Manajemen dan Rekayasa Struktur C-113
PERANCANGAN STRUKTUR SILO
NUR AHMAD HUSIN1, IBNUPUDJI RAHADJO
Email:
2
Dosen Diploma Teknik Sipil FTSP-ITS, Surabaya
Abstrak — Struktur silo merupakan bangunan pada umumnya dipergunakan untuk
penyimpanan bahan-bahan granular seperti semen, pasir, tanahliat dan lain-lain. Perancangan struktur silo ini dibuat dan dibangun dengan fungsi utama adalah sebagai tempat penyimpanan semen sebelum pendistribusian kewilayah-wilayah sekitarnya. Perancangan struktur silo menggunakan material beton bertulang dan baja. Material beton bertulang dipergunakan mutu K-350 dan mutu baja tulangan dipergunakan fy 300 MPa. Material beton bertulang dipergunakan pada elemen dinding silo, balok dan kolom. Material baja untuk lantai elevasi +5.500 dan +9.000 dipergunakan material baja dengan mutu BJ-37 sedangkan untuk struktur Cone dipergunakan baja mutu BJ-41. Bentukstruktur silo dalam perancangan ini berbentuk bulat. Beban-beban yang bekerja dalam perancangan struktur silo meliputi beban mati, beban hidup, beban gempa dan beban temperature. Lokasi dibangunnya silo tersebut masuk di wilayah kegempaan zone 5 dengan beban temperature pada silo dirancang 70o
Hasil rancangan struktur silo diperoleh diameter silo 20000 mm, elevasi puncak silo +44,800. Ketebalan dinding silo 400 mm, kolom utama berukuran 2000 x 3000 mm. Pile Cap 35600 x 34400 x 2700 dengan tiang pancang diameter 450 mm dan 600 mm
Kata kunci — Struktur Silo, Perancangan
C.
I. PENDAHULUAN
Tempat untuk menyimpan bahan granular terdiri dari dua jenis utama silo dan bunker. Perbedaan penting antara keduanya adalah dalam perilaku bahan disimpan. Perbedaan perilaku dipengaruhi oleh geometri dan karakteristik dari bahan yang disimpan. Tekanan material pada dinding dan lantai biasanya ditentukan oleh salah satu metode untuk silo atau bunker.
Silo dan bunker dibuat dari bermacam-macam material struktur. Beton merupakan material yang sering dipakai untuk kedua struktur tersebut. Beton dapat memberikan perlindungan yang diperlukan untuk bahan disimpan, memerlukan sedikit perawatan, yang estetis, dan relatif bebas dari bahaya
struktural tertentu (seperti tekuk atau berubah bentuk/penyok) yang mungkin terjadi pada silo atau bunker dengan bahan tipis.
Silo dan bunker terdiri dari bermacam-macam bentuk baik tunggal ataupun grup. Banyak silo besar mengalami keruntuhan. Beberapa kemungkinan penyebab dari keruntuhan bias diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Kesalahan disain, meliputi salah dalam pembebanan, kegagalan dalam mempertimbangkan kombinasi pembebanan kritis dan kesalahan detailing.
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-114
tulangan, control kualitas beton yang jelek
3. Kesalahan operasional, meliputi perubahan dari material yang disimpan, atau akibat operasional bias memberikan beban lateral takterduga pada silo.
II. PERTIMBANGAN DISAIN
Proses perancangan untuk struktur silo memperhatikan 2 hal yakni dari segi fungsi dan struktural. Disain fungsi harus berdasarkan volume kapasitas silo, perlindungan yang tepat dari material yang disimpan, dan metode pengisian dan pengosongan silo. Pertimbangan struktur adalah stabilitas, kekuatan dan control dari lebar retak dan lendutan. Beban-beban yang dipertimbangkan meliput i :
1. Beban mati dari berat sendiri struktur silo 2. Beban hidup sebagai berikut :
a. Gaya-gaya akibat material yang disimpan
b. Beban akibat pengisian dan pengosongan silo
c. Beban Angin
d. Beban gempa pada struktur dan material yang disimpan.
3. Beban tempratur dari material
III. PROPERTIES MATERIAL
Properties material yang akan disimpan di dalam silo berpengaruh pada intensitas beban tekanan. Pada saat operasional aliran material harus mempertimbangkan pemilihan bentuk dan ukuran outlet dantipe system unloading.
Tabel1 menunjuk kanpropertis material
yang umumnya disimpan di silo. Nilai tersebut bias digunakan jika material yang akan disimpan di silo tidak dilakukan pengetesan.
Tabel1: Tipikal properties disain material
granular
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-115
Pada perancangan struktur silo dipergunakan MutuBetok K-350 dan Mutu Baja fy = 300 MPa. Semua baja dipergunakan mutu baja BJ-37 kecuali untuk Cone dipergunakan Mutu Baja BJ-41
IV. PERANCANGAN SILO
a. Dimesi Silo
Pada perancangan silo ini direncanakan untuk penyimpanan material semen dengan kapasitas silo rencanaa dalah 10.000 ton dengan bentuk lingkaran. Dengan kapasitas silo rencana tersebut di dalam penentuan dimensi silo berdasarkan perumusan empiris yakni dikenal 2 pendekatan :
a. Oleh Dishinger, b. Oleh Soviet code,
untuk silo lingkaran
untuk silo kotak
Dalam perancangan silo direncanakan diameter (D) silo bagian dalam sebesar 18.300 mm dengan tinggi (H) silo sebesar 44.800 mm sebagaimana tampak pada Gambar 1,
VI
VI
V V
B C D E F G
1 2 3
B''' C'' F''
4
2''
2'
Gambar1a: Denah Silo Elevasi +9.900
+ 5.500
± 0.000 + 44.800
+ 10.500
Gambar1b:Tampak Silo
Setelah ditentukannya bentuk dan dimensi silo selanjutnya dilakukanlah pemodelan struktur silo sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 1a dan 1b sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2
berikut,
Gambar2 : Pemodelan Struktur Silo
b. Perhitungan beban pada silo b.1. Beban pada dinding silo
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-116
………(1)
Sementara itu tekanan statik lateral pada kedalaman Y adalah :
……..…..(2)
Dimana k diasumsikan sebagai :
……….………….(3)
Pada persamaan 1, R adalah radius hidraulik (luas/keliling) dari penampang sisi dalam silo.
Untuk silo lingkaran
Sementara itu tekanan static vertical terhadap bidang miring sebesar,
………….(4)
Dan gaya geser permukaan bias diambil sebesar,
……..…..………..(5)
Berikut merupakan variable silo untuk penyimpanan Portland Cement,
ρ = Angle of repose (PC)= 25
µ = Coeff of friction to Concrete= 0,466
o
= Coeff of friction to Steel = 0,30
γ = Weight/Volume= 1,20 t/m3 R = Hydraulic radius= 5 m D = Diameter of Silo= 20 m k = (1-sinρ)/(1+sinρ)= 0,406 Cd = Overpressure factor
α = angle of silo bottom = 10o
β = Angle of conus chamber= 60 H = 29 m
o
hh = D/2.tan α= 1,77 m
Gambar3 :
Dimensi Silo untuk menggunakan Persamaan Reimbert dan Janssen
Adapun besaran faktor Cd berdasarkan
perumusan Reimbert dan Janssen ditunjukkan pada Gambar4. Tampak pada
Gambar 4 besarnya tekanan pada silo baik
lateral Maupun verikal bertambah besar
seiring dengan bertambahnya kedalaman silo
terhadap posisi atap silo. Persamaan 1 sampai dengan persamaan 5 merupakan persamaan tekanan statik. Selama proses pengisian dan pengosongan pada struktur silo besarnya tekanan kemungkinan akan bertambah. Penambahan tekanan ini disebut pengaruh
dinamik. Dalam proses pengosongan
menyebabkan tekanan dan gesekan vertical pada dinding silo menjadi lebih tinggi. Demikian pula akibat pengosongan, runtuhnya material di dalam silo akan menyebabkan bertambahnya tekanan vertical akibat tumbukan material yang mengalami keruntuhan. Pengaruh pengosongan material didalam silo digambarkan dalam besarnya factor Cd ditunjukkan pada Gambar 4 berikut
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-117
Pendekatan besarnya tekanan pada dinding silo bias dilakukan pendekatan dengan menggunakan factor tekanan, Cd.
Sehingga secara umum bias dipergunakan persamaan :
……(6)
Mengacu pada Gambar 3 di atas, besarnya tekanan pada dinding silo dibagi menjadi pias-pias per ketinggian sebagaimana tampak pada
Gambar 5.
Berdasarkan Faktor tekanan, Cd
sebagaimana tampakp ada Gambar 4 maka faktor Cd untuk perhitungan silo ditunjukkan
pada table 2.
