• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Dari analisa yang penulis lakukan di perusahaan, baik dengan cara observasi maupun wawancara, dapat diketahui bagaimana Penerapan cara perhitungan bagi hasil Deposito Mudharabah dan Bonus Tabungan pada PT Bank Syariah Bukopin Cabang Melawai. Oleh karena itu, penulis pada bab ini akan menguraikan hasil penelitian tersebut dan berupaya membandingkannya dengan teori-teori yang mendukung, sehingga penulis dapat menarik suatu kesimpulan tertentu mengenai topik yang penulis bahas pada Skripsi ini.

B. Penerapan cara perhitungan bagi hasil Deposito Mudharabah dan Bonus Tabungan pada PT Bank Syariah Bukopin Cabang Melawai

1. Metode perhitungan bagi hasil dalam operasional Bank Syariah Bukopin

Metode perhitungan bagi hasil dalam operasional Bank Syariah Bukopin menggunakan metode revenue sharing yang dihitung dari total pendapatan.

Revenue sharing digunakan pada perhitungan bagi hasil untuk investasi mudharabah. Investasi tersebut tidak mempunyai ikatan apa-apa diantara bank dengan nasabah nya. Oleh karena itu, kemungkinan terburuk bagi nasabah adalah pembagian hasil pendapatnnya nol, namun tidak pula negatif. Artinya, dana simpanan investasi nasabah tidak akan pernah berkurang, sehingga bank perlu memberlakukan Giro Wajib Minimum (GWM) atas investasi tidak terikat itu sebesar 5%. Hal itu

(2)

dilakukan karena investasi tersebut dianggap kewajiban bank yang sewaktu-waktu harus dibayarkan pada nasabah.

Bank Syariah Bukopin Melawai menawarkan produk Deposito dengan Skim Mudharabah Mutlaqah dan sistem bagi hasilnya Revenue Sharing dengan fitur2 sbb :

1.2 Akad :

a) Akad yang digunakan adalah akad mudharabah mutlaqah

b) Mudharabah mutlaqah, dimana Bank / mudharib diberikan kuasa penuh oleh nasabah / shahibul maal

c) untuk menggunakan dana tersebut tanpa larangan / batasan dan mudharib / Bank wajib memberitahukan kepada shahibul maal / nasabah mengenai nisbah / bagi hasil keuntungan yang diperoleh dan risiko yang timbul serta ketentuan penarikan dana sesuai dengan akadnya

1.3 Manfaat :

a) Keamanan dana terjamin

b) Tidak dikenakan biaya administrasi bulanan

c) Sarana investasi berjangka sesuai syariah d) Jangka waktu fleksibel 1, 3, 6, dan 12

e) Bagi hasil yang kompetitif berdasarkan nisbah yang disepakati

f) Dapat digunakan sebagai referensi bank g) Dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan

(3)

1.4 Fasilitas :

a) Dapat diperpanjang otomatis (Automatic Roll Over)

b) Bagi hasil dapat diambil tunai, transfer atau pemindahbukuan

1.5 Persyaratan dan Ketentuan

a) Diperuntukan bagi perorangan dan badan usaha

b) Khusus badan hokum : SIUP, NPWP, Akta pendirian, Ijin usaha, dll

c) Tanda pengenal : KTP/SIM/Paspor d) Nominal minimum : Rp. 8.000.000,-

e) Pajak : 20%

f) Denda/pinalty pencairan sebelum jatuh tempo

Nominal s/d Rp. 100.000.000 : Rp. 25.000 Nominal Rp. 100.000.001 s/d Rp. 1 M : Rp. 50.000

Nominal > Rp. 1 M : Rp. 100.000

1.6 Ketentuan Bagi Hasil Deposito Bank Syariah Bukopin

a. Besarnya nisbah bagi hasil ditentukan oleh bank dan nisbah ini bersifat tetap sampai masa jatuh tempo deposito

b. Bagi hasil diberikan setiap akhir bulan dan dihitung berdasarkan saldo rata-rata yang mengendap bulan berjalan sesuai dengan nisbah yang disepakati, melalui metode distribusi pendapatan

(4)

c. Pembayaran bagi hasil akan langsung dikreditkan ke rekening penampungan bagi hasil sesuai dengan rekening yang dicantumkan pada awal pembukaan deposito d. Bagi hasil akan dikenai pajak

1.7 Perhitungan Bagi Hasil di Bank Syariah Bukopin

Perhitungan Bagi Hasil Simpanan dilakukan secara Sistem Sentralisasi pada Kantor Pusat BSB di tiap akhir bulan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh sistem tersebut adalah sebagai berikut :

h) Menghitung saldo rata-rata harian (SRRH) sumber dana seluruh kantor BSB sesuai klasifikasi yang dimiliki, misalnya mudharabah dan investasi mudharabah i) Hitung saldo rata-rata tertimbang sumber dana seluruh kantor BSB dengan cara

mengurangi SRRH sebesar GWM 5%

j) Hitung total pendapatan seluruh kantor BSB yang diterima dalam periode berjalan, misalnya selama 1 bulan Januari 2008.

k) Bandingkan antara jumlah sumber dana dengan total dana yang telah disalurkan. l) Alokasikan total pendapatan kepada masing-masing klasifikasi dana yang dimiliki

sesuai dengan data saldo tertimbang

m) Perhatikan nisbah sesuai kesepakatan yang tercantum dalam akad n) Distribusikan bagi hasil sesuai nisbah klasifikasi dana yang dimiliki.

o) Hitung ekuivalent rate atas bagi hasil sesuai nisbah klasifikasi dana yang dimiliki. p) Hitung bagi hasil setiap rekening simpanan mudharabah diseluruh kantor Bank

(5)

1.7.1 Berikut ini rumusan perhitungan saldo rata-rata harian (SRRH) dan Pendapatan yang dibagi hasilkan (Pd) pada Sistem Bank Syariah Bukopin. SRRH = TD

JH

• Dimana :

TD = Total dana dalam periode berjalan JH = Jumlah hari dalam periode berjalan

Jika SRRH > SRRP maka pendapatan yang dibagihasilkan adalah Total Pendapatan Bank , Namun. Jika SRRH < SRRP maka pendapatan yang dibagihasilkan menggunakan rumus sebagai berikut :

Pd = SRRH Tertimbang (SRRH kurang GWM) X P SRRP

Ket :

Pd = Pendapatan yang dibagihasilkan SRRH = Saldo rata2 harian Sumber Dana

SRRH Tertimbang = Saldo rata2 harian Sumber Dana dikurangi GWM 5% SRRP = Saldo rata2 Pembiayaan

P = Total Pendapatan

Contoh : berdasarkan data BSB bulan Januari 2008 sbb : SRRH = 438,002,497,352.56

SRRH Tertimbang = 421,811,969,258.97 SRRP = 498,131,737,557.93

Total Pendapatan (P) = 6,006,741,035.65

(6)

421,811,969,258.97 X 6,006,741,035.65 = 5,086,436,125.00 498,131,737,557.93

(7)

Tabel 1.7 Rumusan Perhitungan Bagi Hasil

BANK SYARIAH CABANG MELAWAI

BAGI HASIL BULAN : 01 THN : 200X

KLASIFIKASI

SALDO

RATA2 SALDO DIST. NISBAH BAGI EQUIVALENT RATE

TERTIMBANG PENDAPATAN HASIL

A B C D E F C X D E/AX365/JML HARIX100 DEP 01 BLN NSB 52.00 (201) A1 B1 C1 D1 E1 F1 DEP 01 BLN NSB 53.00 (201) A2 B2 C2 D2 E2 F2 DEP 03 BLN NSB 53.00 (201) A3 B3 C3 D3 E3 F3 DEP 06 BLN NSB 53.00 (201) A4 B4 C4 D4 E4 F4 DEP 01 BLN NSB 54.00 (201) A5 B5 C5 D5 E5 F5 DEP 06 BLN NSB 54.00 (201) A6 B6 C6 D6 E6 F6 DEP 12 BLN NSB 54.00 (201) A7 B7 C7 D7 E7 F7 DEP 01 BLN NSB 55.00 (201) A8 B8 C8 D8 E8 F8 DEP 03 BLN NSB 55.00 (201) A9 B9 C9 D9 E9 F9 DEP 06 BLN NSB 55.00 (201) A10 B10 C10 D10 E10 F10 DEP 12 BLN NSB 55.00 (201) A11 B11 C11 D11 E11 F11 GIRO PERORANGAN A12 B12 C12 D12 E12 F12 GIRO KOPERASI A13 B13 C13 D13 E13 F13 GIRO BADAN USAHA A14 B14 C14 D14 E14 F14 GIRO PEMERINTAH PUSAT A15 B15 C15 D15 E15 F15 GIRO PEMERINTAH LAINNYA A16 B16 C16 D16 E16 F16 TABUNGAN SIAGA WADIAH A17 B17 C17 D17 E17 F17 TABUNGAN SIAGA HAJI A18 B18 C18 D18 E18 F18 GIRO BANK LAIN A19 B19 C19 D19 E19 F19 SURAT BERHARGA BANK A20 B20 C20 D20 E20 F20 SURAT BERHARGA NON BANK A21 B21 C21 D21 E21 F21 --- --- --- --- --- ---

TOTAL A22 B22 C22 D22 E22 F22

--- --- --- --- --- ---

(8)

Berikut data saldo rata2 harian, saldo rata2 tertimbang, rata2 pembiayaan, total pendapatan dan pendapatan yang dibagi hasilkan Bank Syariah Bukopin Periode 2008 – 2009 :

2008 JANUARY FEBRUARY MARCH MAY JUNE JULY

SRRH 438,002,497,352.56 268,775,729,364.95 398,299,231,583.47 386,491,893,491.07 400,557,676,458.35 419,089,343,325.51 SRRH TTM 421,811,969,258.97 258,621,511,862.12 383,405,076,455.74 372,602,379,461.51 386,384,667,635.25 404,378,948,739.67 SRRP 498,131,737,557.93 397,097,998,761.67 421,003,943,391.88 470,740,593,081.08 487,802,016,938.21 582,684,883,851.96 PDPT 6,006,741,035.65 4,861,917,691.48 4,940,544,591.83 5,845,966,794.34 6,301,482,021.14 7,343,493,013.69 PDPT DIBAGI 5,086,436,125.00 3,166,463,965.66 4,499,316,233.71 4,627,221,807.16 4,991,361,150.22 5,096,329,194.81

2008 AUGUST SEPTEMBER OCTOBER NOVEMBER DECEMBER

SRRH 395,018,502,426.36 394,266,060,718.43 431,450,917,283.75 510,727,313,744.53 596,429,137,303.95 SRRH TTM 380,483,827,304.77 378,997,716,015.53 414,030,145,612.70 491,784,156,390.33 570,371,672,373.76 SRRP 607,320,993,620.34 642,207,818,382.89 687,482,646,875.55 699,043,844,092.47 706,251,281,648.93 PDPT 7,499,650,233.07 8,212,769,523.49 7,961,093,100.00 9,081,992,691.68 8,885,489,881.73 PDPT DIBAGI 4,698,496,600.80 4,846,750,230.16 4,794,495,975.75 6,389,270,361.17 7,175,961,099.66

2009 JANUARY FEBRUARY MARCH APRIL MAY JUNE

SRRH 737,129,666,219.84 749,777,968,433.85 710,870,946,297.04 641,163,681,507.75 820,553,252,588.16 813,468,531,543.47 SRRH TTM 706,459,271,618.15 719,635,141,440.41 679,704,479,626.90 617,467,830,765.44 788,568,395,119.65 780,376,226,632.65 SRRP 727,336,245,873.61 728,733,386,802.33 758,390,123,045.11 821,237,244,555.29 838,847,599,721.88 867,772,822,514.17 PDPT 8,742,760,311.02 9,630,022,768.87 9,070,859,270.25 9,090,258,437.27 10,458,657,400.62 10,784,323,606.51 PDPT DIBAGI 8,491,813,953.02 9,509,791,815.29 8,129,725,708.04 8,558,139,543.55 9,831,781,940.18 9,698,194,670.86

JULY AUGUST SEPTEMBER OCTOBER NOVEMBER DECEMBER 1,262,716,426,779.19 1,320,757,235,340.97 1,404,209,543,646.96 1,456,228,208,313.89 1,284,577,896,207.72 1,366,329,456,358.19

1,214,250,584,633.42 1,269,974,165,992.87 1,347,715,866,464.24 1,396,738,728,704.10 1,223,761,167,525.64 1,304,987,680,475.19 1,437,731,888,077.75 1,493,180,614,827.31 1,479,313,809,895.04 1,525,245,359,168.71 1,303,492,705,084.54 1,578,800,141,497.75 2,087,421,305.99 13,963,158,191.82 13,486,516,121.35 14,467,891,459.64 15,674,439,101.94 15,433,787,160.23 1,762,952,162.49 11,875,890,969.38 12,286,772,176.72 13,248,926,936.83 14,715,671,074.24 12,757,094,186.77

(Data : Bank Syariah Bukopin Melawai 2008-2009)

1.7.2 Waktu Pelaksanaan Distribusi Bagi Hasil

Pembayaran bagi hasil pada produk deposito Mudharabah di Bank Syariah Bukopin menggunakan dua metode, yaitu :

(9)

Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan, yaitu pada tanggal tutup buku setiap bulan

4. Aniversary Date

Pembayaran bagi hasil deposito dilakukan secara bulanan, yaitu pada tanggal yang sama dengan tanggal pembukaan deposito.

Sebagian Besar BSB menggunakan metode yang pertama yaitu End of Month ,Bank syariah Bukopin cab Melawai menggunakan 2 metode tersebut dikarenakan adanya beberapa nasabah meminta pembagian hasil dilakukan setiap ulang tanggal atau pada saat setiap tanggal pembukaannya dengan acuan tingkat bagi hasil yang dibayarkan adalah tingkat bagi hasil tutup buku bulan terakhir.

Berikut ilustrasi perhitungan pemberian bagi hasil setiap ulang tanggal :

1. Nasabah membuka deposito 1 bulan ARO (automatic roll over) pada tanggal 20 Agustus 2010 dan menginginkan bagi hasilnya diberikan setiap tanggal 20 pada bulan berikutnya.

2. Pada tanggal 31 agustus Sistem Profit Distribusi dijalankan dan perhitungannya dibagi hasilkan setara ekuivalen rate adalah sebesar 5,5% dengan secara proporsional sebanyak 10 hari.

3. Pada tanggal 20 September dibayarkan kembali bagi hasil deposito sebanyak 20 hari dengan menggunakan ekuivalen rate akhir bulan lalu(agustus) yaitu 5,5%.

2. Metode perhitungan Bonus Simpanan dalam operasional bank syariah

Salah satu produk yang dikeluarkan oleh Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai dalam menghimpun dana masyarakat adalah berupa tabungan wadiah. Sesuai dengan

(10)

karakteristik wadiah, maka jenis tabungan ini tidak memberikan bagi hasil karena sifat wadiah yang merupakan titipan. Wadiah yang dipergunakan dalam produk ini adalah wadiah yad-dhamanah, dimana pihak bank dapat memanfaatkan dana yang dititipkan oleh nasabah untuk kegiatan bank. Karena sifatnya yang berupa titipan sehingga bank tidak menjanjikan bonus kepada pemilik dana diawal perjanjian. Sehingga pendapatan yang berasal dari pemanfaat dana wadiah ini bukan merupakan unsur pendapatan yang harus dibagikan kepada pemilik dana. Tetapi Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai memiliki kebijakan, bahwa karena produk ini tidak menjanjikan bonus, maka Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai membebaskan nasabah dari biaya administrasi tabungan, sehingga pemilik dana tidak terlalu khawatir dibebankan atas biaya administrasi setiap bulannya.

Tetapi sebagai pihak yang menggunakan dana masyarakat, pihak Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai tentu merasa bertanggung jawab atas pemanfaat dana wadiah tersebut, sehingga Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai mempertimbangkan untuk memberikan bonus kepada pemilik dana wadiah walaupun sebelumnya tidak diperjanjikan. Pembagian bonus ini mempertimbangkan beberapa hal, seperti bahwa pendapatan yang diperoleh bank telah cukup signifikan untuk dapat memberikan bonus kepada nasabah.

Besarnya bonus yang diberikan oleh Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai ditentukan oleh kebijakan Manajemen Bank Syariah yang telah melakukan perhitungan besarnya bonus yang diberikan kepada nasabah sehingga Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai hanya melakukan pembagian bonus yang telah ditentukan oleh Manajemen.

(11)

2.1 Produk Tabungan Wadiah Bank Syariah Bukopin

Tabungan Siaga IB adalah Simpanan dalam mata uang rupiah yang penyetoran dan

penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu.

a. Manfaat

1. Keamanan dana terjamin Dapat dijadikan jaminan pembiayaan

2. Bank dapat memberikan bonus namun tidak diperjanjikan di awal

b. Fasilitas

1. Fasilitas ATM 24 jam (ATM Bersama/ALTO/BCA/PLUS DAN VISA)

2. Elekronic Banking (SMS Banking, Internet Banking, dan Phone Banking)

3. Sarana untuk melakukan pembayaran tagihan pembayaran Listrik, PAM, Telepon, Seluler, Pendidikan, PBB dan Kartu Kredit serta pembelian isi ulang pulsa telepon seluler

4. Sarana penyaluran zakat, Infaq, dan Shadaqah

5. Real time on line di seluruh outlet Bank Bukopin dan Bank Syariah Bukopin

Nasabah secara otomatis terlindungi oleh asuransi bebas premi khusus untuk saldo rata-rata akhir bulan minimal Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah), dengan

pertanggungan sebagai berikut :

Jenis Pertanggungan Besar Pertanggungan

(12)

kecelakaan

Santunan meninggal dunia karena wajar

Rp. 5.000.000,-

Cacat tetap total Maks. Rp. 10.000.000,- Biaya pengobatan karena

kecelakaan

10% dari biaya pengobatan maks Rp. 1.000.000,-

c. Akad

1. Akad yang digunakan adalah akad wadiah yad dhamanah

2. Wadiah yad dhamanah adalah yang berarti mustawda (bank) dapat

memanfaatkan dana dan menyalurkan dana yang disimpan serta menjamin bahwa dana tersebut dapat ditarik setiap saat oleh muwwadi (nasabah)

d. Persyaratan dan Ketentuan

1) Diperuntukan bagi perorangan 2) Mengisi formulir kartu ATM 3) Tanda pengenal : KTP/SIM/Paspor 4) Setoran awal : Rp. 50.000,-

5) Setoran berikutnya : min Rp. 10.000,- 6) Saldo minimum : Rp. 35.000,-

7) Penarikan melalui teller : Maks Rp. 100 juta/hari (konfirmasi) 8) Penarikan melalui ATM : Maks Rp. 10 juta/hari

(13)

1. Bebas biaya administrasi bulanan 2. Bebas biaya administrasi ATM

3. Bebas biaya penarikan tunai di ATM yang tergabung dalam jaringan ATM Bukopin, ALTO, BCA/Prima dan ATM Bersama

4. Bebas biaya penarikan tunai di teller

5. Biaya dibawah saldo minimum > 1 tahun : Rp. 10.000,-/bulan 6. Biaya penutupan Rekening : Rp. 15.000,-

2.2 Metode Perhitungan Bonus Tabungan

Bank Syariah Bukopin dalam melakukan pemberian Bonus tabungan wadiah

menggunakan metode Bonus wadiah atas dasar saldo rata-rata harian Yaitu tarif bonus wadiah dikalikan dengan saldo rata-rata harian bulan yang bersangkutan

2009

JANUARY FEBRUARY MARCH APRIL MAY JUNE

BONUS 67,067,970.59 83,957,206.86 66,079,805.37 66,532,879.06 70,373,894.85 70,740,981.76

BULANAN 2008

JANUARY FEBRUARY MARCH APRIL MAY JUNE

BONUS 47,054,098.50 47,318,643.37 39,665,773.38 44,375,504.95 37,423,962.74 47,219,541.53

BULANAN

JULY AUGUST SEPTEMBER OCTOBER NOVEMBER DECEMBER

BONUS 45,722,726.25 53,223,392.76 54,421,881.97 46,699,873.73 54,228,916.51 53,119,913.64

JULY AUGUST SEPTEMBER OCTOBER NOVEMBER DECEMBER

BONUS 16,663.47 64,074,241.77 65,189,677.69 66,447,322.28 68,722,229.09 66,749,021.20

(14)

TANGGAL TABUNGAN WADIAH JUMLAH CAB A CAB B CAB C CAB D CAB E A+B+C+D+E

1-Jan-08 A1 B1 C1 D1 E1 F1 2-Jan-08 A2 B2 C2 D2 E2 F2 3-Jan-08 A3 B3 C3 D3 E3 F3 4-Jan-08 A4 B4 C4 D4 E4 F4 5-Jan-08 A5 B5 C5 D5 E5 F5 6-Jan-08 A6 B6 C6 D6 E6 F6 7-Jan-08 A7 B7 C7 D7 E7 F7 8-Jan-08 A8 B8 C8 D8 E8 F8 9-Jan-08 A9 B9 C9 D9 E9 F9

10-Jan-08 A10 B10 C10 D10 E10 F10

11-Jan-08 A11 B11 C11 D11 E11 F11

12-Jan-08 A12 B12 C12 D12 E12 F12

13-Jan-08 A13 B13 C13 D13 E13 F13

14-Jan-08 A14 B14 C14 D14 E14 F14

15-Jan-08 A15 B15 C15 D15 E15 F15

16-Jan-08 A16 B16 C16 D16 E16 F16

17-Jan-08 A17 B17 C17 D17 E17 F17

18-Jan-08 A18 B18 C18 D18 E18 F18

19-Jan-08 A19 B19 C19 D19 E19 F19

20-Jan-08 A20 B20 C20 D20 E20 F20

21-Jan-08 A21 B21 C21 D21 E21 F21

22-Jan-08 A22 B22 C22 D22 E22 F22

23-Jan-08 A23 B23 C23 D23 E23 F23

24-Jan-08 A24 B24 C24 D24 E24 F24

25-Jan-08 A25 B25 C25 D25 E25 F25

26-Jan-08 A26 B26 C26 D26 E26 F26

27-Jan-08 A27 B27 C27 D27 E27 F27

28-Jan-08 A28 B28 C28 D28 E28 F28

29-Jan-08 A29 B29 C29 D29 E29 F29

30-Jan-08 A30 B30 C30 D30 E30 F30

31-Jan-08 A31 B31 C31 D31 E31 F31

TOTAL A32 B32 C32 D32 E32 F32

RATA-RATA A33=A32 / JML HARI B33=B32 / JML HARI C33=C32 / JML HARI D33=D32 / JML HARI E33=E32 / JML HARI F33=F32 / JML HARI

(15)

B. Analisis Mekanisme Perhitungan Bagi Hasil Dan Bonus Simpanan di Bank Syariah Bukopin

1. Kesesuaian Distribusi Bagi Hasil dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional

a. Berdasarkan FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 14/DSN-MUI/IX/2000:

Sistem Distribusi Bagi Hasil yang digunakan Bank Syariah Bukopin masih terdapat perbedaan atas mekanisme pendistribusian yang dilakukan ditinjau atas waktu pelaksanaan pada metode Aniversary Date /setiap ulang tanggal karna Pendapatan yang dibagi hasilkan bukan atas dasar Cash Basis secara perhitungan pendapatan 1 bulan berjalan sesuai ketentuan Fatwa DSN yaitu dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), dalam pencatatan sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis; akan tetapi, dalam distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar terjadi (Cash Basis).

b. Berdasarkan FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO:

15/DSN-MUI/IX/2000:

Metode Revenue Sharing yang digunakan Bank Syariah Bukopin telah sesuai dengan Prinsip Distribusi Bagi Hasil ketentuan Fatwa DSN yaitu dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (NetRevenue Sharing).

(16)

c. Berdasarkan ketentuan umum Deposito berdasarkan Mudharabah FATWA

DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 03/DSN-MUI/IV/2000:

1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan BSB bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, BSB dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.

3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang. 4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam

akad pembukaan rekening.

5. BSB sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.

6. BSB tidak diperkenankan untuk mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

2. Kesesuaian Distribusi Bagi Hasil dengan PSAK 105 AKUNTANSI MUDHARABAH APRIL 2009:

a) Bank Syariah Bukopin mengakui pendapatan atas pengelolaan dana dengan melakukan pencatatan akuntansinya secara Bruto sebelum dikurangi bagian hak pemilik dana sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 105 paragraf 27 menyatakan bahwa Pengelola dana mengakui pendapatan atas penyaluran dana syirkah temporer secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik dana.

(17)

b) Pembagian hasil usaha mudharabah BSB dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil dengan dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset), sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 105 paragraf 11 menyatakan bahwa pembagian hasil usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba dan jika berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset). Sedangkan jika berdasarkan prinsip bagi laba, dasar pembagian adalah laba neto (net profit) yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana mudharabah.

3. Kesesuaian Bonus Simpanan dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional

Ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Wadi’ah sesuai FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 02/DSN-MUI/IV/2000 :

a) Bersifat simpanan.

b) Simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasar-kan kesepakatan. c) Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya)

yang bersifat sukarela dari pihak bank.-

Berdasarkan Fatwa tersebut jelas bahwa Bonus Simpanan yang diberikan oleh Bank Syariah Bukopin kepada nasabah sesuai kebijakan Manajemen dan sifatnya sukarela tidak diperjanjikan didepan seperti fitur-fitur produk tabungan wadiah Bank Syariah Bukopin yang sudah dijelaskan sebelumnya.

(18)

Hasil penelitian ini melengkapi penelitian sebelumnya dari Skripsi Sdr Mahli Sekolah

Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Yogyakarta thn 2006 yang berjudul Analisis Distribusi Bagi Hasil Kepada Nasabah Dana Pihak Ketiga Di Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Yogyakarta, Dimana hasil penelitian tsb menguraikan konsep-konsep distribusi bagi hasil dana pihak ketiga dengan menganalisa dilihat dari sisi Funding – Financing, ketentuan nisbah dan metode yang dilakukan oleh Bank Muamalat, sedangkan dalam penelitian saya mengevaluasi perhitungan bagi hasil dan bonus simpanan dilihat dari aturan-aturan syariah yang ada seperti Fatwa Dewan Syariah Nasional dan PSAK Syariah .

Referensi

Dokumen terkait

Apabila diasumsikan bahwa total pendapatan sama dengan total belanja dan diasumsikan pula bahwa proporsi belanja bidang Cipta karya terhadap APBD sama dengan

Adapun yang mendukung penelitian ini dapat dipengaruhi oleh penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh display produk terhadap minat beli konsumen sebelumnya telah

mas apa yg mendasari pemilihan suatu metode pengujian karna data saya berubah2 statusnya dgn metode pengujian yg berbeda, bahkan dengan yg sama, namun dalam membaca hasilnya

praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur. d) Menguji apakah dividen payout ratio berpengaruh positif terhadap. praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur.

Menurut Kusmono (2001:346), strategi penetapan harga adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan dalam menetapkan harga atas produk yang dipasarkan untuk menghasilkan

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi yang telah memperoleh perpanjangan IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (6), dalam waktu 3 (tiga) tahun

2) Besar harga pokok minimal yang harus diterima oleh perajin agroindustri tahu putih di Desa Cisadap Kecamatan.. Ciamis Kabupaten Ciamis per satu kali proses produksi agar

Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa variabel yang signifikan untuk model poisson dalam analisis mengenai balita