MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM DAN SISTEM PENILAIAN
PENDIDIKAN DASAR
Makalah Pendidikan ini
Disusun oleh Dosen untuk Perpustakaan Kampus
STAI Sukabumi
Disusun Oleh :
Cecep Hilman, S.Pd.I, M.Pd
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
SUKABUMI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Lembaga pendidikan yang bermutu merupakan harapan kita bersama. Hal ini dapat terwujud apabila didukung oleh pemimpin yang paham tentang manajemen karena salah satu aspek terpenting yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan adalah kepemimpinan dan manajemen mutu dari kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga tersebut.
Dengan kepala sekolah yang profesional menurut Mulyasa (2013) akan memberikan dampak positif dan perubahan yang cukup mendasar dalam pembaruan sistem pendidikan di sekolah. Dampak tersebut antara lain terhadap efektifitas pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, budaya mutu, teamwork yang kompak, cerdas dan dinamis, kemandirian, partisipasi warga sekolah dan masyarakat, keterbukaan (transparansi) manajemen, kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik), evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan, akuntabilitas, dan sustainabilitas.
Keberhasilan atau kesuksesan pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola organisasi pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controlling) terhadap semua operasional di tingkat satuan pendidikan yang dia pimpin. Jadi jelas bahwa keberhasilan sekolah dalam meraih mutu pendidikan yang baik banyak ditentukan melalui peran manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah.
keinginan masyarakat. Agar keinginan tersebut tercapai, maka sangat dibutuhkan seorang pemimpin pendidikan yang kaya ide, dan berani mengambil keputusan-keputusan strategis.
Keputusan-keputusan strategis dan pengembangan ide dari kepala sekolah tentunya berkaitan dengan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.
Seluruh proses pendidikan serta arahan dari suatu lembaga pendidikan dapat terlihat dari kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Dan hasilnya dapat dilihat dari sistem penilaiannya. Oleh karena itu manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah sangat diperlukan dalam pengembangan kurikulum dan sistem penilaian ini.
Seorang kepala sekolah tentunya harus dapat memanaj, memimpin dan mempertanggung jawabkan lembaganya dalam upaya meraih tujuan yang sudah disepakati bersama. Pertanggung jawabannya tentunya bukan hanya terhadap atasannya, para orangtua siswa atau seluruh keluarga lembaga pendidikan yang dia pimpin, namun yang paling utama tentunya dapat mempertangguny jawabkan kepemimpinannya dihadapan Alloh SWT. Karena sebagimana disebutkan dalam salah satu hadits :
Dengan mengetahui serta menerapkan manajmen dan kepemimpinan yang baik, maka seorang kepala sekolah akan berhasil mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan akan dapat mempertanggungjawabkan kepemimpinannya baik dihadapan makhluk apalagi dihadapan Alloh SWT.
B.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :
1. Apa hakikat manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah?
2. Bagaimana Implementasi kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar?
3. Apa peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan leader dalam implementasi kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar?
4. Bagaimana Kepala Sekolah memperdayakan Tenaga Pendidik dan masyarakat dalam implementasi kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui hakikat manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah.
2. Untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar.
3. Untuk mengetahui apa peran Kepala Sekolah sebagai manajer dan leader dalam implementasi kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar. 4. Untuk mengetahui bagaimana Kepala Sekolah memperdayakan Tenaga
D. MANFAAT PENULISAN
Laporan makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoretis, berguna sebagai pengetahuan tentang Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam implementasi kurikulum. Secara praktis laporan makalah ini diharapkan : 1. Bermanfaat bagi penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan
konsep keilmuan khususnya tentang matakuliah Manajemen kurikulum dan Sistem Penilaian Pendidikan Dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah
Secara etimologi, kata manaj merupakan kata kerja dari manajemen yang berasal dari bahasa latin, “manus”, yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata tersebut digabung menjadi kata kerja manager yang artinya menangani. Managere di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan manajemen. Maka management diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Ini menunjukan bahwa manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen yang berasal dari bahasa Inggris: management dengan kata kerja to manage, diartikan secara umum sebagai mengurusi atau kemampuan menjalankan dan mengontrol suatu urusan atau “act of running and controlling
a business” (Oxford, 2005).