Gambar 4 :Nilai Fakto rtekanan, Cd
Gambar5:Pembagian pias tekanan pada silo
Tabel 2 : Faktor C Posisi
d
Janssen Reimbert
H1 = D.tanα = 3,50 m 1,35 1,10
(H-H1)/4 = 6,37 m 1,45 1,20
(H-H1)/4 = 6,37 m 1,55 1,45
(H-H1)/4 = 6,37 m 1,65 1,65
(H-H1)/4 = 6,37 m 1,65 1,65
hh = 1,77 m 1,65 1,65
Bottom 1,35 1,50
Mengacu pada Gambar 5 dan Tabel 2 di atas maka perhitungan besarnya gaya pd dan qd
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-118
Tabel 3 :Perhitungan beban pada dinding silo
depth height q p Cd qd (t/m2) pd (t/m2) vd (t/m')
0.00 43.00 0.00 0.00 1.35 0.00 0.00 0.00 0.00 0.50 42.50 0.59 0.24 1.35 0.80 0.33 0.84 1.35 1.00 42.00 1.18 0.48 1.35 1.59 0.65 1.74 1.44 1.50 41.50 1.75 0.71 1.35 2.36 0.96 2.70 1.54 2.00 41.00 2.31 0.94 1.35 3.12 1.27 3.72 1.63 2.50 40.50 2.86 1.16 1.35 3.86 1.57 4.79 1.72 3.00 40.00 3.40 1.38 1.35 4.59 1.86 5.92 1.81 3.50 39.50 3.93 1.60 1.35 5.31 2.16 7.11 1.90 4.00 39.00 4.45 1.81 1.35 6.01 2.44 8.35 1.98 4.50 38.50 4.97 2.02 1.35 6.70 2.72 9.64 2.07 1.54 5.00 38.00 5.47 2.22 1.45 7.93 3.22 11.79 3.45 5.50 37.50 5.96 2.42 1.45 8.64 3.51 13.29 2.40 6.00 37.00 6.44 2.61 1.45 9.34 3.79 14.84 2.48 6.50 36.50 6.92 2.81 1.45 10.03 4.07 16.44 2.57 7.00 36.00 7.38 3.00 1.45 10.70 4.34 18.10 2.65 7.50 35.50 7.84 3.18 1.45 11.36 4.61 19.80 2.73 8.00 35.00 8.28 3.36 1.45 12.01 4.87 21.56 2.81 8.50 34.50 8.72 3.54 1.45 12.65 5.13 23.36 2.89 9.00 34.00 9.15 3.72 1.45 13.27 5.39 25.21 2.96 9.50 33.50 9.58 3.89 1.45 13.89 5.64 27.11 3.04 10.00 33.00 9.99 4.06 1.45 14.49 5.88 29.05 3.11 10.50 32.50 10.40 4.22 1.45 15.08 6.12 31.04 3.19 2.86 11.00 32.00 10.80 4.38 1.55 16.74 6.79 35.35 6.91 11.50 31.50 11.19 4.54 1.55 17.34 7.04 37.57 3.56 12.00 31.00 11.57 4.70 1.55 17.94 7.28 39.84 3.63 12.50 30.50 11.95 4.85 1.55 18.53 7.52 42.14 3.70 13.00 30.00 12.32 5.00 1.55 19.10 7.75 44.50 3.77 13.50 29.50 12.69 5.15 1.55 19.66 7.98 46.89 3.84 14.00 29.00 13.04 5.29 1.55 20.22 8.21 49.33 3.91 14.50 28.50 13.39 5.44 1.55 20.76 8.43 51.81 3.97 15.00 28.00 13.74 5.58 1.55 21.29 8.64 54.33 4.04 15.50 27.50 14.07 5.71 1.55 21.81 8.85 56.89 4.10 16.00 27.00 14.40 5.85 1.55 22.33 9.06 59.49 4.17 16.50 26.50 14.73 5.98 1.55 22.83 9.27 62.13 4.23 4.15 17.00 26.00 15.05 6.11 1.65 24.83 10.08 68.99 10.99 17.50 25.50 15.36 6.23 1.65 25.34 10.29 71.88 4.63 18.00 25.00 15.67 6.36 1.65 25.85 10.49 74.80 4.69 18.50 24.50 15.97 6.48 1.65 26.35 10.69 77.77 4.75 19.00 24.00 16.26 6.60 1.65 26.83 10.89 80.77 4.81 19.50 23.50 16.55 6.72 1.65 27.31 11.08 83.81 4.87 20.00 23.00 16.84 6.83 1.65 27.78 11.27 86.88 4.93 20.50 22.50 17.12 6.95 1.65 28.24 11.46 89.99 4.98 21.00 22.00 17.39 7.06 1.65 28.69 11.64 93.13 5.04 21.50 21.50 17.66 7.17 1.65 29.13 11.82 96.31 5.09 22.00 21.00 17.92 7.27 1.65 29.57 12.00 99.52 5.14 22.50 20.50 18.18 7.38 1.65 30.00 12.17 102.77 5.20 23.00 20.00 18.43 7.48 1.65 30.41 12.34 106.04 5.25 23.50 19.50 18.68 7.58 1.65 30.83 12.51 109.35 5.30 5.40 24.00 19.00 18.93 7.68 1.65 31.23 12.67 112.68 5.35 24.50 18.50 19.17 7.78 1.65 31.62 12.84 116.05 5.40 25.00 18.00 19.40 7.87 1.65 32.01 12.99 119.45 5.44 25.50 17.50 19.63 7.97 1.65 32.39 13.15 122.88 5.49 26.00 17.00 19.86 8.06 1.65 32.77 13.30 126.33 5.54 26.50 16.50 20.08 8.15 1.65 33.13 13.45 129.81 5.58 27.00 16.00 20.30 8.24 1.65 33.49 13.59 133.32 5.62 27.50 15.50 20.51 8.33 1.65 33.85 13.74 136.86 5.67 28.00 15.00 20.72 8.41 1.65 34.19 13.88 140.42 5.71 28.50 14.50 20.93 8.49 1.65 34.53 14.02 144.01 5.75 29.00 14.00 21.13 8.58 1.65 34.87 14.15 147.63 5.79 5.58
Selanjutnya perhitungan beban beban sebagaimana diuraikan pada tabel 3 kemudian dimasukkan di dalam pemodelan struktur silo sebagai beban tekanan (pressure) pd pada
dinding silo ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar5 :
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-119
Gambar6 :
Gesekan semen pada dindingsilo
Dasar cone mempunyai kemiringans ebesar sudut 10 derajat dan sudut cone 60 derajat. Sistem unloading dari silo yang dirancang mengacu pada 2 referensi silo yakni
Claudius Peters dan Ibau Hamburg
sebagaimana tampak pada Gambar 7.
Sistem unloading tersebut secara prinsip untuk memperoleh aliran material yang lancer dengan bukaan pada bagian dasar hopper mendekati 40 persen. Bagian dasar cone diberikan aliran udara agar supaya material di dalam silo tidak memadat sehingga dapat mengalir dengan lancer dari dari ruang silo ke dalam bagian dalam cone dengan kendali system kontrol.
(a)
(b)
Gambar 7 : Sistem unloading silo
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-120
Gambar8 :Pembebanan pada dasar cone
Tabel4 :Perhitungan beban dasar hopper
Gambar 9 :Pembebanan pada cone
Tabel 8 :Perhitungan beban pada cone
depth height q p Cd qd (t/m2) pd (t/m2) qαd (t/m2)
16.40 26.60 16.23 6.59 1.65 26.77 10.87 14.84
16.90 26.10 16.63 6.75 1.65 27.43 11.13 15.21
17.40 25.60 17.02 6.91 1.65 28.08 11.40 15.57
17.90 25.10 17.41 7.07 1.65 28.73 11.66 15.93
18.40 24.60 17.80 7.22 1.65 29.36 11.92 16.28
18.90 24.10 18.18 7.38 1.65 29.99 12.17 16.63
19.40 23.60 18.55 7.53 1.65 30.61 12.42 16.97
19.90 23.10 18.93 7.68 1.65 31.23 12.67 17.31
20.40 22.60 19.29 7.83 1.65 31.83 12.92 17.65
20.90 22.10 19.66 7.98 1.65 32.43 13.16 17.98
21.40 21.60 20.01 8.12 1.65 33.02 13.40 18.31
21.90 21.10 20.37 8.27 1.65 33.61 13.64 18.63
22.40 20.60 20.72 8.41 1.65 34.19 13.87 18.95
22.90 20.10 21.06 8.55 1.65 34.76 14.11 19.27
23.40 19.60 21.41 8.69 1.65 35.32 14.33 19.58
23.90 19.10 21.74 8.82 1.65 35.88 14.56 19.89
24.40 18.60 22.08 8.96 1.65 36.43 14.78 20.19
24.90 18.10 22.41 9.09 1.65 36.97 15.00 20.49
25.40 17.60 22.73 9.23 1.65 37.50 15.22 20.79
25.90 17.10 23.05 9.36 1.65 38.04 15.44 21.09
26.40 16.60 23.37 9.48 1.65 38.56 15.65 21.38
26.90 16.10 23.68 9.61 1.65 39.08 15.86 21.66
27.40 15.60 23.99 9.74 1.65 39.59 16.07 21.95
27.90 15.10 24.30 9.86 1.65 40.09 16.27 22.23
28.40 14.60 24.60 9.98 1.65 40.59 16.47 22.50
29.46 13.54 25.23 10.24 1.65 41.63 16.90 23.08
Beban lainnya pada silo adalah beban hidup di atap silo sebesar 500 kg/m2.
Gambar 10 :Beban hidupp ada atap silo
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-121
Gambar 11 :
Beban temperature semen pada silo
Beban berikut padas truktur silo adalah beban gempa. Silo dalam perancangan ini berada di lokasi kegempaan zone 5. Adapun data-data yang dipergunakan sebagai input pada pemodelan struktur silo sesuai dengan SNI1726-2002 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung adalah
- Faktor Keutamaan Bangunan (I) = 1,5 - Parameter daktilitas (R) = 3,5
- Faktor respon gempa (C) zone 5 untuk tanah sedang (lihatGambar 12)
Gambar 12 :
Spektrum respons gempa rencana (C)
Gambar 13 :
Input Grafik Response Spectrum
V. HASIL PERANCANGAN
K 800X1500 K 800X1500
K 800X1500 K 800X1500
NOTE : WIDE FLANGE (mm) FRAME SECTION WIDE FLANGE (mm)
dbftwtf PD-1 PD-2 PD-3
PEDESTAL 1 (WF 350x350x12x19) 3503501219 3003001015 250250914 PD-4
PEDESTAL 2 (WF 300x300x9x14) PEDESTAL 3 (WF 250x250x9x14) PEDESTAL 4 (PIPA Ø 600mm; t = 16mm)
PD-3 PD-3 PD-3 PD-3 PD-3
PD-1 PD-1 PD-1
PD-1
PD-2 PD-2 PD-2
PD-2 PD-2
PD-2 PD-2
PD-2 PD-2 PD-2 PD-2 PD-2 PD-2
PD-2 PD-2
K 2000X3000 K 2000X3000
K 2000X3000
PD-2
PD-2
PD-3
PD-3
Gambar 14 :Denah Elevasi +0.00
I V
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-122
Gambar 16 :Denah Elevasi +9.000
VI I I
Gambar 16 :Denah Elevasi +44.800
+ 5.500
± 0.000 + 44.800
+ 10.500
Gambar 17 : Tampak Silo
+
Gambar 18 :Denah dan Potongan Hopper
TOP & BOTT
Gambar 19 :Penulangan Hopper
PLAT STRIP t=21 mm x 400 mm PLAT STRIP t=14 mm
WF 400x200x9x14
WF 400x200x9x14
WF 400x200x9x14
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm
HB 400x400x13x21 + PLAT STRIP 2x t =14 mm PLAT STRIP 2x t=32 mm x 400 mm WF 300x150x4.6x7
PLAT STRIP t=14 mm
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-123
Gambar 21 : Detail Cone
+ 14.750
+ 9.000 + 9.000 + 9.000
+ 5.500 + 5.500 + 5.500 + 10.500
+ 8.500 + 12.250
- 2.700 - 2.000
± 0.000
-0.200 ± 0.000
+ 5.500 + 9.000 + 14.750
Gambar 22 :Potongan Silo
VI. PELAKSANAAN LAPANGAN
Gambar 23 :Pelaksanaan Struktur Silo
(a)
(b)
Gambar 24 : Tampak Cone
Manajemen dan Rekayasa Struktur C-124
Gambar 26 :Struktur Silo
VII.DAFTAR PUSTAKA
1. Mark Fintel (1985), “Handbook of
Concrete Engineering“ Second
Edition
2. Claudius Peters, “Silo Technology” 3. Ibau Hamburg, “Silo Conversions and
Modifacations for the Cement
Industry”
4. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (2002), ”Tata Cara Perencanan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung
SNI 03-2847-2002”.
5. Departemen Pemukimandan Prasarana Wilayah(2002), ”Standard Perencanaan Bangunan Baja
Indonesia SNI 03-1729-2002”.
6. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (2002), ”Standar Perencanan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung