• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sektor perikanan dan sub sektor peternakan merupakan salah satu bidang usaha yang hampir merata tersebar dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Blitar. Pembangunan pada sektor ini mempunyai pengaruh yang cukup besar pada pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar. Potensi di bidang peternakan dan periknan di Kabupaten Blitar yang cukup besar, yaitu dari luas Kabupaten Blitar 158.879 hektar 19,97 persen dimanfaatkan untuk lahan pertanian yang didalamnya termasuk untuk usaha peternakan dan perikanan budidaya. Kegiatan pembangunan peternakan dan perikanan tahun 2017 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat termasuk peternak / pembudidaya ikan dan pelaku agribisnis dengan menumbuhkan sikap kemandirian masyarakat peternakan / perikanan dalam rangka mendukung ketahanan pangan melalui upaya peningkatan produksi guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi yang berorientasi pada pola agribisnis yang berbasis sumberdaya lokal dan pasar global.

Sejalan dengan kebijakan sistem pemerintahan dalam upaya terselenggaranya “Good Governance” bagi setiap unsur pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan negara. Sesuai dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 telah mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah disusun perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional.

Perencanaan pembangunan daerah tersebut disusun secara berjangka meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu lima tahun, serta Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu satu tahun.

(2)

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara dalam rangka mewujudkan good governance, dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumberdaya dengan didasarkan suatu perencanaan strategik. Perencanaan Stratejik tersebut meliputi Rencana Stratejik Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) untuk jangka waktu lima tahun dan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) untuk jangka waktu satu tahun. Renstra Dinas Peternakan dan Perikanan disusun dengan berpedoman pada RPJMD Pemerintah Kabupaten Blitar yang selanjutnya Renstra dijabarkan dalam perencanaan tahunan yaitu Renja SKPD.

Renja SKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menggambarkan permasalahan pembanguan serta indikasi daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2017. Renja SKPD merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang direncanakan dalam kurun waktu satu tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Penyusunan Renja dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

1.2. Landasan Hukum

Landasan Hukum dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Dinas Peternakan dan Perikanan adalah :

a) Undang – Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

b) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

c) Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

d) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

e) Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Pencana Pembangunan Daerah

f) Peraturan presiden nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004 – 2009.

(3)

g) Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi. h) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah , sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.

i) Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021

1.3. Maksud dan Tujuan

Penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD ini dimaksudkan untuk :

a) Memberikan arahan bagi seluruh jajaran pejabat dan staf dilingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya kepada masyarakat.

b) Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target kinerja dalam RKPD dengan Renja SKPD.

c) Mewujudkan keadaan yang diinginkan dalam waktu satu tahun dalam urusan pertanian dan urusan kelautan dan perikanan, dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka menengah, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Blitar.

Adapun tujuan disusunnya Renja SKPD adalah memberikan pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pembangunan peternakan dan perikanan di masing – masing bidang pada Dinas Peternakan dan Perikanan

1.4. Sistematika Renja SKPD

Sistematika penyajian dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan dan Perikanan ini adalah :

a) Bab I : Pendahuluan, yang berisi latar belakang, landasan hukum maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan Renja SKPD

b) Bab II : Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu yang berisi Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun lalu dan capaian Renstra SKPD, Analisis Kinerja Pelayanan SKPD, Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan

(4)

fungsi SKPD, review terhadap rancangan awal SKPD dan Penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat

c) Bab III : Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan yang berisi telaahan terhadap kebijakan nasional dan provinsi, tujuan dan sasaran Renja SKPD, Program dan Kegiatan

d) Bab IV : Penutup, yang berisi uraian penutup beserta penjelasan yang memuat catatan penting, kaidah – kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(5)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Blitar, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar untuk dapat berperan aktif dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Blitar yaitu ” Menuju Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing ”

Selain itu Dinas Peternakan dan Perikanan juga serta mewujudkkan keenam misi Pemerintah Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021 yang meliputi:

Misi I : Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat melalui akselerasi program pengentasan kemiskinan, optimalisasi dan pengembangan program pembangunan dan kemasyarakatan yang tepat sasaran.

Misi II : Memantapkan kehidupan masyarakat berlandaskan nilai-nilai keagamaan (religius), kearifan lokal dan hukum melalui optimalisasi kehidupan beragama dan kehidupan sosial, serta penerapan peraturan perundang-undangan.

Misi III : Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat melalui peningkatan mutu bidang pendidikan (termasuk di dalamnya adalah wawasan kebangsaan, budi pekerti, praktek keagamaan) dan kesehatan serta kemudahan akses memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai.

Misi IV : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi, serta pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

Misi V : Meningkatkan keberdayaan masyarakat dan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing melalui peningkatan ketrampilan dan keahlian, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis Koperasi dan UMKM, ekonomi kreatif, jiwa kewirausahaan, potensi lokal daerah dan penguatan sektor pariwisata serta pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan

(6)

Misi VI : Meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan melalui optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mengacu pada penjabaran Visi dan Misi Kabupaten Blitar tersebut, maka Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar memiliki tugas dan fungsi serta berperan dalam mendorong tercapainya Misi 4 dan Misi 5 Kabupaten Blitar. Adapun tujuan dan sasaran yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar dari kedua misi tersebut terperinci sebagai berikut :

Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran

Misi 4 Mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel

Meningkatnya efektifitas dan efisiensi serta akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Misi 5 Meningkatnya efektifitas dan efisiensi

serta akuntabilitas kinerja pemerintah daerah

Meningkatnya produktivitas usaha masyarakat, koperasi

dan UMKM berbasis

pertanian dan pariwisata

Pada Tahun 2017 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mulai bergabung dengan tugas urusan pertanian ( Dinas Peternakan ) dan Urusan Kelautan dan Perikanan ( Dinas Kelautan dan Perikanan), sehingga evaluasi dilaksanakan terhadap pelaksanaan Renja Dinas Peternakan serta Renja Dinas Kelautan dan Perikanan. Adapun hasil evaluasi pelaksanaan renja adalah sebagai berikut :

Urusan Pertanian

Sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Peternakan Kabupaten Blitar pada Tahun 2015 terdapat alokasi anggaran belanja sebesar Rp. 2.947.472.100,00 yang terdiri dari:

1. Belanja Tidak langsung

- Belanja Pegawai Rp. 2.947.472.100,00 2. Belanja Langsung

- Belanja Pegawai Rp. 101.015.000,00 - Belanja Barang dan Jasa Rp. 4.605.239.775,00

(7)

Dari 10 ( sepuluh ) Program yang telah ditetapkan pada Dinas Peternakan Kabupaten Blitar semua telah diakomodir kedalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang meliputi:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

5. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak 6. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

7. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan 8. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan 9. Program Pengembangan Usaha dan Lembaga Perdagangan 10. Program Pembinaan Lingkungan Sosial

Dari uraian program yang telah diajukan terdapat 4 (empat ) kegiatan yang belum dapat diakomodir ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2015 yang terdiri dari:

1. Pengembangan Agribisnis Peternakan 2. Pelatihan Pengolahan Daging, Susu dan Telur

3. Verifikasi kelompok calon lokasi / calon penerima bantuan program 4. Penyusunan Database Potensi Produksi Peternakan.

Evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2015 terdapat beberapa kegiatan yang tidak tercapai target outputnya adalah :

1. Pendistribusian bibit ternak dan peralatan kepada masyarakat

Target capaian output kegiatan ini adalah terdistribusinya 4.330 ekor ternak, tetapi karena pada tahun 2015 Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar belum dapat melaksanakan belanja hibah karena anggaran urusan kesehatan belum mencapai 10%, selain itu belum ada kelompok tani/ternak yang memenuhi persyaratan penerima bantuan hibah.

(8)

2. Sosialisasi, Monitoring, Pengawasan Peredaran dan Penggunaan Obat Hewan

Target capaian output kegiatan ini adalah termonitoringnya peredaran obat hewan pada 72 Poultry Shop, tetapi baru dapat terealisasi sejumlah 71 PS. Hal ini dikarenakan adanya fluktuasi harga produk peternakan sehingga terdapat beberapa poultryshop yang menutup usahanya.

3. Pembangunan RPH, Puskeswan (DAK dan Pendamping DAK)

Target capaian kinerja output kegiatan ini adalah terbangunnya RPH Ruminansia dan puskeswan. Realisasi kegiatan hanya dapat membangun RPH-R Wlingi, sedangkan untuk pembangunan puskeswan tidak dapat direalisasikan karena anggaran untuk puskeswan merupakan SILPA DAK tahun 2014 yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan Tempat Penampungan Susu.

4. Penyelenggaraan Pasar Murah Kabupaten Blitar Menjelang Idul Fitri

Realisasi output kegiatan ini adalah terfasilitasinya penjualan 6.123 paket telur, sedangkan target kinerjanya adalah 10.000 paket telur. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi pelaksanaan pasar murah kepada masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu tentang pelaksanaan pasar murah baik waktu maupun tempatnya sehingga pada saat pelaksanaan pasar murah banyak paket telur yang tidak terjual.

5. Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Insdustri Hasil Tembakau dalam rangka Pengentasan Kemiskinan, Mengurangi Pengangguran dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dilaksanakan antara lain melalui Bantuan Permodalan dan Sarana Produksi.

Target capaian output kegiatan ini adalah terdistribusinya 165 ekor bantuan ternak pada kelompok peternak di lingkungan industri tembakau. Kegiatan ini tidak dapat terlaksana karena pada tahun 2015 Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar belum dapat melaksanakan belanja hibah karena anggaran urusan kesehatan belum mencapai 10%, selain itu belum ada kelompok tani/ternak yang memenuhi persyaratan penerima bantuan hibah.

6. Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Kerja Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau dan atau Daerah Hasil Bahan Baku Industri Hasil Tembakau

Kegiatan ini tidak terlaksana karena sasaran kegiatan ini adalah penerima kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Insdustri Hasil Tembakau dalam

(9)

rangka Pengentasan Kemiskinan, Mengurangi Pengangguran dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dilaksanakan antara lain melalui Bantuan Permodalan dan Sarana Produksi. Sehingga kegiatan ini tidak terlaksana karena kegiatan pemberian bantuan ternak juga tidak terlaksana.

Urusan Kelautan dan Perikanan ( Dinas Kelautan dan Perikanan )

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar harus didukung dengan dana yang memadai, baik jumlahnya maupun kelancaran pencairannya. Sumber dana tersebut berasal dari Anggaran APBD Tahun Anggaran 2015 termasuk PAK dengan jumlah sebesar Rp.6.304.711.650,- untuk kegiatan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.2.089.141.150,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 4.215.570.500,- Dari jumlah anggaran tersebut sampai dengan akhir bulan Desember 2013 untuk Belanja Tidak Langsung terealisasi sebesar Rp. 2.023.905.919,- atau sebesar 96,88 % dan untuk Belanja Langsung terealisasi sebesar Rp.3.595.850.685,- (85,30%). Realisasi keuangan secara keselurahan mencapai 85,30 %, tetapi untuk realisasi fisik secara keseluruhan telah mencapai 100%, hal ini dikarenakan : Terdapatnya efisiensi anggaran pada beberapa kegiatan rutin seperti sisa biaya telepon, listrik dan Perjalanan Dinas. Untuk kegiatan Peningkatan Produksin dan Pendapatan masyarakat pembudidaya ikan melalui kegiatan pengadaan sarana budidaya ikan tidak dapat diserap, karena belum ada SE Menkeu yang mengatur tentang Sasaran Kegiatan DBHCHT. Adapun kegiatan yang tidak tercapai outputnya adalah :

1. Peningkatan Produksi dan Pendapatan Masyarakat Pembudidaya Ikan melalui kegiatan peningkatan sarana budidaya ikan

Dana tidak bisa diserap karena belum ada SE Menkeu yang mengatur tentang Sasaran Kegiatan DAC

2.2 Analisis kinerja pelayanan SKPD

Berdasarkan Tujuan RPJMD, Sasaran RPJMD dan Indikator Sasaran RPJMD tersebut, maka dirumuskan Indikator Kinerja Dinas peternakan dan Perikanan sesuai dengan tugas dan fungsinya, target capaian serta capaian kinerjanya pada tahun 2015 adalah sebagai berikut.

(10)

a. Urusan Pertanian

Capaian atau realisasi dari target kinerja pada tahun 2015 terdapat pada tabel berikut :

NO URAIAN IKU TARGET 2015 REALISASI

2015 CAPAIAN

REALISASI 2014 1. Produksi Daging 43.966 Ton 60.900 Ton 138 % 60.500 Ton

2. Produksi Telur 143.761 Ton 159.154 Ton 110 % 131.786 Ton

3 Produksi Susu 45.031 Ton 32.493 Ton 72 % 32.200 Ton 4 Cakupan Penyakit Endemis yang

Tertangani ( PHMV )

119 Desa 111 Desa 60 % 71 Desa 5 Jumlah Pengawasan bahan

pakan dan bahan asal hewan

872 Sampel

1.021 Sampel 112 % 970 sampel 6 Jumlah peternak/ kelompok

ternak yang terbina

134 Kelompok

237 Kelompok 144 % 190 Kelompok 7 Jumlah ternak yang di

promosikan

6.803 ekor 8.448 ekor 112 % 7.553 ekor Keterangan :

1. Target produksi Daging Tahun 2015 sebesar 43.966 Ton dapat tercapai sebesar 60.900 Ton (138%) . Hal ini merupakan upaya dalam rangka mendukung program swasembada daging yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

2. Target produksi telur yang telah ditetapkan pada Tahun 2015 sebesar 143.761 Ton dan terealisasi sebesar 159.154,663 Ton. Hal tersebut penaikan populasi baik ayam ras petelur, itik maupun burung puyuh.

3. Target Produksi Susu yang di tetapakan pada Tahun Anggaran 2015 sebesar 45.031 Ton hanya dapat dicapai sebesar 32.493 Ton. hal diatas bukan dikarenakan menurunnya populasi sapi perah melainkan karena meningkatnya populasi pada sapi muda ( belum produksi).

4. Target cakupan Penyakit Endemis yang Tertangani ( PHMV ) yang telah ditetapkan pada Tahun 2015 sebesar 119 desa. Pada Tahun 2015 ini baru tercapai 111 desa. Hal diatas dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan mengingat wilayah Kab. Blitar yang cukup luas..

5. Pengawasan bahan pakan dan bahan asal hewan merupakan tugas Dinas Peternakan dalam mewujudkan Produk Peternakan yang Aman Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Pada Tahun 2015 di targetkan melaksanakan pengawasan sebanyak 872 sampel dan dapat terealisasi sebanyak 1.021 sampel Dalam rangka mewujudkan peternakan agribisnis di wilayah Kabupaten Blitar diperlukan adanya pembinaan kepada

(11)

peternak/ kelompok ternak. Pada Tahun 2015 ditargetkan pembinaan sebanyak 134 kelompok dan terealisasi sebanyak 237 kelompok

6. Dalam rangka meningkatan pemasaran produk/ hasil peternakan di wilayah Kab. Blitar, maka Dinas peternakan mentarget jumlah ternak yang dipromosikan pada Tahun Anggaran 2015 sebanyak 6.803 ekor dan terealisasi sebesar 8.448 ekor .

b. Urusan kelautan dan perikanan

Pencapaian Kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Kegiatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2015 secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Misi 1 : Peningkatan produksi perikanan budidaya yang dilaksanakan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi

Tujuan 1.1 : Meningkatkan sarana, prasarana dan usaha budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab

Tujuan meningkatkan sarana, prasarana dan usaha budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab diukur dalam 4 (empat) indikator kinerja tujuan yaitu 1) Jumlah produksi benih; 2) Jumlah paket pengadaan budidaya; 3) Jumlah paket prasarana budidaya di kawasan Minapolitan; 4) Jumlah data bidang tanah pembudidaya yang diusukan untuk disertifikasi.

Tujuan 1.1 Sasaran 1.1

Meningkatkan sarana, prasarana dan usaha budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab

Meningkatnya sarana dan prasarana budidaya

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam tabel sebagai berikut :

No. Indikator kinerja Target Realisasi (%)

1 Jumlah produksi benih ikan di BBI 2.000.000 2.000.000 100 % 2 Jumlah paket pengadaan budidaya

a. Pembangunan Balai Benih Ikan Klemunan

b. Pembangunan Balai Benih Ikan Babadan

2 paket 2 paket 100 %

3 Jumlah paket prasarana budidaya di kawasan Minapolitan

3 paket 3 paket 100 % 4 Jumlah data bidang tanah

pembudidaya yang diusukan untuk disertifikasi

100 bidang

50 bidang 100 %

(12)

Berdasarkan hasil pengukuran sasaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja dalam rangka meningkatkan sarana, prasarana dan usaha

budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab rata-rata adalah 100 % dan tergolong Baik.

Tujuan 1.2 Sasaran 1.2

Meningkatkan sarana, prasarana dan usaha budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab

Meningkatnya sarana dan prasarana budidaya

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam tabel sebagai berikut :

No. Indikator kinerja Target Realisasi (%)

1 Jumlah produksi benih ikan di BBI 2.000.000 2.000.000 100 % 2 Jumlah paket pengadaan budidaya

c. Pembangunan Balai Benih Ikan Klemunan

d. Pembangunan Balai Benih Ikan Babadan

2 paket 2 paket 100 %

3 Jumlah paket prasarana budidaya di kawasan Minapolitan

3 paket 3 paket 100 % 4 Jumlah data bidang tanah

pembudidaya yang diusukan untuk disertifikasi

100 bidang

50 bidang 100 %

Rata-rata Persentase Capaian Sasaran 101

Berdasarkan hasil pengukuran sasaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja dalam rangka meningkatkan sarana, prasarana dan usaha

budidaya perikanan secara tertib dan bertanggung jawab rata-rata adalah 100 % dan tergolong Baik.

2. Misi 2 : Meningkatkan daya saing dan perluasan pangsa pasar Tujuan 1 : Meningkatkan pangsa pasar produk perikanan

Tujuan Meningkatkan pangsa pasar produk perikanan dijabarkan kedalam 3 (tiga) indikator kinerja tujuan yaitu : 1) Peningkatan konsumsi makan ikan; 2) Jumlah peserta pameran dan kontes ikan hias; 3) Jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas.

Tujuan 2.1 Sasaran 2.1

Meningkatnya pangsa Pasar Produk Perikanan

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat ikan

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam tabel sebagai berikut :

(13)

1 Peningkatan konsumsi makan ikan (Kp/kapita/Th)

18,5 19,5 105,4

2 Jumlah peserta pameran dan kontes ikan hias (Orang)

55 65 118,2

3 Jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas

80 80 100

Rata-rata Persentase Capaian Sasaran 107,87

Berdasarkan hasil pengukuran sasaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk perikanan rata-rata adalah 106,07 % dan tergolong Sangat Baik.

Tujuan 2 : Meningkatkan kualitas produk perikanan dan SDM pelaku usaha perikanan

Tujuan Meningkatkan kualitas produk perikanan dan SDM pelaku usaha perikanan dijabarkan ke dalam 5 (lima) indikator kinerja tujuan yaitu : 1) Berkembangnya variasi produk olahan perikanan; 2) Prosentase perbaikan mutu perikanan; 3) Jumlah pengusaha; 4) Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, pelatihan, bimtek dan sosialisasi; 5) Jumlah kelompok yang mengikuti lomba; 6) Jumlah aparatur PNS yang mengikuti pembinaan, ratek dan sosialisasi

Tujuan 2.2 Sasaran 2.2

Meningkatnya kualitas produk perikanan SDM Perikanan dan Kelautan

Peningkatan Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pelatihan, bimtek dan sosialisai serta bertambahnya varian produk olahan perikanan

Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam tabel sebagai berikut :

No Indikator kinerja Target Realisasi (%)

1 Berkembangnya varian produk olahan perikanan

3 3 100

2 Prosentase perbaikan mutu hasil produk perikanan

80 75 93,75

3 Jumlah pengusaha produk perikanan

515 505 98,06

4 Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, pelatihan, bimtek dan sosialisasi

93 101 108,6

5 Jumlah kelompok yang mengikuti lomba

1 1 100

(14)

mengikuti pembinaan, ratek dan sosialisasi

Rata-rata Persentase Capaian Sasaran 100,07

Berdasarkan hasil pengukuran sasaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja dalam rangka meningkatkan kualitas produk perikanan dan SDM pelaku usaha Perikanan rata-rata adalah 100,07 % dan tergolong Sangat Baik.

2.3 Isu – isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD Urusan Pertanian

Sasaran Permasalahan

Meningkatkan usaha peternakan 1. Ketersediaan bibit ternak yang berkualitas ( unggul )

2. Kualitas SDM Peternakan dalam pengelolaan ternak ( IB)

3. Ketersediaan bahan pakan ternak yang kontinyu

4. Keterbatasan penyediaan pakan ternak berbasis bahan baku lokal 5. Kualitas bahan pakan ternak yang

stabil

6. Ketergantungan bahan pakan/ obat-obatan pada import nergara lain. Meningkatkan status kualitas

kesehatan ternak

1. Ancaman penyakit hewan strategis 2. SDM peternakan dalam pencegahan

dan penanggulangan penyakit ternak sangaminim

3. Peredaran bahan/ residu obat hewan ilegal

4. Jumlah puskeswan yang masih 3 ( tiga) lokasi

5. Sarana dan prasarana pencegahan penyakit ternak

(15)

Urusan Kelautan dan Perikanan

Adapun isu-isu strategis Urusan Perikanan Kabupaten Blitar berdasarkan telaah visi misi Kabupaten Blitar, telaah Renstra Kementerian, telaah Renstra Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur dan Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya kualitas SDM dan Kelembagaan Pelaku Usaha Perikanan 2. Keterbatasan aparatur dalam jumlah maupun kualifikasi

3. Belum beropersinya Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)

Meningkatkan pembinaan

kelembagaan usaha peternakan

1. Belum tertatanya usaha peternakan yang ramah lingkungan

2. Minimnya pelatihan manajemen peternakan

3. Sistem pengelolaan usaha peternakan yang masih bersifat tradisional

4. Tingginya modal usaha peternakan 5. Minimnya promosi ternak berserta

hasilnya

6. Kurangnya infomasi harga komoditas peternakan berserta hasilnya yang akurat

7. Minimnya sarana dan prasarana promosi hasil peternakan

8. Kurangnya penerapan teknologi sebagai sarana pengolahan produk hasil peternakan menjadi produk yang lebih bernilai

9. Minimnya tenaga penyuluh peternakan

(16)

4. Penurunan hasil produksi perikanan tangkap karena faktor cuaca buruk (gelombang tinggi dan angin barat daya) dan anomali iklim yang tidak menentu menyebabkan migrasi ikan di Samudra Hindia.

5. Harga pakan ikan pabrikan (dalam kemasan pabrik) masih tinggi.

6. Tingkat persaingan pemasaran produk perikanan di pasar global makin tinggi terutama terkait mutu dan keamanan pangan.

7. Belum tertatanya system mata rantai niaga ikan terutama SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional).

8. Masih banyak Pembudidaya ikan yang belum bisa menjangkau / mengakses perbankan (Belum Bankable).

9. Rendahnya ketrampilan nelayan dalam memanfaatkan tehnologi. 10. Maraknya illegal fishing.

11. Rendahnya mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan sesuai standar 12. Rendahnya pendapatan nelayan/pembudidaya ikan

13. Sarana dan prasarana penangkapan dan budidaya belum memadai 14. Adanya kawasan budidaya minapolitan

15. Adanya ancaman hama penyakit, bencana alam dan pelanggaran hukum kelautan dan perikanan.

16. Terjadinya penurunan daya dukung lingkungan perairan 17. Akses pasar yang sangat luas dari sektor perikanan.

18. Semakin gencarnya dunia perbankan dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan khususnya program kredit.

19. Potensi lestari sumberdaya ikan yang begitu besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

(17)

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Arah pembangunan Kabupaten Blitar dalam kurun waktu lima tahun (tahun 2016-2021) pada dasarnya adalah proses perubahan sosial ekonomi masyarakat menuju ke arah yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing dalam bidang ekonomi, baik domestik maupun regional, Asean maupun internasional.

Tema Rancangan Awal RKPD Kabupaten Blitar tahun 2017 adalah “Percepatan

Kecukupan Sarana dan Prasarana, Sistem dan Infra Stuktur

Ekonomi Berbasis Unggulan (Pertanian dan Pariwisata)”. Dengan prioritas

pembangunan daerah Kabupaten Blitar tahun 2017 ditetapkan sebagai berikut :

1. Penyiapan suprastruktur tata kelola pemerintahan yang baik yang afirmatif (keberpihakan) terhadap pencapaian visi-misi Kepala Daerah;

2. Meletakkan pondasi pembanguan jangka menengah berorientasi pada potensi unggulan kabupaten;

3. Penguatan sistem kelembagaan pemerintah daerah dan pemerintahan desa yang responsif dan representatif.

Sesuai rancangan awal RKPD Kabupaten Blitar, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mendukung pencapaian prioritas ke-1 dan ke-2. Dari analisis kebutuhan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar semua program dan kegiatan yang direncanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar sudah mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Blitar.

(18)

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar 18 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2017

KABUPATEN BLITAR DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

No Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catatan

penting PROGRAM/ KEGIATAN LOKASI INDIKATOR KINERJA TARGET CAPAIAN PAGU INDIKATIF (Rp.000) PROGRAM/ KEGIATAN LOKASI INDIKATOR KINERJA TARGET CAPAIAN PAGU INDIKATIF (Rp.000) 1 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pelayanan dan pencegahan penyakit hewan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pelayanan dan pencegahan penyakit hewan 2,5 % 405.112,2 2 Pengawasan mutu/kualitas produk peternak Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pengawasan bahan/produk peternakan Pengawasan mutu/kualitas produk peternak Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pengawasan bahan/produk peternakan 2 % 614.448,5 3 Peningkatan

Produksi Peternak Dinas Peternakan dan Perikanan Prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu Peningkatan

Produksi Peternak Dinas Peternakan dan Perikanan Prosentase peningkatan produksi daging, telur, susu 0,3 % 715.019 4 Pengembangan Budidaya Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan produksi perikanan Budidaya Pengembangan Budidaya Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan produksi perikanan Budidaya 52,24 % 6.002.890 5 Pengembangan Perikanan Tangkap Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan produksi perikanan tangkap Pengembangan Perikanan Tangkap Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan produksi perikanan tangkap 78,30 % 1.823.550 6 Peningkatan Pembinaan Usaha Agribisnis Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pembinaan usaha dan agribisnis peternakan Peningkatan Pembinaan Usaha Agribisnis Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan pembinaan usaha dan agribisnis peternakan 12 % 505.000 7 Peningkatan

Pemasaran Hasil Dinas Peternakan Peningkatan pemasaran hasil

Peningkatan

(19)

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar 19 Produksi Peternak dan

Perikanan

peternakan Produksi Peternak dan

Perikanan peternakan 8 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase kecukupan layanan administrasi perkantoran Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase kecukupan layanan administrasi perkantoran 100 % 1.029.490,3 9 Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase tercukupinya sarpras aparatur dengan kondisi layak fungsi Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase tercukupinya sarpras aparatur dengan kondisi layak fungsi 100 % 150.000 10 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aaparatur Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase aparatur yang mengikuti diklat/bimtek/ sosialisasi Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aaparatur Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase aparatur yang mengikuti diklat/bimtek/ sosialisasi 100 % 420.000 11 Program Perencanaan, Penganggaran dan pengendalian Kinerja Keuangan Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase jumlah dokumen perencanaan, laporan keuangan dan kinerja SKPD yang tepat waktu

Program Perencanaan, Penganggaran dan pengendalian Kinerja Keuangan Dinas Peternakan dan Perikanan Presentase jumlah dokumen perencanaan, laporan keuangan dan kinerja SKPD yang tepat waktu 100 % 160.000 12 Program Pembinaan Lingkungan Sosial Sektor Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan ketrampilan di bidang peternakan Program Pembinaan Lingkungan Sosial Sektor Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Peningkatan ketrampilan di bidang peternakan 20 % 150.000

(20)

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Proses usulan kegiatan dilakukan dari bawah dimulai dari musrenbang tingkat desa dilanjutkan tingkat kecamatan dan Kabupaten. Dalam prosesnya usulan dari desa diakomodir di tingkat kecamatan dan disesuaikan dengan usulan dari masing- masing SKPD yang disampaikan melalui Musrenbang kecamatan. Dari Musrenbang tingkat kecamatan yang dihadiri oleh semua SKPD teknis dihasilkan usulan yang dibagi dalam tiga ( 3 ) bidang yaitu Sosial Budaya, Ekonomi dan Sarana dan Prasarana. Dari tiga bidang tersebut dibawa oleh masing –masing perwakilan dari kecamatan untuk dikawal dan dipertahankan di Musrenbang tingkat Kabupaten dengan dukungan dari anggota DPRD dapil masing-masing.

Dari Musrenbang tingkat kecamatan didapatkan beberapa usulan di bidang peternakan dan perikanan dalam proses perencanaan awal RKPD dengan program dan kegiatan yang telah disetujui di dalam pelaksanaan APBD Tahun 2015, memamg beberapa usulan yang diajukan didalam rancangan awal RKPD tidak sama dengan alokasi rencana yang telah ditetapkan. Hal tersebut disebabkan karena adanya beberapa perubahan-perubahan mengenai peraturan-peraturan perundang-undangan, kebijakan dan arahan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dalam mewujudkan target dan sasaran pembangunan nasional terutama dalam mensejahterakan masyarakat dibidang peternakan dan perikanan.

(21)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Sasaran Strategis Kementerian Pertanian merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran yang ingin dicapai dalam dalam periode 2015-2019 adalah :

1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula 2. Peningkatan diversifikasi pangan

3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor

4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi 5. Peningkatan pendapatan keluarga petani

6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik

sasaran utama prioritas nasional bidang pangan pertanian periode 2015-2019 adalah:

1. Tercapainya peningkatan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri (Produksi daging sapi untuk mengamankan konsumsi daging sapi di tingkat rumah tangga).

2. Terwujudnya peningkatan distribusi dan aksesibilitas pangan yang didukung dengan pengawasan distribusi pangan untuk mencegah spekulasi, serta didukung peningkatan cadangan beras pemerintah dalam rangka memperkuat stabilitas harga.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Sasaran strategis dan sasaran prioritas Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019 Dinas Peternakan telah mentargetkan produksi daging di wilayah Kab. Blitar. Dan dari target Tahun 2011-2016 Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar dapat merealisasikan sesuai target.

Namun pada ketersediaan swasembada padi, jagung dan kedelai di wilayah Kab. Blitar belum mampu memenuhinya. Hal ini ditandai dengan sering terjadinya kelangkaan jagung di wilayah Kab. Blitar. Padahal jagung merupakan unsur utama pada bahan pakan ternak.

(22)

Sedangkan pada tingkat Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Sasaran Perencanaan strategis Dinas Peternakan Kabupaten Blitar tentunya dapat mempertimbangkan sasaran Renstra institusi pada tingkat Kementerian dan Provinsi tersebut diatas.

Dukungan Dinas Peternakan Kab. Blitar dalam rangka melaksanakan Renstra Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur adalah:

1. Penyediaan sumber protein hewani di Kabupaten Blitar dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas bibit ternak serta meningkatnya populasi, produksi dan prduktifitas ternak.

2. Peningkatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ternak strategis 3. Peningkatan pengawasan program Pangan Asal Hewan (PAH) menuju ASUH.

Dalam urusan kelautan dan perikanan, sesuai arah kebijakan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam RPJMD Tahun 2014 – 2019 dari 5 (lima) misi yang telah ditetapkan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur menindaklanjuti misi ke - 2 (dua) yaitu Meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing, berbasis agrobisnis/ agroindustri, dan industrialisasi dan misi ke – 3 yaitu Meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan penataan ruang, maka dari itu strategi dan arah kebijakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur diimplementasikan sebagai berikut :

A. Strategi

a. Peningkatan SDM Perikanan dan Kelautan b. Penerapan teknologi perikanan dan kelautan

c. Fasilitasi sarana prasarana budidaya, penangkapan serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan

B. Kebijakan

a. Peningkatan kapasitas masyarakat perikanan dan kelautan b. Pengembangan Perikanan Budidaya

c. Pengembangan Perikanan Tangkap

d. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan e. Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat

f. Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pengawasan g. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik

(23)

Dengan strategi dan arah kebijakan seperti tersebut diatas, maka dampak yang menjadi harapan adalah percepatan pertumbuhan ekonomi (berkualitas dan berkelanjutan) pada sektor perikanan dan kelautan. Dampak yang lain adalah perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan dan kelautan.

3.2 Tujuan dan Sasaran

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar untuk masa tahun 2017 menetapkan tujuan dengan rumusan sebagai berikut :

Urusan Pertanian ( Dinas Peternakan )

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

1 Meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan aparatur

Terwujudnya manajemen organisasi yang profesional

Prosentase kecukupan administrasi perkantoran dan sarana prasarana Prosentase pemenuhan

jenis/ dokumen

perencanaan, laporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu

Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur

Prosentase pemenuhan kinerja berdasarkan perjanjian kinerja 2 Meningkatkan derajat ekonomi masyarakat Meningkatkan usaha peternakan

Jumlah populasi ternak Meningkatkan status

kualitas kesehatan ternak

Jumlah kasus KLB penyakit ternak yang tertangani Meningkatkan pembinaan

kelembagaan usaha peternakan

Jumlah Kelompok ternak dan peternak binaan Meningkatnya

pengawasan

bahan/produk peternakan

Jumlah pengawasan mutu bahan/produk peternakan yang ASUH

(24)

Urusan Kelautan dan Perikanan ( Dinas Perikanan )

Tujuan Sasaran Indikator Sasaran

T.1 Meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan aparatur yang akuntable dan profesional S.1 Terwujudnya Manajemen Organisasi Yang Profesional S.1.1 Persentase Kecukupan Administrasi

Perkantoran dan Sapras

S.2 Meningkatkan akuntabilitas kinerja dan profesionalitas aparatur S.2.1 Persentase pemenuhan dokumen perencanaan, laporan kinerja dan keuangan yang tepat waktu S.2.2 Persentase Pemenuhan kinerja berdasarkan perjanjian kinerja T.2 Meningkatkan produksi dan produktifitas hasil perikanan budidaya dan tangkap berkelanjutan S.3 Meningkatnya persentase produksi perikanan budidaya S.3.1 Peningkatan produksi perikanan budidaya S.4 Meningkatya persentase produksi perikanan tangkap S.4.1 Peningkatan produksi perikanan tangkap

3.3 Program dan Kegiatan a. Program

Program pembangunan peternakan dan perikanan tahun 2017 pada dasarnya melanjutkan program tahun sebelumnya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan dan perikanan serta untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing tinggi guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta penyediaan bahan baku industri melalui peningkatan usaha secara terpadu, dinamis dan berbasis agroekosistem untuk mewujudkan agribisnis yang tangguh.

(25)

Rencana Program dan Kegiatan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

- Penyediaan dan Peningkatan Administrasi Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

- Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

- Pendidikan dan Pelatihan Formal

- Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

- Penyusunan dokumen perencanaan kinerja dan keuangan Program - Penyusunan dokumen pelaporan kinerja dan keuangan

- Penyusunan peraturan daerah bidang peternakan dan perikanan - Penyusunan dokumen perencanaan kinerja dan keuangan

- Peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan 5. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

- Fasilitasi pengembangan ternak dan sarana pendukung

- Monitoring dan pembinaan kelompok ternak penerima bantuan pemerintah - Verifikasi kelompok calon lokasi/penerima bantuan ternak pemerintah dan

sarana pendukung

- Penyusunan data potensi Peternakan

- Pembinaan, pengawasan mutu dan peredaran bibit ternak

- Pembinaan dan peningkatan kapasitas dalam rangka optimalisasi IB - Pembinaan, Pengembangan dan sosialisasi mutu pakan ternak - Pemeriksaan kebuntingan sapi produktif

- Pengembangan teknologi peternakan tepat guna dan pengawasan mutu pakan

6. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak

- Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak - Pembinaan medic/paramedik veteriner

(26)

- Fasilitasi puskeswan

- Pelaksanaan dan monitoring penanganan penyakit ternak - Pemeriksaan dan pengawasan lalu lintas ternak

7. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan - Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah - Fasilitasi pasar murah di Kabupaten Blitar menjelang Idhul Fitri - Pendampingan kegiatan pelayanan informasi pasar

- Fasilitasi sarana dan prasarana pasar produksi peternakan 8. Program Peningkatan Pembinaan Usaha dan Agribisnis Peternakan

- Monitoring pelaksanaan UKL/UPL Bidang Peternakan - Fasilitasi pertemuan dan pelatihan kelompok ternak - Pelatihan kelompok agribisnis peternakan

- Pendampingan lomba nasional

- Pembinaan pengguna kredit bidang peternakan 9. Program Pengawasan Mutu/ Kualitas Produk Peternakan

- Pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan produk pangan asal hewan - Monitoring dan pengawasan produk non pangan asal hewan

- Fasilitasi RPH

- Pembinaan dan sosialisasi pemotongan ternak

- Pembangunan/rehabilitasi/renovasi sarana dan prasarana peternakan - Monitoring dan pengawasan penyembelihan hewan qurban

- Pembinaan pelaku usaha untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) - Pembinaan kemampuan dan ketrampilan bagi pelaku usaha produk non

pangan asal hewan

10. Program Pembinaan Lingkungan Sosial

o Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat

11. Program Pengembangan Perikanan Budidaya

- Pengembangan Sarana dan Prasarana Budidaya di Kawasan Minapolitan (DAK)

- Kegiatan Pembangunan Balai Benih Ikan ( DAK dan Pendamping DAK ) - Pengembangan Pelaksanaan Demfarm Budidaya Ikan

(27)

- Kegiatan Pendamping Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan

- Kegiatan Pendamping Pelestarian dan Pengembangan Program Anti Kemiskinan (APP)

- Pemantauan dan pencegahan perkembangan hama dan penyakit ikan - Kegiatan Diseminasi Teknologi Anjuran Perikanan Budidaya

- Kegiatan Worshop Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan - Kegiatan Pengembangan Program Pakan Mandiri

- Kegiatan Pengembangan Budidaya Minapadi

- Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Budidaya di Kawasan Agropolitan

- Kegiatan Gelar Produk Perikanan Budidaya - Kegiatan Optimalisasi Balai Benih Ikan ( BBI )

- Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Unit Pembenihan Rakyat (UPR)

- Kegiatan Diversifikasi Usaha Budidaya Ikan 12. Program Pengembangan Perikanan Tangkap

- Kegiatan Pengelolaan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan - Kegiatan pengembangan prasarana perikanan tangkap

- Kegiatan pengembangan prasarana pendukung perikanan tangkap - Kegiatan Pendaftaran Kapal Perikanan

- Kegiatan Fasilitasi Peralatan Penangkap Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan

- Kegiatan Restoking Sumberdaya kelautan dan Perikanan - Kegiatan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan

- Kegiatan Penyediaan Armada Penangkapan Ikan untuk Nelayan Kecil - Kegiatan Diversifikasi Keluarga Nelayan

- Kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan usaha Nelayan dan kesadaran nelayan terhadap peraturan perundang-undangan

(28)

BAB IV PENUTUP

Sebagai uraian penutup dari Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA SKPD) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2017, akan disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Penyusunan Rencana Kerja SKPD yang pada hakekatnya merupakan rencana capaian kinerja tahunan ini disusun dengan memperhatikan program dan kegiatan dalam Renstra Dinas Peternakan serta Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan serta mengacu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagaimana Nota Kesepakatan antara Kepala Daerah Kabupaten Blitar dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Blitar tentang Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016 serta Prioritas dan Plafon Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2016.

2. Bahwa untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Rencana Strategis Dinas Peternakan serta Renstra Dinas Kelautan dan Perikanan 2016 – 2021 maka ditetapkan Program dan kegiatan tahunan serta kebijakan / strategi untuk mengerahkan segala potensi dan mengurangi keterbatasan / kendala yang ada dalam mencapai visi dan misi.

3. Bahwa Program dan kegiatan yang rencana dilaksanakan pada tahun 2016 dititikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat (peternak dan petani ikan) dalam upaya peningkatan efektifitas penanggulangan kemiskinan serta peningkatan produk-produk ternak dan ikan unggulan daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat serta bahan baku industri melalui revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan serta upaya pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Demikian Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA SKPD) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2017 yang disusun dengan harapan dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2017 untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebagaimana visi dan misi Dinas Peternakan dan Perikanan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan DSM IV-TR, tingkah laku yang ditampilkan H tersebut, H digolongkan pada Disruptive Behavior Disorder Not Otherwise Specified (NOS). Ayah dan ibu

Dari hasil uji t dapat diketahui bahwa hasil dari uji t untuk variabel motivasi kerja yaitu 5,974 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,002 dan nilai signifikansi (p-value)

Hasil evaluasi ketahanan enam genotipe cabai terhadap infeksi Begomovirus menunjukkan bahwa genotipe IPBC12 dapat dikelompokkan menjadi genotipe tahan dengan keparahan

Baik model pembelajaran Discovery Learning berbasis Assessment for Learning (AfL) maupun model pembelajaran Discovery Learning, siswa dengan optimisme tinggi memiliki

1) Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya. Rasional : Ibu klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan memberitahu ibu hasil

Namun, prinsip hukum modem yang terkait dengan kedaulatan, imunitas negara, kewajiban negara untuk melindungi warganegaranya, dan menjaga keutuhan wilayah, dan seluruh

Banyaknya shift jaga dan libur (dalam hari) untuk setiap penjaga gerbang tol dengan metode nonpreemptive goal programming dapat dilihat pada Tabel 7.. Karena keterbatasan

(2) Berdasarkan program EQAS BIORAD (diikuti oleh 12.378 lab), Prodia telah terbukti sebagai yang terbaik untuk kimia klinik serta imunologi, dengan 48 Prodia lab klinik