MEMORI , AMNESIA dan FUNGSI KOGNITIF ( KESADARAN DAN ATENSI )
Disusun oleh :
Dina Mariana - 173310010112
Martha Dewi Kasih Riang Waruwu-173310010111
Renry -173310010046
Christien Caroline Dachi – 173310010074
Veronica Rania – 173310010054
Julius Fang – 173310010049
Berwinto Sutejo – 173310010041
Dosen : Diny Atrizka , S.PSI , M.PSI
BIO PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNPRI
KATA PENGANTAR
Puji Syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dimana atas rahmat dan hidahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik , yang dimana topik dari makalah ini mengenai tentang “ Memori , Amnesia dan Fungsi kognitif ( Kesadaran dan atensi ) “.
Penyusun juga berterima kasih kepada Dosen Dini Atrizka ,S.Psi ,M.Psi. Dimana yang telah membantu penyusun dengan memberikan pengarahan yang tepat untuk bisa menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini merupakan hasil dari beberapa sumber yang ditemui dari buku dan internet setelah membaca makalah ini penyusun berharap agar pembaca dapat menjadikan makalah ini sebagai referensi bacaan yang menarik untuk dibahas.
Dalam penulisan makalah ini , kami selaku penyusun merasa masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang membaca , demi mencapai kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kami dan pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita . Akhir kata penyusun mengucapkan Terima Kasih.
Binjai , 6 November 2017
DAFTAR ISI
1.2 Tujuan Makalah ... 4
BAB 2 B. PEMBAHASAN... 5
1. Definisi Memori... 5
2. Jenis- jenis Memori... 5,6 3. Proses Terbentuknya Memori... 7
4. Faktor-faktor penyebab lupa... 8
5. Definisi Amnesia ... 8
6. Jenis –jenis Amnesia ... 9
7. Penyebab Amnesia... 10
8. Teori Kesadaran menurut Sigmund Freud ...10
9. Tingkat Kesadaran ... 10,11 10. Definisi Atensi... 12
11. Cara meningkatkan Atensi... 12,13 12. Jenis atensi ... 13,14 13. Proses terjadinya Atensi ... 14
Manusia memiliki memori yang kapasitasnya sangat besar, sehingga tak terhitung besarnya. Namun tidak semua manusia memanfaatkan kapasitas tersebut secara optimal sehingga banyak ruang-ruang dalam memori yang tidak terisisecara baik. Seperti yang kita ketahui bahwa memori sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya memori, kita menggunakan konsep waktu dengan menghubungkan masa sekarang dengan pengalaman di masa lalu untuk harapan di masa depan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kita mengenal memori yang menjadikan kita menjadi makhluk sejarah dengan memori yangtidak terbatas dan terus hidup sepanjang zaman.Oleh karena itu, penting untuk mempelajari memori agar kita dapat mewariskan memori ini sepanjang zaman.
1. Rumusan Makalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Memori? 2. Apa saja tahap-tahap Memori?
3. Bagaimana Proses terjadinya memori? 4. Apa saja faktor penyebab lupa? 5. Apa yang dimaksud dengan amnesia ? 6. Apa saja jenis-jenis amnesia?
7. Apa penyebab amnesia?
8. Apakah teori kesadaran menurut Sigmund Freud? 9. Apa saja tingkat Kesadaran?
10.Apa yang dimaksud dengan Atensi ? 11. Bagaimana cara meningkatkan Atensi? 12.Apa saja jenis atensi ?
13.Bagaimana Proses terjadinya atensi ?
2. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui dan memahami definisi tentang memori , amnesia dan Fungsi kognitif
2. Untuk memahami proses terjadinya memori,amnesia dan fungsi Kognitif
PEMBAHASAN
1. Definisi Memori
Pengertian memori menurut Chaplin, 2002 yaitu fungsi yang terlibat dalam proses mengenang masa lalu, keseluruhan pengalaman masa lalu yang diingat kembali, dan pengalaman khas yang paling diingat. Dari ketiga pengertian tersebut, maka memori
melakukan aktivitas. Namun tidak semua pengalaman bisa disimpan dengan baik, hanya informasi atau pengalaman tertentu yang memiliki kekhasan saja yang mampu tersimpan. Sehingga memori memerlukan suatu tempat untuk menyimpan, menerima, dan mengingat kembali informasi khusus.
Pada suatu saat ingatan itu bisa diambil kembali. Proses mengingat informasi ada tiga tahap, yaitu memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat
(retrieval stage). Kemampuan ingatan ada tiga yaitu learning/ menerima atau belajar tentang informasi, retention/ menyimpan, dan remembering/ menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan.
2. Tiga Tahap Memori
Penyandian ( Encoding ) adalah Pemasukan pesan ke dalam ingatan Penyimpanan ( Storage ) adalah Mempertahankan Pesan dalam Memori
Pengambilan ( Retrieval ) adalah Pengingatan Kembali apa yang telah disimpan
3. Jenis-jenis Memori
Memori dalam ilmu psikologi terbagi dalam beberapa jenis :
Memori Sensoris
Memori sensoris berkaitan juga dengan penyimpanan informasi yang diperoleh dari
penerimaan pancaindera. Memori sensoris merupakan proses penyimpanan informasi melalui saraf saraf sensoris dalam jangka waktu yang sangat pendek
Encoding dalam memori sensoris: Pada saat mata melihat sesuatu, gambaran objek melalui sistem indera akan disampaikan ke bagian penyimpanan otak melalui impuls impuls saraf. Storage dalam memori sensoris: memori sensoris memiliki kapasitas memori yang sangat besar namun penyimpanan tidak berlangsung lama atau cepat hilang.
Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek merupakan proses penyimpanan memori secara sementara yang artinya memori tidak bisa disimpan lama.
Encoding dalam memori jangka pendek: informasi yang didapatkan akan diterima di otak dengan sebutan kontrol proses. Informasi akan diproses dan kemudian disimpan. Kontrol proses merupakan proses yang mengatur masukna informasi serta laju kecepatan menangkap informasi.
Retrieval dalam memori jangka pendek: Proses mengingat dalam memorijangka pendek tidak terlalu lama karena kapasitas memori yang terbatas.Untuk mengingat memori jangka pender bisa dilakukan dengan paralel search atau serial search.
Memori Jangka Panjang
Memori jangka panjang merupakan proses penyimpanan yang bisa diingat cukup lama dan relatif bersifat permanen.
Encoding dalam memori jangka panjang: prosesnya yang terjadi hampir sama dengan memori jangka panjang namun setelah itu dilakukan proses semantik atau coding. Data akan dianalisa lebih lagi.
Storage dalam memori jangka panjang: proses encoding dilakukan dengan menyaring inti dari informasi yang didapat. Maka penyimpanan informasi bisa berlangsung lebih lama. Selain itu kapasitas penyimpanan memori juga lebih besar sehingga banyak memori yang diingat permanen.
Retrieval dalam memori jangka panjang: penyimpanan pada memori jangka panjang ini sangat terorganisir sehngga proses pengambilan memori juga bisa cepat dan tepat.
4. Proses Terbentuknya Memori
Proses pembuatan memori diawali dengan paparan objek atau lingkungan pada panca indera manusia. Memori diciptakan oleh susunan saraf pusat secara biologis yang melibatkan banyak kerja saraf dan komponen tubuh lainnya. Proses terbentuknya memori diawali dengan penerimaan informasi melalui panca indera, kemudian diterima oleh sarah sensori di panca indera dan dikirim ke otak.
Otak mempersepsikan informasi kemudian disimpan pada memori jangka pendek atau waktu yang sebentar sekitar 1 menit. Memori jangka pendek dikirim ke generator atau pembangkit tanggapan yang kemudian disalurkan kembali ke bagian tubuh lainnya untuk memberikan tanggapan.
membentuk jejak jejak memori. Memori jangka panjang dapat digunakan dengan cepat dengan melalui jejak jejak memori yang terbentuk. Semakin sering dipanggil, memori akan semakinmudah ditemukan dan jejak jejak nya semakin jelas. Namun pada memori jangka panjang yang tidak pernah atau jarang digunakan maka memori akan meluap dan terjadi lupa atau kondisi tidak dapat mengingat sesuatu. Memori lupa dapat dikembalikan dengan melalui ciri ciri informasi yang masih diingat.
Memori kontrol bekerja jika ada keinginan kuat, harapan, motivasi, minat dan usaha. Namun apabila tidak ada hal hal tersebut, maka kontrol tidak akan bekerja dan memori tidak akan tersimpan. Kualitas kontrol tergantung pada banyaknya informasi yang tertangkap panca indera, semakin banyak yang tertangkap maka penyimpanan memori akan lebih baik. Kontrol lainnya yaitu frekuensi dimana semakin banyak frekuensi informasi yang didapatkan maka semakin baik pula penyimpanan memorinya.
5. Faktor-faktor penyebab Lupa
Penyakit Amnesia adalah penyakit hilangnya akal ingatan, yang bisa berlangsung dalam waktu pendek maupun berlanjut kapanjangan, khususnya hal ini menyangkut ide-ide yang harus diungkapkan dengan kata-kata. Penyakit Amnesia juga bisa berlangsung definitif (sudah pasti, bukan sementara), secara tetap dan hilang untuk selama-lamanya.
berlangsung secara periodik atau berkala. Pada peristiwa gegar otak (commotio cerebri) dan cedera pada otak, penyakit amnesia ini sering terjadi.
7. Jenis-jenis Amnesia
1.Penyakit Amnesia Retrograde (Mundur)
Penyakit Amnesia Retrograde yaitu hilangnya ingatan mengenai kejadian dan segenap hal-ihwal yang mendahului suatu kecelakaan. Semua kesan masa lalu sebelum terjadinya kecelakaan, jadi hilang. Hal ini biasanya berlangsung pendek.
2. Penyakit Amnesia Anterograde
Penyakit Amnesia Anterograde adalah hilangnya ingatan mengenai peristiwa-peristiwa segera sesudah kecelakaan terjadi, yaitu sesudah terjadi shock, gegar otak atau saat yang
membingungkan.
3. Penyakit Amnesia Auditorer
Penyakit Amnesia Auditorer ialah ketidakmampuan mengenal kembali kata-kata yang diucapkan orang lain, disebut juga sebagai tuli kata.
4. Penyakit Amnesia Retroanterograde
Penyakit Amnesia Retroanterograde yaitu pemutar balikan ingatan, dimana kejadian-kejadian yang baru berlangsung dikaitkan dengan masa lampau, sedangkan peristiwa-peristiwa yang lama dikaitkan dengan waktu sekarang.
5. Penyakit Amnesia Tactile
6. Penyakit Amnesia Visual
Penyakit Amnesia Visual merupakan buta kata, yaitu ketidakmampuan mengingat kambali perkataan-perkataan yang tertulis atau rerucapkan atau objek-objek yang pernah dilihat sebelumnya.
8. Penyebab Amnesia
Amnesia dapat terjadi karena kerusakan pada bagian otak yang membentuk sistem limbik yang berperan dalam mengatur ingatan dan emosi seseorang. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya amnesia, di antaranya adalah:
Cedera pada kepala, misalnya akibat kecelakaan. Stroke.
Kejang.
Ensefalitis atau peradangan otak. Tumor otak.
Penyakit Alzheimer.( Kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat,
penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada
penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan) Ketergantungan minuman keras dalam jangka waktu yang lama.
Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti benzodiazepine dan obat penenang Penurunan pasokan oksigen pada otak (anoxia).
Trauma psikologis, misalnya akibat pelecehan seksual
9. Teori Kesadaran menurut Sigmund Freud
Menurutnya, pengertian kesadaran adalah bagian kecil dari jalannya kehidupan psikis mahluk hidup, sehingga hubungan atau perbandingan antara kesadaran dan
ketidaksadaran dalam kehidupan lebih banyak dilalui dengan ketidaksadaran.
10. Tingkatan Kesadaran
A. Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.
C. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
D. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah
dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal. E. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon
terhadap nyeri.
F. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap
rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
11. Definisi Atensi
Menurut Singgle Theory
Pada hakikatnya orang tidak dapat memproses informasi lebih dari satu.
Menurut Limitid capacity theory
Orang bisa melakukan pemrosesan informasi 2 atau 3 dalam waktu yg sama tetapi tidak memerlukan proses mental
12. Cara meningkatkan Atensi
Menurut pendapat Sukadiyanto (2006:175-177), perhatian dan konsentrasi dapat ditingkatkan diantaranya dengan jalan :
• Menaikkan/menarik nafas dalam-dalam dengan tujuan untuk memberikan ketenangan
• Dengan menambah pengalaman dan belajar, dengan banyak berlatih dan bertanding dapat meningkatkan keterampilan, percaya diri dan kemampuan mental bertanding
• Melalui selftalk yaitu berbicara pada diri sendiri untuk meningkatkan semangat
• Dengan visualisasi diri yaitu memunculkan kembali suatu hal, pengalaman, gerakan, kebiasaan tertentu baik milik sendiri maupin orang lain • Berpikir seara positif dan konstruktif
13.5 Jenis atensi
A. Perhatian spontan dan disengaja
Perhatian spontan, disebut juga pula perhatian asli atau perhatian langsung, ialah perhatian yang timbul dengan sendirinya oleh karena tertarik pada sesuatu dan tidak didorong oleh kemauan. Perhatian disengaja yakni perhatian yang timbulnya didorong oleh kemauan karena adanya tujuan tertentu
B. Perhatian statis dan dinamis
Perhatian statis ialah perhatian yang tetap terhadap sesuatu. Ada orang yang dapat mencurahkan perhatiannya kepada sesuatu seolah-olah tidak berkurang kekuatannya. Dengan perhatian yang tetap itu maka dalam waktu yang agak lama orang dapat melakukan sesuatu dengan perhatian yang kuat.
Perhatian dinamis ialah perhatian yang mudah berubah-rubah, mudah bergerak, mudah berpindah dari objek yang satu ke objek yang lain. Supaya perhatian kita terhadap sesuatu tetap kuat, maka tiap-tiap kali perlu diberi perangsang baru.
C. Perhatian konsentratif dan distributif
Perhatian konsentratif (perhatian memusat), yakni perhatian yang hanya ditujukan kepada suatu objek ( masalah) tertentu.
Perhatian distributif (perhatian terbagi-bagi). Dengan sifat distributif ini orang dapat membagi-bagi perhatiannya kepada beberapa arah dengan sekali jalan/ dalam waktu yang bersamaan
D. Perhatian sempit dan luas
Perhatian sempit: Orang yang mempunyai perhatian sempit dengan mudah dapat memusatkan perhatiannya kepada suatu objek yang terbatas, sekalipun ia berada dalam lingkungan ramai. Dan lagi orang semacam itu juga tidak mudah memindahkan
E. Perhatian fiktif dan fluktuatif
Perhatian fiktif (perhatian melekat), yakni perhatian yang mudah dipusatkan suatu hal dan boleh dikatakan bahwa perhatiannya dapat melekat lama pada objeknya. Biasanya teliti sekali dalam mengamati sesuatu
Perhatian fluktuatif (bergelombang). Pada umumnya dapat memperhatikan bermacam-macam hal sekaligus, tetapi tidak seksama
14. Proses Terjadinya Atensi
Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.
Proses otomatis tidak melibatkan kesadaran, misalkan mengarahkan pandangan pada rangsang yang menarik secara kognisi. Memperhatikan secara otomatis dilakukan tanpa bermaksud untuk memperhatikan suatu hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat dibentuk sehingga menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi melakukan tindakan tersebut.
Proses Atensi
Manusia menerima stimulus baik dari luar maupun dalam tubuhnya. Bagian tubuh yang menerima stimulus tersebut disebut reseptor. Terdapat 5 jenis indera tubuh manusia, yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan bau. Reseptor pendengaran (audio) menerima 15-19% informasi dari seluruh informasi yang diterima dan sebagian besar, yaitu 80% informasi, diterima manusia melalui penglihatan (visual).
Stimulus yang diterima oleh indera tubuh manusia kemudian diteruskan menjadi persepsi. Persepsi merupakan tahap kognitif di mana manusia menyadari sensasi yang disebabkan oleh stimulus dan interpretasi informasi dari pengalaman atau
pengetahuannya (Groover, 2007). Proses persepsi terdiri dari dua tahap, yaitu deteksi dan rekognisi.
Deteksi terjadi pada saat manusia menyadari adanya stimulus (bottom up processing), dan rekognisi terjadi ketika manusia menginterpretasikan arti dari stimulus tersebut serta mengidentifikasinya dengan pengalaman/pengetahuan sebelumnya (top down processing).
PENUTUP
KESIMPULAN
Manusia tidak bisa terlepas dengan Memori , Amnesia dan Fungsi Kognitif ( Kesadaran dan Atensi ) . karena ketiga hal ini terus menerus berlangsung dalam setiap kehidupan kita. Oleh sebab itu diperlukan kesadaran dan pemahaman tentang ketiga hal ini.
SARAN
Dengan adanya makalah ini , disarankan kepada setiap para pembaca terkhususnya mahasiswa unpri agar lebih memahami dan mengerti tentang memori , amnesia dan Fungsi kognitif ( Kesadaran dan Atensi )
DAFTAR PUSTAKA
https://dokumen.tips/documents/makalah-memori-psikologi-umum.html
http://www.academia.edu/16199333/PENGERTIAN_PENYEBAB_DAN_CARA_MEN GATASI_LUPA
http://teoribagus.com/ingatan-lupa-dan-transfer-dalam-belajar
http://dosenpsikologi.com/memori-dalam-psikologi
http://www.pengertianpakar.com/2015/01/penyakit-amnesia-dan-macam-macam-amnesia.html
http://www.academia.edu/6089891/ATENSI
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132256205/pendidikan/Teori+atensi,+materi+7.pdf
http://www.alodokter.com/penyakit-alzheimer