• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGAMBILAN DATA 2,5D UNTUK VISUALISASI KOTA 3D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGAMBILAN DATA 2,5D UNTUK VISUALISASI KOTA 3D"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGAMBILAN DATA 2,5D

UNTUK VISUALISASI KOTA 3D

TUGAS AKHIR

Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Oleh

Farrid Rafsanjani OP

NIM : 151 02 009

Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas Akhir Sarjana

PENGAMBILAN DATA 2,5D UNTUK VISUALISASI KOTA 3D

Adalah benar dibuat oleh saya sendiri dan belum pernah dibuat dan diserahkan sebelumnya, baik sebagian maupun seluruhnya, baik oleh saya maupun oleh orang lain,

baik di ITB maupun di instansi pendidikan lainnya. Bandung, Februari 2008 Penulis, Farrid Rafsanjani NIM. 151 02 009 Bandung, Februari 2008 Pembimbing

Pembimbing I, Pembimbing II,

DR. Ir. D. Muhally Hakim, MSc DR. Ir. Agung Budi Harto, M.Eng NIP. 130 796 170 NIP. 132 052 382

Disahkan Oleh:

Ketua Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

Institut Teknologi Bandung

DR. Ir. Wedyanto Kuntjoro, MSc NIP. 131 690 328

(3)

ABSTRAK

Proses penentuan beda tinggi dari suatu objek bangunan yaitu dengan cara menumpangsusunkan data dari foto udara dengan data Digital Terrain Model (DTM).

Ada beberapa metode interpolasi yang digunakan untuk menentukkan posisi dari koordinat gedung pada sistem koordinat piksel antara lain metode interpolasi tetangga terdekat (Nearest Neighbor Interpolation), metode interpolasi empat tetangga terdekat (Cubic Interpolation), dan metode interpolasi enam belas tetangga terdekat (Bicubic Interpolation).

Dari hasil pengolahan di dapat suatu analisis bahwa untuk daerah yang memiliki kontur curam lebih baik menggunakan metode cubic interpolation dibandingkan metode Nearest Neighbor Interpolation karena metode Cubic Interpolation lebih teliti dibandingkan dengan metode Nearest Neighbor Iinterpolation. Ketelitian inilah yang diperlukan untuk menentukan posisi dari gedung dengan tepat. Tetapi metode cubic interpolation lebih rumit dalam penghitungannya. Sedangkan untuk metode BiCubic Interpolation beda tinggi yang dihasilkan sangat ekstrim dibandingkan kedua metode di atas.

Kata kunci : Digital Terrain Model, Nearest Neighbor Interpolation, Cubic Interpolation, Bicubic Interpolation

(4)

ABSTRACT

The height determination process from building objects can be done by overlaying data from aerial photogrammetry with Digital Terrain Model (DTM) data. There are few method of interpolation used to determine the position of building coordinates in pixel coordinate system, which are Nearest Neighbor Interpolation method, Cubic Interpolation method, Bicubic Interpolation method.

From analyzing the data processing process, it shown that for area with steep slope is better using the cubic interpolation method than nearest neighbor interpolation method because the result of data processing of cubic interpolation method is more precise than nearest neighbor interpolation method. This precision is needed for determine the building position accurately. But the calculation in the cubic interpolation method is more complicated. And for BiCubic Interpolation, the result of data processing is very extreme than both method above.

Key Words : Digital Terrain Model, Nearest Neighbor Interpolation, Cubic Interpolation, Bicubic Interpolation

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang telah diberikan olehNya sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan. Tugas Akhir yang berjudul “Pengambilan Data 2,5D Untuk Visualisasi Kota 3D (Studi Kasus: Kampus ITB)” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program pendidikan sarjana di program studi Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung.

Tugas Akhir ini membahas bagaimana mencari nilai tinggi suatu objek dari data Digital Terrain Model (DTM) yang ditumpangsusunkan (overlay) dengan data foto udara dengan menggunakan teknologi digital dimana hasil akhir yang ingin dicari adalah menganalisis metode mana yang terbaik antara metode Nearest Neighbour Interpolation, metode Cubic Interpolation, dan metode Bicubic Interpolation yang digunakan untuk memperoleh nilai tinggi suatu objek.

Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya Tugas Akhir ini. Penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan yang membangun dan bermanfaat bagi semua pihak di masa yang akan datang. S

Bandung, Februari 2008 Penulis,

(6)

LEMBAR PENGHARGAAN

Alhamdulillah, dalam salah satu kesempatan yang sangat mengesankan dalam hidup penulis ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang telah membantu memberikan ide, saran dan kritik kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini serta dalam menyelesaikan kuliah di Departemen Teknik Geodesi dan Geomatika.

Saya ucapkan terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta rahmatnya kepada saya, dan senantiasa memberikan pertolongan setiap saat.

2. Junjungan Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW yang telah memberikan inspirasi dalam perjalanan hidup saya.

3. Papa dan Mama yang selalu memberika kasih sayang, mendoakan saya tiada henti- hentinya, dan memberikan dukungan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. 4. Adikku Ilham Attamimi Scenda Putra, tanpa kehadiranmu di dunia ini, mungkin saya sulit untuk tersenyum. Keluarga Besar Siswosudarmo di Banjarnegara serta H.Ahmad Djamaan di Pekanbaru yang memberikan dukungan dan doanya. Serta Mariana Rahmasari S.Si yang telah memberikan semangat, kasih sayang, dan cinta kepada penulis.

5. DR. Ir. D. Muhally Hakim, MSc dan DR. Ir. Agung Budi Harto, M.Eng selaku dosen pembimbing saya di program studi Teknik Geodesi dan Geomatika. Terima kasih untuk segala bantuan, masukan, kritik, saran, semangat yang bapak berikan. 6. Ir. Kosasih Prijatna, MSc, DR. Ir. Deny Suwardhi, MSc, dan Ir.Andri Hernandi,

MT selaku dosen penguji. Terima kasih untuk segala ilmu, kritikan, masukan, tempat penelitian yang bapak berikan.

7. DR. Ir. Wedyanto K, MSc sebagai ketua program studi Teknik Geodesi dan Geomatika.

8. Seluruh dosen di Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.

9. Terima kasih untuk Pak Asep foto yang telah membantu penulis untuk belajar fotogrametri, software PCI Geomatic serta ilmu yang diberikan.

10. Staff dan karyawan tata usaha, Pak Dudi dkk yang telah membantu dalam segala hal akademik penulis selama kuliah di ITB

(7)

11. Staff perpustakaan yang membantu dalam penyediaan literatur sebagai bahan untuk Tugas Akhir dan kuliah.

12. Kepada sahabat saudara dan sobatku Kamered IMG 02 yang telah memberikan warna warni dalam kehidupan kampus. Serta Kamerad muda dan tua yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

(8)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i LEMBAR PENGHARGAAN ii ABSTRAK iv DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL ix DAFTAR GAMBAR x

DAFTAR LISTING CODE xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1

1.2 Perumusan Masalah 1

1.3 Maksud dan Tujuan 2

1.4 Ruang Lingkup 2

1.5 Metodologi Penelitian 2

1.6 Sistematika Penulisan 4

BAB II DASAR TEORI 5

2.1. Fotogrametri 5

2.1.1 Pengamatan Stereoskopik 6

2.1.2 Restitusi Foto Udara a. Orientasi Dalam 7

b. Orientasi Relatif 7

c. Orientasi Absolut 9

2.2 Ekstraksi Data 3D Secara Fotogrametri 9

2.3 Digital Terrain Model (DTM) 11

2.3.1 Tinggi Titik (Spot Heights) 11

2.4 Overlay 11

2.5 Interpolasi 14 2.5.1 Metode Interpolasi Tetangga Terdekat (Nearest Neighbour

(9)

Interpolation) 16

2.5.2 Metode Interpolasi Cubic (Cubic Interpolation) 17

BAB III PROSES PENGAMBILAN DATA 3D DARI FOTO UDARA DAN PENENTUAN NILAI BEDA TINGGI BANGUNAN 19

3.1 Akuisisi Data 3D dari Foto Udara 19

3.1.1 Lokasi Penelitian 19

3.1.2 Persiapan Data dan Peralatan Penelitian 20

a. Sumber Data 20

b. Perangkat Lunak 21

3.2 Pelaksanaan Penelitian 22

3.2.1 Pengidentifikasian GCP (Ground Control Point) 22

3.2.2 Pembentukan Model Stereo 23

3.2.3 Ekstraksi Data 3 Dimensi 24

a. Ekstraksi Data Foto Udara 24

b. Ekstraksi Data Digital Terrain Model (DTM) 26

3.3 Visual Basic 29

3.3.1 Membaca Data Input 29

3.3.2. Pembangunan Algoritma 30

a. Metode Nearest Neighbour Interpolation 30

b. Metode Cubic Interpolation 32

c. Metode BiCubic Interpolation 36

BAB IV ANALISIS 41

4.1 Analisis Ekstraksi Data Foto Udara 41

4.2 Analisis Ekstraksi Data Digital Terrain Model (DTM) 41

4.3 Analisis Metode Interpolasi 43

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 47

(10)

