• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis dan Macam Bahan Pencemar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jenis dan Macam Bahan Pencemar"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Jenis dan Bahan Pencemar

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Manajemen Tata Lingkungan Budidaya

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS

Oleh

Uswanul Oktafa 135080500111030 Sayang Ananda Fitri 135080500111044

Kelas B03

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Suligundi (2013), industri mempunyai potensi pembuat pencemaran lingkungan baik dalam bentuk padat, gas maupun cair yang mengandung senyawa organik dan anorganik dengan jumlah melebihi batas yang ditentukan. Limbah industri bersumber dari kegiatan industri baik karena proses secara langsung maupun proses secara tidak langsung. Limbah yang bersumber langsung dari kegiatan industri yaitu limbah yang terproduksi bersamaan dengan proses produksi sedang berlangsung, di mana produk dan limbah hadir pada saat yang sama, sedangkan limbah tidak langsung terproduksi sebelum proses maupun sesudah proses produksi. Contohnya proses pencucian bahan mentah suatu produk.

Industrialisasi menimbulkan efek negatif berupa limbah industri baik yang terbentuk padat maupun cair berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Bilamana limbah tersebut dilepaskan ke perairan bebas, akan terjadi perubahan nilai dari perairan itu baik kualitas maupun kuantitas sehingga perairan dapat dianggap tercemar. Salah satu bahan pencemar pada perairan adalah logam berat Timbal (Pb) (Arisandy et al., 2012).

(3)

sayuran di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tahun 1992 diketahui mengandung residu yang melampaui batas maksimum.

Bahan pencemar adalah zat, partikel, organisme ataupun perilaku yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang secara langsung maupun tidak langsung mengurangi kualitas lingkungan hidup. Secara umum, bahan pencemar merupakan bahan atau zat yang dihasilkan dari aktivitas manusia baik aktivitas yang melibatkan mesin industri, kendaraan, maupun aktivitas yang berkenaan dengan bunyi. Secara tidak sada, kita telah menumpuk berbagai macam kontaminan yang ada di dalam tubuh kita. Sehingga secara langsung kedepannya kita akan merasakan dari dampak pencemaran yang di hasilkan oleh industri.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diambil dari makalah tata lingkungan budidaya tentang jenis dan bahan pencemar adalah:

1. Apakah pengertian bahan pencemar?. 2. Apakah macam-macam bahan pencemar?. 3. Bagaimanakah karakteristik air yang tercemar?. 4. Bagaimanakah proses pencemaran terjadi?. 5. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran?.

1.3 Tujuan

Tujuan pembuatan makalah manajemen tata lingkungan budidaya tentang jenis dan bahan pencemar adalah:

1. Agar mengetahui pengertian bahan pencemar. 2. Agar mengetahui macam-macam bahan pencemar. 3. Agar mengetahui karakteristik air yang tercemar. 4. Agar mengetahui proses pencemaran terjadi.

(4)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahan Pencemar

Dalam Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, pasal 1, pencemaran air didefinisikan sebagai:“masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya” .

Bahan pencemar (polutan) adalah bahan –bahan yang bersifat asing bagi alam atau bahan yang berasal dari alam itu sendiri yang memasuki suatu tatanan ekosistem sehingga mengganggu peruntukan ekosistem tersebut. Sumber pencemaran yang masuk ke badan perairan dibedakan atas pencemaran yang disebabkan oleh alam polutan alamiah) dan pencemaran karena kegiatan manusia (polutan antropogenik). Air buangan industri adalah air buangan dari kegiatan industri yang dapat diolah dan digunakan kembali dalam proses atau dibuang ke badan air setelah diolah terlebih dahulu sehingga polutan tidak melebihi ambang batas

yang diijinkan (Effendi, 2003 dalam Krisnawati et al., 2013).

Polutan antropogenik adalah polutan yang masuk ke badan air akibat aktivitas manusia, misalnya kegiatan domestik (rumah tangga), kegiatan urban (perkotaan). maupun kegiatan industri. Intensitas polutan antropogenik dapat dikendalikan dengan cara mengontrol aktivitas yang menyebabkan timbulnya

polutan tersebut (Effendi, 2003).

