• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Istilah Hukum Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Daftar Istilah Hukum Di Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Istilah Hukum

1. addendum : adalah istilah dalam kontrak atau surat perjanjian yang berarti tambahan klausula atau pasal yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokoknya namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok itu.

2. Abandonemen. Asal kata: Bahasa Perancis abandonner yang artinya meninggalkan atau melepaskan hak. Dalam hukum tanggungan (asuransi): hak orang yang membeli asuransi (tertanggung) untuk melepaskan hak-haknya atas benda yang diasuransikannya, jika memang benda tersebut mengalami kerusakan, kepada penanggung. Dengan penyerahan ini, pihak tertanggung berhak menerima uang pertanggungan sepemuhnya dari pihak penanggung, seolah-olah benda yang diasuransikan oleh si tertanggung musnah sama sekali. Di Indonesia dan beberapa negara, hal ini hanya diberlakukan pada hukum laut: hak milik atas kapal atau barang-barang yang ditanggung diserahkan kepada "bersalah", "tidak bersalah", peremptory plea, nolo contendere, atau Alford plea. Di Inggris, arraignment adalah 11 tahap pertama dalam pengadilan, dan melibatkan seorang clerk of the court membacakan tuduhan.

4. Ius soli atau jus soli (bahasa Latin untuk "hak untuk wilayah") adalah hak mendapatkan kewarganegaraan yang dapat diperoleh bagi individu berdasarkan tempat lahir di wilayah dari suatu negara. Dia berlawanan dengan jus sanguinis (hak untuk darah). Biasanya sebuah peraturan praktikal pemerolehan nasionalitas atau kewarganegaraan sebuah negara oleh kelahiran di wilayah tersebut diberikan oleh sebuah hukum turunan disebut lex soli. Banyak negara memberikan lex soli tertentu, dalam aplikasi dengan jus soli yang bersangkutan, dan aturan ini yang paling umum untuk memperoleh nasionalitas. Sebuah pengecualian lex soli diterapkan bila anak yang dilahirkan orang tuanya adalah seorang diplomat dari negara lain, yang dalam misi di negara bersangkutan. Namun, banyak negara memperketat lex soli dengan mengharuskan paling tidak salah satu orang tua harus memiliki warga negara yang bersangkutan atau izin tinggal resmi lainnya pada saat kelahiran anak tersebut. Alasan utama menerapkan aturan tersebut adalah untuk membatasi jumlah orang bepergian ke negara lain dengan tujuan mendapatkan kewarganegaraan untuk seorang anak. Ius soli umum di negara-negara di Amerika dan di tempat lain yang ingin mengembangkan dan meningkatkan penduduk mereka. Beberapa negara yang menerapkan ius soli adalah

5. Ius sanguinis atau jus sanguinis adalah hak kewarganegaraan yang diperoleh seseorang (individu) berdasarkan kewarganegaraan ayah atau ibu biologisnya. Kebanyakan bangsa yang memiliki sejarah panjang menerapkan asas ini, seperti negara-negara di Eropa dan Asia Timur.

(2)

kebakaran, dan bencana lainnya yang harus dinyatakan oleh pejabat/instansi yang berwenang.

