BAB II DATA DAN ANALISA. Sumber data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut:

Teks penuh

(1)

3

DATA DAN ANALISA

2.1 Sumber Data

Sumber data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut:

1. Literatur

Pencarian data melalui artikel-artikel di internet, company profile, maupun kuisioner yang berkaitan dengan materi yang diangkat yakni mengenai Sekolah Master (Masjid Terminal).

2. Observasi

Pencarian data melalui Pengamatan langsung / survey di Yayasan Bina Insani Mandiri Terminal Depok atau dikenal dengan Sekolah Master (Masjid Terminal) yang terletak di Jl. Margonda Raya No. 58 dan melakukan wawancara dengan nara sumber dari pihak-pihak yang berkaitan.

Setelah semua data terkumpul, proses selanjutnya yakni pengolahan data dan analisa. Hasil rangkuman pencarian data adalah sebagai berikut:

2.1.1 Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Jalur pendidikan dapat dibagi menjadi tiga, yakni:

1. Pendidikan Formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi.

2. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al-Quran, yang banyak terdapat di setiap mesjid dan sekolah minggu, yang terdapat di semua gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Salah satu contoh programnya yakni PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang sekarang banyak bermunculan.

(2)

3. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

2.2 Data Umum

2.2.1 Sejarah Sekolah Master (Masjid Terminal)

Sekolah Master atau Sekolah Masjid Terminal didirikan pada tahun 2000 akan tetapi pembelajaran baru bisa berjalan sekitar tahun 2002. Pendirian sekolah gratis itu berawal dari keprihatinan Nurrohim akan nasib para anak jalanan di sekitar terminal Depok yang tak tersentuh pendidikan karena keterbatasan yang ada pada mereka. Pria kelahiran Tegal pada 3 juli 1971 yang sempat mengenyam pendidikan formal sampai D-3 ini, tergugah ketika dia melihat banyaknya anak-anak usia sekolah, remaja dan pemuda yang tidak bersekolah berkeliaran di terminal dan sekitarya. Nurrohim beruntung memiliki modal untuk membuka usaha warung tegal (warteg) di pasar dan terminal. Pasca krisis moneter 1998 dia turut merasakan dampaknya, dari 20 warteg miliknya, tinggal empat warung yang tersisa. Ketika itu terjadi pengangguran di mana-mana, termasuk di Terminal Depok. Anak-anak yang orang tuanya kena pemutusan hubungan kerja (PHK) terpaksa putus sekolah. Sebagian telantar di jalanan. Dia berinisiatif menyelamatkan masa depan anak-anak korban krisis ekonomi ini dengan mendirikan lembaga pendidikan. Ketika itu dia berkenalan dengan empat sarjana di Masjid Al Muttaqien yang terletak di Terminal Depok. Bersama mereka kemudian pelan-pelan mengumpulkan orang yang ingin belajar. Lima orang ini kemudian membagi tugas mengembangkan menjadi PKBM Bina Insan Mandiri, tujuannya menampung mereka yang tidak mampu mendapat pendidikan yang layak. Kini PKBM Bina Insan Mandiri memiliki 18 pengurus inti dan 60 sukarelawan tetap. Sekolah dengan 12 ruang kelas—sebagian besar semi permanen, sebagian menempati bekas kontainer—memiliki sekitar 2.000 siswa. Pihak sekolah juga menyediakan ruangan untuk tidur bagi 200 anak yang tidak memiliki tempat tinggal. Bermula dari pengajaran yang dilakukan di masjid terminal Depok, kini di sekitar masjid tersebut sudah didirikan beberapa ruang kelas non-permanen untuk kegiatan belajar mengajar dari bantuan beberapa donatur.

Pendidikan kesetaraan adalah sebuah pendidikan alternatif sekaligus solusi dari problematika pendidikan yang belum berpihak kepada masyrakat.dalam hal ini adalah masyarakat yang memiliki permasalahan dalam bidang ekonomi, sosial, geografis dan budaya. Sehingga melalui Pendidikan kesetaraan, amanat UUD 1945 yakni mencerdaskan segenap bangsa Indonesia dapat terealisasi dengan baik. PKBM Bina Insan Mandiri yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, B, C dan kursus serta pelatihan bagi masyarakat marginal ( pengamen, pengasong, anak jalanan, yatim dan dhu'afa ) telah melayani masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa. Dengan motivasi yang kuat untuk membentuk masyarakat yang cerdas, mandiri, kreatif dan berbudi pekerti yang luhur PKBM Bina Insan Mandiri memberikan pendidikan gratis bagi para dhu'afa melalui pendidikan kesetaraan.

(3)

Tercatat 1200 warga belajar yang sedang mengenyam pendidikan di PKBM Bina Insan Mandiri, mereka begitu antusias untuk mendapatkan hak-hak pendidikannya yang selama ini terabaikan. Kehadiran PKBM Bina Insan Mandiri telah menyelamatkan pendidikan siswa-siswi yang terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya.dasar dan menengah. Dengan kerendahan hati PKBM Bina Insan Mandiri berusaha mengajak instansi yang memilki kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa untuk bermitra demi mencerdaskan anak bangsa.

Suasana belajar di Sekolah Masjid Terminal sangat berbeda dengan sekolah umum lainnya. Sekolah Masjid Terminal atau yang lebih dikenal dengan singkatan Master ini adalah sekolah gratis yang memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dhuafa. Tak heran banyak anak-anak yang bersekolah adalah anak-anak jalanan atau anak-anak terminal yang sering kali sulit diatur. Sekolah Masjid Terminal Depok atau yang bernama resmi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Depok ini mengajarkan program Paket A, paket B dan Paket C mulai dari TK, SD, SMP dan SMA, serta berbagai kursus secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh Yayasan Bina Insan Mandiri, salah satu Unit Salur Zakat (USZ) Badan Amil Zakat Nasioanl (Baznas) sejak tahun 2006 lalu. Di bangunan sekadarnya itulah, harapan para anak jalanan untuk tetap bisa sekolah diwujudkan. Anak jalanan yang semula tidak berpikir sekolah kini mulai sadar dengan cita-citanya tanpa harus terhalang beragam biaya pendidikan yang kerap menjerat. Calon siswa hanya perlu menyerahkan fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran jika ingin terdaftar sebagai siswa. Andai sudah terdaftar, pihak sekolah menyediakan keperluan alat tulis lengkap dengan buku bagi siswa. Adapun mengenai seragam, pihak sekolah tidak mewajibkannya. Beberapa kali perwakilan siswa PKBM Bina Insan Mandiri menyabet juara olimpiade matematika tingkat Depok, sampai Provinsi Jawa Barat. Film dokumenter berjudul “Sekolah Master, Sekolah Anak Jalanan”, juga yang menjadi finalis kompetisi Eagle Award.

Namun, perjalanan PKBM Bina Insan Mandiri tidak selalu mulus. Pendanaan menjadi masalah utama dalam mengembangkan sekolah. Pengelola selalu mencari jalan keluar mengatasi persoalan ini. Mereka juga mendapat donasi dari Badan Amal dan Zakat Nasional (Baznas) serta Badan Amil dan Zakat Daerah (Bazda) Depok. Sebagian dana operasional PKBM berasal dari donatur tidak tetap. Semua sukarelawan PKBM seperti mewakafkan hidupnya. Mereka tak mengejar kepuasan materi. "Pendidikan Adalah Hak Semua Anak-Anak Bangsa Tanpa Terkecuali" itulah pesan yang ingin disampaikan oleh sang pendiri dan pengajar Sekolah Master, semoga dari sinilah akan terlahir putra-putri ibu pertiwi yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.

(4)

2.2.2 Khalayak Sasaran

Yang menjadi target audience Sekolah Master secara langsung adalah: 1. Demografi

Masyarakat yang mampu untuk menjadi donatur secara perorangan, keluarga atau kelompok.

2. Geografi

Tinggal dan beraktivitas khususnya di Jabodetabek. 3. Psikografi

a. Memiliki rasa solidaritas yang tinggi.

b. Rasa percaya atas yayasan/ lembaga yang akan menyalurkan dana yang diberikan untuk anak-anak.

Yang menjadi target audience Sekolah Master secara tidak langsung adalah: 1. Demografi

a. Anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu usia 5-18 tahun. b. Anak yang putus sekolah pada tingkat TK, SD, SMP, maupun SMA. 2. Geografi

Tinggal di luar maupun di dalam pulau jawa, khususnya daerah Depok. 3. Psikografi

a. Memiliki keinginan yang kuat untuk kembali ke bangku sekolah. b. Ingin banyak menimba ilmu dan berusaha mewujudkan cita-citanya. c. Dapat berbaur dengan teman sebayanya maupun dibawahnya tanpa

membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. 2.2.3 Mekanisme Penyaluran Bantuan

1. Sumbangan dari para donatur disalurkan kepada Ketua Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM) dalam bentuk materiil maupun non materiil. 2. Bantuan yang telah diserahkan nantinya akan dikekola dan langsung

digunakan demi kepentingan anak-anak dan sekolah tersebut.

3. Penyaluran bantuan dilaksanakan sesuai dengan permintaan para donatur. 4. Selain datang langsung ke lokasi, para donatur dapat pula menyalurkan

bantuannya melalui rekening Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM). 2.2.4 Program Pendidikan

A. KELAS AKADEMIS

Program ini merupakan program sekolah layaknya sekolah umum biasa dimana siswa didik dapat belajar sama seperti anak-anak lain walaupun dengan keterbatasan yang ada. Program ini merupakan pendidikan kesetaraan yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Non Formal dan Informal ( PNFI ) program akademis ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa didik agar dapat melanjutkan kejenjang perguruan tinggi. Program akademis dibagi sesuai batasan usia menjadi sebagai berikut :

(5)

1. PAUD ( PENDIDIKAN USIA DINI )

Pendidikan Usia Dini merupakan wadah yang strategis dalam pembinaan anak yang berumur 0 sampai 5 tahun. Teori psikologi perkembangan menerangkan bahwa pendidikan yang ditanamkan pada usia dini akan mempengaruhi kepri-badian anak pada usia

selanjutnya, kesalahan mendidik anak pada usia dini menyebabkan timbulnya benih kepribadian yang negatif. Kehadiran PAUD di terminal Depok yang dikelola oleh YABIM bertujuan untuk membantu para orang tua murid yang memiliki keterbatasan ekonomi dan pengetahuan cara mendidik anak sehingga kesadaran untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dapat terealisasikan dengan baik. Alhasil anak akan tumbuh dan berkembang sebagaimana dicita-citakan oleh orang tuannya. Sekitar 80 anak yang mengikuti kegiatan pendidikan di PAUD Bina Insan Mandiri.

2. SEKOLAH DASAR PERSAMAAN PAKET A

Pendidikan Sekolah Dasar adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam jenjang pendidikan nasional, dasar-dasar kecakapan hidup sehari-hari mulai diajarkan pada jenjang pendidikan dasar. Sehingga setiap anak usia 6-12 tahun harus dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental mereka. Namun demikian, masih banyak anak-anak terlantar, anak jalanan dan para dhu’afa yang belum mendapatkan pendidikan pada tingkat dasar, faktor kemiskinan merupakan penyebab utama dari ketidakberdayaan mereka dalam mendapatkan hak-hak pendidikanya. PKBM Bina Insan Mandiri sebagai lembaga yang peduli pada pendidikan masyarakat marginal sampai saat ini mampu memfasilitasi 250 anak yang putus sekolah dasar sehingga mereka dapat mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya.

3. KEJAR PAKET B SETARA SMP

SLTP diselenggarakan oleh YABIM sebagai tindak lanjut dari jenjang dasar bertujuan memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan bagi siswa SLTP sehingga pola pikir siswa menjadi positif dan siap menyong-song masa depan dengan bekal keterampilan yang ia miliki. Jumlah seluruh siswa yang mengikuti program SLTP sebanyak 381 siswa yang terdiri dari anak jalanan, pengamen, pengasong dan masyarakat yang tidak mampu.

(6)

4. KEJAR PAKET C SETARA SMU

Kejar paket C merupakan suatu program yang dirancang untuk meningkatkan pola pikir dan kualitas bagi para warga belajar, melalui pendidikan di PKBM Bina Insan Mandiri jiwa kemandirian dan keterampilan serta profesionalitas dipupuk sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan usaha. Program ini juga mempersiapkan para siswa didik untuk menempuh jenjang perguruan tinggi sesuai minat dan kemampuan mereka khusus dalam segi akademis. Jumlah seluruh siswa sampai saat ini mencapai 553 siswa.

5. SMP/SMU TERBUKA

Program ini setara SMP ini dikhususkan bagi siswa/i yang dapat beradaptasi dengan sekolah formal sebagaimana mestinya. Absensi ke-hadiran, administrasi kesiswaan dan Standar kompetensi Kelulusan mengacu pada SMP Formal/ sekolah induk yakni SMP N 10 Depok . Demikian juga dengan SMU terbuka, Sekolah Induk SMU terbuka adalah SMU N 5 Depok. Dengan menginduk pada sekolah menengah negeri di Depok maka kualitas pendidikan SMP dan SMU Terbuka terminal harus dapat bersaing dengan SMP atau SMU Negeri di Depok. Sederet prestasi telah diukir oleh warga belajar PKBM Bina Insan Mandiri, walaupun dalam keterbatasan mereka tetap berjuang mengukir prestasi untuk masa depan mereka dikemudian hari.

2.2.5 Capaian Hasil dan Pengembangan

• PKBM Bina Insan Mandiri telah berhasil menyelamatkan sedikitnya 1000 anak yang putus sekolah lantaran kemiskinan.

• Setiap tahun PKBM Bina Insan Mandiri berhasil memberikan prestasi dari berbagai macam program yang telah diselenggarakan.

• Meningkatnya kesadaran masyarakat miskin untuk tetap berjuang, menempuh pendidikan, mengentaskan kebodohan sebagai pangkal dari kemiskinan.

• Berhasil menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai lembaga pemerintah maupun swasta dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

• PKBM menjadi laboratorium untuk penelitian yang berkenaan dengan pendidikan untuk masyarakat dhu’afa.

Pengembangan:

• Mengembangkan sektor usaha sebagai pengembangan usaha sekaligus pusat pelatihan ( magang ) warga belajar PKBM Bina Insan Mandiri.

(7)

• Mengembangkan sentra-sentra kerajinan sebagai sarana pengembangan kreatifitas yang bernilai ekonomi sehingga dapat menopang sektor usaha kecil dan menengah yang hasilnya untuk membantu opersional pendidikan PKBM Bina Insan Mandiri.

• Meningkatkan kualitas pembelajaran PKBM Bina Insan Mandiri melalui pengembangan kemitraan dengan berbagai instansi sesuai dengan kebutuhan dan komptensi warga belajar.

• Meningkatkan tata kelola PKBM menuju akreditasi sehingga menjadi PKBM percontohan nasional.

2.2.6 Sarana dan Pra Sarana Pendidikan • 8 Ruang belajar

• 1 Ruang tutor dan tempat rapat • 1 Ruang administerasi

• 1 Gedung penyimpanan alat • 1 Ruang koperasi

• 1 Ruang pusdiklat • 10 Komputer • 6 Mesin jahit

• Alat peraga untuk anak

• Alat-Alat percetakan dan Sablon 2.2.7 Prestasi dan Mitra Kerja

• Juara I dan II Lomba Menulis Surat untuk Presiden RI , BAZNAS ( 2005 ) • Juara I dan II olimpiade matematika setara SD Jabodetabek ( 2006 ) • Penghargaan dari MENDIKNAS dalam rangka HUT Guru (2005 ) • Juara Cerdas Cermat 1 Setara SD TK Jawa Barat 2007

• Juara melukis murai

• Juara III Cerdas Cermat Paket C setara SMU 2008 • Juara I Tutor Berprestasi TK Jawa Barat 2008 • Juara I Lomba PKBM TK Jawa Barat 2008 • Juara I Siswa Teladan Paket B 2008

• Juara I Siswa Teladan Paket C

• Juara I Lomba Musik barang bekas ( Trashic ) TK Jabodetabek • Juara I Lomba Menulis Bebas

• Beberapa lulusan diterima di perguruan tinggi negeri yakni Universitas Indonesia

(8)

2.2.8 Kompetitor

Salah satu contoh program di bidang pendidikan adalah Anak langit yang merupakan kumpulan dari organisasi yang tidak mencari keuntungan di dalam sebuah badan organisasi. Kegiatannya bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan untuk anak jalanan, serta pemberdayaan untuk masyarakat miskin. Tempat perkumpulan anak langit terbuat dari dua buah saung dari bambu pada sebuah tanah liar, seluas hampir 1.000 meter yang terletak di Jl. Akses Tanah Gocap, Tangerang (25 km arah barat Jakarta). Saat ini mereka menempati lokasi di pinggir kali Sungai Cisadane. Anak langit, biasa disebut Anjal (singkatan dari Anak Jalanan) sebelum masuk ke tempat perkumpulan anjal, mereka harus mengikuti psikohealing yang tempatnya tidak jauh dari basecamp. Di tempat ini, anjal bisa saling bertukar pikiran, pengalaman dan curhat dengan relawan yang berprofesi sebagai psikolog. Aktivitas rutin yang dilakukan oleh anjal adalah belajar, sembahyang, mempelajari kesenian, keterampilan, bermain, dan lain-lain. Di rumah anak langit ini terdapat tidak kurang dari 30 anak yang menuntut ilmu. Yang mereka semua pelajarin adalah, membaca, berhitung, menulis, matematika, fisika, agama, sampai dengan belajar keterampilan kerja, seperti menjahit, menyablon, berternak, bercocok tanam sampai dengan memperbaiki mesin.

Mengajak anak-anak tersebut untuk belajar, ternyata bukanlah hal yang mudah. Sebab anak-anak ini telah menjadi tulang punggung atau menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Ditambah lagi persepsi miring masyarakat mengenai keberadaan anak-anak jalanan tersebut, seperti yang diungkapkan oleh seorang pemuda di Tangerang, Banten, bernama Solihin yang mendirikan komunitas Anak Langit ini. Sebelum mulai belajar, anak-anak jalanan mendapat bimbingan agama seperti Sholat dan berdoa bersama. Hal ini, dianggap penting karena sebagai jembatan pendidikan dasar bagi anak-anak. Selanjutnya, Solihin mengajarkan berbagai pelajaran formal dibantu sukarelawan yang kebanyakan dari mereka adalah kalangan mahasiswa. Untuk biaya operasional, Solihin mendapat dana dari seorang dermawan. Dana tersebut tidak banyak. Namun bisa untuk makan sehari-hari dan menyekolahkan sejumlah anak didiknya ke sekolah formal. Saat ini, ada lebih dari lima anak lulusan sekolah Anak Langit yang sudah kembali ke masyarakat.

Para lulusan Anak Langit umumnya membuka usaha seperti pencucian sepeda motor dan pekerjaan lainnya. Bahkan ada seorang dari mereka yang datang ke Anak Langit untuk bertukar pengalaman dengan adik-adik mereka yang masih belajar. Di tempat anak langit ini juga, dilakukan aktivitas Sirkus Perkusi yang menggunakan alat musik daur ulang. Bahkan baru-baru ini Komunitas anak langit melakukan atraksi sambil bernyanyi di acara Pelatihan Pendamping Musik Anak Jalanan Se-Banten, yang diadakan di Rumah Dunia. Atraksi dan nyanyi yang diperagakan oleh Anak Langit Tangerang tersebut, telah menjadikan pipa paralon bekas dari berbagai ukuran panjang dan pendek sebagai alat musik yang mengiringi mereka. Alat perkusi paralon tersebut digunakan untuk mengiringi permainan gitar. Meski alat ini terbilang sederhana, namun dari ide kreatif yang kami lakukan dapat dijadikan contoh bagi para pengamen lainnya, dalam melakukan kegiatan seni.

(9)

2.2.9 Analisa SWOT Strength (Kekuatan)

• Merupakan salah satu sekolah gratis pelopor di Depok. • Proses penyaluran dana yang transparan.

• Turut mengurangi presentase anak-anak yang putus sekolah di Indonesia. • Membantu mewujudkan mimpi dari anak-anak yang kurang mampu.

• Turut mengurangi presentase anak-anak jalanan yang berprilaku kurang baik dan kurang sopan.

• Beberapa siswa telah tercatat memenangkan penghargaan berupa medali emas pada olimpiade matematika dan IPA tingkat nasional.

• Beberapa siswa yang telah lulus dari SMA Sekolah Master ini bisa mendapatkan beasiswa di Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) dan beberapa universitas swasta lainnya.

Weakness (Kelemahan)

• Kurangnya donatur padahal semakin banyak murid yang masuk.

• Proses komunikasi kepada masyarakat mengenai sekolah amat sangat minim. Biasanya hanya melalui cerita dari mulut ke mulut.

• Belum pernah sekalipun mengadakan sebuah event ataupun program untuk penggalangan dana.

• Masih sangat jarang masyarakat yang tahu tentang sekolah ini walaupun sudah berdiri lebih dari 8 tahun.

• Lokasinya yang terpencil membuatnya tidak terjamah dari penglihatan masyarakat. Warga Depok pun belum semuanya tahu mengenai sekolah Master ini.

Opportunity (Kesempatan)

• Melahirkan calon-calon generasi penerus bangsa setiap tahunnya. • Adanya niat masyarakat untuk membantu.

Threat (Ancaman)

• Dana dari usaha mandiri yang menjadi penyokong utama Sekolah Master saat ini suatu saat akan habis.

• Kurangnya kepercayaan masyarakat pada lembaga sosial. • Anak yang putus sekolah terus meningkat setiap tahunnya. • Kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.

• Banyaknya LSM lain yang bermunculan sehingga promosi harus ditingkatkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :