• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Gambar

Table 2.1 Perbedaan antara perkerasan kaku dan perkerasan lentur.
Gambar 2.1 Corrugation (keriting)
Gambar 2.2a Alur (Rutting)              Gambar 2.2b Alur (Rutting)
Gambar 2.3 Sungkur (Shoving)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penambahan bahan polimer pada aspal yang bersifat plastomer dapat meningkatkan kekuatan tinggi dalam campuran aspal polimer. Pada sisi lain, bahan yang bersifat

kerusakan-kerusakan ringan pada permukaan perkerasan tahap pertama, namun kualitas lapis pondasi dan lapis pondasi bawah harus tetap baik sesuai dengan persyaratan yang

Jenis kerusakan retak fatik dilihat berdasarkan nilai regangan tarik horizontal pada lapis permukaan aspal bagian bawah akibat beban pada permukaan perkerasan dan

Konstruksi perkerasan jalan terdiri dari lapis permukaan, lapis pondasi atas, lapis pondasi bawah dan tanah dasar. Lapis permukaan biasanya terdiri dari campuran

Dengan jumlah aspal dalam campuran beton aspal yang sama banyak, maka selimut aspal lebih tipis akan terjadi pada campuran dengan agregat yang memiliki pori- pori lebih

Latasir adalah lapis penutup permukaan jalan yang terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya dan aspal keras yang dicampur, dihamparkan dan dipadatkan dalam

Lataston (lapis tipis aspal beton) atau Hot rolled sheets (HRS), yaitu lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi menerus, material pengisi (filler), dan

Penurunan kadar aspal dalam campuran menyebabkan lekatan antara butiran agregat berkurang sehingga terjadi pelepasan butiran (revelling) dan pengelupasan permukaan (stripping)