Apa itu Struktur dan Konstruksi Bangunan (1)

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Apa itu Struktur dan Konstruksi Bangunan?

Apa itu struktur dan konstruksi bangunan? Jika kita membahas mengenai suatu bangunan dan serba-serbinya, maka tidak akan lengkap rasanya bila tidak mengulas tentang struktur dan konstruksi bangunan. Yap, kedua kata ini memang seringkali disebutkan dalam sebuah

pembelajaran di bidang arsitektur atau teknik sipil. Tetapi, sudah tahukah anda pengertian dari masing-masing kata tersebut?

Bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), struktur adalah 1 cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; 2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda. Sedangkan konstruksi merupakan susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan sebagainya). Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur berupa bagian-bagian bangunan dan konstruksi ialah bangunan. Struktur Bangunan

Struktur Bangunan

Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan seperti pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi untuk mendukung

keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak, interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu kesatuan. Setiap bagian struktur bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing.

Kegunaan lain dari struktur bangunan yaitu meneruskan beban bangunan dari bagian bangunan atas menuju bagian bangunan bawah, lalu menyebarkannya ke tanah. Perancangan struktur harus memastikan bahwa bagian-bagian sistem struktur ini sanggup mengizinkan atau menanggung gaya gravitasi dan beban bangunan, kemudian menyokong dan menyalurkannya ke tanah dengan aman.

Terdapat tiga bagian dari struktur bangunan antara lain :

1. Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi dan sloof.

2. Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di atas permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali oleh manusia. Yang dimaksud struktur tengah di antaranya dinding, kolom, dan ring.

3. Struktur atas (superstruktur) yaitu bagian-bagian bangunan yang terbentuk memanjang ke atas untuk menopang atap. Struktur atas bangunan antara lain rangka dan kuda-kuda. Konstruksi Bangunan

Konstruksi Bangunan

(2)

terbentuk atas kesatuan struktur-struktur. Contoh konstruksi antara lain rumah, gedung, jembatan, dan jalan raya.

Konstruksi bisa didefinisikan pula sebagai kegiatan membangun sarana dan prasarana sehingga dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Aktifitas konstruksi bukan hanya sebatas membangun, tetapi juga kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan proses pendirian bangunan seperti perencanaan rancang bangun, penelitian AMDAL, penyusunan RAB, penyediaan material, dan pengawasan proyek pembangunan. Biasanya pekerjaan konstruksi di lapangan dilakukan oleh buruh bangunan, tukang, dan ahli bangunan lainnya yang diawasi mandor proyek. Sementara itu, keseluruhan dari kegiatan konstruksi ini akan dipantau secara berkala oleh manajer proyek, insinyur desain, atau arsitek proyek.

Konstruksi dalam pengertian bangunan dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yakni : 1. Konstruksi gedung yaitu konstruksi yang digunakan untuk mendukung kebutuhan hidup

manusia. Konstruksi ini meliputi rumah, hotel, apartemen, kantor, rumah sakit, dan lain-lain.

2. Konstruksi transportasi ialah konstruksi yang dibuat untuk memenuhi sarana dan prasarana transportasi. Contoh konstruksi ini yaitu jalan raya, jembatan, rel, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, dan sebagainya.

3. Kontruksi air merupakan konstruksi yang dibangun dengan tujuan mengelola air di atas tanah. Yang termasuk konstruksi air misalnya bendungan, waduk, irigasi, drainase, parit, got, gorong-gorong, dan lain sebagainya.

4. Konstruksi khusus adalah konstruksi bangunan yang didirikan untuk tujuan khusus. Sebagai contoh konstruksi menara pemancar gelombang radio, menara jaringan listrik, menara pemancar televisi, anjungan minyak lepas pantai, dan lain-lain.

