• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Sistem Informasi Manajemen A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pembangunan Sistem Informasi Manajemen A"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

4777

Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Akademik Sekolah Dasar

(Studi Pada SDN Wates Kabupaten Kediri)

Jawara Wahyu Al Faraday1, Satrio Agung Wicaksono2, Mochammad Chandra Saputra3

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Sekolah sebagai instansi pendidikan formal yang merupakan tempat untuk mencari ilmu, dalam kegiatan belajar mengajar. Sistem pendidikan nasional di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 20, yang menyatakan bahwa pendidikan dasar merupakan prasyarat dasar untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. SDN Wates merupakan sekolah dasar negeri yang berada di Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Namun terdapat beberapa masalah seperti penyebarluasan tentang informasi yang dilakukan secara konvensional, proses pendaftaran dan seleksi murid yang masih dilakukan secara manual, proses evaluasi murid yang lama untuk melihat seluruh nilai mata pelajaran, serta pendataan alumni juga sulit dilakukan. Maka dari itu diperlukannya suatu sistem informasi yang dapat membantu menangani masalah tersebut. Proses pendaftaran dan seleksi murid, serta pengisian nilai dapat dipermudah dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Akademik Sekolah Dasar Negeri Wates Kabupaten Kediri yang dibangun dengan metode agile dan diimplementasikan pada website, berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Testing yang diberikan kepada pihak orang tua calon murid selaku pendaftar (nilai persentase UAT sebesar 85%), dan pihak guru selaku penyeleksi calon murid (nilai persentase UAT sebesar 80%), serta pihak guru selaku penilai murid (nilai persentase UAT sebesar 90%).

Kata kunci: sistem informasi, agile, user acceptance testing, website.

Abstract

School as a formal educational institution which is a place to seek knowledge, in teaching and learning activities. The national education system in Indonesia is also regulated in Law No. 20, which states that basic education is a basic prerequisite for higher education. SDN Wates is a public elementary school located in Wates District Kediri District. However, there are several things such as the dissemination of manually-made information, the process of registration and refinement of data that is still done manually, the process for the old students to see all the value of the subjects, and also the data collection of alumni is also difficult. Therefore the need for information systems that can help deal with the problem. The process of enrollment and filling of students, as well as filling in the score can be simplified by using the Management Information System of the Primary School of Wates Kediri Regency built with agile method and implemented on the website, after the result of the User acceptance test given to the parents of the applicant students (the percentage of UAT by 85%), and the teacher student selection (UAT percentage score of 80%), as well as the teacher as a student appraiser (UAT percentage value of 90%)

Keywords: information system, agile, unified modeling language, website

1. PENDAHULUAN

Sekolah sebagai instansi pendidikan formal yang merupakan tempat untuk mencari ilmu, dalam kegiatan belajar mengajar (Suharjo, 2006). Sistem pendidikan nasional di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 20, yang menyatakan bahwa pendidikan dasar

(2)

secara konvensional, yakni biasanya informasi aktual akan ditempel di papan pengumuman, surat undangan yang dibagikan kepada siswa maupun orang tua siswa dan masih menggunakan poster sebagai media promosi maupun penyebarluasan informasi kepada khalayak umum. Proses pendaftaran murid masih dilakukan secara manual, yaitu dengan mengambil formulir untuk diisi, kemudian diserahkan kembali pada pihak sekolah untuk diseleksi. Pada proses evaluasi, murid harus menunggu proses penerimaan raport terlebih dahulu untuk melihat semua nilai dari keseluruhan mata pelajaran. Selain itu, pendataan alumni juga sulit dilakukan. Maka dari itu diperlukannya sistem informasi, yang akan dapat membantu menangani masalah tersebut.

Dalam pembangunan sistem informasi, analisis kebutuhan dilakukan dengan memodelkan proses bisnis saat ini dan usulan kemudian ditarik kebutuhan serta dimodelkan dalam Use Case Diagram. Perancangan dan Implementasi dilakukan menggunakan metode Agile (Iteratif - Incremental) dengan notasi UML (Unified Modelling Language), serta implementasi pada platform website menggunakan bahasa php sebagai bahasa pemrogramannya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian validasi

Berdasarkan uraian pernyataan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pembangunan sistem informasi manajemen akademik sekolah, yang nantinya akan diterapkan di SDN Wates Kabupaten Kediri. Judul penelitian yang diambil oleh peneliti yakni “Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Akademik Sekolah Dasar (Studi Pada SDN Wates Kabupaten Kediri)”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diimplementasikan guna mempermudah proses pengelolaan data, serta tercukupinya kebutuhan masyarakat umum akan layanan pendidikan yang aktual dan informatif.

