SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Oleh:
NUR ISLAMIYAH ALWI 105331119816
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2020
SURAT PERJANJIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Nur Islamiyah Alwi Stambuk : 105331119816
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Judul Skripsi : Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini. Saya menyusun sendiri dan tidak dibuatkan oleh siapapun.
2. Dalam penyusunan skrips, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Fakultas.
3. Saya tidak melakukan penciplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi saya. 4. Apabila saya melanggar perjanjian saya pada poin 1, 2, dan 3 maka saya
bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku. Demikian perjanjian ini saya buat, dengan penuh kesadaran.
Makassar, Agustus 2020 Yang Membuat Perjanjian
Nur Islamiyah Alwi NIM: 105331119816
v
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Nur Islamiyah Alwi Stambuk : 105331119816
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Judul Skripsi : Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun. Demikian pernyataan ini saya buat dan bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Agustus 2020 Yang Membuat Perjanjian
Nur Islamiyah Alwi NIM: 105331119816
vi
MOTO DAN PERSEMBAHAN
“ Tuhan tidak menuntut kita untuk sukses. Tuhan hanya menyuruh kita berjuang tanpa henti.”
~ Emha Ainun Nadjib
“ Yakin adalah kunci jawaban dari segala permasalahan.
Dengan bermodal yakin merupakan obat mujarab penumbuh semangat hidup.”
~ Nur Islamiyah Alwi
karya ini kupersembahkan untuk:
Ummi dan Bapakku, Kakak dan Adik, Sahabat dan Teman, serta teman hidupku kelak.
vii ABSTRAK
Nur Islamiyah Alwi, 2020. “Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan Melalui Media Foto dari Internet pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Muhammad Akhir dan Pembimbing II Anzar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan keterampilan menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis poster. Data diperoleh dengan observasi, angket, tes berbentuk uraian,catatan lapangan, dokumentasi berupa hasil tulisan siswa, dan dokumentasi foto kegiatan. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode melalui media foto dari internet meningkatkan keterampilan menuplis poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa. Hal ini terbukti dengan hasil tulisan poster siswa. Sebelum memberikan tindakan peneliti terlebih dahulu memberikan proses pratindakan yakni pemberian angket yang harus diisi oleh siswa mengenai pembelajaran penulisan poster.
Setelah diberikan tindakan siklus I dan II. Peningkatan kualitas menulis poster siswa dapat dilihat dari peningkatan skor yang terjadi dari tahap siklus I hingga siklus II. Skor rata-rata siklus I sebesar 6,72 menjadi 68,81. Setelah adanya tindakan terjadi peningkatan kualitas menulis cerpen siswa pada siklus II. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata siklus II sebesar 8,66 menjadi 77,47.
Kata Kunci: Peningkatan, Menulis poster, Teknik pemodelan melalui Media Foto.
viii
KATA PENGANTAR
Dengan penuh kerendahan hati dan segala puji dan syukur bagi Allah Swt, yang telah memberikan hidayah dan magfirah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet pada Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa” skripsi ini penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat menempuh Gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sang pemimpin yang patut kita teladani yakni Rasulullah Muhammad Saw, para sahabat dan keluarganya yang patut kita jadikan sebagai uswatun has’anah dalam melaksanakan segala aktivitas demi kesejahteraan dan kemakmuran hidup dunia dan akhirat kelak.
Sehubungan dengan hal tersebut, penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis sangat berhutang budi dan tak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
Dr. Muhammad Akhir, M.Pd, selaku Pembimbing I., Anzar S.Pd., M.Pd, selaku Pembimbing II, Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. Dekan Fakultas Keguruan dan
ix
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof.,Dr.,H. Abd Rahman Rahim, SE. M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Ayahanda Drs. H. Alwi Yunus dan Ibunda Dra. Hj. St. Nurlaela tercinta yang telah melahirkan dan membesarkan saya menjadi manusia yang kuat.
Selama menyusun Skripsi ini penulis tidak luput dari hambatan dan kesulitan. Namun, dengan dilandasi dengan keinginan, bimbingan, arahan, serta doa dari berbagai pihak, Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini, walaupun masih banyak kekurangan dan kesalahan.
Semoga kebaikan semua pihak yang telah membantu diselesaikannya Skripsi ini mendapat balasan dari Allah swt. Amin.
Makassar, Agustus 2020
x DAFTAR ISI SAMPUL ... i PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii SURAT PERJANJIAN ... iv SURAT PERNYATAAN ... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ………x
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
A. Kajian Pustaka ... 8
1. Penelitian Relevan ... 8
2. Menulis ... 10
xi b. Tujuan Menulis ... 12 c. Manfaat Menulis ... 14 d. Tahap-tahap Menulis ... 15 3. Poster ... 17 a. Pengertian Poster ... 17 b. Karakteristik Poster ... 18 c. Jenis-jenis Poster ... 20 d. Kegunaan Poster ... 22 e. Bahasa Poster ... 23
f. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dan Teknik dalam Menulis Poster ... 24
4. Teknik Pemodelan ... 26
5. Media Foto dari Internet ... 30
6. Pembelajaran Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet ... 35
B. Karangka Pikir ... 38
C. Hipotesis Tindakan ... 41
BAB III METODE PENELITIAN ... 42
A. Jenis Penelitian ... 42
B. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 43
C. Faktor yang Diselidiki ... 44
D. Prosedur Penelitian ... 44
E. Instrumen Penelitian ... 46
xii
G. Teknik Analisis Data ... 51
H. Indikator Keberhasilan ... 52
BAB IV HASIL PENELITIAN ……… ….. 54
A. Hasil Penelitian……… 54 B. Pembahasan ……… 94 BAB V PENUTUP ………106 A. Simpulan ……… 106 B. Saran ………....107 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Pedoman Penskoran Keterampilan Menulis Poster………. 47
Tabel 2 : Kategori Keterampilan Menulis Poster………..48
Tabel 3 : Rincian Perolehan Nilai Tiap Aspek………...48
Tabel 4 : Hasil Tes Prasiklus Keterampilan Menulis Poster………55
Tabel 5 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I………..58
Tabel 6 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I Tiap Aspek….…..60
Tabel 7 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I Aspek Isi Poster...62
Tabel 8 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I Aspek Tampilan Poster ………...63
Tabel 9 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I Aspek Diksi……64
Tabel 10 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus I Aspek Keefektifan Kalimat……….65
Tabel 11 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca………..67
Tabel 12 : Hasil Observasi Siklus I………69
Tabel 13 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II……….77
Tabel 14 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Tiap Aspek…….78
Tabel 15 :Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Aspek Isi Poster……….80
Tabel 16 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Aspek Tampilan Poster………..81
xiv
Tabel 17 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Aspek
Diksi………82 Tabel 18 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Aspek
Keefektifan Kalimat………84 Tabel 19 : Hasil Tes Keterampilan Menulis Poster Siklus II Aspek
Penggunaan Tanda Baca……….85 Tabel 20 : Hasil Observasi Siklus II………..87 Tabel 21 : Perbandingan Peningkatan Keterampilan Menulis Poster
Siklus I dan Siklus II………..96 Tabel 22 : Perbandingan Nilai Tiap Aspek Penilaian Siklus I dan
Siklus II………..97 Tabel 23 : Peningkatan Hasil Observasi dari Siklus I ke Siklus II…………..100
xv
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1 : Hasil Tes Prasiklus Keterampilan Menulis Poster……….57 Diagram 2 : Hasil Tes Siklus I Keterampilan Menulis Poster…………60
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1Surat Izin Penelitian
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lampiran 3 Hasil Tes Siklus I
Lampiran 4 Hasil Tes Siklus II Lampiran 5 Hasil Observasi Siklus I Lampiran 6 Hasil Observasi Siklus II Lampran 7 Angket Siswa
Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa Lampiran 9 Dokumentasi
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dibagi menjadi empat aspek keterampilan berbahasa. Empat aspek tersebut tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan, merupakan catur-tunggal (Tarigan 2008:1).
Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dipelajari dan di ajarkan oleh siswa ialah keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan utama setiap pengajaran bahasa di sekolah. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki manfaat paling besar dan paling penting bagi kehidupan di samping keterampilan berbahasa yang lainnya. Menulis ialah wujud kemahiran berbahasa terbesar bagi kehidupan manusia, khususnya bagi siswa. Dengan menulis siswa dapat menuangkan segala keinginan hati, perasaan, keadaan hati disaat susah dan senang, sindiran dan pujian, kritikan dan lainnya. Selain itu, menulis juga dapat memudahkan kita merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap atau presepsi, memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, dan menyusun urutan dari
pengalam. Karena itu dalam berinteraksi tidak harus berkomunikasi secara langsung tetapi bisa melalui sebuah tulisan.
Pada lembaga pendidikan, mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang dipelajari siswa. Tanpa pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, siswa pasti akan kesulitan untuk saling berkomunikasi. Dengan adanya bahasa dan sastra Indonesia, siswa diajarkan menggunakan bahasa secara efektif dan efesien. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa bahasa dan sastra Indonesia sangatlah penting untuk menunjang siswa dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswa lainnya.
Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi, sedangkan sastra adalah belajar menghargai sesama manusia dan nilai-nilai kemanusiannya. Sastra merupakan bagian dari pelajaran bahasa Indonesia yang memiliki fungsi utama sebagai penghalus budi tutur kata, kesopanan dalam berkomunikasi, peningkatan kepekaan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, menumbuhkan apresiasi budaya, membentuk imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif, baik secara lisan maupun secara tertulis.
Sikap penghargaan dan kecintaan terhadap suatu karya sastra dapat ditunjukkan, misalnya dengan perilaku gemar menciptakan karya sastra, gemar membicarakan dan mendengarkan karya sastra yang bermutu, gemar mengumpulkan buku-buku tentang bahasa dan sastra, gemar mengikuti pembicaraan dan diskusi yang menyangkut tentang sastra, gemar menuliskan
berbagai keperluan. Adapun indikator yang harus dikuasai siswa antara lain: (1) siswa mampu menjelaskan pengertian poster; (2) siswa mampu mengidentifikasi karakteristik poster, (3) siswa mampu menulis poster dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi serta persuasif, dan (4) siswa mampu menyunting poster yang ditulis teman sesuai dengan krtiteria penulisan poster.
Poster yang baik adalah poster yang berisi gambar dan kalimat yang mudah dipahami sehingga informasi yang disampaikan mudah diingat oleh banyak orang. Pengertian poster adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Melalui menulis poster, seseorang mampu berkreativitas dengan kata dan gambar sekaligus, karena poster berisi kalimat dan gambar dengan warna yang mencolok yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Berdasarkan hasil observasi awal saya pada saat magang 3 di SMP Negeri 2 Sungguminasa dapat diketahui bahwa keterampilan menulis siswa dalam menulis poster masih sangat rendah. Hal tersebut terbukti dari hasil karya siswa kelas VIII 5 yang kurang maksimal dibandingkan dengan hasil karya poster di kelas lainnya.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya nilai keterampilan siswa dalam menulis poster diantaranya siswa masih kesulitan menulis kalimat poster yang persuasif yang bisa mendukung siswa untuk membuat gambar poster. Selain itu metode yang digunakan masih konvensional
membuat siswa merasa jenuh dan bosan, siswa hanya dibekali berupa pengertian poster secara lisan oleh guru dan selanjutnya siswa disuruh menulis poster, akibatnya siswa gagal menuangkan ide-ide kreatifnya dalam menulis poster.
Penggunaan metode yang kurang tepat akan berpengaruh terhadap rendahnya minat menulis poster siswa. Dalam proses pembelajaran disekolah, guru masih menggunakan metode ceramah dalam menulis poster sedangkan metode ceramah dianggap kurang efektif dalam pembelajaran. Ketidakefektifan metode ini adalah siswa merasa bosan dan jenuh dalam menerima pelajaran dikelas. Oleh karena itu, guru sebagai tenaga pengajar mempunyai keterampilan dan pengetahuan tentang cara melaksanakan pembelajaran menulis poster yang aktif dan kreatif sehingga siswa menjadi senang dan antusias dalam mengikutinya. Untuk mewujudkan hasil yang maksimal, guru harus memiliki teknik/metode, serta media yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran tersebut.
Proses belajar mengajar peran media sangat penting. Media pembalajaran, yang inovatif dapat menunjang proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk dapat meningkatkan minat menulis poster siswa. Guru dapat menggunakan teknik dan model pembelajaran dari media internet dengan cara mengambil dan melihat foto yang di dapat dari internet. Melalui teknik ini, keterampilan menulis poster siswa menjadi lebih aktif karena media yang digunakan mampu meningkatkan minat baca dengan melihat berbagai macam foto poster dari internet sehingga siswa tidak merasa
bosan dan jenuh saat pempelajari keterampilan menulis poster dan siswa mampu menuangkan ide-ide serta gagasannya dalam bentuk tulisan. Penggunaan media internet dalam proses pembelajaran diharapkan siswa dapat memahami dengan baik, akibatnya keterampilan menulis poster lebih meningkat dan guru juga harus mampu menerapkan metode dan media yang tepat agar hasil yang di capai lebih memuaskan.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis termotivasi untuk melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan alternatif pemecahan masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sungguminasa dengan mengikuti pembelajaran menulis poster menggunakan teknik pemodelan melalui media foto dari internet?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis poster pada siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Sungguminasa setelah mengikuti pembelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian tindakan kelas ini ada dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.
a) Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini diharapkan menambah gairah pengetahuan tentang pembelajaran keterampilan menulis poster sehingga dapat bermanfaat untuk memberikan sumbangan teori-teori tentang teknik dan media pembelajaran, khususnya pemodelan (modeling) dan media foto dari internet.
b) Manfaat Praktis
Manfaat pada penelitian ini ada dua manfaat, yaitu manfaat bagi guru dan manfaat bagi siswa.
1. Manfaat bagi guru
Bagi guru, sebagai umpan balik bagi guru untuk mengadakan perbaikan dalam pembelajaran menulis poster dan memberikan masukan pada guru untuk menerapkan teknik pemodelan melalui media foto dari internet dalam pembelajaran menulis poster.
2. Manfaat bagi siswa
Bagi siswa, memberikan inovasi kepada siswa agar lebih meningkatkan khasanah pengetahuan dalam pembelajaran menulis poster dengan menggunakan teknik pemodelan melalui media foto dari internet. Dari hal tersebut meningkatkan pula prestasi atau keterampilan menulis siswa.
3. Manfaat bagi peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan untuk menggunakan teknik pemodelan melalui media foto dari internet dalam menulis poster.
A. Kajian Pustaka
1. Penelitian Relevan
Penelitian tindakan kelas mengenai keterampilan menulis poster ini sudah banyak dilakukan dengan memanfaatkan metode yang berbeda-beda sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis poster siswa. Dalam penelitian ini, penulis akan mengkaji bagaimana keterampilan menulis poster siswa jika diterapkan dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet. Penelitian relevan ini bertujuan untuk membuktikan hasil penelitian terdahulu dan membuktikan hasil penelitian saat ini. Adapun penelitian terdahulu yang menjadi acuan dalam penelitian ini yaitu:
a. Penelitian yang dilakukan oleh Apriana (2009). Penelitian tersebut berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Poster dengan Media Iklan Layanan Masyarakat di Televisi Siswa Kelas VIIIC SMP Negeri 4 Cilacap. Melalui pendekatan proses dengan media iklan layanan masyarakat di televisi yang dilakukan Dina Apriana mengalami peningkatan.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Fitriya (2016). Penelitian tersebut berjudul Peningkatan Keterampilan menulis Poster untuk Berbagai Keperluan Menggunakan Media Gambar Meme Komik Melalui Pendekatan Kontekstual pada Peserta Didik Kelas VIII G MTs.
Matholiul Huda Jepara. Melalui proses dengan media ini pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar. Hal tersebut menciptakan suasana pembelajaran menjadi kondusif dan menyenangkan.
c. Penelitian yang dilakukan oleh Prasetyani (2013). Penelitian tersebut berjudul Peningkatan Keterampilan menulis Poster melalui Model Investigasi kelompok Berbantuan Media Kliping pada Peserta didik Kelas VIII H SMP Negeri 1 Kandeman Kabupaten Batang. Melalui proses dengan menggunakan media yang dilakukan Siwi Prasetyani ini mengalami peningkatan.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian diatas, maka peneliti membandingkan persamaan dan perbedaan. Pada penelitian di atas, maka Persamaanya adalah peneliti masing-masing meneliti tentang kemampuan menulis siswa (poster), penelitian ini sama-sama memakai 2 siklus dalam meningkatkan kemampuan menulis poster siswa.Perbedaan dari penelitian yang di atas yaitu lokasi yang diteliti dan metode yang digunakan dalam peningkatan kemampuan menulis poster pada siswa.
Berdasarkan hasil perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang keterampilan menulis poster sudah mulai banyak dilakukan meski masih terbatas, dari penelitian tentang menulis poster di atas menunjukkan adanya peningkatan. Masing-masing penelitian menggunakan media dan teknik yang
berbeda-beda pula, tetapi upaya peningkatan menulis poster masih perlu dikembangkan dan dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara peningkatan keterampilan menulis poster yang akan penulis lakukan adalah dengan cara menggunakan teknik pemodelan melalui media foto dari internet.
2. Menulis
a. Pengertian Menulis
Menulis adalah suatu cara memahami dan menemukan arti hidup. Kata-kata dapat menjadi cermin ajaib yang mampu mencerminkan siapa diri kita, seperti apa diri kita, ingin menjadi apa, dan dapat menjadi apa. Dengan menulis kita dapat lebih mengenal bagian dari diri kita yang sunyi, terluka dan sepi. Juga bagian-bagian yang kreatif, gembira dan tangguh. Dalam beberapa hal, tulisan ibarat sidik jari di dunia lingkaran, kerutan dan citra yang mengidentifikasi kita sebagai diri sendiri Meiferawati (2007).
Tarigan (1986) mengertikan menulis adalah suatu kegiatan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Keterampilan menulis tidak didapatkan secara alamiah, melainkan harus melalui proses belajar dan berlatih. Berdasarkan sifatnya, menulis juga merupakan keterampilan yang produktif dan resaptif. Dalam kegiatan menulis, penulis harus terampil memanfaatkan grafologi
(sistem tulisan), kosa kata, struktur kalimat, pengembangan paragraph, dan logika berbahasa.
Menurut William Smith Menulis adalah perilaku kreatif, perilaku menulis kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, atau peristiwa.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1995), menulis berarti melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan. Menulis merupakan kemampuan mengungkapkan pikiran dan juga perasaan dalam tulisan yang efektif. Sebagian besar orang menganggap kegiatan menulis sebagai kegiatan mengarang. Tanpa teknik dan alat tersebut penulis cenderung terjerumus ke dalam keadaan anarkis, mudah kehilangan control dan arah karangan yang telah tercapai. Akibatnya, kesan yang timbul tidak sejalan dengan tujuan penulisan.
Berdasarkan uraian pendapat di atas, dapat diketahui bahwa menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis suatu topik, penulis harus berpikir, menghubungkan berbagai fakta, membandingkan, dan sebagainya. Berpikir merupakan kegiatan mental. Ketika penulis berpikir, dalam benak penulis timbul serangkaian gambaran tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini tidak terkendali terjadi dengan sendirinya dan tanpa kesadaran.
b. Tujuan Menulis
Setiap jenis tulisan mengandung beberapa tujuan, tetapi karena tujuan itu sangat beranekaragam, maka bagi penulis yang belum berpengalaman ada baiknya memperhatikan beberapa kategori tujuan menulis, yaitu memberitahukan atau mengajar, meyakinkan atau mendesak, menghibur ataumenyenangkan, mengutarakan atau mengekspresikan perasaan dan emosi yang berapi-api (Tarigan 2008:24).
Hartig (dalam Tarigan 2008:24) menyebutkan tujuan menulis sebagai berikut:
1. Assignment purpose (tujuan penugasan)
Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauannya sendiri (misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku).
2. Altruistik putpose (tujuan altruistik)
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih menyenangkan dengan karyanya itu.
3. Informational purpose (tujuan informasional atau tujuan penerangan)
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca.
4. Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri)
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca.
5. Cteative purpose (tujuan kreatif)
Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Tetapi “keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya sendiri dengan keinginan mencapai norma artistic, atau seni yang ideal, seni idaman tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
6. Problem solving purpose (tujuan pemecahan masalah)
Dalam tulisan ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Sang penulis ingin menjelaskan, menjernihkan serta menjelajahi dan meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca.
Tulisan yang bersifat kreatif merupakan tulisan yang bersifat apresiatif dan ekspesif. Apresiatif maksudnya melalui kegiatan menulis kreatif orang dapat mengenali, menyenangi, menikmati, dan mungkin menciptakan kembali secara kritis berbagai hal yang dijumpai dalam teks-teks kreatif karya orang lain dengan caranya
sendiri dan memanfaatkan berbagai hal tersebut ke dalam kehidupan nyata.
Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa tujuan menulis antara lain: (1) menulis yang bertujuan untuk memberitahukan atau mengajar, (2) menulis bertujuan untuk meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan, (3) menulis bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan atau yang mengandung tujuan estetik, (4) menulis bertujuan untuk memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca.
c. Manfaat menulis
Menulis merupakan wujud kemahiran berbahasa yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia, khususnya bagi para siswa. Dengan menulis siswa dapat menuangkan segala keinginan hati, perasaan, keadaan hati di saat susah dan senang, sindiran, kritikan dan lainnya.
Tarigan (2008:22-23) berpendapat bahwa menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan pelajar berpikir. Menulis juga dapat mendorong kita untuk berpikir secara kritis, memudahkan penulis merasakan dan menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tanggap atau apersepsi kita, memecahkan masalah yang dihadapi, menyusun urutan bagi pengalaman.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Nurudin (2007:26-27) mengemukakan wnam manfaat menulis, yaitu: (1) suatu sarana untuk pengungkapan diri, (2) suatu sarana untuk pemahaman, (3) suatu sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, dan suatu perasaan harga diri, (4) suatu sarana untu meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang, (5) suatu sarana untuk keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah, (6) suatu sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang keterampilan menggunakan bahasa.
Berdasarkan dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat menulis adalah untuk mengembangkan kemampuan mengungkapkan gagasan dan ide-ide sehingga dapat berpikir secara kritis manfaat lainnya menulis juga sebagai sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang keterampilan menggunakan bahasa.
d. Tahap-tahap Menulis
Ada beberapa tahap dalam menulis, yaitu tahap persiapan atau pramenulis, tahap inkubasi, tahap iluminasi, dan tahap verifikasi. (a) Tahap persiapan atau pra penulis adalah ketika pembelajar menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengelola informasi, menarik tafsiran dan referensi terhadap realita yang dihadapinya, berdiskusi, membaca,
mengamati, dan lain-lain yang memperkanya masukan kognitifnya yang akan diproses selanjutnya. (b) Tahap inkubasi adalah pembelajaran memproses informasi sedemikian rupa, sehingga ditemukannya pemecahan masalah atau jalan keluar yang dicari. (c) Tahap iluminasi adalah ketika datangnya inspirasi atau insight, yaitu gagasan datang tiba-tiba dan berloncatan dari pikiran kita. (d) Tahap verifikasi, yaitu apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, seleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan.
Menurut Nurudin (2007:92-111), tahap-tahap dalam menulis dapat dijabarkan ke dalam beberapa tahap, yaitu tahap pramenulis, tahap merencanakan tulisan, dan tahap menulis dan merevisi draft. Tahap pertama, yaitu tahap pramenulis.Pada tahap pramenulis terdiri atas dua tahapan, yaitu memilih dan membatasi topik, dan generalisasi gagasan. Pada tahap ini penulis mencari topik yang paling khusus sehingga tidak kesulitan untuk mengembangkan topik tersebut. Generalisasi gagasan adalah mengolah sebuah gambaran pikiran yang ada, diolah, dipikir lebih matang dan diputuskan, Tahap kedua, yaitu tahap merencanakan tulisan. Pada tahap merencanakan tulisan terdiri atas tiga tahap, yaitu membuat daftar, menulis kalimat topik, dan membuat outline. Hal pertama pada tahap ini adalah membagi gagasan ke dalam beberapa masalah dan mencoretnya jika tidak berkaitan dengan topik yang dipilih. Selanjutnya, menulis dan
menjabarkan semua itu ked dalam kalimat-kalimat. Outline dibuat sebagai dasar untuk membuat alenia. Pada tahap terakhir, yaitu tahap menulis dan merevisi draft. Pada tahap ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu menulis draft kasar, merevisi organisasi isi, dan menulis akhir. Tahap pertama proses revisi adalah menulis kasar dari outline yang sudah dibuat. Setelah menulis draft kasar, tahap selanjutnya adalah merevisinya. Setelah semua aktivitas menulis dilakukan, tahap terakhir adalah mengoreksi sekali lagi.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahap dalam kegiatan menulis. Tahap-tahap tersebut, yaitu penulis merencanakan dan menentukan topik yang akan dibuat menjadi sebuah tulisan, tahap menulis dengan mengacu pada topik yang sudah ditetapkan, dan tahap terakhir adalah tahap merevisi. Pada tahap ini penulis memeriksa dan mengoreksi kembali hasil menulis, apakah hasil tulisan sudah sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
3. Poster
a. Pengertian Poster
Menurut Sudjana dan Rivai (2009:51), poster didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
Menurut Suharma (2007:104), poster adalah plakat yang dipasang di tempat-tempat umum berupa pemberitahuan atau menawarkan sesuatu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:890), Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan).
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum yang ditujukan sebagai pemberitahuan, peringatan, maupun penggugah selera, berisi gambar-gambar dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
b. Karakteristik Poster
Menurut Rohani (1997:77), karakteristik poster antara lain: (1) Berupa suatu lukisan atau gambar.
(2) Menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu.
(3) Memberikan kesan yang luas atau menarik perahatian.
(4) Menangkap penglihatan dengan saksama terhadap orang-orang yang melihatnya.
(5) Menarik dan memusatkan perhatian orang yang melihatnya. (6) Menggunakan ide dan maksud melalui fakta yang tampak.
(7) Merangsang orang yang melihat untuk ingin melaksanakan maksud poster.
(8) Berani, langsung, dinamis, dan menimbulkan kejutan.
(9) Ilustrasi tidak perlu banyak, menarik, dan mudah dimengerti. (10) Teks ringka, jelas, dan bermakna.
(11) Ilustrasi dan tulisan harus ada keseimbangan.
(12) Dalam rangka simbol visual, kata dan lukisan harus membawa ide tertentu.
(13) Dapat dibaca dalam waktu yang singkat.
(14) Warna dan gambar harus kontras dengan warna dasar.
(15) sederhana tetapi mempunyai daya tarik dan daya guna yang maksimal.
Menurut Sudjana dan Rivai (2007:51), poster memiliki karakteristik antara lain poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara terinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak akan hilang kegunaannya.
Desain sebuah poster merupakan perpaduan antara kesederhanaan serta dinamika. Berbagai warna yang mencolok dan kontras sering kali dipakai dalam poster.
Kebanyakan poster bertumpu pada luasnya kata-kata menyampaikan gagasan khusus atau pesan khusus. Pada umumnya dipergunakan sedikit kata dan hanya kata-kata kunci yang ditonjolkan dengan cara menempatkan kedudukan huruf atau besarnya ukuran huruf.
Poster-poster yang efektif pada umumnya enak dipandang walaupun tidak perlu nyata dalam kejadian yang sangat dramatik seperti perang, keselamatan lalu lintas, bahaya kebakaran dan semacamnya.
Poster memilki beberapa karakteristik, yaitu (1) berupa suatu gambar atau lukisan yang mempunyai daya visual yang besar dan maksimal, (2) dapat menyampaikan suatu pesan atau ide, (3) memberikan kesan yang kuat dan menarik perhatian, (4) menangkap penglihatan yang seksama terhadap orang lewat, dapat dibaca dalam waktu singkat, dan (5) merangsang orang yang melihat untuk melaksanakan maksud pesan (Husni 2009).
Berdasarkan beberapa karakteristik poster diatas, dapat disimpulkan bahwa poster berupa gambar yang sederhana yang bertujuan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan kalimat yang persuasi. Ilustrasi dan tulisan harus ada keseimbangan, berani, langsung, dan menimbulkan kejutan. Poster harus sederhana tetapi mempunyai daya tarik dan daya guna yang maksimal.
c. Jenis-jenis Poster
Menurut Kertamukti (2008:1) jenis-jenis poster dilihat dari dua segi, yaitu berdasarkan segi penempatan poster dan berdasarkan segi tujuan poster. Jenis poster berdasarkan segi penempatannya meliputi, (1) poster dalam, yaitu poster yang digunakan atau diletakkan dalam suatu ruangan tertutup, dan (2) poster luar, yaitu poster yang
digunakan atau diletakkan di luar ruangan. Adapun jenis poster berdasarkan segi tujuannya, meliputi (1) poster sosial, yaitu poster yang digunakan untuk mendukung program-program yang direncanakan, (2) poster komersial, yaitu poster yang berisi pesan menawarkan produk untuk membujuk orang supaya mengambil keputusan untuk membeli.
Menurut Ardwi (2010:2) jenis-jenis poster dapat dikelompokkan menjadi: (1) poster propaganda, (2) poster kampanye, (3) poster film, yaitu poster yang digunakan untuk mempromosikan film, (4) poster riset dan kegiatan ilmiah, yaitu poster yang digunakan untuk mempromosikan kegiatan ilmiah yang hendak dilakukan, (5) poster karya seni, yaitu poster yang dibuat untuk tujuan seni, (6) poster pelayanan masyarakat, yaitu poster yang berisi pesan, informasi, dan penjelasan yang tujuannya untuk menyadarkan masyarakat tentang suatu hal yang menyangkut kepentingan bersama. Misalnya, poster lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya, (7) poster komersial, yaitu poster yang diproduksi sebagai sarana untuk mempromosikan suatu produk dan dipoduksi dengan budget tertentu sesuai anggaran sales promotion.
Menurut Usman (2008) Jenis-jenis poster dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (1) poster niaga, yaitu poster yang berfungsi untuk menawarkan barang atau jasa tertentu, (2) poster kegiatan, yaitu poster yang berisi kegiatan atau kejadian
penting yang akan dilaksanakan, misalnya konser musik, pamerang lukisan, perlombaan, pertandingan, atau pementasan drama, (3) poster layanan masyarakat, yaitu poster yang berisi pesan, informasi, dan penjelasan yang tujuannya untuk menyadarkan masyarakat tentang suatu hal yang mengangkat kepentingan bersama.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar poster dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu poster niaga, poster kegiatan, dan poster layanan masyarakat. Jenis poster yang akan dibuat siswa dalam pemelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet adalah poster layanan masyarakat.
d. Kegunaan Poster
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi memikat dan menarik perhatian. Banyak iklan menggunakan teknik-teknik poster dalam menarik perhatian demi kepentingan produksinya. Poster dapat menarik perhatian karena uraian yang memadai secara kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Hal yang tidak pantas dalam poster adalah penggunaan ilustrasi yang sangat dramatik (Sudjana dan Rivai 2009:56).
Menurut Sudjana dan Rivai (2007:56), poster memiliki beberapa kegunaan antara lain: 1) untuk motivasi, poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut; 2)
sebagai peringatan, pesan melalui poster yang tepat akan membentuk menyadarkan siswa, sehingga diharapkan bisa merubah perilakunya dalam praktik sehari-hari sehingga menjadi suatu kebiasaan; 3) sebagai pengalaman yang kreatif, kehadiran poster dalam proses belajar mengajar memberi kesempatan kepada siswa untuk melukiskan tentang apa-apa yang dipelajari mereka.
Sadiman, dkk (2007:46) poster tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang yang membeli produk baru dari suatu perusahaan untuk mengikuti program Keluarga Berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan melalui poster.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa poster memiliki banyak kegunaan. Kegunaan poster yang paling utama adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat. e. Bahasa Poster
Bahasa poster memiliki perbedaan dan keunikan dari bahasa lainnya, seperti bahasa karangan atau bahasa surat. Kebanyakan poster bertumpu pada luasnya kata-kata yang menyampaikan gagasan khusus atau pesan khusus. Ada yang perlu diingat, pakailah kata-kata dalam poster dengan hati-hati. Pada umumnya dipergunakan sedikit kata dan hanya kata-kata kunci yang
ditonjolkan dengan cara menempatkan kedudukan huruf atau besarnya ukuran huruf. Tiga buah kata dalam poster lebih efektif daripada sebuah kalimat panjang (Sudjana dan Rivai 2009: 54).
Senada dengan pendapat tersebut menurut Suryanto, dkk (dalam Rokhanawati 2008:22) kata-kata dan kalimat dipakai untuk menulis poster harus dipilih dengan tepat. Biasanya kalimat-kalimatnya berupa ajakan sehingga kalimat perintah atau himbauan sering dipakai dalam menulis poster. Kalimat-kalimat pendek lebih banyak dipakai.
Dari pendapat yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa poster itu singkat, jelas, memiliki khas tersendiri, memiliki daya pikat, dan kalimat-kalimatnya berupa ajakan kalimat perintah atau himbauan sering dipakai dalam menulis poster.
f. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dan Teknik dalam Menulis Poster
Menyusun poster pada dasarnya sama dengan menyusun bentuk komunikasi tulis lainnya atau jenis karangan secara umum. Teks poster sebagai sarana komunikasi tertulis sebaiknya disusun dengan baik, menarik, dan komunikatif.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis poster antara lain: (1) objek poster yang akan kita buat; (2) ide yang ingin disampaikan; (3) pilihan kata harus tepat dan kalimat harus
bersifat persuasif; (4) menggunakan kata-kata yang efektif; (5) huruf-hurufnya cukup besar dan mudah dibaca; (6) kalimatnya hendaknya mengandung suasana keakraban; (7) menggunakan variasi bentuk huruf dan variasi warna yang menarik (Suryanto dalam Rokhanawati 2008:23).
Suwiji (dalam Rokhanawati 2008:23) berpendapat bahwa poster memiliki hal-hal yang perlu dikenali yaitu: (1) kalimatnya; (2) keterangan poster; (3) gambar pendukung poster; dan (4) isi poster.
Berdasarkan pendapat kedua yang telah dikemukakan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dalam menulis poster ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: (1) pilihan kata; (2) isi poster; (3) penggunaan variasi huruf dan warna; dan (4) gambar pendukung.
Teknik menulis poster adalah sebagai berikut: (1) Tentukan tujuan dan penerapan poster.
(2) Tentukan tempat dimana poster akan dipasang. (3) Menentukan bentuk poster.
(4) Sederhanakan informasi yang akan disebarkan. (5) Merancang beberapa draft kasar pada skala kecil. (6) Memilih warna, sesuai dengan kesan yang diinginkan. (7) Memastikan bahwa pesan jelas dan dinamis.
4. Teknik pemodelan
Salah satu komponen pembelajaran kontekstual adalah komponen pemodelan. Teknik ini dimaksudkan dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar siswa.
a. Pengertian Teknik Pemodelan (modeling)
Pemodelan pada dasarnya membahas gagasan yang dipikirkan, bagaimana cara guru menginginkan para siswa untuk belajar, dan melakukan apa yang guru inginkan agar siswa-siswanya melakukan. Pemodelan dapat berbentuk demonstrasi, pemberian contoh tentang konsep atau aktivitas belajar (Nurhadi dan Senduk 2003:49).
Pemodelan (modeling) pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model.Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar (Nadhirin 2010).
Pemodelan dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajar atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik (Bandono 2008).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik pemodelan (modeling) adalah kegiatan mendemonstrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh model yang diberikan guru sehingga siswa lebih memahami materi yang diajarkan.
b. Langkah-langkah Teknik Pemodelan (modeling)
Menurut Suprijono (2010:115) Teknik pemodelan (modeling) dalam proses pembelajaran memiliki langkah-langkah sebagai berikut. 1. Guru mempersiapkan topik-topik yang menuntut siswa untuk mencoba
atau mempraktekkan.
2. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan jumlah mereka. Kelompok-kelompok ini akan menulis sesuai dengan topik yang diberikan guru.
3. Guru memberikan kepada siswa waktu untuk mengerjakan.
4. Secara bergiliran, siswa diminta mempresentasikan kerja masing-masing.
5. Setelah selesai, beri kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan masukan pada setiap presentasi yang dilakukan.
6. Guru memberikan penjelasan secukupnya untuk mengklarifikasi.
c. Kelebihan dan Kekurangan Teknik Pemodelan (modeling)
Teknik pemodelan (modeling) dalam proses pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan (Nadhirin 2010).
Kelebihan teknik pemodelan (modeling) adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran menjadi lebih berwarna dan bermakna (rill). Artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
2. Pembelajaran lebih mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri.
Teknik pemodelan (modeling) juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan teknik pemodelan adalah sebagai berikut: 1. Guru lebih intensif dalam membimbing. Guru tidak lagi berfokus
sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan keterampilan yang baru bagi siswa. Siswa dipandang sebagai individu yang sedang berkembang.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mene mukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar.
5. Media Foto dari Internet
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dengan menggunakan media
pembelajaran, proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan siswa menjadi antusias mengikuti pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran dapat bermanfaat untuk mempermudah menyampaikan materi kepada siswa.
a. Pengertian media pembelajaran
Arsyad (2007) mengungkapkan bahwa media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.
Sadiman, dkk (2007:7) mengungkapan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar terjadi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Arsyad (2007:4) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai perantara atau sarana atau alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar), seperti menyalurkan pesan
atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sehingga tujuan pendidikan tercapai. Contohnya seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya.
b. Foto dari Internet sebagai Media Pembelajaran
Media foto dari internet merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat siswa. Dengan menggunakan media pembelajaran, dapat membantu mempermudah untuk memahami materi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar mengajar di kelas guru dianjurkan untuk menggunakan dan menerapkan media pembelajaran.
1. Pengertian Foto dari Internet
Menurut Rohani (1997:21) media foto dapat diartikan sebagai media yang merupakan reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi, yaitu bisa berupa sebuah foto ataupun lukisan.
Menurut James, dkk (2003:2) foto adalah foto yang berkisah tentang sebuah gambar, dilaporkan dalam sebuah kamera, direkam dalam waktu yang seluruhnya berlangsung seketika saat suatu citra tersebut mengungkap sebuah cerita.
Hick dalam James (2003:7) foto, yaitu media komunikasi verbal dan visual yang hadir secara bersamaan.Komunikasi verbal tersebut berisi tentang pesan-pesan dalam foto yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa media foto adalah media dua dimensi yang berkisah tentang sebuah gambar, dilaporkan dalam sebuah kamera, direkam dalam waktu yang seluruhnya berlangsung seketika yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
2. Karakteristik dari Internet
Setiap guru hendaknya mengetahui media pembelajaran mana yang dapat mencapai hasil paling baik dalam situasi pengajaran yang diharapkannya. Menurut Sudjana dan Rivai (2009:72-73) ada beberapa karakteristik yang terdapat dalam foto, antara lain:
a. Foto itu adalah dua dimensi, dan dari sudut pandang pembelajaran hal itu menjadi amat penting, terutama bagi para siswa usia muda, atau untuk mata pelajaran yang rumit. b. Foto merupakan media yang “diam” oleh sebab itu di dalam
hal ini seringkali dipergunakan istilah gambar tetap atau gambar diam, untuk menyatakan bahwa gambar itu tidak bergerak.
c. Foto dapat memberikan kesangerak, misalnya adegan di jalan raya yang dipasang di sebuah tiang yang sangat ramai, orang yang lalu-lalang, kendaraan yang lewat.
d. Foto menekankan gagasan pokok dan impresi, bahwa untuk menilai dan memilih foto yang baik harus menampilkan satu gagasan utama.
e. Foto dapat memberikan kesempatan untuk diamati rinciannya secara individual.
f. Foto dapat melayani berbagai mata pelajaran.
3. Kelebihan dan Kekurangan Foto dari Internet sebagai Media Pembelajaran
Foto sebagai media visual tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Sudjana dan Rivai (2009:71-72) foto memilki kelebihan sebagai berikut:
a. Mudah dimanfaatkan di dalam kegitan proses belajar mengajar, karena praktis tanpa memerlukan peralatan yang susah.
b. Harganya relative lebih mudah daripada jenis-jenis media pembelajaran lainnya, dan cara memperolehnya pun mudah sekali tanpa mengeluarkan biaya.
c. Foto bisa dipergunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pengajaran dan berbagai disiplin ilmu. Mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi, dari ilmu-ilmu social sampai ilmu-ilmu social sampai ilmu-ilmu eksakta.
d. Foto dapat menerjemahkan konsep atau gagasan abstrak menjadi lebih realistik.
Sekalipun demikian setiap media pembelajaran selalu mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu, begitu juga halnya dengan foto .kelemahannya antara lain:
a. Beberapa foto sudah cukup memadai akan tetapi tidak cukup besar ukurannya jika dipergunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar, kecuali bilamana diproyeksikan melalui proyektor.
b. Foto adalah berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. Kecuali, bilamana dilengkapi dengan beberapa seri gambar untuk objek yang sama.
c. Foto bagaimana pun indahnya tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya dengan gambar hidup.
4. Contoh Media Foto dari Internet
Salah satu media yang dapat digunakan dalam penelitian adalah media foto dari internet. Beberapa topik yang dipakai dalam penelitian ini yaitu kesehatan, pendidikan, bencana alam, dan pemandangan alam. Beberapa topik ini dapat digunakan untuk memandu dan mempermudah siswa dalam pembelajaran menulis poster.
5. Langkah-langkah Penggunaan Foto dari Internet dalam Menulis Poster
Kegunaan foto sebagai media pembelajaran adalah untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media foto dari internet. Media ini dapat memancing siswa untuk mencurahkan dan menciptakan sebuah poster sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam foto dari internet tersebut. Penggunaan media foto dari internet diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, khususnya dalam pemelajaran menulis poster.
Pemelajaran menulis poster dengan menggunakan media foto dari internet mempunyai maksud bahwa dalam pembelajaran menulis poster,
guru memberikan media foto dari internet dengan tujuan kemampuan siswa dalam menulis poster menjadi meningkat.
Cara penggunaan media foto dari internet dalam menulis poster, yaitu (1) siswa mengamati foto dari internet dengan topik bencana banjir, rokok, bencana tanah longsor, dan narkoba dari internet yang telah diberikan guru, (2) siswa berdiskusi untuk mencari pesan dan informasi penting yang terkandung di dalam foto dari internet, (3) siswa menulis poster sesuai dengan pesan dan informasi penting yang terkandung di dalam foto dari internet, (4) siswa mempresentasikan hasil menulis poster di depan kelas.
6. Pembelajaran Menulis Poster dengan Teknik Pemodelan melalui Media Foto dari Internet
Salah satu pembelajaran yang diajarkan di sekolah adalah pembelajaran menulis. Pembelajaran ini menuntut para siswa untuk menuangkan gagasan dan ide-idenya dalam bentuk tulisan. Tujuan dari pembelajaran menulis, khususnya menulis poster adalah siswa mampu menulis poster dengan pilihan kata dan kalimat yang semenarik mungkin sehingga dapat meyakinkan pembaca.
Pada penelitian ini, pembelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis poster siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Sungguminasa dan diharapkan dapat memenuhi indikator yang harus dicapai oleh siswa sesuai dengan kriteria
ketuntasan belajar yang telah ditentukan dalam pembelajaran menulis poster. Dengan teknik pemodelan ini, siswa meniru contoh yang diberikan oleh guru. Masalah yang diberikan kepada siswa berupa foto dari internet dengan topik. Secara berkelompok, siswa berdiskusi untuk mencari pesan dan informasi penting yang terkandung di dalam foto dari internet tersebut. Setelah itu, secara individu siswa menulis poster berdasarkan pesan dan informasi penting yang terkandung di dalam foto dari internet tersebut.
Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran menulis poster ini media foto dari internet dengan topik kerusakan lingkungan, pendidikan, dan pemandangan alam. Bahan ajar ini berfungsi untuk mempermudah proses pembelajaran menulis poster sehingga siswa menjadi antusias ketika mengikuti proses kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah.
Langkah-langkah menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet terdiri atas tiga tahapan, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap inti dibagi menjadi tiga tahap, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Untuk tahap selanjutnya akan dibahas sebagai berikut. Tahap pendahuluan, yaitu (1) guru bersama siswa melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang berhubungan dengan poster, (2) guru menyampaikan tujuan dan manfaat dari pemelajaran menulis poster.
Pada kegiatan inti tahap eksplorasi, (1) guru membagikan contoh poster sederhana dengan tema lingkungan untuk diamati siswa, (2) siswa berdiskusi dengan teman sebangkunya tentang pengertian dan karakteristik poster, dan (3) siswa bersama guru bertanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan poster. Pada tahap elaborasi, (1) siswa berkelompok, tiap-tiap kelompok terdiri atas 5-6 siswa, (2) guru membagikan topik-topik pada masing kelompok, (3) masing-masing kelompok berdiskusi untuk mencari pesan dan informasi penting yang terdapat dalam foto dari internet, (4) guru bersama siswa membahas hasil diskusi mengenai pesan dan informasi penting yang terdapat dalam gambar dari internet, dan (5) secara individu, siswa menulis poster berdasarkan pesan dan informasi penting yang diperoleh dari gambar dari internet. Pada tahap konfirmasi, (1) beberapa siswa mempresentasikan hasil menulis poster, (2) Siswa lain memberikan komentar, dan (3) siswa bersama guru saling bertanya jawab berkaitan dengan materi pembelajaran dan kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran.
Pada kegiatan akhir, (1) siswa bersama guru menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, (2) siswa dan guru melakukan refleksi bersama, dan (3) guru memberikan motivasi kepada siswa untuk tetap berlatih dalam menulis poster.
B. Karangka Pikir
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dapat digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Keterampilan ini membutuhkan latihan untuk mencapai hasil yang maksimal. Semua gagasan, pikiran, dan perasaan yang dimilki dapat dituangkan menjadi sebuah tulisan.
Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan di sekolah adalah keterampilan menulis poster. Keterampilan menulis poster pada siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Sungguminasa masih kurang memuaskan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.faktor tersebut berasal dari guru dan siswa. Faktor yang berasal daris guru meliputi
(1) guru hanya mengajarkan melalui metode konvensional sehingga siswa menjadi cepat bosan,
(2) guru tidak menggunakan media pembelajaran ketika mengajarkan materi tentang poster,
(3) strategi yang digunakan guru tidak bervarisi.