Perancangan konstruksi bangunan yang ideal harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Di antaranya konstruksi harus kuat dan awet sehingga dapat berfungsi sesuai tujuan

(3)

STRUKTUR DAN KONSTRUKSI

BANGUNAN PENGERTIAN

20 APRIL 2015 ANDREYASS TINGGALKAN KOMENTAR

Konstruksi Bangunan terdiri dari dua suku kata yaitu konstruksi

(construction) yang berarti membangun, sedangkan bangunan yang berarti suatu benda yang dibangun atau didirikan untuk kepentingan manusia

dengan tujuan, biaya dan waktu tertentu. Konstruksi bangunan berarti suatu cara atau teknik membuat/mendirikan bangunan agar memenuhi syarat kuat, awet, indah, fungsional dan ekonomis.

Struktur bangunan adalah elemen- elemen penyusun suatu bangunan STRUKTUR ATAP

Atap merupakan bagian dari bangunan gedung atau rumah yang letaknya berada dibagian paling atas, sehingga untuk perencanaannya atap ini haruslah diperhitungkan dan harus mendapat perhatian yang khusus dari perencana. Untuk itu dalam merencanakan bentuk atap harus mempunyai daya arstistik.atapmerupakan mahkota dari suatu bangunan rumah. Atap sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya, sehingga akan terlindung dari panas, hujan, angin dan binatang buas

sertakeamanan.Atap berfungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan.

Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.

Struktur atap pada umumnya juga dibuat dengan mengikuti atau

menyesuaikan dengan denah atau bentuk keseluruhan bangunan (desain atap rumah). Jika rumah terdiri atas dua lantai, struktur atap dibuat

mengikuti denah atau layout rumah pada lantai dua.

Struktur Atap

(4)

rangka atap. Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok –balok (dari

kayu/bambu/baja) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak beton. Berdasarkan posisi inilah maka muncul istilah gording,kasau dan rengPenopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga,disebut dengan istilah kuda-kuda. Kuda-kuda berada dibawah rangka atap,fungsinya untuk menyangga rangka atap. Sebagai

pengaku,bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok

bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirakan beban ke tanah.

Secara umum dikenal 4 jenis struktur atap yaitu:

1. struktur dinding (sopi-sopi) rangka kayu

2. kuda-kuda dan rangka kayu

3. struktur baja konvensional

4. struktur baja ringan

Atap dan bagian-bagiannya

 jurai dalam

Jurai dalam ialah bagian yang tajam pada atap,terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan kedalam.

 jurai luar

Jurai luar,ialah bagian yang tajam pada atap,terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan ke luar.

 bubungan (nok)

Merupakan sisi atap yang teratas,selalu dalam keadaan datar dan umumnya menentukan arah bangunan.

 Gording

Balok atap sebagai pengikat yang menghubungkan antar kuda-kuda. Gording juga menjadi dudukan untuk kasau dan balok jurai dalam.

(5)

Komponen atap yang terletak diatas gording dan menjadi dudukan untuk reng.

 Reng

Komponen atap yang memiliki ukuran yang kecil. Posisinya melintang diatas kasau. Reng berfungsi sebagai penahan penutup atap (genteng dan lain-lain).

BENTUK MODEL ATAP

Bentuk atau model konstruksi atap bermacam – macam sesuai dengan peradaban dan perkembangan teknologi serta sesuai dengan segi arsitekturnya. Bentuk atap yang banyak terdapat adalah :

1.Atap Datar

Model atap yang paling sederhana adalah atap berbentuk datar atau rata. Atap datar biasanya digunakan untuk bangunan/ rumah bertingkat, balkon yang bahannya bisa dibuat dari beton bertulang.

2. Atap Sandar

Model atap sengkuap biasa digunakan untuk bangunan – bangunan

tambahan misalnya; selasar atau emperan, namun sekarang atap model ini juga dipakai untuk rumah – rumah modern. Beberapa arsitek mengadopsi model atap ini kemudian menggabungkannya dengan atap model pelana.

3. Atap Pelana

Bentuk atap ini cukup sederhana, karena itu banyak dipakai untuk bangun – bangunan atau rumah di masyarakat kita. Bidang atap teridiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan.

Atap ini merupakan bentuk atap rumah yang dianggap paling aman karena pemeliharaannya mudah dalam hal mendeteksi apabila terjadi kebocoran. Sudut kemiringan antara 30 sampai dengan 45 derajat.

4. Atap Tenda

(6)

5. 5.Atap Limas (perisai)

Atap berbentuk limas terdiri dari empat bidang atap, dua bidang bertemu pada satu garis bubungan jurai dan dua bidang bertemu pada garis

bubungan atas atau pada nook. Jika dilhat terdapat dua bidang berbentuk trapesium dan dua dua bidang berbentuk segitiga.

Bentuk atap ini penyempurnaan dari bentuk atap pelana, yang terdiri atas dua bidang atap miring yang berbentuk trapezium. Dua bidang atapnya berbentuk segi tiga dengan kemiringan yang biasanya sama.

6.Bentuk Atap Kombinasi Pelana+Perisai.

Bentuk atap ini adalah kombinasi atau gabungan dari atap jenis pelana dan perisai (limasan). Ada yang juga menyebut jenis atap ini sebagai atap tenda patah atau atap joglo.

7. 7. Atap Joglo

Model atap joglo hampir sama dengan atap limas tersusun sehingga atpnya seperti bertingkat. Atap ini banyak dibangun di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

8. Atap Gergaji

(7)

STRUKTUR

Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan seperti pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi untuk mendukung keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak, interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu kesatuan. Setiap bagian struktur bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing.

Kegunaan lain dari struktur bangunan yaitu meneruskan beban bangunan dari bagian bangunan atas menuju bagian bangunan bawah, lalu menyebarkannya ke tanah. Perancangan struktur harus memastikan bahwa bagian-bagian sistem struktur ini sanggup mengizinkan atau menanggung gaya gravitasi dan beban bangunan, kemudian menyokong dan menyalurkannya ke tanah dengan aman.

Terdapat tiga bagian dari struktur bangunan antara lain :

1.

Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi dan sloof.

2.

Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di atas permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali oleh manusia. Yang dimaksud struktur tengah di antaranya dinding, kolom, dan ring.

(8)

KLASIFIKASI STRUKTUR 1.Klasifikasi struktur berdasarkan geometri dan bentuk dasarnya :

 Elemen garis adalah elemen yang panjang dan langsing dengan potongan melintang nya lebih

kecil dibandingkan ukuran panjangnya.Elemen garis dapat dibedakan menjadi elemen lurus dan elemen melengkung.

 Elemen permukaan adalah elemen yang ketebalannya lebih kecil dari pada ukuran panjang

nya.Elemen datar dapat berupa datar atau lengkung.Elemen lengkung bisa berupa lengkung tunggal atau lengkung ganda.

2.Klasifikasi struktur berdasarkan karakteristik kekakuan elemen :

 Elemen kaku, biasanya sebagai elemen yang tidak mengalami perubahan bentuk yang cukup

besar apabila mengalami tekanan beban.

 Elemen tidak kaku atau fleksibel, misalnya kabel yang berubah menjadi bentuk tertentu pada

suatu kondisi pembebanannya.Struktur fleksibel akan mempertahankan keutuhan fisik nya meskipun bentuknya berubah-ubah.

3.Berdasarkan susunan elemen :

 System satu arah, dengan mekanime transfer beban dari struktur untuk menyalurkan ketanah

merupakan aksi satu arah saja.Sebuah balok yang terbentang pada dua titik tumpuan adalh contoh system satu arah.

 System dua arah dengan system bersilang yang terletak diantara dua titik tumpuan dan tidak

(9)

Gambar 1. Mengkategorikan elemen berdasarkan transfer beban

Gambar 2. Klasifikasi elemen struktur

4.berdasarkan material pembentuknya di bedakan :

 Struktur kayu  Struktur baja  Struktur beton,dll

C.Elemen-elemen utama struktur

(10)

 Elemen kaku yang umum digunakan yaitu balok, kolom, pelengkung, pelat datar, pelat

berpelengkungan dan cangkang.

 Elemen tidak kaku atau fleksibel seperti kabel, membrane atau kabel berpelengkung tunggal

maupun ganda.

 Elemen elemen yang merupakan rangkaian dari elemen elemen tunggal : rangka, rangka

batang, kubah dan jaring.

Gambar 3. Jenis-jenis elemen struktur

1.Balok dan kolom

(11)

2.Rangka

Struktur rangka secara sederhana sama dengan balok.Tetapi dengan aksi struktur yang berbeda karena adanya tititk hubung kaku antara elemen vertical dan elemen horizontalnya.Kekauan tititk hubung ini memberi kestabila terhadap gaya lateral.Pada system rangka ini balok maupun kolom akan melentur sebagai akibat dari adanya aksi pada struktur.Pada struktur rangka panjang setiap elemen terbatas, sehingga biasanya akan dibuat dengan pola berulang.

3.Rangka batang

Rangka batang adalah struktur yang di buat dengan menyusun elemen linier berbentuk batang-batang yang relative pendek dan lurus menjadi pola pola segitiga.Rangka batang yang terdiri atas elemen elemen diskrit yang melendut secarakeseluruhan apabila mengalami pembebanan seperti yang hal nya di alami balok yang terbebani tranversal.Setiap elemen batangnya tidak melentur tetapi hanya akan mengalami gaya tarik atau tekan saja.

4.Pelengkung

Pelengkung adalah struktur yang di bentuk oleh elemen garis yang melengkung dan membentang antara 2 titik.Struktur itu umumnya terdiri atas potongan potongan kecil yang mempertahankan posisinya akibat adanya pembebanan.Bentuk lengkung dan perilaku beban merupakan hal pokok yang mementukan apakah struktur tersebut stabil atau tidak.Kekuatan struktru tergantung dari bahan penyusun nya serta beban yang akan bekerja padanya.contoh struktur pelengkung adalah struktur yang berbenuk dari susunan bata.Bnetuk struktur pelengkung yang banyak digunakan pada banguna modern adalah pelengkung kaku.

5.Dinding dan plat

Plat datar dan dinding adalah struktur kaku pembentuk permukaan suatu dinding pemikul beban dapat memikul beban baik beban yang bekerja dari arah vertical maupun arah horizontal.Jika struktur dinding terbuat dari material kecil maka kekuatan terhadap beban dalam arah tegak lurus menjadi sangat terbatas.Struktur pelat datar digunakan secara horizontal dan memikukl beban sebagai lentur dan meneruskanya ketumpuan.Struktur pelat dapat terbuat daribeton bertulang ataupun baja.Pelat horizontal apat dibuat dengan pola susunan elemen garis yang kaku dan pendek dan bentuk segitiga tiga demensi digunakan untuk memperoleh kekakuan yang lebih baik.

6.Cangkang dan terowongan

Cangkang dan terowongan merupakan struktur pelat satu kelengkungan.Struktur cangkang memiliki bentang longitudonial dan kelengkungan nya tegak lurus terhadap diameter bentang.Bentuk cangkang harus terbuat dari material kaku seperti beton bertulang atau baja.

(12)

Kubah merupakan bentuk struktur berlangkungan ganda.Bentuk kubah dapat dipandang sebagai bentuk cengkung yang berputar.Umumnya dibentuk dari material kaku seperti beton bertulang tetapi dapat pula dibuat dari tumpukan bata.

Kubah adalah struktur yang sangat efsien bila di gunakan pada bentang besar dengan penggunaan material yang lebih sedikit.

8.Kabel

Merupakan elemen struktur yang fleksibel.Bentuk kabel bergantung pada beban yangbekerja padanya.Struktu kabel yang di tarik pada kedua ujungnya berbentuk lurus saja di sebut tierod..Jika pada bentangan kabel terdapat beban titik eksternal maka bentuk kabel akan berupa segmen segmen garis .Jika yang di pikul adalah beban yang terbagi merata maka kabel akan berbentuk lengkungan sedangkan berat sendri struktur kabel akan menyebabkan bentuk lengkung yang disebut catenary-curve.

