MAKALAH PANCASILA
TENTANG
POLITIK DAN PANCASILA
DISUSUN OLEH:
Novi 1031511110
Joko 1031511100
Fadilla 1031511096
Fifatul 1031511097
Iga azalia 1031511098
PROGRAM D3 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI” SEMARANG
Hubungan politik dan pancasila
Makalah ini memberikan opini dari kelompok kami yang diambil dari berbagai sumber tentang panacasila dan politik. Dan kami lebih tertarik untuk membahas hubungan politik dan pancasila. Tetapi pada dasarnya pancasila adalah sebagai etika politik di negara kesatuan republik indonesia ini.
Bagaimanapun juga warga bangsa tidak dapat melepaskan diri dari keterlibatan dan tanggung jawab dalam sejarah perkembangan bangsa , karena cara suatu bangsa menghadapkan diri dengan kenyataan , dengan realitas sosial , di dalam perspektif saat ini , sampai hari esok , juga mempengaruhi tingakah laku bangsa itu di dalam bidang politik. Dalam konteks inilah pancasila , yang pada detik detik di sekitar proses
pembentukanya telah disepakati oleh para tokoh masa lampau sebagai dasar berdirinya negara kesatuan republik indonesia tetap perlu dipertahankan , dipahami dan diterapkan dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara oleh setiap warga negara indonesia.
Kesepakatan tokoh pendiri negara republik indonesia tentang pancasila itupun di dasarkan pada pemahaman dan pendalaman terhadap pandangan hidup , kebiasaan kebiasan , nilai nilai , cita citaseluruh bangsa indonesia yang telah ada di masa lampau dan masih berlangsung yang dianggap baik dan panstas untuk diteruskan. Sejarah juga menunjukan bahwa proses perumusan pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara republik indonesia itu tidak mudah. Bangsa indonesia terdiri dari berbagai komponen , seperti : suku, agama, kelompok masyarakat atau partai politik mempunyai kepentingan dan pandangannya yang berbeda beda. Terdapat kompromi yang sakrifais, karena masing masing pihak justru bersepakat bukan dalam apa yangdirumuskan tetapi justru dalam apa yang tidak dirumuskan dalam pancasila. Artinya , apa yang
dimasukkan di dalam rumus pancasila hal hal yang dapat di terima oleh semua pihak masyarakat indonesia, sementara itu yang hanya menjadi kepentingan kelompok dan golongan masing masing tidak.
patron legal formal dalam menata, mengatur, bahkan menguasai masyarakat indonesia. Pancasila merupakan rumusan pandangan hidup yang dapat di terima oelh semua suku, agama, kebudayaan , golongan dan kelas dalam masyarakat indonesia sebagai dasar ideal bersama untuk membangun suatu negara, serta mengembangka bangsa.
Pancasila
Pancasila adalah filsafat hidup dan dasar filsafat negara, itu berarti bahwa secara obyektif dan filosofis bangsa indonesia mendasarkan diri pada nilai nilai dari sila sila pancasila.Pancasila sebagai suatu system filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran norma kenegaraan lainya. Dalam filsafat pancasila terkandung di dalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis ,mendasar ,rasional ,sistematis dan komprehensif. Dan system pemikian ini merupakan suatu nilai. Oleh karena itu suatu pemikiran filsafat tidak secara langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam suatu tindakan atau aspek praktis melainkan suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar.
Di dalam mempelajari pancasila tersebut , seseorang hendaknyandapat
menyerahkan diri dari masalah politik, sebab politik tersebut berubah-ubah. Berubahnya politik sebuah negara sangat tergantung pada angin yang sedang berkuasa. Yang
membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat. Yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.
Oleh karena menjadi sumber pembuatan peraturan peraturan , undang undang , norma norma , maka pancasila perlu difungsikan sebagai “alat” pengontrol yang mempertanyakn serta menjelaskan legitimasi norma norma itu sendiri secara bertanggung jawab. Fungsi semacam itulah yang dimaksudkan , jika pancasila
Etika
Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan di bagi menjadi 2 kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral.etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagu setiap tindakan manusia , sedangkan etika khusus dibagi menjadi menjadi etiak individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan etika social.
Etika berkaitan dengan masalah nilai karena etika pada pokoknya membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai “susila” dan “tidak susila”, “baik” dan “buruk”. Sebagai bahasan khusus etika membicarakan sifat-sifat yang menyebabkan orang dapat disebut susila atau bijak. Kualitas-kualitas ini dinamakan kebijakan yang diwakilkan dengan kejahatan yang berarti sifat-sifat yang menunjukkan bahwa orang yang memilikinya dikatakan orang yang tidak bersusila. Sebenarnya etika lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan dengan tingkah laku manusia (Kattsoff, 1986). Dapat juga dikatakan bahwa etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia.
Politik
Pengertian poltik bersal dari kosa kata“poltics” yang memiliki makna
seseorang. Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik, lembaga masyarakat maupun perseoranagan.Bilamana lingkup pengertian politik dipahami seperti itu maka terdapat suatu kemungkinan akan terjadi ketimpangan dalam aktualisasi berpolitik, karena tidakmelibatkan aspek rakyat yang baik sebagai individu maupun sebagai suatu lembaga yang terdapat dalam masyarakat.Oleh karena itu dalam hubungan dengan etika politik pengertian politik tersebut harus dipahami dalam pengertian yang lebih luas yaitu menyangkut seluruh unsure yang membentuk suatu persekutuan hidup yang disebut masyarakat negara.
Etika politik
Etika politik mengandung aspek individual karena membahas masalah kualitas moral pelaku, dan mengandung aspek sosial karena merefleksikan masalah hukum, tatanan sosial dan institusi yang adil. Karenanya Bernard Sutor menyatakan ada tiga dimensi dalam etika politik yakni tujuan (policy),sarana(polity), dan aksi (politics). Tiga dimensi inilah yang membentuk narasi etika sebagai gagasan pencarian terhadap kesejahteraan umum & kemakmuran.
Persoalan politik hari ini mempunyai banyak masalah dengan nalar korupsi sebagai budaya politik yang melembaga. Etika politik memberikan sajian kritis dengan menguraikan persoalan bagaimana korupsi bisa terjadi dan mengapa orang bisa
melakukan korupsi. Bukan hanya sebatas mendeskripsikan persoalan korupsi, lalu membahas solusi. Akan tetapi, etika juga membahas secara mendalam mengenai
Secara substansif pengertian etika politik tidap dapat dipisakan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena itu etika politik terkait erat
dengan bidang pembahasan moral. Hal ini berdasarkan kenyataan-kenyataan bahwa pengertian moral senantiasamenunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. Walaupun hubungan dengan masyarakat bangsa maupun negara,etika politik tetap meletakan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Dasar ini lebih meneguhkan akar etika politik bahwa kebaikan senantiasa di dasaran kepada hakikat manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya.
Berdasarkan suatu kenyataan bahwa masyarakat , bangsa maupun negara negara bisa berkembang ke arah keadaan yang tidak baik dalam arti moral.Misalnya suatu negara yang dikuasai negara bisa oleh penguasa yang memaksakan kehendak kepada manusia tanpa memperhitungkan dan mendasarkan pada hak- hak dasar kemanusiaan. Dalam suatu masyarakat negara yangdemikian ini maka seseorang yang baik secara moral kemanusiaan akan di pandang tidak baikmenurut negara serta masyarakat otoriter, karena tidak hidup sesuai dengan aturan yang burukdalam suatu masyarakat negara. Oleh karena itu aktualisasi etika poitik harus senantiasa mendasrkan kepada ukuran harkat dan martabat manusia sebagai manusia.
Pancasila sebagai etika politik maka mempunyai lima prinsip itu berikutini disusun menurut pengelompokan Pancasila, karena Pancasila memiliki logika internal yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan dasar etika politik modern.
1. Pluralisme
Pluralisme adalah kesediaan untuk menerima pluralitas, artinya untuk hidup dengan positif , damai, toleran, dan biasa / normal bersama warga masyarakat yang
2. Hak asasi manusia
jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti Kemanusian yang adil dan beradab. Karena hak-hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib
diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan. Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia. Karena itu, hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual dalam pengertian sebagai berikut.
a. Mutlak karena manusia memilikinya bukan karena pemberian Negara, masyarakat, melainkan karena pemberian sang Pencipta .
b. Kontekstual karena baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari, diambang modernitas di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat tradisi, dan sebaliknya diancam oleh Negara modern.
3. Solidaritas Bangsa
Solidaritas bermakna manusia tidak hanya hidup demi diri sendiri,melainkan juga demi orang lain, bahwa kita bersatu senasib sepenanggungan manusia hanya hidup menurut harkatnya apabila tidak hanya bagi dirinya sendiri ,melainkan
menyumbang sesuatu pada hidup manusia-manusia lain. Sosialitas manusia berkembang secara melingkar yaitu keluarga, kampung, kelompok etnis,
kelompok agama , kebangsaan, solidaritas sebagai manusia. Maka di sini termasuk rasa kebangsaan. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing.
4. Demokrasi
Prinsip kedaulatan rakyat menyatakan bahwa tak ada manusia atausebuah elit atau sekelompok ideologi berhak untuk menentukan dan memaksakan orang lain harus atau boleh hidup. Demokrasi berdasarkan kesadaran bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka dan kemana
Demokrasi hanya dapat berjalan baik atas dua dasar yaitu:
a. Pengakuan dan jaminan terhadap HAM ; perlindungan terhadapHAM ;menjadi prinsip mayoritas tidak menjadi kediktatoran mayoritas.
b. Kekuasaan dijalankan atas dasar, dan dalam ketaatan terhadap hukum
(Negara hukum demokratis). Maka kepastian hukum merupakan unsur hakiki dalam demokrasi (karena mencegah pemerintah yang sewenang-wenang). 5. Keadilan
Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadapketidakadilan. Tuntutan keadilan sosial tidak boleh dipahami secara ideologis,sebagai pelaksanaan ide-ide, ideologi-ideologi, agama-agama tertentu, keadilan sosial tidak sama dengan sosialisme. Keadilan sosial adalah keadilan yangterlaksana. dalam kenyataan, keadilan sosial diusahakan dengan membongkar ketidakadilan ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Ketidakadilan adalah diskriminasi di semua bidang terhadap perempuan, semua diskriminasi atas dasarras, suku dan budaya./ntuk itu tantangan etika politik paling serius di Indonesia sekarang adalah:
1. Kemiskinan, ketidakpedulian dan kekerasan sosial
2. Ekstremisme ideologis yang anti pluralism, pertama-tama ekstremismeagama dimana mereka yang merasa tahu kehendak Tuhan merasa berhak juga memaksakan pendapat mereka pada masyarakat.*
3. Korupsi
Hubungan etika politik dan pancasila
prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral). Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki tiga dasar tersebut
Penyelenggaraan negara baik menyangkut kekuasaan, kebijaksanaan yang menyangkut publik, pembagian serta kewenangan harus berdasarkan legitimasi moral relegius (sila I) serta moral kemanusiaan (sila II). Selain itu dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus berdasarkan legitimasi hukum yaitu prinsip legalitas. Negara Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu “keadilan” dalam hidup bersama (keadilan sosial) sebagaimana terkandung dalam sila ke V. Negara adalah berasal dari rakyat dan segala kebijaksanaan dan kekuasaan yang dilakukan senantiasa untuk rakyat (sila VI).
Prinsip-prinsip dasar etika politik itu telah jelas terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, Pancasila adalah sumber etika politik yang mesti direalisasikan. Para pejabat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, pelaksana aparat dan penegak hukum harus menyadari bahwa selain legitimasi hukum dan legitimasi demokratis juga harus berdasar pada legitimasi moral yang memang pembentukan dari nilai-nilai serta dikongkretisasi oleh norma.
Etika politik adalah termasuk lingkup etika sosial manusia yang secara harfiah berkaitan dengan bidang kehidupan politik.Pancasila memang tidak boleh dilepaskan dari semua aspek-aspek didalam penyelenggaraan sebuah negara. Dalam pelaksanaan Negara segala kebijaksanaan, kekuasaan serta kewenanganharus di kembalikan kepada rakyat sebagai pendukung pokok negara. Maka dalam pelaksanaan politik praktis hal-hal yang menyangkut kekuasaan ekskutif ,legislatif, yudikatif, konsep pengambilan keputusan, pengawasan serta partisipasi harus berdasarkan legitimasi
dari rakyat , atau dengan lain perkataan harusmemiliki legitimasi demokratis.
Pancasila juga merupakan suatu system filsafat yang pada hakikatnya
suatu tindakan atau aspek praktis melainkan nilai-nilai yang bersifat mendasar.
Sehingga penerapan Pancasila sebagai etika politik wajibdilakasanakan dengan sebaik mungkin.
Dari pembahasan materi diatas dapat disimpulkan bahwa etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Maka dari itu pancasila harus menjadi dasar dari politik yang ada di indonesia ini.
Kita sebagai warga Negara Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai salah satu acuan dalam memahami makna politik di negara indonesia ini. Dan juga
menjadikannya sebagai salah satu filter dalam melakukan kegiatan kegiatan dalam politik.
Drs. Y. Sudiantara , Bth ,2015. PANCASILA substansi kajian mata kuliah pengembangan kepribadian , Semarang : Stifar
Suseno , MP , 1994. Etika Politik , Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Haryatmoko , 2014. Etika Politik Dan Kekuasaan , Jakarta : Penerbit Buku
Kompas