• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitia Kondisi Awal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitia Kondisi Awal"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

33

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitia 4.1.1 Kondisi Awal

Penelitian ini diawali dari kondisi guru dalam kegiatan belajar mengajar masih menggunakan pembelajaran konvensial. Guru dalam pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk kreatif dan tidak melibatkan mereka secara langsung . Guru mendominasi pembicaraan dan buku masih merupakan sumber belajar utama sehingga siswa tidak memahami konsep mencari akar pangkat tiga , sehingga hasilnya rendah. Terbukti dari 29 siswa hanya 16 siswa (55%) yang berhasil mencapai nilai diatas KKM (60). Data perolehan nilai belajar Pra Siklus .

Tabel (4.1)

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 ( Pra Siklus )

Rentang Nilai Frekuensi Prosentase

< 39 1 3% 40-49 2 7% 50-59 10 34% 60-69 10 34% 70-79 3 10% 80-89 3 10% 90-100 0% Jumlah 29 100% Tuntas 16 55% Tidak Tuntas 13 45% KKM 60 Rata - rata 57 Nilai Tertinggi 80 Nilai Terendah 30 Median 60 Modus 50

(2)

34

Berdasarkan Distribusi Frekuensi hasil belajar Matematika pada Pokok bahasan Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 pra siklus pasa tabel 4.1 dapat dilihat bahwa nilai yang diperoleh siswa masih di bawah KKM. Berikut ini adalah gambar 4.1 Hasil Belajar siswa kelas VI SD Negeri Sengon 01 sebelum diadakan tindakan PRASIKLUS 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 <39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-100 SISWA

Gambar 4.1 Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 Pra Siklus Berdasarkan pada tabel 4.1 Tampak bahwa tingkat ketuntasan belajar sebelum diadakan tindakan sangat rendah. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditentukan adalah 60, mayoritas siswa belum dapat mencapainya yang dapat dilihat dari modus dan ketuntasan klasikalnya hanya 55 % dari 29 siswaa dengan nilai rata – rata 57. Berdasarkan data yang diperoleh, perlu upaya untuk menindak lanjutinya melalui penelitian tindakan kelas. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat dan guru memberikan kesimpulan untuk menerapkan strategi

(3)

35

pembelajaran yang mampu membuat aktivitas belajar siswa meningkat dan memberdayakan siswa dalam pembelajaran matematika dengan mengembangkan keterampilan siswa. Strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam tindakan kelas yaitu dengan menggunakan model pembelajaran TAI yang akan dilaksanakan dalam dua siklus (1 siklus 3 pertemuan)

4.1.2 Diskripsi Siklus I 1) Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyusunan perangkat pembelajaran, meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (lampiran 1),KD: menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik. Media yang digunakan dalam pembelajaran ini antara lain materi pembelajaran, kartu pangkat tiga dan akar pangkat tiga ,bangun ruang kubus, buku pelajaran kelas 6 Terampil Berhitung ,lembar kegiatan siswa, lembar laporan kelompok, perangkat evaluasi penilaian dan butir-butir soal, serta lembar observasi yang berupa rubrik aktivitas guru yang menilai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pada pertemuan pertama , kedua dan ketiga peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah – langkah pembelajaran dengan model TAI, membagi siswa secara heterogen menjadi tujuh kelompok yaitu kelompok merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, menjelaskan secara singkat materi tentang bilangan pangkat tiga dan hasil bilangan perpangkatan tiga, mencari hasil akar pangkat tiga dan operasi hitung bilangan pangkat tiga dan akar pangkat tiga. Peneliti membagikan LKS untuk masing – masing siswa. Setiap siswa mengerjakan LKS dan bagi siswa yang terlebih dahulu selesai membantu teman dalam satu kelompok yang belum selesai. Setiap siswa saling mengkonfermasikan jawaban LKS dalam kelompoknya dan secara bersama – sama membuat laporan hasil diskusi kelompoknya. Masing – masing kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya dalam lembar laporan kelompok , menuliskannya di papan tulis dan menyampaikannya di depan kelas. Masing – masing kelompok saling menanggapi hasil diskusi kelompok. Peneliti meluruskan kesalah

(4)

36

pahaman dan memberikan penguatan. Diakhir pertemuan peneliti membimbing siswa untuk membuat rangkuman.

Setelah model pembelajaran TAI diterapkan pada siswa, peneliti diakhir siklus I memberikan pos tes dengan materi bilangan perpangkatan tiga, akar pangkat tiga dan oprasi hitung bilangan pangkat tiga dan akar pangkat tiga. Hasil belajar siklus I dapat dilihat dari tabel 4.2 berikut ini.

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 Siklus I

Rentang Nilai Frekuensi Prosentase

<39 0% 40-49 4 14% 50-59 7 24% 60-69 7 24% 70-79 6 21% 80-89 4 14% 90-100 1 3% Jumlah 29 100% Tuntas 18 62% Tidak Tuntas 11 38% KKM 60 Rata - rata 65 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 40 Median 60 Modus 50

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa perolehan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Sengon 01 dengan menggunakan model pembelajara TAI 3% siswa berada pada kategori baik sekali, 14%siswa berada pada kategori baik, 21% siswa berada pada kategori cukup baik,24% siswa berada pada kategori cukup dan 38% siswa berada pada kategori buruk. Selengkapnya dapat dilihat dari gambar 4.2 berikut ini.

(5)

37 SIKLUS I 0 1 2 3 4 5 6 7 <39 40-49 59-59 60-69 70-79 80-89 90-100 SISWA

Gambar 4.2 Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Siswa Kelas VI A SD Negeri Sengon 01 Siklus I

Berdasarkan data tabel 4.2 dan gambar 4.2 nilai rata- rata siswa pada siklus I adalah 65 meningkat dibandingkan rata – rata pra siklus yaitu 57. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I meningkat menjadi 18 siswa.

Hasil yang diperoleh pada siklus I belum mencapai standar yang telag ditetapkan pada indikator kinerja pada penelitian ini. Indikator keberhasilan penelitian ini dianggap berhasil apa bila rata – rata siswa dalam kelas adalah 65 dan ketuntasan klasikal hasil belajar yaitu 80%. Dari data dapat diperoleh informasi bahwa siswa yang telah tuntas baru mencapai 62% ( 18 siswa ) dan nilai rata – rata 65. Nilai rata – rata siswa sudah terpenuhi tetapi ketuntasan klasikal siswa kelas VI belum sesuai dengan indikator keberhasilan pada penelitian ini. Oleh karena itu penelitian dilanjutkan dengan mempersiapkan siklus 2.

(6)

38

3) Hasil observasi

Selain hasil belajar pembelajaran dengan menggunakan model pembeajaran TAI observer juga melakukan pengamatan terhadap guru yang sedang melakukan penelitian. Hasil observasi terhadap aktivitas guru disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 4.3 Lembar Observasi

Aktivitar Guru Dalam Menggunakan Model Pembelajaran TAI Siklus I

No Aspek Yang di Observasi

Kemunculan Keterangan Ada Tidak ada 1 Pendahuluan a. Menyiapkan lembar LKS b. Melaksanakan absensi. c. Mengadakan apersepsi.

d. Menginformasikan tujuan pembelajaran. e. Mengarahkan perhatian siswa pada

pelajaran.

f. Membentuk kelompok heterogen terdiri dari 4-5 siswa. √ √ √ √ √ √ 2 Kegiatan Belajar Mengajar

a. Menjelaskan materi pelajaran secara singkat.

b. Memberi motifasi kepada siswa. c. Membagikan LKS pada siswa.

d. Memberi tugas kepada siswa secara individu.

e. Memberi kesempatan siswa berdiskusi √

√ √ √

(7)

39

dalam kelompok.

f. Memberi kesempatan pada siswa untuk saling mengkonvermasikan jawaban LKS. g. Membimbing dan mengarahkan siswa

dalam membuat laporan hasil diskusi. h. Memberi kesempatan kepada siswa untuk

mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

i. Memberi pujian kepada siswa.

j. Memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari. √ √ √ √ √ 3 Kegiatan evaluasi

a. Membagikan soal tes formatif. b. Menilai hasil tes

c. Menganalisis hasil tes

d. Memberi tindak lanjut √

√ √ √

(8)

40

Tabel 4.4 Lembar Observasi

Aktivitar Guru Dalam Menggunakan Model Pembelajaran TAI Siklus I

No Indikator/Aspek Yang diamati SKOR Ket.

1 2 3 4 5 1

Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran(tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku hasil belajar)

2 Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik)

3

Pengorganisasian materi ajar (keruntutan

sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu)

4

Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuan,materi dan karakteristik peserta didik)

5 Kejelasan scenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran awal,inti,penutup)

6

Kerincian scenario pembelajaran (setiap langkah tercermin strategi/metode dan alokasi waktu pada setiap tahap)

7 Kesesuaian teknik evaluasi dengan tujuan pembelajaran.

8 Kelengkapan instrument

(soal,kunci,pedoman,penskoran)

(9)

41

9 Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

10 Sesuai dengan komponen penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kriteria Penilaian: 86- 100 = Baik Sekali 66- 85 = Baik 46-65 = Cukup 25-45 = Kurang

Jumlah skor perolehan SKOR AKHIR = 44 X 20 = 88 10

Kualifikasi hasil kerja = Baik

4) Hasil Refleksi

Sebelum melakukan tindakan pada siklus 2 diadakan refleksi proses pembelajaran. Refleksi diadakan dengan melibatkan 2 teman sejawat . kegiatan refleksi bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran dari teman sejawat selaku observer, agar pada siklus 2 hasil evaluasi pembelajaran mencapai target yang telah ditentukan. Hasil refleksi tersebut adalah sebagai berikut :

1) Y. Bejo

Model pembelajaran TAI harus dipahami langkah – langkah pembelajarannya. Peneliti harus memperhitungkan waktu dengan tepat agar tidak banyak waktu yang tersita. Kelompok harus heterogen antara siswa berkemampuan tinggi dan rendah.

(10)

42

2) Afif Rahman, S.pd

Pada waktu pelaksanaan diskusi kelompok , sebaiknya peneliti membantu siswa , memantau jalannya diskusi, agar situasi kelas tetap tertib. Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk saling melakukan konfermasi. Peneliti mengarahkan perhatian siswa pada saat masing – masing kelompok melaporkan hasil diskusinya.

4.1.3 Deskripsi Siklus 2 a) Perencanaan

Hasil refleksi pada siklusI dengan teman sejawat atau observer menjadi salah satu pertimbangan untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih baik lagi. Tindakan awal siklus 2 , peneliti membuat rencana pembelajaran dengan model pembelajara TAI lebih baik lagi dengan materi menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung termasuk penggunaan akar dan pangkat.

b) Pelaksanaan Tindakan

Pada pertemuan pertama , kedua dan ketiga peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah – langkah pembelajaran dengan model TAI, membagi siswa secara heterogen menjadi tujuh kelompok yaitu kelompok merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, menjelaskan secara singkat materi tentang menyelesaikanmasalah sehari – hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan menyelesaikan masalah sehari – hari yang melibatkan perkalian dan pembagian dan menyelesaikan masalah sehari – hari yang melibatkan akar dan pangkat. Peneliti membagikan LKS untuk masing – masing siswa. Setiap siswa mengerjakan LKS dan bagi siswa yang terlebih dahulu selesai membantu teman dalam satu kelompok yang belum selesai. Setiap siswa saling mengkonfermasikan jawaban LKS dalam kelompoknya dan secara bersama – sama membuat laporan hasil diskusi kelompoknya. Masing – masing kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya dalam lembar laporan kelompok , menuliskannya di papan tulis dan menyampaikannya di depan kelas. Masing –

(11)

43

masing kelompok saling menanggapi hasil diskusi kelompok. Peneliti meluruskan kesalah pahaman dan memberikan penguatan. Diakhir pertemuan peneliti membimbing siswa untuk membuat rangkuman.

Setelah model pembelajaran TAI diterapkan pada siswa, peneliti diakhir siklus 2 memberikan pos tes dengan materi menyelesaikan masalah sehari – hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan,menyelesaikan masalah sehari – hari yang melibatkan perkalian dan pembagiandan menyelesaikan masalah sehari – hari yang melibatkan akar dan pangkat.Hasil belajar siklus 2 dapat dilihat dari tabel 4.5 berikut ini.

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menyelesaikan Masalah yang Melibatkan Operasi Hitung Termasuk Penggunaan Akar dan Pangkat Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 Siklus 2

Rentang Nilai Frekuensi Prosentase

< 59 2 7% 60-69 2 7% 70-79 3 10% 80-89 7 24% 90-100 15 52% Jumlah 29 100% Tuntas 27 93% Tidak Tuntas 2 7% KKM 60 Rata - rata 82 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 50 Median 90 Modus 90

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa perolehan hasil belajar matematika siswa kelas VI ASD Negeri Sengon 01 dengan menggunakan model pembelajara TAI 52% siswa berada pada kategori baik sekali, 24%siswa berada pada kategori baik, 10% siswa berada pada kategori

(12)

44

cukup baik,7% siswa berada pada kategori cukup dan 7% siswa berada pada kategori buruk. Nilai tertinggi diperoleh siswa adalah 100, nilai terendah 50. Siswa yang tuntas sejumlah 27 dari 29 siswa. Selengkapnya dapat dilihat dari gambar 4.5 berikut :

SIKLUS 2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 <59 60-69 70-79 80-89 90-100 SISWA

Gambar 4.3 Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menyelesaikan Masalah yang Melibatkan Operasi Hitung Termasuk Penggunaan Akar dan Pangkat, Siswa Kelas VI A SD Negeri Sengon 01 Siklus 2

Berdasarkan data tabel 4.5 dan gambar 4.5 nilai rata- rata siswa pada siklus 2 adalah 82, meningkat dibandingkan rata – rata pra siklus yaitu 57 dan siklus I yaitu 65. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 2 meningkat menjadi 27 siswa, sementara pada pra siklus hanya16 siswa dan siklus 1 adalah 18 siswa. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari tabel perbandingan belajar siklus 2 dengan hasil belajar pra siklus dan siklus I

(13)

45

Tabel 4.6

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Sengon 01 Pra Siklus, Siklus I dan Siklus 2

PRASIKUS SIKLUS I SIKLUS 2

KKM 60 60 60 NILAI TERTINGGI 80 100 100 NILAI TERENDAH 30 40 50 RATA - RATA 57 65 82 TUNTAS 16 18 27 TIDAK TUNTAS 13 11 2

untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari gambar 4.6 Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pra Siklus, Siklus I dan Siklus 2 berikut ini :

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 KKM Nila i ter ting gi Nila i ter enda h Rata -rata Tunt as Tida k tu ntas Pra Siklus Siklus I Siklus 2

(14)

46

Hasil yang diperoleh pada siklus 2 sudah mencapai standar yang telah ditetapkan pada indikator kinerja pada penelitian ini. Indikator keberhasilan penelitian ini dianggap berhasil apabila dari 29 siswa kelas VI mendapat nilai rata – rata kelas di atas KKM yaitu 60. Dari data dapat diperoleh informasi bahwa siswa yang telah tuntas pada siklus 2 sudah mencapai 93 % ( 27 siswa ) dan nilai rata – rata kelas siklus 2 adalah 82. Dari data siklus 2 tersebut sudah menunjukkan ketuntasan keberhasilan individu dan sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian.

c) Hasil Observasi

Observer melakukan pengamatan terhadap guru yang sedang melakukan penelitian. Hasil observasi terhadap aktuvitas guru disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Lembar Observasi

Aktivitas Guru dalam Menggunakan Model pembelajaran TAI Siklus 2 No Aspek Yang di Observasi

Kemunculan Keterangan Ada Tidak ada 1 Pendahuluan g. Menyiapkan lembar LKS h. Melaksanakan absensi. i. Mengadakan apersepsi.

j. Menginformasikan tujuan pembelajaran. k. Mengarahkan perhatian siswa pada

pelajaran.

l. Membentuk kelompok heterogen terdiri dari 4-5 siswa. √ √ √ √ √ √

(15)

47

2 Kegiatan Belajar Mengajar

k. Menjelaskan materi pelajaran secara singkat. l. Memberi motifasi kepada siswa.

m. Membagikan LKS pada siswa.

n. Memberi tugas kepada siswa secara individu. o. Memberi kesempatan siswa berdiskusi dalam

kelompok.

p. Memberi kesempatan pada siswa untuk saling mengkonvermasikan jawaban LKS. q. Membimbing dan mengarahkan siswa dalam

membuat laporan hasil diskusi.

r. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

s. Memberi pujian kepada siswa.

t. Memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 Kegiatan evaluasi

e. Membagikan soal tes formatif. f. Menilai hasil tes

g. Menganalisis hasil tes

h. Memberi tindak lanjut √

√ √ √

(16)

48

Lembar Observasi

Aktivitar Guru Dalam Menggunakan Model Pembelajaran TAI Siklus 2 Tabel 4.8

No Indikator/Aspek Yang diamati SKOR Ket.

1 2 3 4 5 1

Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran(tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku hasil belajar)

2 Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik)

3

Pengorganisasian materi ajar (keruntutan

sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu)

4

Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuan,materi dan karakteristik peserta didik)

5 Kejelasan scenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran awal,inti,penutup)

6

Kerincian scenario pembelajaran (setiap langkah tercermin strategi/metode dan alokasi waktu pada setiap tahap)

7 Kesesuaian teknik evaluasi dengan tujuan pembelajaran.

8 Kelengkapan instrument

(soal,kunci,pedoman,penskoran)

9 Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

(17)

49

10 Sesuai dengan komponen penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kriteria Penilaian: 86- 100 = Baik Sekali 66- 85 = Baik 46-65 = Cukup 25-45 = Kurang

Jumlah skor perolehan SKOR AKHIR = 49 X 20 = 98 10

Kualifikasi hasil kerja = Baik Sekali d) Hasil Refleksi

Pada akhir kegiatan siklus 2 diadakan refleksi proses pembelajaran yang telah dilakukan . refleksi diadakan dengan melibatkan 2 teman sejawat selaku observer. Hasil refleksi tersebut adalah sebagai berikut :

Y. Bejo dan Afif Rahman, S. Pd ( Observer )

Pembelajaran pada siklus 2 kali ini sudah meningkat dibanding dengan siklus I dan sudah berhasil sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. Penggunaan model pembelajara TAI sudah tepat sasaran. Penggunaan waktu sesuai dengan rencana pembelajaran. Siswa terlibat aktif dalam penerapan model pembelajaran TAI dalam diskusi kelompok dan dapat menanggapi laporan kelompok dengan antusias.

4.2 Analiis Data.

Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil pembelajaran dan kegiatan pembelajaran, baik dari pra siklus, siklus I dan siklus 2 yang meliputi :

1. Aktifitas Guru

Obsevasi yang dilakukan oleh rekan guru yang bertindak sebagai observer menyatakan bahwa aktifitas guru cukup baik siklus I maupun 2. Hal ini dipandang sesuai

(18)

50

dengan kenyataan dimana aktifitas guru banyak berfungsi sebagai fasilisator yang melayani para siswa, dan dalam menjelaskan konsep pembelaja

2. Ketuntasan Belajar siswa

Hasil belajar siswa yang ditunjukan oleh nilai yang mereka peroleh mengalami kenaikan yang signifikan. Jika pada Pra Siklus tuntas 55%, Siklus 62 % dan pada siklus II menjadi 93%. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I yang sangat rendah disebabkan siswa belum terfokus pada materi pembelajaran terbukti dengan rata-rata pada pos test yang hanya 65 sedangkan pada akhir siklus 2 dapat mencapai nilai rata-rata 82.

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data , menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik dan menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung termasuk penggunaan akar dan pangkat siswa kelas VI A SD Negeri Sengon 01 mengalami peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran TAI. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata – rata siswa setelah menggunakan model pembelajaran TAI lebih tinggi dibandingkan nilai rata – rata siswa sebelum menggunakan model pembelajaran TAI. Berarti model pembelajaran TAI yang dilakukan dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik dan menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung termasuk penggunaan akar dan pangkat siswa kelas VI A SD Negeri Sengon 01 mengalami peningkatan, baik meningkatkan hasil belajar, aktivitas belajar siswa, dan aktivitas mengajar guru

1) Hasil Belajar

Belajar sebagai proses adalah kegiatan yang dilakukan secara sengaja melalui penyesuaian tingkah laku dirinya guna meningkatkan kualitas kehidupan, sedangkan belajar sebagai hasil adalah akibat dari belajar sebagai proses, sehingga seseorang yang telah mengalami proses belajar akan memperoleh hasil berupa kemampuan terhadap sesuatu yang menjadi hasil belajar. Dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran TAI pokok bahasan menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik dan menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung termasuk penggunaan akar dan

(19)

51

pangkat siswa kelas VI A SD Negeri Sengon 01 didapatkan hasil dari rata – rata pra siklus 57 meningkat menjadi 65 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82 pada siklus 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar dengan KKM 60 pada pra siklus 16 siswa meningkat menjadi 18 siswa pada siklus I dan pada siklus 2 meningkat menjadi 27 siswa, sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Adapun dua siswa yang belum tuntas satu siswa tergolong siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dia tampak seperti anak yang lain akan tetapi hasil prestasi belajarnya rendah hal tersebut diketahui dari nilai raport dari kelas sebelumnya dan keterangan dari guru di kelas IV dan V. Satu siswa lainnya kurang dapat bersosialisasi dengan teman - temanya yang lain, tidak mau bertanya, maupun berdiskusi. Cenderung menyendiri dan dijauhi oleh teman – temanya, tidak mau mencatat maupun mengerjakan tugas – tugas sekolah. Namun dengan mengunakan Model Pembelajaran TAI kedua siswa tersebut mengalami peningkatan dilihat dari perolehan nilai terendah 30 pada pra siklus 40 pada siklus I dan 50 pada siklus 2.Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran TAI dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI A SD Negeri sengon 01 semester I tahun ajaran 2013 / 2014.

2) Aktivitas Guru

Dari hasil pengamatan aktivitas guru diperoleh dari Hasil Pengamatan Aktivitas guru pada siklus 2 ini lebih meningkat dibanding siklus I . guru berusaha memperbaiki dan menambahkan aktivitas yang kurang sempurna pada siklus I. Aktivitas tersebut adalah menyiapkan alat pembelajaran , waktu pembelajaran sesuai dengan RPP. Selanjutnya dalam melaksanakan tindak lanjut guru tidak melaksanakan perbaikan pembelajaran karena karena ketuntasan klasikal pada siklus 2 sudah sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan dalam penelitian.

Gambar

Gambar 4.1 Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Negeri  Sengon 01 Pra Siklus
Gambar 4.2 Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Menentukan Akar Pangkat Tiga  Suatu Bilangan Kubik  Siswa Kelas VI A SD Negeri Sengon 01 Siklus I
Tabel 4.3  Lembar Observasi
Tabel 4.4   Lembar Observasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Nilai rataan relatif genotipe ZIOF-0046, ZIOF-0052, dan ZIOF-0053 lebih dari rataan relatif umum (adaptif), ZIOF-0046 adaptif di lokasi Sukabumi dan Majalengka pada musim pertama,

20 Maret 2019 Pada hari kedua puluh dua, seperti biasa penulis melakukan tugas rutinitas mengganti kaset sama seperti pada hari sebelumnya hanya saja kaset yang

Gambar 7 menunjukkan bahwa dari sampel pedagang pengumpul didapat bahwa tingkat pendidikan yang paling banyak terdapat di tingkat pendidikan SLTA sebanyak 4 orang (57

Jaringan LVQ yang dibentuk diuji berdasarkan laju pembelajaran dan jumlah maksimum epoch yang digunakan dalam menentukan kelas yang sesuai untuk data uji. Setiap

Beberapa jenis sufiks yang digunakan oleh Mahasiswa Thailand yaitu : Verba bersufiks –kan memiliki makna gramatikal ‘jadi kan’, bersufiks -kan memiliki makna

Abdul Kadir Muhammad dan Rilda Murniati, Segi Hukum Lembaga Keuangan dan Pembiayaan, Penerbit Citra Aditya Bakti, Bandung, 2004, hal.. hakikatnya tidak ada pertukaran antara

Pada tahap awal ini adalah melakukan studi literatur berkaitan dengan permasalahan yang dikaji, observasi terhadap objek, dan persiapan untuk merumuskan

Berdasarkan hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada tabel model summary diperoleh hasil nilai R square sebesar 0,720 yang artinya 72% perubahan pada