7. Mala in se atau malum in se (sering pula disebut sebagai mala per se) adalah istilah bahasa Latin yang mengacu kepada suatu perbuatan yang dianggap sebagai sesuatu yang jahat bukan karena diatur demikian atau dilarang oleh Undang-Undang, melainkan karena pada dasarnya bertentangan dengan kewajaran, moral dan prinsip umum masyarakat beradab. Dalam terminologi diambil sebagai contoh mala prohibita. Di lain pihak, terdapat apa yang disebut Mala in se atau malum in se (sering pula disebut sebagai mala per se) adalah istilah bahasa Latin yang mengacu kepada suatu perbuatan yang dianggap sebagai sesuatu yang jahat bukan karena diatur demikian atau dilarang oleh Undang-Undang, melainkan karena pada dasarnya bertentangan dengan kewajaran, moral dan prinsip umum masyarakat beradab. Dalam terminologi bahasa Inggris disebut sebagai natural crime. Istilah ini sudah sering dipergunakan dalam konteks hukum Indonesia, dan dalam beberapa tindak pidana seperti tindak pidana terorisme, sering pula digolongkan ke dalam kejahatan terhadap hati nurani (crimes against conscience). Terdapat pandangan mengenai penerapan kedua istilah tersebut. Jeremy Bentham menyatakan bahwa suatu tindakan yang tergolong mala in se, tidak dapat berubah (immutable), artinya dalam ruang manapun dan waktu tertentu kapanpun, tindakan tersebut tetap dianggap sebagai perbuatan jahat dan dilarang oleh Undang-Undang. Sedangkan suatu tindakan yang tergolong mala prohibita, dapat berubah (not immutable), artinya dalam ruang dan waktu tertentu yang berbeda, tindakan tersebut dapat saja tidak lagi dianggap sebagai perbuatan jahat dan dilarang oleh Undang-Undang. Menurut Hans Kelsen dalam General Theory of Law and State, kedua pembedaan tersebut hanya terdapat pada teori tradisional hukum pidana. Lebih lanjut dinyatakan bahwa suatu perbuatan mungkin merupakan suatu delik di suatu komunitas masyarakat, namun tidak demikian dalam komunitas masyarakat yang lain karena perbedaan nilai moral yang dianut oleh masing-masing komunitas. Dan oleh karena suatu perbuatan dapat dikatakan sebagai suatu delik hanya ketika telah dilekati oleh sanksi hukum oleh Undang-Undang, maka semua delik adalah mala prohibita. Dengan kata lain, suatu perbuatan yang dianggap sebagai sesuatu yang jahat menurut hati nurani seseorang (mala in se) tetaplah bukan merupakan delik, jika atasnya tidak dilekati sanksi (hukuman/pidana).

(3)

bukti-bukti yang ditemukan untuk memperbesar kemungkinan pemberian hukuman pada seorang terdakwa. Sebaliknya, penerapan hukum jenis ini dapat pula mengurangi atau bahkan membebaskan seorang terhukum.

10. Juncto diartikan "dihubungankan/dikaitkan" dapat berupa undang-undang, pasal, ketentuan yang satu dengan undang-undang, pasal, ketentuan-ketentuan yang lainnya dan biasanya disingkat dengan "jo". Misalnya : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta, dalam hal ini dapat disingkat Undang Nomor 6 Tahun 1982 jo Undang Nomor 7 Tahun 1987 jo Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1982.

11. Abus de pouvoir: penyalahgunaan kekuasaan oleh instansi pemerintah

12. Bescikking: Penetapan, ketetapan.

13. Check and balance: sistem pemerintahan yang memakai perimbangan dalam melaksanakan Ajaran Trias Politika.

14. Detournement de pouvoir: kebebasan bertindak pejabat negara/pemerintah menurut pendapatnya sendiri

15. Demogogie: Penghasutan terhadap orang banyak dengan katakata yang dusta agar orangorang menjadi tertarik

16. Eksepsi: Tangkisan, pembelaan yang tidak meyinggung isi surat tuduhan atau gugatan tetapi semata-mata bertujuan supaya pengadilan tidak menerima perkara yang diajukan

17. Jurisprudensi: P u t u s a n - p u t u s a n pengadilan; apabila mengenai sesuatu persoalan sudah ada jurisprudensi yang tetap, maka dianggapnya Bahwa jurisprudensi itu telah melahirkan suatu peraturan hukum yang sama kuatnya dengan undang-undang. Oleh karena itu maka jurisprudensi juga dianggap sebagai sumber hukum

18. Nullum delictum, nulla poena sine previae legi poenali: Tiada tindak pidana dan tiada hukuman tanpa adanya suatu undang-undang (pera-turan) pidana terlebih dahulu. (Tidak boleh suatu peraturan pidana berlaku surut)

19. Obscuur Libel: Surat gugatan yang tidak jelas dan tidak dapat dijawab dengan mudah oleh pihak tergugat sehingga menyebabkan ditolaknya gugatan.

20. Petitum atau tuntutan: apa yang diminta oleh penggugat atau diharapkan diputuskan oleh oleh hakim.

21. Uitvoerbar bij voorraad: Pada asasnya suatu putusan pengadilan baru dapat dijalankan apabila putusan itu sudah memperoleh kekuatan hukum yang tetap. Namun Pengadilan Negeri dapat menyatakan putusannya “uitvoerbar bij voorraad” yang berarti bahwa putusan itu dapt dijalankan terlebih dahulu walaupun ada usaha banding atau kasasi

(4)

23. Vexatious Litigation : gangguan upaya hukum (vexatious legal action), gangguan gugatan (vexatious lawsuit), gangguan perkara (vexatious litigation), gangguan pengadilan (vexatious proceedings), hukum yang mengganggu (vexatious rules/regulations), dan semacamnya sesuai konteksnya masing-masing.

24. Referte: menyerahkan segalanya kepada kebijaksanaan hakim dengan tidak membantah dan pula tidak membenarkan

25. Aanbesteden: memborongkan

26. Aanbod: penawaran

27. Aandeel : andil, sero, saham

28. Aangifte: laporan

29. Aanmaning: teguran, peringatan. Misalnya peringatan dari juru sita kepada yang kalah dalam perkara perdata agar supaya 8 hari setelah putusan itu diterima dapat dipenuhi.

30. Aansprakelijkehe: pertanggung jawaban

31. Aanvullen: menambah, melengkapi

32. Aanvullen: hukum yang berifat melengkapi yang sudah ada.

33. Aanwijzing: petunjuk-petunjuk yang dapat dipakai

34. Bedrijf: perusahaan, badan usaha

35. beheer: penguasaan, pengelolaan

36. Beklemming: hak atas benda

37. Bekracting: pengesahan, memperkuat

38. Belasting: Pajak

39. Beneficum: hak mendahului

40. Bill of Leading: dokumen yang diperlukan dalam pengiriman barang di laut yang berupa satu surat yang ditandatangani oleh pengangkut yang menyatakan bahwa ia telah menerima barang-barang tersebut dan akan diangkut ke tempat tertentu dan diserahkan kepada orang yang ditentukan dengn syarat-syarat tertentu.

41. Bis: sekali lagi

42. Boedel: harta peninggalan, harta pusaka, harta warisan

43. Bevinding: pendapat, penemuan

(5)

45. Cautio disrecta: sebab yang disebutkan dalam surat hutang

46. Ceel: bukti tertulis dimana yang bertanda tangan mengakui akan menyerahkan barang-barang yang telah berada dalam gudangnya

47. Claim: tuntutan

48. Clausule: syarat; catatan tambahan pada suatu perjanjian

49. Cheque: surat perintah yang ditujukan kepada bank untuk membeyar sejumlah uang yang tertulis dalam surat itu dan merupakan alat pembayaran.

50. Charge: muatan, beban

51. Clausule cassatoria: di dalam pengiriman melalui laut, konosemen itu biasanya dibuat lebih dari satu lembar dan ini gunanya agar dapat diperdagangkan

52. Clearing: konpensasi dari penagihan dan pembayaran

53. Cognosement: surat keterangan muatan yang menyatakan bahwa barang tersebut telah berada di kapal

54. Crossed Ceque: cek yang diberi tanda silang yang mengakibatkan si penerima tidak dapat segera menguangkannya, tetapi harus segera memasukkannya terlebih dahulu dalam rekeningnya di bank.

55. Daad: perbuatan

56. Decharge: pelunasan, pembebasan dari tanggung jawab

57. De lega lata: dengan Undang-undang yang berlaku

58. Deponeren: menitipkan, menyimpankan

59. Despatch money: premi membongkar muatan kapal

60. Deviezen: alat-alat pembayaran luar negeri

61. Dictum: bagian dari suatu ketetapan yang mengandung keputusan

62. Dilatoir: penundaan, penangguhan

63. Disagio: Perbedaan kurs yang mengakibatkan kerugian

64. Devidend: keuntungan dari perseroan yang dibagikan kepada para pemegang saham

65. Echtheid: kebenaran, keasilian, keotentikan

66. Economie: ilmu pengetahuan mengenai masalah daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

(6)

68. Erfpacht: suatu hak atas kebendaan untuk menikmati sepenuhnya akan kegunaan barang tak bergerak milik orang lain dengan membayar tiap tahunnya sejumlah uang sebagai sewa;

69. Ervaren: berpengalaman

70. Executeur: pelaksana

71. Executie: pelaksanaan dari putusan pengadilan

72. Expediteur: seseorang yang melakukan pekerjaan mengurus pengangkutan/pengiriman barang dengan alat pengangkutan yang ada.

73. Ex testamento: berdasarkan surat wasiat

74. Failliet: pailit, bangkrut, suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya dan pernyataan pailit ini harus diputuskan oleh hakim

75. Faillietverklaring: pernyataan pailit

76. Falsificatie: pemalsuan

77. Financieel: segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan

78. Flessentrekkerij: pembelian barang dengan tidak melunasi harganya dan dapat dituntut sebagai tindak pidana penipuanatau penggelapan

79. F.O.B: Free on board: ongkos-ongkos pengangkutan sampai di kapal di tanggung oleh pihak penjual

80. Fonds: dana; persediaan uang

81. Franco: ongkos-ongkos pengangkutan sampai di tempat pembeli menjadi tanggungan si penjual

82. Fusie: peleburan; penggabungan dari beberapa organisasi

83. Gadai: peminjaman uang dengan menyerahkan suatu barang bergerak sebagai jaminan; perjanjian gadai ini merupakan suatu perjanjian accesoir

84. Garantie: jaminan, borg

85. Gedeelte: bagian

86. Geldboete: denda yang harus dibayar sebagai hukuman

87. Geldmiddelen: alat-alat pembayaran yang sah

88. Gemeenschap: persekutuan, gabungan

89. Genus Koop: barang yang diperjual belikain itu hanya disebutkan jenisnya dan hanya ditentukan banyaknya

(7)

91. Giro: alat pembayaran dengan cara memindahkan suatu jumlah dari buku yang satu ke buku yang lain pada sebuah bank

92. Godspenning: uang muka, uang panjar; penyerahan sejumlah uang sebagai tanda pengikat dalam suatu jual beli

93. Haalschuld: perjanjian hutang piutang dimana ditetapkan bahwa pembayaran harus dilakukan di tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian atau jika tidak disebutkan apa-apa mengenai tempat maka pembayaran harus dilakukan di tempat debitur

94. Haftung: tanggung jawab

95. Hamsteren: menimbun barang-barang yang dimaksud agar supaya persediaan barang di pasaran berkurang dan harga menjadi baik dan kemudian baru menjual kembali dengan harga yang mahal

96. Handel: dagang

97. Handelaar: pedagang; seorang yang melakukan pekerjaan di bidang perdagangan

98. Handelsbalans: neraca perdagangan

99. Handelspapier: surat-surat berharga yang dipakai dalam dunia perdagangan. Misalnya cek, wesel, dsb

100.Handelsrecht: hukum dagang yang dimuat dalam kitab undang-undang hukum dagang

101.Homologatie: pengesahan suatu accord oleh hakim dalam suatu kepailitan

102. Houder: pemegang, pemilik

103.Imperatief: memaksa, mengikat

104.Incasso: penagihan, tagihan

105.Indebitum: pembayaran yang dilakukan karena ada kekhilafan, menyangka ada hutang padahal tidak

106.Indent: pesanan barang dari luar negeri

107.Inflatie: merosotnya nilai uang kertas yang disebabkan terlalu banyaknya mengeluarkan uang kertas tanpa jaminan emas.

108.In Ipso Termino: dalam jangka waktu yang ditentukan

109.Inklaring: penyelesaian surat-surat masuk dari barang

110.Invoer: pemasukan barang-barang impor

(8)

112.Inwisseling: penukaran

113.Ius Commercii: hukum dagang

114.Jis: junctis, bentuk jamak dari juncto

115.Jo: Juncto, bertalian dengan, berhubungan dengan

116.Journal: buku harian

117.Jura: ilmu hukum

118.Juridis: menuut hukum

119.Jurisdictiegeschil: perselisihan mengenai wewenang untuk mengadili

120.Jurisdictio Contentiosa: peradilan (dalam perkara perdata) dimana dua pihak yakni penggugat dan tergugat

121. Jus Constituendum: lihat Constituendum

122.Jus Non Scriptum: hukum yang tak tertulis

123.Justa Causa: alasan-alasan yang sah dan benar

124.Justitie: kehakiman, peradilan

125.Kansovereenkomst: perjanjian untung-untungan; persetujuan yang dibuat berdasarkan suatu hasil yang untung/ruginya bagi semua pihak bergantung pada suatu kejadian yang belum pasti. Misalnya: perjudian, pertaruhan, dsb

126.Kapital: modal

127.Kapitalisme: suatu ajaran yang menjelaskan Bahwa factor yang terpenting dalam kehidupan perekonomian atau produksi adalah modal bukannya tenaga.

128.Kartel: gabungan dari perusahaan-perusahaan guna kepentingan bersama antara lain dalam mencegah persaingan dan memperbesar modal.

129.Kassier: Pemegang kas

130.Kettinghandel: perdagangan berantai, dimana dalam transaksi diadakan perantara-perantara agar supaya dapat mencari keuntungan yang besar

131.Klaagschrift: surat pengaduan

132.Kompensasie: perjumpaan utang piutang, maka dengan demikian utang piutang itu akan saling mematikan menurut jumlah yang sama.

