BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan skor-skor mentah yang

11 

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Penelitian

Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan skor-skor mentah yang perlu diolah dan dianalisis terlebih dahulu agar data yang diperoleh bermakna dan mempunyai arti. Pengolahan dan analisis data dilakukan sesuai dengan langkah-langkah statistika yang dikemukakan dalam Bab III.

Adapun pengolahan data yang pertama dilakukan adalah menghitung nilai rata-rata dan simpangan baku

1. Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Tabel 4.1

Hasil Penghitungan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Variabel Nilai rata-rata Simpangan Baku

Self-talk 106,27 3,372

Kepercayaan Diri 108,2 12,8

Prestasi atlet tae kwon do 2,53 1,60

Dari hasil perhitungan pada Tabel 4.1 di atas , diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata untuk self-talk sebesar 106,27; sedangkan simpangan bakunya 3,372; (2) Nilai rata-rata untuk Kepercayaan diri sebesar 108,2; sedangkan untuk nilai simpangan bakunya sebesar 12,8; (3) Nilai rata-rata hasil prestasi atlet sebesar 2,53;

(2)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Penelitian

Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan skor-skor mentah yang perlu diolah dan dianalisis terlebih dahulu agar data yang diperoleh bermakna dan mempunyai arti. Pengolahan dan analisis data dilakukan sesuai dengan langkah-langkah statistika yang dikemukakan dalam Bab III.

Adapun pengolahan data yang pertama dilakukan adalah menghitung nilai rata-rata dan simpangan baku

2. Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Tabel 4.1

Hasil Penghitungan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Variabel Nilai rata-rata Simpangan Baku

Self-talk 106,27 3,372

Kepercayaan Diri 108,2 12,8

Prestasi atlet tae kwon do 2,53 1,60

Dari hasil perhitungan pada Tabel 4.1 di atas , diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata untuk self-talk sebesar 106,27; sedangkan simpangan bakunya 3,372; (2) Nilai rata-rata untuk Kepercayaan diri sebesar 108,2; sedangkan untuk nilai

(3)

simpangan bakunya sebesar 12,8; (3) Nilai rata-rata hasil prestasi atlet sebesar 2,53; sedangkan simpangan bakunya 1,60.

3. Uji Normalitas

Langkah selanjutnya adalah menguji normalitas dari setiap variabel. Pengujian normalitas ini menggunakan uji normalitas lilliefors.

Tabel 4.2

Hasil Pengujian Uji Normalitas Distribusi Data pada Ketiga Variabel Penelitian

Variabel Lo L α = 0,05 Kesimpulan

Self-talk 0.5001 0.220 Normal

Kepercayaan Diri 0.1446 0,220 Normal

Prestasi atlet

tae kwon do 0,61923 0.220 Normal

Dari hasil perhitungan pada Tabel 4.2 di atas, diperoleh harga terbesar Lo pada

masing-masing butir tes/pengukuran, yaitu untuk nilai Lo hasil pengukuran self-talk

sebesar 0.5001, nilai Lo hasil pengukuran kepercayaan diri sebesar 0.1446, dan nilai

Lo hasil prestasi atlet tae kwon do sebesar 0,61923, Kemudian nilai-nilai tersebut

penulis bandingkan dengan nilai kritis L tabel pada taraf nyata α = 0,05 (15) didapat sebesar 0.220. Hipotesis diterima jika Lo lebih kecil dari L tabel. Dalam penelitian ini

didapat untuk semua variabel Lo lebih kecil dari L tabel, maka hasil uji normalitas

(4)

4. Pengujian Hipotesis Penelitian

Setelah mengetahui hasil uji normalitas, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengujian hipotesis dalam hal ini pendekatan yang digunakan adalah teknik korelasi skor berpasangan. Berikut adalah hasil dari pengolahan data yang dilakukan:

a. Penghitungan Korelasi Ganda dan Uji Signifikasi Koefisien Korelasi Tunggal

Tabel 4.3

Hasil Penghitungan Koefisien Korelasi Tunggal

Variabel Koefisien Korelasi(r)

X dan Y 0,8656

X dan Y 0,8675

Xଵ dan Xଶ 0,9223

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, diperoleh korelasi antara self-talk dengan prestasi sebesar 0,8656; Kepercayaan diri dengan prestasi sebesar 0,8675; dan korelasi antara self-talk dan kepercayaan diri sebesar 0.9223.

Setelah diperoleh besarnya hubungan antar variabel maka langkah selanjutnya adalah uji signifikansi koefisien korelasi dengan pendekatan uji-t. Uji signifikansi ini adalah untuk melihat keberartian ketiga hubungan tersebut dan perbedaannya.

(5)

b. Uji Signifikansi Korelasi

Setelah dilakukan pengujian koefisien korelasi, kemudian dilanjutkan dengan pengujian signifikasi korelasi yang bertujuan untuk mengetahui sekaligus menjawab permasalahan tentang hubungan antar variabel dalam penelitian ini

Tabel 4.4

Hasil Penghitungan Signifikansi Korelasi Tunggal

Korelasi t-hitung t-tabel Kesimpulan

r 6,23 2,16 Signifikan

r 6,51 2,16 Signifikan

Berdasarkan hasil penghitungan uji signifikansi koefisien korelasi antara variabel self-talk dan prestasi atlet Tae Kwon Do dalam kejuaraan Walikota Cup 2011 se-Kota Bandung diperoleh t-hitung sebesar 6,23 sedangkan t-tabel dengan dk n-2= 13 pada taraf nyata α= 0.05, diperoleh nilai 2.16. Jadi kesimpulannya t hitung > t tabel. Jadi hasil uji signifikansi korelasi dari self-talk dengan prestasi atlet (r୶భ୷) hasilnya signifikan.

Sedangkan hasil penghitungan uji signifikansi koefisien korelasi antara variabel kepercayaan diri dengan prestasi atlet dipeoleh t-hitung sebesar 6,51 sedangkan t-tabel dengan dk n-2= 13 pada taraf nyata α = 0.05, diperoleh nilai 2.16. Jadi kesimpulannya t hitung > t tabel. Jadi hasil uji signifikansi korelasi dari kepercayaan diri dengan prestasi (r୶మ୷) hasilnya signifikan.

(6)

c. Penghitungan Korelasi Ganda dan Uji Signifikasi Koefisien Korelasi Ganda antara self-talk dan Kepercayaan diri dengan Prestasi atlet Tae Kwon Do unit Ctc-Kartika Kota Bandung

Penghitungan Korelasi ganda dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi ganda yaitu untuk mengetahui korelasi gabungan antara variabel bebas( self-talk) dan kepercayaan diri) dengan variabel teikat (Prestasi atlwt Tae Kwon Do). Adapun tahapan penghitungannya adalah:

1. Menentukan r , r , r

r : 0.8656

r : 0.86751

r : 0.99995

2. Menentukan koefisien korelasi ganda antara variabel Xଵ dan Xଶsecara

bersama-sama dengan variabel Y

Tabel 4.5

Hasil Koefisien Korelasi Ganda Koefisen Korelasi Ganda Hasil

(7)

3. Menentukan Signifikansi koefisien korelasi ganda antara variabel Xଵdan Xଶ

secara bersama-sama dengan variabel Y Tabel 4.6

Hasil Penghitungan Signifikansi Koefisien Korelasi ganda antara self-talk dan Kepercayaan diri dengan Prestasi atlet Tae Kwon DO

Korelasi F-hitung F-tabel Kesimpulan

R 22,4 3,88 Signifikan

Dari hasil penghitungan signifikansi ganda antara self-talk dan kepercayaan diri bersama-sama dengan prestasi atlet diperoleh F-hitung 21,95.

Adapun kriteria pengujian signifikansi koefisien korelasi tersebut yaitu membandingkan F-hitung dengan F-tabel F (1-α) (dk pembilang, dk penyebut) dengan dk pembilang K = 2, dk penyebut n – K – 1 =12, dan taraf nyata α = 0,05. Maka didapat F-tabel yaitu 3,88. Apabila :

a. F-hitung ≤ F-tabel, maka Ho diterima atau H1 ditolak (korelasinya tidak

signifikan).

b. F-hitung ≥ F-tabel, maka Ho ditolak atau H1 diterima (korelasinya signifikan).

Dari penghitungan tersebut didapat F-hitung > F- tabel, maka Ho ditolak atau H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara self-talk dan kepercayaan diri bersama-sama dengan prestasi atlet Tae Kwon Do unit Ctc-Kartika Kota Bandung.

(8)

C. Diskusi Penemuan

Berdasarkan pengolahan data dan analisis data, diperoleh hasil atau temuan penelitian sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan yang signifikan antara self-talk dengan prestasi atlet Tae Kwon Do unit Ctc-Kartika Kota Bandung dalam. Dengan adanya hubungan yang signifikan tersebut secara umum dapat diambil gambaran bahwa atlet yang memiliki self-talk yang baik akan mendapatkan prestasi yang diinginkan. Self-talk menjadi salah satu metode yang harus dilatihkan kepada para atlet dalam mencapai prestasi yang tertinggi. Alasan dasarnya adalah self-talk mengajari seseorang untuk selalu waspada dan berpikiran positif terhadap diri sendiri. Pernyataan ini didukung oleh Zinseser (dikutip dari Hidayat, 2010: 35) bahwa:

Self-talk menunjukkan hubungan positif dengan peningkatan kepercayaan diri atlet baik secara langsung maupun tidak langsung, meningkatkan harga diri kearah yang lebih positif, meningkatkan konsentrasi, mengurangi kecemasan dan pada akhirnya meningkatkan penampilannya.

Self-talk dapat pula digunakan sebagai sebuah strategi untuk memotivasi atlet (Hardy,dkk,. 2001), meningkatkan kepercayaan diri (Landin & Hebert, 1999). Ketika seorang atlet sudah mulai ragu dengan penampilannya, dan mulai mengatakan hal-hal yang negatif berkaitan dengan diri dan kemampuan dirinya, maka kemampuan potensial atlet tersebut dengan sendirinya akan berkurang. Efeknya, kepercayaan diri dan motivasi akan menurun, keraguan serta kecemasan meningkat, sehingga tidak

(9)

terwujudnya prestasi puncak yang diharapkan, atau bahkan dengan kata lain atlet tersebut gagal dalam meraih prestasi sesuai dengan harapannya.

2. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dan self -talk dengan prestasi atlet Tae Kwon Do. Dapat digambarkan bahwa atlet yang memiliki kepercayaan diri yang positif akan mendapatkan prestasi yang baik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ibrahim dan Komarudin (2007: 97), yang mengemukakan bahwa “Percaya diri merupakan modal utama bagi atlet untuk mencapai prestasi maksimal”. Tingkat kepercayaan diri atlet yang tinggi dengan sebuah usaha pengontrolan diri yang baik akan menghasilkan penampilan terbaiknya di setiap event.

Percaya diri menimbulkan rasa aman, yang tampak pada sikap dan tingkah laku atlet, misalnya atlet akan lebih tenang, tidak mudah bimbang/ragu, tidak mudah gugup, tegas dan sebagainya. Percaya diri akan menggugah emosi yang positif. Ketika atlet merasa percaya diri atlet cenderung tenang dan rileks dibawah tekanan juga akan merasa bebas untuk fokus pada tugas yang dihadapi, dan ketika atlet merasa kurang percaya diri atlet cenderung merasa cemas dan tidak tahu tentang bagaimana melakukan sesuatu dengan baik. Percaya diri akan memfasilitasi konsentrasi atlet. Seseorang yang kurang percaya diri biasanya mempersiapkan dirinya lebih rendah dari kemampuan sebenarnya, maka hal ini berakibat atlet tidak dapat mencapai prestasi maksimal.

(10)

3. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-talk dan kepercayaan diri bersama-sama dengan prestasi atlet Tae Kwon DO unit Ctc-Kartika Kota Bandung. Sejalan dengan hasil penelitian ini maka diharapkan atlet mampu terus berprestasi, mempertahankan prestasi, dan dapat lebih berusaha untuk meraih hasil yang lebih baik lagi. Kesemua ini dapat diraih apabila atlet dapat menanamkan dalam diri untuk mau berkata kepada diri sendiri (self-talk) namun dalam hal ini lebih mengarah pada self-talk positive juga selalu menanamkan sikap kepercayaan diri yang baik. Hal ini dikarenakan untuk mencapai prestasi, seorang atlet tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, teknik, dan taktik saja melainkan faktor mental juga ikut mempengaruhi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Harsono (1988: 100) yang mengatakan bahwa :

Tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin. Untuk mencapai hal itu, ada empat aspek latihan yang perlu diperhatikan dan dilatih secara seksama oleh atlet, yaitu: (a) Latihan fisik, (b) Latihan teknik, (c) Latihan taktik, (d) Latihan mental.

Dalam penelitian ini ditemukan salah satu faktor mental yang mempengaruhi prestasi khususnya prestasi atlet Tae Kwon Do yang merupakan salah satu cabang olahraga beladiri perorangan yang semua keputusannya dipikirkan, dibuat, dan dihasilkan oleh sendiri ketika dalam arena pertandingan dan mempunyai karakter yang sangat keras dimana untuk mencetak poinnya membutuhkan kerja keras individu sendiri tanpa bantuan orang lain..Maka olahraga ini memerlukan tingkat

(11)

kepercayaan diri yang tinggi dalam mencetak poin. Tingkat kepercayaan diri atlet yang tinggi dengan sebuah usaha pengontrolan diri yang baik akan menghasilkan penampilan terbaiknya di setiap event.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :