By
By
Diferensiasi
Diferensiasi
Morfogenesis Sel
Morfogenesis Sel
Dr
Diferensiasi
Diferensiasi
Morfogenesis
Morfogenesis
Bagaimana sebuah Bagaimana sebuah sel, sel zygote,dapat sel, sel zygote,dapat berkembang menjadi berkembang menjadi berbagai jaringanberbagai jaringan
dan organ yang akan dan organ yang akan membentuk
membentuk organisme. organisme.
Diferensiasi
Morfogenesis
Diferensiasi
Morfogenesis
Fertilisasi adalah langkah pertama dalam pembentukan individu baru Sel zygote berasal
dari persatuan
Perkembangan dimulai ketika sebuah sel sperma
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
memfertilisasi sel telur dan menghasilkan sebuah sel tunggal yang berpotensi untuk menjadi sebuah
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
Beberapa jam setelah fertilisasi, sel ini
membelah menjadi 2 sel yang identik.
Pada manusia, setelah fertilisasi dan
setelah mengalami beberapa siklus
pembelahan, sel2 ini mulai
berspesialisasi, membentuk sel dengan
area kosong yang disebut blastocyst.
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
Blastocyst memiliki lapisan luar sel dan
didalam area kosong terdapat setumpuk sel yang disebut inner cell mass (ICM).
Inner cell mass adalah bakal dari semua
jaringan yang ada dalam tubuh.
Meskipun sel2 pada ICM bisa membentuk
segala macam tipe sel yg bisa dijumpai di dalam tubuh, ICM tidak bisa membentuk sebuah organisme.
Diferensiasi sel
Diferensiasi selular adalah sebuah
konsep dari biologi developmental yang
menggambarkan proses sel2 mencapai
“tipe”sel tertentu.
Morfologi sel bisa berubah secara
dramatik selama proses diferensiasi, tapi
umumnya materi genetik nya tetap sama.
Diferensiasi sel
Diferensiasi melibatkan sejumlah perubahan2 fisiologis sel seperti: ukuran, bentuk, polaritas, aktivitas metabolik dan ekspresi gen,
semuanya bisa berubah selama diferensiasi.
Dalam cytopathology, tingkat diferensiasi
selular digunakan untuk mengukur “cancer progression”. “Grade” sebagai penanda
Diferensiasi sel
Diferensiasi adalah suatu proses dimana sel
yang belum berspesialisasi (unspecialized cell) menjadi salah satu sel yang sudah
berspesialisasi (specialized cell) dari sekian banyak sel yang membentuk tubuh seperti sel hati, sel jantung dan sel otot.
Selama proses diferensiasi, gen2 tertentu
diaktivasi dan gen2 lainnya di nonaktivkan. Akibatnya sel yang berdiferensiasi akan
berkembang menjadi struktur yang spesifik dan memiliki fungsi tertentu pula.
Tiga kategori dasar sel membentuk
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
tubuh mamalia:
1. sel germinal (germ cell)
2. sel somatik (somatic cell)
3. stem cells.
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
Germ line cells adalah alur dari sel yang
mengarah ke gamet- sel telur dan sel
sperma-dan terus berkelanjutan dari
generasi ke generasi.
Stem cells, sebaliknya, memiliki
kemampuan untuk berduplikasi dalam
periode waktu yang tidak tertentu dan
juga bisa mengarah ke pembentukan
Germ Cel
Diferensiasi primordial stem cell
Dalam gonad, germ cell mengalami
spermatogenesis atau oogenesis, tergantung pada jenis kelamin organisme.
Spermatogenesis
Spermatogonia membelah secara mitosis
menghasilkan spermatocyte.
Spermatocyt membelah secara meiosis
menghasilkan spermatid
Spermatid akan berdiferensiasi melalui proses
spermiogenesis menjadi spermatozoa mature dan fungsional.
spermatogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatogenesis adalah suatu proses
dimana spermatogonia berkembang
menjadi spermatozoa matur.
Pada mamalia, proses ini berlangsung di
dalam testes dan epididymis.
Pada manusia proses ini berlangsung
Sperma matur dalam epididymis setelah berkembang di dalam tubulus
spermatogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatogenesis sangat tergantung
pada kondisi optimal supaya bisa
berlangsung secara normal dan sangat
esensial dalam reproduksi sexual.
Spermatogenesis dimulai saat pubertas
dan terus berlanjut sampai mati,
meskipun ada sedikit penurunan
kuantitas dari sperma.
Seluruh proses Spermatogenesis dapat dibagi beberapa stase:
Cell type
Ploidy/chromos
omes N Process Spermatogonium (types
A and B) diploid/46 2N Spermatocytogenesis Primary spermatocyte diploid/46 4N Spermatidogenesis
(meiosis 1)
Secondary spermatocyte haploid/23 2N Spermatidogenesis (meiosis 2)
Spermatid haploid/23 1N Spermiogenesis Spermatozoon haploid/23 1N spermiation
spermatogenesis
Germ Cell
spermatogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatozoa memiliki kemampuan
memfertilisasi oocyte selama proses
konsepsi untuk menghasilkan individu
yang disebut zygote.
Ini adalah awal dari reproduksi sexual
yang melibatkan dua gamete yang
masing2 memberi kontribusi separuh
kromosom (haploid) untuk menghasilkan
zygote yang normal (dilpoid).
spermatogenesis
Untuk mempertahankan jumlah kromosom pada
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
keturunan berikutnya, tiap gamet harus memiliki
setengah dari kromosom yang merepresentasi seluruh sel di dalam tubuh.
Jika keturunan (offspring) memiliki dua kali jumlah
kromosom normal, akan menghasilkan abnormalitas yang berat.
Pada manusia, ada beberapa penyakit akibat
abnormalitas spermatogenesis: Down's Syndrome, Klinefelter's Syndrome, and spontaneous abortion.
Zygote yang memiliki kelainan kromosom tidak akan
spermatogenesis
Spermatogenesis berlangsung dalam sistem
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
reproduksi pria.
Stase awal berlangsung dalam testes dan berlanjut ke
epididymis,dimana gamet akan mengalami pemasakan (maturation), lalu disimpan sampai ejakulasi.
seminiferous tubules dari testes adalah titik awal
proses, dimana stem cell berada dekat dinding tubulus, berlangsung dengan arah centripetal-mulai dari dinding dan berakhir di dalam lumen-untuk menghasilkan
spermatogenesis
Germ Cell
spermatogenesis
Stase:
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatocytogenesis
Spermatidogenesis
Spermiogenesis
Spermatogonia membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonia yang lain(baru)Spermatogonia membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonia yang lain(baru)
dan spermatocyte primer. Tiap spermatocy
dan spermatocyte primer. Tiap spermatocyte primer te primer alkan mengalami 2 kali pembelahanalkan mengalami 2 kali pembelahan
secara meiosis untuk menghasilkan 4 spermatozoa.
spermatogenesis spermatogenesis Spermatocytogenesis Spermatocytogenesis
Germ Cell
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatocytogenesis adalah gametocytogenesis padaSpermatocytogenesis adalah gametocytogenesis pada
pria yang menghasilkan spermatocytes
pria yang menghasilkan spermatocytes – –mengandungmengandung
setengah materi genetik yang normal.
setengah materi genetik yang normal.
Dalam Spermatocytogenesis, spermatogoniumDalam Spermatocytogenesis, spermatogonium
membelah secara mitosis menghasilkan sel diploid
membelah secara mitosis menghasilkan sel diploid
yang disebut: spermatocyte primer.
yang disebut: spermatocyte primer.
Tiap Tiap spermatocytspermatocyte e primer primer menggandakan DNA menggandakan DNA nyanya
dan mengalami meiosis I untuk menghasilkan dua sel
dan mengalami meiosis I untuk menghasilkan dua sel
haploid spermatocyte sekunder.
haploid spermatocyte sekunder.
Diagram mengilustrasikan bagaimana jumlah krDiagram mengilustrasikan bagaimana jumlah kromosom berkurangomosom berkurang menjadi setengahnya pada pembelahan meiosis pertama (reduction
menjadi setengahnya pada pembelahan meiosis pertama (reduction
division)
spermatogenesis
Spermatocytogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Tiap sel yang membelah dari spermatogonium
menjadi spermatid tidaklah komplit membelah. Sel masih saling berkaitan satu sama lain
melalui ‘jembatan’ sitoplasma yang menjamin perkembangan yang sinkron.
Catatan: tidak semua spermatogonia
membelah menjadi spermatocyte. Tipe tertentu spermatogonia menghasilkan copy dirinya
spermatogenesis Spermatidogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermatidogenesis pembentukan spermatid
dari spermatocyte sekunder.
Spermatocyte sekunder diproduksi setelah
memasuki fase meiosis II dan membelah menjadi spermatid yang haploid.
Stase ini begitu singkat sehingga
spermatocyte sekunder jarang terlihat pada preparat histology.
spermatogenesis
Spermiogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Selama spermiogenesis, spermatid mulai berkembang:
ekor tumbuh dan miedpiece menebal, mitochondria menyatu dan membentuk axoneme.
DNA dikemas dengan nuclear basic protein yang
spesifik, yang secara bertahap digantikan oleh protamine selama pertumbuhan spermatid
(elongation).
Golgi apparatus mengelilingi nucleus, menjadi
acrosome.
Salah satu dari centriole memanjang sehingga
spermatogenesis
Germ Cell
spermatogenesis
Spermiation
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Spermiation adalah suatu proses spermatozoa
mature dilepaskan dari sel Sertoli ke lumen tubulus seminiferus.
Cytoplasma dan organella yang tidak
dibutuhkan akan di eliminasi.
Transport spermatozoa mature melalui sistem
reproduksi pria terutama akibat kontraksi otot, daripada motilitas spermatozoon itu sendiri.
Oogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell
Oogenesis adalah pembentukan ovum (sel telur) dalam ovarium.
Pada mamalia, transformasi oogonia menjadi
oocyte (oocytogenesis) telah komplit sebelum lahir atau begitu dilahirkan.
Selanjutnya perkembangan mengalami ‘rehat’
selama prometaphase I meiosis, sampai pubertas memicu oogenesis.
Pada ascaris, oocyte belum memulai meiosis sampai sperma menyentuhnya.
Oogenesis
Germ Cel
Diferensiasi primordial stem cell
Oogonia membelah secara mitosis menghasilkan
oocyte primer .
Tidak seperti produksi sperma yang terus menerus
berlangsung, produksi oocyte terbatas.
Oocyte primer mengalami meiosis, tapi berhenti
sejenak pada fase diploten meiosis I dalam embryo.
Semua oogonia dan banyak oocyte primer mati
sebelum lahir. Setelah pubertas, sejumlah kecil oocyte dan folikel bersiap untuk ber -ovulasi dengan
melanjutkan proses metaphase II. Setelah fertilisasi, barulah proses meiosis menjadi lengkap.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell ogenesis
Oogenesis merupakan proses dimana oocyte primer berubah menjadi ovum yang mengalami meiosis.
Oocyte primer yang diploid mengalami
meiosis berubah menjadi oocyte sekunder dan membentuk polar body.
Oocyte sekunder mengalami meiosis II dan
haploid disebut ootid.
Ootid mengalami maturasi berubah menjadi
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell ogenesis
Hanya satu ovum yang berkembang secara komplit setiap siklus
menstruasi, polar bodies (mengandung extra kromosom) akan degenerasi.
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell ogenesis
Germ Cell
Diferensiasi primordial stem cell ogenesis
Somatic cell
Sel somatik ( Greek, sōma: tubuh)
adalah sel yang membentuk tubuh
organisme, .
Setiap sel dalam tubuh mamalia-selain
sperma ,ovum dan stemcell yang tidak
terdiferensiasi-adalah somatic cell :
organ dalam, kulit, darah dan jaringan
ikat.
Somatic cell
Materi genetik somatic cell selalu 2 kali lipat materi genetik germline cell.
Informasi genetik dari somatic cell manusia
dikemas menjadi 23 pasang kromosom. Germline cell hanya memiliki setengahnya yaitu: 23 kromosom tunggal.
Manusia dan spesies lain yang memiliki
somatic cell terdiri dari pasangan kromosom disebut “diploid” organisme. Germline cell,
yang hanya memiliki kromosong tunggal yang tidak berpasangan disebut “haploid”.
tekhnologi cloning
Somatic cell
Teknik kloning sudah berkembang pada
mamalia. Cloning akan menghasilkan clone genetik yang identik dengan induknya.
Salah satu metode cloning : "somatic cell
nuclear transfer "
Nucleus dari somatic cell (biasanya sel kulit),
memiliki informasi genetik yang diperlukan untuk menhasilkan organisme baru,
disuntikkan/dipindahkan ke dalam ovum
spesies yang sama –yang materi genetiknya sudah dipindahkan.
tekhnologi cloning
Somatic cell
Ovum ini tidak lagi perlu difertilisasi
karena sudah memiliki jumlah materi
genetik yang tepat (kromosom diploid).
Secara teoritical bisa diimplantasi ke
dalam rahim dan bisa berkembang.
Organisme yang dihasilkan akan identik
dengan induknya (sumber nucleus).
Stem cell sel yang memiliki kemampuan untuk menggandakan
Stem Cell
dirinya sendiri melalui pembelahan sel dan bisa juga berdiferensiasi menjadi berbagi macam tipe sel yang terdiferensiasi
Ada 3 golongan mamalia stem cell:
1. Embryonic stem cells, diambil dari blastocyst.
2. Adult stem cells, ditemukan pada jaringan tubuh organisme dewasa.
3. Cord blood stem cells, ditemukan pada umbilical cord.
Pada embrio yang sedang berkembang, stem cell mampu
berdiferensiasi menjadi jaringan embrionik yang terdiferensiasi.
Pada organisme dewasa, stem cells dan progenitor cell berperan
Potensi sel
Totipotent
Stem Cell
stem cells dihasilkan dari peleburan sebuah sel telur dengan sel sperma. Sel yang dihasilkan dari pembelahan awal dari telur yang sudah terfertilisasi
juga totipotent. Sel ini bisa berdiferensiasi menjadi tipe sel embrionik dan ekstraembrionik.
Pluripotent stem cells adalah lanjutan dari sel
totipotent, bisa berdiferensiasi menjadi sel dari germ layers : endoderm (interior stomach lining,
gastrointestinal tract, the lungs), mesoderm (muscle, bone, blood, urogenital), atau ectoderm (epidermal tissues and nervous system).
Potensi sel
Stem Cell
Multipotent stem cells menghasilkan hanya sel yang memiliki relasi famili (misalnya
hematopoietic stem cells)
Unipotent cells bisa menghasilkan hanya satu
tipe sel, tapi memiliki kemampuan untuk memperbaharui dirinya sendiri. Ini yang membedakan sel ini dari non-stem cell.
Stem cells pluripoten ini akan berkembang lebih lanjut
Diferensiasi
Morfogenesis
Tipe sel mamalia
menjadi multipotent progenitor cells yang mengarah menjadi sel2 fungsional. Contoh stem cells dan
progenitor cells adalah:
Hematopoietic stem cells (stem cells dewasa) dari
sumsum tulang belakang yang berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih dan platelet.
Epithelial stem cells (progenitor cells) yang
berkembang menjadi berbagai tipe sel kulit.
Muscle satellite cells (progenitor cells) yang
Maturation
Sejalan Stem cell mengalami pematangan (maturation), terdapat perubahan dalam
ekspresi gen yang membatasi tipe sel yang bisa dihasilkan dan beralih ke tipe sel lebih spesifik.
Perubahan ini bisa dipantau dengan
memonitor keberadaan protein di permukaan sel.
Setiap perubahan yang berlangsung pada sel
akan mendekatkan sel tersebut bertahap ke bentuk sel yang terdiferensiasi penuh.
Multipotent progenitor cells bisa berkembang menjadi
Multipotensi
beberapa tipe sel, tapi hanya terbatas pada beberapa tipe sel saja.
Contoh: stem cell darah, yang bisa berkembang
menjadi beberapa tipe sel darah, tapi tidak bisa berkembang menjadi sel otak atau tipe sel lain.
Sel yang telah mengalami serangkaian proses
pembelahan dan akhirnya membentuk embrio disebut sel terminal terdiferensiasi atau sudah permanen
Haematopoesis
Haematopoesis ( Yunani,
haima
darah;
poiesis
membuat) adalah pembentukan
komponen selular darah.
Semua komponen selular darah
dihasilkan dari haematopoietic stem
cells. Multipotent haematopoetic cells
bisa menjadi tipe sel apa saja dalam
sistem darah.
Multipotent blood stem
cell
Semua sel darah dibagi menjadi tiga
Haematopoesis
kelompok:
1. sel Erythroid, yaitu sel darah merah, pembawa oksigen.
2. sel Lymphoid, yaitu sel darah putih,sel yang berperan dalam immunitas. Umumnya terdiri atas T-cells dan B-cells
3. Myeloid yang termasuk granulocytes, megakaryocytes, and macrophages.
Kelompok ini terlibat dalam innate immunity, adaptive immunity, and blood clotting
Multipotensi
Scientist berpendapat, sel yang sudah berdiferensiasi tidak bisa dialihkan atau
dirubah menjadi bentuk sel lain dengan cara apapun.
Penelitian terbaru,-percobaan stem
cell-scientist berhasil merubah stem cell darah menjadi sel yang berkerja seperti sel neuron
atau sel otak. Perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa sel multipotent bisa
Morfogenesis (Yunani ,
Morfogenesis
morphê=bentuk dan
genesis=kreasi ) merupakan salah satu dari 3 aspek fundamen dari biologi developmental selain
pertumbuhan sel dan diferensiasi selular.
Morfogenesis berkaitan dengan bentuk jaringan,organ
dan organisme serta posisi dari berbagai tipe sel terspesialisasi.
Pertumbuhan sel dan diferensiasi bisa berlangsung
dalam kultur atau dalam massa sel tumor tanpa
morfogenesis normal seperti yang berlangsung pada organisme yang utuh
Morfogenesis
Studi tentang morfogenesis mengharuskan kita mengerti tentang proses yang mengontrol
distribusi spasial sel selama perkembangan embrionik yang berlanjut ke pembentukan jaringan, organ dan anatomi tubuh secara
keseluruhan.
Pada embrio manusia, perubahan dari
sekumpulan sel pada stase blastula menjadi embrio- yang memiliki struktur organ dan
jaringan- dikontrol oleh ‘program” genetik dan bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Cellular basis
Morfogenesis
Morfogenesis terjadi karena perubahan di tingkat struktur selular. Sel2 tertentu di
klasifikasikan.
Ada dua tipe sel: sel epithelial dan sel
mesenchymal.
Dengan pergantian dari satu tipe sel menjadi
tipe sel lain, sel mampu bergerak dan berkumpul dengan sel2 sejenisnya.
Embrio berkembang dari sel2 bagian
Morfogenesis
organogenesis
dalam blastula (embrioblas) yang terdiri
dari 3 lapisan embrional:
1. Lapisan luar (ectoderm)
2. Lapisan tengah (mesoderm)
3. Lapisan dalam (endoderm)
Ketiga lapisan ini akan berkembang
Embryonic Germ Layer Differentiated Tissue
Endoderm Thymus
Thyroid, parathyroid glands Larynx, trachea, lung
Urinary bladder, vagina, urethra
Gastrointestinal (GI) organs (liver, pancreas)
Lining of the GI tract
Lining of the respiratory tract
Mesoderm Bone marrow (blood)
Adrenal cortex Lymphatic tissue
Skeletal, smooth, and cardiac muscle
Connective tissues (including bone, cartilage)
Urogenital system
Heart and blood vessels (vascular system) Ectoderm Skin Neural tissue (neuroectoderm) Adrenal medulla Pituitary gland
Connective tissue of the head and face