PERUBAHAN DALAM KEANGGOTAAN PERSEKUTUAN SENIN, 14 OKTOBER 2013
Perubahan dalam keanggotaan persekutuan terjadi karena: 1. Penerimaan sekutu baru (admission of a new partner)
a. Sekutu baru membeli hak kepemilikan
b. Sekutu baru melakukan investasi di persekutuan
2. Pengunduran diri seorang sekutu dari persekutuan (withrawal of a partner from a partnership):
a. Harga pembelian sama dengan saldo kredit modal sekutu b. Harga pembelian lebih besar dari saldo kredit modal sekutu c. Harga pembelian lebi kecil dari saldo kredit modal sekutu
Sekutu baru membeli hak kepemilikan Dasar pencatatan adalah nilai buku persekutuan. Kasus:
Persekutuan AB memiliki nilai buku Rp 30.000.000 dan persentase laba tanggal 1 Januari 2013 adalah:
Nama sekutu saldo modal persentase laba
Agung 20.000.000 60%
Bagus 10.000.000 40%
Berikut informasi seputar persekutuan AB:
1. Tanggal 1 Januari 2013 Agung dan Bagus mengundang Citra menjadi sekutu dalam bisnis mereka. Persekutuan yang dihasilkan disebut persekutuan ABC.
2. Citra membeli ¼ kepemilikan dalam modal persekutuan langsung dari Agung dan Bagus dengan jumlah biaya perolehan Rp 9.000.000, dengan membayar Rp 5.900.000 kepada Agung dan Rp 3.100.000 kepada Bagus. Citra akan memiliki modal senilai Rp 7.500.000 ( 30.000.000 x 0,25 ) secara proporsional terhadap saldo modal Agung dan Bagus.
3. Citra akan diberikan 25% bagian dalam pembagian laba atau rugi persekutuan. Sisa 75% akan dibagi antara Agung dan Bagus pada rasio laba mereka sebelumnya 60:40.
Hasil dari persentase laba atau rugi setelah masuknya Citra adalah: Sekutu persentase laba
Agung 45 % (75% dari 60%)
Bagus 30 % (75% dari 40%)
Citra 25 %
Jumlah 100 %
Transaksi yang dicatat dengan masuknya Citra sbb:
Modal Agung 5.000.000
Modal Bagus 2.500.000
Modal Citra 7.500.000
Jurnal reklasifikasi modal kepada sekutu baru: Dari Agung = 20.000.000 x 25% = 5.000.000 Dari Bagus = 10.000.000 x 25% = 2.500.000
Dalam kasus ini, modal yang dikredit kepada Citra hanya 7.500.000, sekalipun 9.000.000 yang dibayarkan untuk ¼ kepemilikan. Pembayaran 9.000.000 mencerminkan bahwa nilai wajar persekutuan adalah 36.000.000, dihitung sbb:
9.000.000 = nilai wajar x 25% 36.000.000 = nilai wajar
Untuk menghindari keuntungan yang akan diperoleh sekutu baru, maka beberapa persekutuan melakukan revaluasi atas aset pada masuknya sekutu baru. Dalam kasus ini Agung dan Bagus dapat mengakui peningkatan nilai tanah secepatnya sebelum masuknya Citra dan mengalokasikan kenaikan tersebut secara proporsional terhadap saldo modal masing-masing dengan rasio 60:40
Tanah 6.000.000
Modal Agung 3.600.000 (6.000.000 x 60%)
Modal Bagus 2.400.000 (6.000.000 x 40%)
Nilai modal persekutuan keseluruhan adalah 36.000.000 (30.000.000 + revaluasi 6.000.000). pemindahan ¼ modal kepada Citra dicatat sbb:
Modal Agung 5.900.000 Modal Bagus 3.100.000 Modal Citra 9.000.000 Menghitungnya sbb: Agung : 23.600.000 x 25% = 5.900.000 Bagus : 12.400.000 x 25% = 3.100.000 Citra : 36.000.000 x 25% = 9.000.000
Sekutu baru melakukan investasi di persekutuan
Tiga kondisi bisa terjadi jika sekutu baru melakukan investasi di persekutuan: 1. Investasi sekutu baru = proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan 2. Investasi sekutu baru > proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan 3. Investasi sekutu baru < dari proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan
Kasus 1
Masih melanjutkan persekutuan AB diatas:
1. Tanggal 1 Januari 2013, modal dari persekutuan AB adalah Rp 30.000.000. Modal Agung senilai Rp 20.000.000 dan Bagus sebesar Rp 10.000.000. Rasio pembagian laba 60:40
2. Citra diminta menjadi sekutu baru. Citra akan mendapatkan ¼ kepemilikan modal dan 25% pembagian laba. Agung dan Bagus akan membagi 75% sisa laba dengan rasio 60:40 menghasilkan pembagian laba 45% untuk Agung dan 30% untuk Bagus.
