• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL SILASE DAUN ME (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL SILASE DAUN ME (1)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN EKSTRAK ETANOL SILASE DAUN MENGGKUDU (

Mo rind a cit rifo lia

)

SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF ANTI BAKTERI

Aero m o nas hyd ro p p hyla

PADA IKAN

SIDAT (

Anguilla bico lo r

)

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui do sis pemberian ekstrak silase daun mengkudu (Morinda citrifolia) yang dapat menghambat dan mematikan bakteri Aeromonas hydrophyla sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif antibakteri pada ikan sidat (Anguilla bicolor). Materi yang digunakan adalah ekstrak etanol silase daun mengkudu, pembuatan medium biakan bakteri, bakteri Aeromonas hydrophyla.Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Prosedurnya meliputi ekstrak silase daun mengkudu dengan do sis 0%, 5%, 10%, 20%, 40%, dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian ekstrak silase daun mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap diameter zona hambat (P< 0,05). Penggunaan dosis ekstrak silase daun mengkudu yang berbeda memberikan tingkat pengaruh yang berbeda pula terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophyla. Pada do sis 0% tidak menunjukkan diameter zo na hambat. Pada do sis 5%, menunjukkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 0,3567± 0,3118 mm. Dosis 10% menunjukkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 0,6100± 0,4838 mm. Sedangkan do sis 20% menunjukkan rata-rata diameter zo na hambat sebesar 0,5833± 0,2953 mm. Dosis 40% menunjukkan rata-rata diameter sebesar 1,0167± 0,1750 mm. Dosis 80% menunjukkan rata-rata diameter sebesar 1,0767± 0,1762 mm. Di antara 6 perlakuan, do sis 80% ekstrak silase daun mengkudu merupakan dosis terbaik sebagai antibakteri Aeromonas hydrophyla untuk ikan sidat (Anguilla bicolor).

KATA KUNCI: ekstrak silase , daun me ngkudu, Aero mo nas hydro phyla, ikan sidat

PENDAHULUAN

(2)

Ekst rak silase daun mengkud u (Morinda citrifolia) diharapkan dapat m enjadi salah sat u altern atif antimikro b a bakt eri Aerom onas hydrophyla. Para ilmuwan semula mendu ga pad a tanam an mengkudu ada sejumlah zat yang berbe da-beda dalam b uaheyan g bekerja secara bersam a-sama menghasilkan efek yan g b aik bagi tu bu h. Sete lah ditelusuri ternyat a baik akar, kulit , bu ah se rt a bu nganya ju ga m e m iliki kh a sia t se b ag a i o b a t (Tjit r o su p o m o , 1 9 8 1 ). Dau n m e n g k u d u m e n g an d u n g se n yaw a antibakteri (antakuino n, acubin, asperu lo sida), di mana zat ini ini memiliki keku atan dalam melawan bakteri infeksi seperti Pseudom onas aeruginosa, Staphylococcus aereus, dan lain-lain.

Aerom onas hydrophila merupakan bakteri heterotrophic unicellular, tergo long pro tista pro kariot yang dicirikan d engan adanya m embran yang me misahkan inti d engan sito plasma. Bakteri in i berukuran 1,0-1,5 µ m d an bergerak me nggunakan sebuah po lar flagel (Kabata, 1985). Menuru t Prayitno (200 7), bakteri A. hydrophila menyerang hampir semua jenis ikan air tawar dan merupakan o rganisme o portunis karen a p e n yakit yan g d ise b abkan n ya me wab ah pad a ikan-ikan yan g m e n galam i st re s at au p ad a peme liharaan dengan padat tebar t inggi. Serangan bakteri ini b ersifat laten (berkep anjangan ), sehingga tidak mempe rlihatkan gejala penyakit meskipun t elah dijumpai pada badan ikan . Seran gan bakteri ini baru te rlihat apabila ketahan an tubu h ikan menurun akibat stres yang disebabkan menuru nnya

Pene litian ini term asuk pe nelitian eksperimen. Desain p enelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Le n gkap (RAL) karen a se m ua ko n d isi se lam a e kspe rim en yan g b erlan gsun g d i labo rat o riu m berada di b awah ko ntro l adalah h o mo gen. Dalam p enelitian ini menggun akan en am perlakuan yaitu do sis ekstrak silase daun m engkudu 0%, 5%, 10%, 2 0%, 40%, dan 80 %. Tiap perlaku an diulang sebanyak 3 kali.

