• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Komunikasi Sosial Dan pembanguna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Komunikasi Sosial Dan pembanguna"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan oleh para ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting dalam pembangunan. Everett M. Rogers (1985) menyatakan bahwa, secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. Rogers juga menyatakan bahwa komunikasi merupakan dasar dari perubahan sosial.

Di abad modern ini, terutama pasca perang dunia kedua, bermunculan berbagai penemuan baru sebagai akibat kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan terjadi susul menyusul. Teknologi memberikan manusia bermacam-macam kemudahan dalam melakukan pekerjaan, dan lebih dari itu menjadikan kehidupan lebih menyenangkan dan lebih nyaman.

Perkembangan teknologi mendorong semakin berkembangnya teknologi komunikasi. Kemajuan teknologi komunikasi diawali dengan penemuan transistor, kemudian berkembang microhip, sistem komunikasi satelit, dan lain-lain telah membuat jarak bukan lagi suatu halangan untuk berkomunikasi dengan yang lainnya. Laju perkembangan teknologi komunikasi telah memperlancar arus informasi dari dan keseluruh penjuru dunia.

Kemajuan teknologi juga meningkatkan mobilitas sosial, mempermudah orang untuk saling berhubungan. Pergaulan berlangsung berupa kontak-kontak pribadi diikuti oleh tukar menukar gagasan dan pengalaman. Hubungan manusia dari satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin intensif dan dunia seolah-olah menjadi semakin sempit. Mc Luhan menyebut dunia sekarang sebagai a global village (globalisasi).

(2)

satu media massa, alasannya karena internet hanya dikonsumsi oleh beberapa kalangan saja, misalnya kalangan mahasiswa dan masyarakat perkotaan.

Kemajuan dibidang teknologi komunikasi tersebut ikut andil dalam mempengaruhi komunikasi sosial dan pembangunan, bisa saja dimanfaatkan untuk hal yang positif, namun juga dapat berdampak negatif. Untuk lebih jelasnya, dalam makalah ini saya akan menjelaskan mengenai pengaruh globalisasi media serta hubungannya dengan komunikasi sosial dan pembangunan.

1.2 Rumusan Masalah

Isi dan analisis studi kasus yang saya buat dalam makalah ini berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan globalisasi dan globalisasi media? 2. Apa yang dimaksud dengan komunikasi sosial pembangunan?

3. Apa saja pengaruh dari globalisasi media serta apa hubungannya dengan komunikasi sosial pembangunan?

4. Dampak apa saja yang didapat masyarakat dengan adanya globalisasi media tersebut? 5. Cara dan strategi apa saja yang dilakukan agar komunikasi sosial pembangunan bisa

sampai ke pedesaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan globalisasi dan globalisasi media. 2. Mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan komunikasi sosial pembangunan. 3. Menjelaskan berbagai pengaruh dari globalisasi media dan hubungannya dengan

komunikasi sosial pembangunan.

4. Memaparkan dampak yang didapat dari globalisasi media, baik yang bersifat positif maupun negatif.

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut

informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.

Selo Soemardjan mendefinisikan globalisasi sebagai terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama. Sedangkan menurut A.G. Mc Gew, globalisasi merupakan proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya: 1. lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan

2. Lembaga keagamaan

3. indutri internasional dan lembaga perdagangan 4. wisata mancanegara

5. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional

(4)

2.2 Hubungan Globalisasi dengan Komunikasi Sosial Pembangunan

Komunikasi Sosial dan Pembangunan merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu Komunikasi Sosial dan Komunikasi Pembangunan. Secara substansial, kedua istilah tersebut tidak mengandung perbedaan yang begitu berarti. Yang artinya, materi bahasan yang terkandung di dalamnya sama-sama membahas tentang bagaimana komunikasi harus dilakukan, sehingga berperan sebagai penunjang pelaksanaan program-program pembangunan dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial, yakni perubahan sosial (social changes).

Secara konseptual, komunikasi dan pembangunan memandang perubahan sebagai proses sosial yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Berbagai perilaku komunikasi dalam masyarakat seringkali dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat sebagai dampak dari perubahan yang demikian cepat.