Berikut ikhtisar kondisi untuk investasi sekutu baru = proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan :
a. Modal sekutu baru yang dikredit = investasinya
b. Dalam kasus ini tidak ada goodwill atau bonus yang diakui
Langkah pertama adalah menghitung proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan sbb:
Proporsi sekutu modal investasi persentase
baru terhadap = sekutu + sekutu x modal atas
NB persekutuan sebelumnya baru sekutu baru
Total NB sebelum penerimaan sekutu baru adalah 30.000.000, dan sekutu baru Citra membeli ¼ kepemilikan modal senilai 10.000.000. Untuk investasi 10.000.000 Citra akan mendapatkan ¼ kepemilikan pada persekutuan sbb:
Investasi pada persekutuan 10.000.000
Proporsi NB sekutu baru:
(30.000.000 + 10.000.000) x 25% 10.000.000
Karena nilai investasi ( 10.000.000) = 25% proporsi NB sekutu baru (10.000.000 = 40.000.000 x 25%), mengimplikasikan bahwa aset bersih telah dinilai secara wajar. Modal yang dihasilkan = modal awal (30.000.000) + investasi sekutu baru (10.000.000).
Jurnal yang dicatat sbb:
Kas 10.000.000
Modal Citra 10.000.000
Skedul yang menyajikan kasus 1: Keterangan Saldo sebelumnya Investasi sekutu baru Proporsi NB persekutuan sekutu baru Total modal yang dihasilkan Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan Investasi sekutu baru = proporsi NB 30.000.000 10.000.000 10.000.000 Tidak ada revaluasi, bonus, goodwill 40.000.000 10.000.000 Kasus 2
Diasumsikan Citra menginvestasikan Rp 11.000.000 untuk ¼ kepemilikan modal persekutuan. Ada 3 ilustrasi:
1. Ilustrasi pendekatan atas revaluasi asset 2. Ilustrasi pengakuan goodwill
3. Ilustrasi metode bonus
Berikut ikhtisar kondisi Investasi sekutu baru > proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan:
a. Revaluasi aset atau pengakuan goodwill meningkatkan modal persekutuan yang dihasilkan. Peningkatan tersebut dialokasikan kepada sekutu lama dengan rasio laba atau rugi masing-masing
b. Setelah pengakuan revaluasi aset atau goodwill tidak tercatat, modal sekutu baru akan = investasinya dan persentasenya pada total modal persekutuan yang dihasilkan.
c. Dengan menggunakan metode bonus, modal persekutuan yang dihasilkan akan = jumlah modal sekutu lama + investasi dari sekutu baru. Modal yang dikredit kepada sekutu baru < dari investasinya tetapi = persentasenya terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
Langkah pertama adalah membandingkan investasi sekutu baru dengan proporsi NB sbb:
Investasi pada persekutuan 11.000.000
Proporsi NB sekutu baru:(30.000.000 + 11.000.000) x 25% (10.250.000)
Selisih (investasi > NB) 750.000
Citra telah menginvestasikan 11.000.000 untuk kepemilikan dengan NB 10.250.000 sehingga membayar lebih tinggi sebesar 750.000 atas NB saat ini.
Ilustrasi revaluasi aset
Misalkan persekutuan memiliki tanah dengan NB 4.000.000 tetapi penilaian terkini mengindikasikan tanah tersebut memiliki nilai wajar 7.000.000. Para sekutu lama memutuskan untuk menggunakan penerimaan sekutu baru sebagai pengakuan peningkatan nilai tanah dan mengaloaksikan peningkatan ini kepada masing-masing saldo modal sekutu lama menggunakan rasio laba rugi 60:40. Maka Agung meningkat sebesar 1.800.000 = 60% x 3.000.000, Bagus sebesar 1.200.000 = 40% x 3.000.000. Jurnal sbb:
Tanah 3.000.000
Modal Agung 1.800.000
Modal Bagus 1.200.000
Investasi Citra sebesar 11.000.000 menjadikan modal persekutuan bernilai 44.000.000 sbb:
Modal persekutuan AB sebelumnya 30.000.000
Revaluasi tanah menjadi nilai pasar 3.000.000
Investasi Citra 11.000.000
Citra mengakui ¼ kepemilikan pada modal yang dihasilkan dalam pembentukan persekutuan ABC. Saldo modal Citra setelah revaluasi tanah, dihitung sbb:
Bagian sekutu baru atas modal yang dihasilkan
= (30.000.000 + 3.000.000 + 11.000.000) x 25% = 11.000.000
Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra ke dalam persekutuan adalah:
Kas 11.000.000
Modal Citra 11.000.000
Ilustrasi pengakuan goodwill
Sekutu lama dan baru setuju bahwa, disebabkan karena upaya sekutu lama, persekutuan memiliki potensi menghasilkan laba, dan goodwill senilai 3.000.000 harus diakui berdasarkan fakta tersebut. Nilai biaya perolehan investasi yang dinegosiasikan oleh sekutu baru akan didasarkan sebagian kepada potensi mengahsilkan laba tersebut. Dalam kasus ini Citra melakukan investasi 11.000.000 untuk ¼ hak kepemilikan, maka dia harus percaya bahwa jumlah modal persekutuan yang dihasilkan bernilai 44.000.000 (11.000.000 x 4). Perkiraan goodwill adalah 3.000.000 yaitu:
Langkah 1
25% dari estimasi modal yang dihasilkan 11.000.000
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan (11.000.000 : 25%) 44.000.000
Langkah 2
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan 44.000.000
Jumlah aset bersih tidak termasuk goodwill (30.000.000 + 11.000.000) 41.000.000
Jurnal untuk mencatat goodwill sbb:
Goodwill 3.000.000
Modal Agung 1.800.000
Modal Bagus 1.200.000
Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra sbb:
Kas 11.000.000
Modal Citra 11.000.000
Ilustrasi metode bonus
Mereka mengakui bagian dari investasi sekutu baru sebagai bonus kepada sekutu lama untuk menyelaraskan saldo modal pada saat penerimaan sekutu baru.
Nilai modal yang diakui oleh sekutu baru adalah: Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (30.000.000 + 11.000.000) x 25% = 10.250.000
Jurnal yang dicatat dalam rangka penerimaan Citra sbb:
Kas 11.000.000
Modal Agung 450.000
Modal Bagus 300.000
Skedul yang menggambarkan kasus 2: Keterangan Saldo sebelumnya Investasi sekutu baru Proporsi NB persekutuan sekutu baru Total modal yang dihasilkan Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan Investasi sekutu baru = proporsi NB 30.000.000 11.000.000 10.250.000 1. Revaluasi asset dg meningkatkan nilai tanah sebesar 3.000.000 44.000.000 11.000.000 2. mengakui goodwill sebesar 3.000.000 untuk sekutu lama 44.000.000 11.000.000 3. bonus 750.000 kepada sekutu lama 44.000.000 10.250.000 Kasus 3
Misalkan Citra melakukan investasi Rp 8.000.000 untuk ¼ kepemilikan modal di persekutuan ABC.
Ada 3 ilustrasi:
1. Ilustrasi pendekatan atas revaluasi asset 2. Ilustrasi pengakuan goodwill
3. Ilustrasi metode bonus
Berikut ikhtisar kondisi investasi sekutu baru < proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan:
a. Dengan menggunakan pendekatan revaluasi aset, penurunan nilai aset akan mengurangi modal sekutu lama sebesar rasio laba atau rugi masing-masing. Modal sekutu baru dikredit sebesar nilai investasinya.
b. Dengan metode goodwill, goodwill dialokasikan kepada sekutu baru, dan modal persekutuan yang dihasilkan meningkat. Modal sekutu baru akan dikredit sebesar persentase kepemilikan terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
c. Metode bonus menghasilkan transfer modal dari sekutu lama kepada sekutu baru. Modal persekutuan yang dihasilkan akan = jumlah modal sekutu lama + investasi dari sekutu baru. Modal yang dikredit kepada sekutu baru > dari investasinya tetapi = persensatenya terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
Ada kemungkinan bahwa seorang sekutu baru membayar < proporsi kepemilikannya atas NB persekutuan. Citra melakukan investasi 8.000.000 untuk ¼ kepemilikan modal persekutuan ABC. Langkah pertama adalah membandingkan investasi sekutu baru dengan proporsi NB sekutu baru, sbb:
Investasi pada persekutuan 8.000.000
Proporsi NB sekutu baru : (30.000.000 + 8.000.000) x 25% (9.500.000)
Selisih (invests < NB) ( 1.500.000)
Ilustrasi pendekatan revaluasi aset
Asumsinya Citra hanya membayar 8.000.000 untuk ¼ kepemilikan pada persekutuan. Persediaan yang saat ini dicatat pada NB sebesar 14.000.000 memiliki nilai wajar hanya 8.000.000 karena beberapa mengalami kerusakan. Para sekutu setuju untuk menurunkan nilai persediaan menjadi nilai wajar sebelum masuknya sekutu baru. Penurunan nilai dialokasikan kepada sekutu lama sebesar rasio laba rugi pada saat terjadinya penurunan nilai yaitu 60:40. Penurunan nilai dicatat sbb:
Modal Agung 3.600.000
Modal Bagus 2.400.000
Persediaan 6.000.000
Jumlah nilai modal persekutuan sekarang menjadi 24.000.000 (30.000.000-6.000.000). Bagian Citra atas modal yang dihasilkan dari persekutuan ABC, setelah penurunan dapat dihitung sbb: Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan
= (24.000.000 + 8.000.000) x 25% = 8.000.000
Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra sebagai sekutu baru dalam persekutuan ABC sbb:
Kas 8.000.000
Ilustrasi pencatatan goodwill untuk sekutu baru
Para sekutu lama mungkin menawarkan ¼ kepemilikan modal di persekutuan ABC seharga investasinya, yaitu 8.000.000. Mereka setuju bahwa Citra layak mendapatkan 2.000.000 goodwill ketika bergabung sebagai antisipasi laba yang akan dihasilkan Citra dikemudian hari. Nilai goodwill yang dibawa oleh Citra dihitung sbb:
Langkah 1
75% dari estimasi modal yang dihasilkan 30.000.000
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan (30.000.000:75%) 40.000.000
Langkah 2
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan 40.000.000
Jumlah aset bersih tidak termasuk goodwill (30.000.000 + 8.000.000) 38.000.000
Estimasi goodwill 2.000.000
Jurnal yang dicatat untuk penerimaan Citra sebagai sekutu baru di persekutuan ABC sbb:
Kas 8.000.000
Goodwill 2.000.000
Modal Citra 10.000.000
Ilustrasi metode bonus
Penerimaan Citra sebagai sekutu baru dengan ¼ kepemilikan pada persekutuan ABC dengan investas hanya 8.000.000 dapat juga diperlakukan sebagai bonus kepada Citra dari sekutu lama. Bonus senilai 1.500.000 adalah selisih antara nilai buku sekutu baru senilai 9.500.000 dengan investasinya senilai 8.000.000. Modal sekutu lama berkurang 1.500.000 secara proporsional berdasarkan rasio laba rugi. Jurnal untuk mencatat sbb:
Kas 8.000.000
Modal Agung 900.000
Modal Bagus 600.000
Jumlah yang dikredit kepada modal sekutu baru adalah bagian kepemilikanya terhadap total modal yang dihasilkan, yaitu;
Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (30.000.000 + 8.000.000) x 25% = 9.500.000
Skedul yang menggambarkan kasus 3: Keterangan Saldo sebelumnya Investasi sekutu baru Proporsi NB persekutuan sekutu baru Total modal yang dihasilkan Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan Investasi sekutu baru = proporsi NB 30.000.000 8.000.000 9.500.000 1. Revaluasi asset dg menurunkan nilai persediaan sebesar 6.000.000 32.000.000 8.000.000 2. mengakui goodwill sebesar 2.000.000 untuk sekutu baru 40.000.000 10.000.000 3. bonus 1.500.000 kepada sekutu baru 38.000.000 9.500.000
Berhentinya seorang sekutu dari persekutuan 1. Harga pembelian = saldo kredit modal sekutu
Misal Agung mengundurkan diri dari persekutuan ABC pada saat saldo modalnya Rp 55.000.000 setelah mencatat peningkatan aset persekutuan termasuk pengakuan laba
sampai tanggal pengunduran diri.
Jurnal yang dicatat oleh persekutuan ABC sbb:
Modal Agung 55.000.000
Kas 55.000.000
Jika persekutuan tidak dapat membayar dana sejumlah 55.000.000 kepada Agung pada saat pengunduran diri, maka persekutuan harus mencatatnya sebagai kewajiban atas sisa yang belum terbayar.
2. Harga pembelian > dari saldo kredit modal sekutu
Misal Agung memiliki saldo modal Rp 55.000.000 dan selutuh sekutu setuju membayar Agung sejumlah Rp 65.000.000.
Sebagian besar persekutuan akan mencatat 10.000.000 kelebihan pembayaran diatas saldo modal Agung (65.000.000 – 55.000.000) sebagai bonus penyesuaian modal kepada Agung dari sekutu yang bertahan. Dalam kasus ini 10.000.000 akan mengurangi modal Bagaus dan Citra sebesar rasio laba rugi masing-masing, dihitung sbb:
Sekutu persentase laba lama persentse laba sisa
Agung 45 0
Bagus 30 55 (30/55)
Citra 25 45 (25/55)
Jumlah 100 100
Jurnal yang dicatat pada saat pengunduran diri Agung adalah:
Modal Agung 55.000.000
Modal Bagus 5.500.000
Modal Citra 4.500.000
Kas 65.000.000
3. Harga pembelian < dari saldo kredit modal sekutu
Misal Agung setuju menerima Rp 50.000.000 sebagai harga pembelian kepemilikannya di persekutuan.
Kadangkala harga pembelian kurang dari saldo kredit modal sekutu. Hal ini dapat terjadi jika nilai likuidasi asset bersih < NBnya atau karena sekutu yang berhenti berniat meninggalkan persekutuan dengan cukup menerima < dari saldo modalnya. Missal Agung setuju menerima 50.000.000 sebagai harga pembelian kepemilikannya di persekutuan. Persekutuan harus mengevaluasi asset bersihnya untuk mennetukan jika terjadi penurunan nilai yang harus diakui. Jika tidak diperlukan revaluasi asset bersih, perbedaan 5.000.000 (55.000.000-50.000.000) dialokasikan sebagai penyesuaian modal Bagus dan Citra berdasarkan rasio laba rugi.