Pembelajaran menulis poster merupakan pembelajaran menuangkan gagasan atau pesan yang dicetuskan kedalam media gambar yang memiliki sifat persuasif tinggi karena menampilkan suatu persoalan (tema) yang menimbulkan perasaan kuat terhadap khalayak.
Adapun faktor yang berasal dari siswa meliputi
(1) minat siswa terhadap pembelajaran menulis poster masih kurang, (2) siswa kesulitan untuk mencari kalimat poster yang sesuai dengan gambar, (3)
siswa kesulitan untuk menuangkan ide-idenya dalam sebuah poster, (4) siswa kebingungan ketika diajak untuk menyusun gambar yang sesuai dengan kalimat poster yang persuasif.
Setelah melakukan pembelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet, diharapkan siswa lebih terampil dalam menulis poster dengan memperhatikan penulisan poster yang baik, serta tercapai tujuan yang diinginkan oleh siswa dan guru sehingga dapat memberi manfaat bagi diri pribadi siswa.
Aspek Kebahasaan
Gambar 1. Bagan Kerangka piker
Menyimak Menulis Membaca Berbicara
K13 Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Model Pembelajaran melalui Media Foto dari Internet
Menulis Poster
Temuan
Perencanaan Pelaksanaan Observasi Refleksi
C. Hipotesis Tindakan
Hipotesis penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah jika guru menerapkan teknik pemodelan melalui media foto dari internet secara optimal dalam pemelajaran menulis poster, maka keterampilan siswa dalam menulis poster dapat meningkat dan perilaku siswa dapat berubah menjadi lebih baik.
Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas. Menurut Arikunto (2010: 3), pelaksanaan tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Tahapan penelitian meliputi perencenaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran menulis dan meningkatkan kemampuan menulis poster siswa dengan menggunakan pemodelan media foto dari internet. Diharapkan dari peneliti ini hasil belajar dapat maksimal.
Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti melaksanakan melalui dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.Siklus I bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis siswa. Siklus I digunakan sebagai refleksi untuk melaksanakan siklus II, sedangkan hasil tindakan pada siklus II bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis setelah dilakukan perbaikan yang didasarkan pada refleksi siklus I. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Siklus I Siklus II
Gambar 1: Bagan Tahap Penelitian
B. Lokasi dan Subjek Penelitian a. Lokasi
Penelitian Ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Sungguminasa. Pada semester dua tahun ajaran 2019/2020 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
b. Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Sunggumunasa yang berjumlah 39 siswa. Penentuan kelas yang diteliti berdasarkan hasil wawancara dengan guru mengenai kelas yang kemampuan menulisnya masih rendah yaitu kelas VIII5. Faktor lainnya adalah kondisi kelas yang kurang kondusif saat pembelajaran berlangsung. Hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik dengan pembelajaran keterampilan menulis poster. Objek penelitian ini adalah
Perencanaan Refleksi Tindakan Observasi Perencanaan Refleksi Tindakan Observasi
peningkatan menulis poster melalui teknik pemodelan media foto dari internet pasa siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Sungguminasa. Berdasarkan keadaan tersebut diharapkan pemodelan ini dapat meningkatkan minat siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis poster siswa.
C. Faktor yang Diselidiki
Faktor yang diselidiki pada penelitian ini adalah penerapan teknik pemodelan menulis poster melalui media foto dari internet dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis poster pada siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Sungguminasa. Berdasarkan keadaan tersebut diharapkan metode ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis poster.
D. Prosedur Penelitian
Ada beberapa ahli yang mengemukakan model penelitian tindakan kelas dengan bagan yang berbeda. Menurut Arikunto (2010 : 16), secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yaitu; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
1. Perencanaan
Perencanaan dilakukan sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam pemelajaran menulis poster di sekolah.Tahap perencanaan ini berupa rencana kegiatan. Rencana kegiatan yang akan dilakukan adalah (1) menyusun rencana pemelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet, (2) mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam proses
pembelajaran, (3) mempersiapkan contoh poster dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran, (4) membuat dan mempersiapkan instrument penelitian, yaitu instrument tes dan nontes, dan (5) melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
2. Pelaksanaan (Tindakan)
Tindakan merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah disiapkan. Tindakan yang akan dilakukan adalah pemelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet. Pada tahap ini dilakukan tiga tahap proses belajar mengajar, yaitu apersepsi, proses pembelajaran, dan evalusi.
Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu melaksanakan tindakan di kelas. Pada pembelajaran menulis poster, tindakan dilakukan oleh guru sebagai penerapan upaya peningkatan keterampilan menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet.
3. Observasi
Tindakan merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah disiapkan. Tindakan yang akan dilakukan adalah pemelajaran menulis poster dengan teknik pemodelan melalui media foto dari internet. Pada tahap ini dilakukan tiga tahap proses belajar mengajar, yaitu apersepsi, proses pembelajaran, dan evalusi. Dalam pemelajaran menulis poster ini
dilaksanakan selama dua pertemuan pelajaran, masing-masing pertemuan terdiri atas tiga tahap proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut.
Observasi dilakukan terhadap data tes dan nontes.Data tes yang diobservasi berupa hasil tes menulis poster dan sikap siswa pada waktu menulis poster. Hasil observasi ini sebagai bukti observasi terhadap data menulis poster.
Data nontes berupa observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto saat proses pembelajaran berlangsung.
4. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat untuk dilakukan ketika guru pelaksanaan sudah selesai melakukan tindakan pada siklus II. Guru dan peneliti melakukan evaluasi pada pembelajaran menulis poster di siklus II.
E. Instrumen Penelitian
Bentuk instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain angket, rubik penilaian menulis poster, dan catatan lapangan. 1. Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efesien bila peneliti tahu dengan pasti variable yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
2. Catatan Lapangan
Catatan lapangan digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Catatan lapangan dibuat agar segala sesuatu yang terjadi pada saat pengambilan data dapat terangkum.
3. Instrumen Tes
Instrumen tes digunakan untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menulis poster. Siswa menulis poster berdasarkan topik yang sudah ditentukan oleh guru. Aspek yang dinilai dalam tes menulis poster antara lain (1) isi poster, (2) tampilan poster, (3) diksi, (4) keefektifan kalimat, dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca.
Tabel 1 Pedoman Penskoran Keterampilan Menulis Poster
No. Aspek Penilaian Patokan Skor Bobot 1. Isi poster
a. Sesuai dengan pesan Informasi yang terdapat pada foto dari internet b. Menarik c. Cara penyajian kreatif Memenuhi 3 syarat Memenuhi 2 syarat Memenuhi 1 syarat Tidak memenuhi syarat isi poster
4 3 2 1 6 2. Tampilan poster
a. Antara gambar dan tulisan harus ada keseimbangan b. Tampilan warna mendukung gambar poster c. Tampilan gambar dan warna Memenuhi 3 syarat Memenuhi 2 syarat Memenuhi 1 syarat Tidak memenuhi syarat isi poster
4 3 2 1