2. LANDASAN PUSTAKA

2.1. Sekolah Dasar Negeri Wates

Sekolah merupakan tempat dimana pendidikan diselenggarakan melalui proses belajar dan mengajar. Berdasarkan pendekatan relativitas yang sempit, pendidikan adalah segala kegiatan yang direncanakan dan dilakukan secara teratur pada instansi pendidikan sekolah

(Suhartono, 2008). Pada dasarnya, sekolah dasar merupakan suatu instansi pendidikan yang menjalankan program pendidikan selama enam tahun bagi anak berusia 6 hingga 12 tahun (Suharjo, 2006).

SDN Wates merupakan instansi pendidikan yang terletak di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dan dimiliki oleh negara. SDN Wates juga telah memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan Peraturan Menteri 19 Tahun 2005, yakni Standar Proses, Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Penilaian Pendidikan, dan Standar Pembiayaan.

2.2. Sistem Informasi (Information System)

Sistem informasi merupakan sistem yang menggunakan data sebagai masukan, mentransformasikan data hingga menghasilkan luaran berupa informasi yang bernilai bagi pengguna, yang melibatkan berbagai komponen untuk mencapai tujuan. Gambar 1 memvisualisasikan model dari sistem informasi secara konseptual fundamental untuk aktivitas utama dan komponen-komponen yang terdapat pada sistem informasi. Sistem informasi melibatkan perangkat keras, perangkat lunak, data, dan jaringan, serta manusia untuk memberlakukan input, proses, output, penyimpanan dan kontrol yang bertujuan mentransformasi data menjadi suatu informasi (O'Brien & Marakas, 2013).

Gambar 1. Sistem Informasi

2.3. Metode Agile

(3)

kebutuhan sistem (Sommerville, 2011).

Metode agile dikembangkan untuk digunakan oleh tim dengan skala kecil yang bisa bekerjasama di ruangan yang sama dan berkomunikasi secara informal. Metode ini telah banyak digunakan untuk pengembangan sistem berukuran kecil dan menengah. Pendekatan agile digunakan untuk pengembangan perangkat lunak, mempertimbangkan perancangan dan implementasi untuk dijadikan aktivitas utama dalam software process. Pendekatan ini menggabungkan aktivitas lain seperti requirement elicitation and testing kedalam desain dan implementasi (Sommerville, 2011).

2.4. Proses Bisnis (Business Process)

Business Process merupakan kumpulan aktivitas-aktivitas yang memerlukan masukan dan membuat luaran yang bernilai bagi pengguna. Business Process tersusun atas kumpulan aktivitas-aktivitas terkoordinasi untuk mewujudkan tujuan bisnis. Satu organisasi memberlakukan setiap proses bisnis, namun juga memungkinkan berkolaborasi dengan proses bisnis yang diberlakukan oleh organisasi lain (Weske, 2007). Proses Bisnis digambarkan dengan BPMN (Business Process Model Notation).

2.5. Unified Modeling Language (UML)

Standar bahasa yang digunakan untuk kebutuhan pendefinisian rancagan dalam perangkat lunak merupakan definisi dari UML (Unified Modelling Language). Bahasa ini berguna dalam spesifikasi, visualisasi, konstruksi, dan pendokumentasian artefak dari perangkat lunak yang akan dikembangkan (Pressman, 2010). UML memiliki diagram-diagram yang digunakan untuk mendesain suatu sistem atau perangkat lunak, diantaranya yaitu Diagram Use Case, Diagram Aktivitas, Diagram Sekuen, dan Diagram Kelas.

2.6. Website

Website (situs web) ialah sekumpulan halaman web yang menampilkan informasi berupa teks, gambar, animasi, suara, video, atau kombinasi dari keseluruhannya baik yang bersifat statis maupun dinamis yang akan membentuk rangkaian komponen saling terkait dan terhubung melalui jaringan halaman (hyperlink). Sebuah website dikatakan statis apabila isi dari informasinya tetap dan hanya bisa dirubah oleh pemilik website. Sedangkan

dikatakan dinamis apabila konten dari website dapat diubah secara interaktif oleh pengguna maupun pemiliknya.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan metodologi agile, fase yang akan dillakukan pada penelitian ini ialah studi literatur, analisis masalah dan pengumpulan data, mendefinisikan kebutuhan, analisis inkremental, pengembangan pertama sampai ke-n, integrasi dan testing, demo rilis, hingga formal rilis. Gambar 2 menyajikan alur penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini.

Gambar 2. Alur Penelitian

Studi literatur merupakan tahapan mencari, mempelajari dan menyusun teori fundamental dan referensi yang mendukung pembangunan sistem informasi. Setelah melakukan studi literatur, analisis masalah dilakukan melalui wawancara langsung dengan pihak sekolah.

