• Tidak ada hasil yang ditemukan

Regulasi Pencant. FOODREVIEW INDONESIA IN-DEPTH SEMINAR Development & Opportunities in Functional Dairy Products

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Regulasi Pencant. FOODREVIEW INDONESIA IN-DEPTH SEMINAR Development & Opportunities in Functional Dairy Products"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Regulasi Pencantuman

ATI WIDYA PERANA

Regulasi Pencantuman

Produk Susu Dan

FOODREVIEW INDONESIA IN-DEPTH SEMINAR Development & Opportunities in Functional Dairy

20 Juni

Pencantuman Klaim Pada

ATI WIDYA PERANA

Pencantuman Klaim Pada

Dan Olahannya

DEPTH SEMINAR Development & Opportunities in Functional Dairy Products

(2)

PENDAHULUAN

01

01

01

01

REGULASI PANGAN

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

03

03

03

03

02

02

02

02

PENUTUP

04

04

04

04

PENDAHULUAN

PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

(3)

PENDAHULUAN

01

01

01

01

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

03

03

03

03

02

02

02

02

PENUTUP

04

04

04

04

PENDAHULUAN

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

(4)

PENDAHULUAN

01

Masyarakat

• Peningkatan kesejahteraan

• perubahan pola makan & • perubahan pola makan &

perilaku

• meningkatnya penyakit tidak menular PENYAKIT TIDAK MENULAR juta kematian pada tahun 2012

56

0.74 0.26 negara berkembang negara maju MENULAR

WHO, Global Status Report on Noncummunicable Disease 2014

PENDAHULUAN

Makanan & penyakit

Makanan & penyakit

makanan bukan sekedar untuk mengenyangkan dan sebagai sumber zat gizi, tetapi juga untuk kesehatan

(5)

PENDAHULUAN

02

IPTEK

• suatu inovasi dan pengembangan pangan • peluang menghasilkan pangan yang lebih

tantangan • peluang menghasilkan pangan yang lebih

dari sifat awalnya, guna memberikan manfaat kesehatan tantangan dengan pengembangan pangan pasar

PENDAHULUAN

pangan lebih

tantangan Pelaku Usaha Pangan

PELAKU USAHA

lebih

tantangan Pelaku Usaha Pangan dengan melakukan inovasi

pengembangan dan formulasi produk pangan sesuai dengan permintaan pasar.

(6)

PENDAHULUAN

2

Melindungi konsumen

2

PENDAHULUAN

Peran Pemerintah

1

Perdagangan adil &

bertanggungjawab

(7)

PENDAHULUAN

01

01

01

01

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

03

03

03

03

02

02

02

02

PENUTUP

04

04

04

04

PENDAHULUAN

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

(8)

2005

01

2011

ISTILAH PANGAN FUNGSIONAL

2005

01

2011

Perka BPOM Nomor HK 00.05.52.0685 tentang

Ketentuan Pengawasan Pangan Fungsional

Perka BPOM Nomor HK.03.1.23.11.11.09909 tentang Pengawasan Klaim dalam Label dan Iklan Pangan. Pangan fungsional adalah

pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen fungsional yang berdasarkan kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu

dalam Label dan Iklan Pangan. Pangan dengan klaim

lain dan klaim penurunan penyakit

2016

03

2011

02

ISTILAH PANGAN FUNGSIONAL

2016

03

2011

02

POM Nomor HK.03.1.23.11.11.09909 tentang Pengawasan Klaim dalam Label dan Iklan Pangan.

Perka BPOM No. 13 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan

dalam Label dan Iklan Pangan. klaim fungsi penurunan risiko

Tidak lagi menggunakan istilah pangan fungsional, karena belum ada konsensus internasional

(9)

CODEX

01

02

JEPANG

•Sejak tahun 2001 telah terdapat usulan untuk mengadakan expert

consultation yang

mendiskusikan mengenai pangan fungsional

•Codex tidak menyetujui

new work mengenai

Pangan fungsional yang terbukti dapat mendukung klaim kesehatan dapat disetujui sebagai “Food for Specified

Health Uses

(FoSHU)”, yang

new work mengenai

pangan fungsional, karena pangan

fungsional dinilai masuk ke ruang lingkup

pelabelan gizi klaim kesehatan. (FoSHU)”, yang kemudian dapat dikomersilkan dengan klaim kesehatan.