Secara umum Manajemen diartikan sebagai proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan yang dilakukan melalui pengkoordinasian dengan orang lain, menggunakan metoda yang efektif dan efisien, untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Field Manual 22-100.”The art of influencing and directing meaninsuch
away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal
cooperation in order to accomplish the mission” (Field Manual 22-100). Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang-orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara loyal untuk menyelesaikan tugas. Dengan demikian, kepemimpinan seyogianya melekat pada diri pemimpin dalam wujud kepribadian (personality), kemampuan (ability), dan kesanggupan (capability) guna mewujudkan kepemimpinan bermutu atau Total Quality Management
(TQM).
Kepemimpinan adalah unsur penting dalam TQM. Dikatakan bahwa, pemimpin yang efektif menurut konsep TQM adalah pemimpin yang sensitif atau peka terhadap adanya perubahan dan pemimpin yang melakukan pekerjaannya secara terfokus.Dalam konsep TQM, memimpin berarti menentukan hal-hal yang tepat untuk dikerjakan, menciptakan dinamika organisasi yang dikehendaki agar semua orang memberikan komitmen, bekerja dengan semangat dan antusias untuk mewujudkan hal-hal yang telah ditetapkan.
Tentu saja, tidak satupun teori kepemimpinan yang memadai untuk semua dimensi kepemimpinan suatu penampilan yang sukses, tidak ada seperangkat standar administrasi yang berhubungan dengan keterampilan, dan penempatan yang sesuai akan memecahkan setiap masalah yang dihadapi para Kepala Sekolah saat ini. Namun, Skils for Succesful 21st Century School Leader
menyediakan titik awal yang baik dengan melakukan sintesis penelitian umum menjadi seperangkat standar yang berguna serta keterampilan, begitu juga penyajian diskusi yang cermat pada setiap penelitian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya : Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang
Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.
Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.
Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang
diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Kepemimpinan pada hakekatnya adalah:
1) Proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upayamencapai tujuan organisasi;
2) Seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan,kehormatan, dan kerja sama yang bersemangat untuk mencapai tujuan bersama;
3) Kemampuan untuk mempengaruhi, member inspirasi, dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan; 4) Melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut, dan situasi tertentu;
5) Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial, karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu di dalam situasi sosial suatu kelompok/ organisasi. Fungsi kepemimpinan memiliki dua dimensi seperti :
1) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat kemampuan mengarahkan (direction) dalam tindakanatau aktivitas pemimpin.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan (support) atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kelompok/organisasi.
Mulyasa (2013) mengemukakan bahwa paradigma baru yang diharapkan dari kepala sekolah dalam mendorong visinya menjadi aksi, sedikitnya kepala sekolah harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Dan dalam persfektif ke depan kepala sekolah juga harus berperan sebagai figur dan mediator. Jadi pekerjaan sekolah tidak hanya EMASLIM, tetapi berkembang menjadi EMASLIM-FM. 1) Kepala sekolah sebagai Educator (Pendidik)
2) Kepala sekolah sebagai Educator (Pendidik) 3) Kepala sekolah sebagai Manajer
4) Kepala sekolah sebagai Administrator 5) Kepala sekolah sebagai Supervisor 6) Kepala sekolah sebagai Leader 7) Kepala sekolah sebagai Inovator 8) Kepala sekolah sebagai Motivator
9) Kepala sekolah sebagai Educator (Pendidik)
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan.Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
1) Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory)
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
Kecerdasan
mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien. Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
2) Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal, yaitu:
o Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang
menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
3) Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
4) Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
5) Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Kepemimpinan kepala sekolah sangat berperan dalam peningkatan
mutu suatu lembaga sekolah. Pengukuran mutu merupakan elemen esensial yang seharusnya dimulai dari sejak perencanaan.Pengukuran kinerja merupakan aspek yang kritis karena melalui pengukuran kita akan dapat menganalisis efektivitas peningkatan mutu proses dan akuntabilitas institusi yang telah menggunakan sumber daya publik.(TQM in Education Edward Sallis: 2002)
Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.
anggaran. (4) Melaksanakan supervisi dan evaluasi pemenuhan target proses dan pencapaian sebagai input bagi perencanaan pada siklus berikutnya.