9.Membran, tenda dan jaring.

Membran adalah lembaran tipis yang fleksibel.Tenda biasanya dibentuk dari permukaan membrane.Bentuk srtuktur nya dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan mebran-membran.Untuk permukaan dengan lengkungan ganda permukaan actual harus tersusun dari segmen yang jauh lebih kecil karena pada umumnya membrane dengan permukaan dengan menggantungkan pada sisis cembung berarah kebawah itupun jika berarah keatas harus ditambahkan mekanisme tertentu agar bentuknya tetap.

KONTRUKSI

Konstruksi dapat diartikan sebagai gabungan dari elemen struktur dan elemen nonstruktur. Dengan kata lain, konstruksi bangunan adalah objek bangunan secara keseluruhan yang terbentuk atas kesatuan struktur-struktur. Contoh konstruksi antara lain rumah, gedung, jembatan, dan jalan raya.

(13)

Konstruksi dalam pengertian bangunan dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yakni :

1.

Konstruksi gedung yaitu konstruksi yang digunakan untuk mendukung kebutuhan hidup manusia. Konstruksi ini meliputi rumah, hotel, apartemen, kantor, rumah sakit, dan lain-lain.

2.

Konstruksi transportasi ialah konstruksi yang dibuat untuk memenuhi sarana dan prasarana transportasi. Contoh konstruksi ini yaitu jalan raya, jembatan, rel, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, dan sebagainya.

3.

Kontruksi air merupakan konstruksi yang dibangun dengan tujuan mengelola air di atas tanah. Yang termasuk konstruksi air misalnya bendungan, waduk, irigasi, drainase, parit, got, gorong-gorong, dan lain sebagainya.

4.

Konstruksi khusus adalah konstruksi bangunan yang didirikan untuk tujuan khusus. Sebagai contoh konstruksi menara pemancar gelombang radio, menara jaringan listrik, menara pemancar televisi, anjungan minyak lepas pantai, dan lain-lain.

Perancangan konstruksi bangunan yang ideal harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Di

antaranya konstruksi harus kuat dan awet sehingga dapat berfungsi sesuai tujuan pembuatannya. Selain itu, konstruksi juga sebaiknya dibuat dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika sehingga terlihat menarik dan indah dipandang mata. Tak kalah pentingnya, konstruksi harus dijaga kebersihannya agar penghuni merasa sehat dan nyaman, termasuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya dengan baik. Terakhir, pembangunan konstruksi ini juga wajib dilakukan efektif dan efisien.

KLASIFIKASI KONTRUKSI

Dalam kehidupan sehari-hari kata konstruksi sering disamakan dengan kata struktur seperti struktur kayu dengan konstruksi kayu, struktur baja dengan konstruksi baja, dan lain-lain. Kata struktur berarti susunan dari beberapa elemen (benda) yang membentuk suatu kesatuan yang utuh. Jadi kata struktur berarti benda sedangkan konstruksi berarti teknik atau cara membuat (rekayasa).

Bangunan dikelompokkan kedalam 4 kelompok yaitu:

1). Bangunan Gedung yaitu: kantor, rumah sakit, hotel, rumah dan lain-lain.

2) Bangunan Transportasi yaitu: jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, pelabuhan,

lapangan terbang dan sebagainya.

3) Bangunan Air yaitu: bendungan, saluran irigasi, saluran drainase, bangunan bagi, gorong- gorong dan sebagainya.

4) Bangunan khusus yaitu: anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan tinggi, menara pemancar radio, TV dan sebagainya.

Secara umum konstruksi bangunan harus memenuhi 5 syarat yaitu:

(14)

menjadi murah.

2. Fungsional, dalam arti bentuk, ukuran dan organisasi ruangan mememihi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.

3. Indah, dalam arti bentuknya enak dipandang mata .

4. Hygienis, dalam arti sirkulasi udara dan cahayanya cukup sehingga penghuninya merasa

nyaman dan sehat.

5. Ekonomis, dalam arti tidak terdapat pemborosan sehingga pembiayaan menjadi relatif

efisien dan efektif.

Sistem Bangunan

Sebuah sistem dapat didefinisikan sebagai suatu susunan bagian-bagian yang saling

berhubungan atau saling tergantung satu sama lain yang membentuk sebuah kesatuan kompleks

dan berlaku untuk satu fungsi. Sebuah bangunan dapat diartikan sebagai wujud fisik dari

beberapa sistem dan subsistem yang saling berhubungan, terkoordinasi, terintegrasi satu sama

lain sekaligus dengan wujud tiga dimensinya, serta organisasi spasialnya secara utuh.

Sistem Struktural

Sistem struktural sebuah bangunan dirancang dan dikonstruksi untuk dapat menyokong

danmenyalurkan gaya gravitasi dan beban lateral ke tanah dengan aman tanpa melampaui beban

yang diizinkan atau yang dapat ditanggung oleh bagian-bagian sistem struktur itu sendiri.

a) Substruktur atau struktur bawah: adalah struktur dasar yang membentuk fondasi sebuah bangunan.

b) Struktur: berupa kolom, balok, dan dinding penopang menyokong struktur lantai dan

atap.

c) Superstruktur atau struktur atas: adalah perpanjangan vertikal bangunan di atas fondasi.

Dari elemen-elemen bangunan tersebut diatas, selanjutnya dapat disusun sedemikian sehingga

sesuai dengan fungsinya masing-masing dan seefisien mungkin, karena elemen yang satu

(15)

Sistem selubung merupakan cangkang atau selimut bangunan yang terdiri dari atap,

dinding eksterior, jendela, dan pintu.

ü Atap dan dinding eksterior melindungi ruang-ruang interior dari cuaca, mengkontrol

kelembaban, panas, dan aliran udara dengan susunan lapisan komponen konstruksi.

ü Dinding eksterior dan atap juga meredam kebisingan, serta memberikan keamanan dan

privasi bagi penghuni bangunan. ü Pintu memberikan akses fisik.

ü Jendela memberikan akses terhadap cahaya, udara, dan pemandangan.

ü Dinding interior dan partisi membagi ruang interior bangunan menjadi satuan

ruang yang lebih kecil.

Sistem Mekanikal

Sistem mekanikal bangunan memberikan pelayanan yang penting bagi bangunan, diantaranya:

a Sistem pasokan air menyediakan air untuk konsumsi dan sanitasi penghuni.

b Sistem pembuangan air membuang limbah cair danzat organik ke luar bangunan.

c Sistem pemanas, ventilasi, dan AC (air conditioning) mengkondisikan keadaan ruang

interior untuk kenyamanan penghuni.

d Sistem elektrikal mengendalikan, mengukur, melindungi sumber daya listrik bangunan

dan mendistribusikannya dengan aman untuk memenuhi kebutuhan

e. Sistem penerangan, keamanan, dan komunikasi Sistem transportasi vertikal (lift)

membawa crane dan barang dari satu lantai ke lantai lain dalam bangunan bertingkat sedang Ban

tinggi.

f. Sistem kebakaran mendeteksi dan memadamkan api.

g. Struktur bangunan bertingkat tinggi mungkin memerlukansistem pembuangan limbah

serta sistem daur ulang.

(16)

Bangunan sebagai suatu benda hasil karya orang umumnya besar dan mempunyai bobot

yang tinggi serta dikerjakan oleh orang banyak. Mengingat banyaknya macam bangunan dalam

bidang teknik, maka dapat dibedakan menjadi jenis-jenis sebagai berikut :

A. Bangunan kering, yang diantaranya adalah gedung, rumah, jalan, pabrik, tempat ibadah ,

dan

lain-lain.

B. Bangunan basah, yang diantaranya adalah saluran air, menara air, dermaga, pelabuhan,

bendungan, saluran irigasi dan lain sebagainya.Mengingat ruang lingkup dan jenis bangunan

yang cukup luas, maka dalam materi ini hanya akan dibahas ilmu bangunan gedung saja.

3. Bagian-bagian Bangunan Gedung

Setiap bangunan merupakan susunan sesuatu yang terdiri dari komponen-komponen yang

saling berhubungan antara satu dengan lainnya agar mendapatkan konstruksi yang stabil.

Ditinjau dari sisi susunannya, bagunan gedung dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu sebagai

berikut:

Bagian bawah

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan lantai atau bagian

bangunan yang ada di dalam tanah, seperti balok beton (sloof), kolom beton dan pondasi.

Bangunan bagian bawah ini berfungsi untuk menahan semua beban bangunan yang berada

diatasnya termasuk beratnya sendiri.

Bagian tengah

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak diatas balok beton (sloof), seperti dinding,

pintu dan jendela.

Bagian atas

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak diatas dinding (pasangan bata), seperti

(17)

Struktur bangunan adalah komponen penting dalam arsitektur.

Untuk melindungi suatu ruang terhadap iklim dan bahaya –bahaya yang ditimbulkan oleh alam. Menyalurkan beban ke dalam tanah

Struktur adalah sebuah sistem, artinya gabungan atau rangkaian dari berbagai macam elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Beban dibedakan dalam beberapa arti :

Beban Gravitasi : Tegak Lurus Kebumi, vertikal ke bumi, beban yang secara alami dimiliki oleh setiap benda di muka bumi.

Beban Lateral atau Horizontal :Tegak Lurus terhadap beban gravitasi atau mendatar relatif sejajar permukaan bumi.

Pembagian beban berdasarkan sebabnya :

1. Beban yang disebabkan Alam (Geofisika)

Arus dan Gelombang air, geothermal-uap dan gas, angin, gempa tektonik dan vulkanik,

hujan,salju, dsb.

2. Beban yang disebabkan Buatan Manusia (Man Made)

getaran kendaraan, suara buatan, ledakan bom, nuklir, benturan, pukulan, dsb.

Perbedaan beban hidup dan beban mati

Beban Mati

1.

Berat Sendiri – Struktur dan Seisinya

2.

Sifatnya Permanen – Tetap, Statik

3.

Beban mati dapat dihitung dengan akurat – material dan komponennya jelas. Contoh :

Struktur dinding, lantai, atap, plafon, perlengkapan Sistem Mekanikal Elektrikal

Beban Hidup

(18)

2.

Tekanan Air,Tanah, dan Air Tanah

3.

Beban Angin Beban Gempa ;

1.

Pergeseran pada Patahan/plate

2.

Tanah Longsor, Tanah Turun pada lapisan bawah

3.

Tsunami

4.

Beban Termis – Panas, Memuai dan Pemuaian

5.

Beban Ledakan – Nuklir, Super Sonic

6.

Sifatnya Berubah atau Temporari atau Semi Permanen

7.

Beban Hidup terkadang sukar diprekdiksi arah dan besarnya

8.

Besaran dapat berubah menurut Waktu dan Tempat

9.

Beban Hidup dapat bekerja secara Statik ataupun Dinamik Contoh :

Orang, Perabot Interior-Furnitur, Dinding Partisi, Sebagian Perlengkapan Mekanikal (tangki air,

pipa, dll).

Konsep dasar sistem struktur :

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih dan mendisain struktur adalah

Pola Geometrikbentuk geometrik diperlukan untuk kemudahan dalam hal ;

a. organisasi fungsi ruang, b. visual,

c. stabilitas,

d.distribusi beban.

Pola dan Koordinasi Modul

untuk memudahkan dalam mendisain, pelaksanaan lapangan dan perhitungan-perhitungan

sruktur

1.

Modul Perencanaan (Ruang/Arsitektural)

2.

Modul Struktur

3.

Modul Bahan/Material

4.

Modul Utilitas

(19)

Pola Struktur

1.

Pola/Modul Grid, garis-garis kotak lurus

2.

Pola Radial/Memusat

3.

Pola Abstrak/tidak berbentuk

4.

Pola Gabungan

Elemen – elemen dasar struktur :

Struktur Vertikal ;

a.Kolom Murni ; perletakan kolom (Lihat Lampiran Gambar) b.Letak kolom dengan pengulangan secara merata

c.Letak kolom ditepi,

d.Ditepi dan ditengah

e Letak kolom terpusat

f Dinding Murni ; Lihat Lampiran Gambar)

g Dinding Lurus/Linear

h Dinding Siku/Tekuk

i Dinding Core Terbuka

j Dinding Core Tertutup

k Gabungan/Kombinasi

l Kombinasi antara kolom, dinding-dinding

m. Dapat diletakkan tegak, miring atu kurva

Elemen Struktur Horizontal ;

1.

Plat Lantai ; (Lihat Lampiran Gambar)

2.

Plat Beton Slab (Solid)

3.

Plat Wafel

4.

Plat Komposit (Steel Deck - Bondex)

5.

Plat Berongga (Hollow-core concrete slabs)

6.

Atap Datar

7.

Dak Beton

(20)

9.

Komposit/Kombinasi

10.

Balok-Balok ; (Lihat Lampiran Gambar)

11.

Balok Paralel; satu arah (oneway) dan dua arah (two way system)

12.

Balok dengan susunan Radial

13.

Balok dengan susunan Diagonal

14.

Balok dengan susunan Kombinasi (Hibrid)

Elemen Dasar Struktur menurut Bentuk Geometrik

a.Elemen Garis Lurus (Balok dan Kolom) – merupakan elemen struktur satu dimensi. b.Elemen Bidang Datar (Flat Surface Structure/Slab)

c.Elemen Lipat/Patah dan Lipat Kurva ( “Folded and Curved Line“) d.Elemen Dinding Lengkung dan Dinding Miring

e.Elemen Permukaan Lengkung (“Curved Surface“)

Sistem Struktur Penahan Beban Lateral

Pada dasarnya untuk menahan beban vertikal ; kolom struktur dan sistem pondasi adalah yang

utama.

Dasar untuk menahan beban lateral/horizontal dapat dipecahkan dengan cara ;

o Membuat sambungan jepit sempurna (rigid frame) pada sistem struktur rangka ;

o Mendisain sambungan jepit sempurna pada bagian kolom dengan sistem pondasi/tanah.

o Mendisain sambungan jepit sempurna pada kolom dan balok, baik sebagian maupun

keseluruhan

sistem portal.

o Menggunakan ikatan diagonal (bracing) pada struktur rangka.

o Menggunakan dinding panel (dinding geser/“shear wall“) pada sistem struktur rangka atau

dinding

geser murni (menerus)

o Menggunakan Kombinasi dari ketiga sistem diatas

(21)

Elemen dasar struktur portal adalah berupa elemen batang yang disusun/dirakit sedemikian

rupa menjadi “Balok dan Kolom” (“Post and Lintel/Beam”). Elemen Batang disebut juga sebagai

elemen garis /satu dimensi.

Hubungan Sistem Rangka dapat dibentuk atas dasar :

o Susunan rangka dengan ikatan jepit sempurna/hubungan kaku (“rigid”)antara elemen-elemen

batang yang tersusun.

o Susunan rangka dengan ikatan sendi/engsel (“pin”, “hinge”) dengan konsep dasar susunan

berupa

‘truss”segi tiga.

o Susunan kombinasi keduanya

Sistem portal dapat disusun satu buah (“single”) atau multi level(“multibay”-bersusun

dengan mengulangan). Sistem rangka dapat disusun dan dikembangkan dengan arah susunan ; n Paralel

Figur

Gambar 2. Klasifikasi elemen struktur
Gambar 2 Klasifikasi elemen struktur. View in document p.9
Gambar 1. Mengkategorikan elemen berdasarkan transfer beban
Gambar 1 Mengkategorikan elemen berdasarkan transfer beban . View in document p.9
Gambar 3. Jenis-jenis elemen struktur
Gambar 3 Jenis jenis elemen struktur. View in document p.10

Referensi

Memperbarui...