• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KONSEP DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDID"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

INAWATI NIM 17330024

Pendidikan Anak Usia Dini Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang

ABSTRAK

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Terbitnya Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), keberadaan pendidikan usia dini diakui secara sah. Hal itu terkandung dalam bagian tujuh, pasal 28 ayat 1-6, di mana pendidikan anak usia dini diarahkan pada pendidikan pra-sekolah yaitu anak usia 0-6 tahun. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas menyatakan bahwa yang dimaksud pendidikan usia dini adalah Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan. (Oemar, 2016:2)

Suryana dkk, (2013:3) anak usia dini harus diadakan semua aspek pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dalam suasana yang menyenangkan dan dapat menyebabkan anak minat dan bakat. Itu karena anak usia dini adalah masa keemasan dengan perubahan yang cepat dalam pengembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Dalam rangka untuk periode ini dapat ditularkan baik. inilah diperlukan untuk mencari pendidikan yang tepat untuk anak-anak dari usia dini. Hal ini merupakan tantangan bagi guru atau pengelola PAUD dalam membinanya, maka diperlukan kurikulum yang tepat dan baik.

(3)

Menurut Sukaca (2017:25)paya memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat tentang komponen-komponen pendidikan anak usia dini perlu dilakukan. Komponen PAUD antara lain meliputi prinsip-prinsip dasar PAUD, kurikulum, proses pembelajaran dan evaluasi. Kajian terhadap komponen-komponen PAUD perlu dilakukan untuk lebih memahami hakekat PAUD itu sendiri, sehingga bagi pendidik anak usia dini proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan kaidah-kaidah pendidikan yang telah ditetapkan. Kurikulum merupakan inti bidang pendidikan yang memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan sembarangan. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat akan berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan. Dengan sendirinya akan berakibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia, (Minarti, 2015)

Menurut Suryana (2015:2) pengembangan kurikulum, artinya bukan kurikulum baru seluruhnya. Khususnya pendekatan saintifik kaitannya dengan penelitian ini, adalah bukan metode baru dalam proses belajar mengajar, namun ternyata guru belum memahami secara utuh proses belajar mengajar melalui pendekatan saintifik, guru belum memahami mengembangkan kemampuan mengobservasi, mengembangkan kemampuan menanya anak, mengembangakan kemampuan mengumpulkan informasi, mengembangkan kemampuan menalar, dan

mengembangkan kemampuan mengomunikasikan. .

B. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu konsep dan pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini.

C. Tujuan Penulisan

(4)

BAB II

KAJIAN TEORITIS

A. Kurukulum Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut Anita (2014:3) kurikulum, sebagai program pendidikan, berfungsi sebagai pedoman umum dalam penyelenggaraan sistem pendidikan. Kurikulum memuat garisgaris besar program kegiatan yang harus dilakukan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan, antara lain tujuan pendidikan sebagai sasaran yang harus diupayakan untuk dicapai atau direalisasikan, pokok-pokok materi, bentuk kegiatan, dan kegiatan evaluasi.

Kurikulum diartikan sebagai “Program Pendidikan”, yakni program belajar bagai siswa (plan for learning). Kurikulum sebagai program belajar bagi siswa memuat rencana yang disusun secara logis dan sistematis yang diberikan pihak sekolah untuk membantu pengembangan pribadi siswa ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Menurut pandangan kurikulum sebagai program, kurikulum adalah suatu rencana tertulis yang mengatur segala hal terkait dengan kepentingan pendidikan. Dalam hal ini kurikulum merupakan pedoman umum bagi pelaksanaan Pendidikan. (Oemar, 2016:3)

(5)

PAUD merupakan pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak di masa selanjutnya sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi bermakna yang diberikan sejak usia dini. Pendidikan anak usia dini harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik-integratif agar di masa emas perkembangan anak mendapatkan stimulasi yang utuh, untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. (George, 2016:3)

Menurut Hasballah (2014:24) upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut melalui program pendidikan yang terstruktur. Komponen untuk pendidikan yang terstruktur adalah kurikulum. Kurikulum memandu guru untuk memenuhi seluruharea belajar yang digunakan anak dengan memakai pendekatan pembelajaran yang tepat, strategi penataan lingkungan yang sesuai untuk mendukung berkembangnya kualitas kemampuan anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Guru harus memiliki visi yang kuat tentang apa yang ingin dikembangkan pada anak, pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipelajari anak, dan sikap yang akan ditanamkan pada anak.