DAFTAR PUSTAKA xii

LAMPIRAN L-1

1. Modul Metode Nearest Neighbor Interpolation L-1 2. Modul Metode Cubic Interpolation L-3 3. Modul Metode BiCubic Interpolation L-6

(11)

DAFTAR TABEL

Table 3-1. Ground Control Point 22

Tabel 3-2. Koordinat gedung 26

Tabel 4-1. Hasil beda tinggi metode Nearest Neighbor 42

Tabel 4-2. Hasil beda tinggi metode Cubic 43

Tabel 4-3.Hasil beda tinggi metode BiCubic 44

Tabel 4-4. Nilai koordinat DTM selisih nilai Z paling tinggi 45

Tabel 4-5. Data koordinat piksel yang mempunyai beda tinggi minimum 46

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1-1. Diagram proses penelitian 3 Gambar 2-1. Konsep Dasar Fotogrametri 5 Gambar 2.2. Visualisasi proses restitusi foto udara 8 Gambar 2-3. Contoh ekstraksi data dan pengambilan data tinggi pada fotogrametri 10 Gambar 2-4. Contoh data arc 12 Gambar 2-5. Contoh data point, line, dan polygon 13 Gambar 2-6. Contoh proses overlay data DTM dan data vektor 14 Gambar 2-7. Interpolasi 15 Gambar 2-8. Nearest Neighbour Interpolation 16

Gambar 2-9. Cubic Interpolation 17

Gamabr 2-10. Bicubic Interpolation 18

Gambar 3-1. Lokasi Kampus ITB 20

Gambar 3-2. Foto Udara Run 7 21

Gambar 3-3. Titik GCP dan Tie Point 24

Gambar 3-4. Model Stereo 25

Gambar 3-5. Input data di Surfer 6 27

Gambar 3-6. Kontur di Surfer 6 28

Gambar 3-7. DTM di ER Mapper 6.4 29

(13)

DAFTAR LISTING CODE

List Kode 3.1 Membaca data raster 30

List Kode 3.2 Membaca data input dan output notepad 30

List Kode 3.3 Menentukan letak jatuh titik gedung pada piksel 31

List Kode 3.4 Menentukan besar DTM pada piksel baris ke-n dan kolom ke-n 31

List Kode 3.5 Menentukan beda tinggimetode nearest neighbor 31

List Kode 3.6 Menentukan empat kemungkinan posisi piksel 32

List Kode 3.7 Menentukan titik tengah empat piksel 33

List Kode 3.8 Menentukan nilai DTM pada piksel baris ke-n dan kolom ke-n 33

List Kode 3.9 Menghitung jarak keempat piksel 34

List Kode 3.10 Menghitung nilai DTM titik ujung gedung yang diinterpolasi 34

List Kode 3.11 Menghitung beda tinggi metode cubic 35

List Kode 3.12 Menentukan titik tengah keenam belas piksel 37

List Kode 3.13 Menentukan tinggi DTM pada enam belas piksel 38

List Kode 3.14 Menghitung jarak keenambelas piksel 39

List Kode 3.15 Menghitung nilai bobot 40

List Kode 3. 16 Menghitung nilai DTM titik ujung gedung yang diinterpolasi 41

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 3  Siklus hidup proyek penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada  Siklus hidup proyek penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada  produk atau proses

Mereka memiliki penamaan atas kota tersebut sebagai al-Quds, yang artinya tempat the holy one atau satu- satunya yang suci.. Itulah sebabnya Yerusalem juga diartikan sebagai

Semua yang dikemukakan responden mengenai green product promotion yang dirasakannya ini tidak cukup mampu mendorong responden untuk merasa yakin dalam

31 Maka radja perempuan dari tanah sebelah selatan akan berbangkit pada hari kiamat beserta dengan orang bangsa ini dan akan menjalahkan mereka itu; karena radja perempuan itu

Variabel Perilaku Pejalan Kaki ditinjau dari segi Keamanan, digunakan untuk mengetahui Tingkat rasa aman yang dimiliki oleh pejalan kaki di lingkungan Masjid

Selain itu, diketahui bahwa calon suksesor pada perusahaan Pendopo 45 Hotel & Resto ini tidak memiliki background atau pengalaman di bidang perhotelan yang

Peningkatan ini karena guru menginformasikan kepada siswa untuk senantiasa belajar dan mencari materi sebelum pembelajaran dilaksanakan dan dapat ditingkatkan lagi

Seperti telah dijelaskan oleh Petri (1986) dalam Rahman dan Amri (2014), sikap percaya, yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkahlaku untuk