(9)

134.Konsensus: persamaan-persamaan yang terdapat kata sepakat untuk membuat persetujuan

135.Koop en verkoop: jual beli; suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahakan suatu kebendaan dan pihak yang lain untuk membayar harganya

136.Koophandel: perdagangan, perniagaan

137.Koopman: saudagar, pedagang

138.Laadtijd: waktu untuk memuati kapal

139.Laba: keuntungan yang diperoleh oleh suatu penjualan; kelebihan penjualan dari pembelian

140.Landreform: perombakan hak tanah dan penggunaannya

141.Lastgeving: pemberian kuasa; perjanjian dengan mana suatu pihak memberi tugas kepada pihak yang lain untuk melakukan satu atau lebih tindak hukum guna pemberi kuasa atas nama pemberi kuasa, tugas mana diterima oleh yang diberi kuasa

142.Legitimatie: Pernyataan sah, pengesahan

143.Lelang: penjualan barang-barang di muka umum dan diberikan pada penawar yang tertinggi

144.Lening: pinjam meminjam dan jika uang yang dipinjamkan diberikan bunga

145.Lettre d’affair: surat-surat dagang

146.Levensbehoeften: kebutuhan untuk hidup, nafkah.

147.Leverancier: orang yang pekerjaannya menyediakan barang-barang untuk diserahkan kepada pembelinya/langganannya (leveransir)

148.Leverantie: penyerahan barang

149.Levering: pemindahan tangan/penyerahan suatu barang atau hak atas barang

150.Leveringsconditie: syarat-syarat penyerahan

151.Leveringstermijn: jangka waktu untuk menyerahkan

152.Lex generalis: hukum/peraturan umum

153.Liaison: penghubung

(10)

155.hndi:

156.Maastchap: perserikatan, persekutuan yang merupakan suatu persetujuan dimana dua orang atau lebih mengikatkan dirinya dan memasukkan sesuatu dalam persekutuan itu dengan maksud untuk membagi keuntungan yang diperoleh dengan usaha bersama

157.Maatschappelijk Kapital: modal statuter

158.Maatschappij: meskapai, perseroan dagang dan biasanya merupakan suatu badan hukum

159.Manipulatie: perbuatan curang, dengan akal cerdik memperkaya diri sendiri

160.Merk: merek, cap, tanda

161.Merken: membubuhi cap

162.Mijn: tambang

163.Millieu: lingkungan

164.Monetair: segala sesuatu yang bersangkut paut dengan uang

165.Moratoir: berhubungan dengan kealpaan atau kesalahan

166.Moratoir interessen: bunga karena wanprestasi

167.Mufakat: persetujuan, kata sepakat

168.Naamloze venootschap: disingkat N.V; perseroatn Terbatas (P.T), suatu perseroan yang didirikan dengan modal yang terbagi dalam saham-saham dan tanggung jawab tiap persero hanya terbatas sampai besarnya saham yang dimilikinya. Merupakan suatu badan hukum dan tak memakai sama salah seorang atau para perseronya

169.Nalagtigheid: kealpaan, kelalaian

170.Namaak: tiruan, palsu, tipuan

171.Nasabah: relasi

172.Natrekking: suatu cara untuk memperoleh pemilikan; karena segala apa yang melekat pada suatu benda atau yang merupakan satu tubuh dengan kebendaan itu dianggap menjadi satu dengan benda itu

173.Natura: barang; dalambentuk barang

174.Naturalis obligation: kewajiban-kewajiban atau hutang-hutang yang permanent

(11)

176. Negostiorum dominus: seseorang yang diwakili orang lain dalam menyelesaikan sesuatu urusan

177.Negotiabel: dapat diperdagangkan

178.Negotiant: pedagang besar

179.Negotiatie: pinjaman uang, perusahaan perdagangan

180.Nominal: nilai menurut apa yang tertulis diatasnya

181.Non acceptatie: penolakan pembayaran (non akseptasi)

182.Non betaling: tidak dibayar; menolak/ ketiadaan pembayaran sebuah surat wesel/cek pada hari pembayarannya

183.Object: objek; sasaran, tujuan, perkara yang diperhatikan; hal atau diri seseorang yang menjadi pertimbangan dan pemeriksaan

184.Obligatie: surat hutang/ pinjaman resmi dari Negara atau perseroan yang dapat diperjual belikan dan biasanya diberi bunga yang tetap

