NARACA SUMBER DAYA MINERAL DAN CADANGAN
PT . SRIYUDI ALAM PERKASA
PENAMBANGAN PASIR BANGUNAN DIDESA MENTIGI – MEMBALONG
PT.SRIYUDI ALAM PERKASA
DI DUSUN MEMPIU RT.05 CERUCUK BADAU
KATA PENGANTAR
Penyusunan neraca sumber daya dan cadangan ini dilakukan upaya untuk memberikan gambaran mengenai potensi sumber daya dan cadangan pasir yang ada di dalam IUP-OP PT. Sriyudi Alam Perkasa sehingga dapat diketahui potensi pasir bangunan.
Salah satu usaha pertambangan diwilayah ini adalah pertambangan pasir bangunan yang dikelolah oleh PT. Sriyudi Alam Perkasa di desa Mentigi Kecamatan Membalong dengan luas areal 24,51 hektar.
Berdasarkan undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, untuk memperpanjang izin usaha pertambangan diwajibkan menyampaikan naraca sumber daya mineral dan cadangan. Penyusunan laporan ini dilakukan oleh PT. Sriyudi Alam Perkasa dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh instansi terkait.
Atas bantuan dan kerjasama semua pihak selama laporan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Tanjungpandan , Februari 2012 PT. Sriyudi Alam Perkasa
YESSI WIJAYA DIREKTUR
PT.SRIYUDI ALAM PERKASA
DI DUSUN MEMPIU RT.05 CERUCUK BADAU
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i Daftar Isi ... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Maksud dan Tujuan ... 2 BAB II KEGIATAN PRODUKSI
2.1 Aktifitas Pertambangan ... 3 2.2 Produksi pasir bangunan ... 5 BAB III NERACA SUMBER DAYA MINERAL DAN CADANGAN
3.1 Neraca Sumber Daya Mineral dan cadangan ... 6
BAB IV KESIMPULAN ... 8
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT. Sriyudi Alam Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam penambangan dan pengelolahan pasir bangunan di Kabupaten Belitung. Dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen, perusahaan membuka penambangan di Desa Mentigi Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Adapun luas areal penambangan mencapai 24,51 hektar dengan ketebalan pasir bangunan bervariasi dari 2,0 – 4,0 meter.
Kapasitas penambangan pasir bangunan mencapai 15.000 – 20.000 ton per bulan pasir bangunan atau serta dengan 240.000 ton pertahun. Pasir yang dihasilkan dari pengelolah pasir bangunan memiliki kualitas yang baik, karena selain tercuci dalam proses pengolahan juga merupakan material yang didominasi kwarsa (SiO₂) sehingga merupakan bahan yang bersifat keras dan tahan panas.
Karenaitu dengan tersedianya pasardalam bentuk penggunaan pasir kasar tersebut (pasir bangunan) untuk pekerjaan pembangunan jalan, konstuksi di jawa khususnya di jakarta.
Untuk hal tersebut, PT. Sriyudi Alam Perkasa selama ini telah memegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang dikeluarkan oleh Bupati Belitung denga Nomor : 078/IUP-OP/DPE/2010. Besarnya permintaan / kebutuhan pasir bangunan yang dihasilkan dalam pertambangan PT . Sriyudi Alam Perkasa membuat pihak perusahaan berupaya untuk memperpanjang Izin Usaha Pertambangan pasir bangunan tersebut.
Untuk itu, sesuai dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 2009, PT. Sriyudi Alam Perkasa diwajibkan menyusun naraca daya dan cadangan pengusahaan pasir bangunan .
1.2. Maksud dan Tujuan
Penyusunan neraca sumber daya dan cadangan ini dilakukan dalam upaya untuk memberikan gambaran mengenai potensi sumber daya dan cadangan pasir bangunan yang ada didalam IUP-OP PT. Sriyudi Alam Perkasa sehingga dapat dilakukan potensi pasir bangunan. Selain itu penyusunan di maksudkan untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan perundangan dibidang pertambangan sumberdaya mineral.
Sedangkan tujuan penyusunan dilakukan agar dapat menjadi rujukan dan pertimbangan bagi pihak pemerintahan dalam menerbitkan Izin Usaha Pertambangan dan dapat memperkirakan potensi sumber daya dan cadangan pasir bangunan.
BAB II.
KEGIATAN PRODUKSI
2.1 Aktifitas Pertambangan dan Tailingnya.
Penambangan pasir bangunan PT. SAP dilakukan dengan menggunakan peralatan berat seperti alat gali muat (ekscavator), wheel loader dan dumptruck. Adapun teknis penambangan dengan kombinasi ekscavator sebagai alat gali muat dan dumptruck untuk pengangkut.
Kegiatan penambangan pasir bangunan ini yang telah dilakukan oleh perusahaan terdiri dari beberapa tahapan, yakni :
a. Tahap pembukaan lahan/land clearing
Pada tahap ini dilakukan pembukaan lahan dengan melakukan pembersihan tanaman yang berada pada lokasi yang akan ditambang. Peralatan yang digunakan pada tahapan ini adalah Buldozer, Excavator. Luas lahan yang akan dilakukan pembersihan disesuaikan dengan rencana penambangan atau Blok penambangan. Pada kegiatan pembersihan ini dilakukan secara bertahap per 2 hektar.
b. Setelah dilakukan pembersihan lahan pada beberapa blok penambangan maka dilakukan tahapan pengupasan tanah penutup. Kegiatan pengupasan tanah penutup dilakukan dengan menggunakan peralatan Exscavator, Dump Truck. Pengupasan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan blok penambangan yang sudah ditetapkan. Ketebalan lapisan tanah penutup berkisar 0,5 – 1,5 meter .
Lapisan tanah penutup yang telah dikupas selanjutnya diangkut ke lahan khusunya untuk diamankan dan dapat dipergunakan untuk kegiatan reklamasi. Kegiatan pemindahan tanah penutup dengan menggunakan dump truc.
c. Tahap penggalian
Sebelum dilakukan penggalian terlebih dahulu dilakukan pemboran, dimana dari hasil pemboran tersebut didapat kondisi sebaran dan ketebalan crude Pasir bangunan. Disamping itu juga untuk mempermudah dalam menentukan arah penambangan/penggalian.
Didalam proses penggalian ini dapat dilakukan secara bertahap, untuk penggalian ini dapat dilakukan dengan melakukan penambangan perblok untuk sebaran bahan galian yang tidak merata. Untuk penggalian perblok ini sistem penggaliannya dapat dilakukan back filling dimana blok yang sudah ditambang dapat dilakukan penimbunan dengan lapisan tanah penutup.
Perusahaan melakukan penambangan dengan tiga blok penambangan, agar kemajuan tambang diketahui secara berkala. Penggalian dilakukan dengan 2( dua) unit Excavator untuk melayani 10 unti Dump Truck. Setelah crude pasir bangunan digali oleh excavator selanjutnya di muat kedalam dump truck untuk diangkut menuju ke tempat pencucian untuk memisahkan pasir bangunan dengan tailing yang berupa akar-akar pohon. Selanjutnya di angkut menuju stock pile atau pelabuhan. Kegiatan pencuian ini menggunakan sakhan untuk tempat pencucian dan menggunakan media air yang disemprotkan melalui pipa-pipa yang berasal dari mesin hisap air. Dengan prinsip gravitasi crude pasir mengalir dan dipisahka dari tailing
2.2 Produksi pasir bangunan
Kegiatan penambangan oleh perusahaan dalammengekploitasi bahan galian pasir bangunan dimulai pada bulan Nopember tahun 2011. Hal ini dikarenakan permintaan bahan galian pasir bangunan dilakukan untuk kebutuhan dalam negeri dengan tujuan jakarta.
Sedangkan data produksi pasir bangunan yang dihasilkan dari kegiatan penambangan, yaitu :
Table produksi pasir bangunan
Jumlah (Ton) jumlah (Ton)
No. Bahan galian Ags 2011 Sept 2011 Okto 2011 Nop 2011 Des 2011 Jan 2012
1. Pasir bangunan - - - 2.474 12.578 5.951
BAB III.
NERACA SUMBERDAYA DAN CADANGAN
3.1. Neraca Sumber daya dan Cadangan
Neraca sumber daya mineral cadangan dalam pertambangan pasir PT. Sriyudi
Alam Perkasa merupakan upaya untuk mengetahui besarnya recovery (perolehan) dalam setiap tahapan pertambangan yang dilakukan. Dalam permasalahan penambangan pasir bangunan hal ini tidak terlepas dai asal mula produksi pasir bangunan yang menghasilkan pasir material lainnya seperti digambarkan di bawah ini :
Rec. 90 -95 %
Rec 5 – 10 %
Dari gambar diatas dapat diketahui udaha pertambangan pasir bangunan memiliki recovery (perolehan) apsir bangunan sebesar 90 -95 % dari tiap umpan crude yang masuk ke sakhan pencucian.
Dilahan IUP-OP tersebut diperkirakan masih memiliki potensi bahan galian, sebagai berikut :
NERACA SUMBER DAYA MINERAL DAN CADANGAN 6 | Page Penambangan
pasir bangunan
Pasir bangunan
Tailing (berupa akar-akar Pohon )
- Luas areal : 24, 51 Hektar
- Ketebalan crude : 2 – 4 Meter
- Recovery lahan : 90 %
- Volume Crude pasir : 882.360 M3
- Produksi per bulan :12.000 – 15.000 M3
Dari rencana produksi sebulan 12.000 – 15.000 M3 diperoleh produksi pasir bangunan per tahun sebesar 144.000 – 180.000 M3, sehingga dengan potensi cadangan 880.360 diperkirakan masa umur tambang adalah 5 tahun.
Tabel naraca sumber daya mineral dan cadangan
No Tahun produksi Produksi (M3)
1 2 3 4 5 I II III IV V 180.000 180.000 180.000 180.000 160.360
DIAGRAM NERACA SUMBER DAYA MINERAL
NERACA SUMBER DAYA MINERAL DAN CADANGAN 7| Page
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Tahun I Tahun II Tahun III Tahun Iv Tahun v
Column2 Column1 Series 1
BAB IV KESIMPULAN
1. Pengusahaan pasir bangunan memiliki prospek yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan peningkatan pembangunan kontruksi, jalan dan bangunan. 2. Endapan pasir bangunan yang terdapat dalam wilayah IUP operasi produksi
yang dimiliki oleh PT. Sriyudi Alam Perkasa mempunyai cadangan yang cukup besar. Dengan rencana produksi sebesar 15.000 – 20.000 M3 tiap bulan dapat terlaksana maka akan terdapat pasir bangunan per tahun sebesar 144.000 – 180.000 M3.
3. Dengan perkiraan cadangan pasir bangunan sebesar 880.360 M3 akan diperoleh umur tambang selama 5 Tahun.
4. Pertambangan pasir bangunan PT. IMI yang di miliki selama ini ditujukan untuk kebutuhan pasar dalam negeri seperti untuk pembangunan jalan dan bangunan.
BAB V. PENUTUP
Demikian penyusunan naraca sumber daya mineral dan cadangan pasir bangunan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Hormat kami, PT. SRIYUDI ALAM PERKASA
YESSI WIJAYA DIREKTUR