• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MAKANAN HALAL PENYAKIT AKIBAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH MAKANAN HALAL PENYAKIT AKIBAT "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah SWT. Rabb semesta alam yang pada-Nyalah segala kebaikan dan segala kelebihan berada. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan, dan ampunan-Nya.

Kami sangat bersyukur bahwa Allah SWT. Memberikan kepada kami kesempatan untuk membuat MAKALAH tentang Manfaat MAKANAN HALAL

Kami menyadari, bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran-saran perbaikan yang membangun dari guru maupun siswa(i) sangat di harapkan demi penyempurnaannya. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(2)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Makanan yang halal dan baik merupakan tuntunan agama. Halal dari segi dhahiriyah dan sumber untuk mendapatkan makanan tersebut

apakah melalui cara – cara yang halal. Memakan makanan yang halal dan baik merupakan bukti ketaqwaan kita kepada Allah, karena memakan makanan halal dan baik merupakan salah satu ibadah.

Allah membolehkan manusia seluruhnya memakan makanan yang telah diberikan Allah di bumi ini, yang halal dan yang baik saja, serta

meninggalkan yang haram.

Allah menyeru manusia supaya menikmati makanan – makanan yang baik dalam kehidupan mereka dan menjahui makanan – makanan yang tidak baik, karena dunia diciptakan untuk seluruh manusia. Karunia Allah bagi setiap manusia adalah sama, baik beriman atau tidak beriman.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang makanan yang halal dan baik yang meliputi, hadits tentang makanan halal dan baik, pengertian makanan halal dan baik, manfaat dari makanan halal.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Bagaimana hadits tentang makanan halal dan baik? 2. Apa pengertian makanan halal dan baik?

3. Apa manfaat dari makanan halal?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah:

(4)

BAB II PEMBAHASAN

1. Hadits Tentang Makanan Halal dan Baik

ٌّاطط قق ٌّامم ٌّاعقطق ددحقاق لقكقاق ٌّامق :لق ٌّاقق مقللسق وق ههييلقعق ههللا َّىللصق يل بهنللا نه عق ههنيعق ههللا يق ضه رق مه دق قيمهليا نه عق ههدهيق له مقعق ني مه له كه اييق نقٌّاكق مقلقسل لا ههييلقعق ادقوهادق ههللا يل بهنللا نل أقوق ههدهيق له مقعق ني مه لق كه اييق نياق نيمه ردييخق ( َّىعٌّاسنل او ىر ٌّاخبلا هاور )

Dari Miqdam r.a. dari Nabi SAW. Beliau bersabda: “ Tidak ada makanan yang dimakan seseorang yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud a.s. selalu makan dari hasil usahanya sendiri” ( HR. Bukhari dan Nasai )

Hadits di atas menerangkan bahwa sebaik – baik makanan yang dimakan seseorang adalah hasil usahanya sendiri, yaitu hasil kerja keras dengan jalan yang baik dan benar.

Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga akan menjaga kehormatan dan mengangkat derajat seseorang, baik dihadapan Allah maupun sesama manusia. Rosullulah SAW kepada umatnya selalu menganjurkan untuk bekerja. Sebagaimana Beliau bersabda:

ههلق اقسيقفق لم جهرق يق ته اي يق نياق ههلق ردييخق ههرههيظق َّىلقعق بهطهتقحييقفق ميكه دهحقاق دقحهاييق نيلق ههدهيقبه َّىسهفينق ييذهللاوق ( ىر ٌّاخبلا هاور) ههعقنقمق وياق ههٌّاطق عياق

“ Demi zat jiwaku ada dalam kekuasaannya, sesungguhnya salah seorang dari kalian yang mengambil tamparnya kemudian mencari kayu bakar dan dibawa di atas punggungnya itu lebih baik daripada ia mendatangi

seseorang kemudian ia meminta kepadanya baik diberi ataupun ditolak”. ( HR. Bukhori )

(5)

Allah SWT. Apalagi pekerjaan yang profesional, akan jauh lebih terhormat, yang penting hasilnya halal dimakan. Sebab memakan makanan yang halal dan baik merupakan syarat terkabulnya do’a. Sebagaimana sabda Rosullulah SAW:

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “ Rosullulsh SAW bersabda,

sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan pada orang – orang mukmin seperti apa yang telah diperintahkan-Nya kepada Rosul, maka Allah

berfirman: Hai para Rosul, makanlah kamu semua dari sesuatu yang baik dan berbuatlah kamu yang baik. Dan firman Allah yang lain: Hai orang – orang yang beriman, makanlah kamu semua dari sebaik – baik apa yang telah Ku-rezekikan kepadamu. Kemudian Nabi SAW menceritakan

seseorang lelaki yang telah jauh perjalanannya dengan rambutnya yang kusut, kotor, penuh debu, yang menadahkan kedua tangannya seraya berkata ( berdo’a ): Wahai tuhanku, sedangkan makanannya haram minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan barang yang haram, mana mungkin ia akaaan dikabulkan do’anya? “ ( HR. Muslim )

2. Pengertian Makanan Halal dan Baik

Makanan halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya. Makanan yang halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan di olah dengan cara yang benar menurut agama.

(6)

kesehatan. Maka, makanan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan. Dalil tentang perintah memakan makanan yang baik / halal:

مي كه نققيزقرقٌّامق تهٌّابقييطق ني مه اويلهكه اوينهمقا نقييذهللا ٌّاهقيرأقٌّايق Artinya:

“ Hai orang – orang beriman makanlah diantara rizki yang baik yang kami berikan kepadamu “ ( QS. Albaqarah: 172 )

Pada dasarnya semua makanan adalah halal untuk dimakan, kecuali dilarang agama karena berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan yang membahayakan dan mengandung mudlarat ( merusak ) dilarang keras oleh agama.

3. Manfaat Makanan Halal

Perintah Allah untuk mengkonsumsi makanan yang halal tentu bermanfaat bagi pelakunya antara lain:

1) Makanan yang halal dapat menyehatkan badan dan terpeliharanya diri dari sumber rizki.

2) Menyebabkan amal ibadah diterima Allah 3) Dapat menghindarkan diri dari perbuatan dosa

4) Termasuk golongan orang sholeh dan berakhlak mulia.

Kita harus selalu ingat bahwa begitu penting artinya makanan bagi manusia, oleh karena itu sudah semestinya mereka selektif dalam memilih setiap makanan. Kalau tidak makan justru dapat mengganggu kesehatan. Tubuh manusia membutuhkan makanan yang sehat / baik. Makanan dikatakan sehat / baik apalagi memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Makanan harus bersifat higienis yaitu tidak mengandung kuman

penyakit

(7)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

1) Sebaik – baik makanan yang dimakan seseorang adalah hasil usahanya sendiri, yaitu hasil kerja keras dengan jalan yang baik dan benar.

Sebagaimana sabda Nabi:

ٌّاطط قق ٌّامم ٌّاعقطق ددحقاق لقكقاق ٌّامق :لق ٌّاقق مقللسق وق ههييلقعق ههللا َّىللصق يل بهنللا نه عق ههنيعق ههللا يق ضه رق مه دق قيمهليا نه عق ههدهيق له مقعق ني مه له كه اييق نقٌّاكق مقلقسل لا ههييلقعق ادقوهادق ههللا يل بهنللا نل أقوق ههدهيق له مقعق ني مه له كه اييق نياق نيمه ردييخق ( َّىعٌّاسنل او ىر ٌّاخبلا هاور )

Dari Miqdam r.a. dari Nabi SAW. Beliau bersabda: “ Tidak ada makanan yang dimakan seseorang yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud a.s. selalu makan dari hasil usahanya sendiri” ( HR. Bukhari dan Nasai )

2) Makanan halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya. Makanan yang halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan di olah dengan cara yang benar menurut agama. Dan makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan

3) Manfaat dari makanan halal yaitu:

Makanan yang halal dapat menyehatkan badan

Menyebabkan amal ibadah diterima Allah

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Al ghazali, Imam. 1995. Ihya’ Ulumuddin. Jakarta: Pustaka Amani

Rusyd, Ibnu. 2002. Bidayatul Mujtahid. Jakarta: pustaka Amani

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk pengawasan yang bisa dilakukan oleh masyarakat terhadap produk makanan halal adalah dengan cara melakukan pelaporan kepada badan yang berwenang apabila menemukan suatu

Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu (termasuk makanan dan binatang) yang ada di bumi adalah nikmat dari Allah, maka ini menunjukkan bahwa hukum asalnya adalah halal dikonsumsi

Ada banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang makanan halal dan makanan haram, namun tentu saja tidak dapat kami tampilkan semua, di antaranya sebagaimana

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.” (QS.. Memakan yang halal

Dalam Tafsir Departemen Agama hendaklah makanan didapatkan dengan cara yang halal sesuai dengan ketentuan syariat Islam, makanan yang dikonsumsi hendaklah

Fenomena ini terjadi pada konsumen produk halaldi Malang yang memahami bahwa makanan halal merupakan cerminan Muslim yang taat pada tuntunan agama

Sumber Syariat Islam yang lainnya adalah Ijma’ Sahabat dan Qiyas.Termasuk makanan dan minuman halal adalah (1) bukan terdiri dari atau mengandung bagian atau benda dari binatang

Dalam arti lain Halal adalah segala sesuatu yang apabila digunakan tidak akan dikenakan sanksi dan apa saja yang dibolehkan oleh syaria’t untuk dilakukan.. Pada umumnya semua makanan