• Tidak ada hasil yang ditemukan

YOGA CENTRE Sebagai Sarana Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Konsep Vaastu Vidya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "YOGA CENTRE Sebagai Sarana Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Konsep Vaastu Vidya"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

i

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

YOGA CENTRE

Sebagai Sarana Kesehatan

Dengan Pendekatan Arsitektur Konsep Vaastu Vidya

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Universitas Sebelas Maret

Oleh:

Hajju Putrie Annurina

NIM. I 0205074

Dosen Pembimbing:

Ir. Hardiyati, MT

Purwanto Setyo N, ST, MT

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)

commit to user

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ARSITEKTUR

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

YOGA CENTRE Sebagai Sarana Kesehatan

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Vaastu Vidya

PENYUSUN : HAJJU PUTRIE ANNURINA

NIM : I 0205074

JURUSAN : ARSITEKTUR

TAHUN : 2012

Surakarta, Oktober 2012

Menyetujui,

Pembimbing I Tugas Akhir

Ir. Hardiyati, M.T. NIP. 19561209198601 2 001

Pembimbing II Tugas Akhir

Purwanto Setyo N, ST, MT NIP. 19720324200003 1 001

Mengesahkan, KetuaJurusanArsitektur

FakultasTeknik UNS

Dr. Ir. MohamadMuqoffa, MT. NIP. 19620610 199103 1 001

Ketua Program StudiArsitektur FakultasTeknik UNS

(3)

commit to user

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Karunia, Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang merupakan salah satu syarat akademik untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan Arsitektur Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tugas Akhir disusun Penulis setelah melaksanakan Studio Tugas Akhir selama kurang lebih 3 bulan dan di sidangkan pada 17 September 2012.

Penulis menyadari bahwa selesainya Tugas Akhir Arsitektur ini tidak lepas dari pihak-pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Allah SWT, atas rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya.

2. Rasulullah Muhammad SAW, yang mengajarkan suri tauladan serta akhlak yang baik.

3. Dr. Ir. Mohammad Muqoffa, MT selaku Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNS.

4. Ir. Hardiyati, MT, selaku pembimbing I selama menjalani mata kuliah Seminar hingga Tugas Akhir dan sekaligus sebagai selaku Pembimbing Akademik.

5. Purwanto Setyo N, ST, MT, selaku pembimbing II selama menjalani mata kuliah Seminar hingga Tugas Akhir.

6. Ir. Ana Hardiana, MT dan Ir. Avi Marlina, MT selaku penguji Tugas Akhir 7. Seluruh Dosen Jurusan Arsitektur, yang telah membimbing hingga Tugas Akhir 8. Seluruh staff dan karyawan Jurusan Arsitektur

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan serta dukungannya dalam menyelesaikan laporan ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran tentang Tugas Akhir ini akan Penulis terima dengan terbuka. Akhir kata, semoga Tugas Akhir Yoga Centre ini dapat memberikan manfaat bagi Penulis pribadi dan kita semua, Amin.

Surakarta, Oktober 2012

(4)

commit to user

iv

UCAPAN TERIMAKASIH

Segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam yang telah memberikan segala rahmat dan kemudahan dalam segala kehidupan dan melancarkan dalam mengerjakan semua tugas. Sholawat serta salam kepada tauladan sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga & sahabat. Terimakasih ya Allah... atas segala jalan yang diberikan meski tak selalu mulus namun pasti terbaik bagi saya.

[Papah&Mamah] yang selalu menanyakan keadaan saya... yang selalu mendukung dan memfasilitasi segalanya.. Thanks mom... Thanks dad... Luv u.. 

[Kakak&Adik] yang juga selalu mendukung dan menyemangati agar cepat

menyelesaikan Tugas Akhir dan cepat kerja... 

[Ir. Hardiyati, MT & Purwanto SN, ST, MT] yang selalu meluangkan waktu untuk memberi bimbingan dengan sabar, saran dan kritik yang membangun. terima kasih atas

bimbingannya hingga selesainya tugas akhir ini…

[Ir. Ana Hardiana, ST, MT & Avi Marlina, ST, MT] yang telah menjadi penguji dan

memberikan masukan yang berarti demi sempurnanya tugas akhir ini…

Dr.Ir. Mohammad Muqoffa, MT selaku ketua jurusan Arsitektur, Kahar Sunoko, ST,

MT selaku ketua prodi Arsitektur, Ir. Hardiyati, MT. Selaku pembimbing akademik dan seluruh dosen, staff, dan karyawan Arsitektur UNS.

Teman-Teman

[Edy Susanto] MCSE.CSSA.CISSP.CIEH.APP.RHCE.VCP.RHCSA.CISA.CISM...

Maaf.. banyak banget sampe ga bisa saya sebut semua gelar sertifikat IT nya.. Hehe.. Terimakasih telah menyarankan untuk berpindah ke konsep Vaastu... dan terimakasih atas sharing wawasan dan pengetahuan tentang Vaastu demi kelancaran Tugas Akhir.. Terimakasih.. 

[Gerald Ginting] yang selalu mendengarkan keluh kesah selama studio Tugas Akhir... yang selalu memberikan masukan Tugas Akhir.. yang mau berdikusi tentang 5 Elemen Alam dan lain2.. Semoga Tugas Akhir saya bisa dijadikan project nya Harmonisasi Universal.. (uhuy! hihihi )

[Nadya&Nurul] Teman seperjuangan Tugas Akhir dan Studio... Dan juga Sahabat... Yang selalu bersama-sama... Sukses buat kalian berdua...

[Studio 127]akhirnya kita lulus teman…sukses selalu buat kalian…

(5)

commit to user

v

[Teman-teman Harmonisasi Universal Group] Terimakasih atas sharing Vaastu dan Energi 5 Elemen Alam.. Akhirnya Arc Reactor nya selesai jugaaa... hahaha

[ALL Arsitek UNS] terima kasih atas bantuan, dukungan, dan semua kenangan indahnya, semoga kita menjadi orang-orang yang sukses… Amin, Amin, Amin ya robbal alamin…..

(6)

commit to user

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

LEMBAR PENGESAHAN ii

KATA PENGANTAR iii

LEMBAR UCAPAN TERIMAKASIH iv

DAFTAR ISI v

DAFTAR GAMBAR xi

DAFTAR TABEL xii

DAFTAR SKEMA xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Pengertian Judul I-1

A.1. Judul I-1

A.2. Pengertian Judul I-1

B. Latar Belakang I-1

B.1. Yoga dalam Kesehatan I-2

B.2. Yoga dalam 5 Element Vaastu I-4

B.3. Yoga dalam Lifestyle I-4

C. Permasalahan dan Persoalan I-5

C.1. Permasalahan I-5

C.2. Persoalan I-5

D. Tujuan dan Sasaran I-6

D.1. Tujuan I-6

D.2. Sasaran I-6

E. Lingkup dan Batasan Pembahasan I-6

E.1. Lingkup I-6

E.2. Batasan Pemahaman I-6

F. Metodologi dan Strategi desain I-7

F.1. Tahap I (Pengungkapan Main Idea) I-7

F.2. Tahap II (Perumusan Judul Dan Penyusunan Konsep) I-8

(7)

commit to user

vii

F.4. Tahap IV (Preliminary And Final Product) I-10

G. Sistematika Penulisan Konsep I-10

H. Pola Pikir I-11

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Yoga II-1

A.1. Sistem Yoga II-1

A.2. Hatha Yoga II-3

A.3. Sudut Pandang Yoga Terhadap Kesehatan II-5

A.3.1. Kesehatan dan Kebahagiaan II-5

A.3.2. PeningkatanKesadaran Tubuh II-6

A.3.3. Pelepasan dan Pencegahan Stress II-6

A.4. Manfaat dari Yoga II-7

A.5. Unsur Dasar Yoga II-8

A.5.1. Sikap tubuh (Fisik) II-8

A.5.2. Pernapasan II-10

A.5.3. Sikap Relaksasi II-11

A.5.4. Menenangkan Pikiran II-12

B. Tinjauan Vaastu II-13

B.1. Pengertian Vaastu-shastra II-13

B.2. Dasar-dasar Vaastu II-14

B.2.1. Lima Elemen Vaastu II-15

B.2.2. Arah Vaastu (Orientasi) II-17

B.2.3. Bentuk Dasar II-18

B.2.4. Vaastu Purusha Mandala II-19

B.2.5. Warna II-23

B.3. Keaslian dan Keberadaan Vaastu II-25

C. Preseden Design II-27

C.1. Iyengar Yoga Center Indonesia II-27

C.2. Pusat Meditasi Vipassana "Dhamma Java" II-31 BAB III ANALISA PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

(8)

commit to user

viii

A. 1. Skala Pelayanan Kota Surakarta dan Sekitarnya III-1

A. 2. Dasar Pemilihan Lokasi dan Potensi Site III-1

A.2.1. Dasar Pemilihan Lokasi III-1

A.2.2. Dasar potensi Site III-2

A. 3. Lokasi Site, Existing Site, Potensi Site III-2

A.3.1. Lokasi Site Yang Dipilih III-3

A.3.2. Existing Site III-3

A.3.3. Tinjauan Potensi III-3

A. 4. Penataan Site III-3

A.4.1. Analisis Klimatologis III-4

A.4.2. Analisis Noise III-5

A.4.3. Analisis View Site III-5

A.4.4. Analisis Zoning III-6

A.4.5. Analisis Gubahan Massa III-7

A. 5. Program Ruang III-8

A. 6. Penerapan Vaastu Pada Tampilan Bangunan III-8

A. 7. Sistem Bangunan III-9

B. Analisis Mikro III-9

B.1. Analisis Kegiatan dan Kebutuhan Ruang III-9

B.1.1 Analisis Pelaku Kegiatan III-9

B.1.2 Analisis Frekuensi dan Pelaksanaan Kegiaan III-11 B.1.3 Analisis Aktifitas Kegiatan Yoga Centre III-11

B.1.4 Analisis Kebutuhan Ruang III-13

B.2. Analisis Besaran Peruangan III-15

B.3. Analisis Pola Hubungan Ruang dan Organisasi Ruang III-20

B.4. Pendekatan Desain Bangunan III-21

B.4.1. Ungkapan Fisik Bangunan III-21

B.5. Pendekatan Struktur III-24

B.6. Pendekatan Sistem Utilitas Bangunan III-25

B.6.1 Analisa Pencahayaan III-25

B.6.2 Analisa Penghawaan III-27

(9)

commit to user

ix

B.6.4 Analisa Sistem Komunikasi III-32

B.6.5 Analisa Sistem Sanitasi dan Pengolahan Sampah III-33 B.6.6 Analisa Pengamanan Kebakaran dan Petir III-35 BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN YOGA CENTRE

A. Konsep Makro IV-1

A. 1. Pemilihan Lokasi IV-1

A. 2. Existing Site IV-1

A. 3. Pengolahan Site IV-2

A.3.1. Klimatologi IV-2

A.3.2.View dan Orientasi IV-2

A.3.3.Pencapaian IV-2

A.3.4.Sirkulasi dalam Site IV-2

A.3.5.Kebisingan IV-3

A.3.6.Penzoningan IV-3

B. Konsep Mikro IV-3

B.1. Kegiatan Yang Diwadahi IV-3

B.2. Besaran Ruang IV-4

B.3. Konsep Bangunan IV-8

B.3.1.Konsep Masa Bangunan IV-8

B.3.2.Konsep Struktur Bangunan IV-8

B.3.3.Konsep Sistem Utilitas Bangunan IV-8

B.3.4.Konsep Mekanikal Elektrikal IV-9

B.3.5.Konsep Sitem Komunikasi IV-10

B.3.6.Konsep Sistem Sanitasi dan Pengolahan Sampah IV-10

B.3.7.Konsep Pengamanan Kebakaran dan Petir IV-10

(10)

commit to user

x

DAFTAR GAMBAR

 Gambar. II. 1 Paanchbhootas II-14

 Gambar. II. 2 Lima Elemen Vaastu Menurut 8 Arah II-15

 Gambar. II. 3 Delapan Arah Vaastu II-17

 Gambar. II. 4 Bentuk Sejati Vaastu II-19

 Gambar. II. 5. Vaastu Purusha II-19

 Gambar. II. 6. Layout Vaastu Purusha Mandala II-20

 Gambar. II. 7. Layout Vaastu Grade A II-20

 Gambar. II. 8. Layout Vaastu Grade B II-21

 Gambar. II. 9. Layout Vaastu Grade C II-21

 Gambar. II. 10. Layout Vaastu Grade D II-22

 Gambar. II. 11. Taman & Lansekap II-22

 Gambar. II. 12. Diagram Warna II-23

 Gambar. II. 13 Ruang Studio Yoga, Iyengar Yoga II-27

 Gambar. II. 14. Ruang Studio Yoga yang dilengkapi fasilitas Yoga II-28

 Gambar. II. 15. Pusat Meditasi Vipassana “Dhamma Java” II-31

 Gambar. II. 16. Ruang Tidur Asrama II-31

 Gambar. II. 17. Ruang Meditasi Bersama II-32

 Gambar. II. 18. Tempat Tinggal Guru II-32

 Gambar. II. 19. Asrama Siswa/Siswi II-32

 Gambar. II. 20. Ruang Makan II-32

 Gambar. II. 21. Kanopi II-33

 Gambar. III. 1. Peta Karanganyar III-1

 Gambar. III. 2. Peta Surakarta III-1

 Gambar. III. 3. Peta Sukoharjo II-1

 Gambar. III. 4. Lahan Site Terpilih III-2

 Gambar. III. 5. Existing Site III-3

 Gambar. III. 6. Analisis Klimatologis III-4

 Gambar. III. 7. Solusi Analisis Klimatologis III-4

 Gambar. III. 8. Analisis Noise III-5

(11)

commit to user

xi

 Gambar. III. 10. Analisis Zonning II-6

 Gambar. III. 11. Analisis Gubahan Massa III-7

 Gambar. III. 12. Struktur Rangka dan Struktur Atap Baja III-24

 Gambar. III. 13. Struktur space frame, struktur kabel III-25

(12)

commit to user

xii

DAFTAR TABEL

 Tabel III. 1 . Analisis Kegiatan dan Peruangan III-15

 Tabel III. 2 . Analisis Besaran Ruang Kelompok Penerimaan III-16

 Tabel III. 3 . Analisis Besaran Ruang Penunjang Kel. Penerimaan III-16

 Tabel III. 4 . Analisis Besaran Ruang Kegiatan Yoga III-17

 Tabel III. 5 . Analisis Besaran Ruang Penunjang Kegiatan Yoga III-17

 Tabel III. 6. Analisis Besaran Ruang R. Tinggal Instruktur Yoga III-18

 Tabel III. 7. Analisis Besaran Ruang Bangunan Wisma III-18

 Tabel III. 8. Analisis Besaran Ruang Kegiatan Olahraga Penunjang III-18

 Tabel III. 9. Analisis Besaran Ruang Kegiatan Pengelola III-19

 Tabel III. 10. Analisis Besaran Ruang Kegiatan Service III-19

 Tabel III. 11. Macam-macam sistem air conditioning dalam bangunanIII-29

 Tabel III. 12. Alternatif Pemilihan Sistem Pengamanan Bahaya Petir III-38

 Tabel IV. 1. Besaran Ruang Kelompok Penerimaan IV-4

 Tabel IV. 2. Besaran Ruang Penunjang Kegiatan Penerimaan IV-4

 Tabel IV. 3. Besaran Ruang Kegiatan Yoga IV-5

 Tabel IV. 4. Besaran Ruang Penunjang Kegiatan Yoga IV-5

 Tabel IV. 5. Besaran Ruang R. Tinggal Instruktur Yoga IV-5

 Tabel IV. 6. Besaran Ruang Kegiatan Wisma IV-5

 Tabel IV. 7. Besaran Ruang Kegiatan Olahraga Penunjang IV-5

 Tabel IV. 8. Besaran Ruang Kelompok Pengelola IV-7

(13)

commit to user

xiii

DAFTAR SKEMA

 Skema III. 1 . Program Ruang III-8

 Skema III. 2. Analisis Kegiatan Penerima III-11

 Skema III. 3. Analisis Kegiatan Utama III-12

 Skema III. 4. Analisis Kegiatan Instruktur Yoga III-12

 Skema III. 5. Analisis Kegiatan Pengelola III-12

 Skema III. 6. Analisis Kegiatan Penunjang III-12

 Skema III. 7. Alur Pergerakan Hub. Antar Kel. Kegiatan Peruangan III-20

 Skema III. 8. Macam Pencahayaan III-25

 Skema III. 9. Macam Sistem Penghawaan III-27

 Skema III. 10. Pengkondisian udara dengan AC III-29

 Skema III. 11. Proses Kerja Photovoltaic III-30

 Skema III. 12. Analisa Penyediaan Listrik PLN III-31

 Skema III. 13. Analisa Aplikasi Aliran Listrik Bangunan III-32

 Skema III. 14. Analisa Jaringan Komunikasi III-32

 Skema III. 15. Sistem down feed distribution III-33

 Skema III. 16. Sistem Sanitasi Bangunan III-34

 Skema III. 17. Sistem Sanitasi Air Hujan II-34

(14)

commit to user I - 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Judul

A.1. Judul : “Yoga Centre Sebagai Sarana Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Konsep Vaastu Vidya”

A.2. Pengertian Judul :

Suatu pusat pelatihan kesehatan dan kebugaran melalui program senam Yoga, yaitu olah tubuh (penguasaan diri melalui gerakan badan) yang disertai olah nafas yang bermanfaat untuk menyeimbangkan fungsi tubuh, pikiran dan jiwa agar terjadi keselaran hidup secara lahir maupun batin. Penekanan Arsitektur pada Konsep Vaastu, yang merupakan suatu ilmu konsep dari Ajaran Hindu yang merupakan suatu ilmu bangunan yang disebut Vaastusastra, dalam desain bangunan tersebut.

B. Latar Belakang

Kesehatan yang dapat diartikan pula sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU no.23/1992 tentang Kesehatan ). Kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, sehingga kesehatan merupakan hak asasi manusia. Setiap orang berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan.

(15)

commit to user I - 2 B.1.Yoga dalam Kesehatan

Masalah kesehatan dan kematian akibat satu penyakit tetap berada dalam tingkatan yang tinggi walaupun kini sudah menggunakan obat-obatan yang efektif disertai terapi untuk mengatasi kondisi tersebut.

Dengan fakta yang ada, lebih dari lima juta warga Negara Amerika mengidap penyakit jantung kronis satu kondisi dimana dalam jangka panjang akan sampai kepada jantung tak mampu memompa darah secara efisien ke bagian tubuh lainnya. Para peneliti di Sekolah Tinggi Kedokteran di Universitas Emory di Atlanta yang menilai efektifitas dari latihan yoga selama enam pekan yang dilakukan oleh 19 penderita jantung yang pernah mengalami serangan, mendapatkan latihan fisik yoga mengurangi tanda-tanda inflamasi yang berkaitan dengan gagal jantung sementara itu juga telah meningkatkan toleransi terhadap latihan fisik dan kualitas hidup.

Melakukan latihan yoga selama delapan pekan terbukti memberikan manfaat bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan jantung dan mengurangi tanda-tanda resiko terjadi inflamasi yang seringkali dikaitkan dengan kematian, demikian hasil satu penelitian terkini yang dipublikasikan belum lama ini.1

Dikatakan oleh Jung (dalam Krisna,1999) bahwa latihan yoga juga menyentuh fisik sehingga menimbulkan keselarasan antara fisik dan mental manusia. Dinyatakan bahwa yoga dapat mengolah rasa, dapat dibuktikan dari beberapa penelitian yang dilakukan di Amerika yang menyebutkan bahwa yoga tidak hanya menenangkan pikiran saja, tetapi manfaat yoga sangat banyak sekali seperti menyembuhkan penyakit hipertensi, kanker, jantung. Bahkan yoga dapat juga mengurangi stres dan menambah percaya diri, yang dapat dilihat dari banyak orang yang telah mengikuti yoga, tampak tenang dalam menyelesaikan masalahnya, Shindu (2006). Hal tersebut dikarenakan gerakan yang terdapat di dalam

1

(16)

commit to user I - 3

Senam Yoga cukup banyak memberikan manfaat bagi tubuh dan pikiran. Dan kondisi fisik yang sehat pun juga akan membawa lebih banyak kesehatan dalam aspek mental dan emosional manusia. Kondisi mental dan emosi yang sehat turut ambil bagian dalam menciptakan kesehatan tubuh fisik seseorang. Sehingga Yoga merupakan suatu pendekatan terhadap kesehatan yang bertujuan untuk membantu semua komponen tubuh agar bekerja sama dalam harmoni.

Menurut Weller (2001), yoga berasal dari kata sanskerta ”yuj” yang

berarti “menghubungkan”, yaitu menghubungkan manusia dengan Sang

Pencipta. Dalam yoga yang paling berperan adalah olah nafas (pranayama), dimana nafas menjadi bagian terpenting dalam yoga meskipun tidak mengesampingkan gerakan (asana), meditasi, dan relaksasi. Hubungan antara pikiran dan nafas dapat dibuktikan, apabila dalam keadaan tenang nafas kita menjadi lebih pelan dan panjang. Sedangkan dalam keadaan marah dan takut maka nafas kita menjadi pendek dan cepat. Selain olah nafas (pranayama), gerakan dalam yoga (asana) juga sangat diperlukan sebagai koordinasi antara otot dan nafas, sehingga bahwa yoga dapat juga menguatkan tulang. Gerakan – gerakan dalam yoga banyak sekali diambil dari nama binatang, karena beranggapan bahwa binatang itu selalu sehat. Dalam yoga juga terdapat sesi relaksasi. Relaksasi dilakukan dalam yoga setelah melakukan gerakan tubuh (asana). Relaksasi sangat diperlukan dalam yoga karena dengan relaksasi akan mengembalikan keadaan tubuh secara stabil, apabila ada yang kelebihan oksigen di tempat-tempat tertentu. Dengan melakukan relaksasi maka tubuh akan menjadi rileks dan pikiran menjadi tenang karena oksigen yang berada dalam tubuh seimbang sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Dr. Borysenko (dalam Benson, 2000) menyatakan bahwa terapi perilaku berdasarkan pembangkitan respon relaksasi merupakan upaya mempermudah mengatasi masalah.

(17)

commit to user I - 4

yang bertitik pada keyakinan akan hidup ilahi dalam diri kita. Dalam meditasi kita mengadakan kontak dengan sang sumber kehidupan, dan secara sederhana meditasi berarti hening.

B.2.Yoga dalam 5 Elemen Vaastu

Dalam filsafat Yoga, Energi 5 Elemen dikenal dengan nama Prana. Istilah pran atau prana berasal dari bahasa Sanskerta, yang artinya daya hidup, tenaga vital, atau esensi. Prana ada pada sinar matahari, terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang menyerap sinar matahari, dan ada di dalam udara. Praktisi Yoga memanfaatkan prana untuk kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung makanan yang sehat yang mengandung energi prana, melakukan pernapasan sehat yang disebut Pranayama, dan melakukan gerakan atau olahraga sehat Yoga Asana untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kosentrasi dalam latihan meditasi.2

B.3.Yoga dalam Lifestyle

Dewasa ini Yoga menjadi salah satu alternative latihan kesehatan harian dan bahkan gaya hidup yang semakin popular. Orang-orang semakin melirik senam Yoga (yang disebut asanas) disamping latihan kebugaran yang lain seperti Aerobik, BL, Pilates dan lain sebagainya. Ini disebabkan Yoga adalah senam latihan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan keseimbangan mental ini memiliki beberapa kelebihan karena Yoga dapat menjaga keseimbangan alarm tubuh dengan mempraktikkan prinsip-prinsip yoga, antara lain berlatih dengan teratur, bernafas dalam, pola makan yang seimbang, beristirahat cukup, berpikir positif, dan meditasi. Intinya, dengan berlatih yoga seseorang dapat mengenal lebih baik tubuhnya, sekaligus Tuhannya, seperti berlatih meditasi dan melaksanakan apa yang disebut dalam filosofi dalam kehidupan sehari-hari. Suatu latihan untuk meningkatkan kesadaran bahwa kita juga adalah

2

(18)

commit to user I - 5

bagian dari alam semesta. Kesadaran bahwa segala tindakan kita secara pribadi tentunya akan berdampak pada masyarakat di sekeliling kita, dan juga alam yang lebih luas.

Banyaknya sanggar yoga yang berada di kota-kota besar menjadi salah satu alternatif sebagai daya tahan terhadap stres. Bahkan di Jakarta bahwa yoga menjadi trend gaya hidup, dimana orang yang mengikuti yoga di sanggar-sanggar dapat menaikkan strata sosial.

Bahkan sekarang yoga sudah mulai ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Bahkan sekarang banyak penginapan yang menggunakan yoga sebagai salah satu fasilitasnya. Sedangkan di kota Surakarta, Olahraga Yoga itu sendiri masih sedikit, jumlahnya masih dalam skala kecil untuk pembimbingan olahraga yoga. Melihat kondisi tersebut di butuhkan sebuah wadah yang dapat memfasilitasi kegiatan olahraga Yoga yang di harapkan sebagai wadah atau sarana kesehatan masyarakat kota Surakarta.

Permasalahan yang ada adalah bagaimana menciptakan suatu wadah kegiatan Yoga dan olahraga yang lain yang saling menunjang dan yang sesuai dengan aktivitas dan fungsi kegiatan Yoga yang sudah menjadi lifestyle, ke dalam sebuah karya arsitektur yang berkembang di kota Surakarta.

C. Permasalahan dan Persoalan

C.1.Permasalahan

Bagaimana merencanakan dan merancang suatu bangunan Yoga Centre dengan penerapan Konsep Vaastu yang desainnya mencakup prinsip Vaastu.

C.2.Persoalan

Untuk memenuhi tuntutan sebuah Yoga Centre maka perlu dipecahkan beberapa permasalah khusus yaitu:

(19)

commit to user I - 6

b. Menentukan pelaku dan jenis kegiatan didalam bangunan pusat pelatihan.

c. Pembagian zona kegiatan, hubungan ruang, organisasi ruang dan besaran ruang kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembinaan yang diwadahi dalam pusat kegiatan Yoga.

d. Bagaimana rumusan konsep bentuk dan penampilan bangunan dalam konsep vaastu vidya.

e. Bagaimana menentukan struktur konstruksi dan utilitas bangunan.

D. Tujuan dan Sasaran

D.1.Tujuan

Dengan melihat fenomena dan permasalahan yang berkembang maka kegiatan ini bertujuan untuk membangun konsep perencanaan dan perancangan Yoga Centre dengan pendekatan Arsitektur yang berkonsep Vaastu di Surakarta.

D.2.Sasaran

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka sasaran yang diambil adalah pengkajian tentang Yoga Centre dengan pendekatan pada:

a. Konsep lokasi dan site yang tepat.

b. Konsep peruangan dan penzoningan dalam site yang sesuai dengan kelompok kegiatan yang diwadahi.

c. Konsep ekspresi bangunan yang sesuai dengan Konsep Vaastu.

E. Lingkup dan Batasan Pembahasan

E.1.Lingkup

Pembahasan pada aspek disiplin ilmu arsitektur, dengan penekanan pada Prinsip Vaastu sedang ilmu di luarnya dibahas seperlunya.

E.2.Batasan

(20)

commit to user I - 7 F. Metodologi dan Strategi Desain

Di dalam strategi dan metodologi rancang bangun, pembahasan dilakukan dalam beberapa tahapan. Masing-masing tahapan terdiri atas metode yang hampir sama, yakni analisa dan sintesa. Menganalisa permasalahan yang ada kemudian menyimpulkannya sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai titik tolak penyusunan konsep perencanaan dan perancangan.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilakukan: F.1. Tahap I (Pengungkapan Main Idea)

Main idea merupakan gagasan awal yang didapat dari suatu topik atau fenomena yang ingin disampaikan. Pengungkapan main idea berkembang dengan adanya studi pustaka dan eksplorasi.

a. Penjabaran Main idea

Pada tahap ini, main idea yang di peroleh dari suatu topik disusun menjadi beberapa pustaka (kutub-kutub). Kutub-kutub yang telah ditentukan tersebut kemudian dijadikan sebagai materi eksplorasi, yang meliputi teori dan data terkait.

Dalam hal ini kutub-kutub yang menjadi materi eksplorasi adalah mengenai Yoga dan Meditasi, Vaastusastra dan berbagai Pusat Yoga dan Pusat Meditasi

b. Eksplorasi Main Idea

(21)

commit to user I - 8

yang diperlukan dalam proses selanjutnya, seperti pada penentuan judul dan proses pendekatan konsep rancang bangun, dsb.

c. Pengumpulan Data

Dalam mengekslorasi main idea diperlukan adanya data-data riil sebagai pendukung maupun penguat argumen yang disampaikan. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, yakni:

 Obervasi lapangan, merupakan kegiatan pengamatan langsung terhadap kondisi wadah aktivitas yoga yang sudah berfungsi sebagai wadah aktivitas kegiatan, ataupun tempat dengan fungsi lain namun digunakan sebagai wadah aktivitas yoga dan kesehatan.

 Mencari data-data terkait dengan aktivitas Yoga yang ada di Surakarta dan kota-kota lain.

 Mencari data spesifik dan referensi pustaka untuk mendapatkan masukan dalam bentuk landasan teori maupun preseden baik dari internet, media cetak/ elektronik, maupun buku acuan.

F.2. Tahap II (Perumusan Judul Dan Penyusunan Konsep) a. Studi Pustaka dan Eksplorasi Lanjut

Studi pustaka dan eksplorasi lanjut merupakan proses yang terus dilakukan hingga proses akhir untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang mengalami perkembangan. Studi pustaka dan proses eksplorasi dibutuhkan untuk menyelaraskan persepsi yang ditangkap dengan permasalahan yang berkembang.

b. Pengumpulan Data Tambahan

Perkembangan permasalahan diikuti dengan diperlukannya data-data tambahan untuk mengeliminasi asumsi dengan data-data yang relevan.

c. Reduksi dan Analisa Data

Selama proses pematangan dan penyusunan konsep

(22)

commit to user I - 9

informasi akan sangat membantu terutama agar proses analisa lebih efisien. Beberapa aspek yang digunakan sebagai dasar dan proses analisa, yakni:

 Kualitatif, dengan menentukan kriteria karakteristik yang sesuai dengan tuntutan yang memperhatikan hasil evaluasi yang telah dilakukan pada lingkungan objek observasi. Analisis ini digunakan pada:

• Penentuan tapak berdasarkan potensi dan masterplan.

• Penentuan ungkapan fisik desain bangunan yang sesuai dengan prinsip Vaastu.

 Kuantitatif, yang merupakan asumsi proyeksi untuk

menghasilkan variabel-variabel pasti dari objek. Analisis ini digunakan pada:

• Penentuan program kegiatan berdasarkan kelompok kegiatan dan kebutuhan ruang

• Penentuan besaran ruang dan organisasi ruang yang relevan dengan konfigurasi kegiatan.

F.3. Tahap III (Strategi Desain)

Pendekatan desain (design approach) merupakan tahapan manifestasi konsep ke dalam desain. Konsep makro dan mikro yang diinventarisir dari konsep, diberikan beberapa alternatif desain dengan menggunakan pembobotan. Pembobotan dibuat berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan yang dijadikan acuan dalam menilai alternatif-alternatif yang ada. Alternatif desain dengan nilai pembobotan yang paling mendekati kriteria merupakan produk awal desain (preliminary product).

Dalam perumusan konsep rancang bangun Yoga Centre, strategi desain menekankan pada Arsitektur yang menerapkan dari prinsip Vaastu. Strategi disain yang dibahas meliputi:

(23)

commit to user I - 10

 Menerapkan bentuk dasar massa yang sesuai dengan bentuk

dasar massa bangunan, yaitu persegi empat dan

pengembangannya.

 Menerapkan bentuk dasar „open space’ yang sesuai dengan bentuk dasar ruang, yaitu lingkaran.

Strategi Komposisi Massa, meliputi:

 Menerapkan susunan massa yang sesuai dengan pola kegiatan Yoga, yaitu terpusat.

Strategi Ekspresi Massa, meliputi:

 Menerapkan bentuk tampilan bangunan yang sesuai dengan bentuk tampilan, terutama untuk bentuk, pengadaan elemen pilar bangunan

 Tanpa menggunakan ornament sehingga terkesan minimalis. F.4. Tahap IV (Preliminary And Final Product)

Tahap ini merupakan presentasi akhir dari perencanaan dan perancangan Yoga Centre. Preliminary product yang didapat dari design approach disatukan sehingga didapat final product. Final product yang disajikan meliputi design approach dan gambar main design maupun complementary design.

G. Sistematika Penulisan Konsep

BAB I. : PENDAHULUAN

Mengemukakan abstraksi mengenai uraian singkat

(24)

commit to user I - 11 BAB II. : TINJAUAN TEORI

Membahas dan menguraikan tinjauan Yoga Centre (pemahaman yoga, sejarah yoga, manfaat yoga, tugas dan fungsi, jenis kegiatan yang diwadahi, pelaku kegiatan yang diwadahi, dan tinjauan Pusat Yoga yang telah ada sebelumnya), tinjauan Vaastu Sastra (pemahaman, dan prinsip-prinsip di dalamnya).

BAB III : ANALISA PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN

DAN PERANCANGAN

Proses menetapkan dasar-dasar solusi atau pemecahan masalah dan persoalan yang dijawab dengan sebuah rancangan desain, baik desain bangunan dan juga pendukungnya.

BAB IV : KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN YOGA

CENTER

Merencanakan konsep Yoga Centre berdasarkan analisa pendekatan konsep perancangan.

(25)

I - 12

 Bagaimana merencanakan dan merancang suatu bangunan Yoga Centre dengan penerapan Konsep Vaastu yang desainnya mencakup prinsip Vaastu

Makro

 Analisa lokasi site  Kondisi existing site  Orientasi Bangunan  Pencapaian  Kebisingan  Klimatologis  Zonifikasi  Menentukan site untuk

mendukung kegiatan Yoga dengan penggunaan penerapan konsep Vaastu.

 Menentukan pelaku dan jenis kegiatan didalam bangunan pusat pelatihan.

 Pembagian zona kegiatan, hubungan ruang, organisasi ruang dan besaran ruang kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembinaan yang diwadahi dalam pusat kegiatan Yoga.  Bagaimana rumusan konsep

bentuk dan penampilan

bangunan dalam konsep vaastu. 

Eksplorasi JUDUL Latar Belakang Permasalahan

Final

Design Design

(26)

commit to user

II - 1

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Yoga

Kata “Yoga” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “untuk mempersatukan” atau “untuk menyelaraskan”. Yoga merupakan suatu sarana dalam upaya untuk mencapai suatu tingkat dimana aktifitas tubuh, pikiran, dan jiwa berfungsi bersama secara harmonis.

Yoga juga mengacu pada persatuan antara individu dengan sesuatu yang lebih besar, baik yang disebut Tuhan, yang illahi, atau lain sebagainya. Meskipun demikian, Yoga tidak menghadirkan atau mengembangkan suatu agama tertentu. Yoga merupakan suatu sistem yang tujuannya adalah untuk membantu orang mencapai potensi mereka yang sepenuhnya melalui peningkatan kesadaran. Dengan menggunakan teknik yang telah ada sejak zaman permulaan dan yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang tertarik, berbagai sikap bekerja ke arah pengembangan setiap indra manusia baik fisik, mental, emosional, dan spiritual.

A.1. Sistem Yoga1

Yoga sering dianggap sebagai ilmu pengetahuan. Yoga adalah suatu sistem yang mempunyai banyak cabang, masing-masing dengan fokus, seperangkat aturan, dan etikanya sendiri (prinsip etika universal dan peraturan mengenai perilaku). Yoga telah menjadi sebuah sistem sejak 3000 tahun yang lalu oleh seseorang ahli filsafat Hindu bernama Patanjali. Berbagai unsur yang disebut di dalam tulisan ini dan muncul dalam wujud 185 ungkapan pada hasil karya Patanjali yang sangat men-detail dan dikenal sebagai Yoga Sutra, dipercaya telah ditulis antara tahun 400 dan 200 Sebelum Masehi. Tulisan ini dianggap sebagai suatu hasil karya yang menentukan Yoga.

1

(27)

commit to user

II - 2 Suatu disiplin psikologis, spiritual dan fisiologis telah menjadi suatu bagian yang melengkapi kebudayaan India selama beribu-ribu tahun. Para ahli Yoga masa lampau mengembangkan sistem Yoga karena mereka percaya bahwa dengan melatih tubuh dan pernapasan, mereka bisa menguasai sifat alami pikiran, emosi, dan kesejahteraan mereka secara umum.

Asal mula Yoga tetap menjadi suatu misteri karena filosofi Yoga diturunkan secara lisanditerima oleh para guru melalui meditasi. Penjelasan pertama secara tertulis mengenai Yoga muncul dalam kumpulan kitab Hindu yang disebut Vedas, kira-kira sekitar tahun 1500 Sebelum Masehi. Bagaimanapun berbagai penemuan arkeologis berupa keramik yang masih utuh di Lembah Indus yang melukiskan figur dalam berbagai posisi meditasi yoga telah dilatih setidaknya sejak 5000 tahun yang lalu.

Yoga diperkenalkan ke dunia Barat oleh seorang bijak dari India bernama Swami Vivekananda, yang telah mempertunjukkan berbagai posisi Yoga dalam sebuah World Fair di Chicago pada tahun 1890-an. Ini menarik minat banyak orang dan menjadi landasan munculnya banyak ahli Yoga dan Swami (guru agama Hindu) dan India di tahun-tahun berikutnya. Sekarang ini, Yoga tumbuh dengan subur di seluruh dunia. Berbagai posisi atau sikap Yoga telah menerobos ke dalam kebudayaan fisik masa kini melalui berbagai cara : Yoga dapat dikenali dalam aerobik, rutinitas peregangan, dan muncul atau diadaptasi dalam tarian, olahraga senam dan pemanasan olahraga yang dilakukan secara rutin.

(28)

commit to user

II - 3

A.2. Hatha Yoga2

Sistem Yoga ini bekerja melalui penguasaan tubuh. Hal ini dicapai dengan cara mewujudkan pengalaman pada panca indra, pengalaman fisik bersama dengan kesadaran pernapasan. Hatha Yoga merupakan suatu cabang Yoga yang praktis, suatu sistem pelatihan yang menggunakan berbagai teknik membentuk sikap tubuh, pernapasan, dan relaksasi. Hatha Yoga merupakan cabang Yoga yang paling terkenal di dunia Barat. Berbagai teknik ini bermanfaat bagi otot, kerangka tubuh, sistem saraf, berbagai kelenjar dan organ-organ penting. Tujuan Hatha Yoga adalah untuk meningkatkan kesehatan dengan cara memanfaatkan sumber cadangan energi tubuh.

Istilah “hatha” adalah gabungan dari kata “ha” yang berarti “matahari” dan “tha” yang berarti “bulan”, sehingga gabungan keduanya memiliki arti kebersamaan atau penyeimbangan dari sebuah dualitas yang diwujudkan dalam sangat banyak cara : pria dan wanita, siang dan malam, terang dan gelap, stabilitas dan mobilitas, panas dan dingin, yin dan yangatau banyak pasangan lain yang walaupun berlawanan tetapi saling menyeimbangkan.

Sebagai konsep terapan, Hatha Yoga adalah mengenai membawa dua sisi tubuh ke dalam keadaan seimbang yang dinamis, keseimbangan antara stabilitas dan mobilitas. Keseimbangan ini dapat dicapai melalui pengembangan kekuatan dan kelenturan secara merata pada dua sisi tubuh, dan dari bagian dalam tubuh akan bekerja secara lebih efisien dan dengan ketenangan yang lebih besar. Pada saat yang sama, Hatha Yoga mempengaruhi otak kiri dan kanan untuk bekerja secara seimbang, sehingga sisi logika, matematika dan sisi kreatif, serta sisi intuitif terdorong untuk bekerja secara harmonis.

Sebagian orang percaya bahwa tujuan dari sistem Yoga ini juga untuk mempersiapkan tubuh dan pikiran bagi Raja Yoga, yang bekerja pada peningkatan kesadaranwalaupun apabila berdiri sendiri Hatha Yoga juga mendesak pengaruh yang akan melengkapi pikiran dan tubuh.

2

(29)

commit to user

II - 4 Banyak sikap atau posisi Yoga yang telah disesuaikan dan disederhanakan bagi tubuh orang-orang barat yang barangkali tidak terbiasa dengan latihan ini. Sebagai contoh, di dunia Barat, orang-orang terbiasa duduk di atas kursi, sedangkan orang India terbiasa untuk duduk bersila ataupun berjongkok di lantai. Dalam budaya India, anak-anak seringkali diperkenalkan pada Yoga sejak usia yang sangat muda, sehingga mereka dapat mulai melatih kelenturan lebih awal.

Karena beberapa alasan inilah maka diperlukan waktu bertahun-tahun penuh dengan latihan yang berdedikasi tinggi agar dapat melakukan beberapa sikap Yoga yang lebih kompleks, sehingga hal ini juga mengharuskan adanya peningkatan selama mempelajari Yoga. Tegangan dan tekanan dalam kehidupan modern juga dapat menurunkan kelenturan dan dapat menghalangi kemampuan seseorang untuk mengambil dan mempercayai kekuatan dari berbagai sumber di dalam diri.

Sebagian besar aliran dan berbagai bentuk Hatha Yoga melekat pada unsur-unsur dasar Yoga yang sama dengan sedikit perbedaan penekanan pada cara pengajaran dan latihan. Empat aliran yang umum adalah Iyengar, Sivananda, Astanga, dan Kundalini. Raja Yoga, sebaliknya, bekerja untuk mencapai perpaduan antara pikiran dan jiwa melalui penguasaan pikiran. Raja Yoga yang dianggap jalur ningrat dari Yoga (“raja” dalam bahasa Sanskerta berarti yang tertinggi), melibatkan disiplin mental yang bekerja untuk menenangkan berbagai proses berpikir yang tidak pernah berhenti dan menguasai kesadaran. Lebih tepat lagi, hal ini mengacu pada keahlian untuk mengembangkan kesadaran.

(30)

commit to user

II - 5 bersifat ritual), Karma Yoga (bekerja pada tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan pelayanan), Laya atau Kundalini Yoga (membangun dan mengangkat energi saraf fisik yang tersembunyi, yang berada di bawah daerah pusar) melalui pusat-pusat energi chakra.

A.3. Sudut Pandang Yoga Terhadap Kesehatan3

Kesehatan yang baik, menurut filosofi Yoga, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi olahraga yang teratur dalam bentuk melakukan berbagai sikap fisik, pernapasan yang baik, istirahat yang cukup dan relaksasi, meditasi untuk mempertajam fokus dan ketenangan mental, berpikir positif, serta pola makan yang sehat dan seimbang. Yoga adalah satu dari beberapa sistem yang mencakup seluruh komponen tersebut.

A.3.1. Kesehatan dan Kebahagiaan

Yoga adalah sebuah sistem untuk mempertahankan kesehatan dan menanamkan kebahagiaan serta rasa tercukupi, dan juga merupakan sistem yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Yoga mencapai hal ini dengan mengajarkan kepada kita bagaimana mendengarkan sumber-sumber tenaga dalam kita dan menumbuhkan kesehatan serta kesejahteraan dari dalam. Kebahagiaan sejati tidak bisa dibeliini merupakan hasil dari investari seumur hidup pada diri kita sendiri. Menurut filosofi Yoga, kondisi urat-urat saraf, kelenjar-kelenjar, dan organ-organ vital menentukan sesehat apa penampilan dan perasaan seseorang. Latihan Yoga yang teratur akan membantu untuk mengatasi penumpukan ketegangan yang berlebihan dan penurunan keadaan fisik secara umum akibat dari kelalaian seseorang dalam menangani tubuhnya atau sebagai akibat dari penuaan dini. Karena itu Yoga dapat meningkatkan keremajaan tubuh dan kejernihan pikiran.

3

(31)

commit to user

II - 6

A.3.2. Peningkatan Kesadaran Tubuh

Yoga adalah sarana untuk lebih mengenal tubuh (baik di bagian dalam maupun luar). Sistem latihan peregangan akan memperkuat, menentukan suasana, dan membantu agar seluruh tubuh mencapai sikap yang tepat. Berbagai sikap Yoga yang berbeda-beda dirancang untuk memberikan manfaat pada setiap struktur anatomi, sistem, dan organ tubuh. Proses pembelajaran mengenai cara menolong tubuh agar berfungsi secara sehat dapat meningkatkan kemampuan, dan dalam rangka meningkatkan ketenangan pikiran dan kestabilan emosi, Yoga menawarkan panduan untuk menyempurnakan berbagai perubahan pada kondisi fisik, emosi, mental, dan rohani, serta untuk membawa seluruh tubuh ke dalam keseimbangan dan kesehatan.

A.3.3. Pelepasan dan Pencegahan Stress

Ritme hidup sekarang ini berjalan sangat cepat, penuh kompetisi dan penuh dengan stresmeskipun manfaat dari tingkat stres yang rendah juga tidak dapat diabaikan karena justru dapat memotivasi, memberikan kegembiraan dan menyegarkan. Meskipun demikian, ketika tuntutan yang dibebankan kepada kita melebihi tingkat kebiasaan dan kemampuan kita (baik secara fisik, emosi, ataupun mental), kita akan merasakan ketidaknyamanan dan ketegangan serta pertahanan tubuh bekerja secara berlebihan dan akhirnya menjadi kelelahan. Efek sampingnya antara lain adalah rasa fustasi, ketegangan otot (yang dapat menimbulkan masalah pada punggung), depresi, kecemasan, gangguan pernapasan, dan masalah konsentrasi.

(32)

commit to user

II - 7 keadaan tenang dan stabil secara emosi, karena pernapasan berhubungan erat dengan emosi dan keadaan pikiran. Hal ketiga yang dilakukan oleh Yoga adalah memberikan keterampilan untuk mengatasi stres secara efektif melalui pengendalian suara-suara dalam pikiran dan mencapai ketenangan dan kejernihan mental. Hal ini dapat diperoleh melalui latihan relaksasi secara mendalam.

A.4. Manfaat Dari Yoga

Yoga cocok dan bermanfaat bagi semua orang dari seluruh kelompok usia dan dari seluruh tingkat kebugaran. Yoga dapat diadaptasi mulai dari bentuk latihan yang sangat lembut dan ringan sampai latihan yang sangat bersemangat, tergantung pada kondisi orang yang melakukan latihan. Latihan Yoga yang teratur juga dapat digabungkan dengan kegiatan lain seperti senam, program latihan untuk jantung, olahraga, ataupun menari.

Manfaat yang diperoleh dari berlatih Yoga antara lain4 :

 Mengatasi permasalahan kesehtan tubuh, baik organ tubuh luar maupun

organ tubuh dalam.

