• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN DAN MANFAAT SOSIOLINGUISTIK. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGERTIAN DAN MANFAAT SOSIOLINGUISTIK. docx"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGERTIAN DAN MANFAAT

SOSIOLINGUISTIK

Disusun oleh

FITRIANI

1254041045

PENDIDIKAN BAHASA JERMAN

JURUSAN BAHASA ASING

FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi yang hanya dimiliki manusia, tidak hanya dapat dikaji secara internal tetapi juga secara eksternal. Artinya pengkajian bahasa tidak hanya dapat dilakukan dengan menganalisis struktur fonologis, morfologis maupun sintaksisnya, melainkan dapat pula dikaji dengan hal-hal atau faktor-faktor yang berada di luar bahasa yang berkaitan dengan pemakaian bahasa itu oleh para penuturnya di dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan.

Pengkajian secara eksternal inilah yang menghasilkan rumusan-rumusan yang berkaitan dengan kegunaan dan penggunaan bahasa tersebut dalam segala kegiatan manusia di dalam masyarakat. Pengkajian secara eksternal ini tidak hanya melibatkan teori dan prosedur linguistik saja, tetapi juga melibatkan teori dan prosedur disiplin lain yang berkaitan dengan penggunaan bahasa itu, sehingga wujudnya berupa ilmu antardisiplin yang namanya merupakan gabungan dari disiplin ilmu-ilmu yang bergabung itu, umpamanya sosiolinguistik.

Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik dengan bahasa sebagai objek kajiannya. Namun satu hal yang harus digarisbawahi bahwasanya bahasa sebagai objek kajian sosiolinguistik tidak dilihat maupun didekati sebagai bahasa, melainkan dilihat dan didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat manusia.

(3)

B. Rumusan masalah

Berdasar pada latar belakang di atas, adapun rumusan yang menjadi masalah dalam penulisan makalah ini yaitu:

1. Apakah sosiolinguistik itu?

2. Apa saja objek kajian sosiolinguistik? 3. Apa manfaat sosiolinguistik?

C. Manfaat penulisan

Melalui makalah ini diharapkan agar pembaca dapat memperoleh manfaat berupa: 1. Pengetahuan atas pengertian sosiolinguistik.

2. Pengetahuan tentang obek kajian sosiolinguistik. 3. Pengetahuan tentang manfaat sosiolinguisik.

BAB II

(4)

A. Pengertian Sosiolingusitik

Sosiolinguistik merupakan ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik. (Chaer dan Agustina (2010: 2) menjelaskan bahwa untuk memahami sosiolingusitik perlu dipahami terlebih dahulu sosiologi dan linguistik itu. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia di dalam masyarakat, menyangkut di dalamnya mengenai proses interaksi sosial manusia di dalam masyarakat. Sementara itu, linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajarai bahasa. Linguistik mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik merupakan bidang ilmu antardisiplin yang mempelajarai bahasa dalam kaitan penggunaan bahasa tersebut di dalam masyarakat.

Terkait dengan definisi sosiolinguistik, Soemarsono (2012: 1) mendefinisikan sosiolinguistik merupakan kajian tentang bahasa yang dikaitkan dengan kondisi kemasyarakatan. Beberapa pakar (melalui Chaer dan Agustina (2010: 3) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai berikut.

1. Sosiolinguistik lazim didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai variasi bahasa, serta hubungannya di antara para bahasawan dengan ciri fungsi variasi bahasa itu di dalam suatu masyarakat (Kridalaksana, 1978).

2. Pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan disebut sosiolinguistik (Nababan, 1984).

B. Objek Kajian Sosiolinguistik

(5)

bahwa dalam sosiolinguistik bahasa tidak dilihat sebagai bahasa sebagaimana dilakukan oleh linguistik umum, melaikan dilihat sebagai sarana interaksi sosial di dalam masyarakat. Soemarsono (2012: 8) menjelaskan bahwa sosiolinguistik melihat bahasa sebagai suatu sistem yang berkaitan dengan masyarakat, bahasa dilihat sebagai sistem yang tidak terlepas dari ciri-ciri penutur dan dari nilai-nilai sosiobudaya yang dipatuhi oleh penutur itu. Lebih lanjut, konferensi sosiolinguistik pertama yang berlangsung di University of California, LA, tahun 1964, telah merumuskan adanya tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik. Ketujuh dimensi tersebut yaitu:

1. Identitas sosial penutur

Identitas sosial dari penutur adalah antara lain dapat diketahui dari pertanyaan apa dan siapa penutur tersebut, dan bagaimana hubungannya dengan lawan tuturnya. Maka identitas penutur dapat berupa anggota keluarga, dapat berupa teman karib, dan sebagainya.

2. Identitas sosial pendengar yang terlibat dalam proses komunikasi

Identitas sosial dari pendengar tentu harus dilihat dari pihak penutur. Maka identitas pendengar itupun dapat berupa anggota keluarga dan sebagainya. Identitas pendengar atau para pendengar juga akan mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.