JEPANG

03

LAINNYA

Pangan fungsional yang terbukti dapat mendukung klaim kesehatan dapat disetujui sebagai

Food for Specified

(FoSHU)”, yang

Tidak ada negara lain yang menyebutkan istilah pangan fungsional secara khusus dalam regulasinya (FoSHU)”, yang kemudian dapat dikomersilkan dengan klaim kesehatan.

(10)

Perkembangan perhatian akan manfaat kesehatan

komponen pangan selain zat gizi, yang

diyakini mempunyai fungsi Banyak yang menyebut dengan istiliah pangan diyakini mempunyai fungsi fisiologis diluar

peran zat gizi.

istiliah pangan fungsional, dan komponen disebut komponen fungsional atau komponen bioaktif. Belum global fungsional digunakan regulasi

Belum ada konsensus global tentang definisi

pangan

fungsional, dan belum digunakan dalam regulasi di negara-negara. Pendekatan yang dilakukan regulator dalam 2 hal pengaturan: negara. • Klaim gizi/kesehatan • Pembuktian secara ilmiah (scientific substantiation)

(11)

Peraturan Kepala BPOM Nomor 13

Pengawasan Klaim dalam Label

Olahan

13 Tahun 2016 tentang

Label dan Iklan Pangan

Dapat diunduh melalui

(12)

KLAIM

Klaim Gizi

Klaim Kesehatan

Klaim Kandungan Zat Gizi

Klaim Perbandingan Zat Gizi

Klaim

Fungsi Zat Gizi

Klaim Fungsi Lain

Klaim Gizi

Klaim Kesehatan

Zat Gizi Klaim Penurunan Risiko Penyakit

KLAIM

Klaim Lainnya

1. Klaim isotonik

Kesehatan

Klaim

Fungsi Zat Gizi

Klaim Fungsi Lain

1. Klaim isotonik 2. Klaim tanpa penambahan gula 3. Klaim laktosa 4. Klaim gluten

Kesehatan

Pangan Olahan yang menggunakan Klaim Penurunan Risiko Penyakit yang menggunakan Probiotik

(13)

Klaim Gizi

Klaim Gizi hanya diizinkan untuk Zat Gizi ALG (Dalam Peraturan BPOM No.9 Tahun

Gizi yang telah ditetapkan dalam Tahun 2016)

2

(14)

Klaim

Segala bentuk uraian

bahwa terdapat hubungan dengan kesehatan

• Klaim yang

menggambarkan peran fisiologis zat gizi untuk pertumbuhan, perkemba ngan, dan fungsi normal tubuh.

Klaim Fungsi Lain

uraian yang menyatakan, menyarankan, atau menyiratkan hubungan antara pangan atau bahan penyusun pangan kesehatan.

(15)

Pangan Olahan yang mencantumkan

memenuhi persyaratan asupan per

18 g

lemak

4 g lemak

jenuh

lemak

total

jenuh

Klaim tidak dapat digunakan untuk Pangan Olahan yang memerlukan pengolahan lebih lanjut

lainnya

Jenis, jumlah dan fungsi zat gizi atau komponen pangan;

Jumlah pangan yang wajar dikonsumsi sehari;

Pola konsumsi gizi seimbang;

mencantumkan Klaim harus

per saji tidak lebih dari:

60 mg

kolesterol

300 mg

natrium

kolesterol

natrium

Olahan antara (intermediete product)

lanjut dengan penambahan bahan pangan lainnya

Pola konsumsi gizi seimbang; Keadaan kesehatan masyarakat secara umum; dan Kelayakan pangan sebagai pembawa

zat gizi atau komponen pangan

(16)

3. KLAIM LAINNYA

A. ISOTONIK

B.

TANPA PENAMBAHAN

ISOTONIK TANPA PENAMBAHAN

GULA

”Minuman isotonik”

”No Added Sugar/ Tanpa penambahan gula”

3. KLAIM LAINNYA

C. BEBAS / RENDAH D. BEBAS / RENDAH BEBAS / RENDAH LAKTOSA BEBAS / RENDAH GLUTEN

(17)

Pedoman Pengkajian Probiotik

Identifikasi strain probiotik : genus, species tempat penyimpanan bakteri dalam koleksi tempat penyimpanan bakteri dalam koleksi

Karakteristik fungsi probiotik : tahan mampu menempel pada mucus dan antibiotic, aktivasi hydrolase garam

Kajian keamanan : strain terbukti aman Kajian keamanan : strain terbukti aman

Uji klinik pada manusia di Indonesia

Pedoman Pengkajian Probiotik

species dan strain spesigik harus diketahui dan koleksi kultur internasional

koleksi kultur internasional

tahan keasaman lambung, tahan asam empedu, dan usus manusia serta berkolonisasi, resistensi garam empedu

aman pada manusia, tidak boleh ada transfer gen aman pada manusia, tidak boleh ada transfer gen

(18)

Komponen pangan olahan dan/atau klaim yang tidak tercantum pada peraturan, dapat berlaku setelah disetujui oleh Kepala Badan

POM

Beberapa pertimbangan untuk klaim baru

:

1.Mendukung kebijakan gizi dan/atau kesehatan

2.Tidak dihubungkan dengan pengobatan

penyakit

3.Tidak mendorong pola konsumsi yang

3.Tidak mendorong pola konsumsi yang

4.Benar dan tidak menyesatkan

omponen pangan olahan dan/atau klaim yang tidak tercantum pada peraturan, dapat berlaku setelah disetujui oleh Kepala Badan

Komponen

pangan olahan

dan/atau klaim

Baru

:

kesehatan nasional

pengobatan dan pencegahan

yang salah

yang salah

(19)

Klaim yang diajukan

harus didukung

dengan bukti ilmiah

Dokumen yang disertakan meliputi:

Komposisi Produk

Tujuan penambahan komponen baru

Total asupan harian komponen pangan olahan

Regulasi negara lain

dengan bukti ilmiah

Regulasi negara lain

Certificate of analysis (CoA) produk akhir

Sejarah Penggunaan Sebagai Pangan

Publikasi Ilmiah

Klaim terkait klaim fungsi lain dan klaim

pengurangan risiko penyakit Harus berdasarkan penelitian pada manusia yang memenuhi aturan ilmiah yang berlaku

Dokumen yang disertakan meliputi:

Komposisi Produk

Tujuan penambahan komponen baru

Total asupan harian komponen pangan olahan

Regulasi negara lain

Regulasi negara lain

Certificate of analysis (CoA) produk akhir

Sejarah Penggunaan Sebagai Pangan

Publikasi Ilmiah

Harus berdasarkan penelitian pada

manusia yang memenuhi aturan ilmiah yang berlaku

Dibuktikan melalui uji klinis pada produk

(20)

PENDAHULUAN

01

01

01

01

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

03

03

03

03

02

02

02

02

PENUTUP

04

04

04

04

PENDAHULUAN

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

(21)

Kategori Pangan adalah pengelompokan

yang bersangkutan

Peraturan Kepala Badan POM No. 21 Tahun

Regulasi terkait mutu produk

yang bersangkutan

Mengacu pada Codex Stan 192 ttg General Standard for Food Additives

Pangan yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor diperdagangkan dalam kemasan

mengenai Kategori mengenai Kategori

Kategori Pangan wajib digunakan dalam standar dan persyaratan keamanan

(karakteristik dasar dll), dan gizi Pangan

pengelompokan pangan berdasarkan jenis pangan bersangkutan.

Tahun 2016 tentang Kategori Pangan

produk susu dan olahannya

bersangkutan.

Mengacu pada Codex Stan 192 ttg General Standard for Food Additives

Pangan yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor untuk eceran, wajib memenuhi ketentuan Kategori Pangan.

21

Kategori Pangan.

dalam penyusunan ketentuan mengenai keamanan (BTP, Penolong kontaminan dll), mutu

(22)

Kategori Pangan 01.0 Produk-produk susu dan

Peraturan Ka BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori

01.1 Susu dan Minuman Berbasis Susu

01.1.1 Susu dan buttermilk (plain) 01.1.1.1 Susu (plain) Susu segar Susu pasteurisasi Susu UHT Susu UHT Susu steril Susu skim

Susu skim sebagian

Susu lemak nabati/susu minyak nabati 01.1.1.2 Buttermilk (plain)

Buttermilk Dadih

01.1.2 Minuman Berbasis Susu yang Berperisa dan atau Difermentasi (Contohnya Susu 01.1.2 Minuman Berbasis Susu yang Berperisa dan atau Difermentasi (Contohnya Susu Cokelat, Eggnog, Minuman Yogurt, Minuman Berbasis Whey

Susu (rasa)

Susu berperisa/susu rasa Minuman susu

Minuman mengandung susu Minuman susu fermentasi Lassi

dan analognya

Kategori Pangan

Berbasis Susu yang Berperisa dan atau Difermentasi (Contohnya Susu Berbasis Susu yang Berperisa dan atau Difermentasi (Contohnya Susu Cokelat, Eggnog, Minuman Yogurt, Minuman Berbasis Whey)

(23)

01.2 Susu Fermentasi dan Produk Susu Hasil Hidrolisa Koagulasi Enzim Renin (Plain), Kecuali yang Termasuk Kategori 01.1.2

01.2.1 Susu Fermentasi (plain)

01.2.1.1 Produk susu fermentasi (plain) tanpa pemanasan

01.2.1.2 Produk susu Produk susu fermentasi (plain) dengan pemanasan 01.2.2 Susu yang digumpalkan dengan enzim renin (plain

01.3 Susu Kental dan analognya

01.3.1 Susu kental

01.3.2 Krimer minuman

01.4 Krim (plain) dan sejenisnya

01.4.1 Krim pasteurisasi

01.4.2 Krim yang disterilkan atau secara UHT, Krim “Whipping”, krim :Whipped”, dan Krim 01.4.2 Krim yang disterilkan atau secara UHT, Krim “Whipping”, krim :Whipped”, dan Krim rendah Lemak (plain)

01.4.3 Krim yang digumpalkan (plain) 01.4.4 Krim analog

01.5 Susu bubuk dan krim bubuk dan bubuk analog

01.5.1 Susu bubuk dan krim bubuk (plain) 01.5.2 Susu dan krim bubuk analog

Fermentasi dan Produk Susu Hasil Hidrolisa Koagulasi Enzim Renin (Plain), Kecuali yang

susu fermentasi (plain) tanpa pemanasan

Produk susu fermentasi (plain) dengan pemanasan yang digumpalkan dengan enzim renin (plain)

Krim yang disterilkan atau secara UHT, Krim “Whipping”, krim :Whipped”, dan Krim Krim yang disterilkan atau secara UHT, Krim “Whipping”, krim :Whipped”, dan Krim

(24)

01.6 Keju dan analognya

01.6.1 Keju tanpa pemeraman (keju mentah) 01.6.2 Keju peram

01.6.2.1 Keju peram total, termasuk kulit kejunya 01.6.2.2 Kulit keju peram

01.6.2.3 Bubuk keju 01.6.3 Keju whey

01.6.3 Keju whey 01.6.4 Keju olahan

01.6.4.1 Keju olahan plain

01.6.4.2 Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging 01.6.5 Analog keju

01.6.6 Keju protein whey

01.7 Makanan Pencuci Mulut Berbahan Dasar Susu (Misalnya Buah)

Buah)

01.8 Whey dan Produk Whey, Kecuali Keju Whey

01.8.1 Cairan Whey dan Produknya, Kecuali Keju Whey 01.8.2 Bubuk Whey dan Produknya, Kecuali Keju Whey

Keju olahan berperisa, keju olahan dengan tambahan buah, sayur dan atau daging

(25)
(26)
(27)

TREN PENDAFTARAN PANGAN BERKLAIM

4. Klaim Lain

3. Klaim Perbandingan

Zat Gizi

2. Klaim Fungsi Zat Gizi

1. Klaim Kandungan

1. Klaim Kandungan

Zat Gizi

(28)
(29)

Peluang dan Tantangan

Inovasi

produk

sesuai

dengan tren konsumsi

dengan tren konsumsi

pangan di masyarakat

dan

manfaat

untuk

kesehatan

Tantangan bagi pelaku Tantangan bagi pelaku pangan adalah konsistensi peningkatan pemenuhan persyaratan keamanan mutu pangan olahan diproduksi

Tantangan produk susu dan

olahannya

Pelaku usaha pangan dapat mengajukan klaim dapat mengajukan klaim selain yang telah

ditetapkan, melalui

pengkajian ilmiah sesuai ketentuan

pelaku usaha pelaku usaha konsistensi dan pemenuhan

keamanan, gizi, dan olahan yang

(30)

PENDAHULUAN

01

01

01

01

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

03

03

03

03

02

02

02

02

PENUTUP

04

04

04

04

PENDAHULUAN

REGULASI PANGAN BERKLAIM

PERKEMBANGAN PRODUK SUSU DAN

OLAHANNYA

(31)

Istilah “pangan Indonesia dan Produk susu dan

01

02

Produk susu dandengan Peraturan

Pengawasan Klaim

Klaim tidak menggambarkan mencegah, mengobati

Produsen dapat mengajukan ditetapkan, melalui pengkajian

02

03

04

pangan fungsional” tidak digunakan dalam peraturan di dan peraturan internasional.

dan olahannya dapat mencantumkan klaim sesuai

PENUTUP

dan olahannya dapat mencantumkan klaim sesuai Peraturan Kepala Badan POM No. 13 Tahun 2016 tentang

Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan.

menggambarkan bahwa suatu Komponen Pangan dapat mengobati atau menyembuhkan penyakit.

mengajukan klaim atau komponen baru selain yang telah pengkajian ilmiah sesuai ketentuan.

(32)

Referensi

Dokumen terkait

Laporan yang dapat dipilih adalah Laporan yang dihasilkan oleh sistem tersebut adalah Penerimaan Barang, Transaksi Penjualan per Bulan, Transaksi Pembayaran

Manajer investasi yang memiliki kemampuan tersebut dalam menghadapi pasar yang bearish / crash akan mengurangi β / level risiko aset dalam portofolionya dengan memindahkan

Pengadilan merupakan ketentuan dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, ketentuan ini tidak boleh diabaikan oleh

Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Medica

Benda uji dengan kode KT-M0,3-P dengan komposisi polimer alami amylum (1% dari berat semen) dan bahan tambah madu (0,3% dari berat semen), memiliki nilai kuat

Pelayanan perawatan kesehatan rumah diberikan kepada individu dan keluarga sesuai kebutuhan mereka, dengan perencanaan dan koordinasi yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan

Dorongan internal yang cukup menonjol dalam mempengaruhi pilihan karier kaum gay adalah kebutuhan akan rasa aman dari lingkungan.. Sedangkan yang eksternal adanya

Banyak faktor yang membuat kita kurang minat untuk membaca yaitu : Kurangnya dorongan dari para guru agar siswa.. membaca