Teks penuh

(1)

TAFSIR AYAT-AYAT PENDIDIKAN

Q.S FAATHIR: 28

Makalah disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Dalam Persefektif Al Qur’an

Oleh:

Mantazakka

Dosen Pembimbing:

DR. KH. Ahmad Munif Suratmaputra, MA

KONSENTRASI ILMU TARBIYAH PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT ILMU AL QUR’AN (IIQ)

JAKARTA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Al-Qur'an adalah suatu mukjizat yang terbesar karena sebagai sumber kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat, hal ini terbukti dengan perhatian yang sangat besar terhadap ayat-ayat al-Qur'an, yang mana pada perkembangan islam dijadikan sebagai sumber ilmu.

Isi kandungan al-Qur’an menyangkut semua segi kehidupan manusia baik di bidang ibadah yang menyangkut hablum minAllah dan hablum minannas. Disamping itu, al-Qur’an juga dijadikan sebagai sumber kehidupan manusia baik di bidang ilmu pengetahuan, bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, penting kiranya kita sebagai ummat Islam untuk mengkaji secara mendalam maksud dan isi kandungan al-Qur’an untuk diaplikasikan dalam kehidupan.

Dalam makalah kali ini, penulis akan mencoba menyajian ayat-ayat tentang pendidikan. Semoga dengan mengkaji ayat-ayat tersebut kita semakin bertambah keimanan dan ketaatan serta pemahaman kita terhadap kekuasaan Allah SWT dan petunjukNya yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

A. AYAT QUR’AN (QS. Faathir: 28)





































B. TERJEMAH

“dan demikian (pula) di antara manusia, binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”1.

C. MAKNA MUFRODAT

باودلا

: Binatang melata

ماعنلا

: Binatang ternak

يشخي

: (yang) takut

هدابع

: dari Hamba-hambaNya

ءاملعلا

: (adalah) para Ulama

D. MUNASABAH AYAT

Ayat ini masih berkaitan dengan QS.Fathir:27 dimana Allah menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaannya yang oleh kaum musyrikin dapat dilihat setiap waktu yang kalau mereka menyadari pula ke-Esaan dan kekuasaan Allah yang Maha Sempurna itu. Allah menjadikan sesuatu yang beraneka ragam macamnya yang bersumber dari yang satu. Allah menurunkan

(4)

buah-buahan yang beraneka ragam warna, rasa dan baunya. Sebagaimana yang kita saksikan buah-buahan itu warnanya ada yang kuning, ada yang merah dan sebagainya.

Kemudian dalam ayat 28 Allah menjelaskan tentang hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaanya. Allah SWT, menciptakan binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak, yang bermacam-macam warnanya, sekalipun dari jenis-jenis yang satu. Bahkan ada binatang yang satu sering terdapat warna yang bermacam-macam.

E. TAFSIR AYAT

QS. Faathir: 28 ini masih berkaitan dengan ayat sebelumnya yaitu berbicara tentang kekuasaan Allah atas ciptaanNya dan sifat orang-orang yang takut kepadaNya, berikut penafsiran beberapa Ahli Tafsir tentang ayat ini:

1. Menurut Ibnu Jarir At Tabari di dalam kitab tafsir Jami’ al Bayan Fi Ta’wil al Qur’an2:

2 Abu Ja’far bin Jarir, Jami’ al Bayan fi Ta’wili al Qur’an, (Hajar,

(5)

2. Menurut Ibnu Katsir di dalam kitab Tafsir tafsir al Qur’an al Azhim3:

3 Ismail bin Katsir, Tafsir al Qur’an al ‘Azhim, Juz 11, (Muassasah

(6)

3. Menurut Al Qurthubi di dalam kitab tafsir al Jami’ Li Ahkam al Qur’an4:

4 Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi, al Jami’ Li Ahkam al Qur’an,

(7)
(8)

4. Menurut Az Zamakhsyari di dalam kitab tafsir Al Kasysyaf5:

5 Mahmud bin Umar Az Zamakhsyari, Al Kasysyaf, (Maktabah Al Abikan,

(9)

5. Menurut Ar Razi di dalam kitab tafsir Mafatih al Ghaib6:

6. Menurut Az Zuhaili di dalam kitab tafsir Al Munir7:

F. HAL YANG DAPAT DIPELAJARI

1. Tujuan akhir pendidikan adalah untuk mengenal sang Pencipta melalui segenap ciptaanNya yang ada di alam semesta.

6 Muhammad Ar Razi, Mafatih al Ghaib, (Dar al Fikr-Lebanon, 1981),

Juz.26, hal.21

7 Wahbah Az Zuhaili, at Tafsir al Munir, (Dar al Fikr, Damaskus, tt),

(10)

2. Dengan tercapainya tujuan pendidikan akan menyadarkan manusia yang berilmu tentang Allah, dengan terus mendekatkan diri kepada Allah karena sadar akan kekuasaanNya dan takut akan azabNya.

3. Allah menciptakan segala sesuatu dengan ciri khas masing-masing; baik itu warna, bentuk, dan lainnya. Begitu juga dalam dunia pendidikan, masing-masing orang/ siswa mempunyai ciri khas yang membedakannya dari yang lain.

4. Falsafah padi harus diterapkan di dalam pendidikan, semakin berilmu seseorang dia harus semakin tahu tentang kekuasaan Allah dengan tidak menyombongkan diri.

5. Orang yang disebut dengan berilmu atau orang alim adalah orang yang mengamalkan ilmunya dan takut akan azab Allah.

(11)

Manusia dan binatang-binatang diciptakan Allah bermacam-macam warna jenisnya sebagai tanda kekuasaanNya.

Yang benar-benar mengetahui tanda-tanda kekuasaan Allah dan mentaatinya hanyalah ulama, yaitu orang-orang yang mengetahui secara mendalam kebesaran Allah. Dia Maha Perkasa menindak orang-orang kafir, Maha Pengampun kepada hamba-hambanya yang beriman dan taat.

Oleh karena itu, orang yang lebih mengenal Allah, maka akan bertambah rasa takutnya, di mana hal itu akan membuatnya menahan diri dari maksiat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Zat yang dia takuti. Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu, karena ilmu menambah seseorang takut kepada Allah, dan orang-orang yang takut kepada Allah itulah orang-orang yang mendapatkan keistimewaan dari-Nya.

Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah.

DAFTAR PUSTAKA

(12)

Kairo-Mesir, 2001), Juz 19.

Al-Hadi Al Qur’an Terjemahan, (Satu Warna-Jakarta).

Ismail bin Katsir, Tafsir al Qur’an al ‘Azhim, Juz 11, (Muassasah Qurthubah-Giza, Mesir, tt).

Mahmud bin Umar Az Zamakhsyari, Al Kasysyaf, (Maktabah Al Abikan, Riyadh-KSA, 1998), cet.1, Juz.5.

Muhammad Ar Razi, Mafatih al Ghaib, (Dar al Fikr-Lebanon, 1981), Juz.26.

Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi, al Jami’ Li Ahkam al Qur’an, (Muassasah

Risalah, tt, tt), juz 17.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...