(5)

usaha dan atau kegiatan. Limbah cair adalah lirnbah berupa cairan yang berasal dan hasil buangan bahan-bahan yang telah terpakai dan suatu proses produksi industri, domestik (rumah tangga), pertanian, serta laboratoriurn yang tercampur (tersuspensi) dan terlarut di dalam air. Limbah cair disebut juga sebagai pencermar air. karena komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik dan bahan buangan anorganik.

2.2 Macam-Macam Bahan Pencemar (Polutan)

Berdasarkan sifat toksiknya, polutan/pencemardibedakan menjadi dua, yaitu polutan tak toksik (non-toxic pollutants) dan polutan toksik (toxic pollutants) (Jeifries dan Mills, 1996 dalam Effendi, 2003).

a. Polutan Tak Toksik

(6)

b. Polutan Toksik

Polutan toksik dapat mengakibatkan kematian (lethal) maupun bukan kematian (sub-lethal), misalnya terganggunya pertumbuhan, tingkah laku, dan karakteristik morfologi berbagai organisme akuatik. Polutan toksik ini mudah mengalami degradasi sehingga bersifat persisten di alam dalam kurun waktu yang lama. Polutan ini disebut rekalsitran.

Pengelompokkan pencemar toksik menurut

Mason (1993) dalam Effendi (2003), menjadi lima sebagai berikut.

a. Logam (metals,), meliputi: lead (timbal), nikel, kadmium, zinc, copper, dan merkuri. Logam berat diartikan sebagai logam dengan nomor atom > 20, tidak termasuk logam alkali, alkali tanah, lantanida, dan aktinida.

b. Senyawa organik, meliputi pestisida organoklorin, herbisida, PCB, hidrokarbon alifatik berklor, pelarut (solvents), surfaktan rantai lurus, hidrokarbon Petroleum, aromatik polinuklir, dibenzodioksin berklor, senyawa organometalik, fenol, dan formaldehida. Senyawa ini berasal dari kegiatan industri, pertanian. dan domestik.

c. Gas, misalnya klorin dan amonia.

(7)

2.3 Karakteristik Perairan Tercemar

Setiap orang dapat membedakan mana air yang tercemar dan mana yang tidak tercemar. Karena karakateristik air tercemar dapat dilihat dengan mudah, misalnya dari kekeruhan, karena umumnya orang berpendapat bahwa air murni atau bersih itu jernih dan tidak keruh, atau dari warnanya yang transparan dan tembus cahaya, atau dari baunya yang menyengat hidung, atau menimbulkan gatal-gatal pada kulit dan ada juga yang dapat merasakan dengan lidah, seperti rasa asam dan getir (Herlambang, 2006).

Menurut Herlambang (2006), Air tercemar juga dapat diketahui dari matinya atau terganggunya organisme perairan, baik ikan, tanaman dan hewan-hewan yang berhubungan dengan air tersebut. Dalam menentukan karakteristik limbah, parameter-parameter yang dipakai secara umum antara lain:

a. Parameter Suhu

Parameter ini sangat penting untuk mengetahui karakter limbah karena berkaitan dengan kecepatan reaksi yang berpengaruh pada kelarutan suatu gas, bau dan juga rasa. Suhu dari limbah dapat mempengaruhi populasi dari bakteri karena organisme perairan sangat peka dengan perubahan suhu air. Pengukuran suhu air dapat dilakukan dengan menggunakan termometer khusus pada setiap variasi kedalaman suatu perairan.

b. Parameter Rasa dan Bau

(8)

bersifat kualitatif. tetapi bisa diidentifikasi sepersti bau busuk, bau gas, rasa pahit, rasa manis, rasa masam dan lainnya.

c. Parameter Warna

Orang awam mengira air yang baik adalah air yang jernih, transparan, segar dan tidak berbau. Tetapi sesungguhnya air yang baik tidak selalu berwarna bening transparan. Air yang berasal dari pegunungan alami yang membawa bahan-bahan organik justru berwarna kekuningan. Padahal warna ini tidak berbahaya bagi kesehatan dan warna ini bisa disamakan dengan warna teh. Jadi tidak semua air yang berwarna selain bening dan transparan tidak baik untuk dikonsumsi.

d. Parameter Kekeruhan

Kekeruhan suatu air disebabkan oleh adanya material berupa koloid atau partikel-partikel tanah liat, lanau, lempung atau bisa jadi dasri limbah buanganrumah tangga atau limbah industri atau bahkan oleh mikroorganisme dalam jumlah besar sehingga membuat warna perairan tidak bening lagi.

e. Parameter Padatan

(9)

f. Parameter Konduktivitas

Konduktivitas suatu larutan tergantung pada jumlah garam-garam terlarut dan untuk larutan yang encer konduktivitasnya kurang lebih akan sebanding dengan nilai TDS. Secara matematis K =(Konduktivitas – μm hos/m)/(TDS – mg/l). Dengan mengetahui nilai K untuk suatu sampel air tertentu, pengukuran konduktivitas air dapat dipakai untuk memperkirakan jumlah TDS secara cepat dan mudah.

g. Parameter pH

Tingkat asiditas atau alkalinitas suatu sampel diukur berdasarkan skala pH yang dapat menunjukkan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan tersebut. Skala pH mempunyai rentang 0 – 14, dengan nilai 7 sebagai pH netral, di bawah 7 larutan disebut asam sedangkan di atas 7 larutan disebut basa. Reaksi kimia banyak dikendalikan oleh nilai pH dan demikian pula aktivitas biologi yang biasanya dibatasi oleh rentang pH yang sangat sempit (pH antara 6 – 8). Air yang terlalu asam atau basa tidak dikehendaki oleh karena akan bersifat korosif atau kemungkinan akan sulit diolah.

h. Parameter Kebutuhan Oksigen

(10)

2.4 Proses Pencemaran

Menurut Mosey (2011), pesatnya laju pertumbuhan dunia industri baik nasional maupun internasional telah mengakibatkan meningkatnya pencemaran udara di daerah lokasi industri, bahkan di daerah yang berada di sekitar lokasi tersebut. Penyebaran polutan di udara akibat emisi asap pabrik dapat dikaji secara fisis dengan asumsi bahwa penyebaran materi dalam suatu media berlangsung selama belum tercapainya kesetimbangan mekanik. Proses ini dikenal dengan nama proses difusi. Kenyataannya bahwa penyebaran polutan di udara juga dipengaruhi oleh faktor meteorologi yakni angin dan kestabilan udara. Angin menyebabkan terjadinya proses adveksi, sedangkan kestabilan udara (gradien suhu secara vertikal) mengakibatkan perbedaan pola kepulan asap yang bergerak meninggalkan cerobong.

Selain itu permasalahan yang muncul pada indutri kimia. Jaringan pipa seringkali ditanam di dalam tanah di bawah komplek pabrik. Cairan kimia dialirkan dari suatu proses industri ke proses yang lain melaui pipa-pipa tersebut. Terdapat kemungkinan pipa mengalami kebocoran, dan mengakibatkan terjadinya polusi air tanah oleh cairan kimia (Gambar 1). Polusi ini dapat diindikasikan oleh konsentrasi zat kimia tersebut, yang berlaku sebagi polutan pada air tanah. Konsentrasi ini secara terus-menerus dipantau melalui sumur-sumur pengamatan tersebut merupakan suatu keharusan untuk meminimalkan dampak industri terhadap kerusakan lingkungan (Cahyono dan Kartono, 2006).

(11)

adanya kontak antara air dengan tanah atau udara tercemar timbal, air yang tercemar oleh limbah industri atau akibat korosi pipa (Ulfin, 1995 dan Cornell, 1995 dalam Purnomo dan Muchyiddin, 2007).

Pencemaran logam berat dapat berasal dari kegiatan industri maupun alam. Pencemaran air dapat berupa garam dari logam berat dan logam berat yang membentuk senyawa toksik. Faktor yang menyebabkan logam berat tersebut dikelompokkan ke dalam zat pencemar ialah :

• Logam berat tidak dapat terurai melalui biodegradasi seperti pencemar organik,

• Logam berat dapat terakumulasi dalam lingkungan terutama dalam sedimen sungai dan laut, karena dapat terikat dengan senyawa organik dan anorganik, melalui proses adsorpsi dan pembentukan senyawa komplek.

2.5 Cara Menanggulangi Pencemaran

(12)

jauh jarak dengan sumber maka semakin rendah konsentrasi. Atau bisa juga dengan tinggi cerobong asap yang dibuat semakin tinggi.

Tanaman seperti Eceng gondok dapat memfasilitasi biodegradasi polutan organik, dapat menyerap logam berat dan itu adalah akumulator baik bagi logam Zn , Cr, Cu, Pb, Ag, dan Cd. Pada ekosistem perairan yang menjadi semakin tercemar dengan berbagai logam berat menghasilkan oleh beberapa kegiatan antropogenik, dan ini merupakan masalah lingkungan. Akar Eceng gondok terbukti akumulator lebih baik dari pada daunnya untuk logam. Berdasarkan hasil tersebut Eceng gondok dapat digunakan pada skala besar untuk menghilangkan logam berat. Hal ini dapat diusulkan bahwa Eceng gondok dapat bertindak sebagai agen kuat penghapusan Zn, Cr, Cu, dan Cd dari air, karena species ini tumbuh subur di lahan basah meliputi hampir seluruh permukaan air, kemampuan untuk menyerap Zn, Cr, Cu dan Cd dan untuk menahan tingkat tinggi logam ini seperti yang ditunjukkan di sini menunjukkan bahwa species ini efektif akan menghapus Zn, Cr, Cu, dan Cd di lapangan. Sebuah sistem pemanenan yang cocok akan diperlukan untuk mendapatkan hasil yang berarti. Jaringan tanaman yang dipanen, kaya akumulasi logam, dapat diproses dengan pengeringan, atau kompos. Bahan kering dapat dibakar untuk menghasilkan energi. Zn, Cr, Cu, dan Cd dapat direklamasi dari abu setelah pengobatan asam. Karena logam berat dapat terakumulasi dalam sedimen, maka kadar logam berat dalam sedimen lebih besar dari air (Tarigan, 2003).

(13)

permanganat-filtrasi dengan mangan zeolit (manganese greensand) tergantung pada tingkat kandungan Mn di perairan tersebut. Untuk menghilangkan mangan di dalam air yang paling sering digunakan adalah dengan cara oksidasi yang diikuti proses pemisahan padatan (suspended solids). Mangan lebih sulit dioksidasi dari pada besi, hal ini disebabkan karena kecepatan oksidasi mangan lebih rendah dibanding dengan kecepatan oksidasi besi.

(14)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari makalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa:

 Beban pencemar (polutan) adalah bahan –bahan yang bersifat asing bagi alam atau bahan yang berasal dari alam itu sendiri yang memasuki suatu tatanan ekosistem sehingga mengganggu peruntukan ekosistem tersebut.

 Berdasarkan sifat toksiknya, polutan/pencemardibedakan menjadi dua, yaitu polutan tak toksik (non-toxic pollutants) dan polutan toksik (toxic pollutants).

 Air tercemar juga dapat diketahui dari matinya atau terganggunya organisme perairan, baik ikan, tanaman dan hewan-hewan yang berhubungan dengan air tersebut. Dalam menentukan karakteristik limbah, parameter-parameter yang dipakai secara umum antara lain suhu, rasa dan bau, warna, kekeruhan, padatan, konduktivitas, ph dan kebutuhan oksigen.

 Penyebaran polutan di udara akibat emisi asap pabrik. Selain itu cairan kimia dialirkan dari suatu proses industri ke proses yang lain melaui pipa-pipa tersebut. Terdapat kemungkinan pipa mengalami kebocoran, dan mengakibatkan terjadinya polusi air tanah oleh cairan kimia.

(15)

dan kapur. Alat pengolah air ini juga sangat cocok digunakan untuk pengolahan air yang mengandung zat besi, mangan dan zat organik, dengan biaya yang sangat murah.

 Tanaman seperti Eceng gondok dapat memfasilitasi biodegradasi polutan organik, dapat menyerap logam berat dan itu adalah akumulator baik bagi logam Zn , Cr, Cu, Pb, Ag, dan Cd. Sedangkan untuk pencemaran udara bisa juga dengan tinggi cerobong asap yang dibuat semakin tinggi.

3.2 Saran

Pada makalah ini menunjukkan pengertian bahan pencemar hingga solusi yang ditawarkan untuk menghadapinya. Berbahayanya bahan pencemar bagi organisme hidup membuat manusia harus bisa mengatasinya. Salah satu caranya adalah dengan filtrasi aerasi.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, T. 2010. Kontaminasi logam berat pada makanan dan dampaknya pada kesehatan. Teknubuga. 2(2):53-65.

Arisandy, K. R., E. Y. Herawati dan E. Suprayitno. 2012. Akumulasi logam berat timbal (pb) dan gambaran histologi pada jaringan Avicennia marina (forsk.) Vierh di Perairan Pantai Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan. 1(1):15-25.

Cahyono, E dan Kartono. 2006. Singularitas jumlahan solusi fundamental persamaan difusi dalam pemodelan transfer massa. Jurnal Matematika. 9(2):200-206.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan. Lingkungan Perairan Cetakan Kelima. Kanisius. Yogyakarta.

Herlambang, A. 2006. Pencemaran air dan strategi penggulangannya. Jurnal Akuakultur Indonesia. 2(1): 16-29.

Krisnawati, T.Y. Widya, A. Nurasih dan A. M. Santoso. 2015. Perancangan Moolief Bioreactor Untuk Remediasi Air Sungai Brantas Kediri Tercemar Limbah Domestik dan Industri. Prosiding Biologi Nasional. 496-503.

Mosey, H. I. R. 2011. Pemodelan penyebaran polutan di udara dengan solusi persamaan difusi advektif. Jurnal Ilmiah Sains. 11(1):58-60. Purnomo, T dan Muchyiddin. 2007. Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada

Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk.) di Tambak Kecamatan Gresik. Jurusan Biologi FMIPA. 14 (1): 68 - 77.

Saputra, R., M. Hasbi dan Budijono. 2014. The continuous peat water treatment system to lower iron and manganese as live media for Cyprinus carpio. JOM. 1-10.

(17)

yang dilanjutkan dengan reaktor activated carbon. Jurnal Teknik Sipil UNTAN. 13(1):29-44.

Referensi

Dokumen terkait

Dan media selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada dalam suatu

Tingginya kadar logam Pb pada titik 3 dikarenakan lokasi tersebut berada dekat den- gan jalan raya dan pemukiman waga yang mungkin bahan pencemar (polutan) berasal

Jenis bahan pengawet propianat yang sering digunakan adalah asam propianat dan garam kalium atau natrium propianat.. Propianat selain menghambat kapang juga dapat

Beban pencemar perairan Sungai Tapung Kiri daerah Petapahan yang dihitung pada penelitian ini berasal dari aktivitas pabrik kelapa sawit, perkebunan sawit dan tambang pasir

Sebagai warga indonesia pasti tidak asing lagi dengan alat musik tradisional yang satu ini, alat musik ini berasal dari daerah jawa , alat musik ini dimainkan dengan cara

Konsentrasi udara ambien merupakan polutan dari sumber pencemar yang terdiri dari partikel-partikel dan gas-gas kemudian di atmosfer mendapat pengaruh dari antara lain

Hasil penelitian menunjukan sumber pencemar yang dominan berasal dari limbah domestiik dan secara keseluruhan beban pencemar yang masuk ke sungai Ciliwung sudah melampui

Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Bahan Pencemar Deterjen (MBAS) Dalam Air Waduk Jatiluhur Sebagai Sumber Baku Air Minum” ini disusun sebagai salah satu syarat