• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis Strategi Pengembangan E Malta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis Strategi Pengembangan E Malta"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Pengembangan E-Malta

oleh Prof. Richardus Eko Indrajit - [email protected]

EKOJI

999

Nomor 247, 13 Mei 2013

(2)

Dalam  upaya  melakukan  studi  dan  penerapan  eGovernment  di  Malta,  pemerintah  Malta  membentuk komisi  eMalta yang  bertugas  untuk  menyusun  master  plan penggunaan  sistem  informasi  dalam  proses  pemerintahan  sekaligus  mengawasi  proses  pelaksanaannya  di  lapangan. Komisi ini membuka kesempatan diskusi kepada semua pihak dan yang mempunyai  kepentingan  dan  keahlian baik  dari  dalam  maupun  luar  negeri.  Komisi  ini  juga membantu  baik  sektor  pemerintah  maupun  swasta  dalam  menerapkan  sistem  informasi  yang  sesuai  pada organisasinya.

Di antara beberapa ruang lingkup kerja dari komisi eMalta adalah:

Mengidenti�ikasikan  beberapa  perbandingan  pelaksanaan  implementasi  Teknologi 

Informasi pada berbagai organisasi di Malta dan memonitor pelaksanaanya.

Mempromosikan pengenalan dan penggunaan  Teknologi  Informasi  melalui  berbagai 

pelatihan yang diadakan terutama melalui pendidikan formal.

Merekomendasikan  berbagai  program  dan  inisatif  yang  mengarah  pada  pembinaan 

profesi  di  bidang  Teknologi  Informasi  untuk  mendukung  terbentuknya  komunitas  berbasis teknologi informasi di Malta.

Membangun  inisiatif  untuk  pengenalan  dan  promosi  program  bekerja  sama  dengan 

berbagai  sektor  pemerintahan  dan  swasta  untuk  lebih  mengenalkan  manfaat  penggunaan Teknologi Informasi.

Membuat  parameter  pengukuran  untuk  meningkatkan  akses  komunikasi  baik  di 

rumah,  kantor,  maupun  di  tempat  publik,  termasuk  pengukuran  di  tempat‐tempat  yang kurang mampu dan belum terjangkau teknologi.

Membuat parameter pengukuran pelaksanaan implementasi Teknologi Informasi pada 

berbagai sektor pemerintahan.

Memonitor  trend  yang  terjadi  pada  berbagai  sektor  Teknologi  Informasi  di  seluruh 

dunia.

Menyelaraskan antara tujuan eGovernment  di  Malta dengan inisiatif eGovernment di 

seluruh Eropa.

Dari berbagai diskusi dan pemikiran yang berkembang, Komisi eMalta mengidenti�ikasi enam  sektor yang harus menjadi prioritas pemerintah: 

Pengembangan  penggunaan  Teknologi  Informasi  dan  internet  pada  seluruh  lapisan 

masyarakat

Penyebaran industri eCommerce pada semua level komunitas bisnis

Kampanye dan komunikasi yang agresif untuk penggunaan Teknologi Informasi 

Menyelaraskan inisiatif implementasi TI di Malta dengan implementasi TI di Uni Eropa 

(3)

Mengembangkan partisipasi  dan kerjasama  antara swasta  dengan pemerintah dalam  pengembangan eCommerce dan eGovernment.

ENAM KERANGKA STRATEGI PENGEMBANGAN EGOVERNMENT

eGovernment  bukanlah  kerja  yang  mudah  dan  murah,  karena  itu  komisi  eMalta  telah  menetapkan  enam  kerangka  strategi  sebagai  acuan  pengembangan  eGovernment  di  Malta.  Enam strategi tersebut adalah sebagai berikut.

STRATEGI 1: MEMBANGUN KERANGKA DASAR PENGEMBANGAN MASYARAKAT INFORMASI  DAN EKONOMI

1. Membangun  komunikasi  dan  kerangka  pembuatan  undang‐undang  pengembangan  sistem  informasi.  Aturan  dan  perundang‐undangan  akan  menjadi  dasar  bagi  pelaksanaan bangunan sistem  informasi  pada pemerintahan.  Termasuk dalam hal  ini  adalah  menganalisis  dan  mengevaluasi  aturan  dan  perundang‐undangan  yang  telah  ada.  Selanjutnya,  selain  undang‐undang  lokal,  perlu  juga  memonitor  tren  perkembangan aturan secara  internasional.  Dan  untuk  menumbuhkan dinamika  dan  inovasi  dalam  bidang  teknologi  informasi,  adanya  undang‐undang  hak  cipta  dan  kekayaan intelektual mutlak diperlukan.

2. Mendorong  berbagai  organisasi  dan  kalangan  bisnis  untuk  mengembangkan  dan  memanfaatkan  Teknologi  Informasi.  Pemakaian  teknologi  informasi  akan  semakin  intensif  di  masa  depan,  karena  itu  infrastruktur  telekomunikasi  yang  berhubungan  erat  dengan  teknologi  informasi  perlu  dibenahi  terus  menerus  terutama  untuk  mendorong  pertumbuhan  penggunaan  internet,  karena  internet  akan  menjadi  salah  satu kanal akses penting layanan eGovernment.

3. Mengidenti�ikasi  tantangan dan hambatan  yang  mungkin timbul,  mulai  dari  aturan‐ aturan  yang  berpotensi  menghambat  tumbuhnya  industri  teknologi  informasi,  rendahnya  infrastruktur,  ataupun  rendahnya  kepercayaan  masyarakat  terhadap  transaksi di internet. 

4. Menyatakan  perang  terhadap  kejahatan  di  dunia  cyber  (cyber  crime),  dengan  menyebarkan  berbagai  kampanye  anti  cyber  crime,  membangun  mekanisme  untuk  penyelidikan dan penangkalan terhadap hal‐hal yang mengarah pada pelanggaran hak  cipta  atas  kekayaan  intelektual,  memfasilitasi  pelatihan  skala  internasional  untuk  pegawai  pemerintah  dan swasta,  membangun forum  yang  terdiri dari  semua pelaku  industri dan pemerintah untuk menyebarluaskan informasi tentang kejahatan di dunia  cyber  secara  menyeluruh,  dan  merekomendasikan  pengambil  kebijakan  tentang  langkah‐langkah yang diperlukan dalam pemberantasan cyber crime.

(4)

STRATEGI 2: PENGEMBANGAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA  SELURUH PENDUDUK MALTA

1. Membangun  kepercayaan  masyarakat  dalam  penggunaan  internet  dan  teknologi  informasi.  Kampanye  penggunaan  internet  dilakukan  secara  serius  dan  menyeluruh  agar  mendapatkan  apresiasi  yang  luas.  Di  samping  itu,  perlu  adanya  smart  card  sebagai identitas elektronik sekaligus password yang aman untuk mendapatkan semua  layanan pemerintah.

2. Mendukung  akses  menyeluruh  pada  masyarakat  Malta.  Studi  dilakukan  untuk  penggunaan  internet,  telepon  selular,  TV,  pda  dan  berbagai  peralatan  lain  yang  mungkin bisa diterapkan di Malta. Benchmark terhadap layanan internet dan program  dalam mengatasi kesenjangan digital juga perlu dilakukan.

3. Mendorong biaya yang lebih murah untuk akses internet. Tidak bisa dipungkiri, salah  satu  hambatan  utama  dalam  eGovernment  adalah  bagaimana  masyarakat  bisa  mengakses  dengan  biaya  murah.  Karena  itu,  perlu  kerjasama  menyeluruh  dari  berbagai pihak terkait agar bisa meringankan biaya akses internet.

STRATEGI 3: MENDORONG PENINGKATAN EKONOMI BARU MELALUI E‐COMMERCE

1. Membantu  industri  bisnis  lokal  untuk  mengembangkan  layanan  berbasis  internet  dengan memberikan berbagai konsultasi dan aturan yang memudahkan.

2. Mengembangan layanan Business to Business berbasis web di Malta

3. Membantu bisnis skala kecil, menengah, dan besar dalam mengembangkan eBusiness  dan eExport.

4. Mendorong  semua  sektor  ekonomi  untuk  memakai  pembayaran  melalui  elektronik  melalui kerjasama dengan berbagai pihak terutama dari pihak perbankan.

STRATEGI 4: MEMBANGUN FIRST CLASS LAYANAN EGOVERNMENT 

1. Mengelola badan‐badan pemerintah pusat dan lokal dalam upaya memberikan layanan  eGovernment  dan  mempromosikan  sektor‐sektor  pemerintah  untuk  memberikan  layanan lewat internet.

2. Mempersiapkan pegawai pemerintah untuk memberikan layanan dengan metode dan  teknologi baru,  untuk selanjutnya mengubah paradigma  pemerintah menjadi  partner  bisnis

(5)

STRATEGI 5: MENGATASI KESENJANGAN DIGITAL

1. Mengembangkan  konten secara lokal  agar  menumbuhkan  minat  dan partisipasi  dari  seluruh masyarakat.

2. Menjembatani  kesenjangan terutama  pada  daerah‐daerah yang tidak mampu dengan  membuat  pusat  informasi  dan  kios‐kios  berisikan  komputer  untuk  bisa  mengakses  internet.

3. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk memperbaiki kualitas hidup  dari  para  orang  tua  dan  juga  mengembangkan  layanan  teknologi  informasi  dan  komunikasi kepada orang‐orang cacat

STRATEGI 6: MEMPERBAIKI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG TEKNOLOGI  INFORMASI DAN KOMUNIKASI

1. Mengembangkan  konten  Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi  pada  kurikulum  pendidikan dasar dan memfasilitasi keterlibatan pelajar dalam penelitian yang bersifat  nasional maupun internasional

2. Menetapkan standar  pelatihan  dan  pendidikan Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi  serta  terus‐menerus  mengembangkan  kualitas  pekerja  profesional  dalam  bidang  Teknologi Informasi

Enam  rencana  strategis  yang  dicanangkan  oleh  komisi  eMalta  seperti  tersebut  di  atas  memang diperlukan dalam setiap pentahapan implementasi  eGovernment agar pelaksanaan  di lapangan sesuai dengan tujuan dan strategi besar eGovernment secara keseluruhan.

 

Referensi

Dokumen terkait

Semua pihak yang telah membantu penulis selama proses penyelesaian penulisan hukum ini yang tidak dapat disebut satu persatu.. Akhir kata penulis menyadari bahwa masih banyak

Sistem patrilinial menjadi suatu hal yang tidak bias dirubah karena adanya suatu kepercayaan yang turun-temurun sudah dijalankan yang tentunya sangat berpengaruh dalam

Penelitian yang dilakukan Patel et al (2010) menunjukkan rentang usia 11-20 tahun merupakan rentang usia yang paling banyak menderita tinea pedis yaitu 4 dari 11

Penyebab munculnya keluhan kulit pada pekerja-pekerja adalah akibat dermatitis kontak iritan oleh bahan-bahan yang bersifat iritan, misalnya bahan pelarut, deterjen, minyak

Penelitian ini penting dilakukan karena adanya wacana 2019 ganti presiden berawal dari penggunaan media sosial yang kian menyemarakkan aktivitas politik masyarakat sehingga

Berdasarkan uraian pada bab IV hasil penelitian ini yaitu media pop-up book efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal bagi anak tunagrahita ringan kelas III di

Berkaitan dengan hal tersebut, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah struktur cerita berkenaan dengan pemahatan karya sastra Jawa Kuno yaitu cerita

Tingkat pendidikan masyarakat desa Bangsa yang paling banyak adalah lulusan SLTA sebayak 3898 jiwa atau sebesar 37,31%, yang tidak lulus Sekolah Dasar atau buta aksara sebayak