• Tidak ada hasil yang ditemukan

P6 Rev. Spiritualitas Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "P6 Rev. Spiritualitas Islam"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Spiritualitas Islam

dalam

(2)

Spiritualitas Memenuhi Kebutuhan

Ekonomi: bagaimana memenuhi kebutuhan

Islam adalah seimbang (tawazun) / tengah-tengah

(wasathan)

Kebutuhan: jasmani dan Ruhani

Kebutuhan jasmani : kebutuhan

materi/harta/kekayaan

(3)

Nilai Spiritualitas

Orang (Laki-Laki) yang tidak dilalaikan oleh

perniagaan (bisnis, urusan)

dan tidak (pula) oleh

jual beli

dari

mengingati Alloh, dan (dari)

menegakkan shalat, dan (dari) menunaikan zakat.

Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu)

hati dan penglihatan menjadi goncang (An Nuur: 37)

Nilai Spiritualitas:

1.

Mengingati Allah (dzikrullah)

2.

Menegakkan shalat

(4)

Tijarah & Dzikrullah

Ingat Allah = dzikir

Ketika berniaga/jual beli/bekerja seharusnya senantiasa ingat Allah sehingga akan mencegah

berbuat curang

Kenapa harus ingat Allah? Pemilik hakiki karunia/rizky/kekayaan adalah Allah swt, manusia

mendapat hak, amanah, titipan. Atas dasar itu, sepantasnya ketika akan mengelola

“amanah/titipan” ingat Allah. Salah satu bentuk ingat Allah adalah memohon ijin melalui Bismillah ketika mengelola amanah/titipan

Dzikrullah dalam beberapa ayat lain juga diartikan dengan Al Qur’an

Ketika berniaga/jual beli/bekerja seharusnya berprinsip pada al Qur’an dan berpedoman pada

sunnah hasanah (Rasul saw, sahabat, ‘ulama/fuqaha)

Dzikrullah akan menjadikan beruntung

Carilah karunia Allah dan

ingatlah Allah

sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung, (Al Jumu’ah; 10)

Hai orang-orang yang beriman janganlah hartamu dan anak-anakmu

melalaikan kamu dari

mengingat Allah

. Dan barangsiapa yang berbuat demikian,

(5)

Tijarah & Shalat

Dan apabila mereka melihat

perniagaan (tijarotan)

atau

permainan,

mereka bubar

untuk menuju kepadanya dan

mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah)…….

.al ayat (al Jumu’ah: 11)

Katakanlah: "jika ……….harta kekayaan yang kamu

usahakan

perniagaan (tijarotun)

yang kamu khawatiri

kerugiannya, ………..

lebih kamu cintai dari

Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka

tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya."

(6)

Syi’ir Habib Syeich

(7)

Tijarah & Zakat

Dan pada harta-harta mereka

ada hak untuk orang miskin

yang meminta

dan orang miskin yang tidak mendapat bagian ( Adz Dzariyat: 19)

Dan orang-orang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang

(miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa apa (yang

tidak mau meminta) (Al Ma’arij: 25).

…… maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah

mewajibkan

kepada mereka

membayar zakat

yang diambil dari orang kaya

mereka dan diberikan kepada orang miskin diantara mereka…….

(HR Bukhari Muslim)

Bahwa pada setiap harta seseorang itu ada hak (orang

(8)

Al Baqoroh: 282-283

Hai orang-orang yang beriman (Percaya), apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk

waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Alloh mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur.

 Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada

dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah

saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu

jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Alloh dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu

perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka

sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Alloh; Alloh mengajarmu; dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu (Al Baqarah: 282).

 Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak

memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka

hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Alloh Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan

(9)

Prinsip pencatatan (Akuntansi) tijarah dalam Al Qur’an surat al Baqarah: 282-283

 Perintah penulisan/pencatatan ketika bermuamalah khususnya (meskipun) yang

tidak tunai

Perlunya imlak (saling membaca, mengawasi, memeriksa) pada saat akad (transaksi

tidak tunai).

