STUDI KELAYAKAN BISNIS
Rumah Mie
Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi salah satu tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis pada program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama
Disusun Oleh:
Yurika Sari 0112U140
JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYATAMA
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...2
DAFTAR TABEL...3
I. IKHTISAR...4
II. LATAR BELAKANG BISNIS...5
2.1 Alasan Dibangunnya Bisnis...5
2.2 Kondisi Industri...6
1.3 Profil Perusahaan...6
1.4 Profil Pemilik...7
III. ANALISIS ASPEK HUKUM...8
3.1 Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum...8
3.2 Analisis Kemampuan Memenuhi perizinan...8
IV. ASPEK LINGKUNGAN...12
4.1 Analisis Lingkungan Operasional...12
4.2 Analisis Lingkungan Dekat...13
V. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN...15
5.1 Analisis Potensi Pasar...15
5.2 Analisis Persaingan...16
5.3 Analisis Strategi Pemasaran...17
VI. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI...20
6.1 Analisis Lokasi Bisnis...20
6.2 Analisis Luas Produksi...20
VII. ASPEK MANAJEMEN DAN SDM...24
I. IKHTISAR
II. LATAR BELAKANG BISNIS 2.1 Alasan Dibangunnya Bisnis
Rumah Mie merupakan suatu tempat makan yang didesain bernuansa cafe akan tetapi sederhana. Rumah Mie menjual minuman dan makanan ringan dan berat dengan bahan utama mie. Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring, gelas, sendok, garpu, kardus tempat makanan yang dibawa pulang, tray, pernak pernik penghias makanan.
Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur dan buah yang dibentuk agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan. Sayuran dan mei yang disediakan adalah sayuran dan bahan-bahan natural yaitu sayuran dan mie yang dikembangkan dengan tidak menggunakan zat-zat kimiawi. Makanan yang disediakan mulai dari makanan ringan seperti keripik Mie, sampai dengan makanan berat seperti mie ayam, mie glosor, mie yang terbuat dari umbi-umbian seperti ketela, dan menu-menu makanan lainnya yang bahan utamanya diutamakan adalah sayuran. Minuman dan makanan penutup yang disediakan yaitu jus buah, jus sayur, es puding, puding, cake, dan lain-lain. Bahan-bahan yang digunakan dalam makanan dan minuman yang dijual menggunakan bahan-bahan alami. Selain itu penggunaan gula pada minuman terdiri dari dua pilihan gula tebu, gula biasa atau gula rendah kalori, begitu juga dengan penggunaan sirup dapat dipilih yang rendah kalori atau bukan.
Aktivitas yang dilakukan meliputi proses mencari sayuran dan buah-buahan serta bahan makanan dan minuman lainnya, proses memasak, dan proses penyajian. Proses memasak makanan dilakukan dengan dua cara yaitu makanan dimasak terlebih dahulu dan makanan baru dimasak saat dipesan.
pada makanan dapat berupa sayur atau buah yang dibentuk dengan bentuk menarik atau juga berupa perlengkapan alat makan yang memiliki desain yang unik dan menarik.