 Membantu mengontrol reaksi emosional, pikiran pada situasi tertentu.

 Meningkatkan fleksibilitas diri yang akan membantu mencegah terjadinya

cedera.

 Meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh sel otak dan sel

tubuh sehingga melancarkan aliran darah yang tersumbat.

 Menurunkan tekanan darah dan stress sehingga mengurangi tegangan

saraf-saraf otot.

 Mengeluarkan racun (CO2) dan meningkatkan kapasitas O2 lebih banyak

sehingga membuat tubuh bugar dan meremajakan kembali jaringan tubuh yang rusak.

 Memperbaiki postur tubuh agar lebih proporsional dan menumbuhkan rasa

percaya diri.

4

(33)

commit to user

II - 8

 Membangun stamina dan memperkuat otot serta meningkatkan

keseimbangan tubuh.

 Meningkatkan ketenangan bathin dengan fokus pikiran lebih damai dan

tenang.

 Memperpanjang daya ingat.

A.5. Unsur Dasar Yoga5

Unsur-unsur dasar tertentu yang umum pada sebagian besar aliran Yoga menjadi dasar bagi perkembangan Yoga secara keseluruhan. Berbagai unsur tersebut adalah : Sikap Tubuh, Pernapasan, Relaksasi, dan Meditasi. Unsur-unsur ini berperan utuh dalam latihan Hatha Yoga. Sebagai contoh dalam melakukan sebuah sikap Yoga, kesadaran pernapasan membantu untuk meminimalisasi tegangan yang tidak perlu akan membantu memusatkan perhatian (fokus). Dalam setiap sikap, penting untuk menemukan keseimbangan antara relaksasi atau menyerahkan diri ke dalam sebuah sikap sambil tetap menjaga kesadaran dan tetap terikat secara aktif dalam melakukan posisi tersebut. Keseimbangan ini dapat dicapai dengan menjadikan sikap relaksasi sebagai bagian yang melengkapi latihan Yoga.

Sangatlah penting untuk memasukkan latihan meditasi yang teratur sebagai bagian dari latihan Yoga, Meditasi akan melatih untuk memiliki kesadaran yang melampaui kemampuan memusatkan perhatian sepenuhnya pada masa sekarangpada setiap detail dan sensasi fisik dari sikap Yoga yang sedang dilakukan. Latihan Hatha Yoga yang teratur akan membantu meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan posisi duduk yang nyaman selama periode waktu tertentu, karena hal ini dibutuhkan dalam meditasi.

A.5.1. Sikap Tubuh (Fisik)

5

(34)

commit to user

II - 9 Titik awal dari seluruh gerakan sikap-sikap adalah bagaimana tubuh bertindak dalam ruang. Sikap yang sehat adalah sikap dimana hanya terdapat sejumlah tegangan yang diperlukan oleh otot untuk menopang tubuh agar tetap tegak. Keseimbangan yang dinamis antara keadaan rileks dan keadaan aktif yang bugar.

Sikap yang sehat melibatkan keseimbangan pada dua sisi tubuh. Keseimbangan ini didapat ditunjang oleh posisi rangka tubuh yang benar dan otot yang seimbang. Hal ini meliputi memberikan tarikan pada tubuh mulai dari pinggang ke atas, sehingga kepala dan tubuh bagian atas merasa santai dan ringan, disertai dengan kaki yang berjejak dengan baik sehingga sehingga memberikan dasar yang stabil bagi tubuh. Pernapasan seharusny menjadi teratur, ringan dan mengalir secara alamiah.

Pada saat seseorang mengalami ketidakseimbangan anatomi seperti skoliosis atau kaki yang tidak sama panjang, maka usaha yang dilakukan adalah untuk sebanyak mungkin meningkatkan rasa keseimbangan pada tubuh dan juga rasa santai.

(35)

commit to user

II - 10

A.5.2. Pernapasan

Pernapasan adalah gerakan yang terus beganti-ganti antara penarikan dan penghembusan, yang dilakukan agar seseorang dapat tetap hidup. Namun, pernapasan juga berhubungan langsung dengan vitalitas kita. Kebiasaan dan pola pernapasana dapat meningkatkan ataupun menurunkan persediaan tenaga.

Pola pernapasan pada hakikatnya terhubung dengan emosi dan keadaan pikiran. Efek dari pergolakan emosi dapat dikurangi dengan mengendalikan pernapasan secara sadar. Pada titik mana pun dapat mempengaruhi pikiran agar dapat bernapas secara lebih seimbang, tenang, dan mendalam.

Yoga adalah sebuah sistem latihan yang menyatukan pernapasan sebagai bagian besar yang mendasar di dalamnya. Pernapasan dengan kesadaran dan pengendalian dikoordinasikan dengan gerakan untuk menahan sebuah sikap fisik tertentu. Namun, pernapasan juga dapat berdiri sendiri sebagai salah satu bentuk latihan. Melakukan latihan pernapasan dalam tingkat kesadaran seperti ini akan membantu aliran gerakan dan membantu untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang dan pada gerakan fisik yang harus dilakukan.

Latihan Yoga secara utuh memusatkan perhatian pada teknik-teknik pernapasan yang dikenal sebagai Pranayama. ”Prana” berati tenaga, energi atau dorongan hidup, mengacu pada dorongan hidup yang menggerakan seluruh bentuk kehidupan di alam semesta ini. Prana yang diserap melalui napas akan menyebar ke seluruh bagian sel tubuh manusia dan menjadi pendorong bagi pembaruan da revitalisasi sel-sel. Kesehatan dan vitalitas sangat tergantung pada jumlah prana yang masuk ke dalam tubuh. “Yama” berarti memperpanjang. Karena itu Pranayama mengacu pada seni memperpanjang pernapasan sehingga melaluinya dapat memperkuat dorongan hidup dan tenaga dalam.

(36)

commit to user

II - 11 pernapasan dilakukan secara lebih penuh dan efisien benar-benar meningkatkan jumlah prana di dalam tubuh, tetapi hal ini tidak berarti bahwa pernapasan yang lebih dalam adalah selalu lebih baik. Terdapat suatu keadaan ketika pernapasan dilakukan terlalu cepat. Tujuan dari Pranayama dan pernapasan Yoga lainnya secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran dalam pengendalian pernapasan.

A.5.3. Sikap Relaksasi

Latihan relaksasi dapat dipandang sebagai sebuah cara untuk mengendalikan berbagai potensi otot dan saraf, karena kekuatan terbesar dalam gerakan yang efisien dan efektif adalah ketika memiliki kemampuan untuk menjadi rileks. Relaksasi yang dipasangkan dengan latihan meditasi (yang melatih pikiran untuk menjadi tenang dan memiliki fokus yang tidak berubah-ubah), dan dengan program peregangan seperti Hatha Yoga (yang memberikan kesehatan pada tubuh fisik) dapat membebaskan kekuatan potensi manusia.

(37)

commit to user

II - 12 Yoga mempertimbangkan hal ini dan memasukkan sikap relaksasi atau istirahat mengizinkan tubuh menyerap dan melengkapi energi yang dilepaskan melalui berbagai variasi sikap. Tubuh diizinkan untuk melakukan peredaran darah ke seluruh tubuh, karena ketika melakukan berbagai posisi Yoga maka aliran darah akan terkonsentrasi pada daerah-daerah tubuh tertentu saja. Hal ini akan memperoleh manfaat penuh dari setiap sikap. Sikap relaksasi dapat dilakukan seselum, selam, dan setelah sesi Yoga. Semua sikap istirahat yang dijabarkan bersifat simetris, sehingga akan membantu mengembalikan keseimbangan tubuh. Setiap sikap seharusnya ditahan selama tiga sampai delapan kali pernapasan atau bahkan lebih lama lagi.

A.5.4. Menenangkan Pikiran

Sebuah pendapat mendasar dari Yoga adalah kesadaran yang sehat diraih melalui kemampuan berkonsentrasi dan melalui mempertahankan pusat perhatian pada saat terkini dengan tenang dan jernih. Meditasi adalah sebuah metode untuk mencapai konsentrasi melalui penerapan teknik-teknik tertentu. Hal ini melibatkan kotemplasi yang tenang atau refleksi di dalam diri seseorang mengenai sifat alami pikiran ataupun mengenai seseuatu yang lebih besar, baik hal itu dipandang sebagai Tuhan, kesadaran universal, atau apa saja yang menjadi keilahian. Meskipun meditasi sering dikaitkan dengan agama tertentu, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sebuah praktik kuno yang dilakukan untuk menenangkan pikiran dan memperoleh pengetahuan diri yang lebih baik, pengendalian diri, serta peningkatan kesadaran. Teknik-teknik ini tidak mempromosikan agama tertentu.

(38)

commit to user

II - 13 Melakukan meditasi secara teratur sebaliknya akan membantu latihan Hatha Yoga karena sistem saraf telah menjadi tenang, dan hasil dari rasa tenang tersebut akan menolong dalam melatih berbagai sikap. Daerah yang mengalami ketegangan dan dapat merintangi latihan akan terindentifikasi dan dilepaskan sehingga dapat belajar untuk menjadi lebih baik dalam mngendalikan suara-suara dalam pikiran yang dapat mengacaukan latihan Yoga dan kemampuan rileks.

B. Tinjauan Vaastu

B.1. Pengertian Vaastu-shastra6

Vastushastra adalah ilmu bangunan kuno yang meliputi filsafat dan teori karya arsitektural untuk membangun bangunan apapun dan juga gaya tempat tinggal hidup orang. Vaastu shastra didasarkan pada energi alami yang tersedia dengan bebas di atmosfer seperti:

 Energi Solar langsung dari Matahari, Imlek energi dari Bulan  Energi Bumi

 Energi Langit  Energi Listrik  Energi Magnetik  Energi Thermal  Energi Angin  Energi Cahaya  Energi Cosmic

Pemanfaatan energi seperti memberikan kesenangan, perdamaian, kemakmuran dan uang dalam kehidupan. Vastu Shastra adalah penjelasan luhur dari lingkungan sekitar dan pengaruhnya terhadap hidup. Vastu secara harfiah berarti "rumah" atau Daerah Tempat Tinggal dan prinsip-prinsipnya

6

(39)

commit to user

II - 14 menetapkan untuk menciptakan keselarasan antara yaitu elemen baik Bumi, Langit, Api, Air dan Udara di lingkungan.

Vastu dapat digunakan untuk setiap ruangan, setiap rumah, kuil, setiap industri toko, perencanaan kota, wisata, kota dan bahkan bagi bumi. Vastu dapat digunakan untuk mikro maupun untuk tingkat makro.

Vaastu adalah ilmu arsitektur bangunan India kuno yang membantu dalam membuat suasana menyenangkan atau tempat untuk hidup dan bekerja dengan cara yang paling ilmiah mengambil keuntungan dari manfaat yang diberikan oleh alam, unsur-unsurnya dan bidang energi untuk meningkatkan kekayaan, kesehatan, kemakmuran dan kebahagiaan.

Vastu Shastra menyatukan ilmu pengetahuan, seni, astronomi dan astrologi, juga dapat dikatakan sebagai ilmu mistik kuno untuk merancang dan membangun. Vastu Shastra membantu membuat hidup lebih baik dan akan mengamankan dari hal-hal yang salah.

B.2. Dasar-dasar Vaastu7

Vaastu adalah ilmu arah yang

menggabungkan semua lima unsur alam dan menyeimbangkan mereka dengan manusia dan materi. Vaastu Shastra adalah menciptakan pengaturan menyenangkan atau tempat untuk tinggal atau bekerja, dengan cara paling ilmiah, mengambil keuntungan dari manfaat yang diberikan oleh lima unsur yang disebut "Paanchbhootas" dari alam sehingga membuka

jalan bagi peningkatan kesehatan, kekayaan, kemakmuran dan kebahagiaan di lingkungan yang tercerahkan.

7

www.vaastu-shastra.com

Gb. II. 1 Paanchbhootas

(40)

commit to user

II - 15

Vaastu dianggap interaksi berbagai kekuatan alam yang

melibatkan lima elemen bumi, air, angin, api dan eter dan berusaha untuk

menjaga keseimbangan sebagai elemen-elemen ini mempengaruhi,

membimbing dan mengubah gaya hidup tidak hanya manusia tetapi setiap makhluk hidup di bumi. Dengan demikian, itu semua mempengaruhi perbuatan, keberuntungan, perilaku dan dasar-dasar kehidupan lainnya.

Ada tiga kekuatan dalam tindakan untuk menciptakan harmoni. Angin, air dan api atau, vaayu, jal dan Agni. Jika kekuatan-kekuatan ini disimpan di tempat yang tepat, maka tidak akan ada gangguan. Tapi jika air dimasukkan ke dalam tempat api dan angin di tempat air atau kombinasi lainnya, akan tidak sesuai dan menciptakan ketidakharmonisan dan ketidakdamaian.

B.2.1. Lima Elemen Vaastu

Vastu adalah ilmu tentang arah yang menggabungkan lima unsur alam dan kosmos, akhirnya menyeimbangkan dengan manusia dan materi. Ini ilmu misterius pemersatu lima elemen yang disebut 'Panchbhootas'-bumi, api, air, langit dan ruang dan membuka jalan bagi pencerahan, kebahagiaan dan kemakmuran.

Menurut Vastu, kosmos penuh dengan energi bermanfaat yang harus

mempelajari taktik serta menjaga

keseimbangan jika ingin mengalami keadaan kesejahteraan. Energi pada dasarnya dipancarkan oleh dua kekuatan-lima elemen dan energi elektro-magnetik yang dihasilkan oleh rotasi bumi. Bumi adalah planet ketiga di antara sembilan

planet dan satu-satunya tempat di mana kehidupan ada karena adanya panchbhootas. Matahari, udara dan ruang secara universal tersedia dan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan manusia oleh tindakan desain.

a) Elemen Bumi/Tanah

Gb. II. 2 Lima Elemen Vaastu Menurut 8 Arah

(41)

commit to user

II - 16 Elemen pertama dan utama dari alam yang diberikannya energi maksimum. Hal ini diperlukan untuk berkonsultasi tanah yang ingin dibeli, karena tanah petak itu mempunyai masalah daerah semuanya dalam Vaastu. Pemilihan situs dianggap sangat penting dalam elemen Vaastu. Sebuah pemeriksaan rinci dari tanah, plot, situs, bentuk dan ukuran harus dilakukan sebelum memulai konstruksi. Bumi (Prithvi) adalah unsur yang paling penting dalam Vastu dan mempengaruhi kehidupan manusia dalam segala hal.

b) Elemen Air

Air (jal) hadir di bumi dalam bentuk hujan, laut, laut dan sungai. Ini adalah elemen terpenting kedua dipertimbangkan dalam Vaastu. Vaastu memberikan arah yang tepat untuk penempatan sumber air. Air adalah elemen dari arah utara-timur. Sejauh aliran air rumah tangga yang bersangkutan, itu harus dikeringkan dari utara-timur saja. Badan air seperti kolam renang dan akuarium perlu dibuat di utara-timur, arah ini adalah menguntungkan dan cocok untuk air

c) Elemen Api

Api (Agni) dianggap sebagai unsur arah selatan-timur. Dalam kebakaran dapur rumah atau gadget listrik harus menjadi tempat di selatan-timur. Cahaya adalah inti dari kehidupan, dan matahari adalah pemberi cahaya alami. Api adalah dasar dari semua sumber energi termasuk tenaga panas dan tenaga atom. Harus ada ventilasi yang baik untuk sinar matahari menjadi sumber yang diperlukan dan alami cahaya bagi manusia.

d) Elemen Udara

(42)

commit to user

II - 17 makhluk hidup di bumi ini. Ada petunjuk penting untuk jendela dan pintu di Vaastu sehingga untuk menerima baik jumlah udara.

e) Elemen Ether (Space-Sky)

Tidak pernah berakhir dan ruang penuh dengan rasi bintang, galaksi, bintang, matahari, bulan dan semua sembilan planet. Hal ini juga disebut alam semesta yang dikenal sebagai 'Brahamand'-tempat dewa. Ruang memiliki tempat yang sangat penting dalam hidup dan Vaastu memberikan arah yang berbeda untuk ruang yang lebih baik. Rumah di India memiliki ruang terbuka di tengah rumah. Akash adalah brahmasthan yang seharusnya menjadi tempat yang terbuka, setiap gangguan yang berkaitan dengan ruang di rumah akan menyebabkan hasil yang merugikan.

B.2.2. Arah Vaastu (Orientasi)8

Orientasi bangunan penting untuk menghemat energi dan membangun desain rumah lebih baik, yang akan nyaman untuk hidup secara bersamaan memberikan energi

positif, kesehatan, kemakmuran dan

kekayaan bagi penghuninya. Sebuah tempat hidup dan arah memiliki korelasi antara skenario rotasi planet-planet dengan hormat dari utara.

Ada delapan total arah mata angin menurut Vaastu. Utara, Selatan, Timur, dan Barat disebut arah mata angin dan titik di mana salah satu dari dua arah bertemu disebut titik intercardinal atau ordinal seperti North-East, South-East, South-West, North-West. Arah ini diberi banyak penting di Vastu Shastra karena mereka menggabungkan manfaat dari dua arah dalam totalitas.

8

www.vaastu-shastra.com

(43)

commit to user

II - 18 Shastra mengatakan jika menyembah, memuja dan menghormati “Lords” dari delapan arah, orang menghasilkan berkat-berkat kekal dalam bentuk kesuksesan, kesehatan dan kemakmuran.

Timur : Arah ini diatur oleh tuan Indra dan dia dikenal sebagai raja para dewa yang menganugerahkan kekayaan dan kenikmatan hidup.

Tenggara : Arah ini diatur oleh penguasa api Agni yang memberi kepribadian yang baik dan segala sesuatu hidup yang baik. Api adalah sumber kesehatan karena berhubungan dengan api, memasak dan makanan.

Selatan : Arah Ini adalah Yama, dewa kematian. Dewa Yama adalah manifestasi dari dharma, dan eradicates kekuatan jahat dan melimpahkan hal-hal baik. Ini adalah sumber kekayaan, tanaman dan kesenangan.

Barat Daya : Arah ini disutradarai oleh Niruti, dewa yang melindungi kita dari musuh jahat. Ini adalah sumber dari karakter, kasus sikap, umur panjang dan kematian.

Barat : Arah ini disutradarai oleh Tuhan Varun, dewa hujan yang menganugerahkan berkat-berkat dalam bentuk air hujan alami, membawa kemakmuran dan kesenangan hidup.

Barat Laut : Tempat ini disutradarai oleh tuan Vayu yang membawa kita pada kesehatan yang baik, kekuatan dan umur panjang. Ini adalah sumber dari perubahan dalam proses bisnis, persahabatan dan permusuhan.

Utara : Arah ini diatur oleh Kuber, dewa kekayaan.

Timur Laut : Tempat ini merupakan diawasi oleh tuan Eeshaan, dan merupakan sumber kekayaan, kesehatan dan kesuksesan. Dia membawa kita kebijaksanaan, pengetahuan dan meringankan kita dari segala penderitaan dan kecelakaan.

B.2.3. Bentuk Dasar9

Seluruh Vaastu di India pada hakikatnya merupakan perlambungan dan visualisasi dari mereka yang yakini itu : Mikro-kosmos segala yang

9

(44)

commit to user

II - 19 dibentuk selaku citra makro-kosmos, pembebasan dari belenggu maya menuju ke penyatuan atman (diri relatif) dengan brahman (ke-esa-an mutlak).

Bentuk lingkaran oleh kebudayaan India dijadikan lambang “kefanaan” zaman yang tanpa awal tanpa akhir atau lebih tepat : berasal Esa mutlak, tetapi terbentuk oleh Maya menjadi sesuatu yang konkret, namun tipuan. Seperti bentuk kubah angkasa, atau cakrawala yang bulat juga dan yang menampakkan diri tetapi tipuan (cakrawala mustahil dipegang).

Maka bentuk lingkaran kemudian dihayati sebagai perlambangan segala maya. Simbol dari prinsip yang lebih sejati adalah bujursangakar (persegi), bentuk yang mengingatkannya kepada bentuk kiblat-angin yang lebih abstrak, karena lebih tidak tampak juga; dan yang mengendap dalam bentuk mandala.

B.2.4. Vaastu Purusha Mandala10

Vaastu purusha mandala adalah desain diagram metafisik kosmos di mana seluruh konsep didasarkan oleh Vastu Shastra. Hal ini

diyakini bahwa Vaastu purusha adalah

didasarkan atas kosmos yang merupakan energi dengan cara yang kepalanya sedang beristirahat di arah Utara-timur yang mewakili pemikiran

seimbang, tubuh bagian bawah

menghadap Selatan-barat yang merupakan

kekuatan dan keteguhan; pusarnya berada di

pusat bumi menandakan kesadaran kosmik dan kekudusan; wajah tangannya Utara-barat dan Tenggara yang berarti energi.

10

www.vaastu-shastra.com

Gb. II. 4 Bentuk Sejati Vaastu sumber : www.vaastu-shastra.com

Gb. II. 5. Vaastu Purusha

(45)

commit to user

II - 20 Vaastu purusha adalah dewa ketua sementara lainnya delapan arah memiliki Allah/Tuhan mereka sendiri yang mengatur arah mereka. Mandala pada dasarnya tempat tertutup di mana Vaastu purusha adalah menandakan kelahirannya dari alam. Atas dasar struktur dan konstruksi yang ditentukan arah dianjurkan dan semua fitur fisik yang memutuskan dalam hal ventilasi, pintu, jendela, lokasi dan lain lain

Mandala Vaastu memerintahkan kita untuk mencari fitur yang berbeda ke tempat

Allah/Tuhan untuk mendapatkan manfaat

maksimal dalam hal yang baik, kekayaan,

kesehatan, kemajuan perdamaian, dan

kemakmuran. Para ahli dari Vaastu membingkai sebuah modul untuk membagi daerah yang menurutnya setiap penempatan dan arah untuk fitur fisik dipastikan. Namun tempat yang paling

penting di Vastu purusha mandala adalah 'Brahamasthana', itu adalah tempat suci (tengah) yang dianggap sesuai untuk keilahian dan ibadah.

Vaastu purusha mandala diikuti oleh semua ahli vaastu dengan struktur desain yang berbeda, termasuk kuil, rumah sakit, rumah, kantor, pabrik, dan lain-lain. Alur Prinsip Desain Vaastu itu sendiri adalah :

1 Perencanaan DenahVaastu (Floorplan)

Perencanaan plot denah memiliki beberapa nilai.

 Grade „A‟

Grade „A‟ memiliki perencanaan denah atau siteplan yang dimana : - Entrance berada di Timur

Gb. II. 6 Layout Vaastu Purusha Mandala sumber : www.vaastu-shastra.com

(46)

commit to user

II - 21 - Ruang Ibadah berada di Timur Laut

- Ruang Tamu berada di Barat Laut

- Dapur / Ruang Makan berada di Tenggara - Ruang Kamar berada di Barat Daya Semua sesuai dengan arah Vaastu.

 Grade „B‟

Grade „B‟ memiliki perencanaan denah atau siteplan yang beberapa memiliki kekurangan tetapi lebih dengan Vastu norma-norma dan cacatnya dapat diabaikan, sedangkan yang lain dapat diralat dimana :

- Entrance berada di arah Utara - Ruang Ibadah berada di arah Timur - Dapur / Ruang Makan berada di Selatan

 Grade „C‟

Gb. II.9. Layout Vaastu Grade C sumber : www.vaastu-shastra.com

(47)

commit to user

II - 22 Merupakan Grade rata-rata dari semua jenis alur floorplan dengan perbedaan lokasi dan penempatan bagian pada sebuah bangunan yang berada di arah yang salah.

 Grade „D‟

Grade D sebagai alur paling buruk menurut Vaastu. Banyak kecacatan yang harus diralat karena tidak baik menurut arah Vaastu.

2 Taman dan Lansekap

Seni taman tidak hanya penting bagi penghuni untuk mendapatkan sehat dan membersihkan suasana tetapi pohon dan tumbuhan yang hijau dan rimbun dapat menghidupkan suasana area tersebut.

Gb. II.10. Layout Vaastu Grade D sumber : www.vaastu-shastra.com

(48)

commit to user

II - 23

B.2.5. Warna

Dinding dianggap sebagai kekuatan bangunan yang juga membutuhkan perhatian yang layak. Warna dipilih untuk dinding harus estetis afektif yang mencerminkan diri batin kita sendiri. Warna dinding mempengaruhi suasana hati dan gaya dan

penampilan rumah.

Para psikolog percaya bahwa warna mempengaruhi rasa dan suasana hati menjadi yang sangat kuat dan berapa banyak waktu yang kita gunakan di dalam ruang kita. Kuning, biru, dan warna hijau sedang menenangkan dan alami yang juga membuat ruang terlihat lebih besar. Kelabu dan hitam adalah halus dan rapi.

Ada kecenderungan menggunakan kontras dalam satu ruangan, tiga sisi dinding memiliki warna yang berbeda dan dinding keempat akan memiliki kontras warna yang sesuai.

a) Merah

Warna merah adalah warna gairah, agresivitas, energi kehangatan, dan semangat. Ini adalah warna merangsang dan aktif, dan karenanya tampak hebat di ruang tamu dan dinning room. Warna yang berbeda dari merah juga akan tampak bagus di kamar karena sehidup lainnya. Warna merah menunjukkan kehangatan dan keberanian dengan memberikan rasa kepercayaan diri. Hal ini lebih berarti dalam wilayah di mana membutuhkan energi dan sering dihindari dalam kamar tidur.

b) Biru

Warna biru adalah yang paling universal disamakan dengan keindahan. Ini adalah warna yang paling menenangkan yang berarti ketenangan dan kepuasan. Warna ini adalah serbaguna dalam mengekspresikan nilai-nilai. Warna biru umumnya lebih disukai untuk wilayah yang lebih luas di mana versi lembut dan ringan diperlukan. Kamar kecil tidak cocok untuk warna biru sesuai dengan desain interior.

c) Hijau

(49)

commit to user

II - 24 Hijau mewakili pertumbuhan, alam dan relaksasi. Warna ini segar dan keceriaan yang membuat Anda merasa rileks dan menenangkan suasana hati Anda. Ini melengkapi dengan warna banding universalnya. Bagus di dapur yang di mana perlu berkonsentrasi dengan baik dan memberikan tampilan dapur Anda rapi dan bersih.

d) Kuning

Kuning mewakili keberanian, kebahagiaan dan optimisme. Tints kuning yang ideal untuk semua ruangan dan membuat ruangan terlihat lebih besar. Ini adalah warna paling alami dan kuat baik dalam nilai dan intens dalam bentuk paling murni. Ini adalah abadi dalam desain interior yang melengkapi dengan hijau dan merah dengan memberikan kesegaran dan keceriaan.

e) Coklat

Coklat adalah warna kepuasan dan kenyamanan. Ini adalah otot dan halus dan membuat pilihan yang baik untuk ruang belajar atau perpustakaan.

f) Ungu

Ungu menunjukkan mewah, martabat dan kemuliaan dan membuat pilihan yang sempurna untuk ruangan tamu atau ruang keluarga yang dapat membuat tamu merasa perlakuan kerajaan.

g) Oranye/Jingga

Jingga menandakan kehangatan, tindakan, kenyamanan dan energi. Oranye akan terlihat bagus di ruang tamu dan ruang tamu, tapi terlalu banyak dari jeruk tidak akan menjadi ide yang baik di rumah. Warna terang oranye dapat digunakan dalam beberapa ruang.

h) Putih

Putih berarti kebersihan, kebaikan, kemurnian, kelapangan dan tak bersalah. Warna putih di kamar yang elegan dan menciptakan rasa mewah. Ini berjalan dengan baik di kamar tidur utama yang akan menenangkan saat lelah.

Gambar

Tabel III.1. Analisis Kegiatan dan Peruangan
Tabel III.3. Analisis Besaran Ruang Penunjang Kelompok Penerimaan
Tabel III.6. Analisis Besaran R. Tinggal Instruktur Yoga
Tabel III.9. Analisis Besaran Ruang Kegiatan Pengelola
+5

Referensi

Dokumen terkait