Pengukuran kinerja merupakan komponen sistem yang sangat strategis dalam penerapan standar, dengan melaksanakan pengukuran, kita dapat menganalisis efektivitas peningkatan mutu proses dan akuntabilitas institusi yang telah menggunakan sumber daya publik. (TQM in Education Edward
Berbicara masalah peningkatan mutu pendidikan memang sangat kompleks dan majemuk karena antara faktor yang satu dengan lainnya saling mempengaruhi.Namun faktor kunci yang paling dominan adalah pimpinan dalam hal ini kepala sekolah. Mutu sekolah yang diharapkan, tentulah kita akan menginginkan sesuatu yang ideal. Ideal maksudnya memenuhi standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal sekolah yang dikategorikan bermutu.Kepemimpinan sekolah yang ideal adalah kepala sekolah memenuhi standar kompetensi kepala sekolah.Seorang kepala sekolah harus mempunyai kemampuan manjerial sekolah yang baik serta mempunyai peranan sebagai educator, manager, administrator supervisor, leader, innovator dan motivator.
kepemimpinan. Merekaberpendapat bahwa gaya kepemimpinan tertentu dapat mengantarkan institusi pada revolusi mutu, sebuah gaya yang mereka singkat dengan MBWA (management by walking about) atau manajemen dengan melaksanakan. Konsep MBWA ini menekankan pentingnya kehidupan pemimpin dan pemahaman akan pandangan mereka terhadap karyawan dan proses institusi. Keinginan untuk bermutu, untuk unggul tidak bisa dikomunikasikan dari balik meja. Petters dan Austin (Sallis, 2006: 170-171) memberikan pertimbangan spesifik pada kepemimpinan pendidikan dalam sebuah bab yang berjudul Excellence in School Leadership.
Mereka memandang bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan membutuhkan perspektif-perspektif sebagai berikut:
Visi dan Simbol-simbol. Kepala sekolah harus mengkomunikasikan nilai-nilai institusi kepada para staf, para pelajar, dan kepada komunitas yan lebih luas.
MBWA adalah gaya kepemimpinan yang dibutuhkan bagi sebuah institusi. Untuk para pelajar. Istilah ini sama dengan “dekat dengan pelanggan”. Ini
memastikan bahwa institusi memiliki fokus yang jelas terhadap pelanggan utamanya.
Otonomi, eksperimentasi, dan antisipasi terhadap kegagalan. Pemimpin pendidikan harus melakukan inovasi di antara staf-stafnya dan bersiap-siap mengantisipasi kegagalan yang mengiringi inovasi tersebut.
Menciptakan rasa kekeluargaan. Pemimpin harus menciptakan rasa kekeluargaan di antara para pelajar, orang tua, guru, dan staf institusi. Ketulusan, kesabaran, semangat, intensitas, dan antusiasme adalah
sifat-sifat yang merupakan mutu personal esensial yang dibutuhkan pemimpin lembaga pendidikan.
Mutu pendidikan merupakan isu yang sangat penting dan kompleks karena melibatkan berbagai komponen dan dimensi yang saling berkaitan satu sama lainnya, mencakup konteks dan proses yang terus berkembang, dalam konteks pendidikan khususnya di sekolah. Secara umum dapat dinyatakan bahwa kunci mutu pendidikan nasional terletak pada mutu pendidikan (sekolah) dan kunci mutu sekolah terletak pada mutu kegiatan belajar mengajar di kelas.Mutu kegiatan belajar mengajar pada akhirnya diukur dari mutu hasil belajar yang dicapai siswa.Pada hakekatnya sekolah sebagai sebuah system yang harus dikembangkan secara terus menerus dan menjadi sistem yang utuh dan mandiri dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sistem sekolah itu tidak dapat dipisahkan dari komponen-komponen yang lainnya yang berada dalam sekolah harus memahami bagaimana kinerjanya akan berpengaruh pada kinerja orang lain dan yang paling penting bahwa setiap individu harus mampu bekerjasama untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan khususnya hasil belajar. Peningkatan kualitas belajar siswa merupakan sebuah upaya kolektif dan tanggung jawab bersama dari semua komponen yang ada di sekolah dimana dalam pencapaiannya diperlukan kemampuan, kemauan, dan komitmen yang tinggi.
Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah memiliki tanggung jawab yang tinggi dan penuh, secara langsung dalam membangun komitmen dan bekerja sama dengan semua komponenkomponen di sekolah daam upaya pengembangan mutu pendidikan tersebut. Tanpa adanya suatu upaya untuk membangun komitmen yang tinggi diantara komponen-komponen tersebut, terutama oleh kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah maka upaya pengembangan mutu pendidikan hanya sebagai hayalan belaka.
program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah dalam menetapkan tujuan program disesuaikan dengan visi dan misi sekolah yang di dalamnya merupakan fundamental sekolah berlandaskan landasan pendidikan, undang-undang dan peraturan, tantangan masa depan, nilai dan harapan masyarakat. Kemudian juga kepala sekolah memperhatikan tantangan-tantangan nyata dan output sekolah dalam menetapkan tujuan sekolah.
Kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif prakarsa menuangkan tujuan sekolah dalam strategi kepemimpinan pengembangan mutu sekolah.Tentunya juga dalam realisasi pembentukan program, kepala sekolah berlandaskan nilai-nilai idealism yang diterapkan dalam strategi kepemimpinannya dimana tertuang dalam teori, baik terkait konsep manajemen, kepemimpinan maupun budaya mutu. Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu akan ditunjukkan sejauhmana sekolah tersebut memungkinkan dalam mencapai suatu keberhasilan pendidikan.
Sementara itu dalam PP Nomor 19 disebutkan pemimpin sekolah, harus memiliki kompetensi sebagai berikut:
a. Memiliki kualifikasi sebagai pendidik (Pasal 28).
b. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan (Pasal 38). c. Memiliki kualifikasi sebagai pengawas (Pasal 39).
d. Memiliki kemampuan mengelola dan melaksanakan satuan pendidikan (Pasal 49).
e. Memiliki kemampuan menyusun program (Pasal 52) f. Memiliki kemampuan menyusunperencanaan (Pasal 53).
Tugas manajerial seorang pemimpin juga harus dapat memanage pembiayaan pendidikan dengan merujuk dari PP Nomor 19 tahun 2005 pasal 62 yang menyebutkan bahwa standar pembiayaan sebagai berikut : 1) Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal, 2) Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaansarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap, 3) Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisamengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan, 4) Biaya operasi satuanpendidikan meliputi ; a) gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji, b) bahan dan peralatan pendidikan habis pakai, dan c) Biaya operasional pendidikan pendidikan tak langsung berpa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dan lain sebagainya.
Peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan harus dilakukan pimpinan sesuai dengan amanat PP No. 19 tahun 2005 pasal 42 yang menyebutkan bahwa standar sarana dan prasarana sebagai berikut : (1) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan peralatan lain yang menunjang proses belajar yang teratur dan berkelanjutan, (2) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang laboratorium, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruangbengkel, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, tempat ibadah, tempat bermain, tempat rekreasi, dan tempat lain yang menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
menggunakan statistik mutu (statistical process control) yang memuatinformasi tentang rata-rata mutu pendidikan, standar deviasi/simpangan baku dari mutu pendidikan di sekolah.Pengendalian mutu dapat diartikan sebagai proses manajerial yang di dalamnya terkandung hal-hal (1) melakukan evaluasi terhadap kinerja nyata, (2) proses membandingkan kinerja nyata dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, dan (3) melakukan tindakan-tindakan/aksi-aksi atas perbedaan-perbedaan yang dapat ditemukan. Dalam melaksanakan pengendalian mutu, strategi pengendalian mutu kearah peningkatan mutu pendidikan secara implementatifpengawasan/pengendaliannya diarahkan pada optimalisasi komponen pendidikan.Tujuannya adalah mendorong kearah terciptanya situasi yang kondusif dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
B. Implementasi Kurikulum dan Sistem Pendidikan Dasar
Struktur kurikulum pada dasarnya merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai siswa sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum tersebut. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan local dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi pada 10 mata pelajaran.
Selain terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi siswa, dalam struktur kurikulum pendidikan dasar terdapat muatan lain, yaitu muatan local dan kegiatan pengembangan diri. Muatan local merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Kegiatan pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap siswa sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier siswa.
C. Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dan Leader dalam Implementasi Kurikulum Dan Sistem Penilaian Pendidikan Dasar
Sebagai pimpinan satuan pendidikan tingkat dasar dalam pelaksanaanya di lapangan, kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi manajerial sebagai berikut:
1. Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan:
perencanaan orpariosanal, perencanaan tahunan, maupun rencana angaran pendapatan dan belanja sekolah,
Mampu menyusun rencana strategis (renstra) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan kebijakan pendidikan nasional, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan strategis yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencara strategis baik
Mampu menyusun rencana operasional (Renop) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana strategis yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan renop yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana operasional yang baik.
Mampu menyusun rencana tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana tahunan yang baik.
Mampu menyusun rencana anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik.
Mampu menyusun perencanaan program kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan program yang baik.
Mampu menyusun proposal kegiatan melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip-prinsip penyusunan proposal yang baik.
2. Mampu mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan: Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam
Mampu mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
Mampu mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik. Menempatkan personalia yang sesuai dengan kebutuhan
Mampu mengembangan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik
Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tepat jumlah, dan tepat persebaran.
Mampu mengembangkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan bakat perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan
3. Mampu memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan program strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf.
Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan rencana untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah
Mampu berkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan
Mampu melengkapi guru dan staf dengan keterampilan-keterampilan profesional agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing
Mampu melengkapi staf dengan ketrampilan-ketrampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaharui untuk kemajuan sekolahnya
Mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah
Mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat
Mampu menerapkan manajemen konflik
4. Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf berdasarkan rencana pengembangan sekolah
Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah
Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf
Mampu melaksanakan mutasi dan promosi guru dan staf sesuai kewenangan yang dimiliki sekolah
Mampu mengelola pemberian kesejahteraan kepada guru dan staf sesuai kewenangan dan kemampuan sekolah
5. Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal:
Mampu mengelola pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Mampu mengelola pemeliharaan fasilitas baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah
Mampu mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistem pembukuan yang berlaku.
Mampu mengelola kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah
6. Mampu mengelola hubungan sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah:
Mampu merencanakan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
Mampu melakukan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
Mampu memelihara hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa:
Mampu mengelola penerimaan siswa baru terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru sesuai dengan kebutuhan sekolah
Mampu mengelola penempatan dan pengelompokan siswa dalam kelas sesuai dengan maksud dan tujuan pengelompokan tersebut.
Mampu mengelola layanan bimbingan dan konseling dalam membantu penguatan kapasitas belajar siswa
Mampu menyiapkan layanan yang dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan
Mampu mengembangkan sistem monitoring terhadap kemajuan belajar siswa
Mampu mengembangkan sistem penghargaan dan pelaksanaannya kepada siswa yang berprestasi
8. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional:
Menguasai seluk beluk tujuan nasional, tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, regional, dan lokal secara tepat dan kompherensif sehingga memiliki sikap positif akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut sebagai arah penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi lulusan dan kompetensi dasar.
Memiliki wawasan yang tepat dan komprehensif tentang kedirian peserta didik sebagai manusia yang berkarakter, berharkat, dan bermartabat, dan mampu mengembangan layanan pendidikan sesuai dengan karakter, harkat, dan martabat manusia.
Memiliki pemahaman yang komprehensif dan tepat, dan sikap yang benar tentang esensi dan tugas profesional guru sebagai pendidik
Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga memiliki sikap positif terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan
Mampu mengembangkan rencana dan program pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan
Menguasai metode pembelajaran efektif yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional sesuai dengan materi pembelajaran
Menguasai teknik-teknik penilaian hasil belajar dan menerapkannya dalam pembelajaran
Mampu menyusun program pendidikan per tahun dan per semester
Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester
Mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi program pembelajaran dan melaporkan hasil-hasilnya kepada stakeholders sekolah.
9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien:
Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.
Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit usaha sekolah.
Mampu mengkoordinasikan pembelanjaan keuangan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan berdasarkan asas prioritas dan efisiensi
Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
10.Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah:
Mampu mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku
Mampu mengelola administrasi sekolah yang meliputi administrasi akademik, kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan hubungan sekolah-masyarakat
Mampu mengelola administrasi kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya
11.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah:
Mampu mengelola laboratorium sekolah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran siswa
Mampu mengelola bengkel kerja agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran keterampilan siswa
Mampu mengelola usaha kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan
Mampu mengelola kantin sekolah berdasarkan prinsip kesehatan, gizi, dan keterjangkauan
Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit usaha maupun sebagai sumber belajar siswa
Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber belajar yang diperlukan oleh siswa
12.Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah:
Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak
Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan
produktif) di kalangan warga sekolah
13.Mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran siswa:
Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga menciptakan suasana nyaman, bersih dan indah
Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima
14.Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan:
Mampu mengembangkan prosedur dan mekanisme layanan sistem informasi
Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan
Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah
Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan sekolah
Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah:
Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah
Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai alat pembelajaran
15.Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber belajar sisiwa:
Mampu merencanakan kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah
Mampu membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional dan akuntabel
Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan
16.Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku:
Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah
Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah
Sebagai contoh Kepala Sekolah dalam administrasi dalam menunjang kinerja kepala sekolah yang baik, sesuai dengan panduan yang berlaku dalam format panduan atau administrasi harus memiliki administrasi sebagai berikut:
1) Administrasi Pengajaran.
Administrasi pengajaran yang harus dimiliki adalah: a. Daftar Pembagian Tugas Mengajar
b. Buku Pemeriksaan Persiapan Mengajar c. Buku Penyelesaian Kasus Di Sekolah d. Buku Hubungan Kemasyarakatan e. Persiapan Mengajar
f. Buku Program Bimbingan
g. Buku Pencapaian Target Dan Daya Serap Kurikulum h. Daftar Penyerahan Buku Nilai Hasil Belajar
i. Buku Kunjungan Pengawas Ke Sekolah j. Buku pengaduan, masukan, Kritik, dan saran k. Buku Notulen Rapat Guru/Komite
2) Administrasi kesiswaan. Yang harus dimiliki kepala sekolah dalam administrasi kesiswaan adalah:
a. Buku Calon Peserta Didik Baru b. Buku Peserta Didik Baru
c. Buku klapper (buku daftar nama siswa berdasarkan abjad) d. Papan Absen Harian Siswa
e. Papan rekapitulasi absensi harian siswa (di ruang kepala sekolah) f. Buku Rekap Mutasi Siswa
D. Peran Kepala Sekolah dan Memberdayakan Tenaga Pendidik dan Masyarakat dalam Implementasi Kurikulum dan Sistem Penilaian Pendidikan Dasar.
Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memberdayakan tenaga pendidik dan masyarakat dalam segala bidang, termasuk dalam implementasi kurikulum sebagai jantungnya sekolah dan sistem penilaian untuk memperoleh gambaran mengenai output dan outcome dari suatu lembaga pendidikan.
Menurut Mulyasa (2013) Custetter telah memberikan konsep yang lengkap dalam pengembangan sumber daya manusia (PSDM). Secara oprasional penerapan konsep Custetter dalam pengembangan tenaga kependidikan di Indonesia dapat diidentifikasi ke dalam strategi umum dan strategi khusus.
BAB III
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. SIMPULAN
Kepemimpinan itu adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentuuntuk tujuan bersama. Artinya terjadi proses interaksi antara pemimpin, yang dipimpin, dan situasi. Kepemimpinan seyogianya melekat pada diri pemimpin dalam wujud kepribadian (personality), kemampuan (ability), dan kesanggupan (capability) guna mewujudkan kepemimpinan bermutu atau Total Quality Management (TQM).
Kesuksesan untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik tergantung kepada kepemimpinan yang kuat dari masing-masing kepala sekolah, hal ini senada dengan pendapat Mulyasa (2013) mengemukakan bahwa fungsi pemimpin adalah educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, morivator, serta harus dapat berperan sebagai figur serta mediator yang sering disingkat dengan EMASLIM-FM.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Abad 21, hendaklah:
1) Terampil mewujudkan tujuan pendidikan nasional untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2) Mengasah keterampilan guru abad 21 yang kompeten mengembangkan potensi
peserta didik.
3) Melek teknologi dan informasi.
4) Terampil berkolaborasi, kompromis, dan membangun kerja sama tim.
5) Terampil berkomunikasi yang didukung dengan kekuatan daya baca, menulis, mengekspesikan pikiran melalui berbagai media untuk berbagai orang.
7) Terampil menggunakan ilmu pengetahuan dan informasi terbaru untuk memcahkan masalah.
8) Mendemostrasikan berwawasan global, membangun kapasitas diri di luar kelas, menjadi pribadi yang berdisiplin, memiliki daya inisitif yang tinggi, serta bertanggung jawab terhadap pribadi kepentingan bangsa.
B. REKOMENDASI
Berdasarkan pada uraian tersebut di atas, maka penulis merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:
1. Dalam membuat suatu rencana atau manajemen pendidikan hendaknya para pemimpin memahami keadaan atau kemampuan yang dimiliki oleh para bawahannya, dan dalam pembagian pemberian tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
2. Pemimpin hendaknya memahami betul akan tugasnya sebagai seorang pemimpin.
3. Dalam melaksanakan akvititasnya baik pemimpin ataupun yang dipimpin menjalin suatu hubungan kerjasama yang saling mendukung untuk tercapainya tujuan organisasi atau instansi.
4. Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
5. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.
DAFTAR PUSTAKA
1) Skills for Successful 21stCentury School Leaders,
2) School Leadership for the 21st Century: A Competency and Knowledge Approach,
3) Menjadi kepala sekolah profesional, Dr. E. Mulyasa, M.Pd. 4) Dokumen Pemerintah (UU dan PP)