PRAKATA
tasAsung KerthaWara Nugraha Ida Sang Hyang
Widhi Wu"a
Tuhan Yang Maha Esa' karena dengan Rahmatdan
Karunia-NYA,buku
Rekonstruksif.."g"tor*
Penyelesaian Sengketa PenanamanModal
:1.1
413
Asing daPat diterbitkan.
"Tujuan
penulisan
buku
ini
adalah
memberikan kontribusi pemikiran dan memperkaya referensi seputar dialektika penyelesaian sengketa Penanaman modal asing'Dari
pendlkatan nasional,buku
ini
mengulas mengenaikonstruksi
penyelesaian sengketa Penanaman modal asing dengan merujuk aturan hukum nasional' Sementara itu, -tlariterspektif
intemasional, konstruksi pengaturandalam
Konvensi
International Centrefor
settlement of lnaestment Disputes (ICSID), menjaditopik
pembahasan'Akhimya,
rekonstruksi pengaturan
penyelesaian sengketa Penanaman modal asing menjadi tawaran solusi p"riy"l"ru1un sengketa Penananamanmodal
asing yang lebihberkeadilan di masa dePan'Buku
ini,
dituiukan
kepada
semuapihak
yang terlibatbaik secara langsung ataupun tidak langsung dalam dinamikainteraksi
Penanaman modal asing' Tidak hanyabagi
pemerintah
sebagai otoritas pengambil kebijakan'tetapi
iuga
investor
baik
asingmaupun dalam
negeri,"Uugui
iktor
pelaksanadi
lapangao
serta masyarakatRekonstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing
awam sebagai Pihak yang merasakan dampak langsung
dari
adanya Penanamanmodal
asing'Tidak
hanyaitu'
buku
ini
dituiukan pula kepada kalangan akademisi dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam Penanaman modalasing-Akhir
kata, "tiada
gading
yang
tak
retak"
dan "bunga yang harum pun ada durinya" Penulis menyadari bahwa srrUstansibuku
ini masih
jauh dalam mendekatikesempumaan.
Penulis
mengharapkan segala
saran' nasehat, dankritik
yang konstruktif sebagaibekal
dalam menulis buku-buku selanjutnYa'Denpasar, 27-06-17
Penulis
DAFTAR ISI
PRAKATA
VBAB
I PENDAHULUAN...
1BAB
N
KONSTRUKSIPENGAruRAN
PENYELESAIAN SENGKETA
PENANAMAN
MODALASING
8Ll
Sengketa sebagai Imbas RelasiHukum
Penanaman Modal Asing
...'.
822
Konstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing di Indonesia-.-...-.-... 32BAB
III
KONSTRUKSI PENGATURAN YURISDIKSIMAHKAMAH
ARBITRASEPENANAMAN
MODALASING
503.1
MahkamahArbitraseSebagaiLembaga Penyelesaian Sengketa Penanaman'ModalAsing
5032
Sejarah Konvensi International Centrc for Setlement of lnaestment Disputes(ICSID)
5433
Cakupan Materi Konvensi International Centre for Setlement of lnaestment Disputes(ICSID)..',...
55t-4
FungsiPengaturanYurisdiksiMahkamah-
ArbitrasePenanamanModalAsing
57iekonstruksi Pengaturan
lwbn
Sengketa Penanaman Modal AsingBAB
IV
REKONSTRIJKSI PINGATURANYT,RISDIKSI
MAHKAMAH
ARBITRASEPENAI{AT,TAN
MODAL....
654.1
PerretapanYurisdiksi Mahkamah Arbitrasesebagai Pras5nrat Pemeriksaan Sengketa...'.... 65
4.2
FaktaHulum
Kesulitan Penetapan YurisdiksiMafrkamahArbitrase
7543
BerrtukRumusanNorma PengaturanYurisdiksi Ivlafrkamah Arbitrase Penanaman Modal DalamKonvmsiICSID...
854.4
Konstnrksi Masalah Norma Dalam YurisdiksiMatrkarnahArbitrase Penanaman
Modal
70245
Rekonstrukbi PmgatuianYurisdiksiMahkamah ArbitrasePenanamanModal
109 l BAB V PENUTIjP ...;: DAFTARPUSTAKAL
vilt6
BAB I
PENDAHULUAN
T\i
era
globalisasisaat
ini
tingkat
investasil-rfmenurun
tajam dibandingkan
dengan masa sebelum krisis yangberimb as pada rendahnya pertumbuhan ekonomi. Sementaraitu
dari sisilalu
lintas modal, masih kerap terjadi pelarian modal keluar oleh swasta yang lebih besar dibandingkanmodal
swasta yangmasuk'
Faktor keamanandan
stabilitaspolitik,
meniadi
sebab utama kecenderungan negatifini
terjadi. Situasi keamanan yang belum membaik diyakini telah menghambat niat investor,baik
dalam danluar
negeriuntuk
segera menanamkan modalnyadi
Indonesia' Berkenaan dengan itu, pemulihanleamanarL ketertiban
serta
stabilitas
politik
menjadipersyaratan kompulsif bagi peningkatan investasi' Asumsi ini tak lain karena investasi asing telah menjadi bagian dari pembangunan ekonomi Indonesia yang dengan sendirinya
Ekait
pula dengan ekonomi global.lUpaya
peningkatan Penanamanmodal
asing dan perumaman modal dalamnegeri
telah serius dilakukan pemerintah. Upaya ini antara lain melalui penyederhanaan prosedur investasi serta peninjauan daftar investasi negatif s€caraberkala
sejalan dengan Program
peningkatan p€nanamanmodal
asingdan
Penanamanmodal
dalamf
Yuni Osinbajo.l94.Hak Azasi dan Ekonomi Pembangunan DalarrNegara Berkembang, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, hal' 137'
n
D9
l1
I3
llekonstruki Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing
negeri yang telah ditentukan dalam Undang-undang No. 25 tahun
2ffi0
tentang Program Pembangunan Nasional 2000 -2ffi4. Opsi ini tentu tak terlepas dari andilkontributif
perumaman modal bagi negara-negara berkembang seperti hrdonesia dimana penyediaan modal untuk melaksanakan pembangunan acapkali mengalamikesulitan.
Hal
ini
disebabkan oleh berbagai faktor seperti "tingkat tabungan(*oingl
masyarakat yang masih rendatu akumulasi modal yang belumefektif
dan efisieru keterampilan (skill) yangbelum
memadai
serta tingkat teknolog yang
belum moderr-2Pemanfaatan penanaman modal secara
optimal
akan dapatmenrberikan keuntungan yang pada gilirannya akanmampu
melakukan penumpukan
modal,
kepemilikan peralatan modal, pengalaman,dan
keterampilan secaramandiri dan
berkelanjutan serta selaras dengan makna pembangunanekonorni. Propenas200G2004 menyebutkan bahwa:Pembangunan
elanomi
mempunyaiarti
pengolahan kekuatan elanomi potensial meniaili lekuatan ekonomi'iil
melalui penanaman modal, PensSunaan teknologi*rts
melalui penambahan kemanpuan berorganisasi ilan manajemen. Malu selama lndonesia belum memiliki smiliri fakt orfaktor tqseb ut, dap at ilimanfaatkan p otensi-potettsi moilal asing, tebtologi dan lceahlian dati luar negeri sqanjang tidak mengakibatkan lcetergantungan yang terus menmts serta tidnk merugilun kepentingan nasional, dapat dimanfaatlutt potensinotensi moilal asing, teknologi dan Iceahlian
ilui
lum negeri sepaniang tidak mengakibatkan Icctngantungan y ang tqus menerus seft a tidak meru gikan lcepentingan nasional.2
Aminuddin llmar. 200. Penanaman Modal di Indonesia' Jakarta: PrenadaI Made Udiana
Untuk
saat
ini
Penanamanmodal asing
masih menjadi salah satu alternatif utama dalam memPeroleh dana guna melanjutkan Proses pembangunan ekonomi' Melalui penanaman modal asing, diharapkan investor yangffiarik
menanamkan modal tidak saja membawa modabnya namun juga ilmu pengetahuan dan teknologi' keahlian dan keterampilan dalam berbagai bidang termasuk manajemenberorganisasi
dan
manajemen Pemasaran.
Dengan demikian diharapkantidak
saja memajukanindustri
kearah
modemisasi
industri
namun
juga
meningkatkandevisa, meningkatkan
pendapatannegara
pemerintah daerah,meningkatkan pertumbuhan
ekonomi-kegiatan ekonorni, menciptakan lapangankerja
alih pengetahuarydan
alih
teknologi.3 Pengaturankomprehensif
terkait perunamanmodal dapat
dilihat
pada
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.Namun tidak selamanya kehadiran penanam modal
ming
di
Indonesia memberikan pengaruhyang
positif. Teriadinya sengketa antara Penanam modal asing dengan Pemerintahtrdonesia
mauPun dengan
partner
lokal, menjadi contoh buruk yang tidak diinginkan masyarakat. Dengan demikiarudiperlukan
adanya pengaturan yang seimbangantara
kepentingan
Penanammodal
asing dengan kepentingan pemerintah sebagai pihak yang dapat memetik manfaahrya. Untukmenghindari
sederet akibat yang tidak diinginkan tersebut, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi lnternntional Center For SeftlementOf
lnoestrnent DisputesICSID)
tahun 1.965 dengan Undang-undangNomor
5
Tahun1968.
Ratifikasiini
dilakukan sebagai salah satu uPayauntuk
menyelesaikan sengketa yarig terjadi antara penanam modal asing dengan pihak3
Rosyidah Rakhmawati.2005. Hukurr Penanaman Modal di brdonesia' Malang: Bayumedia Publishing hal 8.- hnstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing
Indonesia baik pemerintah sendiri mauPun Parhler lokal' Opsi kebijakan
ini
didasarkan pada pertimbangan "agar dapat menarik Penanam modal asing sebanyak mungkin ke Indonesia, memberik.rn rasa aman, serta mengupayakan terjadinya perryelesaian perselisihan lewat iasa perwasitan atau lebih dikenal dengan nama arbitrase"a.H.S.
Kartadjoemenamenyatakan
GATT
adalah sebagai forum penyelesaian sengketa sebagai suatu forum intemational yang meruPakan instrumen unfuk menanganimasalah
perdagangan
dunia.
Ia
merupakan
suatu mekanismeyang
memungkinkan dilakukan
konsultasi antara sesama negara anggotal Selaniutnya EdmunM'A'
Kwaw
menyatakan thc issueof
host gooernmutt regulation of foregin inoestment inaolaing the control of multinasional enterprise actioity has ofienbrought about a conflictbetuteen:7.
The national goat of obtaining greatenantrol
wer
the ilomestic econofiiy as mean pramoting economic gr&Irth anil itnelopment and the principle of publicintqnational
Im
which
seekto
determine the natural of the retationship between inuestor anil Inst guternments,2.
Between the host goaetnment themseloes and foreign enter?rises.6Adanya
keinginanuntuk
menyelesaikan sengketa setiap negara anggota peserta konvensi ICSID yangtimbul
dari penanaman modal asinglewat
arbitrase atau jasa4
lbi4hal.150.i i"Lap.-"".,
H.S.1D5' GAIT & WTO Sistem, Forum dan LembagaIntemasional di Bidang Perdagangan. Jakarta: univesitas Indonesia Press, hal.90.
6
Kwaw Ednound M.A. 192. GATT and The Debate about Investnent Liberilizatioru New york: Roger publishers, Green wood PublishingC-"p
f"c hal. 13. Dalam ThJ Law of Economic Development in The TrhirdWorld.I Made Udiana
IEwasitan
meruPakan konsekuensilogis
dari
setiap pdaksanaan perjanjian kontrak yang dilakukan oleh pihak tEnanam modal asing dengan pihak Pemerintah IndonesiaAo.g"t
beberapa negara Penanammodal
asing' Dalamtat
petatcsanaan Penanamanmodal
asingitu
memakaibelGk
kerjasama Qoint oenture) dengan partner lokal' hallu
berasaldari
klausula perianiianyang dibuat
antaraFanam
modal
asing dengan modal nasionaldi
manahcattto*t"t,
penyelesaiannya dilakukan oleh suatu badanpwasitan
atau arbitrase.T Menurut UU No' 5 Tahun 195&ro,oit
t"n
Indonesia memPunyai wewenang antara lain :1.
Untukmemberipersetujuanagarperselisihantentang penanaman modal antara Republik Indonesia dengan Warga Negara Asing diputus menurut Konvensi'L
pemerintahdalaminibertindak"mewakilf'RIdalam
perselisihan dengan hak "subtitusi"
Ketentuan
ini
diatur dalam Pasal2 UU No'S Tahun 1968, sekalipun Indonesiatelah
menyetujui berlakunyaKonvensi,
tidak
dengan sendirinya setiap
sengketa p€nanamanmodal asing tunduk pada
konvensi
dan diselesaikanmelalui
forum
dewan arbitrase
ICSID sebagaimana diielaskan dalam perrjelasan umumUU
No 5.Tihun
1958. Meskipun Konvensi berlakuuntuk
suatu negara, tidak ada suatu kewajibanbahwa setiap perselisihan harus diselesaikan menurut aturan dalam konvensi' Syarat mutlaknya adalah "persetujuan" kedua belah pihak yang berselisih.Apa yang dirumuskan dalam Pasal 2
tlU
No' 5 Tahun 1968maupun
dalam Penjelasan Umumnya, merupakanasas yang diatur dalam Pasal25 ayat(71Konvensi :
The jurisdiction of the Centre shall extenil to any kgal
7
Rosyidah Rakhmawati. op., cit hal' 151''
.sekonstruksi Pengaturan Penyehsaian Sengketa Penanaman Modal Asingdisputes arising directly out of an inl)estment, between
a
constracting state (or any constituent subdittisionbr
agency of a contracting state designated to the centreby the state) and anational of another contracting state, which the parties in the ilispute consent in writing to submit to the centre. When the patties haoe ghten their consent, no party
may withilrow its consent unilaterally.
Menurut
pasal tersebut diatas, setiap perselisihan harus lebih dahulu mendapat persetuiuan dari keduabelahpihak
sebelum persengketaan dapatdiajukan
di
depan ivtatrtcamat Arbitrase (Arbitrnt Tribunal). Bertitik tolak dari Pasal 25 ayat (1), dihubungkan dengan ketentuan Pasal 2UU No. 5 Tahun 196& Pemerintah RI memiliki wewenang
untuk
memberi
persetujuan
tentang
penyelesaian sengketa Penanaman modal asing melalui badan arbitraseICSiD.
Dalam
pemberian
persetujuan, Pemerintah RI langsung"melsakili"
RI
dalam
persengketaan dengan hak "substitusi". Jadi, selamatidak
ada persetuiuan parapihak,
apakahitu
oleh
pihak
yang
bersangkutan atau PemerintahRI,
sengketa penanamanmodal
asingtidak
otomatis diselesaikan melalui arbitrase ICSID' Akan tetapi seperti yang ditegaskan PasalE
ayat(l') Konvensi, apabilat"Ln
uiu
persetujuan parapiha!
salah satupihak
tidak boleh menarik persetujuan secaraunilateral
atau secara sepihak. (When the parties haoe gioen their consent, no party may withdraw its consent unilaterally)'Merujuk
ketentuan Pasal2
UU No' 5
Tahun 1968 dihubungkan denganPasal25 ayat (1) World Bank Conuention,sebelum
pihak
Penanam
modal asing
mengajukanperselisihan kepada badan arbitrase -Centre), ICSID (disebut juga
harus lebih
dulu
mendapat persetujuan dari Pemerintah RI, iika pihak Pemerintah RI tidak mengizinkan7t b,
k
l"
tuw
I IF
th Fr Eilz
E
tn
be RI ET Fa FuB
Ptt"
lk
Faw
I F8n,
F
Ba LriT
lMade Udiana&u
tidak
memberi persetujuan, perselisihantidak
bisa diatukan kepada Centre. Oleh karenaitu,
Pemerintah RI berrrerrang menenfukanbenfuk dan jenis
penanamanEodal
asing yang
begaimanayang
dapat
disetujui diselesaikan perselisihan melaluiforum
arbitrase ICSID. Kenrenanganyang demikian
perlu dimiliki
PemerintahRL
demiuntuk
menegakkan kedaulatan sebagai negara merdeka.Hal
ini
karena pemerintahtidak
dapat dipaksa olehpihak
penanammodal
asinguntuk
menyelesaikansiap
perselisihan sengketa penanaman modal asing ke lcmbaga ICSID.Dalam
praktel
syarat
perwasitan tersebut padaumunnya
ditentukan oleh parapihak
yang bersengketakarcna
prosedumya
dapat
disederhanakan sehingga merriadi lebih mudah untuk dilaksanakan. Putusan arbiter mengikatpara
pihak
dan
bersifatfinal
sehingga tidak dapat diajukanke
peradilan yanglebih
tinggi.
Kondisidemikian
ini
menunjukkan adanyakontradiksi
karena merruruthukum
sengketawajib
diselesaikan oleh badan peradilan. Meskipuntidak
ada nonna hukumnya, hakimberkewajiban
menyelesaikannyaserta rnenggali
dan penemuanhukum.
Salah safu contoh kasus penanaman modal asing di Indonesia yang menggunakan forum ICSID adalah kasus Hotel Kartika Plazayangbersengketa dengan pihak PT. AMCO, dimana pihak asing menentukan bahwa penyelesaian sengketa penanaman modal asing dibawa ke ICSID, sedangkan pihak Indonesia penyelesaian sengketaini
dibawake
pengadilan.Akan
tetapi
obyek sengketatidak
ditentukan
secarapasti,
maksudnyayang
mana penyelesaian sengketa penanamanmodal
asing dibawa ke ICSID dan yang mana dibawa ke pengadilan sehingga terjadilah apa yang dinamakan sebagai kekaburan norma hukum.DAFTAR PUSTAKA
A.
Buku/LiteraturAbdul
Kadir Muhammad. 1990. Hukum Perikntan. ]akarta: PT. Citra Aditya Bakti.Aminuddin,
Umar.2000. Penanaman Modaldi
lndonesia, Cetakan I. fakarta: Pranada Media.Atiyalr,
P.S.1988.Tfte Rise and Fall of Freedomof
Contract. London: Oxford Clarendon Press.Budiono, K.1986. Suatu Studi Terhadap Aspek Operasional Komtensi Wina 1969 Tentang Perjanjian Internasional. Bandung: Binacipta.
Brownlie,
larr.
1979. Principtof
Public lnternational Law,Third Edition. London: Oxford University Press. Campbell Black, Hendry. 7997. Dictionary of the Terms and
Pharases o American and English lurisprudence, Ancient and Modern. St. Paul, Minn:West Publishing Co.
Chuchen,
Lung.1989.
An
Introduction
Contemporarylnternational Law. Nant York:Yale University Press. Dirdjosisworo, Soedjono. 2001. Pengantar
llmu
Hukum.fakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Edmund
M.K.
Kwaw. 1992. GATT and The Debate About'
Inaestment Liberalization. New York: Proeger Publisher, Green Wood Publishing Group, Inc.Fisher, Roger and William.7991,. Getting To Yes Negotiating
Rekonstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal
A{
an Agriment Without Gioing In London London: book Ltd.
Fuady,
Munir.
2005. Pengantar Hukum Bisnis MenataModern
di
Era
Global.Bandung:PT.
Citra Bakti.2004. Arbitrase N asional Alternatif
Sengketa Bisnis.Bandung: Citra Aditya Bakti. Friedmann, Wolfgang. 1964. The Changing Structutz
International Law. Bombay:
feffer
&
Simons Ltd.Goodfaster,
Gary.
1995. Tinjauan TerhadapPerryelmb
Sengketa dalamAgnes M. Foor, dkk, SeriDasar
Huloln
Ekonomi
2,
Arbitrasedi
Indonesia.|akarta:
GhaS. Indonesia.Gautama, Sudargo.
1981,. Soal-SoalHukum Periltu
lnternational. Bandung: Bina Cipta.7983. Hukum Perilata lnternational Hukum Yang Hidup. Bandung:
Alumni.
7986. Arbitrase Dagang lnternational. Bandung
Alumni.
1987. Pengantar Hukum Perdata Internasional-Bandung: Bina Cipta.
1992.
Indonesiadan
Arbitrase
lnternasional.Bandung:Alumni.
-.7994.
Abritrase Bank
Dunia
Tentang Penanaman Moilal Asingili
lndonesia dan lurisprudensi IndonesiaDalam Perkara
Hukum
Perdata,Cet.
I.
Bandung:Alumni.
Harris D.I..1979. Case and Materialis on International Law, Second Edition. London: Sweet & Maxwell.
Harahap, M. Yahya. 2003.Arbitrase Ditinj au dari RV, P eraturan Prosedur BANI, ICSID,
UNCITRdI
Arbitration Rules, Cetakan ke-2. Jakarta: Sinar Grafika.I llade Udhna
7997. Arbitrax. |akarta: Pustaka
Kartini'
195.
Morcari
SistemAlternatif
Penyelesaian Smgketa.|akarta: Sinar Grafika'Hartono, Sunarya n.797 6. Capita Setekta P erb andingan Hukum' Bandung:Alumni.
.7g7g. Dari Hukum Antat Golonganke Hukum Antar Adat. Cetakan Ketiga. Bandung:
Alumni'
Helen J. Bon and Peter Kay.
1995'
Business Law' Second Edition. London: Black Stone Press Limited'Hom,Norbert.TgS}.LegalProblemofConductforMultinational Enterprises, Kluwer Diventer'
Ibrahim Anwar.
7982. Aspek-AspekHukum
Perusahaan MultinasionalDalamBadanPembinaanHukumNasianal(BPHN ). ]akarta: Bina CiPta.
Ichsan,
Ahmad'
1992.
Kopendium Tentang Atbifiase Perdagangan InternasionalLuar
Negeri'
Jakarta: PradnYa Paramita'}acquelineM.Nolan-Ha|ey.lgg2.ADRAlternatiaeDispute
Resolution
ln A
Nutshell.New
York
St' PaulMinn'
West Publishing co.Kartasapoetra G.199'1,. Konvensi-Konvensi Intemasional
Tentang
Paten Dalam Kaitannya Dengan
alihTeknologi
dan
KepentinganNasional'
Bandung: Pionir |aya.Kartadjoemena.1996. GATT anil WTO, Sistem, Forum dan Lembaga lnternational
di
Biitang Perdagangan, Cet'I'
Jakarta: UI Press.KomarMieke.lgSl.BeberapaMasalaltKonoensiWinal.969
Tentang Hukum P eti aniian. Bandung: Fakultas
Hukum'
UNPAD.Lawrence
M.
Freedman.7973-A
History of Ametican Law' NewYork
Touch Stone.Larry L.
Teply. 1992. Legal NegotiationIn
A
Nutshell'New 115Rekonstruksi Pengaturan Penyelesaian Sengketa Penanaman Modal Asing
B.
MaialahAbdulrazyid
Priyatno.199l. Serba-serbi Tentang Arbitrasedi
Indonesia,
Makalah
disampaikan.
dalamseminar nasional
Hukum dan
Ekonomi
tentang Arbitrase sebagaialtematif
penyelesaian sengketa' diselenggarakanoleh
Badan
Arbitrase
Nasional Indonesia, KadundaTKIJawa
Timur, Surabaya'Asmara, Galang.
1996. Keduduknndan
Perannn Panitia Penyelesaian Sengketa Perselisihan Perburuhan Masa Kini dan MasaYang Aknn Datang' Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Padjajararg Bandung'Report oiTlre Excertive on the Convention on the Settlement
of
Investment Disputes betweenand
National of
Other States,1965-tlmar, M.
Hussyn. 2000. Beberapa Masalah Penerapan ADR'Makalah
disampaikan
pada lokakarya
nasional menyongsong pembangunanhukum tahun
2000' diselenggarakan oleh FakultasHukum
Universitas Padiapran dengan Bapenas tanggal 2-
3 Desember 1995, Bandung.Wibowo,
Rekso Basuki.2001' Pengakuan dan Pelaksanaan PutusanArbitraselnternasionaldilndonesiaYuridika, Vol 15 No. 1 |anuari-
Februari'Wibowo,
Rekso Basuki. 1997' Masalnh Ek'sekusi Putusan Arbitrase Asing di Indonesia dalam ProiustitiaXV No. 2.
F-akultasHukum
Universitas Katolik ParahYangdn, Bandung'I Made Udiana
Undang-Undang
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Undang-Undang
No, 30
Tahun
1999
tentangPenyelesaian Sengketa Arbitrase ICSID
REKONSTRUKSI
PENGATTJR{N
PENYELESAIAN
STNcnETA
PEI{ANAMAI'I
MODAL
ASIn{G
Penanaman modal asing memberikan andit kontributif dalam pembangunan
ekonomi di lndonesia. Eksistensinya rnampu meningkatkan tabungan masyarakat,
peningkatan akumulasi modal, keterampitan, teknologi, nitai kompetitif dan
efisiensi. Kendatipun demikian, tak jarang persoalan penanaman modat asing
menghadirkan problematika hukum yang petik. Buku ini hadir untuk memberikan
kontribusi pemikiran seputar diatektika penyelesaian sengketa penanaman modal
asing. Dari pendekatan nasionat, buku
ini
mengulas mengenai konstruki penyelesaian sengketa penanaman modal asing dengan merujuk aturan hukumnasionat. Sementara
itu,
dari penpektif internasionat, konstruksi pengaturandalam Konvensi lnternational Centre
for
Settlementof
lnvestment Disputes{lCSlD), menjadi
topik
pembahasan. Akhirnya, rekonstruksi pengaturanpenyetesaian sengketa penanaman modal asing menjadi tawaran solusi penyelesaian sengketa penananaman modal asing yang tebih berkeadilan di masa depan.
Buku
ini,
ditujukan kepada semua pihak yang tertibat baik secara [angsungataupun tidak tangsung dalam dinamika interaksi penanaman modat asing. Tidak hanya bagi pemerintah sebagai otoritas pengambil kebijakan, tetapi juga.investor baik asing maupun datam negeri sebagai aktor petaksana
di
lapangan, serta masyarakat awam sebagai pihak yang merasakan dampak tangsung dari adanya penanaman modat asing. Tidak hanya itu, buku ini ditujukan puta kepada kalanganakademisi dan mahasiswa yang memiliki ketertarikan datam penanaman modal asing.
I Made Udiana tahir di Gianyar pada 25 September 1955. Menyetesaikan pendidikan 51 dan 52 pada Fakultas Hukum Universitas Udayana pada tahun 1983 dan 2007.Saat ini penutis sedang menempuh studi 53 pada Program Doktor llmu Hukum Universitas Airlangga, Surabaya.
Penutis rnerupakan Dosen Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali. Tetah tertibat aktif dalam penulisan artiket dan penetitian seputar hukum kontrak, hukum prburuhan, hukum perikatan, dan hukum investasi.
o
I
ISBN 9?&-L0e*10'{t-lB-t lil ll llllil