Suryana (2017:68) kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan anak didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning).

B. Klasifikasi Kurikulum

(6)

yang diharapkan, hasil belajar, batasan isi, kegiatan, sistem penilaian, dan pengelolaan lingkungan belajar.

Apabila kurikulum dimaknai dari sudut pandang yang luas maka program pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) tidak hanya mengatur dan menentukan tema atau topik-topik kegiatan belajar, tetapi juga menyajikan bagaimana program pendidikan TK menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara wajar dan optimal. Kelengkapan tersebut seperti tersedianya berbagai alat permainan, seperti bak pasir, terowongan, papan keseimbangan, alat memanjat, jungkitan, dan lain sebagainya.

Herry (2014:18) dengan adanya beberapa pengertian kurikulum, kurikulum sebagai alat pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa fungsi, yaitu: kurikulum sebagai pengembangan proses kognitif anak, aktualisasi diri anak, rekonstruksi sosial, dan akademik.

1. Fungsi Kurikulum sebagai Proses Kognitif

Sebagai proses kognitif, kurikulum dipandang sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak, yaitu pengembangan kemampuan berpikir untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan yang akan dihadapi.

2. Fungsi Kurikulum sebagai Proses Aktualisasi Diri

Sebagai proses aktualisasi diri anak, kurikulum merupakan alat untuk memfasilitasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat yang dimilikinya sehingga setiap anak bisa mengenal terhadap dirinya sendiri dan tumbuh serta berkembang sebagai dirinya sendiri.

3. Fungsi Kurikulum sebagai Proses Rekonstruksi Sosial

(7)

juga secara inovatif dan kreatif mengembangkan kehidupan ke arah yang lebih produktif dan berkualitas.

4. Fungsi Kurikulum sebagai Program Akademik

Sebagai program akademik, kurikulum dipandang sebagai alat dan tempat belajar, di mana dari kegiatan belajar yang diprogram kurikulum anak dapat memperoleh pengetahuan yang diharapkan dapat membekali kemampuan untuk bisa “hidup” dalam zaman yang dilaluinya.

C. Fungsi Pengembangan Kurikulum PAUD

Suryana (2014:1) pendidikan anak usia dini sebagai dasar dari kemajuan menuju tahap berikutnya. Aspek pengembangan anak usia dini termasuk pembentukan nilai-nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, motor dan sosial fisik dan emosional kemerdekaan. Pengembangan kurikulum di Indonesia mendorong perbaikan proses pembelajaran, salah satu proses utama pembelajaran dalam kurikulum pendidikan anak usia dini 2013 adalah pendekatan ilmiah berbasis pembelajaran.

Suyatman (2016:16) fungsi kurikulum Paud secara hakiki dan idealnya sebagai berikut.

a. Mengembangkan sikap dan perilaku yang baik sesuai akidah agama.

Fungsi ini harus diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga anak mampu mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan akidah dan norma agama yang dianutnya, mampu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dan mempunyai rasa toleransi dan saling hormat menghormati antara pemeluk agama.

b. Mengembangkan kemampuan sosialisasi dan mengendalikan emosi.

(8)

c.Menumbuhkan kemandirian anak.

Kemandirian merupakan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap anak dalam mempersiapkan hidupnya di masa depan. Di dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan ini, maka kemampuan untuk mandiri merupakan salah satu syarat agar anak mampu mempertahankan hidupnya dan berhasil mencapai cita-citanya. Tanpa kemandirian, maka anak hanya akan tergantung kepada orang lain.

d. Mengembangkan kemampuan berbahasa.

Bahasa adalah cermin seseorang. Kemampuan berbahasa merupakan perwujudan dari sikap, perilaku dan harga diri seseorang. Oleh karena itu, kurikulum PAUD harus berfungsi mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sehingga anak mempunyai ragam bahasa yang kaya dan baik.

e.Mengembangkan kemampuan kognitif

Kemampuan kognitif atau intelektual merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam kehidupan seseorang, baik sebagai modal bagi pendidikan di jenjang selanjutnya, maupun dalam memecahkan masalah-masalah kesehariannya. Pengembangan kemampuan kognitif anak di usia dini merupakan dasar bagi perkembangan intelektualnya di masa-masa selanjutnya. Oleh karena itu, maka sangat penting untuk memberikan membimbing perkembangan intelektual di usia dini. f. Mengembangkan kemampuan fisik/ motorik

Mengembangkan kemampuan fisik/motorik merupakan salah satu fungsi disusunnya kurikulum PAUD. Fisik dan motorik anak yang sedang berkembang pesat memerlukan bimbingan agar perkembangannya maksimal dan baik. Dengan kemampuan fisik dan motorik yang baik, maka anak akan mampu menjalani kehidupannya dengan baik.

g.Mengembangkan daya cipta dan kreativitas anak

(9)

tinggi akan mampu memecahkan berbagai masalah-masalah kehidupan, mampu menghasilkan berbagai hal yang positif dan berguna bagi orang lain. Mengembangkan daya cipta dan kretaivitas anak dapat dimulai dengan mengidentifikasi bakat dan minat anak sejak dini, agar dapat dibimbing perkembangannya.

D. Asas-asas Kurikulum PAUD

Suyatman (2016:21) Asas-asas kurikulum paud adalah sebagai berikut. 1.Asas Filosofis

Dalam mengembangkan sebuah kurikulum harus diperhatikan asas filosofisnya, yaitu filsafat dan tujuan pendidikan. Asas ini berhubungan dengan sistem nilai yakni pandangan seseorang atau masyarakat tentang sesuatu yang bernilai dalam kehidupan orang atau masyarakat tersebut. Misalnya, bangsa Indonesia yang menganut Pancasila sebagai dasar negara, maka pengembangan kurikulumnya harus mengacu pada dasar dan pedoman negara tersebut. Hal itulah yang kemudian tertuang tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2.Asas Psikologis

Asas psikologis sangat berkaitan dengan berbagai aspek tentang psikologi anak dan psikologi belajar. Asas ini berkenaan dengan perilaku manusia yang menjadi landasan dalam mengembangkan sebuah kurikulum. Kajian mengenai perilaku manusia, baik dalam konteks belajar maupun individu manusianya, kemudian menjadi teori-teori yang menjadi dasar pengembangan kuriukulum. Kesimpulannya, melalui berbagai teori mengenai manusia (anak) dan proses belajar, maka akan disusun arah dan tujuan kurikulum itu sendiri.

3.Asas sosiologis

(10)

rekontruksi sosial yang tertuang dalam perangkat kurikulum akan mampu dilakukan, khususnya oleh lembaga pendidikan.

4.Asas Organisatoris

Asas organisatoris dalam mengembangkan kurikulum berhubungan dengan bentuk dan organisasasi kurikulum. Asas ini sangat dipengaruhi oleh asas-asas sebelumnya yang dianut oleh pengembang kurikulum. Contohnya di Indonesia, bentuk dan organisasi kurikulum telah mengalami perubahan-perubahan, misalnya perkembangan bentuk kurikulum dalam kurikulum 1974, 1985, 1989, 2000, 2004 dan 2013.

E. Standar Kompetensi Anak usia Dini

Trianto (2014:26) dalam pengembangan aspek-aspek pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini harus mengacu pada standar kompetensi anak usia dini antara lain sebagai berikut.

a. Moral dan nilai-nilai agama

Nilai-nilai agama dan moral yang diajarkan pada anak usia dini adalah perilaku positif, kemandirian, disiplin, kejujuran dan perilaku lainnya. Kegiatan pembiasaan yang berhubungan dengan nilai-nilai agama juga harus diberikan, seperti penguasaan terhadap do’a-do’a sehari-hari.

b. Fisik/motorik

Dalam hal ini pendidik harus mampu merangsang perkembangan fisik dan motorik anak sesuai dengan usia perkembangannya. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai permainan-permainan edukatif.

c. Sosial dan Emosional

Anak dididik untuk dapat mengembangkan kemampuan sosial melalui proses sosialisasi. Melalui aspek ini anak dibekali dengan kemamuan memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya, tentunya melalui proses pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus.

(11)

Dalam aspek ini, anak didorong untuk menguasai kemampuan berkomunikasi sesuai dengan masa perkembangannya. Kemampuan berbahasa dilihat dari usia perkembangan anak dapat dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode prelinguistik (0-1 tahun) dan periode linguistik (1-5 tahun).

e. Kognitif

Perkembangan kognitif anak biasanya mengacu pada pendapat Piaget yang membagi perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan, yaitu periode sensorimotorik (usia 0-2 tahun), periode praoperiosaional (2-7 tahun), periode operasional konkrit (7-11 tahun) dan periode operasional formal (usia 11 sampai dewasa).

f. Kognitif

Perkembangan kognitif anak biasanya mengacu pada pendapat Piaget yang membagi perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan, yaitu periode sensorimotorik (usia 0-2 tahun), periode praoperiosaional (2-7 tahun), periode operasional konkrit (7-11 tahun) dan periode operasional formal (usia 11 sampai dewasa).

F. Prinsip-prinsip Dasar Pengembangan Kurikulum PAUD

George (2016:36) dalam hal Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, menetapkan beberapa prinsip pengembangan kurikulum PAUD, yang meliputi: 1) bersifat komprehensif, artinya kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar

yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan.

2) Didasarkan pada perkembangan secara bertahap, sehingga proses pembelajaran harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia anak dan tahapan perkembangan anak.

(12)

4) Melayani kebutuhan anak, yakni mampu mengembangkan kemampuan, kebutuhan, minat, potensi setiap anak.

5) Merefleksikan kebutuhan dan nilai-nilai yang dalam masyarakat

6) Mengembangkan standar kompetensi anak sebagai upaya menyiapkan lingkungan belajar anak.

7) Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus, sehingga semboyan pendidikan untuk semua dapat dilaksanakan.

8) Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat

9) Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak, khususnya di lingkungan sekolah.

10) Menjabarkan prosedur pengelolaan lembaga yang diungkapkan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.

11) Manajemen sumber daya manusia yang terlibat dalam lembaga pendidikan anak usia dini.

12) Penyediaan sarana dan prasarana yang optimal dan mampu menunjang proses pembelajaran.

G. Komponen Kurikulum

Susilo (2013:36) Di dalam pengembangan kurikulum, kurikulum mempunyai beberapa komponen yang harus dan mutlak. Hal itu merupakan sebagai berikut. 1. Anak

Sasaran pendidikan anak usia dini adalah anak yang berada di rentang usia 0-6 tahun. 2. Pendidik

Kompetensi pendidik PAUD adalah sekurang-kurangnya memiliki kualifikasi akademik Diplomas Empat (D-IV) atau Sarjana (S-1) di bidang pendidikan usia dini, psikologi atau lainnya; dan memiliki sertifikat profesi guru PAUD. Adapun rasio guru dengan anak didik dalam PAUD adalah:

(13)

2) Usia 1-3 tahun dengan rasio 1 : 6 anak, 3) Usia 3-4 tahun dengan rasio 1 : 8 tahun, dan 4) Usia 4-6 tahun dengan rasio 1 : 10-12 anak. 3. Pembelajaran

Susilo (2013:37) Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain dan pembiasaan yang direncanakan dan persiapkan pendidik meliputi materi dan proses pembelajaran itu sendiri. Materi pembelajaran bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia, yaitu:

a. Materi Pembelajaran Untuk Anak usia 0-3 tahun, mencakup: 1) Pengenalan diri sendiri (perkembangan konsep diri)

2) Pengenalan perasaan (perkembangan emosi)

3) Pengenalan tentang orang lain (perkembangan sosial) 4) Pengenalan berbagai gerak (Perkembangan fisik) 5) Mengembangkan komunikasi (perkembangan bahasa) 6) Keterampilan berfikir (perkembangan kognitif)

b. Materi Pembelajaran untuk anak usia 3-6 tahun, mencakup:

1) Keaksaraan, yaitu meliputi pengenalan terhadap kosakata dan bahasa, kesadaran phonologi, percakapan, memahami buku, dan teks lainnya.

2) Konsep matematika, mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geomteri dan konsep matematika lainnya.

3) Pengetahuan alam, yang mencakup pengenalan terhadap objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.

4) Pengetahuan sosial, meliputi kehidupan orang banyak, bekerja, interaksi sosial, lingkungan rumah dan keluarga, dan lainnya.

5) Seni, mencakup kegiatan menari, menyanyi, bermain peran, bermain musik, menggambar dan melukis.

(14)

7) Ketarampilan proses, mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen; pemecahan masalah; koneksi, pengorganisasian, komunikasi dan informasi yang mewakilinya.

4. Penilaian (Assesmen)

Susilo (2013:38) Assesmen merupakan proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Kegiatan ini meliputi observasi, konferensi dengan guru lain, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak dan unjuk kerja. Kesemua bentuk penilaian tersebut dapat disusun dalam bentuk portofolio.

5. Pengelolaan Pembelajaran

Dalam mengelola pembelajaran, PAUD harus memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:

1) Keterlibatan anak, dalam hal ini prinsip pembelajaran harus berpusat kepada aktivitas belajar anak.

2) Layanan program, yang disesuaikan dengan satuan pendidikan masing-masing, yakni:

a) Taman Penitipan Anak, dilaksanakan 3-5 hari dengan layanan minimal 6 jam atau dalam satu tahun 144-160 hari atau 32-34 minggu.

b) Kelompok Bermain (KB) dilaksanakan setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam atau dalam satu tahun 144 hari atau 32-34 minggu.

3) Kegiatan insidental/semester/Tahunan Antara lain meliputi:

a) Kunjungan luar, seperti kunjungan ke museum, mesjid, kantor pos, kantor polisi, dan lainnya.

(15)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

(16)

KEPUSTAKAAN

Dadan Suryana, Elina, Nurevi, dan Ratnawilis. 2015. Model Pembelajaran Berbasis Pendekatan Sentifik Pada Anak-Anak Kota Padang. Dipa Universitas Negeri Padang. Jurnal UNP/National.

Dadan Suryana. 2013. Pengetahuan Tentang Strategi Pembelajaran, Sikap, dan Motivasi Guru. Jurnal National/Universitas Negeri Padang.

Dadan Suryana. 2014. Early Childhood Education Based On Thematic And Sciencitic Learning. International Jurnal. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang.

Dadan Suryana. 2017. Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Pendekatan Saintifik Di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Pendidikan Usia Dini. Volume 11 Edisi 1, April 2017. Universitas Negeri Padang. DOI:

https://doi.org/10.21009/JPUD.111.05 .

Eka Sukaca. 2017. PAUD Melejitkan Potensi Anak dengan Pendidikan Sejak Dini.

Jakarta: Universitas Gunadarma Press.

George. 2016. Dasar- dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta. PT. Indek..

Hamalik, Oemar. 2016. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara. Widystono,

Hasballah. 2014. Pertumbuhan dan perkembangan anak. Yayasan Pena: Banda Aceh. Herry. 2014. Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah (dari Kurikulum

2004,2006 ke Kurikulum 2013). Jakarta. Bumi Aksara

Maspupah, ulpah. 2016. Manajemen Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Thesis. IAIN Purwokerto.

Minarti, S. 2015. Manajemen Sekolah Mengelola Lembaga Pendidikan secara

Mandiri. Yogyakarta. ARR-Ruzz Media.

Muhammad Joko Susilo. 2013. Kurikulum 2013 Tingkat PAUD. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mulyasa, E. 2014. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suyatman. 2016. Pengembangan Kecerdasan Spritial, emosional dan Intelektual,

sebuah makalah. Jakarta: Grafinco.

Trianto. 2014. Struktur dan muatan kurikulum PAUD. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

[r]

melihat lebih jauh mengenai permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal pertama yang dilakukan adalah mendatangi guru mata pelajaran IPS untuk. memperoleh

Pada hari ini Rabu tanggal Tiga Puluh bulan Maret tahun Dua Ribu Sebelas dimulai jam 09.00 Wita, kami yang bertanda tangan dibawah ini telah menyelenggarakan Acara Penjelasan

Sehubungan dengan telah dilakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga, maka sesuai jadwal LPSE Pembuktian Kualifikasi atas Dokumen Penawaran yang saudara ajukan untuk

Pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa tingkat perputaran piutang adalah sebesar 2,5 kali, hal ini terjadi karena jika kita membandingkan antara penjualan dengan rata-rata

Motivasi dari dalam diri (intrinsik) yang dapat diusahakan untuk dilakukan peserta didik dengan cara memiliki sikap selalu ingin belajar,.. tidak mudah puas dengan keberhasilan

To think that I held the Lost Legend in my hands!. “Thank you,” I managed to