Pene litian ini dibat asi pada pengujian bakte ri Aero m onas hydropphyla yaitu salah satu jenis bakteri yang m enyeran g ikan yan g h idup di air tawar. Mu dah unt uk m emb uat biakan murni bakt eri serta jaminan keselamatan peneliti terjaga selama kegiatan pe nelitian berlangsung. Daun me ngkudu yang d igu nakan adalah dau n m e ngkud u se dan g samp ai d en gan t ua yan g d ife rme n tasi d en gan b akt eri Lacto bacillus plantarum selama 21 h ari, dijadikan tepung kemudian diekstraksi d engan e tano l 9 9%).

Mate ri

 Neraca; pisau; blender; saringan; pengaduk; kertas label; gelas ukur 500 mL; labu erlenmeyer 250 m L; b un sen ; cawan p et ri; gun tin g; aut o klaf; magne tik stire r; p e lu bang ke rt as; jarum in o kulasi berko lo ng; inkubat o r; pin set.

 Ekstrak SDM; aquadest; biakan murni Aeromonas hydrophyla; kertas hisap; cotton buds; spiritus; vaselin; kertas sampul; benang wo l; alum inium foil; kapas.

4 . Hasil ekstraksi diangin-anginkan supaya efek dari etano l hilang.

Pe m b uatan Me dium Biakan Bakte ri

(3)

1 . Men im bang 8 g o p slaem kem u dian d it amb ah kan 2 00 m L aquadest ke d alam lab u erle n me ye r (250 mL), warna kuning, lalu dipanaskan di atas magnetik stirer sampai warna jernih.

2 . Me nsterilisasi larut an TSA, petridish (yang te lah d ib ungku s), d an aquadest ke dalam auto clave 121°C selama 15 menit.

3 . Larutan TSA dan peralatan yang telah disterilisasi dikeluarkan dari autoclave.

4 . Larutan TSA dituang ke dalam petridish, kemudian didiamkan sampai memadat.

5 . Mengencerkan ESDM (0%; 5% ; 10%; 20%; 40%, 80%) dengan 1 mL aquadest steril.

6 . Mem asukkan 0,1 µ L x 108 bakteri Aerom onas hydrophyla ke dalam cawan pe trid ish, kemud ian

diratakan didiamkan selama 15 menit.

Pengujian Ekstrak Silase Daun Mengkudu Seb agai An ti Bakte ri Aero m onas hydrophyla

1 . Memasukkan kertas hisap whatm an ke dalam ESDM yang telah diencerkan dengan 5 mL aquadest se lama 15 me nit , kem udian ditanam kan ke d alam cawan petridish yan g telah ditanam b akte ri Aerom onas hydrophyla. Masing-masing cawan petridish ditanam 3 kertas whatm an (sebagai ulangan).

2 . Menginkubasi cawan tersebut dalam inkubato r bersuhu 37°C selama1 x 24 jam.

3 . Men gukur zo na hambat yan g terdapat di sekeliling kertas hisap whatm an yang te lah diren dam de ngan ESDM.

Analis is Data

Dat a hasil pen elitian dianalisis den gan analisis statistik ANOVA unt uk Ran cangan Acak Lengkap (RAL) karen a penelitian in i bertu juan un tuk mengetahui pengaru h ekstrak SDM sebagai antibakteri Aero m onas hydrophyla yang menyerang ikan air t awar. Selanjutnya Uji Lanjut BNT (Beda Nyata Terke cil), d ilaku kan ap ab ila h asil p e n e lit ian m e n u n ju kkan h asil yan g sign ifikan . Uji BNT b e rt u ju an u n t u k mengetahui apakah keenam p erlakuan do sis memberikan pe ngaruh yang berbeda nyata.

HASIL DAN BAHASAN

Hasil p en elit ian m en un ju kkan bahwa ekst rak SDM m am pu m e nghamb at p ertu m bu han bakt eri Aero m onas hydrophyla. Hal ini d itunjukkan dengan adan ya zo na hambat pada biakan med ium lem peng A. hydrophylla. Rata-rata diamete r zo na hambat d apat dilihat p ada Tabe l 1.

Tabel 1. Rata-rata diameter zo na hambat

1 2 3

0 0 0 0 0

5 0,24 0,71 0,12 0,3567

10 0,06 0,80 0,97 0,6100

20 0,87 0,28 0,60 0,5833

40 1,02 0,84 1,19 1,0167

80 0,89 1,24 1,10 1,0767

Rataan Pe rlakuan do sis

(%) Rataan

Diam e te r Sum of squares Df Mean square F Sig .

Between groups 2 .4 6 0 5 0 ,4 9 2 6 .1 4 8 0 ,0 0 5 W ithin groups 0 ,9 6 0 1 2 0 ,0 8 0

To t al 3 .4 2 1 1 7

(4)

Dari Tabel 1 , 2, 3, dan 4, nampak bahwa p emberian ekstrak SDM me mberikan pengaruh terh adap diam eter zo na hamb at pertumbuhan bakte ri Aero m onas hydrophyla (P< 0 ,01). Tabel 1 menunju kkan d o sis 8 0% m e nghasilkan rata-rat a d iame te r zo na hamb at p ert um bu han bakte ri yan g p alin g be sar 1,076 7 m m. Pada do sis 0% sam a sekali tid ak memp erlihatkan zo na ham bat pe rtu mbu han bakteri. Artinya bakteri tidak tumb uh pada medium lempen g terse but. Pada do sis 5% men unjukkan rata-rata diam eter zo na hamb at sebe sar 0,3 567 mm. Sedangkan pad a do sis 10% me nunjukkan rata-rata d iam-ete r zo na hambat sebe sar 0,610 0 mm ; do sis 2 0% me nunjukkan rat a-rat a diamiam-ete r se besar 0,5 833 mm; do sis 40 % menun jukkan rata-rat a diame ter zo na hambat sebesar 1,0167 mm.

Adan ya zo na hambat pertum buhan b akteri dikarenakan adanya kan dungan senyawa kimia yang t e rd ap a t d alam e k st rak sila se d a u n m e n g ku d u se p e rt i m o r in d in , m o r in d an ig rin , an t ra ku in o n , chlo ro rub in, m o n o me til et e r, asp e ru lo sida, resin , gliko sid a, zat kapu r, p ro t ein, zat be si, karo t en , asam glutam at, asam asko rbat, tiro ksin, thiamin, asam ursalat , proxe ro nin, sco lo pe tin, asam benzo at, e uge no l, ne xan al, asam o le at , d an asam p alm it at. Salah satu zat aktif yan g p alin g u tama ad alah bahan aktif yang dap at mengh ambat p ertumbuh an bakte ri Aero m onas hydrophyla. Menu rut Jawe tz et al. (2 001), p ertumbuh an bakt eri yan g terham bat atau kemat ian bakt eri akibat suatu zat anti bakteri

Table 4. Hasil penelitian uji cakram ekstrak silase daun mengkudu (Morinda citrifolia)

(5)

Di antara b erbagai kerusakan yang dapat terjadi pada se l bakte ri tersebut, yang mungkin terjadi alkalo id yang dapat mempengaruhi dinding sel. Aerom onas hydrophyla merupakan bakteri gram negatif. Din d in g se l b akt e ri gram p o sit if t e rd iri at as p e p t id o glikan yan g san gat t e b al yan g m e m b erikan kekakuan un tuk memp ertahan kan keu tuhan sel. Pro ses perakitan d inding sel bakteri diawali de ngan pemb entukan rantai peptida yang akan memb entuk jembatan silang peptida yang me nggabun gkan ran tai glikan dari pe pt id o glikan p ad a ran tai yan g lain se hingga m e nyeb ab kan d in ding se l te rakit se mpurna. Jika ada keru sakan p ada dindin g sel atau ada hambatan dalam p emb entu kan nya dap at terjadi lisis pada sel bakteri se hingga b akteri segera kehilangan kemampuan m embentuk ko lo ni dan diikuti den gan kem atian sel bakt eri. Pada Aero m onas hydrophyla pem berian o bat/anti mikro ba d apat menghambat perakit an dind ing sel dan me ngakibatkan pe nggabun gan ran tai glikan tidak terhu bung silang ke dalam p e pt ido glikan d in d in g se l m e nu ju suat u stru kt u r yang le m ah d an m en yeb ab kan kematian bakteri (Mo rin & Go rman, 1995). Setiap senyawa yang men ghalangi tahap apapun d alam sint esis pe ptido glikan akan menyebabkan dindin g sel bakteri d iperlem ah dan sel men jadi lisis (Jawetz et al., 2 0 0 1 ). Lisisn ya se l b akt e ri t e rse b u t dikaren akan t id ak b e rfu n gsin ya lagi d in d in g se l yan g memp ertahan kan ben tuk dan melind ungi bakteri yang memiliki te kanan o smo tik dalam yang tin ggi. Aero m onas hydrophyla meru pakan bakteri gram po sitif yan g memiliki tekanan o sm o tik dalam 3-5 kali lebih besar dari b akteri gram ne gatif, sehingga lebih mudah mengalami lisis (Jawe tz dalam Katzung,

Ada pengaru h pembe rian ekstrak SDM terhadap pertumbuhan bakte ri Aero m onas hydrophyla, yang artinya ekstrak SDM dapat digunakan sebagai salah satu alternat if anti mikro b a. Perlakuan de ngan Alternatif Anti Bakteri Penyebab Penyakit Batuk. Ringkasan Lapo ran Penelitian Pro gram Kreativitas Mahasiswa. Universitas Negeri Malang, 14 hlm.

Dwijo sepo etro , D. 1981. Mikrobiologi. Yo gyakarta: UGM Press, 125 hlm.

Harbo rne, J.B. 1987. Metode Fitokim ia. Penuntun Cara Modern Menganalisis Tum buhan. Diterjemahkan o leh Padmawinata, K. & So ediro . Penerbit ITB, Bandung, 128 hlm.

Jawetz, E., Melnick, G.E., & Adelberg, C.A. 2001. Mikrobiologi kedokteran. Edisi I. Diterjemahkan o leh Pen erjem ah Bagian Mikro b io lo gi Faku lt as Ked o kt eran Un ive rsitas Airlan gga. Sale mb a Med ika, Surabaya, 350 h lm.

Kabata, Z. 1985. Parasiter and Diseases o f Fish Cultured in Tro pics. Taylo r and Franchis Ltd., 317 p p. Katzung, B.G. 1989. Farmakologi Dasar dan Klinik (Basic and Clinical Pharmacology). Edisi III. Diterjemahkan o leh Kut o abu lu m , B.H., In drawasih , B., San jaya, C., Se t iad i, H., Ho kard i, Y., Pran o t o , G.B., & Andrianto , P. EGC Jakarta, 325 hlm.

(6)

b-Lactam Antibiotics). Edisi III. Diterjemahkan o leh Mulyani, S. IKIP Semarang Press Semarang, 325 h lm .

Prajitno , A. 2007. Penyakit Ikan – Udang. Bakteri. Universitas Negeri Malang, 115 hlm.

Shivananda, B.N., Steve, S., & Anderso n, M. 2009. Evaluatio n o f the Wo und-healing Activity o f Ethano lic Extract o f Morinda citrifolia L. Leaf. Evidence Based Co mplementar y and Alternatif Medicine. Sep-tember 2009, 6 (3): 351-356.

Tjitro so epo mo , G. 1981. Morfologi Tum buhan. Yo gyakarta UGM Press, 120 hlm.

Gambar

Tabel 1. Rata-rata diameter zona hambat

Referensi

Dokumen terkait

ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) tidak memiliki efek analgesik yang lebih poten dibandingkan pemberian ekstrak etanol buah mengkudu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap tingkat kematian larva Aedes aegypti instar III dan

Penelitian tentang inhibisi korosi baja St.37 dalam medium asam klorida dengan ekstrak daun mengkudu ( Morinda citrifolia L.) telah dilakukan berdasarkan pengukuran

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pestisida nabati dari ekstrak akar mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap mortalitas hama ulat daun (Plutella

Penelitian yang berjudul penggunaan ekstrak daun dan batang tumbuhan mangrove Rhizophora stylosa dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas.. hydrophila

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kombinasi ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bidara laut (Ziziphus maurtiana L) dapat menghambat

Berdasarkan hasil penelitian pang telah dilakukan dapat dis- impulkan bahwa kombinasi ekstrak daun mengkudu ( Morinda citrifolia L.) dan bawang putih ( Allium sativum ) mampu

Penggunaan silase daun Mengkudu ( M. citrifolia ) dalam formula pakan berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi