• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANUSIA DAN AGAMA. Dede Rodin, M.Ag

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANUSIA DAN AGAMA. Dede Rodin, M.Ag"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MANUSIA

DAN AGAMA

(2)

Kesulitan mendefinisikan Agama:

1.

Etnosentrisme

; agama selalu diterima

dan dialami secara subyektif. Orang

sering mendefinisikan agama sesuai

dengan pengalamannya dan

penghayatannya pada agama yang

dianutnya.

2.

Kompleksitas

; definisi hanya

menangkap sebagian dari realitas

agama. Definisi adalah batasan; dan

agama sangat sulit dibatasi.

(3)

AGAMA: ETIMOLOGIS

 Agama - Sanskerta; kata dasar gam (pergi)  agama

(jalan); jalan yang harus ditempuh manusia sepanjang

hidupnya; atau jalan yang menghubungkan antara

sumber dan tujuan hidup manusia.

Pengertian “jalan” ciri hakiki banyak agama; Taoisme

dan Shinto (jalan). Buddhisme menyebutkan

undang-undang pokoknya dengan jalan; Yesus menyuruh

pengikutnya untuk mengikutinya jalannya; dalam Islam

thariqat, syari’ah, shirath (jalan).

 Religi (latin, relegere/relegare) “berhati-hati dan

berpegang pada norma-norma atau aturan-aturan

secara ketat”  keyakinan, nilai-nilai dan norma-norma

hidup yang harus dipegangi dan dijaga dengan penuh

perhatian, agar jangan sampai menyimpang dan lepas.

(4)

AGAMA: ETIMOLOGIS

 Din (Arab); agama, pembalasan, hukum, ketaatan,

ketundukan.

 Secara etimologis, kata yg terdiri dari d-y-n (dayn-

dyn): 2 pihak yg melakukan interaksi, dimana pihak

pertama mempunyai kedudukan yg lebih tinggi dari

pihak kedua.

 Din: hubungan antara makhluk dan Khalik yg

diwujudkan dlm bentuk sikap taat, tunduk, dan patuh

dlm beribadah kepada-Nya.

 Din: peraturan Ilahi yg mengantarkan orang yg berakal

sehat atas kehendak mereka sendiri menuju

(5)

Mukti Ali: “Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hukum-hukum yang diwahyukan kepada kepercayaan utusan-utusan-Nya untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat”.

SUBSTANTIF Apa yang diyakini / dipercayai oleh individu atau umat dari agamanya? FUNGSIONAL Apa peran agama dalam kehidupan personal dan masyarakat?

Batson, Schoenrade, Ventis: “Apa saja yang kita lakukan sebagai individu dalam usaha kita mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi karena kita sadar bahwa kita, dan yang lain seperti kita, hidup dan bakal mati.”

(6)

PSIKOGRAFI AGAMA: Peta Keberagamaan

1. Dimensi Ideologis

Berkaitan dengan apa yang harus dipercayai; tauhid (Islam), Trinitas yang Suci (Kristen), Ahuramazda (Zoroaster).

a. Kepercayaan yg menjadi dasar esensial suatu agama: Kepercayaan

kepada Nabi Muhammad Saw. (Islam), ketuhanan Kristus (Gereja Katolik)

b. Kepercayaan yg berkaitan dengan tujuan Ilahi dalam penciptaan manusia. Islam: beramal saleh (Qs. al-Mulk [67]:2). Yahudi: umat pilihan Tuhan dgn misi menciptakan dunia yang lebih baik secara moral-spiritual. Hindu: memperoleh keselamatan dgn mengikuti 3 jalan: Jalan Kerja, Jalan Pengetahuan, dan Jalan Pengabdian.

c. Kepercayaan yang berkaitan dengan cara terbaik untuk

melaksanakan tujuan Ilahi di atas. Islam: cara beramal saleh adlh mengabdi kepada Allah dan berkhidmat kepada sesama manusia.

Budha: berbuat baik ialah menjalankan 8 yang Benar, spt bernapas yg benar, bicara yg benar. Shinto: setia dan melaksanakan kewajiban

(7)

2. Dimensi Ritualistik

Berkaitan dengan dengan sejumpah perilaku khusus yang ditetapkan oleh agama; tata cara ibadah, shalat dengan menghadap kiblat beserta ruku’ dan sujud, berpuasa,

pembaptisan, pengakuan dosa, menjalankan ritus-ritus khusus pada hari-hari suci.

3.

Dimensi Eksperensial

Berkaitan dengan perasaan keagamaan yang dialami oleh penganut agama (religious experiences); kekhusyuan di dalam shalat.

(8)

4. Dimensi Intelektual

Berkaitan dengan sejumlah informasi khusus yg harus

diketahui para pengikutnya; Ilmu fiqh (Islam), Perjanjian Baru (Kristen)

5. Dimensi Konsekuensial

Menunjukkan akibat ajaran agama dalam perilaku umum, yang tidak secara langsung dan secara khusus ditetapkan agama (seperti dalam dimensi ritualistik)  efek ajaran agama pada perilaku individu dalam kehidupannya sehari-hari;

Martin Luther King Jr. berjuang untuk menentang

diskriminasi rasial di Amerika Selatan.; Jim Jones mendorong hampir seribu pengikutnya untuk minum racun, juga atas

(9)

KEBUTUHAN MANUSIA KEPADA AGAMA

1. Beragama adalah fitrah manusia

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada

agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah

menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada

perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang

lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

(QS. al-Rum: 30).

- Bukti Historis dan Antropologis: pada

masyararakat primitif sll muncul berbagai

keyakinan: dinamisme, animisme, dll

2. Kelemahan dan kekurangan manusia

Agama dalam bentuk apa pun tetap memenuhi kebutuhan

manusia yang paling ideal (Anselm Fuerbach)

(10)

KEBUTUHAN MANUSIA KEPADA AGAMA

Kebutuhan Dasar Manusia:

 Kebutuhan Material/fisik: bersifat alami, sama pada

semua orang, mendesak

 Kebutuhan Spiritual (kebutuhan akan Tuhan dan

agama): ada pada semua orang, dapat ditangguhkan.

Dan Kami menyeberangkan Bani Israil ke laut,

lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala

tentaranya, yang hendak menganiaya dan

menindas; sehingga ketika Firaun tenggelam ia

berkata: Saya beriman bahwa tidak ada tuhan

kecuali Tuhan yang diimani Bani Israil, dan saya

termasuk orang-orang Muslim (Qs. Yunus:90)

(11)

Agama Budaya

• Tumbuh dan berkembang secara alami bersama

dengan sistem dan lingkungan budaya masyarakat (agama alami).

• Produk penggunaan akal dan budi daya manusia (agama akal) dalam

kehidupannya di muka bumi (agama bumi/ (ardli)

Agama Samawi

• Turun dari langit

(berasal dari Tuhan)

• Disampaikan melalui wahyu kepada Rasul untuk disampaikan kepada manusia (agama wahyu)

(12)

AGAMA DAN KESEHATAN

o Banyak penelitian yang menunjukkan efek

positif keagamaan terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan spiritual.

o A.E. Bergin melakukan meta-analisis pada

hasil-hasil penelitian tentang agama dan kesehatan mental. Ia menyimpulkan bahwa ”jika religiusitas dikorelasikan dengan

ukuran kesehatan mental, dari 30 efek yang ditemukan, sebanyak 47 % menunjukkan hubungan positif, dan 30 % hubungan zero. Jadi, 77 % dari hasil penelitian bertentangan dengan teori efek negatif agama.

(13)

The Healing Power of Faith

1999, Harold G. Koenig, M.D.

Orang-orang beragama dengan nilai spiritual tinggi

punya KELUARGA yang lebih bahagia

punya GAYA HIDUP yang lebih sehat

dapat mengatasi stress

melindungi dari dan menyembuhkan depresi

hidup lebih lama dan lebih sehat

melindungi orang dari kardiovaskular

punya sistem imun yang lebih kuat

lebih sedikit menggunakan

jasa rumah sakit

(14)

David Larson:

Hubungan Spiritualitas dengan Kesehatan

1. Meditasi mengurangi tingkat kolesterol serum

2. Kepercayaan agama mengurangi tingkat rasa sakit pada pasien kanker;

3. Lebih banyak orang yang religius ketimbang yang tidak religius selamat setelah pembedahan jantung;

4. Ada hubungan antara kehadiran di gereja secara

mingguan dengan tingkat penyakit jantung yang lebih rendah dan emphysema;

5. Dalam penelitian yang melibatkan pasien kardiak, yang didoakan mengalami lebih sedikit kegagalan jantung, serangan jantung, dan pneumonia

(15)

MODEL KEBERAGAMAAN

• KEBERAGAMAAN EKSTRINSIK:

M

EMBAWA

P

ENDERITAAN

• KEBERAGAMAAN INTRINSIK:

(16)

Keberagamaan Ekstrinsik

Orang dengan orientasi keberagamaan

ekstrinsik menggunakan pandangan agamanya

untuk memperoleh rasa aman, ketentraman,

status sosial, atau dukungan sosial untuk

dirinya- agama bukan untuk agama itu sendiri,

agama berfungsi untuk memenuhi kebutuhan

lain, agama semata-mata dijalankan untuk

dimanfaatkan (something to use not to live)

(17)

Keberagamaan Ekstrinsik

Memandang agama sebagai sesuatu untuk

dimanfaatkan, dan bukan untuk kehidupan

(something to use but not to live).

Agama digunakan untuk menunjang motif-motif

lain: kebutuhan akan status, rasa aman atau

harga diri.

Melaksanakan bentuk-bentuk luar dari agama. Ia

puasa, salat, naik haji dan sebagainya tetapi tidak

di dalamnya.

Menjadikan agama sebagai alat politis dan

ekonomis

(18)

Keberagamaan

Intrinsik

 Memasukkan nilai-nilai agama ke dalam dirinya. Nilai

dan ajaran agama terhujam jauh ke dalam jiwa penganutnya.

 Adanya internalisasi nilai spiritual keagamaan.  Ibadah ritual bukan hanya praktik tanpa makna.

Semua ibadah itu memiliki pengaruh dalam sikapnya sehari-hari.

 Agama adalah penghayatan batin kepada Tuhan.

Agama dipandang sebagai comprehensive

commitment dan driving integrating motive, yang mengatur seluruh hidup seseorang.

Agama diterima sebagai faktor pemadu (unifying

(19)

Keberagamaan Intrinsik

Alat

Berintegrasi

dengan kehidupan

Petunjuk kehidupan

Diyakini sepenuh

hati

Tujuan

• Spiritual

• Penyatuan

• Kasih sayang

• Itsaar

(unselfish)

(20)

KEBERAGAMAAN INTRINSIK:

Lebih sedikit dendam atau bermusuhan

Lebih baik dalam penyesuaian

Lebih senang menolong

Lebih sedikit depresi

Lebih bisa mengatasi musibah (Greater

coping efficacy)

Lebih bahagia (Greater well-being)

Lebih sehat secara mental (Better mental

status)

(21)

 Kehidupan modern ditandai dengan perkembangan dan

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 Kemajuan iptek pada satu sisi mampu menjadikan

kehidupannya makmur dan sejahtera secara meteriil. Tetapi, pada sisi lain, manusia tidak mampu

menemukan dan merumuskan tujuan hidup yang pasti; tidak mampu menemukan nilai-nilai universal yang

hakiki, yang mampu menjadi sumber kekuatan pengendali dan pengontrol perkembangan iptek modern.

 Dampak dari semua itu, (1) manusia merasa hidup

mandiri dan menolak pengaruh dan kontrol yang berasal dari agama; (2) berkembangnya kehidupan sosial budaya sekuler secara bebas  mengancam kehidupan umat manusia.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini permasalahan yang dirumuskan adalah: seberapa besar kontribusi perilaku akibat dari pendidikan agama, pendidikan keluarga dan lingkungan masyarakat

Hasil penelitian yang diperoleh berupa gambaran secara umum dan khusus berkaitan dengan aplikasi strategi pembelajaran nilai-nilai agama di RA Assu`ada mulai dari

Mekanisme kerusakan sel melalui pemahaman efek biologis akibat dari paparan radiasi ionisasi melalui dua cara; kerusakan secara langsung karena foton sinar-X langsung mengenai

Dikaitkan dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa secara umum perilaku pegawai di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten sudah termasuk

penelitian ini dilakukan dengan terjun ke lapangan secara langsung untuk mendapatkan dan mengumpulkan data yang diperlukan mengenai pendidikan agama Islam pada lembaga

14 Menurut agama Hindu disebutkan secara umum bahwa perbuatan yang baik yang disebut cubhakarma dan kriteria cubhakarma yakni segala bentuk tingkah laku yang dibenarkan oleh

Hasil menunjukkan bahwa perilaku warga Apple Kids Preschool Salatiga terhadap perbedaan agama terlihat dari doa yang diajarkan guru kepada siswa adalah doa secara umum

Berpandukan kandungan silibus tersebut, mendapati hampir semua di dalam buku teks sekolah agama Johor tidak menerapkan ilmu gender secara khusus tetapi kebanyakan hanya secara