3. Lingkungan tempat peristiwa tutur terjadi

Lingkungan sosial tempat peristiwa tutur terjadi dapat berupa ruang keluarga didalam sebuah rumah tangga, didalam masjid, dilapangan sepakbola, diruang kuliah, dan diperpustakaan. Tempat peristiwa tutur terjadi dapat pula mempengaruhi pilihan kode dan gaya dalam bertutur.

4. Analisis sinkronik dan diakronik dari dialek-dialek social

Analisis Diakronik dan Sinkronik dari dialeg-dialeg sosial berupa deskripsi pola-pola dialeg sosial itu, baik yang berlaku pada masa tertentu atau yang berlaku pada masa yang tidak terbatas. Dialeg sosial ini digunakan para penutur sehubungan dengan kedudukan mereka sebagai anggota kelas-kelas sosial tertentu didalam masyarakat.

(6)

Penilaian sosial yang berbeda olah penutur terhadap bentuk-bentuk prilaku ujaran. Maksudnya, setiap penutur tentunya mempunyai kelas sosial tertentu dalam masyarakat. Berdasarkan kelas sosialnya itu mempunyai penilaian sendiri, yang tentunya sama, atau jika berbeda, tidak akan terlalu jauh dari kelas sosialnya, terhadap bentuk-bentuk perilaku ujaran yang berlangsung. 6. Tingkatan variasi dan ragam linguistik

Tingkatan variasi atau linguistik, maksudnya bahwa sehubungan dengan heterogennya anggota suatu masyarakat tutur, adanya berbagai fungsi sosial, dan politik bahasa, serta adanya tingkatan kesempurnaan kode, maka alat komunikasi, manusia yang disebut bahasa itu menjadi sangat bervariasi. 7. Penerapan praktis penelitian sosiolingusitik

penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik merupakan topik yang membicarakan kegunaan penelitian sosiolinguistik untuk mengatasi masalah-masalah praktis dalam masyarakat.

C. Manfaat Sosiolinguistik

Manfaat sosiolinguistik bagi kehidupan praktis sangat banyak, sebab bahasa merupakan alat komunikasi verbal manusia. Dalam penggunaannya, sosiolinguistik memberi pengetahuan bagaimana menggunakan bahasa di dalam masyarakat. Sosiolinguistik memberikan pengetahuan tentang berbagai variasi bahasa yang ada di masyarakat. Kita sebagai manusia yang hidup di dalam masyarakat, sosiolinguistik memberikan pengetahuan tentang bagaimana kita dapat menempatkan diri dalam penggunaan bahasa kita ketika berada pada masyarakat tertentu.

BAB III

PENUTUP

Simpulan

(7)

1. Sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor sosial di dalam suatu masyarakat tutur.

2. Manfaat sosiolinguistik bagi kehidupan praktis sangat banyak, dalam penggunaannya sosiolinguistik memberikan pengetahuan bagaimana cara menggunakan bahasa dalam aspek atau segi sosial tertentu.

3. Ada tujuh dimensi yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik yaitu (1) identitas sosial dari penutur, (2) identitas sosial dari pendengar yang terlibat dalam proses komunikasi, (3) lingkungan sosial tempat peristiwa tutur terjadi, (4) analisis sinkronik dan diakronik dari dialek-dialek sosial, (5) penelitian sosial yang berbeda oleh penutur akan perilaku bentuk-bentuk ujaran, (6) tingkatan variasi dan ragam linguistik, dan (7) penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik..

DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolingusitik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

(8)

http://seorangrahmat.blogspot.com/2013/05/hakikat-sosiolinguistik.html

Referensi

Dokumen terkait

Jalur lebar digital pula merujuk kepada jumlah atau volume data yang dilewatkan melalui satu saluran komunikasi yang diukur dalam unit bit per second (bps) tanpa melibatkan

Ditinjau dengan teori sosiolinguistik penggunaan bahasa krama dalam penyifatan Allah dalam Tafsir Al-Ibriz merupakan alih kode yang berwujud tingkat tutur dari

Dengan kata lain dalam setiap proses komunikasi yang terjadi antara penutur dan lawan tutur terjadi juga apa yang disebut peristiwa tutur atau peristiwa bahasa (speech

Komunikasi sosial secara umum adalah setiap orang yang hidup dalam masyarakat senantiasa terlibat dalam komunikasi yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling

Tingkat modal sosial dalam suatu masyarakat dapat diukur dari indikator densitas keanggotaan dalam berbagai organisasi sosial, tingkat rasa saling percaya antara individu

Jumlah penutur muda yang terlibat dalam pelindungan sastra daerah kritis dan terancam punah adalah penutur bahasa daerah dari kalangan generai muda 10—19 tahun dan

Sebaliknya, konteks kekinian menunjuk- kan bahwa identitas secara dominan tak lagi dapat memengaruhi praktik sosial melaut Dimensi Sosiologis Praktik Sosial Melaut Dalam kasus Pesisir

Puasa Daud Sebagai Terapi Puasa itu merupakan sarana yang disediakan oleh Allah untuk mempercepat proses penyucian luar dan dalam dari nilai kemanusiaan untuk menyeimbangkan fungsi jasmani dan