185.Obligatoire overeenkomst: perjanjian yang menimbulkan suatu perikatan

186.Obligo: kewajiban

187.Occupatie: pendudukan/pemilikan sebagai salah satu cara untuk memperoleh hak milik

188.Offerte: penawaran

189.Onbeheerd: tidak ada yang menguasai/ memiliki/ mengurus

190.Onbenoemde Overeenkomst: perjanjian/ persetujuan yang tidak mempunyai nama yang khusus maupun yang tidak dikenal dengan suatu namaOnbepaalde vebintenissen: perikatan dimana objeknya tidak ditentukan secara khusus, jadi dapat memilih diantara barang/jenis yang telah ditentukan

191.Ondervennoot: persero baru sebagai peserta dari bagian seorang pesero

192.Onderzetting: hipotik; hak kebendaan atas suatu benda tak bergerak untuk mengambil penggantian darpadanya sebagai pelunasan dari suatu perikatan

193.Ongeschreven wet: hukum yang tidak tertulis

194.Opstal: suatu hak kebendaan untuk mempunyai gedung-gedung bangunan, tanaman di atas tanah/pekarangan orang lain

195.Pacht: suatu bentuk dari sewa menyewa dari barang-barang tak bergerak dan biasanya atas sebidang tanah

(12)

197.Pand: gadai, boroh, suatu hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang diserahkan kepadanya oleh debitur dan yang memberikan kekuasaan kepada si kreditur untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada para penagih lainnya.

198.Pandlossing: penebusan terhadap suatu barang yang telah digadaikan

199.Paritas creditorum: persamaan hak yang dimiliki oleh semua kreditur atas barang-barang milik debitur

200.Pas: surat jalan, keterangan yang diperoleh seseorang untuk bepergian/ memasuki/ meninggalkan suatu tempat

201.Passiva: seluruh hutang-hutangnya

202.Pengadila: dewan/badan yang berkewajiban untuk mengadili perkara-perkara dengan memeriksa dan memberikan keputusan mengenai persengketaan hukum, pelanggaran hukum/ undang-undang, dsb

203.Persecutie: penuntutan pidana terhadap suatu perbuatan yang melawan hukum

204.Persona moralis: badan hukum

205.Positum: dalil

206.publiek recht: hukum publik, hukum yang mengatur tentang kepentingan umum dan hubungannya dengan pemerintah

207.Qua: selaku, sebagai

208.Quitantie: kwitansi, tanda bukti pembayaran

209.Quitantie aan toonder: surat perintah dari orang yang menandatangani surat itu untuk membayarkan sejumlah uang kepada si pembawa surat itu

210.Quitte: lunas, tidak ada tagihan antara yang suatu dengan yang lain

211.Quotatie: penetapan rata-rata dari suatu bagian yang terpisah

212.Quotiseren: membagi sama rata

213.Quotum: jatah, bagian yang telah diperuntukkannya atau bagian yang seharusnya diterima

214.Quo vadis: pergi kemana

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka pembinaan Warga Jemaat untuk terlibat dalam pelayanan Ibadah Minggu di GPIB Jemaat “CINERE” Depok, maka Komisi Teologi mengundang dan mengajak seluruh Warga Jemaat

Salah satu kegiatan pembinaan tersebut adalah Lomba Cipta Seni Peserta Didik Sekolah Dasar Tingkat Nasional dengan nama Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional 2016

Kalimat majemuk bertingkat dalam bahasa Mandarin terutama terdiri dari satu induk kalimat dan beberapa anak kalimat.(Lu Gang, 2008) Kalimat majemuk bertingkat

Selain dapat memberikan dukungan untuk melakukan analisis prestasi kerja yang dicapai dengan standar prestasi kinerja yang direncanakan, konsep dan penerapan cara

Sebaran endapan pasir besi di daerah penelitian yang diidentifikasi pada jumlah titik bor yang tersebar di bagian utara, blok tengah dan selatan.. Magnetit merupakan

Instrumen obserbasi berupa lembar observasi yang terdiri dari satu lembar observasi guru dan satu lembar observasi siswa. Lembar observasi guru berfungsi untuk

Jadi dapat dirangkumkan pengertian dari ”Redevelopmen Pasar Pringgan” adalah ”Pembangunan kembali Pasasr Pringgan yang diperuntukkan sebagai tempat berjual beli (kawasan

Dalam memberikan pelayanan dasara kepada masyarakat pemerintah Kota Yogyakarta melaksanakannya melalui 3 (tiga) sasaran setrategi yang tertuang RPJMD 2012-2016