2.2 Kondisi Industri
Sektor usaha “Rumah Mie” adalah usaha yang cukup besar dengan jumlah pegawai sebanyak 6 orang. Bidang usaha makanan khususnya di Bandung merupakan usaha yang sangat berkembang. Perkembangan bisnis makanan sangat beraneka ragam. Perkembangan bisnis makanan dengan fokus aneka ragam variasi menu makanan dengan bahan utama mie sayur organic belum bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan bisnis ini merupakan bisnis baru, belum ada usaha lain yang masuk di bidang ini. Oleh karena itu, dengan melihat latar belakang Bandung, usaha ini memiliki prospek yang baik.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berkembang atau tidaknya usaha ini, yaitu :
a. Munculnya kompetitor baru di bidang usaha yang sama karena usaha ini merupakan usaha baru dan relatif mudah untuk ditiru
b. Lokasi merupakan faktor yang bisa menyebabkan bisnis ini berkembang atau tidak c. Inovasi merupakan hal yang sangat mempengaruhi karena inovasi bisa membantu
memciptakan perbedaan atau kekhasan yang dapat menjadi kekuatan “Rumah Mie” d. Promosi merupakan hal yang perlu diperhatikan mengingat bisnis ini merupakan bisnis
baru di bidangnya
e. Pelayanan yang ramah, hal ini dapat meningkatkan keloyalan konsumen dan sebagai media promosi karena promosi yang paling baik adalah melalui mulut ke mulut, jika pelanggan puas dengan produk yang ditawarkan ditambah dengan pelayanan yang memuaskan maka cenderung untuk mengajak relasi lainnya
I.3 Profil Perusahaan
I.4 Profil Pemilik
Nama : Yurika Sari Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/tanggal lahir : Kuningan, 29 Oktober 1994
Alamat sekarang : Komp. Griya Cempaka Arum kota Bandung No kontak : 0885793271418
Hobi : Memasak
Motto : Jadilah diri sendiri agar bisa menjadi lebih baik Email : [email protected]
III. ANALISIS ASPEK HUKUM 3.1 Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum
Dalam rencana pengembangannya Rumah Mie akan di legalkan dalam bentuk CV ,agar ke depannya Rumah Mie ini memiliki kedudukan yang legal di mata hukum dan memiliki kepercayaan lebih kepada pelanggan . untuk biaya pengurusan badan hukum CV sekitar Rp. 3.000.000.
3.2 Analisis Kemampuan Memenuhi perizinan
Tabel 3.1
1 Ketentuan perundangan yang medukung atau melarang jenis
Tabel 3.3
2 Fotokopi KTP pengurus √ Terlampir
3 Surat keterangan kegiatan Usaha
dari lurah √ Terlampir
4 Surat tanda daftar perusahaan √ Terlampir
Tabel 3.4
1 Surat permohonan ditujukan
kepada bupati √ Terlampir
2 Proposal √ Terlampir
3 Fotokopi akta pendirian
perusahaan √ Terlampir
4 Fotokopi KTP √ Terlampir
5 Fotokopi NPWP √ Terlampir
6 Gambar Lokasi √ Terlampir
Tabel 3.5
2 Denah lokasi izin usaha √ Terlampir 3 Fotokopi akta pendirian
perusahaan √ Terlampir
4 Fotokopi NPWP √ Terlampir
5 Fotokopi penanggung jawab/
pendiri perusahaan √ Terlampir
membayar ganti rugi
7 Sertifikasi yang dimiliki √ Terlampir
Tabel 3.6
Kelangkapan untuk memperoleh izin gangguan No
2 Fotokopi akta pendirian √ Terlampir 3 Fotokopi tanda lunas PBB
terakhir √ Terlampir
4 Fotokopi sertifikat tanah atau
bukti perolehan tanah √ Terlampir
5 Gambar/denah lokasi tempat
usaha √ Terlampir
6 Persetujuan tetangga atau
masyarakat yang berdekatan √ Terlampir
7 SPPL atau UKL/UPL √ Terlampir
8 Berita acara pemeriksaan 2 Asli keterangan tempat usaha √ Terlampir
3 Akta pendirian √ Terlampir
4 Fotokopi izin gangguan/HO √ Terlampir
5 Fotokopi NPWP √ Terlampir
Tabel 3.8 2 Asli keterangan tempat usaha √ Terlampir
3 Akta pendirian √ Terlampir
4 Fotokopi izin gangguan/HO √ Terlampir
5 Fotokopi NPWP √ Terlampir
6 Pas Foto √ Terlampir
Tabel 3.9
Kelengkapan untuk Memperoleh Izin Prinsip No
. Dokumen
Kelengkapan
Keterangan Ada Tidak
1 Fotokopi persetujuan prinsip √ Terlampir 2 Fotokopi KTP pemilik/
pengurus/penanggung jawab √ Terlampir 3 Asli keterangan tempat usaha √ Terlampir
4 Akta pendirian √ Terlampir
5 Fotokopi izin gangguan/HO √ Terlampir
6 Fotokopi NPWP √ Terlampir
7 Dokumen
Amdal/UKL/UPL/SPPL √ Terlampir
A. Kesimpulan analisis kelayakan aspek hukum halaman 41
2 Kemampuan untuk memenuhi persyaratan mendirikan Firma
√ 3 Persyaratan memenuhi
persyaratan memperoleh izin prinsip
√
4 Kemampuan untuk memenuhi persyaratan memperoleh izin gangguan (HO)
√
5 Kemampuan untuk
memperoleh izin usaha
IV. ASPEK LINGKUNGAN
4.1 Analisis Lingkungan Operasional
Lingkungan operasional merupakan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas perusahaan. Lingkungan operasional perusahaan meliputi pesaing, kreditor, pelanggan, pemasok, dan pegawai.
4.1.1 Lingkungan Pesaing
Pesaing adalah entitas yang menjual produknya sama, baik berupa barang atau jasa. Pesaing berpengaruh besar terhadap keberhasilan bisnis yang akan dijalankan. Perusahaan harus memiliki keunggulan dalam bersaing di industri yang sama untuk dapat memenangkan persaingan. Dalam usaha bisnis Rumah Mie ini tentu terdapat pesaing yang banyak di industri restorant dan cafe. Pesaing Rumah Mieadalah Restorant dan café yang terlebih dahulu hadir disekitar Rumah Mie. Kelebihan dari pesaing Healthy Cafe adalah mereka sudah dikenali oleh masyarakat luas. Kekurangan dari pesaing adalah kurangnya ciri khas yang digunakan pada restorant atau cafe mereka.
4.1.2 Lingkungan Pelanggan
Pelanggan bisa dijadikan tolak ukur apakah konsumen menyukai produk yang dihasilkan, agar konsumen membeli terus menerus produk yang dihasilkan. Pelanggan adalah faktor terpenting yang akan memajukan usaha bisnis. Sasaran pelanggan Rumah Mie adalah mahasiswa, pelajar dan para wisatawan yang senang makan-makanan sehat.
4.1.3 Lingkungan Pemasok
Pemasok adalah perusahaan yang mendistribusikan bahan baku kepada perusahaan lain. Pemasok yang digunakan Rumah Mie adalah pemasok yang menjual sayuran dan ketela di daerah Lembang. Pemasok ini digunakan karena selalu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh usaha bisnis.
4.1.4 Lingkungan Kreditor
kreditor juga tidak menentukan bunga yang akan dikenakan terhadap penulis, hanya persyaratan yang disetujui adalah pengembalian modal untuk pihak kreditor.
4.1.5 Lingkungan Pegawai
Pegawai untuk usaha bisnis ini membutuhkan 4 orang pegawai. Dua orang ditempatkan dibagian dapur, satu orang ditempatkan sebagai waiters dan satu orang ditempatkan dibagian kasir. Pegawai sangat dibutuhkan untuk proses tercapainya tujuan usaha bisnis.
4.2 Analisis Lingkungan Dekat
Porter membagi lima kekuatan yang menentukan tingkat persaingan dalam suatu industri, yaitu:
IV.2.1 Ancaman Pendatang Baru
Pendatang baru dalam pasar persaingan sempurna akan mudah untuk masuk ke pasar sehingga persaingan dalam menjual produk lebih ketat. Kondisi persaingan yang ketat
mengharuskan penyusunan strategi dan memunculkan inovasi. Dengan adanya Rumah Mie, bisa saja pendatang baru menjual produk dengan bahan baku yang sama atau sejenis dengan sayur-sayuran dan bahan baku lainnya.
IV.2.2 Kekuatan Pemasok
Pemasok yang digunakan oleh usaha bisnis harus mempunyai sumber yang kuat dan tidak terputus rantai pasokannya. Pemasok mempunyai hubungan yang erat dari sumber yang
mendistribusikan sayuran dan bahan-bahan organik dengan kondisi perkebunan yang subur tanahnya.
IV.2.3 Ancaman Produk Pengganti
Tidak ada rencana untuk mengubah produk pengganti, tetapi akan lebih berinovasi dan menonjolkan produk yang akan dijual.
IV.2.4 Kekuatan Pembeli
Tabel 4.1
2 Kondisi lingkungan pemasok √ 3 Kondisi lingkungan pelanggan √ 4 Kondisi lingkungan kreditor √ 5 Kondisi lingkungan pegawai √ 6 Kondisi lingkungan barang
substitusi √
7 Kondisi lingkungan hambatan
masuk √
8 Kondisi lingkungan ekonomi √ 9 Kondisi lingkungan sosial
budaya √
10 Kondisi lingkungan politik √ 11 Kondisi lingkungan teknologi √ 12 Kondisi lingkungan ekologi √
13 Kondisi lingkungan global √
V. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
5.1 Analisis Potensi Pasar
tempat makan yang didesain bernuansa cafe akan tetapi sederhana sehingga diharapkan dengan diletakkan pada daerah dengan kriteria tersebut dapat menjangkau konsumen dengan kriteria tersebut.
Dengan lokasi yang berada di daerah Cikutra maka diperkirakan malam hari tetap akan ramai oleh mahasiswa atau anak sekolah yang senang nongkrong. Sedangkan konsumen wisatawan dan masyarakat sekitar diharapkan pada hari libur atau akhir minggu. Hal ini disebabkan dua konsumen tersebut merupakan orang-orang yang bekerja sehingga waktu kosongnya ada di akhir minggu atau di hari libur.
5.1.1 Segmentation
Daerah yang dipilih sebagai tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi kriteria tersebut adalah daerah cikutra, yaitu disekitar kampus Universitas Widyatama. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan analisis kecenderungan konsumen dalam membeli suatu produk.
Anak-anak dan mahasiswa senang akan nongkrong ataupun jajan sehingga menu-menu yang ada di “Rumah Mie” dapat dijadikan alternatif menu makanan untuk jajan ataupun teman nongkrong. Sedangkan para wisatawan domestic dan masyarakat sekitar melakukan aktivitas liburan dengan tujuan refreshing oleh karena mencari hal baru serta jajan, ngobrol merupakan kombinasi yang sesuai bagi tipe konsumen tersebut.
5.1.2 Targeting
Target pasar merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Apabila tidak ada pesanan, kegiatan produksi perusahaan tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.
Jumlah target pasar tercakup semua kalangan masyarakat, segala usia, umumnya yang berdomisili di daerah kota Bandung dan sekitarnya serta wisatawan lokal maupun internasional.
Karakteristik target pasar umunya semua kalangan yang tidak hanya mencari tempat untuk makan tetapi sekaligus untuk berkumpul dengan kawan, keluarga serta sarana bermain untuk keluarga.
5.1.3 Differentiation
“Rumah Mie” menjual minuman dan makanan ringan dan berat dengan bahan utama sayur dan Mie organik. Makanan dan minuman disajikan dengan tata cara penyajian yang menarik. Tata cara penyajian diperhatikan mulai dari tempat makan seperti piring, gelas, sendok, garpu, kardus tempat makanan yang dibawa pulang, tray, pernak pernik penghias makanan. Hal ini semuanya berguna untuk mendukung penyajian makanan dan minuman agar menarik untuk dimakan seperti susunan makanan, ataupun bentuk sayur yang dibentuk agar menarik. Namun juga dengan tidak melupakan rasa dan kualitas makanan dan minuman yang disediakan.
5.1.4 Positioning
Mie dari sayuran organik masih jarang digunakan sebagai bahan baku untuk makanan, maka konsumen akan tertarik dengan hal baru tersebut ditambah dengan berbagai rasa dan olahan yang bervariasi.
5.2 Analisis Persaingan
Dalam bisnis tentunya akan ditemu resiko , ancaman dan peluang berikut ini adalah analisis resiko, ancaman dan peluang bagi Rumah Mie:
Strength (Kekuatan):
1. Nama – nama menu yang menarik dan unik akan membuat pelanggan penasaran dan tertarik untuk menikmati produk yang kami buat.
2. Adanya fasilitas Hot Spot gratis setiap pembelian produk kami di atas
Opportunities (Peluang) :
1. Setiap weekend selalu ada wisatawan asing yang datang ke Bandung 2. Belum terlalu banyak cafe yang mengangkat konsep bisnis ini
Weakness (Kelemahan): 1. Piring /mangkuk pecah 2. Mesin pembuat mie rusak 3. Resiko kebakaran
4. Keluar masuknya karyawan
Threat (Ancaman) :
1. Makin banyaknya usaha sejenis atau barang subtitusi 2. Kebosanan konsumen
3. Terbatasnya bahan baku.
5.3 Analisis Strategi Pemasaran 1. Product
Untuk mendukung penjualan Rumah Mie, kami akan melakukan beberapa cara dalam pemasaran Rumah Mie, diantaranya :
Untuk produk , setiap sebulan sekali kami melakukan evaluasi penjualan setiap produk, untuk selanjutnya hasil evaluasi dijadikan acuan sebagai pertimbangan peluncuran menu baru yang di targetkan selama 6 bulan sekali. Selain evaluasi penjualan, setiap bulan juga menyebarkan kuisioner minat konsumen agar menjadi rujukkan bagi menu-menu Rumah Mie.
2. Price
Beberapa strategi promosi yang dilakukan pada pemasaran produk “Rumah Mie”, yaitu: 1) Pemesanan makanan berat untuk makan di tempat selama satu bulan gratis
makanan ringan berupa keripik dan kacang-kacangan
2) Penyebaran brosur dan leaflet di sekolah-sekolah, kampus dan factory outlet 3) Pemasangan papan nama yang besar dengan nama “Rumah Mie” yang besar dan
berwarna cerah
4) Pemasangan penerangan yang cukup mencolok pada malam hari 5) Promosi tak langsun, melalui penyebaran dari mulut ke mulut 4. Place
Daerah yang dipilih sebagai tempat usaha yaitu memiliki kriteria dekat dengan anak sekolah, mahasiswa, dan wisatawan domestik ataupun asing yang ke Bandung (dengan tujuan biasanya untuk mencari jajanan, atau sekedar jalan-jalan) dan masyarakat sekitar. Daerah yang cukup memenuhi empat kriteria tersebut adalah daerah Cikutra.
5. People
Sebagai bentuk pelayanannya, karyawan kami menggunakan seragam agar mudah dikenali, selalu menggunaka 5S dalam pelayanannya.
6. Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen.
7. Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih.
Tabel 5.1
Kesimpulan Aspek Pasar dan Pemasaran
No Aspek Penilaian Evaluasi
menguntungkan
2 Kemampuan menghasilkan produk yang lebih baik
dibanding pesaing √
3 Kemampuan menentukan harga yang lebih baik
dibanding pesaing √
4 Kemampuan mendistribusikan produk yang lebih efisien
dibanding pesaing √
5 Kemampuan mempromosikan produk yang lebih efektif
dibanding pesaing √
VI. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI
6.1 Analisis Lokasi Bisnis Alternatif
Lokasi Bahan BakuFaktor yang DipertimbangkanTenaga Kerja Transportasi Jumlah Skor
Dago 3 5 7 16
Dipatiukur 5 6 7 19
Lokasi Bahan Baku
(40%) Tenaga Kerja(35%) Transportasi(25%)
Dago 1,2 2,45 1,5 5,15
Dipatiukur 2 2,1 1,75 5,85
Cikutra 2,8 2,1 1,75 6,65
Adapun pertimbangan untuk memilih lokasi di daerah Cikutra karena: a. Ketersediaan bahan baku yang cukup potensial
b. Letak pasar yang dituju dekat karena terletak dipusat kota sehingga banyak pelajar, mahasiswa dan wisatawan asing yang suka jalan-jalan dan mencari jajanan
c. Tenaga listrik dan air baik
d. Ketersediaan tenaga kerja yang cukup ahli e. Fasilitas transportasi baik dan lancar
6.2 Analisis Luas Produksi
Lokasi usaha atau proyek healthy caffe ini berlokasi di Jl.Cikutra No.22 dengan luas tanah sekitar 40m2 dan luas bangunan 20m2 . Healthy caffe ini secara keseluruhan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
Area Dapur (Kitchen area) Area Restoran (Restaurant area) Lahan Parkir (Parking area)
a. Area Dapur
Area dapur memiliki beberapa area yang di buat sedemikian rupa memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, karena disinilah tempat untuk menghasilkan hidangan makanan maupun minuman yang merupakan area persiapan, area pengolahan, sampai dengan area pencucian.
Healthy caffe juga memiliki ketentuan – ketentuan bangunan untuk menunjang keselamatan kerja di area ini, yaitu :
Lantai
Dinding
Dinding berwarna putih sehingga terkesan bersih dan terang. Jika memungkinkan dinding dapat dilapisi oleh bahan yang mudah dibersihkan seperti keramik untuk lantai.
Atap
Bahan untuk atap adalah menggunakan bahan yang tidak mudah bocor. Dan atap di buat agak tinggi dari ukuran normal gunanya adalah untuk sirkulasi udara yang lebih baik.
Lain – lain misalnya : – Penerangan yang cukup – Saluran pembuangan air – Pipa penghisap asap
– Saluran untuk sumber bahan bakar gas dan alat deteksi apabila gas bocor – Alat deteksi asap untuk antisipasi kebakaran
– Dibuat lebih banyak jendela untuk sirkulasi udara – Lemari es untuk bahan baku dingin.
b. Area Restoran Panggung
Digunakan untuk live band atau hiburan musik, pada event – event tertentu. Area Meja Konsumen
Rumah Mie menyediakan 6 meja pelanggan dengan masing – masing meja dilengkapi oleh 4 buah kursi. Dekorasi meja akan di design sesuai dengan nama café kami yaitu akan bernuansakan organic and healthy living.
Kamar Kecil
Di bagi 2 yaitu untuk laki – laki dan untuk perempuan yang masing – masing di dalam areanya tersedia 1 buah tempat cuci tangan dan 2 toilet.
Dinding
Warna dinding adalah putih dan hijau, karena untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan dalam menikmati makanan yang telah disediakan.
Bahan lantai yang digunakan adalah bahan lantai yang todak licin dan berwarna kayu, itu juga berfungsi untuk menciptakan suasana asri.
c. Lahan Parkir
Lahan parker dibagi menjadi 2 bagian yaitu lahan parkir untuk mobil yang cukup untuk maksimal 2 buah mobil, dan bagian lain adalah untuk kendaraan roda dua seperti motor, sepeda dan kendaraan tradisional lain juga. Setiap kendaraan di kendalikan oleh petugas keamanan dari café kami sendiri, dan setiap kendaraan tidak dikenakan biaya parkir.
6.1 Analisis kesiapan teknologi
Teknologi yang digunakan cukup sederhana yaitu hanya berupa peralatan memasak biasa.
Tabel 6.1
Kesimpulan Aspek Teknis dan Tekhnologi
No Aspek Penilaian Evaluasi Keterangan
1 2 3 4 5
1 Kondisi rencana lokasi bisnis √
2 Ketersediaan mesin √
3 Ketersediaan peralatan √
4 Ketersediaan teknologi √
5 Ketersediaan suku cadang √
6 Kemampuan berproduksi produk pada skala produksi
yang optimal √
7 Kemampuan menyusun layout pabrik dan kantor yang
VII. ASPEK MANAJEMEN DAN SDM 7.1 Analisis Penjadwalan Proyek
Pengadaan barang atau bahan baku : kami menggunakan supplier sayuran dan buah organik sehingga kami tidak perlu lagi ke pasar untuk membeli sayuran dan bahan baku lainnya. Sedangkan dalam pengolahannya kami menggunakan empat karyawan
7.2 Analisi Kebutuhan Tenaga Kerja
7.3 Analisis Rencana Struktur Organisasi
Struktur organisasi Healthy Cafe untuk awal berdiri ini terdiri dari : Pemilik, Bagian Keuangan, Bagian operasional, bagian Marketing dan Karyawan. Berikut adalaha struktur organisasi Rumah Mie.
7.4 Kesimpulan Kelayakan Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Tabel 7.1
Kesimpulan Kelayakan Aspek Manajemen dan SDM
No Aspek Penilaian Evaluasi
Keteranga n
1 2 3 4 5
1 Kemampuan menyelesaikan pembangunan bisnis sesuai dengan waktu yang direncanakan
√