Dalam arti sempit, pengertian komunikasi pembangunan adalah segala upaya, cara dan teknik penyampaian gagasan dan keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan kepada masyarakat yang menjadi sasaran, agar dapat memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Pengertian ini tercermin dalam sejumlah kegiatan sistematis yang dilakukan oleh berbagai badan dan lembaga yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional dalam menyebarkan gagasan pembangunan kepada khalayak ramai.Sebagai proses perubahan dan pembaharuan masyarakat, pembangunan membutuhkan kontribusi komunikasi, baik sebagai bagian dari kegiatan masyarakat maupun sebagai ilmu yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Berbagai gejala sosial yang diakibatkan oleh proses tersebut, telah memberikan inspirasi bagi penemuan konsep baru dalam bidang komunikasi.Perilaku komunikasi suatu kelompok masyarakat terus berubah sehingga proses adaptasi juga terus berlangsung.

Perubahan yang dikehendaki dalam pembangunan tentunya perubahan kearah yang lebih baik atau lebih maju keadaan sebelumnya. Oleh karena itu peranan komunikasi dalam pembangunan harus dikaitkan dengan arah perubahan tersebut. Artinya kegiatan komunikasi harus mampu mengantisipasi gerak pembangunan.

(5)

komunikasi yang juga mempelajari masalah proses, yaitu proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain untuk merubah sikap, pendapat dan perilakunya. Dengan demikian pembangunan pada dasarnya melibatkan minimal tiga komponen, yakni komunikator pembangunan, bisa aparat pemerintah ataupun masyarakat, pesan pembangunan yang berisi ide-ide atau pun program-program pembangunan, dan komunikan pembangunan, yaitu masyarakat luas, baik penduduk desa atau kota yang menjadi sasaran pembangunan.

Dalam kasus globalisasi media, 3 komponen pembangunan tersebut adalah : 1. Komunikator pembangunan; lembaga media massa.

2. Pesan pembangunan; informasi yang sedang aktual, sosialiasi mengenai suatu program baru, pesan komersial, hiburan, dll.

3. Komunikan pembangunan; masyarakat luas (baik penduduk desa ataupun kota yang menjadi sasaran pembangunan).

Saluran media massa pada umumnya lebih banyak digunakan untuk komunikasi informatif. Dengan saluran ini komunikator pembangunan pembangunan berusaha untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai pesan-pesan pembangunan. Selanjutnya untuk perubahan perilaku, aktifitas komunikasi harus dilipatgandakan dengan menggunakan berbagai macam saluran.

Kemajuan teknologi telah dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Melalui radio, televisi, film, dan surat kabar dapat dikatakan seluruh pelosok tanah air telah terjangkau oleh jaringan komunikasi yang menghubungkan pusat dan daerah. Pesan-pesan pembangunan dari pusat ke daerah dan sebaliknya dapat dengan mudah disiarkan oleh media tersebut diatas.

(6)

Bagi bangsa Indonesia masalah yang dihadapi berkaitan dengan faktor budaya adalah : a. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beraneka suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama, dan sejarah yang berbeda.

b. Masyarakat yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat pembangunan yang pada hakekatnya merupakan proses pembaharuan di segala sektor kehidupan.

c. Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa oleh media massa memperlancar kontak-kontak antar kebudayaan.

d. Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas, kualitas, maupun variasi.

2.3 Tinjauan Teoritis (Teori Difusi Inovasi dan Media Ekologi)

Teori Difusi Inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan) melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. Lebih jauh dijelaskan bahwa difusi adalah suatu bentuk komunikasi yang bersifat khusus berkaitan dengan penyebaranan pesan-pesan yang berupa gagasan baru.

Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terdapat 4 (empat) elemen pokok, yaitu:

(1) Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.

(7)

(3) Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi, (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi, dan (c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.

(4) Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama .

Rogers dan Shoemaker (1971) menjelaskan bahwa proses difusi merupakan bagian dari proses perubahan sosial. Perubahan sosial adalah proses dimana perubahan terjadi dalam struktur dan fungsi sistem sosial. Perubahan sosial terjadi dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu: (1) Penemuan

(invention), (2) difusi (diffusion), dan (3) konsekuensi (consequences). Penemuan adalah proses

dimana ide/gagasan baru diciptakan atau dikembangkan. Difusi adalah proses dimana ide/gagasan baru dikomunikasikan kepada anggota sistem sosial, sedangkan konsekuensi adalah suatu perubahan dalam sistem sosial sebagai hasil dari adopsi atau penolakan inovasi.

Sedangkan berdasarkan Teori Media Ekologi, pengaruh dari teknologi media terhadap masyarakat merupakan ide utama dibalik teori ekologi media, pemikiran ini dibingkai dalam tiga asumsi:

1. Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat. Menurut asumsi pertama teori ekologi media, manusia tidak dapat melarikan diri dari media.

2. Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman. Asumsi kedua teori ekologi media melihat media sebagai sesuatu yang langsung mempengaruhi manusia. Cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi cenderung dipengarhi oleh media.

(8)

Contohnya : tidak ada lagi batasan antara ruang pribadi dan ruang publik. Apa yang kita lakukan detik ini, dalam hitungan detik pula akan diketahui oleh teman kita, meskipun berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer. Tidak hanya itu, interaksi pun tidak terjadi dalam konteks 2 atau 3 orang saja, tetapi mungkin sampai puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang.

2.4 Analisis Studi Kasus

Globalisasi media massa merupakan proses yang secara natural terjadi, sebagaimana jatuhnya sinar matahari, sebagaimana jatuhnya hujan atau meteor. Pada titik-titik tertentu, terjadi benturan antar budaya dari luar negeri yang tak dikenal oleh bangsa Indonesia. Jadi kekhawatiran besar terasakan benar adanya ancaman, serbuan, penaklukan, pelunturan karena nilai-nilai luhur dalam paham kebangsaan.

Imbasnya adalah munculnya majalah-majalah Amerika dan Eropa versi Indonesia seperti: Bazaar, Cosmopolitan, Spice, FHM (For Him Magazine), Good Housekeeping, Trax dan sebagainya. Begitu pula membajirnya program-program tayangan dan produk rekaman tanpa dapat dibendung.

Lantas bagaimana bagi negara berkembang seperti Indonesia menyikapi fenomena transformasi media terhadap perilaku masyarakat dan budaya? Bukankah globalisasi media dengan segala nilai yang dibawanya seperti lewat televisi, radio, majalah, koran, buku, film, vcd dan kini lewat internet sedikit banyak akan berdampak pada kehidupan masyarakat?

Saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalamai serbuan yang hebat dari berbagai produk pornografi berupa tabloid, majalah, buku bacaan di media cetak, televisi, radio dan terutama adalah peredaran bebas VCD. Baik yang datang dari luar negeri maupun yang diproduksi sendiri. Walaupun media pornografis bukan barang baru bagi Indonesia, namun tidak pernah dalam skala seluas sekarang. Bahkan beberapa orang asing menganggap Indonesia sebagai “surga pornografi” karena sangat mudahnya mendapatkan produk-produk pornografi dan harganya pun murah.

(9)

Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Padahal, kita menyadari belum semua warga negara mampu menilai sampai dimana kita sebagai bangsa berada. Begitulah, misalnya, banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Terutama masalah pornografi, dimanasekarang wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim, kemudian ditiru habis-habisan. Sehingga kalau kita berjalan-jalan di mal atau tempat publik sangat mudah menemuiwanita Indonesia yang berpakaian serba minim mengumbar aurat. Di mana budaya itu sangat bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini. Terbukti dengan adanya video pornoyang pemerannya adalah orang-orang Indonesia.

Untuk masyarakat perkotaan yang umumnya sudah memiliki banyak media, pesan seharusnya disampaikan sedemikian rupa disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan. Penyajian pesan lewat sinetron yang dapat dinikmati keluarga dikala santai akan dapat menggugah kesadaran khalayak. Di samping penyajian pesan melalui media tercetak, seperti leaflet, folder, brosur, dan sebagainya, yang dibuat dengan cara yang menarik sehingga sayang untuk dibuang begitu saja.

Isu yang telah dipaparkan diatas merupakan salah satu studi kasus mengenai globalisasi media massa dan dampaknya terhadap perilaku sosial di masyarakat perkotaan, yang dirasa memang kurang membangun tetapi malah menjatuhkan. Hal ini lah yang harus kita renungkan dan sikapi dengan bijaksana.

(10)

Dalam hal ini di Indonesia melalui televisi dan radio sebagai saluran media massa telah melaksanakan program acara siaran pedesaan. Demikian pula Koran masuk desa (KMD) sebagai media cetak telah disalurkan kepada masyarakat pedesaan. Sedangkan melalui saluran komunikasi interpersonal pemerintah telah menerjunkan jupen-jupen pembangunan dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Pertunjukan rakyat yang mengemas pesan-pesan pembangunan pun banyak ditampilkan. Kegiatan ini punya daya tarik dan kekuatan tersendiri. Susanto (1988) mengatakan bahwa bentuk-bentuk komunikasi melalui pertunjukan rakyat/tradisional di maksud untuk :

1) Memudahkan penerimaan pesan-pesan oleh masyarakat karena disajikan dalam bentuk yang santai dan mudah dipahami bentuk dan lambangnya.

2) Memancing komunikasi ke atas, yaitu pesan-pesan dari rakyat langsung kepada pemerintah dalam bentuk yang dapat diterima oleh pemerintah.

Di samping itu wadah lain yang umumnya terdapat dipedesaan yaitu kelomponcapir ; wadah yang dapat menjembatani pesan-pesan pembangunan dari media massa kepada masyarakat. Wadah ini biasanya dipimpin oleh pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders), yang biasanya memiliki ciri-ciri :

1) Lebih tinggi pendidikan formalnya dibandingkan dengan anggota masyarakat lain. 2) Lebih tinggi status sosialnya serta status ekonominya.

3) Lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi ide-ide baru. 4) Lebih tinggi kemampuan medianya.

5) Kemampuan empati mereka lebih besar. 6) Partisipasi sosial mereka lebih besar. 7) Lebih kosmopolit.

(11)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan dan Saran

Dalam komunikasi sosial pembangunan, Komunikasi tentunya harus berada di garis depan untuk mengubah sikap dan perilaku manusia Indonesia sebagai pemeran utama pembangunan, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan. Kualifikasi dasar agen perubahan menurut Duncan dan Zaltman merupakan tiga yang utama diantara sekian banyak kompetensi yang mereka miliki, yaitu:

1. Kualifikasi teknis; yakni kompetensi teknis dalam tugas spesifik dari proyek perubahan yang bersangkutan.

2. Kemampuan Administratif; yakni persyaratan administratif yang paling dasar dan elementer (kemauan untuk mengalokasikan waktu untuk persoalan-persoalan yang relatif menjelimet/detailed).

3. Hubungan antar pribadi; suatu sifat yang paling penting adalah empati/kemampuan seseorang untuk mengidentifikasikan diri dengan orang lain, berbagi akan perspektif dan perasaan mereka dengan seakan-akan mengalaminya sendiri.

(12)

Daftar Pustaka

Depari, Eduard dan Mc Andrew, Collin, 1991. Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan, Gadjah Mada University : Yogyakarta.

Effendy, Onong Uchjana, 1987. Komunikasi dan Modernisasi, Alumni : Bandung. Harmoko, 1985. Komunikasi Sambung Rasa, Pustaka Sinar Harapan : Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil simulasi EPA SWMM dengan menggunakan kondisi eksisting menunjukkan bahwa permasalahan banjir di lokasi penelitian adalah murni disebabkan oleh air limpasan yang

X SMA Kahirul Ulum, Sampang sebelum menggunakan media prezi tergolong masih rendah. Peserta didik yang nilainya mencapai KKM hanya 2 peserta didik. Peserta didik

Harga yang semakin sesuai dengan apa yang didapatkan murid, maka murid akan semakin puas dan semakin loyal, murid yang puas belum tentu loyal, karena jika

Dulunya, sebagian besar masyarakat yang bermukim di lokasi pilot project memiliki mata pencaharian sebagai pencari madu dari lebah alam (sialang). Seiring berjalannya

(2) Untuk mendapatkan cuti sakit sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Pegawai Negeri Sipil wanita yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang

Pemarkah aspektualitas leksikal reduplikasi verba pungtual yang menyatakan berkali- kali dan sebagainya, sufiks-i berkali-kali dan sebagainya, ’sering’, ’jarang’

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu tubuh yang sering di jumpai pada usia

Banyaknya kejahatan di DKI Jakarta dipengaruhi oleh beberapa faktor, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya kejahatan di DKI