untuk proses pencairan.

Pasal 10

(1) Proposal pencairan tahap kesatu sebagaimana dimaksud pasal 9 ayat (4). Disampaikan kepada Tim Pembina Tingkat Kabupaten melalui bendahara Bantuan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kkeuangan dan aset Daerah Kabupaten Bandung Barat, dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut :

a. surat permohonan pencairan;

(8)

c. Keputusan Kepala Desa tentang Penetpan Tim Pelaksana Tingkat desa;

d. kuitansi penerima Alokasi Dana Desa yang ditandatangani oleh Kepala desa dan Bendahara Desa;

e. berita acara penyerahan pembayaran ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa;

f. berita acara hasil musyawarah desa tenatng rencana penggunaan rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dala Alokasi Dana Desa serta daftar hadir Musyawarah desa;

g. daftar rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dari dana tahap kesatu;

h. laporan penyelenggaraan pemerintahan desa oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat;

i. surat persetujuan dari Camat tentang pencairan tahap kesatu; j. realisasi PBB.

(2) Bagi proposal yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud ayat (1), diverifikasi oleh Tim pembina Tingkat Kabupaten untuk bahan proses transfer besaran Dana Alikasi Dana Desa Tahap kesatu kepada rekening desa masing-masing.

(3) Format persyaratan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang tidak terpisahkan dari peraturan ini.

(4) Proposal pencairan Tahap kedua disampaikan kepada Tim Pembina Tingkat Kabupaten melalui bendahar Bantuan Dinas Pendapatan, pengelolaan Keuangan dan aset Daerah Kabupaten Bandung Barat, dilampiri persyaratan sebagai berikut : a. Laporan penerimaan yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara

Desa;

b. Kuitansi penerimaan yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan bendahar Desa;

c. Berita Acara Penyerahan Pembiayaan yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa;

d. Surat Persetujuan dari Camat tentang pencairan Tahap Kedua.

Pasal 11

(1) Pencairan Alokasi Dana Desa disalurkan melalui Rekening Pemerintah Desa atas nama Kepala Desa dan Bendahara Desa pada Bank Jabar Banten Cabang Padalarang;

(2) Pencairan Alokasi Dana Desa dilakukan melalui dua tahap, yaitu : a. Tahap pertama sebesar 50% (lima puluh per seratus)

(9)

BAB V

PERUBAHAN PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA

Pasal 12

Penggunaan Alokasi Dana Desa yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dilakukan perubahan apabila terjadi perubahan penerimaan dan pengeluaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau adanya perubahan APBD Kabupaten.

BAB VI

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 13

Pembinaan atas pengelolaan Alokasi dan Desa dilaksanakan oleh Tim Pembina Tingkat Kabupaten yang meliputi :

a. pemberian pedoman dan standar pelaksanaan Alokasi Dana Desa;

b. pemberian bimbingan, supervisi dan konsultasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa; c. Pendidikandan pelatihan; dan

d. perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan alokasi Dana Desa.

Pasal 14

Pengawasan atas pengelolaan dan penggunaan Alokasi Dana Desa dilaksanakan secara fungsional oleh lembaga pengawasan sesuai denga peraturan perundang-undangan.

BAB VII PELAPORAN

Pasal 15

(1) Tim Pelaksan Tingkat Desa melaporkan kegiatan Alokasi Dana Desa kepada Tim Pembina Tingkat Kecamatan.

(2) Tim pembina Tingkat Kecamatan merekapitulasi dan mengolah laporan dari tim pelaksana Tingkat Desa serta merekomendasikan apabila ditentukan permasalahan dan melaporkan kepada Tim Pembina Tingkat Kabupaten.

BAB VIII

PERTANGGUNGJAWABAN

Pasal 16

(1) Kepala Desa bertanggung jawab atas pengelolaan Alokasi Dana Desa kepada Bupati melalui Camat.

(10)

(2) Kepala Desa memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD. (3) Kepala Desa menginformasikan pokok-pokok pertanggungjawabn kepada

masyarakat.

BAB IX PENGHARGAAN

Pasal 17

(1) Penghargaan dapat diberikan kepada desa yang penilaiannya dilakukan bersama-sama dengan kegiatan Lomba Desa.

(2) Pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud ayat 91), dapat berupa piagam penghargaan.

BAB X

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 18

(1) Kepala Desa tidak dinerikan operasional ADD sepanjang mendapat bantuan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.

(2) Sekretariat Desa yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak diberikan dana operasional ADD.

(3) Sekretaris Desa yang belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap diberikan dana operasional ADD.

(4) Sekretaris Desa yang non PNS diberikan dana operasional ADD.

BAB XI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaan, diatur dengan Peraturan Desa.

Pasal 20

Dengan berlakunya Peraturan ini, maka Peraturan Bupati bandung Nomor 7 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelalksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2006 tentang alokasi Dana Perimbangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Bandung Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2008 tentang {etunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Perimbangan Desa (Berita Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2008 Nomor 18), dinyatakan tidak berlaku di lingkungan Kabupaten Bandung Barat.

(11)

Pasal 21 Peraturan Bupati ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Ditetapkan di Bandung Barat

pada tanggal 1 April 2010

BUPATI BANDUNG BARAT,

Ttd

ABUBAKAR

Diundangkan di Bandung Barat pada tanggal 1 April 2010 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT,

Ttd

MAS ABDUL KOHAR

(12)

LAMPIRAN I

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2010

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

RINCIAN PENGALOKASIAN ALOKASI DANA DESA 30% UNTUK BIAYA OOPERASIONAL PEMERINTAHAN DESA :

I. Biaya Operasional Pemerintah Desa sebesar .... 55% dari 30% Total ADD. II. Biaya Operasional BPD sebesar ... 45% dari 30% Total ADD.

A. Untuk Desa yang Sekdesnya non PNS Perincian Biaya operasional Pemerintah Desa, sebesar 55% dialokasikan untuk Operasional

Perincian Biaya operasional BPD, sebesar 45% dialokasikan untuk Operasional

1. Kepala Desa 0%

2. Sekretaris Desa 17%

3. Kepala Urusan 48%

4. Kepala Dusun 28%

5. Aparat desa lainnya 07%

1. Kepala BPD 15%

2. Wakil Ketua BPD 10%

3. Sekretaris BPD 10%

4. Anggota BPD 65%

(untuk 8 orang anggota BPD) B. Untuk Desa yang Sekdesnya PNS Perincian Biaya operasional Pemerintah Desa, sebesar 55% dialokasikan untuk Operasional Perincian Biaya operasional BPD, sebesar 45% dialokasikan untuk Operasional 1. Kepala Desa 0%

2. Sekretaris Desa 0%

3. Kepala Urusan 65%

4. Kepala Dusun 28%

5. Aparat desa lainnya 07%

5. Kepala BPD 15%

6. Wakil Ketua BPD 10%

7. Sekretaris BPD 10%

8. Anggota BPD 65% (untuk 8 orang anggota BPD)

Contoh :

Jumlah Alokasi Dana Perimbangan Desa = Rp. 125.000.000,-

Maka biaya Operasional Pemerintahan Desa sebesar 30% yaitu sebesar Rp. 37.500.000,- diperinci sebagai berikut :

I. Biaya Operasional Pemerintah Desa 55% dari Rp. 37.500.00,- = Rp. 20.625.000,- II. Biaya Operasional BPD 45% dari Rp. 37.500.000,- = Rp. 16.875.000,-

(13)

Contoh untuk Desa yang sekdesnya Non PNS

PERINCIAN PENGALOKASIAN BIAYA OPERASIONAL KETERANGAN I. Biaya operasional Pemerintah Desa,

Sebesar 55% dari Rp. 37.500.000, = Rp. 20.625.000, - yang dalokasikan untuk :

1. Kepala Desa 0% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 0,-/tahun 2. Sekretaris 17% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 3.506.250,-/tahun 3. Kepala Urusan 48% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 9.900.000,-/tahun (rata-rata 6 orang Kepala Urusan)

4. Kepala Dusun 28% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 5.775.000,-/tahun 5. Aparat Desa 07% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 1.443.750,-/tahun

Rp. 0,-/bulan Rp. 292.187,-/bulan Rp. 137.500,-/bulan

Rp. 120.312,-/bulan Dibagi sejumlah staf II. Biaya Operasional BPD, sebesar 45% dari Rp. 37.500.000,- =

Rp. 16.875.000,- yang dialokasikan untuk :

1. Ketua 15% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 2.530.500,-/tahun 2. Wakil Ketua 10% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 1.687.500,-/tahun 3. Sekretaris 10% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 1.687.500,-/tahun 4. Anggota 65% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 10.968.750,-/tahun (untuk 8 orang anggota BPD)

Rp. 210.875,-/bulan Rp. 140.625,-/bulan Rp. 140.625,-/bulan Rp. 914.062,-/bulan

Contoh untuk Desa yang sekdesnya PNS

PERINCIAN PENGALOKASIAN BIAYA OPERASIONAL KETERANGAN I. Biaya operasional Pemerintah Desa,

Sebesar 55% dari Rp. 37.500.000, = Rp. 20.625.000, - yang dalokasikan untuk :

1. Kepala Desa 0% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 0,-/tahun 2. Sekretaris 0% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 0,-/tahun 3. Kepala Urusan 65% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 13.406.000,-/tahun (rata-rata 6 orang Kepala Urusan)

4. Kepala Dusun 28% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 5.775.000,-/tahun 5. Aparat Desa 07% dari Rp. 20.625.000,- = Rp. 1.443.750,-/tahun

Rp. 292.187,-/bulan Rp. 186.197,-/bulan

Rp. 120.312,-/bulan Dibagi sejumlah staf II. Biaya Operasional BPD, sebesar 45% dari Rp. 37.500.000,- =

Rp. 16.875.000,- yang dialokasikan untuk :

1. Ketua 15% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 2.530.500,-/tahun 2. Wakil Ketua 10% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 1.687.500,-/tahun 3. Sekretaris 10% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 1.687.500,-/tahun 4. Anggota 65% dari Rp. 16.875.000,- = Rp. 10.968.750,-/tahun (untuk 8 orang anggota BPD)

Rp. 210.875,-/bulan Rp. 140.625,-/bulan Rp. 140.625,-/bulan Rp. 914.062,-/bulan

BUPATI BANDUNG BARAT

Ttd

(14)

LAMPIRAN II

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2010

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

Contoh Format Berita Acara Musyawarah/Rapat Desa

PEMERINTAH DESA ...

KECAMATAN ... KABUPATEN BANDUNG BARAT

I. BERITA ACARA RAPAT DESA

Pada hari ini ... Tanggal ... Bulan ... Tahun Dua Ribu Sepuluh bertempat di Balai Desa ... telah dilaksanakan Rapat Desa dengan hasil kegiatan sebagai berikut :

Materi Rapat :

1. Membahas rencana dan sasaran kegoatan yang alan dibiayai dari Alokasi Dana Desa (ADD) baik untuk pembiayaan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat maupun untuk biaya opersional Pemerintahan Desa yang selanjutnya dituangkan dalam Keputusan Kepala Desa.

2. Membahas dan menyusun Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Desa Tahun Anggaran 2010.

3. Menyusun Proposal Rencana Kegiatan Alokasi Dana Desa (ADD).

4. menyusun dan membahas rencana swadaya masyarakat dalam mendukung kagiatan Alokasi Dana desa (ADD).

5. Menetapkan Tim Pelaksana Tingkat Desa yang mengelola Alokasi Dana Desa (ADD).

Adapun Keputusan Hasil Rapat/Musyawarah Desa adalah sebagai berikut :

I. Biaya Operasional Pemerintahan Desa 30% dari Total Alokasi Dana Desa (ADD) dengan rincian :

a. Biaya operasional Aparat Pemerintah Desa 55% dari Rp. ... adalah sebesar Rp. ... dengan perincian sebagai berikut :

PERINCIAN KETERANGAN

Kepala Desa 5 dari Rp. ... = Rp. .../tahun Sekretaris Desa 5 dari Rp. ... = Rp. .../tahun Kepala Urusan 5 dari Rp. ... = Rp. .../tahun Kepala Dusun 5 dari Rp. ... = Rp. .../tahun Aparat desa lainnya 5 dari Rp. ... = Rp. .../tahun

Rp. .../bulan Rp. .../bulan Rp. .../bulan Rp. .../bulan Rp. .../bulan

(15)

b. Biaya operasional Badan Permusyawaratan Desa 45% dari Rp. ... adalah sebesar Rp. ... dengan perincian sebagai berikut :

1. Ketua ... % dari Rp. ... = Rp. ... 2. Wakil ketua ... % dari Rp. ... = Rp. ... 3. Sekretaris ... % dari Rp. ... = Rp. ... 4. Anggota ... % dari Rp. ... = Rp. ... (untuk 8 orang anggota BPD)

Rp. ... Rp. ... Rp. ... Rp. ...

II. Belanja Publik dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar 70% (disesuaikan dengan kebutuhan desa), dialokasikan diantaranya untuk :

a. Penanggulangan Kemiskinan, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

b. Peningkatan Kesehatan Masyarakat, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

c. Pengadaan Infrastruktur Pedesaan, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

d. Penyusunan dan pengisian Profil Desa, penyediaan Data Desa, Buku administrasi dan lembaga Kemasyarakatan yang berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

e. Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur Desa, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

f. Menunjang kegiatan pelaksanaan 10 program PKK

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

g. Kegiatan Perlombaan Desa, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ... - ... Rp. ...

h Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

i Kegiatan Desa lainnya yang diperlukan, berupa :

- ... Rp. ... - ... Rp. ...

(16)

III. Rencana Swadaya Partisipasi Masyarakat

a. Dana Rp. ... b. Bahan Rp. ... c. Upah Tenaga Kerja Rp. ...

IV. Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ... Kecamatan ... adalah :

a. Rencana Penerimaan sebesar Rp. ... b. Rencana Pengeluaran sebesar Rp. ...

V. Adapun susunan Tim Pelaksana Tingkat Desa adalah sebagai berikut :

a. Penanggungjawab merangkap Ketua : ...(Kepala Desa) b. Sekretaris : ...(Sekretaris Desa) c. Bendahara : ...(Kaur Keuangan) d. Anggota : ...(Kaur Lainnya) e. Pelaksana Teknis : ...(Lembaga

kemasyarakatan) Rapat Musyawarah Desa ini di hadiri Kepala Desa dan perangkat Desa Anggota BPD, lembaga Kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang Pembangunan Desa, Tokoh Masyarakat dan para Ketua RW/RT di lingkungan Desa ... sebanyak ... orang, serta disaksikan oleh Tim Pembina ADD Tingkat Kecamatan sebagai Nara Sumber sebagaimana daftar hadir terlampir.

Demikian berita Acara ini dibuat dijadikan bahan seperlunya.

... , ... ... 1. Kepala Desa ...

2. Ketua BPD ... 3. Ketua LKMD/LPM ... 4. Ketua Tim Penggerak PKK Desa ... 5. Perwakilan Ketua RW ... 6. Perwakilan Tokoh Masyarakat Desa ...

Mengetahui/Menyaksikan Tim Pembina ADD Tk. Kecamatan

(17)

II. DAFTAR HADIR RAPAT DESA ...

KECAMATAN ... KABUPATEN BANDUNG BARAT Hari : ...

Tanggal : ... Tempat : ...

NO NAMA JABATAN JABATAN TANDATANGAN

..., ..., 200 .. Kepala Desa ...,

_______________ BUPATI BANDUNG BARAT

Ttd

(18)

LAMPIRAN III

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 8 TAHUN 2010

TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

1. CONTOH FORMAT DAFTAR RENCANA KEGIATAN (DRK)

DAFTAR RENCANA KEGIATAN (DRK)

ALOKASI DANA DESA ... KECAMATAN ... KABUPATEN BANDUNG BARAT

TAHUN ANGGARAN 2010

Alokasi dana Pembangunan Desa sebesar Rp. ... (dengan huruf ...)

NO RENCANA KEGIATAN VOLUME • Orang/kali • Unit • Buah • dll HARGA SATUAN (Rp.) JUMLAH BIAYA (Kolom 3x4) SUMBER BIAYA BANTUAN (Rp) SWADAYA (RP) 1 2 3 4 5 6 7 JUMLAH Mengetahui,

CAMAT ..., KETUA BPD ... Kepala Desa ...,

___________________ __________________ ____________________ Pangkat

NIP.

TEMBUSAN ;

1. Yth. Tim Pembina Tingkat Kabupaten Bandung Barat 2. Yth. Tim Pembina Tingkat Kecamatan ...

(19)

2. CONTOH : KUITANSI PENARIKAN ALOKASI DANA DESA

ALOKASI DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2010

K U I T A N S I

Telah terima : BUPATI BANDUNG BARAT

Uang sejumlah : ... Untuk Kegiatan : Pembayaran Tahap ... dalam rangka

pelaksanaan Proyek Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran ... bagi Desa ... Kecamatan ... Bandung Barat.

Rp. ...

Setuju dibayar Lunas dibayar Yang Menerima Kepala Dinas BENDAHARA BANTUAN, KEPALA DESA ..., Pendapatan, Pengelolaan BENDAHARA DESA Keuangan dan Aset Daerah

MATERAI Rp. 6.000,-

________________ ________________ ________________ NIP. NIP.

(20)

3. CONTOH : SURAT PERNYATAAN PENYERAHAN ALOKASI DANA PERIMBANGAN DESA

BERITA ACARA PENYERAHAN TAHAP I

ALOKASI DANA DESA ... KECAMATAN ... KABUPATEN BANDUNG BARAT

TAHUN ANGGARAN 2010

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama :

NIP :

Jabatan : Bendahara Bantuan

Dalam hal bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selanjutnya disebut PIHAK KESATU

a. Nama : ... Jabatan : Kepala Desa ... b. Nama : ...

Jabatan : Bendahara Alokasi Dana Perimbangan Desa ... Kecamatan ... Kabupaten Bandung Barat.

Dalam hal ini bertindak dan atas nama jabatannya selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Dengan ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA menyatakan hal-hal sebagai berikut : 1. PIHAK KESATU menyetujui penyerahan Alokasi Dana Desa Tahap I kepada PIHAK

KEDUA sebesar Rp. ... (...) yang akan digunakan untuk : a. Kegiatan ... sebesar Rp. ... (...); b. Kegiatan ... sebesar Rp. ... (...); 2. PIHAK KEDUA akan mempertanggungjawabkan penggunaan Dana Tahap I sesuai

dengan proposal Kegiatan Tahap I kepada PIHAK KESATU.

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab oleh kedua belah pihak.

..., 2009

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

BENDAHARA BANTUAN 1. Kepala Desa ...

Materai Rp. 6000,00

________________

2. Bendahara Desa ...

___________________ ____________________

(21)

Mengetahui/Menyetujui ;

KETUA BPD

DESA ...

____________________

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan KEPALA BIDANG PEMERINTAHAN Keuangan dan aset Daerah DESA

__________________ ____________________

(22)

BERITA ACARA PENYERAHAN TAHAP II

ALOKASI DANA DESA ... KECAMATAN ... KABUPATEN BANDUNG BARAT

TAHUN ANGGARAN 2010

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama :

NIP :

Jabatan : Bendahara Bantuan

Dalam hal bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat selanjutnya disebut PIHAK KESATU

a. Nama : ... Jabatan : Kepala Desa ... b. Nama : ...

Jabatan : Bendahara Alokasi Dana Desa ...

Kecamatan ... Kabupaten Bandung Barat.

Dalam hal ini bertindak dan atas nama jabatannya selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Dengan ini PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA menyatakan hal-hal sebagai berikut : 1. PIHAK KESATU menyetujui penyerahan Alokasi Dana Desa Tahap I kepada PIHAK

KEDUA sebesar Rp. ... (...) yang akan digunakan untuk : a. Kegiatan ... sebesar Rp. ... (...); b. Kegiatan ... sebesar Rp. ... (...); 2. PIHAK KEDUA akan mempertanggungjawabkan penggunaan Dana Tahap I sesuai

dengan proposal Kegiatan Tahap I kepada PIHAK KESATU.

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab oleh kedua belah pihak.

..., 2009

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

BENDAHARA BANTUAN 1. Kepala Desa ...

Materai Rp. 6000,00

________________

2. Bendahara Desa ...

___________________ ____________________

(23)

Mengetahui/Menyetujui ;

KETUA BPD

DESA ...

____________________

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan KEPALA BIDANG PEMERINTAHAN Keuangan dan aset Daerah DESA

__________________ ____________________

(24)

4. CONTOH : REALISASI PERKEMBANGAN FISIK DAN KEUANGAN (RPFK) TAHAP I

REALISASI PERKEBANGAN FISIK DAN KEUANGAN (RPFK) ALOKASI DANA DESA (ADD)

TAHUN ANGGARAN 2010

Keadaan Bulan : ... Desa : ... Kecamatan : ...

Kabupaten : Bandung Barat

Provinsi : Jawa Barat

Alokasi dana Perimbangan Desa sebesar Rp. ... (dengan huruf ...)

NO URAIAN TARGET DURK REALISASI

VOLUME Orang/kali • Unit • Buah • dll HARGA SATUAN (Rp.) JUMLAH BIAYA (Rp) VOLUME • Orang/kali • Unit • Buah • dll HARGA SATUAN (Rp.) JUMLAH BIAYA (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 TOTAL PENGELUARAN SISA DI BENDAHARA KEPALA DESA ..., ..., 200 ... BENDAHARA DESA ..., ________________________ ____________________________ Mengetahui/Menyetujui : CAMAT ..., ketua BPD ..., _______________________ ________________________ Pangkat NIP.

(25)

5. CONTOH : SURAT PERSETUJUAN CAMAT UNTUK PENCAIRAN ADD TAHAP I

KOP CAMAT

..., ... 2010

Nomor : Kepada :

Sifat : Yth. Bapak Bupati Bandung Barat

Lampiran : Melalui :

Perihal : Surat Persetujuan Tim Pembina ADD Tingkat Pencairan Alokasi Dana Kabupaten

Desa Tahap I Tahun di-

Anggaran 2010 BANDUNG BARAT

Dipermaklumkan dengan hormat, sehubungan akan direalisasikan pencairan Alokasi Dana Desa dan memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :

a. surat permohonan pencairan;

b. berita acara hasil musyawarah desa tentang rencana penggunaan rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Alokasi Dana Desa yang dilampiri dengan daftar hadir;

c. Peraturan Desa tentang anggaran Pendapatan Belanja Desa ... Tahun 2010

d. Keputusan Kepala Desa tentang Sasaran Kegiatan yang akan dibiayai dari Alokasi Dana Desa;

e. Rincian kegiatan yang akan dilaksanakan dan dibiayai dari Alokasi Dana Desa Tahap I;

f. Keputusan Kepala Desa tentang Penetapan Tim pelaksana Tingkat Desa;

g. Kuitansi penerimaan Alokasi Dana Desa yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa;

h. Berita acara penyerahan pembayaran ditandatangani oleh kepala Desa dan Bendahara Desa; dan

i. laporan penyelenggaraan pemerintaha desa oleh kepala Desa kepada Bupati melalui Camat;

j. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan Alokasi Dana Desa Tahap II Tahun 2009;

k. Bukti Pembayaran PPh tahap II Tahun 2009;

(26)

Persyaratan tersebut telah dipenuhi/dilengkapi, sehingga lami memberikan pesetujuan kepada :

Desa : ... Kecamatan : ... Kabupaten : ...

Untuk menerima pencairan Alokasi Dana Desa Tahap I sebesar 50% dari total ADPD, yaitu sebesar Rp. ... yang akan diberikan pada Tahun Anggaran 2010

Demikian kiranya agar menjadi maklum damn kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya.

CAMAT ...

______________________

Pangkat

(27)

5. CONTOH : SURAT PERSETUJUAN CAMAT UNTUK PENCAIRAN ADD TAHAP II

KOP CAMAT

..., ... 2010

Nomor : Kepada :

Sifat : Yth. Bapak Bupati Bandung Barat

Lampiran : Melalui :

Perihal : Surat Persetujuan Tim Pembina ADD Tingkat Pencairan Alokasi Dana Kabupaten

Desa Tahap II Tahun di-

Anggaran 2010 BANDUNG BARAT

Dipermaklumkan dengan hormat, sehubungan dengan telah direalisasikan penggunaan Alokasi Dana Desa Tahap I sesuai yang tercantum dalam Daftar Rencana Kerja (DRK) dan memperhtikan syarat-syarat sebagai berikut :

a. Laporan pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa Tahap Pertama;

b. Kuitansi penerimaan yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa;

c. Berita acara Penyerahan Pembayaran yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa;

d. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan alokasi Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2010

e. Bukti Pembayaran PPh PPn Tahap I Tahun Anggaran 2010 f. Bukti foto hasil kegiatan ADD Tahap I Tahun Anggaran 2010 g. Berita acara hasil Monitoring Tim Pembina Add tingkat kecamatan

Serta berdasarkan hasil pembinaan dan pemantauan kami di lapangan tehadap perkembangan kegiatan Alokasi Dana Desa Tahap I maka kami memberikan persetujuan kepada :

Desa : ... Kecamatan : ... Kabupaten : ...

untuk menerima pencairan Alokasi Dana Desa Tahap I sebesar 50% dari total ADPD, yaitu sebesar Rp. ... yang akan diberikan pada Tahun Anggaran 2010

(28)

Demikian kiranya agar menjadi maklum damn kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya.

CAMAT ...

______________________

Pangkat

(29)

6. foto Proyek Kegiatan Fisik Kondisi 0% dan Rencana Gambar Teknis Proyek Kegiatan Fisik

Foto Proyek Kegiatan Fisik Kondisi 0%

(30)

7. LAPORAN HASIL SWADAYA MASYARAKAT UNTUK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN FISIK/INFRASTRUKTUR DESA

KECAMATAN : ... DESA : ...

No Uraian

PENERIMAAN

PENGELUARAN Saldo

Uang Material Lahan Tenaga

Kerja Konsumsi Lainnya Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1. Pengaspalan jalan Desa ... 2. Rehab Kantor desa

3. Pembukaan jalan desa Dst ...

Jumlah

*) Dikonversikan (diperhitungkan nilainya) dalam bentuk uang

... , ... 2010 .. Kepala Desa ..., Kepala LPMD ...

(31)

8. FORMAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN ALOKASI DANA DESA TAHAP ... DESA : ... KECAMATAN ; ...

No Tanggal URAIAN PENERIMAAN JUMLAH No Tanggal URAIAN PENGELUARAN NOMOR

TANDA BUKTI JUMLAH

JUMLAH JUMLAH

Mengetahui : Mengetahui : ..., ... 2010 .. Ketua BPD Desa ..., Kepala Desa ..., Bendahara Desa ...,

... ... ...

BUPATI BANDUNG BARAT

Ttd

Gambar

Foto Proyek Kegiatan Fisik Kondisi 0%

Referensi

Dokumen terkait

Pengelolaan alokasi dana desa di mulai dari tilik dusun yang dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga

Keuangan Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa berdasarkan APBDesa Tahun 2019 dipergunakan untuk, Penghasilan Kepala Desa dan Perangkat Desa, Tunjangan BPD,

bahwa dalam rangka percepatan dan efektivitas proses penyaluran alokasi dana desa serta sesuai dengan surat Kepala Badan P3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran

bahwa untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa, khususnya pembayaran Penghasilan Tetap Kepala Desa dan Perangkat

Perencanaan pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa masing-masing Desa membuat Usulan Rencana Kegiatan Desa (URKD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB

(2) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) tidak ditindaklanjuti oleh Kepala Desa dan BPD, dan Kepala Desa tetap menetapkan Rancangan Peraturan Desa

Pengawasan terhadap kegiatan yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang berwenang dan masyarakat melalui BPD sesuai

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Desa (Musrembang Desa) Pemerintah desa bersama-sama dengan Tim Pelaksana Desa, BPD, LPM dan Lembaga Kemasyarakatan yang