Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
Peran KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Dalam Mengatasi
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Ekonomi,
Pendidikan, dan Pariwisata
1
Felixtha Hernanda,
2Muhammad Ahsanul Hakam,
3Rizal Arifbillah,
4Taufikurrahman
1Prodi Administrasi Publik,
2Prodi Hubungan Internasional,
3Prodi Akuntansi,
4Prodi Sains Data
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya no. 1, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur
E-mail:
[email protected]
Abstrak — Ampel, destinasi wisata religi, terjangkit pandemi Covid-19, Covid-19 adalah virus oleh SARS-CoV-2. Karenanya, terdapat dampak kepada masyarakat. Khususnya, kebutuhan untuk bertemu dan melakukan aktivitas di tempat umum. Berdasarkan data jawa pos pengunjung Makam Sunan Ampel mengalami penurunan hingga 90 persen hal tersebut terjadi di dalam area Sunan Ampel yang maksimal hanya diberlakukan 50 persen dari kapasitas yang tersedia. Objek kegiatan dilakukan d ilingkungan sekitar wisata religi Ampel. Kegiatan ini menggunakan metode observasi, rujukan literatur dan perencanaan program pemulihan yang dilakukan secara offline dan online Jadi, menurut hipotesis, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar bagi sektor ekonomi, pendidikan dan pariwisata, seperti penerimaan bantuan sosial yang tidak merata dan tidak sesuai, sulitnya menerima pembelajaran jarak jauh (PJJ), pemberian kuota internet yang tidak bisa dimaksimalkan penggunaannya, serta menurunnya antusias masyarakat untuk berpergian ke tempat wisata. Pada akhirnya, diharapkan program KKN kelompok 41 Kelurahan Ampel yang dilakukan secara online dan offline dapat membantu kegiatan masyarakat untuk hidup lebih sehat di masa pandemi.
Kata Kunci — Pandemi Covid-19, Ekonomi, Pendidikan & Pariwisata
Abstract — Ampel, a religious tourism destination, has been affected by the Covid-19 pandemic. Covid-19 is a virus by SARS-CoV-2. Therefore, there is an impact on society. In particular, the need to meet and carry out activities in public places. Based on data from the Java Post, visitors to the Sunan Ampel Tomb have decreased by 90 percent, this occurs in the Sunan Ampel area which is only applied to a maximum of 50 percent of the available capacity. The object of activities is carried out in the environment around Ampel religious tourism. This activities uses observation, literature references and recovery program planning which is carried out offline and online. So, according to the hypothesis, the Covid-19 pandemic has had a major impact on the economic, education and tourism sectors, such as receiving unequal and inappropriate social assistance, the difficulty of accepting distance learning (PJJ), the provision of internet quotas that cannot be maximized, and the decreased enthusiasm of the community to travel to tourist attractions. In the end, it is hoped that the KKN program for the 41 Ampel sub-district groups which is carried out online and offline can help community activities to live healthier during the pandemic.
Keywords : Pandemic Covid-19, Economy, Education & Tourism.
1. PENDAHULUAN
Sudah terhitung 1 tahun lebih 7 bulan, mulai diidentifikasinya Covid-19 di Indonesia.
Covid-19 bukanlah suatu wabah yang bisa dianggap
remeh, terutama dari bentuk gejalanya, orang awam mungkin mengira seperti sakit flu biasa. Namun, secara ilmu kedokteran, Covid-19 cukup mematikan karena waktu sebaran yang cepat jika dilihat dari jumlah negara yang terjangkit. Dalam upaya demi mengantisipasi dan mengurangi penyebaran, pemerintah mengharuskan masyarakat untuk membatasi aktivitas diluar rumah diantaranya, bekerja (work from home), belajar, serta berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Banyak yang
berspekulasi bahwa Covid-19, ini adalah ulah dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hanya memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan pribadi. Namun, terdapat juga masyarakat yang menyakini bahwa pandemi tersebut sebagai teguran dari tuhan untuk kembali dekat terhadap Sang Pencipta.
Indonesia ialah satu dari banyak negara yang sudah menerapkan dan memberlakukan larangan perjalanan non-domestik demi memperlambat laju sebaran virus. Penerapan tersebut menjadi sebab sebagian maskapai yang beroperasi di darat, laut, dan udara membatalkan seluruh agenda perjalanannya dan sebagian
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
perusahaan transportasi tersebut harus terpaksa beroperasi meskipun sebagian besar tempat duduk dan harga tiket telah dikurangi demi memenuhi hak penumpang dan juga menutup biaya operasional.
Keadaan tersebut membuat pemerintah kian berusaha untuk menelurkan kebijakan-kebijakan demi mengatasi masalah tersebut. Selaras penelitian yang dilakukan [1], yakni pandemi Covid-19 diperkirakan mempengaruhi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Hal tersebut disebabkan oleh kunjungan-kunjungan dari turis asing yang biasanya membeli oleh-oleh. Jika kunjungan-kunjungan turis asing mengalami penurunan, hampir bisa dipastikan pendapatan UMKM akan terdampak.
PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi akibat covid19 kemudian turut memberi efek sehingga beberapa masalah seperti kesulitan mencari pekerjaan, pengangguran, dan kemiskinan juga akan meningkat. Covid-19 kemudian muncul dan memberikan pengaruh besar di berbagai sektor. Begitupula dalam bidang atau sektor pendidikan pada penelitian terdahulu [2], dari situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk diadakannya aktivitas pendidikan dengan tatap muka secara langsung, maka akan muncul suatu permasalahan baru. Bagaimana sistem pendidikan harus tetap berjalan di tengah pendemi ini? Tibalah penggunaan internet sebagai basis pembelajaran jarak jauh. Namun, sudah bukan menjadi suatu rahasia bahwa tingkat kesiapan digitalisasi dalam dunia pendidikan di Indonesia cenderung mengarah kepada kata “Kurang Siap”. Hal tersebut tentu menjadi batu sandungan baru di dalam masa ini.
Keadaan tersebut menjadi sebuah keadaan yang dirasakan oleh hampir seluruh bagian di Indonesia. Termasuk di daerah Kelurahan Ampel, Kota Surabaya yang juga terdampak. Dalam hal ini, Ampel adalah salah satu dari sekian destinasi wisata, khususnya religi, di Indonesia. Hal tersebut akan sangat memungkinkan untuk berdampak kepada bidang pariwisata dan menjalar ke bidang ekonomi.
Dalam bidang pendidikan pun juga mengalami keadaan yang serupa. Hadirnya pandemi ternyata begitu mempengaruhi sektor-sektor di dunia, termasuk Indonesia [3]. Contohnya adalah bidang pariwisata yang mengalami kerugian. Virus
Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk lebih
banyak berdiam di rumah dan kebijakan-kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah seperti lockdown dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berpengaruh terhadap pergerakan barang dan manusia.
Dengan adanya kondisi yang
mengkhawatirkan di masa pandemi tersebut, hadirnya program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi dengan melibatkan penurunan mahasiswa-mahasiswa di berbagai pelosok negeri bertujuan untuk kembali
kepada masyarakat dengan konteks pengabdian secara nyata. Berdasarkan penjelasan tersebut, penulisan artikel ini memiliki tujuan untuk menyebutkan dan menjelaskan pengaruh dari Kelompok KKN 41 UPN Veteran Jawa Timur terhadap pengembangan potensi pariwisata, pendidikan, dan penguatan ekonomi kreatif di era Covid-19. Khususnya di Kelurahan Ampel, Surabaya. Selain itu, dengan adanya kegiatan KKN di kawasan Ampel, diharapkan dapat membantu pemecahan permasalahan dan pemenuhan keinginan serta kebutuhan masyarakat di era pandemi sebagai bagian dari konteks pengabdian mahasiswa perguruan tinggi kepada masyarakat.
2. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Observasi
Metode observasi digunakan dalam bentuk pengamatan mengenai dampak pandemi Covid-19 khususnya di area Kelurahan Ampel. Selain itu, proses observasi juga dapat terlibat dengan interaksi-interaksi dari objek observasi. Sehingga, dalam hal ini, selain mengamati perubahan-perubahan saat sebelum dan atau sedang berlangsung, juga dilakukan proses observasi berdasarkan keterlibatan interaksi dengan objek observasi, terlebih dari warga Kelurahan Ampel.
Studi Literatur
Studi dilakukan dengan cara membaca dan mendengarkan perkembangan pandemi Covid-19 dari media sosial dan informasi media cetak yang terus mendapatkan update dari satuan gugus tugas
Covid-19 (SATGAS Covid-19). Selain itu, adanya
sumber literasi berupa buku, buletin, dan jurnal juga menjadi objek studi literatur. Namun, tingkat valid suatu literatur juga menjadi bahan pertimbangan untuk dimasukkan sebagai sumber agar tetap dapat dipertanggung jawabkan.
Perencanaan Program Pemulihan
Kelompok KKN 41 UPN veteran Jatim merencanakan langkah pemulihan dari dampak pandemi pada sektor ekonomi kreatif, pariwisata, pendidikan kesehatan melalui program yang di susun dan dilaksanakan dengan media offline dan
online sesuai dengan kebutuhan sektor-sektor yang
di butuhkan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Observasi
Dari pelaksanaan observasi melalui adanya kegiatan survei yang merupakan salah satu bagian dari kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata), ditemukan beberapa masalah serta kebutuhan dan keinginan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Kemudian, temuan tersebut dirumuskan menjadi suatu perencanaan kegiatan demi menjawab
masalah-Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
masalah serta kebutuhan dan keinginan masyarakat. Terakhir, diadakan rangkaian kegiatan untuk menindaklanjuti temuan dan perencanaan agar bisa terealisasi.
Pengaruh Covid-19 di Kawasan Ampel
Kelurahan Ampel di Kota Surabaya adalah sebuah kawasan yang menjadi lokasi wisata, khususnya wisata religi. Karena, di Ampel terdapat masjid dan makam yang terafiliasi dengan Sunan Ampel. Wisatawan lokal atau domestik silih berganti mengunjungi Ampel. Bahkan, beberapa kali kapal pesiar dari luar negeri juga ikut mengunjungi Ampel sebagai bentuk tertariknya wisatawan mancanegara terhadap kawasan Ampel. Namun, Covid-19 kemudian menjadi pengubah kondisi tersebut.
Terdapat beberapa pengaruh yang teramati dari hasil observasi. Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain:
a. Dari Sektor Ekonomi, sebagian masyarakat yang bergantung kepada sektor pariwisata sangat terdampak. Sentra kuliner, pedagang cinderamata, dan UMKM lain yang berada di kawasan Ampel ditutup sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Terutama pada masa pemberlakuan kebijakan pembatasan PPKM. Akhirnya, kondisi perputaran ekonomi pun menjadi macet.
Seperti contoh kasus pada UMKM Sambel Bu Tin. Dalam kondisi ideal di luar pandemi, Bu Tin selaku pemilik UMKM Sambel Bu Tin membeberkan penghasilannya menurun hingga 90%. Di kondisi ideal, Bu Tin mampu menjual sambel botolan dengan rata-rata jumlah hingga 100 botol per hari. Namun, dalam kondisi pandemi ini, Bu Tin hanya mampu menjual maksimal 10 botol per hari. Bahkan, 10 botol tersebut terjual bukan setiap hari. Sehingga kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan memang menjadi kenyataan.
b. Dari Sektor Pendidikan, sejak sistem pembelajaran tatap muka dihentikan, banyak institusi pendidikan di Ampel mengalami dampak tersebut. Misalnya dari TK Ade Irma Suryani di Ampel yang kemudian mengaku kesusahan untuk membuat sistem pembelajaran jarak jauh. Tidak tersedianya gawai serta gadget menjadi alasan utama. Selain itu, tingkat akses internet yang rendah serta tingkat pengetahuan teknologi yang juga menjadi salah satu alasan terhambatnya pendidikan. Tidak jarang juga siswa merasa tidak memiliki motivasi lebih untuk menjalani sistem pembelajaran jarak jauh dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka.
Institusi pendidikan non-formal seperti Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di Ampel juga
mengalami dampak. Tidak tanggung-tanggung, bahkan pengurus rela menutup sementara TPQ-nya hingga waktu yang tidak ditentukan. Dari keadaan pendidikan tersebut kemudian muncul gundah di hati masyarakat melihat anak-anaknya yang seolah menganggur dan kurang akan kegiatan bermanfaat. Sedangkan di rumah, beban orangtua semakin bertambah.
c. Dari Sektor Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan kemudian dikurangi dari jumlah asalnya. Kelurahan Ampel sengaja menerapkan kebijakan tersebut demi mengurangi kontak dan risiko terpaparnya Covid-19 dari kehadiran wisatawan. Kompleks masjid dan makam pun yang menjadi objek wisata utama di kawasan Ampel pun ditutup. Sehingga, membuat wisatawan tidak memiliki alasan untuk berkunjung ke Ampel. Begitu juga dengan kawasan sentra kuliner.
Temuan Masalah, Kebutuhan dan Keinginan Masyarakat
a. Sektor Ekonomi
Terdapat permasalahan dalam peningkatan daya beli produk UMKM sekitar yang diakibatkan oleh pandemi, dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pendayagunaan media sosial. b. Sektor Pendidikan
Terdapat kebutuhan dari masyarakat dan Pimpinan Kelurahan Ampel yang menginginkan adanya pembelajaran parenting di masa pandemi. Hal tersebut dikarenakan adanya persilangan kepentingan antara peraturan mengenai larangan untuk berkumpul dan dengan rasa haus akan ilmu parenting di masa pandemi.
Terdapat temuan bahwa tidak semua masyarakat mengetahui, memahami, dan menaati pengetahuan tentang covid-19. Hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan bagi pihak pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi tentang covid-19 secara intens. Sehingga, hanya pimpinan daerah dan atau masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi yang mendapatkan pengetahuan tentang covid-19.
Terdapat temuan bahwa lingkungan sekitar belum terlalu patuh untuk melaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker. Selain karena informasi yang tidak sampai, terdapat rasa enggan untuk membeli masker karena harganya yang dinilai tidak terjangkau.
Tidak didapati atau sedikit didapati tulisan-tulisan kampanye mengenai anjuran, larangan, serta ajakan terkait dengan Covid-19 di lingkungan sekitar. Hal tersebut dikarenakan belum adanya inisiatif untuk menyebarkan informasi tersebut agar sosialisasi lebih merata.
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
c. Sektor Pariwisata
Terdapat permasalahan dalam aktivitas pengunjung yang menurun.
Hasil Studi Literatur
Keadaan pandemi menjadikan sebuah dilema yang dirasakan bagi banyak masyarakat dunia. Karena, untuk menekan laju penyebaran virus, dibutuhkan penjagaan dan kontrol protokol kesehatan yang ketat seperti pemakaian masker dan
social distancing serta physical distancing. Jika
penyebaran tersebut dinilai terlalu cepat dan masif, maka bukan tidak mungkin juga opsi-opsi pembatasan seperti lockdown harus diambil.
Di Indonesia juga menerapkan pembatasan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah untuk memutus domino effect yang dapat mempengaruhi berbagai sektor. Contohnya adalah pengembangan program dan bantuan dengan tujuan meningkatkan ekspor dan digitalisasi bisnis [15]. Di sektor ekonomi misalnya, kebijakan WFH (Work
From Home) menjadi solusi di tengah pandemi.
Khususnya bagi tempat kerja dengan sektor non-esensial. Tetapi, hal tersebut kemudian menimbulkan masalah baru. Yakni, akses terhadap WFH yang tidak bisa dinyatakan merata. Untuk para pekerja yang memang memiliki akses terhadap kebijakan WFH sangatlah diuntungkan. Bagi penyedia kerja pun begitu.
Seperti yang terjadi pada domino effect dari pandemi, lesunya sektor pariwisata akan berimbas pada UMKM juga [1]. Dari sektor pariwisata juga berkata demikian. Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik), terjadi pengurangan jumlah wisatawan yang berkali-kali lipat. BPS mencatatkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia sejak Bulan Januari hingga Bulan November 2020 mencapai 3,89 juta kunjungan. Sedangkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya terhitung 14,73 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut menggambarkan penurunan sebesar 73,60%. Hal tersebut dapat terjadi karena pembatasan jumlah wisatawan dari domestik maupun mancanegara. Belum lagi pengetatan-pengetatan tentang protokol kesehatan yang juga menjadi bahan pertimbangan.
Dengan terhambatnya sektor pariwisata membuat sebagian masyarakat seperti contoh tersebut bagai kehilangan mata pencaharian. Menurut Kemenkop UMKM, penurunan penjualan yang dilaporkan bahkan hingga mencapai angka 56% [6]. Tidak hanya di kelas UMKM, bisnis pariwisata besar seperti maskapai penerbangan dan perhotelan juga tidak lepas dari dampak yang ditimbulkan. Sebut saja bisnis perhotelan yang sekiranya mengalami penurunan hingga 40% [7].
Di sektor pendidikan, kekhawatiran juga semakin terjadi. Untuk menjadi solusi di antara keraguan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dengan risiko terpaparnya virus, kegiatan belajar-mengajar secara daring dinilai sebagai solusi di tengah pandemi [8]. Sekiranya sudah berbulan-bulan semenjak aktivitas pembelajaran tatap muka dihentikan dan digantikan dengan pembelajaran jarak jauh atau melalui daring. Hal tersebut bertujuan agar siswa-siswi serta mahasiswa-mahasiswi lebih terhindar dari risiko terpapar oleh
Covid-19. Kondisi tersebut kemudian membawa
perubahan besar bagi dunia pendidikan. Seperti contohnya terhadap transformasi sistem pembelajaran beserta evaluasinya [2]. Memang terdapat beberapa nilai positif dari kegiatan belajar-mengajar secara daring seperti sifat internet yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja tidak terbatas oleh ruang dan waktu [9].
Perencanaan Program
Setelah ditemukan beberapa masalah, kebutuhan, dan keinginan dari masyarakat sekitar, langkah berikut adalah perumusan rekomendasi dan perencanaan program. Terdapat beberapa alur dalam proses perumusan tersebut. Pertama, kelompok KKN 41 Universitas Pembangunan Nasional Jawa Timur membagi anggota menjadi beberapa divisi. Hal tersebut dilakukan demi menjaga fokus kelompok terhadap objek pengabdian. Kedua, dilakukan diskusi mentah bersama pimpinan kelurahan untuk persetujuan rekomendasi dan perencanaan program. Ketiga, melakukan perombakan atau penyempurnaan terkait rekomendasi dan perencanaan program. Keempat, diadakan penyampaian program kepada pimpinan kelurahan untuk dilakukan eliminasi dan penyetujuan program. Terakhir, program yang telah mendapatkan persetujuan diserahkan kepada divisi masing-masing untuk proses penyempurnaan.
Selain alur tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses rekomendasi dan perencanaan program. Beberapa hal tersebut yang pertama adalah peraturan dari pemerintah pusat maupun daerah. Karena dilakukan di masa pandemi dan dalam masa PPKM, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam program seperti membuat kerumunan dan kelalaian protokol kesehatan. Kedua, kebutuhan dan keinginan masyarakat dengan pimpinan kelurahan bisa jadi berbeda. Ketiga, kemungkinan terjadinya tolak belakang antara kemampuan mahasiswa dan kebutuhan dan keinginan Kelurahan Ampel sangat besar. Sehingga dalam hal-hal tersebut, perlu proses khusus untuk melakukan eliminasi dan menemukan titik tengah.
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
a. Program Sektor Ekonomi
Strategi bisnis yang tepat untuk memasarkan produk di masa pandemi covid19 ini adalah melalui media elektronik dimana antara produsen dan konsumen tidak bertemu langsung pada satu tempat tetapi memiliki jangkauan pemasaran yang sangat luas. Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, penjual dapat memanfaatkan media sosial, karena dengan menjual secara online dapat memberikan kemudahan, seperti efisiensi dan efektvitas waktu antara pedagang dan pembeli, dan dapat mengurangi penyebaran virus yang semakin lama semakin banyak varian dan penularannya yang semakin mudah. Dari hasil observasi dan studi literatur yang dilakukan, strategi pemasaran yang digunakan di tengah pandemi Covid-19 yaitu dengan menggunakan media sosial, antara lain, Facebook,
Instagram, Whatsapp, Telegram, serta tergabung
dalam usaha online lainnya seperti Shopee, Go-food, dan Grab-food.
Gambar 1. Contoh salah satu produk UMKM setempat setelah di upload di media sosial.
b. Sektor Pendidikan
Untuk sektor pendidikan, terdapat delapan cara yang dapat diterapkan dikawasan sekolah, diantaranya [10] :
• mengembangkan rencana kontingensi,
• mendistribusikan alat kesehatan (ALKES), seperti pengukur suhu tubuh, masker, tempat cuci tangan,
• menciptakan tim SATGAS protokol kesehatan, • mendistribusikan kuota internet yang dapat
digunakan siswa/i dan pengajar
• menerapkan kebijakan cuti yang fleksibel bagi para orangtua yang harus mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah
• menyediakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh para guru agar mereka lebih siap dalam merencanakan, mendesain, serta mengimplementasikan kegiatan belajar online yang berkualitas.
• memonitor kondisi sosial dan emosional para guru dan siswa dengan harapan agar pandemi ini tidak meruntuhkan moral mereka sehingga tetap dapat menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
• mengurangi ketergantungan terhadap
pertemuan tatap muka, khususnya bagi NGO yang bergerak di bidang pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kapasitas untuk pelaksanaan metode belajar hibrid.
Gambar 2. Pendistribusian Alat Kesehatan berupa Masker dan poster
c. Sektor Pariwisata
Untuk sektor pariwisata diusahakan untuk dibuka karena jika ditutup juga tidak memberikan efek justru mematikan sektor ekonomi di sekitar tempat wisata tersebut. Hal ini selaras dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni dengan mengedepankan promosi wisata mengenai protokol kesehatan dan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental
Sustainability) atau yang biasa disebut dengan K4
(Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Keberlanjutan Lingkungan).
Gambar 3. Tempat Cuci Tangan di Kawasan Wisata Religi Ampel
Pembahasan Program a. Program Sektor Ekonomi
Secara realitasnya, dan jika dilihat dari data yang disuguhkan dan diimbangi oleh survey yang dilakukan oleh anggota, masih banyak masyarakat pelaku UMKM khususnya di wilayah Nyamplungan yang melakukan kegiatan pemasaran secara konvensional atau tradisional. Hal ini tentu saja tidak disalahkan, namun agar produk terus bisa bersaing eksistensinya, maka harus dilakukan cara pemasaran yang kekinian yaitu dengan memperkenalkan tentang apa itu pemasaran secara digital kepada masyarakat setempat.
Saat ini masyarakat hanya mengetahui pemasaran secara konvensional, namun seperti yang kita ketahui bahwa adanya pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh dan tidak dapat mendukung
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
secara penuh kegiatan pemasaran konvensional. Contohnya, saat sebelum ada pandemi ini, biasanya pihak pemerintah kota mengadakan festival maupun event pameran khusus untuk pelaku UMKM wilayah kota Surabaya, namun kegiatan ini belum bisa dilaksanakan kembali mengingat tingginya kasus penyebaran virus Covid-19. Maka dari itu, masyarakat sangat perlu alternatif lain bahkan untuk sekedar bertahan di masa sulit ini.
Media sosial manajemen adalah sebuah proses menciptakan menerbitkan mempromosikan serta mengelola konten di semua saluran media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter linkedin,
YouTube, dan Pinterest. Media sosial manajemen
lebih dari sekedar membagikan dan memposting di media sosial. akan tetapi juga berperan dalam tingkat interaksi bisnis terhadap audience dan seberapa dekat hubungan bisnis dengan audience. Selain itu, dengan media sosial manajemen membantu bisnis untuk dapat menjangkau lebih banyak audien serta visibilitas bisnis
Desain pada kemasan produk yang akan dijual sangat penting diperhatikan. Hal itu disebabkan karena desain tersebut bisa dan dapat membuat para konsumen tertarik untuk membeli produk yang akan dijualnya tersebut. Definisi dari desain kemasan ini ialah yang sering disapa dengan Design Packaging merupakan sesuatu yang digunakan untuk membungkus, guna melindungi kualitas sebuah produk. Tidak hanya itu, desain kemasan juga mengacu harus pada rancangan yang telah dibuat. b. Sektor Pendidikan
Kegiatan kelas parenting adalah kegiatan yang mengikutsertakan orangtua untuk lebih mendalami tentang pendidikan pengasuhan terhadap anak. Pimpinan kelurahan mengarahkan kelompok 41 KKN UPN Jawa Timur untuk menggandeng TK Ade Irma Suryani Ampel dalam pelaksanaan kegiatan mengingat TK dapat menjadi jembatan dengan orangtua. Dari sasaran tersebut, maka diharapkan kegiatan tersebut bermanfaat untuk lebih memahami pentingnya dan cara-cara dalam mendidik anak di usia TK kepada orangtua dan guru TK sebagai orangtua murid di sekolah.
Kegiatan sosialisasi edukasi tentang parenting dilaksanakan pada tanggal 15 Juli, 2021. Karena masih berada dalam masa pandemi, ditambah dengan seperangkat aturan dari Pemerintah Pusat mengenai PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), sehingga kemungkinan diadakannya kegiatan tersebut secara luring adalah kecil. Selain itu, terdapat kendala mengenai keterbatasan orangtua murid dalam memiliki akses untuk mengikuti kelas secara daring. Maka, diadakan acara mini webinar yang diikuti oleh guru-guru TK Ade Irma Suryani. Kemudian, setelah kegiatan selesai, link rekaman kelas online tersebut
akan dibagikan kepada para wali murid.
Materi webinar disampaikan oleh Bunda Dr. Hj. Hasniah Hasan, M.Si, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Bidang Pembinaan Keluarga dan Muslimah Masjid Al Akbar Surabaya. Dengan materi utama yaitu pembagian fase-fase kehidupan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia, Bunda Hasniah lebih fokus kepada fase prenatal, yaitu fase saat seorang ibu dan ayah sebelum terjadinya kelahiran sang anak. Fase tersebut dinilai sangat penting karena dari masa tersebut, akan menentukan bagaimana fase-fase berikutnya. Namun, materi tetap diberi singgungan tentang pengasuhan anak di masa pandemi. Beliau memberikan contoh dalam pendidikan fase prenatal adalah orangtua harus menjadi baik terlebih dahulu, karena, tidak mungkin jika orangtua bermimpi memiliki anak yang baik padahal dirinya sendiri belum baik.
Setelah pemaparan tentang materi tersebut usai, kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dan sharing dengan guru-guru TK Ade Irma Suryani. Salah satu guru bertanya mengenai cara untuk menegur siswa TK dengan tidak hanya melarang saja, namun lebih memberikan penjelasan yang bisa dicerna oleh anak seusia TK. Kemudian Bunda Hasniah memberi pernyataan bahwa cara menegur tersebut adalah cara menegur yang baik. Beliau menambahkan agar tidak ditegur secara keras atau dipermalukan di depan umum. Sehingga, anak bisa menerima dan tidak memiliki side effect di kemudian hari seperti merasa rendah diri.
Selain mini webinar, dengan mengingat kekurangan pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam memberikan sosialisasi dan edukasi terkait dengan Covid-19, maka dirumuskan dan kemudian dilaksanakan program yang menjawab hal tersebut. Program tersebut adalah pembuatan dan penyebaran media video edukasi tentang Covid-19. Hal tersebut dikarenakan media video dinilai sebagai media yang dapat menggantikan kegiatan sosialisasi secara langsung karena tidak membosankan, mengingat tingkat literasi Indonesia secara umum dan Kelurahan Ampel secara khusus rendah. Dengan begitu, informasi-informasi yang disampaikan berharap dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
Atas masukan dari pimpinan kelurahan untuk menyasar kepada salah satu RW. (Rukun Warga) secara khusus, maka diputuskan untuk menyasar kepada RW. 10. RW tersebut dipilih karena dinilai lebih mudah dalam segi koordinasi karena terdapat beberapa kegiatan dari divisi lain yang berfokus juga pada RW. 10. Materi yang disampaikan terbagi ke dalam dua fokus umum, yaitu informasi Covid-19 secara umum serta bahayanya dan beberapa tips dalam menghadapi Covid-19.
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
Dari informasi Covid-19 secara umum, terdapat beberapa hal yang penting disampaikan seperti apa itu Covid-19, penularannya, serta gejala-gejalanya. Dalam informasi tips tersebut, diberikan tips berupa cara pemakaian masker yang benar, imbauan rajin mencuci tangan dengan benar, imbauan mengurangi keluar rumah, informasi mengenai larangan seringnya menyentuh area wajah dengan tangan, menjaga jarak, besentuhan tangan, pola hidup sehat, vaksin, dan imbauan untuk berdo'a.
Dalam proses menjawab masalah dari ketidaktaatan masyarakat dalam mengindahkan protokol kesehatan berupa pemakaian masker, maka dibuatlah program pembagian masker. Selain itu, program pembagian masker tersebut dinilai dapat sedikit membantu untuk mengurangi beban masyarakat dalam mengadakan alat kesehatan demi tujuan protokol kesehatan. Program tersebut menyasar kepada warga RW. 10 mengingat anjuran dari pimpinan kelurahan serta kelebihan dalam kemudahan koordinasi. Kegiatan dilakukan secara simbolis di lokasi sekitar RW. 10 pada tanggal 22 Juli, 2021. Masker yang digunakan adalah masker standar medis. Jumlah masker yang terkumpul adalah 9 kotak. Masing-masing kotak berisi 50 buah masker. Jadi, jumlah total masker tersebut adalah 450 buah.
Di lokasi sekitar Kelurahan Ampel, imbauan, anjuran, dan ajakan terlihat sangat sedikit. Karenanya, kelompok 41 menilai penting untuk diadakan banner dan poster berisi imbauan, anjuran, ajakan, serta informasi mengenai Covid-19 dan protokol kesehatan. Kelompok 41 KKN UPN Jawa Timur tidak mampu untuk menyebar banner dan poster ke seluruh lingkungan kelurahan. Maka, diputuskan untuk menyebar banner dan poster di lingkungan RW. 10 saja. Dengan itu, berharap agar lingkungan lain di lingkungan Kelurahan Ampel ikut mencontoh. Waktu pembagian dilakukan bersamaan dengan pembagian masker, yaitu pada tanggal 22 Juli, 2021. Terdapat 2 buah banner dan 3 buah poster yang berisi ajakan untuk menaati protokol kesehatan dan pemberitahuan tentang kawasan wajib taat protokol kesehatan. Beberapa informasi yang turut dicantumkan adalah pemakaian masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan lainnya. c. Sektor Pariwisata
Penerapan dan pemberlakuan protokol kesehatan menjadi hal wajib yang harus diterapkan dan diimplementasikan. Segala wilayah dan tempat mulai dari tempat makan, swalayan, bandara, tempat ibadah, hingga tempat wisata wajib menerapkannya. Penerapan protokol kesehatan disini bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah penularan dari virus
Covid-19. Sehingga para pengunjung suatu tempat
tersebut dapat mengurangi efek terpapar oleh virus.
Kawasan Wisata Religi Ampel sebagai salah satu tempat wisata yang berada di Surabaya Jawa Timur telah memiliki dan menerapkan standar protokol di area wilayahnya seperti masjid dan makam. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan wisata religi Ampel sangat memperhatikan sekali bagaimana pencegahan dan antisipasi terhadap wabah yang sedang terjadi saat ini. Kawasan Wisata Religi Ampel ingin memberikan kenyamanan dan keamanan terhadap para wisatawan dan pengunjung yang ingin berwisata di Kawasan Ampel tersebut.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan masalah, metode, dan hasil yang telah disusun dapat ditarik kesimpulan, bahwa virus Corona dapat mempengaruhi kestabilan perekonomian di suatu wilayah bahkan negara. Tidak hanya ekonomi saja, sektor pendidikan dan pariwisata juga ikut terkena dampaknya. Ada beberapa masalah dalam pembagian bantuan sosial kepada masyarakat. Seperti bantuan sosial yang terbatas hingga dana tersebut bisa diperlakukan dengan tidak terpuji oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sulitnya para siswa/i dalam menerima pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena pengawasan dari guru atau dosen sangat minim. Guru atau dosen juga terkadang terlalu banyak memberikan pekerjaan rumah, sehingga siswa/i tersebut jadi malas dalam mengerjakan. Alhasil, orang tua yang membantu dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Akses terhadap gawai, gadget, dan internet kurang. Pengetahuan tentang digitalisasi pendidikan juga kurang mumpuni. Kuota atau paket internet yang diberikan tidak dapat digunakan secara maksimal, dan oleh para siswa/i terkadang disalahgunakan. Namun, ada juga yang mengeluh karena tidak bisa digunakan search materi saat mengerjakan tugas pekerjaan rumah.
Berkurangnya minat masyarakat untuk melakukan aktivitas diluar rumah, sehingga berdampak pada daya kunjung ke tempat pariwisata. Untuk mengatasi penyebaran Covid-19 banyak penyedia tempat wisata dan masyarakat sekitar menerapkan protokol kesehatan, sehingga, pengunjung tetap aman saat mengunjungi tempat tersebut.
Untuk program diatas, dirasa sangat kurang dalam mendapatkan materi karena materi diatas hanya diambil melalui membaca jurnal dan datang ke lokasi namun dibatasi. Jadi tidak menyeluruh dalam mendapatkan informasi. Selain itu, kurangnya informasi dari hasil observasi terjadi karena peraturan PPKM yang memaksa untuk membatasi interaksi. Maka bila ingin meneruskan kegiatan diatas, diharapkan untuk lebih diperdalam saat mendapatkan informasi dan metode yang digunakan.
Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Vol. 5 No. 1 Maret 2021 – e. ISSN: 2550-0821
SOSIAL HUMANIORA
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah memberikan dukungan pendanaan selama berlangsungnya Program Kuliah Kerja Nyata tahun 2021 ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Saidi, L., Adam, P., Saenong, Z., & Balaka, M. Y. (2017). The Effect of Stock Prices and Exchange Rates on Economic Growth in Indonesia. International Journal of Economics and Financial Issues, 7(3), 527–
533. http://ejournal.lldikti10.id/index.php/ benefita/article/viewFile/5313/1812. Tanggal Akses 8 Agustus 2021.
[2] Loka, Vita Oktaria. 2021. Dampak Pandemi
Covid-19 Terhadap Sistem Pembelajaran: Journal Of Innovation In Teaching And Instructional Media. https://ejournal. karinosseff.org/index.php/jitim/index. Tanggal Akses 3 Juli 2021.
[3] Henri Ananta, et al. "Analisis dampak Covid-19 terhadap Sektor Pariwisata Sikembang Park Kecamatan Blado Kabupaten Batang.".
Semarang: 2020.
https://kkn.unnes.ac.id/lapkknunnes/32004_3 325062014_6_Desa%20Tanjungsari_202009 22_083601.pdf Tanggal akses 8 Agustus 2021.
[4] Utami, Ayu Silfia Betty dan Kafabih Abdullah. 2020. Sektor Pariwisata Indonesia Di Tengah Pandemi Covid-19: Jurnal
Dinamika Ekonomi Pembangunan.
http://jdep.upnjatim.ac.id/index.php/jdep/artic
le/view/198. Tanggal Akses 6 Juli 2021. [5] Bahtiar, Rais Agil dan Juli Panglima Saragih.
2020. Dampak Covid-19 terhadap Perlambatan Ekonomi Sektor UMKM: Info Singkat Puslit BKD DPR RI.
[6] Thaha Firdaus Abdurrahman. 2020. Dampak
Covid-19 Terhadap UMKM Di Indonesia: Jurnal BRAND. https://ejournal.umma. ac.id/index/php/brand. Tanggal Akses 27 Juli 2021.
[7] Sumarni Yenti. 2020. Pandemi Covid-19: Tantangan Ekonomi Dan Bisnis: Jurnal
Ekonomi dan Perbankan Syariah.
https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/idex.php/ Al-Intaj. Tanggal Akses 26 Juli 2021. [8] Nafrin Aulia Irinna, Hudaidah Hudaidah.
2021. Perkembangan Pendidikan Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19: Jurnal Ilmu
Pendidikan. https://edukatif.org/index.php/ edukatif/article/view/324. Tanggal Akses 26 Juli 2021.
[9] Pujilestari Yulita. 2020. Dampak Positif Pembelajaran Online Dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi
Covid-19: Adalah Buletin Hukum & Keadilan.
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/adalah/ar ticle/view/15394. Tanggal Akses 27 Juli 2021.
[10] JELITA (Jendela Literasi Kita). 2021. 8 Kunci Sukses Menjalankan Pendidikan Di Masa Pandemi Covid-19. https://lpmpjatim. kemdikbud.go.id/jelita/delapan-kunci-sukses-menjalankan-pendidikan-di-masa-pandemi-