Kebutuhan didefinisikan berdasarkan hasil dari pemodelan proses bisnis usulan, dan dimodelkan dengan use case diagram.

Analisis inkremental dilakukan untuk menentukan inkremen berdasarkan prioritas kebutuhan yang telah didefinisikan pada tahap analisis kebutuhan.

Pada tahap pengembangan, perancangan diagram aktivitas, sekuen, kelas, pemodelan data, pemodelan tabel, algoritma, serta desain antarmuka dilakukan, serta implementasinya pada setiap inkremen.

Integrasi dan Testing dilakukan pada setiap inkremen pengembangan sistem informasi, dilakukan secara bertahap pada setiap fitur yang dikembangkan.

(4)

pihak sekolah.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Metode agile diterapkan dalam pembangunan sistem informasi, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan dan implementasi, hingga pengujian.

4.1. Analisis Kebutuhan

Aktivitas proses bisnis usulan yang akan difasilitasi oleh sistem informasi dijelaskan dalam tabel 1.

Tabel 1. Identifikasi Aktivitas Proses Bisnis

Proses Bisnis

Aktivitas

Registrasi Mengisi Formulir Pendaftaran Murid

Registrasi Melakukan Verifikasi Pendaftaran

Mengevalua si Murid

Memasukkan Detail Nilai

Mengevalua si Murid

Melihat Detail Nilai

Pada bagian analisis aktor, dimuat dalam tabel 2.

Tabel 2. Identifikasi Aktor

Pool / Lane Aktor

Petugas TU Petugas TU

Guru Guru

Murid Murid

Orang Tua Orang Tua

Setelah dilakukan identifikasi proses bisnis dan aktor, digambarkan diagram use case untuk mengetahui perlakuan aktor terhadap sistem, yang dapat divisualisasikan pada gambar 3.

Gambar 3. Use Case Diagram

4.2. Perancangan dan Implementasi

Analisis inkremental dilakukan untuk penentuan fitur manakah yang lebih dahulu dibuat, yang ditunjukkan dalam tabel 3

Tabel 3. Analisis Inkremental

Nama Fitur Urutan Inkremen

Mengisi Formulir Pendaftaran Murid

Inkremen Pertama

Melakukan Verifikasi Pendaftaran

Inkremen Kedua

Memasukkan Detail Nilai Inkremen Ketiga

Pada inkremen pertama, dihasilkan diagram aktivitas yang divisualisasikan dalam gambar 4.

(5)

Berdasarkan diagram aktivitas, diagram sekuen digambarkan pada gambar 5.

Gambar 5. Sequence Mengisi Formulir

Sehingga dapat dimodelkan diagram kelas (terdiri dari kelas controller Home dan Registrasi_model) berdasarkan diagram sequence, yang divisualisasikan dalam gambar 6.

Gambar 6. Class Diagram implementasi

Serta implementasi antarmuka yang divisualisaikan dalam gambar 7.

Gambar 7. Antarmuka Halaman Registrasi

Pada inkremen kedua, dihasilkan diagram aktivitas yang divisualisasikan dalam gambar 8.

Gambar 8. Activity Verifikasi Pendaftaran

(6)

Gambar 9. Sequence Verifikasi Pendaftaran

Sehingga dapat dimodelkan diagram kelas (terdiri dari kelas controller Guru, Pengguna_model, Murid_model, Guru_model, dan Registrasi_model) berdasarkan diagram sequence, yang divisualisasikan dalam gambar 10.

Gambar 10. Class Diagram implementasi

Serta implementasi antarmuka yang divisualisasikan dalam gambar 11.

Gambar 11. Antarmuka Verifikasi Pendaftaran

Pada inkremen ketiga, dihasilkan diagram

aktivitas yang divisualisasikan dalam gambar 12.

Gambar 12. Activity Memasukkan Detail Nilai

Berdasarkan diagram aktivitas, diagram sekuen digambarkan pada gambar 13.

Gambar 13. Sequence Memasukkan Detail Nilai

Sehingga dapat dimodelkan diagram kelas (terdiri dari kelas controller Guru, Pengguna_model, Murid_model, Guru_model, Orang_Tua_model, Mata_Pelajaran_model, Nilai_model, dan Registrasi_model) berdasarkan diagram sequence, yang divisualisasikan dalam gambar 14.

(7)

Serta implementasi antarmuka yang divisualisasikan dalam gambar 15.

Gambar 15. Antarmuka Memasukkan Detail Nilai

4.3. Pengujian

Berdasarkan hasil pengujian validasi terhadap sistem, kasus uji yang diujikan dinyatakan valid (nilai valid 100%), sehingga fungsionalitas dinyatakan sesuai dengan kebutuhan sistem, serta dari hasil pengujian user acceptance yang dilakukan kepada pihak orang tua calon murid selaku pendaftar (nilai persentase UAT sebesar 85%), guru selaku penyeleksi (nilai persentase UAT sebesar 80%), dan guru selaku penilai (nilai persentase UAT sebesar 90%), dapat disimpulkan sistem dapat diterima dengan baik.

5. KESIMPULAN

Proses pendaftaran dan seleksi murid dapat dipermudah dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Akademik Sekolah Dasar Negeri Wates Kabupaten Kediri, berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Testing yang diberikan kepada pihak orang tua calon murid selaku pendaftar (nilai persentase UAT sebesar 85%), dan pihak guru selaku penyeleksi calon murid (nilai persentase UAT sebesar 80%) melalui fitur yang disediakan oleh sistem

informasi, yakni fitur mengisi formulir pendaftaran, dan fitur melakukan verifikasi pendaftaran.

Berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Testing yang diberikan kepada pihak guru selaku penilai murid (nilai persentase UAT sebesar 90%), proses penilaian dapat dipermudah dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Akademik Sekolah Dasar Negeri Wates Kabupaten Kediri, melalui fitur memasukkan detail nilai.

6. DAFTAR PUSTAKA

Booch, et. al., 2005. The Unified Modeling Language User Guide. 2nd Edition. United States : Pearson Education Inc. Cunningham, W., 2001. Principles Behind the

Agile Manifesto. Tersedia di <http://agilemanifesto.org/principles.ht ml> [Diakses 1 September 2017] Ependi, U., 2012. Pengembangan E-Trace

Alumni Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Agile. Palembang. Object Management Group (OMG), 2011. OMG

Object Mangement Group. [Online]

Available at:

http://www.omg.org/spec/BPMN/2.0/P DF/ [Diakses 2 Agustus 2017].

O'Brien, J. A. & Marakas, G. M., 2013. Introduction to Information Systems. 16th Edition. United States.

Pressman, R. S., 2010. Software Engineering A Practitioner’s Approach. 7th Edition. New York : McGraw-Hill.

Shafirna, B. V., 2017. Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Website (Studi Kasus KB & TK Permata Iman Malang). S1. Universitas Brawijaya.

Shalahuddin, M. & S, R. A., 2015. Rekayasa Perangkat Lunak : Terstruktur dan Berorientasi Obyek. s.l.:Informatika. Sommerville, I., 2011. Software Engineering.

9th Edition. United States of America : Pearson Education Inc.

Sugiarti, D. & Wardati, I. U., 2012. Sistem Informasi Akademik Sekolah Dasar Al-Muhajirin Barehan Sidoharjo Pacitan. Universitas Surakarta. Jawa Tengah. Suharjo, 2006. Mengenal Pendidikan Sekolah

(8)

Depdiknas.

Suhartono, Suparlan, 2008. Wawasan Pendidikan : Sebuah Pengantar Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia Vliet, H. V., 2007. Software Engineering:

Principles and Practice. Wiley.

Gambar

Gambar 1. Sistem Informasi
Gambar 2. Alur Penelitian
Gambar 4. Activity Mengisi Formulir
Gambar 6. Class Diagram implementasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Demikian juga dengan “s istem informasi manajemen pendaftaran balap sepeda berbasis web ”, aplikasi ini dibuat untuk mempermudah dan mempercepat sistem pendaftaran

Pengelolaan nilai akademik berbasis web merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan pelayanan manajemen sekolah. Sistem Informasi Akademik SMK Negeri 2 Depok Sleman

Tahap manajemen selanjutnya evaluasi sistem penjaminan mutu internal sekolah dalam pengembangan program akademik unggulan di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Pengawasan atau evaluasi

MELALUI JALUR SELEKSI BERSAMA UJIAN MASUK POLITEKNIK NEGERI (UMPN) POLITEKNIK NEGERI MALANG TAHUN AKADEMIK 2016/2017.. PROGRAM STUDI : D3

Sistem informasi manajemen sekolah sepak bola mandala majalengka adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai fitur diantaranya pendaftaran siswa secara online, pengelolaan data nilai

2018 ‘Sistem Informasi Pendaftaran Seleksi Kerja Berbasis Web Pada Bkk Bursa Kerja Khusus Tunas Insan Karya Smk Negeri 2 Banyumas’, Evolusi : Jurnal Sains dan Manajemen, 601, pp.. 2019

Proses pengolahan atau manajemen data akademik sekolah seperti jadwal mata pelajaran siswa, absensi siswa, nilai siswa, dan status pembayaran SPP dalam pengerjaannya saat ini masih