• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PESAN DALAM PERENCANAAN KOMUNIKASI P E R E N C A N A A N P E S A N D A N M E D I A M O D U L 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PESAN DALAM PERENCANAAN KOMUNIKASI P E R E N C A N A A N P E S A N D A N M E D I A M O D U L 4"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

P E R E N C A N A A N P E S A N D A N M E D I A M O D U L 4

STRATEGI PESAN DALAM

(2)

K E G I A T A N B E L A J A R 1

(3)

Poin-Poin Pokok Perencanaan Pesan

A. Bagaimana menggunakan hasil analisis calon

penerima gagasan?

B. Mengembangkan gagasan dan pokok utama dari

gagasan yang akan disampaikan.

C. Menyusun sketsa pesan.

D. Mempersiapkan umpan balik terhadap kegiatan

(4)

A. Menggunakan Hasil Analisis Calon

Komunikan

 Curtis, dkk,

“Penyaji komunikasi (komunikator) harus

mengetahui sebanyak-banyaknya tentang penyimak (khalayak) meskipun tidak mungkin

menggambarkan seluruh variabel individual dari khalayak tersebut. “

 Analisis khalayak

Aktivitas proses pemeriksaan seluruh faktor objektif atau empiris (dapat diamati) yang berhubungan dengan khalayak, untuk memperoleh pemahaman tentang mereka sebagai penerima pesan.

(5)

A. Menggunakan Hasil Analisis Calon

Komunikan

 Hasil analisis khalayak  klasifikasi khalayak

berdasarkan kepentingan terhadap pesan yang akan disajikan.

 Kelompok khalayak menurut Raud Sepp & Curtis: Peka terhadap

masalah Luwes / kaku Ingin tahu / tidak Percaya diri dan berani Takut gagal / tidak

Motivasi untuk berhasil Gigih Toleran terhadap ambiguitas dan kerumitan

Selektif Daya ingat baik

Masa inkubasi gagasan baru

Antisipasi waktu energi yang produktif

(6)

A. Menggunakan Hasil Analisis Calon

Komunikan

 Metode-metode analisis khalayak

Pengamatan / observasi Mengajukan pertanyaan Survei khalayak

(7)

B. Mengembangkan Gagasan dan Pokok Utama

 Bentuk gagasan utama  ringkas dan langsung pada

pokok persoalan dan hasil yang akan diperoleh dari suatu kegiatan.

 Gagasan  pemantapan dari pokok-pokok pikiran.  Pokok utama  tulang punggung pesan yang

merencanakan garis besar sub-divisi utama.

 Syarat-syarat pokok utama

Harus dapat menyokong, menggambarkan, atau mendeskripsikan gagasan utama dengan bahasa yang ringkas dan jelas agar khalayak mampu mencerna isi pesan.

(8)

C. Menyusun Sketsa Pesan

 Tujuan  mempermudah perencana untuk

merancang bangunan komunikasi dalam bentuk deskripsi kata-kata dan kalimat yang dikehendaki.

 Sketsa pesan  menyusun materi / isi ke dalam

urutan-urutan logis dan berguna dalam menyusun kata-kata dan penyampaian informasi terhadap khalayak.

 Kerangka kerja yang baik harus mengandung:

 Topik-topik dasar yang mendukung tujuan komunikasi

(9)

D. Mempersiapkan Umpan Balik Kegiatan

 Umpan balik  katup penyeimbang arus

komunikasi dari komunikator.

 Tujuan  mengevaluasi tingkat keberhasilan

pencapaian tujuan komunikasi.

 Ukuran dari umpan balik:

Tingkat

pemahaman Penerimaan / penolakan

Kecenderungan untuk bertindak

(10)

D. Mempersiapkan Umpan Balik Kegiatan

 Umpan balik dalam komunikasi tatap muka:

Verbal dan non-verbal.

 Menurut Leathers,

“Pesan non-verbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi,

(11)

K E G I A T A N B E L A J A R 2

MENGORGANISASIKAN

PESAN KOMUNIKASI

(12)

A. Organisasi Pesan

 Format pengorganisasian pesan terbagi menjadi 7

jenis:

Format Kronologis

Format Spasial (Space Format)

Format Topikal

Format Kausal

Format Pemecahan Masalah

Format Berpikir Kreatif

(13)

A. Organisasi Pesan

Format Kronologis

• Dirangkai berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa yang diterangkan.

Format Spasial

• Disusun berdasarkan ukuran masalah dari pemecahannya.

Format Topikal

• Disusun berdasarkan topik yang dibicarakan.

• Klasifikasi topik bisa dari penting ke kurang penting, mudah ke sukar, dll.

Format Kausal

• Menyusun gagasan dengan cara membahas faktor-faktor penyebab dari suatu masalah dan mempertimbangkan hasil berikutnya.

Format Pemecahan Masalah

• Menampilkan langkah-langkah diagnosis masalah yang sedang dihadapi. • Memberikan alternatif solusi.

Format Berpikir Kreatif

• Langkah-langkah yang ditampilkan lebih sistematik daripada format pemecahan masalah.

Format Pengembangan Motivatisional

(14)

B. Membuka dan Menutup Penyajian Pesan

 Pendahuluan  memperkenalkan gagasan utama.

 Kesimpulan  memfokuskan kembali perhatian

terhadap inti pesan.

 Pendahuluan yang efektif menurut Curtis, Floyd, dan

Winsor:

1. Memperoleh perhatian yang menyenangkan

2. Meningkatkan keramahtamahan dan kebaikan antara

pembicara dan khalayak

3. Memberikan alasan penting menyimak

(15)

B. Membuka dan Menutup Penyajian Pesan

 Komponen-komponen yang perlu dipertimbangkan

dalam kesimpulan:

1. Meringkas hal-hal utama

2. Memusatkan tema dan tujuan

3. Mengingatkan kembali khalayak tentang hal-hal penting 4. Memberikan jalan tindakan yang jelas

(16)

C. Membuat Pendahuluan

 Membuat Perhatian

Cara-cara menarik perhatian khalayak:

 Intensitas yang lebih kuat daripada lingkungan sekitar  Humor yang relevan dengan pembahasan (topik)

 Update ide yang disajikan

 Menciptakan ketegangan khalayak.

 Keramah-tamahan dan Rasa hormat

Kadar ramah-tamah dan rasa hormat jangan sampai jadi merendahkan pembicara.

 Membentuk Dorongan untuk Menyimak

Poin-poin penting bagi khalayak harus disajikan.  Orientasi

Pendahuluan memberikan penjelasan (orientasi) pada khalayak mengenai topik-topik yang akan dibahas.

(17)

K E G I A T A N B E L A J A R 3

(18)

Pengertian Struktur Pesan

 Struktur pesan  susunan pokok-pokok gagasan

yang menyatu menjadi satu kesatuan pesan yang utuh.

 Perancangan struktur pesan dipengaruhi oleh faktor:

 Tujuan komunikator  Sikap khalayak

(19)

A. Struktur Pro-Kontra dan Kontra-Pro

 Struktur pro-kontra  komunikator mendahulukan

argumen atau gagasan yang selaran dengan pendapat atau sikap khalayak.

 Struktur kontra-pro  komunikator mendahulukan

pengemukaan gagasan yang berlawanan dengan pendapan atau sikap khalayak.

 Saran penggunaan menurut Rakhmat: Perubahan sikap lebih sering terjadi ketika struktur

pro-kontra digunakan.

Urutan pro-kontra lebih efektif daripada kontra-pro untuk komunikator yang memiliki otoritas dan dihormati khalayak.

(20)

B. Struktur Satu Sisi dan Dua Sisi

 Struktur jenis ini digunakan untuk mempengaruhi

khalayak agar mendukung program yang ditawarkan oleh komunikator.

 Struktur satu sisi  komunikator hanya menyajikan

gagasan pada satu aspek saja.

 Struktur dua sisi  komunikator menyajikan

program yang akan dilaksanakan dengan melihat sisi keuntungan yang akan diraih sekaligus juga kerugian atau dampak yang akan ditimbulkan.

(21)

K E G I A T A N B E L A J A R 4

(22)

A. Gaya Pesan

 Smeltzer, Waltman, dan Leonard,

“Each word carries the potential for contributing to

the effectiveness of the message, and each carries the potential for causing misunderstanding. Great

care should therefore be taken to assure message effectiveness and avoid misunderstanding.“

 Menggayakan pesan  mengolah bahasa demi

terciptanya gaya dalam upaya menjelaskan isi pesan demi tercapainya efektivitas komunikasi.

(23)

A. Gaya Pesan

 Manfaat menggayakan pesan menurut Curtis:

 Pesan akan mendapatkan perhatian yang lebih besar  Dapat meningkatkan pemahaman khalayak

 Membantu pengingatan

(24)

Gaya Komunikasi Lisan Gaya Komunikasi Tulisan  Tidak terlalu formal.

 Pesan berulang-ulang.  Lebih personal.

 Gaya bahasa sangat

formal.

 Pesan diulang sendiri

oleh pembaca.

 Penyampaian pesan

tidak personal.

(25)

1. Memaksimalkan pemakaian bahasa untuk gaya

 Prinsip pemilihan kata-kata dan pengorganisasian

kata-kata menurut Smeltzer, Waltman, dan Leonard:

Prinsip dalam Memilih Kata

• Pilih kata yang tepat dalam menyatakan sesuatu

• Gunakan kata-kata pendek • Gunakan kata-kata konkret • Gunakan kata-kata secara

ekonomis

• Gunakan kata-kata positif • Hindari jargon yang usang • Menggunakan gaya

percakapan.

Mengorganisasikan Kata-kata untuk Mencapai Tujuan

• Menyusun kalimat ringkas • Mengutamakan kalimat

aktif daripada pasif

• Mengembangkan paragraf efektif

• Mengembangkan koherensi

(26)

2. Kiat Bahasa

 Teknik-teknik pengatur frase:

Omisi

• Penghilangan beberapa kata untuk mempersingkat penulisan atau pengucapan.

Inversi

• Memutarbalikkan susunan kalimat dari kalimat atau frase yang normal.

Suspensi

• Menyimpan kata kunci di bagian akhir untuk menciptakan keterlibatan emosi.

Antitesis

• Menggunakan pola kebalikan untuk menyeibangkan frase yang berlawanan.

Paralelisme

• Mengulang beberapa kata kunci untuk memberikan penekanan.

Repetisi

• Pengulangan frase atau kalimat kunci.

Aliterasi

(27)

3. Kiasan

 Cara-cara penggunaan kiasan:

Metafora • Mengilustrasikan atau membandingkan sesuatu yang ingin disampaikan dengan sesuatu yang biasanya tidak digunakan. Tamsil • Mengibaratkan atau mengandaikan apa yang dimaksud dengan sifat-sifat karakteristik sesuatu. Personifikasi • Mengaitkan sifat manusia pada benda-benda atau peristiwa lain.

(28)

B. Imbauan Pesan

 Imbauan pesan  pendekatan atau sentuhan

terhadap aspek yang digunakan oleh komunikator terhadap khalayak dalam menyampaikan pesan agar khalayak berubah.

 Jenis-jenis imbauan pesan dalam psikologi

komunikasi:

1. Imbauan rasional dan imbauan emosional 2. Imbauan takut dan ganjaran

(29)

1. Imbauan Rasional dan Imbauan Emosional

 Imbauan rasional  imbauan

pesan yang didasarkan pada asumsi pokok tentang manusia sebagai makhluk rasional.

 Manusia mengambil

keputusan menurut proses silogisme. Silogisme adalah penjelmaan dari proses deduksi yang sempurna, tapi tidak semua deduksi adalah silogisme. (Poesporodjo).

 Ciri silogisme  rangkaian

pengambilan kesimpulan melewati premis minor dan premis mayor.

 Imbauan emosional 

Menuntut pendekatan komunikasi yang lebih diarahkan pada sentuhan-sentuhan emosi.

 Komunikator bertindak

sebagai stimulator emosi

khalayak dalam

mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.

(30)

2. Imbauan Takun dan Ganjaran

 Imbauan takut terbagi

menjadi 3 tingkatan:

1. Ketakutan tinggi 2. Ketakutan moderat 3. Ketakutan rendah

 Tingkat paling efektif

adalah tingkat ketakuan moderat.

 Imbauan ganjaran

diberikan dengan

pendekatan keuntungan

yang diperoleh jika

khalayak mengikuti

perilaku tertentu.

 Penggunaan imbauan

ganjaran tidak

(31)

3. Imbauan Motivatisional

 Piramida kebutuhan menurut Maslow:

 Imbauan pesan dapat dirancang sesuai dengan yang

diinginkan dan harus dipenuhi oleh khalayak.

Kebutuhan dasar Kebutuhan keamanan Kebutuhan untuk berorganisasi / berkelompok Kebutuhan akan cintan dan

penghargaan

Referensi

Dokumen terkait

Perlindungan hukum bagi tenaga kerja outsourcing di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kota Balikpapan meliputi Perlindungan persyaratan hubungan kerja,

Informasi terkait adanya penambahan informasi terbuka pada Daftar Informasi Publik (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Maret

Service excellence oleh customer service pada Bank BNI Syariah KCP Bandar Jaya harus dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat memberikan kepuasaan pada para nasabah

Dengan bertambahnya jumlah siswa, maka BPK PENABUR Cicurug memiliki kepercayaan diri sebagai sekolah yang diakui perkembangannya, walaupun daya saing dengan sekolah negeri

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap domba dan kambing di wilayah Jawa Barat ini menunjukkan angka persentase yang tidak banyak berbeda dengan beberapa penelitian di

Berdasarkan hasil observasi peserta didik dalam proses pembelajaran, penilaian diri, penilaian teman sejawat, jurnal guru, dan prestasi belajar dapat direfleksikan

Pada pertemuan pertama, siswa diberikan materi pelafalan angka 1 sampai 10. Respon siswa sangat baik, siswa memperhatikan pengucapan kemudian menirukan dan materi

Rencana Strategis BAPPEDALITBANG Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2018-2023 akan menjadi pedoman dan melandasi untuk penyusunan Rancangan Rencana Kerja (RENJA)