 Proses pencatatan, imlak dapat diwakilkan kepada wali apabila yang bertransaksi

belum/tidak mampu agar tidak dirugikan dikemudian hari. Wali dalam konteks bisnis/ transaksi saat ini misalnya akuntan dan notaris.

Prinsip pencatatan harus jujur

 Pencatatan secara terus menerus sampai akhir periode berdasarkan jenis/klasifkasi

(janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya).

 Perlu didukung saksi (bukti transaksi) dan harus rangkap (Dua orang saksi, 3 orang

saksi) agar bisa croshcheck – unsur pengendalian internal (jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya)

 adanya saksi/bukti yang rangkap meningkatkan keandalan (lebih menguatkan

persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu.

 dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian atau enggan memberi

keterangan apabila mereka dipanggil (perintah audit)

 Saksi/bukti saling menguatkan tetapi tidak menyulitkan

 transaksi hutang piutang (perlu ada jaminan/tanggungan khususnya yang dalam

(10)

Terkait dengan Al Baqarah 282-283 dalam Tafsir Ibnu Katsir,

diriwayatkan Abu Sulaiman Al Mur’isyi berkata kepada murid-muridnya,

“Tahukah kalian seorang yang teraniaya yang berdo’a kepada Tuhannya tetapi do’anya tidak dikabulkan?

Mengapa demikian? Abu Sulaiman berkata,

“Dia seorang laki-laki yang menjual suatu barang untuk waktu tertentu, tetapi tidak memaki saksi dan catatan. Ketika masa pembayarannya, ternyata si pembeli

mengingkarinya lalu ia berdo’a kepada Tuhannya tetapi tidak dikabulkan”.

“Telah dihadapkan kepada Rasulullah SAW jenazah seorang laki-laki untuk disalatkan. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Sahabat menjawab,

‘Tidak’. Maka, beliau mensalatkannya. Kemudian dihadapkan lagi jenazah lain, Rasulullah pun bertanya, ‘Apakah ia mempunyai utang?’ Sahabat menjawab, ‘Ya’. Rasulullah berkata, ‘Salatkanlah temanmu itu’ (beliau sendiri tidak mau

mensalatkannya). Lalu Abu Qatadah berkata, ‘Saya menjamin utangnya, ya

Rasulullah’. Maka Rasulullah pun menshalatkan jenazah tersebut.” (HR. Bukhari dari Salamah bin Akwa’).

“Dan jika ia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, berilah tangguh sampai ia berkelapangan…” (QS. al-Baqarah [2]: 280)

Dimensi Spritiual

Referensi

Dokumen terkait

Metode ini memiliki keuntungan yaitu peralatannya mudah ditemukan dan pengerjaannya sederhana (Mustofa, 2008). Populasi yang tinggi serta kandungan senyawa alelokimia

Lantas, dicadangkan agar bidang penterjemahan Melayu-Arab dijadikan kajian oleh para sarjana khususnya yang berkait dengan masalah atau pendekatan mahupun strategi yang

Data yang diperoleh untuk mendapatkan gambaran umum yang jelas mengenai objek penelitian, disini peneliti menggunakan data kualitatif, dengan wawancara maupun

Hal ini disebabkan unit penggudangan yang dirancang merupakan bagian dari pabrik biskuit crackers, bukan bagian terpisah dari pabrik yang harus mendirikan gudang di lahan

tidak dikehendaki, misalnya klien membayangkan bersetubuh dengan pelacur yang menderita penyakit Aids yang sangat menjijikkan yang menyebabkan klien. membayangkan dirinya

Proses produksi adalah metode atau teknik untuk membuat suatu barang atau jasa bertambah nilainya dengan menggunakan sumber tenaga kerja, mesin, bahan baku, bahan tambahan dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebutuhan luas area gudang produk jadi dan merancang tata letak usulan gudang produk jadi, yang dapat mempermudah proses

Dalam rangka Pelaksanaan Tugas dan dengan di tetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara